CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 7 (Film Lawas). Larut Malam... Tiga sosok tubuh bergerak hampir tak bersuara. Berindap-indap memasuki halaman bengkel Antik. Di dalam asrama Susi tidur ngorok. Juga cewek-cewek yang lain terlelap ke alam impian. Kecuali Eva yang masih melamun. Terbayang wajah kekasih lamanya, Henry yang kasar dan kekasih barunya, Rudy yang lembut. Jelas Rudy lebih menang dalam segala hal daripada Henry!.
Ketiga pencuri mulai menggerayangi barang-barang. Sebuah mobil mewah di dorong keluar. Kaki salah seorang menyentuh kaleng olie sampai jatuh kelontang. Eva terkejut. Hati-hati membangunkan beberapa temannya, lalu berindap-indap keluar. Bisik-bisik ia membagi kawan-kawannya menjadi dua grup. Yang pertama dipimpin olehnya sendiri, yang kedua oleh Yanti. Mereka berpencar mengurung ketiga pencuri mobil.
Eva menyalakan lampu sorot. Seketika seluruh ruangan menjadi benderang bagai siang hari. Ketiga pencuri kelabakan ingin kabur, tapi yanti dan kawan-kawannya mendahului menyerbu. Terjadilah perkelahian seru. Walau ketiga pencuri terdiri dari lelaki-lelaki kasar, tapi montir-montir sexy yang berbekal ilmu bela diri ini masih mampu menghajar mereka.
Susi bersenjatakan ember memukuli kepala pencuri yang jatuh. Merasa tak mungkin menang, kalau berkelahi terus, ketiga pencuri berlari lintang pukang. Eva menyerukan kawan-kawannya agar tak mengejar mereka. Tapi setelah menerima hajaran keras seperti tadi, pasti pencuri-pencuri itu jera untuk mengulangi kejahatan mereka.
Perlu diketahui kalau Eva memang merupakan seorang karateka. Itulah sebabya, ia bisa mempimpin kawan-kawannya berlatih ilmu bela diri.
Sama seperti Eva, sang kekasih, Rudy juga merupakan karateka unggul. Setiap hari ia rajin berlatih dibantu si pelayan bloon Simon.
Rudy adalah putra sulung Pak Broto. Pagi itu ketika Pak Broto, istrerinya dan si cilik Kiki sedang sarapan, Rudy tak menyertai mereka.
"Kok Rudy nggak sama, sama makan?" tanya Ny. Broto.
"Mempersiapkan diri untuk menghadapi pertandingan kejuaraan Karate di kampusnya, " sahut sang suami sambil menyelesaikan makannya, "Eh Man, nanti aku terlambat pulang, Ada rapat!"
"Awas Ya, " Memperingatkan Ny Broto, "Kalau rapatnya di bengkel?
Pak Broto senyum-senyum, Iya, iya, janji....******bersambung ke bagian 8









