Showing posts with label Tio Pakusadewo. Show all posts
Showing posts with label Tio Pakusadewo. Show all posts

Wednesday, April 22, 2026

SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI"


 SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI" . Sekitar daerah Blok A Jl. Fatmawati terdapat pertokoan Toes City. Toko yang banyak menjual mainan anak-anak itu dijadikan lokasi suting film Lagu untuk Seruni yang digarap sutradara Labbes Widar. Saat itupun banyak petugas toko merasa kebingungan, karena melihat banyak kru dan pemain yang sibuk menyiapkan suting. 

Pukul 10.00 WIB kru yang dibantu oleh mahasiswa IKJ mengatur set lampu dan menata kamera, tanpa merubah keadaan toko. Sementara kameraman memberi komando asistennya untuk siap melakukan suting. Begitu juga astrada Otje Ardiwilaga mengatur beberapa pemain figuran anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Astrada bersama mahasiswa IKJ tampak cekatan, sehingga suting dapat cepat dilakukan, pengunjung toko yang cukup ramai tidak menghambat jalannya suting. 

Film ini ditangani sutradara anyar, tapi ia punya bobot. Terlebih film-film dokumenter sudah banyak dihasilkan sebagai awal terjunnya jadi sutradara. 

Adegan saat itu Feby (Nia Zulkarnaen) sedang membeli boneka untuk anaknya , Seruni (Nina Dania) yang diperankan oleh anak kandung sutradara Labbes Widar serta figuran sebanyak 12 orang pemain cilik. Petugas toko tetap melayani pembeli yang memang sengaja tidak diatur sutradara sehingga hilir mudik para pembeli menambah suasana seperti tidak terjadi kegiatan suting. 

Petugas keamanan pun semakin sibuk mengingat pengunjung toko tambah ramai. Pukul 12.00 WIB suting break. Para pemain dan kru berbondong-bondong masuk restoran Bakmi Kelinc yang tidak jauh dari lokasi suting. Mereka makan bersama-sama, sehingga restoran yang semula pengunjungnya sepi jadi penuh. Namun waktu break dimanfaatkan sutradara, istirahat di mobil sambil mendengarkan lagu-lagu sebagai pelepas lelah hingga ketiduran. 

"Kerja bang Widar habis-habisan. Ia datang bersama kru dari pagi. Kadangkala ikut bantu kru angkat-angkat kamera. Dia ketiduran di mobil mungkin merasa capek. Yang lucu, habis mengabilkan gambar dia langsung  memotret sendiri padahal ada stile foto. Selama saya mengikuti bang Widar, selalu membawa kamera sendiri untuk dokumen pribadi. Dan itu memang kebiasaannya, " ungkap kru yang mengaku sudah dua tahun mengikuti sutradara ini. 

Pukul 13.00 WIB terik matahari  cukup panas. Suting terus dilanjutkan walau sutradara ketiduran, kerja astrada cukup tanggap hingga tak menemui hambatan. Yang jadi kewalahan justru satpam toko. Mereka terpaksa sibuk menangani keamanan dan mengatur keluar masuk mobil di halaman parkir. Sebab pengambilan gambar saat itu dilakukan dihalaman pertokoan. 

Pembuatan film ini memang sistem direction (rekam langsung).

Ceritanya mengisahkan nasib seorang anak dari keluarga muda. Suami pengarang lagu dan istri penyanyi rock ternama. Namun yang didapat kehancuran karena masing-masing mempertahankan egonya, akhirnya rumah tangga mereka jadi berantakan. 

Film ini menggambarkan perjalanan manusia yang mencari jati diri, baik Feby , Aria mupun Tiara. Seruni menjadi lintasan dan terminal berbagi pribadi-pribadi yang sedang berusaha menemukan dirinya. 

Perjalanan sebuah lingkaran hidup manusia. Aria telah selesai dengan segala kejanggalan, kebingungan , keagungan dalam menghadapi rumah tangganya, dan telah pula emulai kehidupan yang baru yang nampak mulai ceria. Feby justru telah sampai pada proses anti klimaks. Kejenuhan, karena rutin dan kebosanan dengan suasana yang monoton. Kerinduan akan suasana yagn tegang dan penuh debat, serta kesalahpahaman justru menarik pada situasi "kangen" dan ingin terlibat dalam persoalan. Kini popularitas itu sendiri menjadikan dirinya jenuh. Saat itulah dia ingin sekali kembali .

Para pemain yang mendukung film ini Tio Pakusadewo, Nia Zulkarnaen, Cok Simbara, Yasni Azis, Dania dan beberapa figuran yang banyak  melibatkan anak-anak skolah dasar. Kameraman Soetomo GS, Produser Ny. Lies Samiadji SH, Manager R Soegiharto Kertanegara. Film ini diproduksi PT. Sinema Utama Film, sebuah film perdana yang menelan biaya 250 juta. ~MF!