Sunday, March 15, 2026

SUTING CATATAN SI BOY 2


 SUTING CATATAN SI BOY 2, Jam 8 pagi lebih dikit, dirumah mewah milik Sumi Hakim nampak kru film dari PT. Bola Dunia Film, sedang mempersiapkan peralatan untuk suting film Catatan Si Boy II. Kamis itu rencana mereka akan mengulang kembali beberapa adegan yang sudah diambil,tapi tak bisa di pakai lantaran rusak ketika di proses di studio. Tepatnya untuk adegan pada Cine 66 sampai 69.

Di tempat yang sama, di Jalan Margasatwa Barat No. 45, suting film ini sudah berjalan 4 hari. Satu hari terpaksa mereka harus 'break' lantaran si empunya rumah punya hajat ulang tahun. Di rumah yang berhalaman luas itu, hampir semua lantainya tertutup karpet tebal. Kesan rumah mantan peragawati beken di zamannya ini memang megah. 

"Pokoknya perbandingan dengan "Catatan Si BOy I, film keduanya ini saja lebih diutamakan setting, artisik juga dari segi kostum para pemainnya. Formasi pemain masih tetap sama hanya ditambah pendatang baru Venna Melinda. Selain itu peran Emon (Didi Petet) porsinya lebih banyak dari yang pertama. Suting dilakukan di Jakarta, kemudian di Puncak, Bandung, Jogyakarta dan Bromo. Mnkin juga bila sempat akan terus ke Bali. Penggarapannya di rencanakan akan makan waktu satu setengah bulan lebih lama dari yang pertama yang hanya 35 hari, "papar sang sutradara Nasri Cheppy. 

"Selama ini Boy II saya rasakan lebih mudah, lancar daripada film pertama dimana sering tersendat, lantaran waktu itu Meriam Bellina sering sakit. Jelas untuk membuat film lanjutan ini saya lebih serius menggarapnya agar bisa melebihi kesuksesan film pertama, " sambungnya. 

Setelah mengambil adegan ulang, teman-teman Boy yang diperankan oleh Faradina, Eva Alonia, Ila Dot dan Melly Nur, suting pun terhenti sesaat untuk makan siang. Sementara yang lain langsung menyerbu keruang makan, sutradara masih tetap di sekitar ruangan. Sekali-kali dia menyedot kuat rokok lewat pipanya. Mondar mandir di ruangan, duduk, sambil membaca koran dan berbicara sedikit dengan asistennya. Baru dia pergi ke ruang makan bersama kru lainnya sambil menunggu kedatangan Onky Alexander pemeran utama film Catatan Si Boy II ini. 

Jam 12 lewat dikit, Onky datang beriringan dengan Sofia Latjuba yang kini jadi pengantar setianya. Selesai acara makan, suting pun dilanjutkan di kamar pribadi Sumi Hakim sendiri. Karena kamar itu di permak jadi kamar si Boy, maka dekorasi dirumah itu diganti dengan setting kamar anak muda. Ada gambar bapak Presiden ada bendera Indonesia, beberapa piala dan trophy dan banyak foto Onky yang berderet di pajang diruang itu. Karena kamarnya dipergunakan oleh si Boy, kabarnya Sumi Hakim sendiri sengaja tidur di hotel. 

"Ya.....siaap... Kamera..... Action...", kata sang sutradara mengarahkan peran Onky dan Dede di kamar itu. 

"....Gue lagi bingung nih.. Dy," kata Onky mengucapkan dialog pada skenario yang tadi dibacakan. Adegan pengulangan beberapa kali dilakukan. 

"Sofia... masuk...!" canda Nasri Cheppy pada Sofia Latjuba yang tak berperan dalam film ini. Sofia yang duduk dikursi cuma mesem mesem mendengar suara sutradara yang pernah menggarapnya di film "Bilur Bilur penyesalan" yang diperankannya. Mungkin gurauan sutradara ini ditujukan pada Onky agar lebih mantap memainkan peranannya. Maklum Onky siang itu selalu sering mengeluarkan keringat. Entah grogi atau memang keseriusan berakting. Yang jelas Wati, make up girlnya seringkali mengusapkan tisu untuk menghilangkan keringat di muka Boy. 

"Ya kalau break sehari saja, kadang saya suka deg degan lagi bila berhadapan dengan kamera. Kalau tiap hari sih, biasa saja. Maklum saya punya trauma nggak bisa dilihat orang banyak, ' cetus Onky. 

Saat ditanya bagaimana dengan film keduanya ini, Onky pun menjawab. "Perannya sih sama saja dengan yang pertama. Namun dalam hati kecil saya, merasa dituntut untuk memainkan lebih baik dari yang pertama. Saya pun takut mengecewakan penonton bila permainan saya ini lebih jelek dari yang pertama, " papar Onky setelah selesai suting. 

Dan besok, dan besoknya lagi kamera masih menunggu permainan Onky Alexander, Didi Petet serta Meriam Bellina di Catatan Si Boy II ini.  ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit

 


DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit (Film Lawas). Richard Brown pengusaha komputer yang sukses di Jakarta. Walau berdarah Amerika, tapi setelah menikah dengan Florinda, ia memilih menjadi WNI. 

Justru menjelang ultah ke 8 putera tunggal mereka, Bobby, terjadilah malapetaka. Brown menolak bujukan sindikat bandit di bawah pimpinan Mr. Hawk untuk bekerjasama. Akibatnya, datanglah algojo-algojo ke rumahnya, Florinda di per kosa habis-habisan sedangkan Bobby di hajar hingga tewas. 

Ketika mendapatkan mayat anak isteri dan pelayan-pelayannya berkaparan di rumahnya, berkobarlah kemurkaan  lelaki ini. Brown bukan lelaki lemah. Dulu pernah menjadi anggota marinir yang bertempur melawan gerilyawan Vietcong di belantara Vietnam. Dengan cara-caranya yang khas, Brown mengincar pembunuh-pembunuh sadis itu, sampai menjurus kearah dalangnya, Mr. Hawk. 

Produksi kebanggaan PT. Rapi Film ini konon sengaja dibuat dengan biaya besar, sekitar empat lima kali biaya film biasa. Dibintang utamai oleh bintang impor dari Hollywood, Christ Mitchum. 

"Tujuannya tentusaja agar laku dijual di luar negeri, " kata produser Gope Samtani. "Nama Christ di Amerika memang tenggelam oleh bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, Robert Mitchum. Namun di Eropa dan Asia, Chris sangat populer. Jadi dengan memakai dia, penjualan film ini diluar negeri diharapkan bisa laku. 

Berbeda dengan filmnya terdahulu "Menentang Maut" (1985), dimana Chris cuma tampil dalam beberapa adegan saja, disini ia bermain penuh dari awal sampai akhir. 

"Seratus Persen! Sama seperti filmnya yang sukses dulu "The Summertime KIller", sekarang pun ia bermain habis-habisan selama 30 hari di Indonesia, " ujar Arizal. 

Dari antara bintang kita yang dipilih untuk bermain adalah Ida Iasha, Siska Widowati, August Melasz, Zaenal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Gino Makasutji dan bintang cilik Andre Mathias. Satu lagi bintang dari Barat , Mike Abbot sebagai musuh bebuyutan Chris. 

Diantara adegan-adengan yang menegangkan adalah uber-uberan mobil dari Jakarta sampai Bandung. Ceritanya mobil Brown yagn di kejar mobil-mobil penjahat sampai menerjang sebuah stasiun di kotak kecil. Dan a la James Bond dalam "Octopussy". Brown mengebtkan mobilnya diatas rel. Dari arah berlawanan datang kereta api. Bron bisa banting stir, terhindar tabrakan maut, Sebaliknya mobil bandit di belakangnya, tergilas remuk dan meledak. 

Sayangnya banyak figuran, penumpang-penumpang kereta api benran yang cuma planga plongo saja. Padahal mustinya kan mereka panik atau gimana gitu, lha wong ada mobil nabrak sepur kok pada anteng-anteng saja!.

Perkara menggarap adegan baku kejar mobil, Arizal sudah berpengalaman lewat film "Segitiga Emas", boleh di puji ketrampilan dan ide-idenya. Ada mobil yang sampai nyangsang , pada dahan pohon besar bibir jurang. "Tapi adegan yang seru adalah bagaimana Brown menerbangkan sepeda motornya, menabrak pesawat, helikopter sampai meledak, " kata Arizal bepromosi 

Adegannya, Mr. Hawk bersama Elizabet Yvonne berusaha kabur dengan helikopter. Brown tak sudi melepaskan mereka. Mengebutkan motor dari loteng. Tepat ketika heli melintas, ia melonjakkan motornya, menerjang pesawat itu. 

Apa peranan bintang Ida Iasha?. Sebagai Julia, sekretaris pribadi Mr. Hawk. Ia sangat di percaya gembong mafia itu. Padahal sebenarnya Julia ingin membalas dendam kematian kakak perempuannya. Secara diam-diam ia membocorkan  rencana jahat Mr. Hawk kepada Brown. Mereka bekerjasama membasmi bandit-bandit. Julia punya kemahiran menembak konon dipelajari ketika menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Sayang pada klimaksnya, Julia harus mengorbankan nyawanya untuk menolong Brown. 

"Dendam Membara adalah judul yang dipilih untuk peredaran di Indonesia. Tapi untuk peredaran di luar negeri dipakai titel dalam bahasa Inggris "Final Score". Ikalnnya di muat di satu halaman penuh di "Variety" majalah petunjuk film terbitan Hollywood, yang dianggap sebagai kitab utama dunia perfilman. 

Secara keseluruhan, film ini memang ramai, penuh dar der dor. Kawanan bandit digambarkan kelewat kejam, main perko sa dan main b u n u h  secara sangat vulgar. Sedangkan pihak kepolisian biasanya baru muncul di akhir film, menyalami Brown yang telah berjasa membasmi bandit. Meskipun untuk tindakan main hakim sendiri itu matu tak mau Brown tetap harus mempertanggungjawabkannya kelak.~diambil dari MF No. 049/17/Tahun ke IV, 14 Mei - 27 Mei 1988



Friday, March 13, 2026

EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI"


 EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI", (Berita Lawas). Penata Artistik terkenal El Badrun sudah bida di pastikan tak lagi menggarap film Saur Sepuh yang akan memulai suting awal Oktober (1989). Sejak Agustus El Badrun yang pernah mendapat predikat Penata Artistik yagn dipuji di Forum Film Bandung, dirangkul PT. Firman Mercu Alam Film menggarap film sejenis "Misteri Dari Gunung Merapi".

Budi Sutrisno produser Firman Film membenarkan Badrun sekarang tengah konsetrasi menciptakan trik-trik film untuk "Misteri" yang juga diangkat dari sandiwara radio terkenal saingan Saur Sepuh dan Tutur Tinular itu. "Sejak semula ketika banyak penggemar sandiwara "Misteri" menyarankan cerita itu difilmkan, dalam bayangan saya, sutradara Lilik Sudjio dan Penata artistik El Badrun sudah masuk bayangan saya begitu saya baca skenarionya, " ujar produser yang sukses dengan film-film Rhoma Irama itu. 

Berhubung banyak trik-trik film seperti membuat pesawat yang bisa terbang di zaman dulu sebagai tunggangan Ki Jabat, atau air yang bisa mengalir seirama orang berjalan naik turun tangga termasuk cambuk yang bisa masuk tangan yang kelak di proses di Amerika, memang membuat El Badrun tak mungkin lagi masuk ke film lain. yang di temui di lokasi studio Ciracas hanya menyebut bahwa ia memperoleh banyak tantangan dalam menggarap trik-trik yang ada di film "Misteri Dari Gunung Merapi" sehingga ia bersama krunya selalu mencari ide-ide untuk dituangkan ke film. "Paling tidak membuat fantasi penggemar cerita sandiwara radio itu seperti melihat khayalan yang pernah mereka bayangkan, " ucap Badrun, kelahiran 21 januari 1950.

Film "Misteri dari Gunung Merapi" didukung oleh barisan pemain seperti Fendy Pradana, Ida iasha, Farida Pasha, Rina Hassim, Azrul Zulmi, PIet Pagau, Si Gobang EK Soemadinata, Simon Cader, Gino Makasutji, Nani Wijaya dan Yurike Prastica serta puluhan pemain lain. 

Suting film bergerilya dari Ciracas, Bogor, Semarang, Ungaran, Tegal, Solo, Yogya, Pangandaran serta dilanjutkan di studion Jakarta. Suting yang direncanakan memakan waktu 4 bulan. 

MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, March 12, 2026

JANGAN RENGGUT CINTAKU

 


FILM JANGAN RENGGUT CINTAKU, ADAT SIRI DITEBUS JIWA. SIRI adalah adat Bugis, Sulawesi Selatan yagn harus di tebus dengan jiwa oleh orang yang telah mencorengkan aib. Adakah adat itu masi dipertahankan terus di zaman sekarang? Berdasarkan ide inilah wartawan sekaligus pemain teater daerah , Rachman Arge menulis cerpen, "Langkah Langkah Dalam Gerimis" yang di filmkan oleh sutradara Nurhadie Irawan sebagai produksi bersama PT. Manggala Perkasa Film dengan Pemda Sumsel. 

Maka diboyonglah bintang dari Jakarta. Mulai dari Mathias Muchus, Dian Nitami, Deddy Mizwar, Gito Gilas, Cok Simbara sampai Leroy Osmani. Pemain-pemain daerah ikutan mendukung jadi pemeran-pemeran pembantu. 

KAWIN LARI

I BULAENG kawin lari dengan Pajongai. Padahal ia sudah ditunangkan dengan Andi Sumange. Aib ini harus ditebus dengan darah. Sumange memburu mereka. Tapi Karaen Nyompa, Ayah Bulaeng menugaskan adiknya sendiri untuk menghabisi Pajongai. Bulaeng pun ikut tewas di ujung badik. 

Sejarah bagai terulang ketika adik Sumange, Adi Tenri bercinta dengan Andi Patongai. Ayah Sumange, Andi Mappa tak menyukai Pantongai karena silsilahnya. Terlanjur saling mencintai, Patongai dan Tenri nekad kawin lari. Untuk menghapus siri ini, Andi Mappa yang sakit-sakitan menugaskan Sumange. Berbekal Badik, Sumange menemukan pondok di gubung yang jadi persembunyian burauannya. Bertepatan tiba saatnya bersalin bagi Tenri. Ditimpa rintik gerimis, Sumange dan Patongai berhadapan dengan badik ter hunus. 

Inti ceritanya sebenarnya cukup menarik, sayang kelewat dibebani pesan sponsor wisata Pemda hingga harus dijejalkan sejumlah adegan tari-nyanyi yang terasa berkepanjangan. Padahal harus diakui panorama Sulsel dan Tana Toraja punya daya tarik khas. Akibatnya cerita bgai terpenggal jadi tiga bagian. Bagian Awal kisah Sumange (Mathias Muchus), Bagian tengah kisah kelompok mahasiswa yang dipimpin Patongai (Gito Gilas), pacaannya dengan Tenri (Dian Nitami). Bagian inilah yang terasa rada kedodoran. Diakhiri dengan konflik antara Sumange dan Patongai. 

Kendati cuma muncul beberapa scene, Deddy Mizwar sebagai Karaeng Nyompa yang gagal jadi mertua Sumange, menampilkan akting berkualitas. Terbukti masuk daftar unggulan, walau kemudian yang menang pemeran calon besannya, Rachman Arge. 

Catatan : Selain Citra untuk Aktor Pembantu Terbai, Film ini juga membuahkan piala Citra Penata Musik Terbaik 1990 untuk Areng Widodo. 

Wednesday, March 11, 2026

SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran


 SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran. Sudah menjadi tradisi kalau film-filmnya Warkop Dono Kasino Indro selalu memeriahkan Lebaran dan liburan akhir tahun. Begitupun untuk menyambut akhir tahun 1994 dan awal 1995, Warkop kembali menghibur masyarakat Jakarta lewat arahan Arizal. 

Dua primadona yang kembali di tampilkan, Dia Permatasari dan Gitty Srinita, sebelumnya sudah beberapa kali bermain bersama Warkop untuk produksi PT. Soraya Intercine Film. Diramaikan juga oleh Him Damsyik, Rara Aziz, Ike Rachmawati, Ingrid MP Kansil, dan belasan figuran seksi bahenol. 

Ceritanya, Kasino pacaran sama Yuli, anak seorang juragan restoran. Masakan yang disuguhkan memang oke, hingga pengunjungnya pun selalu ramai. Hal ini membuat sirik Pak Soleh, pemilik restoran sebelah. Maka Pak Soleh mengatur siasat licik. Ia memasukkan tikus-tikus kecil putih ke restoran agar para tamu kabur dari restoran. Masih belum puas, Pak Soleh melapor ke Dinas Kesehatan, bahwa restoran ayah Yuli sangat jorok dan tidak sehat. 

Yuli minta bantuan pada Kasino bertiga untuk menghadapi siasat licik Pak Soleh. Apalagi bakal ada peninjauan langsung dari pejabat Pemda dan wartawan. Tanpa pikir panjang lagi, Kasino, Dono dan Indro bersedia menyamar jadi pelayan restoran. 

Ternyata petugas Pemda juga menyamar sebagai tamu biasa. Pak Soleh yang sengaja bikin onar, juga berpura-pura menjadi tamu. Begitu masakan pesanannya di sajikan, kontan ia ribut, ada kecoa di mangkoknya. Tak kekurangan akal, Kasino berdalih, :Ini bukan kecoa, melainkan jamur, lihat nih, saya makan, " demi pacar, Kasino tak ragu memasukkan kecoa itu ke mulutnya. 

Karuan Pak Soleh mendelik, intriknya gagal, sebaliknya Kasino lari ke dapur untuk muntah-muntah. 

Pak Soleh terus bikin ulah untuk menarik perhatian petugas dan wartawan. Dari eternit berjatuhan tikus putih. Untung Dono dan Indro lihai menyambut tikus-tikus itu dengan mangkok. Betapapun akhirnya kelicikan Pak Soleh terbongkar juga. Bukan saja siasatnya tak berhasil malah ia yang diborgol polisi. Semua ini tak lepas dari jasa Kasino dan kawan-kawan. Saking senangnya, ayah Yuli memberi izin putrinya bertamasya ke pantai dengan trio bujang lapuk itu. 

Hura hura di pantai yang mengumbar senam belasan cewek berbikini dipadu kekonyolan tingkah Dono, Kasino dan Indro. 

Produksi : PT. Soraya Intercine Film

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Arizal


Tuesday, March 10, 2026

PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG


 PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG

Sejak suksesnya Sundel Bolong yang diperani oleh Suzanna pada awal tahun 1980an, film-film horor nasional kembali banyak di produksi. Wajar kalau dibilang Suzanna sebagai ratunya film horor dan mistik. Coba saja lihat film-filmnya seperti Ratu Ilmu Hitam, Nyi Blorong, Nyi Blorong PUtri Nyi Roro Kidul, dan juga Telaga Angker.

Baru belakangan ini salah seorang artis terbaik yang pernah menggondol Piala Citra di awal penampilannya, Joice Erna juga mulai laris membintangi film-film serupa. Padahal biasanya ia selalu bermain dalam film-film bertema drama. Tapi sekarang paling tidak sudah tiga judul film diperaninya sebagai makhluk jejadian. 

Yang baru saja adalah film "Dendam Jumat Kliwon" produksi PT. Cancer Mas Film perannya sebagai arwah penasaran yang memburu perempok pembunuhnya. Lalu di "Nenek Lampir" dari PT Japos Film juga sebagai arwah yagn semasa hidupnya pernah di per kosa dan kemudian di kubur hidup-hidup oleh lima lelaki jahanam. Dan "Putri Kuntilanak" produksi perdana PT. Andalas Kencana Film. Apakah perannya sebagai arwah penasaran lagi?

"Bukan!" sanggah Joice. "Kali ini saya  jadi makhluk Sundel bolong alias Kuntilanak yang bisa jadi manusia karena di kawini oleh seorang pemuda budiman!" hiiiii....

Duo Produser Ramesh dan Madhu, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia film, mempercayakan penyutradaraan produksi perdana mereka kepada Atok Suharto. Biasanya Atok menggarap film-film laga antara lain "Puteri duyung", "bukit Berdarah", "Terjebak Penari Erotis", "Cewek-cewek Genit" dan lain-lain, tapi tercatat cukup berhasil juga lewat film horor "Perempuan Malam" yang dibintangi oleh Siska Widowati dan George Rudy. 

"Saya mempertemukan bintang-bintang kawakan seperti Joice Erna, Rina Hassim, Farida Pasha, dan Doddy Sukma dengan bintang-bintang muda Sally Marcellina, Dolly Martin dan pendatang baru Etick Gantira," ungkap Atok Suharto. 

Sally Marcellina, pertama tampil sebagai figuran dalam film "jejaka Jejaka". Perannya sebagai salah seorang pacar Richie Ricardo. Melejit jadi pemeran utama wanita dalam "Macan Kampus" berpasangan dengan Rano Karno, tapi kurang menonjol. 

"Kini Sally jadi pemeran utama , si putri kuntilanak waktu kecil di perankan oleh Ratuliu. Tapi namanya saja putri makhluk halus, bisa cepat sekali jadi gadis dewasa!". Suami Joice, Mustafa Jackson ikut mendukung di bagian awal. Perannya sebagai suami yang budiman. 

Film ini berkisah tentang perkawinan Andy dan Alisa tak di restui orang tua Andy. Mereka sudah punya calon bernama Enny. Gadis yang sakit hati ini menghubungi paranormal Badrani. Baru ketahuan kalau Alisa sebenarnya penjelmaan Sundel Bolong. untuk mengusirnya paku yang menancap di kepalanya musti di cabut. 

Andy shock berat melihat kenyataan siapa sebenarnya isteri tercintanya. Ia  melarikan bayinya, Melisa ke dalam hutan. Terjerumus ke jurang, Mati. Si Cilik Melisa merangkak dalam belukar. Terjadi proses gaib, ia tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita. 

Kecantikan Melisa membuat ia diterima jadi fotomodel di sebuah studio. Fotografer Tommy terpikat padanya. Enny yang juga berprofesi sebagai fotomodel, bersaing dengan Melisa memperebutkan cinta Tommy. 

Teror-teror mulai melanda ketika si juru rias Rizky yang gemar menghasut, diemukan mati dalam keadaan mengerikan. Melisa mulai melancarkan pembalasan kepada Enny dan Badrani yang telah mencelakai orangtuanya. Selanjutnya? tonton ya...


Produksi : PT. Andals Kencana Film, Produser Ramesh & Madhu, Sutradara : Atok Suharto, Cerita/Skenario : Sapto Ananda KD, Kamerawan : Jarok, Editor : Ermis Thaher : Pemain : Jice Erna sebagai Alisa, Sally Marcellina sebagai Melisa, Dolly Martin sebagai Tommy, Etick Gantira sebagai Enny, Farida Pasha sebagai Dukun Badrani, Rina Hassim sebagai Ny. Pramana, Doddy Sukma sebagai Pak Pramana dan Mustafa Jackson sebagai : Andy. 




Monday, March 9, 2026

FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU


 FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU, Sutradara Arizal dikenal karena film-film komedi atau actionnya. Untuk jenis komedi Arizal biasa menggunakan Warkop DKI lalu yang baru di coba Bagito Group "Bayar Tapi Nyicil", sedang untuk jenis action, Arizal biasa memakai bintang-bintang bule seperti dalam film "Pemburu Berdarah Dingin".

Arizal akhirnya mencoba membuat film Remaja "Lebih Asyik Sama Kamu" dengan ramuan cinta, komedi dan action. Ia mencoba gagasannya ini lewat pemain muda yang cukup di kenal macam Ryan "Lupus" Hidayat, Si Doi Sally Marcellina, Paramitha Rusady dan bintang gras Rigo Sulaiman. 

Cerita diawali dari dua anak muda. Ferdian dan Benny yang bermalam minggu ke disko dan menggoda cewek. Muncul Igun, pemuda ben cong yang mengenalkan Amelia pada Ferdian dan Benny. Tapi tunggu dulu, kalau keduanya langsung naksir cewek kaya dan manja macam Amelia ini, sebab masih ada cowok lain yang selalu dibawa-bawa oleh Amelia yang diakuinya sebagai saudaranya. 

Dan kalau kemudian diakhiri dengan berantem, maka ini usaha lain menjebloskan roh remaja pada film Arizal kali ini. Cuma sang sutradara membawanya ke adu panco ketimbang berantem fisik. Dan arizal langsung menggiringnya kekomedi. Ferdian memang kalah berpanco dan ia tak boleh menolak kalau celananya di basahi air es tepat di depan kancingnya. Ferdian tenang saja karena ia memasukan plastik penampung air dalam celananya. 

 Ferdian yang playboy memang berhasil menggaet Amelia. Tapi ketika muncul cewek imut-imut macam Indriani, Ferdian juga tak mau melepaskan kesempatan ini. Bisa dimaklumi kalau Amelia sakit hati, lalu mengupah "saudaranya" untuk menculik Indri. 

Sementara itu, Amelia ketemu paranormal yang menyarankan bahwa untuk menggaet Ferdian harus di curi celana dalamnya yang bekas dipakai. 

Dan dikamar ganti lelaki itulah disengaja, maunya, dimunculkan kelucuan-kelucuan seperti sosok Amelia yagn menyamar jadi lelaki terperangkap dikamar ganti cowok yang dengan seenaknya memelorotkan celananya dengan bebas. Dan ketika Amelia menemukan celana dalam milik orang lain yang disangka miliknya Ferdian untuk diambil. Akhirnya Amelia kena batunya, ternyata itu bukan celana dalam Ferdian sehingga orang yang punya celana dalam pun akhirnya mengejar-mengejar Amelia disuatu kesempatan seolah melihat bidadari yang keranjingan. Kontan saja Amelia kaget dan takut, ternyata salah sasaran. 

Sementara itu, ketika Indri di culik, Ferdian tahu kalau itu ulah Amelia dan ia mencoba menyelamatkan srikandinya, dan action yang menjadi ramuan sutradara di coba dengan anak-anak muda diadegan ini. Baik adu jot os, motor melayang maupun setelah itu perkelahian berguling model wanita antara Indri dan Amelia. 

Arizal seperti kagok mengemas ramuannya ke dalam film remaja ini yang senyap oleh dentuman musik, meski disana ada eki Soekarno dengan lagu-lagunya yang gress atau irama penyutradaraan yang kurang dinamis. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT Rapi Film

Cerita, Skenario, Sutraara : Arizal

Penata Kamera : H. Asnawi

Penyunting Gambar : Benny MS

Penata Musik : Ekki Soekarno

Pemain : 

Sally Marcellina : Amelia

Ryan Hidayat : Ferdian

Paramitha Rusady : Indri

Rigo Sulaiman : Benny

Gugun Benget : Igun

Sunday, March 8, 2026

BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT

 




BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT, (Berita lawas) Abdillah Harris adalah sutradara gaek baik dalam usia maupun pengalaman. Pengalaman di dunia film mulai sebagai asisten Kamerawan pada zaman pendudukan Jepang. Lalu jadi pemain Sandiwara. Dalam kancah revolusi ia menjadi anggota BKR, TKR (Cikal Bakal TNI). Berhenti dari dinas kemiliteran dengan pangkat Sersan mayor. 

Setelah bermain dalam beberapa film, Harris hengkang ke Malaysia. Malah berhasil jadi sutradara. Diantara film-filmnya yang sukses dengan mahabintang Malaysia P. Ramlee adalah "Pendekar Bujang Lapok" dan "Sersan Hasan".

Kembali ke Indonesia, ia ikut menyutradarai film silat patungan Indonesia - Taiwan "Panji Tengkorak" (1972) yang dibintangi oleh Shangkuan Linfung, Deddy Sutomo dan Lenny Marlina. Diantara karya penyutradaraan kemudian tercatat "Oma Irama Penasaran", "Karena Penasaran","Elang Laut", dan terakhir "Sona, Anak Srigala" yang pemasarannya rada seret. 

Setelah cukup lama beristirahat, mendadak A Harris muncul lagi dengan produksi perdana PT. Metro Vistaria Film, perusahaan film baru yang dikenalikan oleh puterinya sendiri, Dahria B Hadiyanto. 

Kali ini sebuah komedi dengan pelawak-pelawak jebolan Srimulat, Basuki, Timbul dan Sunaryo. Sebagai primadona dipasang Lydia Kandou. Namun karena Lydia sedang dalam keadaan perut besar, timbul kesulitan bagi kamerawan Sonikin. Tak kehabisan akal, Harris mengatur agar Lydia mengenakan daster atau di sut wajahnya saja. Ketika diambil adegan Lydia berbaring di ranjang, maka perutnya ditutup dengan guling hingga tak terlihat kehamilannya. 

Akal-akalan orang film," dalih Harris. "Sebab terlanjur sudah mengontrak Lydia. Kalau harus menunggu Lydia melahirkan , kapan filmnya selesai.  Alhasil film yang keseluruhan lokasinya di kota dodol Garut itu berhasil dirampungkan dalam tempo 24 shooting days. 

Diceritakan, Basuki, anak janda Komala hendak meminjam bendi warisan yang disimpan Paman Pandi. Semula sang paman keberatan, karena bendi keramat itu sngat berbahaya bila di jalankan di tempat umum. Konon, kalau wanita melihatnya dengan mata telanjang, bisa langsung terpelet pada si kusir. 

Jadi seperti halnya bila ada gerhana, untuk menghindari tergila-gila pada si kusir, wanita harus mengenaka kacamata hitam. Lalubagaimana kalau sudah terlanjur kepelet? Ada obatnya, nyanyikan saja lagu lawas "Kudaku Lari", sambil berjoget. 
Mendengar kemanjuran bendi itu, ayah Lydia, yakni Pak Timbul, yang tua-tua keladi, kepingin banget meminjamnya untuk memelet wanita-wanita. Akibatnya, ibu Lydia, Bu Mimin minggat dari rumah.

Bertambah kisruh dengan munculnya Dukun Embah Lepus yang menuntut Basuki. Tapi kemudian semua diakhiri dengan perkawinan Basuki Lydia. Sebagai mas kawin, Basuki mengajak Lydia berbendi-bendi keliling kota. Eh wanita-wanita yang tak berkacamata hitam spontan menguber-uber basuki. Termasuk ibu mertuanya sendiri. Bu Mimin. Kacau balau semuanya. 

Basuki kalau melawak di panggung, dengan improvisasinya, memang menyaingin Gepeng, tapi main film berbeda dengan melawak bebas. Kalau dipaksakan malah jadinya "over acting". Apalagi ia belum pernah menjadi pemeran utama dalam film, meski sudah dipertemukan sutradara Hengky Solaiman dengan Meriam bellina dalam "Senjata Rahasia Nona".

Maunya A Harris yang mengangkat cerita Yoyo Dasriyo ini jelas hendak menyuguhkan komedi situasi. Sayang rupanya mereka jarang menonton film-film komsit masakini sebagai padanan, hingga tetap saja pada pola penggarapa kuno. Mengharpakan penonton bisa tertawa dengan adega uber-uberan tok. jadinya ya kudaku lari lah. ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Produksi : PT. Metro Visitaria FIlm, Produser : Dahria B Hadiyanto, Sutradara/Skenario/Penata Musik ; A Harris, Cerita : Yoyo Dasriyo , Kamerawan : Sodikin, Editor Ermis Thaher, Pemain : Lydia Kandou (Lydia), Basuki (Basuki), Timbul (Timbul), Ade Irawan (Bu Komala), Aminah Cendrakasih (Bu Mimin), Arman Effendi (Paman Pendi), Jaja Miharja (Mbah Dukun), dan Hanna Marlina (Leila)

Monday, March 2, 2026

MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H. MAMAN FIRMANSYAH


SUTING FILM MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H.  MAMAN FIRMANSYAH, H. Maman Firmansyah sutradara yang telah menyelesaikan belasan film cerita, ketika akan suting adegan pertama film "Musnahkan Ilmu Santet" yang berlokasi di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut Jaksel, mengadakan upacara selamatan, doa bersama dengan para karyawan, bintang pendukung dan produser yang hadir di lokasi. 

Selesai pembacaan doa bersama, lalu menaburkan bunga ke kamera yang di pergunakan suting. Takut di ganggu setan kuburan? "Tidak! Tuhan lebih berkuasa!" jawabnya tegas. Cuma, lanjutnya ini sebagai prasyarat belaka. 

Memang seperti yang diharapkan, suting hari pertama berjalan lancar, hasil rekaman kamera yang dibidikkan H. Asmawi, juru kamera yang telah lama ngendon di PT. Rapi Film cukup memuaskan. 

Lokasi suting film yang idbintangi : Joice Erna, Rudy Salam, Dorman Borisman, Mandra, Bokir, dan Hengky Tornando itu tidak hanya di Jakarta dan Ciseeng studionya Rapi Film. Tapi juga di Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah. 

Di Ungaran, sebuah kota kecil sekitar 30 km arah selatan kota Semarang, lokasi sutingnya di sebuah rumah kuno, milik kol Soemarno. Rumah besar dengan luas kurang lebih 900m2 bekas milik penguasa perkebunan Belanda yang konon di bangun sekitar tahun 1900an, Maman dan kerabat kerjanya berkreasi. 

Sebelum suting biasanya Maman dan seluruh karyawan yang terlibat produksi sibuk mempersiapkan suting. Ha Maman bersama Sonu, sibuk diskusi untuk adegan-adegan yang akan di sut. Asmawi mengatur posisi kamera dan anak buahnya (Juru lampu) sibuk menempatkan lampu-lampu di atas bangunan. 

Yang juga tak kalah sibuknya Hendro, bagian artistik, bersama rekan-rekannya ia mempersiapkan sebuah kaca ukuran 3x4 meter ang akan dipergunakan untuk trick. (Glass shot)

Sementara itu masyarakat yang mau nonotn suting berjubel di halaman yang cukup luas. "Kemarin malam banyak yang sampai pagi", jelas Priyadi pimpinan produksinya. Memang lanjutnya adegan disini semua adegan malam. Suting kadang sampai pukul 04.00 pagi. "Untungnya yang punya rumah baik sekali", tambahnya memuji.

"Daripada Kosong, sepi, kalau hanya untuk suting film, boleh-boleh saja. Saya justru senang. Bisa nonton caranya orang bikin film. Selama ini cuma nonton filmnya saja. NGgak pernah tahu bagaimana bikinnya!", tukas Kol Soemarno, perwira AD yang pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani pembangunan kembali Keraton Surakarta itu. 

Selama ada suting , lanjutnya, isteri dan anak-anak, kadang juga begadang sampai pagi.," Bukan curiga tapi justru kami senang, " tegasnya. 

Bukan hanya keluarga Soemarno saja yang senang nonton suting. Masyarakat di sekitar tetangga-tetangganya, juga senang. Halaman yang cukup luas itu, kadang sampai penuh sesak pengunjung. Hari pertama semua tertib. Tapi pada hari kedua, tangan-tangan usil mulai beraksi. Tape mobil milik kru film digerayangi dan lenyap. "Mungkin karena polisinya juga ikut asyik nonton suting, " kilahnya. 

Tengang uang sewa rumahnya Soemarno tak mau berterus terang. "Saya tidak mau mengkomersilkan rumah saya untuk suting film. Kalau memang tertarik buat suting silahkan. Yang penting kita saling bisa menjaga. Kalaupun akan dikasih uang, sekedar untuk perbaikan kecil. Misalnya bekas yang di paku-paku, ya saya terima. " Tapi katanya menandaskan, "Saya tidak menentukan jumlah tertentu".

Selain pemain dari Jakarta, suting di Semarang dan Ungaran juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di daerah itu. Salah satu cewek yang ketiban kesempatan Farida Ariyani. Kenurut keterangan sang sutradara, Ida panggilan akrabnya punya potensi untuk jadi pemain yang baik. Cuma karena diadisemarang, kesempatan itu tidak banyak," kilah Maman. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut