Monday, March 2, 2026

MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H. MAMAN FIRMANSYAH


SUTING FILM MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H.  MAMAN FIRMANSYAH, H. Maman Firmansyah sutradara yang telah menyelesaikan belasan film cerita, ketika akan suting adegan pertama film "Musnahkan Ilmu Santet" yang berlokasi di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut Jaksel, mengadakan upacara selamatan, doa bersama dengan para karyawan, bintang pendukung dan produser yang hadir di lokasi. 

Selesai pembacaan doa bersama, lalu menaburkan bunga ke kamera yang di pergunakan suting. Takut di ganggu setan kuburan? "Tidak! Tuhan lebih berkuasa!" jawabnya tegas. Cuma, lanjutnya ini sebagai prasyarat belaka. 

Memang seperti yang diharapkan, suting hari pertama berjalan lancar, hasil rekaman kamera yang dibidikkan H. Asmawi, juru kamera yang telah lama ngendon di PT. Rapi Film cukup memuaskan. 

Lokasi suting film yang idbintangi : Joice Erna, Rudy Salam, Dorman Borisman, Mandra, Bokir, dan Hengky Tornando itu tidak hanya di Jakarta dan Ciseeng studionya Rapi Film. Tapi juga di Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah. 

Di Ungaran, sebuah kota kecil sekitar 30 km arah selatan kota Semarang, lokasi sutingnya di sebuah rumah kuno, milik kol Soemarno. Rumah besar dengan luas kurang lebih 900m2 bekas milik penguasa perkebunan Belanda yang konon di bangun sekitar tahun 1900an, Maman dan kerabat kerjanya berkreasi. 

Sebelum suting biasanya Maman dan seluruh karyawan yang terlibat produksi sibuk mempersiapkan suting. Ha Maman bersama Sonu, sibuk diskusi untuk adegan-adegan yang akan di sut. Asmawi mengatur posisi kamera dan anak buahnya (Juru lampu) sibuk menempatkan lampu-lampu di atas bangunan. 

Yang juga tak kalah sibuknya Hendro, bagian artistik, bersama rekan-rekannya ia mempersiapkan sebuah kaca ukuran 3x4 meter ang akan dipergunakan untuk trick. (Glass shot)

Sementara itu masyarakat yang mau nonotn suting berjubel di halaman yang cukup luas. "Kemarin malam banyak yang sampai pagi", jelas Priyadi pimpinan produksinya. Memang lanjutnya adegan disini semua adegan malam. Suting kadang sampai pukul 04.00 pagi. "Untungnya yang punya rumah baik sekali", tambahnya memuji.

"Daripada Kosong, sepi, kalau hanya untuk suting film, boleh-boleh saja. Saya justru senang. Bisa nonton caranya orang bikin film. Selama ini cuma nonton filmnya saja. NGgak pernah tahu bagaimana bikinnya!", tukas Kol Soemarno, perwira AD yang pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani pembangunan kembali Keraton Surakarta itu. 

Selama ada suting , lanjutnya, isteri dan anak-anak, kadang juga begadang sampai pagi.," Bukan curiga tapi justru kami senang, " tegasnya. 

Bukan hanya keluarga Soemarno saja yang senang nonton suting. Masyarakat di sekitar tetangga-tetangganya, juga senang. Halaman yang cukup luas itu, kadang sampai penuh sesak pengunjung. Hari pertama semua tertib. Tapi pada hari kedua, tangan-tangan usil mulai beraksi. Tape mobil milik kru film digerayangi dan lenyap. "Mungkin karena polisinya juga ikut asyik nonton suting, " kilahnya. 

Tengang uang sewa rumahnya Soemarno tak mau berterus terang. "Saya tidak mau mengkomersilkan rumah saya untuk suting film. Kalau memang tertarik buat suting silahkan. Yang penting kita saling bisa menjaga. Kalaupun akan dikasih uang, sekedar untuk perbaikan kecil. Misalnya bekas yang di paku-paku, ya saya terima. " Tapi katanya menandaskan, "Saya tidak menentukan jumlah tertentu".

Selain pemain dari Jakarta, suting di Semarang dan Ungaran juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di daerah itu. Salah satu cewek yang ketiban kesempatan Farida Ariyani. Kenurut keterangan sang sutradara, Ida panggilan akrabnya punya potensi untuk jadi pemain yang baik. Cuma karena diadisemarang, kesempatan itu tidak banyak," kilah Maman. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut 


Tuesday, February 24, 2026

"TAKSI JUGA" EPISODE CINTA RAYMOND-MONA


 "TAKSI JUGA" EPISODE CINTA RAYMOND-MONA, (berita lawas). Akhir cerita Film Terbaik FFI 1990 "Taksi" memang dibiarkan terbuka, istilah filmisnya open ending, agar penonton menebak-nebak sendiri, apa selanjutnya yang terjadi pada tokoh-tokoh utamanya, si sopir taksi Giyon dan si penyanyi Desi, lalu siapa sebenarnya tokoh Raymon yang mengaku sebagai ayah si mungil Ita?

Pertanyaan ini terjawan dalam sekuel yang bertajuk "Taksi Juga" produksi PT Raviman Films dengan produser ayah dan puterinya, Manu Sukmajaya dan Hanita Mahtani. 

Cerita asli dan skenarionya tetap di tulis oleh Eddy Suhendro, hanya saja penyutradaraan beralih dari Arifin C Noer ke Ismail Soebardjo yang juga merevisi dan mengembangkan skenarionya ke shooting script. 

Unsur-unsur karyawan utama masih tetap sama, Kamerawan George Kamarullah, Penata Artistik Satari SK, Penata Suara Suparman Sidik, Editor Karsono Hadi, kecuali Penata Musik yang semula Embie C Noer diganti oleh Idris Sardi. 

Dua pemain utamanya Rano Karno dan Meriam Bellina melanjutkan peran mereka, begitu juga si cilik Melati terus sebagai Ita. Sedangkan tokoh Raymon yang dulu di perankan oleh Tyas Wahono diganti oeh Onky Alexander yang lebih punya nilai komersial. Sebagai pasangan Onky ditampilkan Ayu Azhari yagn memerankan tokoh Mona, wanita Batak berkepribadian agung. Dan sesungguhnya bagian kedua ini rasanya lebih tepat disebut sebagai Episode kisah cinta Raymond - Mona Pasaribu. 

Ini cerita memang lebih menonjolkan pasangan ini daripada Giyon dan Desi. Dan patut dipuji permainan memikat Ayu Azhari yang membuktikan dirinya mampu menyaiki Mer yang telah dua kali menggondol Piala Citra sebagai Aktris Terbaik. Porsi peranan Ayu memang penuh tantangan yang membuka peluang emas bagi kemajuan aktingnya. 

Empat bintang muda ini dibantu aktor kawakan Racmat Hidayt yang memamerkan kualitas aktinya sebagai Opung (kakek) Tondi Pasaribu. 

Didukung pula oleh Mangara Siahaan, Piet Burnama, Ida kusumah, Lina Budiarti serta diramaikan bintang-bintang tamu seperti Sophia Latjuba, Firdha Razak, Tarida Gloria, dan Ananto Widodo, Saksi kehidupan kendati bertitel sarjana Filsafat, Giyon memilih melanjutkan profesinya sebagai sopir taksi, agar bisa menjadi saksi kehidupan. Dan bertemulah ia dengan pria batak tua Ompung Tondi Pasaribu, yang minta diantar ke alamat Desi Desiree. Berdesir perasaan Giyon, teringat pada mantan penyanyi yang telah menghilang itu. 

Ternyata Desi telah kembali kerumah Bibinya di Bandung. Ia pun kembali memakai nama aslinya Titin. Tak disangka datang Mona, usahawati besar dari Jakarta yang menawarinya menjadi moel iklan perusahaannya. Keramahan Mona malah membangkitkan kecurigaan Titin. Apalagi demi melihat Raymond juga daang ke kantor Mona. 

Dilanda kebingungan, mau tak mau Titin mencari Giyon lagi, sebagai tempatnya mengadukan nasib. Giyon malah menganjurkan menerima tawaran Mona. Baru ketahuan kalau Mona adalah isteri Raymond, sedangkan Ompung bukan lain adalah kakek mereka. Kendati Raymond dan Mona merupakan saudara sepupu, seusai adat Marpariban, mereka sudah dijodohkan sejak kecil. Probelmnya Raymond terlanjur mencintai Titin, bahkan sudah mempunyai anak darinya. Maka Raymon berkeras ingin menceraikan Mona agar bisa mengawini Titin. Namun Titin sudah sangat membencinya. 

Mona bukannya cemburu kepada Titin, sebaliknya dengan jiwa besar ingin mempertemukan Raymond dengan kekasihnya itu. Tegasnya pad aTitin, "Aku  tak ingin dia terus-terusan mengejar bayanganmu!,".

Konflik mencapai puncaknya saat Titin dengan penuh kebencian menghunjamkan gunting ke perut Raymond yang terus memburunya. Bagaimanana kelanjutannya? tentu sudah pada nonton ya..

Sunday, February 22, 2026

WANITA HARIMAU,

 


WANITA HARIMAU, Mencari alternatif lain. (Berita lawas). Setelah penarikan dari peredaran 2 judul film produksi PT. Soraya Intercine Films, "Pembalasan Ratu Laut Selatan" dan "Akibat Terlalu Genit" kini perusahaan tersebut memproduksi "Wanita Harimau" yang merupakan seri ke II dari film "Santet" terdahulu yang berjudul Ilmu Pelebur Nyawa. Sutradara Sisworo Gautama Putra kali ini didukung oleh pemain-pemain Suzanna, Rina Hassim, Jeffy Daniel, Doddy sukma, Bokir, Nasir, Rina Ribut Rawit. 

"Dalam film ini saya lebih menonjolkan adegan-adegan trik dan komedi supaya menarik, karena saya dan Ram Soraya produser Soraya Film sepakat menghindari adegan-adegan seks, agar kasus "Pembalasan Ratu Laut Selatan" dan "Akibat Terlalu Genit" tidak terulang lagi, " kata Ssworo ditengah-tengah kesibukan suting film ini. 

Suting film ini di perkirakan selesai dalam waktu 40 hari, dengan mengambil lokasi di Bumi Perkemahan Pramuka Ragunan, Kebon Binatang Ragunan, Lereng Gunung Kapur desa Kelapa Nunggal Jawa Barat, serta lapangan terbang Pondok Cabe untuk adegan Helikopter. 

Berbagai atraksi trik/effek yang ikut membumbui film ini adalah Suzanna dengan badan Harimau, Rina Hassim tertangan harimau menggoda dan emaksa Suzanna untuk memiliki ilmu siluman "Manusia Harimau" dan badannya menyusup dalam jasad Suzanna yang dilaksanakan dengan ffek glassshot, Harimau tiruan yang bisa menyemburkan bola api dari kedua matanya, dan lain-lain. Disamping suting harimau benera yang cukup sulit pula. Untuk membuat atraksi dengan harimau beneran ini, dibutuhkan pemancing yaitu beberapa ekor ayam, effek fotografi seperti pemakaian star filter, slow dan fast speed, dan lain-lain.

Diantaranya adalah Bokir mimpi jadi Tarzan bercumbu dengan manusia harimau Suzanna, naik gajah, bergelayutan di akar pohon, kemudian naik helikopter, bernyanyi dan menari di sebuah taman dengan iringan musik , berjoget dangdut dengan Rina Ribut Rawit Srimulat ditengah-tengah ratusan massa yang diiringi show musik kasidah Nasida Ria, tiba-tiba istri bokir menyusul hingga terjadi keributan komedi. 

Dalam suatu kesempatan lain, sisworo mengatakan pula, bahwa biaya seluruh pembuatan film ini diperkirakan menghabiskan Rp. 350 juta. Dalam mengerjakan film ini, Sisworo dibantu oleh Naryono Prayitno sebagai penulis skenario dan asisten sutradara, Soebakti penata fotografi, Nahali penata artistik, editor Moeryadi, dan pimpinan produksi H. Soemarsono. 


Friday, February 20, 2026

MAAFKAN DAKU BILA MENCINTAIMU, Asmara Antara Dua Generasi

 


MAAFKAN DAKU BILA MENCINTAIMU, Asmara Antara Dua Generasi. Perilaku manusia dala gnemmhadapi satu kata, Cinta, siapapun orangnya baik tua maupun muda akan sama bingungnya. Perihal itulah yang hendak disampaikan oleh sutradara wanita Debby Sahertian dalam drama seri sepanjang 18 episode ini. 

Debby yang mulainya dikenal sebagai model dan kemudian menjadi komediwati lewat serial Lenong Rumpi, mulai menjajal bakat menyutradarai di beberapa episode Saling Silang dimana ia juga bermain. Menilik bakatnya, produser Raam Punjabi memberi kepercayaan untuk menyutradarai  langsung serial komedinya sendiri , Flamboyan 108. Ternyata kepercayaan yang diberikan tak disia-siakan karena terbukti ada episode serial tersebut yang termasuk kategori serial komedi pilihan dalam Festival Sinetron Indonesia 1996.

Debby di jajal mengarahkan sebuah drama yang diangkat dari karya penulis cerita-skenario baru, Aditya Renjana. Kisah cinta berbelit yang terjadi antara dua generasi dibintangi dari golongan senior oleh pasangan suami istri Pangy Suwito- Yati Octavia, sedang remaja-remaja pendatang yang pegan peran di sinetron ini adalah Sarah Azhari, Pedro Carascalao, dan pasangan antagonis yagn di perani oleh Titi Dwijayati dan Sabar Syarief. Lalu penampilan wajah segar Mercy F. O . Sedangkan Dwi Yan berperan kembar sebagai mendiang ayah WInda dan pamannya yang baru muncul di paruh cerita. 

Cerita berfokus pada ibu dan anak, Santi dan Winda yang menghuni sebuah rumah mewah. Santi telah sepuluh tahun menjanda, sepeninggal suaminya, Rachmat. Winda kini telah lulus sebagai seorang disainer interior. Kebiasaan Winda berlama-lama di depan potret besar ayahnya di loteng, memasang lilin dan seolah berbicara dengan sang ayah. 

Kreasi Winda yang artistik membuat ia diterima bekerja di perusahaan kontraktor besar yang dipimpin oleh Pak Mochtar. Namun demi membaca riwayat hidup Winda, Pak Mochtar mengetahui alamat Santi. Dulu semasa kuliah, mereka pernah berpacaran tapi cinta mereka kandas karena larangan pihak orang tua. Kini Pak Mochtar telah menduda, sedang putranya Anto, tengah merintis karir di bidang musik. 

Pengenalan pada masing-masing karakter utama ini berkembang, karena seperti bisa di duga, Pak Mochtar berusaha menjalin hubungan kasih kembali dengan Santi, justru pada saat yagn sama mulai tumbuh benih-benih asmara dihati Anto dan Winda. 

Adalagi kisah sampingan, pasangan Aldo dengan Sari, sahabat Winda yang di paksa segera menikah oleh orangtua mereka. Lalu sekretaris Pak Mochtar, Vera yagn diam-diam mengkopi karya-karya Winda untuk di perikan pada kekasihnya. Omen yang ingin menyaingi  usaha Pak Mochtar dengan cara tak terpuji. 

Kisah percintaan berbelit dengan intrik antar perusahaan besar, perebutan harta warisan tapi jelas salah satu pasangan harus mengalah demi kebahagiaan pasangan yang lain. 

Produksi : PT. Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi 

Sutradara : Debby Sahertian

Cerita-Skenario : Aditya Renjana

Kamerawan : Samto Adji


Wednesday, February 18, 2026

PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK


 PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK. Euis, gadis remaja yang jadi bunga desa Cileunca, dipaksa ayah tirinya yang bejad untuk mengikuti Mang emon dan Ceu Jujuk. Janji pasangan calo ini hendak mencarikan pekerjaan di kota. Padahal sebenarnya Euis dan kawan-kawannya diselundupkan ke Thailand. Disinilah mereka dipaksa untuk menjadi wanita penghibur. Siapa berani menolak langsung dihajar oleh Adang, tukang pukulnya Mang emon yang kelewat kejam. 

Tak sudi selama hidupnya diperah menjadi penghibur kaum lelaki hidung belang, diam-diam Euis terus menabung untuk bekal kelak melarikan diri. Apalagi setelah ia berkenalan dengan Ario, pemuda asal Jawa yang tengah bekerja di Bangkok. Keduanya menjalin percintaan yang tulus. Malang, semua abungan Euis di curi si bajingan Adang. 

Sepeninggal Mang Emon, Ceu Jujuk berniat menjual bordilnya. Ada dua germo yang berminat, Mama Tuti yang memperhatikan anak buahnya dan Mr. Siem yang kejam. Persaingan antar germo bekembang menjadi bentrokan berdarah. Polisi turun tangan. Ditengah kekacauan ini, Ario membongkar nasib malang wanita-wanita Indonesia perantauan. 

Perjuangan Euis dan kawan-kawannya untuk meraih kebebasan akhirnya berhasil juga. Mereka dipulangkan ke Indonesia. Euis dan Ario bertekad untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha konpeksi. 

Permata biru merupakan film 1984 yang edar ulang tahun 1994 sesuai anjuran untuk mengisi bioskop-bioskop yang kekurangan film Indonesia, maka produser Ferry Angriawan mencetak copy baru dari film-film komersialnya . Sesudah Tujuh Wanita Dalam Tugas Rahasia , kemudian Permata Biru arahan Wim Umboh yang diilhami film Jepang , Sandakan No. 8 (Tentang gadis-gadis kampung dari Jepang yang dipaksa jadi pela cur di Kalimantan Utara). 

Dibintangi oleh Meriam Bellina sebagai Euis, Baron Hermanto anak dari aktor Bambang Hermanto yang merupakan film debutnya. 

Dibantu oleh Abdi Wiyono (Mang Emon), Tuty Romlah (Ceu Jujuk) HIm Damsyik (Mr. Siem), Eddy Bakar Paer (Adang) Menzano (Ayah Tiri) serta Wieke Widowati, Ratna Ardi dan banyak lainya lagi sebagai gadis-gadis yang dipaksa jadi wanita Penghibur.  

Produksi : PT. Virgo Putra film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara - Skenario : Wim Umboh

Kamerawan : Herman Susilo

Penata Musik : Billy J Budiardjo


Monday, February 16, 2026

SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih.


 SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih. Andrean boleh dibilang sebagai laki-laki muda beruntung. Kariernya cukup sukses di perusahaan pembuatan boneka. Istrinya, Sisi, bukan saja cantik dan penuh pengertian tapi juga telah memberinya Nuri, seorang putri yang melengkapi kebahagiaan mereka. Namun gara-gara iseng terjadilah tragedi maut. 

Awalnya saat anak-istrinya berlibur, Andrean bertemu Alexandra, periset boneka tradisionil. Cepat sekali hubungan mereka berkembang intim. Tapi sebaik Sisi dan Nuri pulang, Andrean yang sangat mencintai keluarganya, ingin menyudahi affairsnya. Diluar dugaan, Alex tak mau sudah begitu saja. Wanita kesepian ini bahkan ingin memiliki Andrean seutuhnya. 

Karuan, Andrean kelabakan. Mati-matian berusaha menutupi keserongan dari Sisi. Celakanya, Alex malah mengaku hamil dan tak mau menggugurkan. Tak tahan teror Alex, terpaksa Andrean buka rahasia pada istri. Sesabar-sabar Sisi, istri mana yang bisa menahan diri?.

Rayuan Alex berkembang jadi teror. Ulahnya nyaris mencelakakan Sisi dan Nuri. Andrean tak ingin kehilangan anak istri akibat perbuatan mantan kekasih yang nampaknya sudah sarap ini. Pada klimaksnya terjadilah tragedi berdarah yang menggetarkan. 

Pesan moral yang tersirat jelas untuk kaum suami, jangan coba-coba iseng, akibatnya bisa fatal, kehancuran rumah tangga. Berperan sebagai Alexandra, Ayu Azhari bermain total seksi tapi berubah mengerikan, mengingatkan pada akting memukau Glen Close (Memang sutradara Slamet Riyadi mengaku film ini adaptasi dari film The Fatal Attraction yagn dibintangi Close bareng Michael Douglas dan Anne Archer.)

Sang istri yang mempertahankan suami, diperankan oleh Inneke Koesherawati, sedang putri mereka oleh pemain cilik Niken. Uniknya pemeran sang suami, Ryan Hidayat yang sebelumnya masih menjadi Lupus, siswa SMA dan ini pertama kalinya beranjak ke peran dewasa. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Slamet Riyadi

Skenario : Armantono

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Sudjatmiko. 

Friday, February 13, 2026

ANAKKU TERLAHIR KEMBALI, TAMARA MENTEROR DESY

 


ANAKKU TERLAHIR KEMBALI, TAMARA MENTEROR DESY. Anakku Terlahir Kembali adalah suatu peristiwa yang tak mungkin terjadi, tapi justru karena inilah timbul pertanyaan yang menarik minat orang untuk menontonnya, itu kiat penulis cerita skenario Jujur Prananto yang kondang sebagai pengarang cerpen. 

Drama miniseri sepanjang 10 episode ini merupakan karya ketiga sutradara muda Enison Sinaro setelah dua sebelumnya, Parmin dan Menghitung Hari membuahkan piala Vidya sebagai Sutradara Terbaik dalam Festival Sinetron. 

Sebenarnya pula sinetron ini merupakan debut akting top model Tamara Blezinsky namun yang ditayangkan lebih dulu adalah Shangrilla, karena Tamara menggantikan Venna Melinda yang saat itu sedang hamil tua. Peran Tamara bukan sebagai gadis remaja, melainkan Nyonya Christine yang minimal diceritakan berusia diatas 35 tahun , yang menyimpan dendam pribadi dan bertekad menteror hancur gadis yang dibencinya, Ratna. 

Tokoh Ratna yang tak mendadari dirinya bagai kupu-kupu dalam incaran iguana ini, dimainkan oleh bintang sinetron terkemuka , Desy Ratnasari. 

Adu akting antara Desy dengan Tamara ditengahi bintang pria Jeremy Thomas yang berperan sebagai Jimmy, suami Christine yang begitu patuh pada istrinya, diperintah,  apapun sangat nurut. 

Ikut menunjang sebarisan pemain pembantu mulai dari H. TB Maulana Husni, Nani Somanegara, Dicky Wahyudi, Novie Chandra dan Sahrul Gunawan yang tampil di prolog cerita sebagai remaja frustasi. 

Pada prolog, peristiwa demi peristiwa mengalir bagai kilasan cepat. Remaja Aditya menggandrungi Ratna yang bekerja sebagai pelayan toko. Ratna yang merasa lebih tua dari Aditya berusaha menghindar. Tapi karena Aditya ngotot, Ratna bersiasat, meminta temannya pura-pura menjadi calon suaminya untuk menggertak si remaja. Diluar pengetahuan Ratna, Aditya menjadi putus ada dan bu nuh diri. 

Ratna diterima bekerja di sebuah perusahaan besar. Langsung diangkat jadi sekretaris pribadi direkturnya, Jimmy. Sungguh Ratna yang cuma lulusan SMA merasa bagai mendapat 'durian runtuh'. Bahkan bosnya yang ganteng sendiri yang turun tangan membimbingnya agar menguasai tugas-tugas sekretaris. 

Dengan cepat Ratna mengetahui kalau Jimmy tengah ditinggalkan istrinya, Christine, yang pergi begitu saja keluar negeri. Begitu Christine pulang, langsung bertengkar seru dengan Jimmy, Ratna prihatin melihat jidat bosnya lebam-lebam bekas disambit asbak oleh Christine. 

Tak bisa dihindari, simpati Ratna pada Jimmy berkembang menjadi rasa cinta. Persis seperti yang di duga Christine, "wanita dilahirkan sebagai juru selamat untuk laki-laki yang teraniaya oleh wanita lain". 

Ya semua memang di dalangi Christine yang menyetir Jimmy untuk bersandiwara dalam rangka menjebak dan menghancurkan hidup Ratna yang begitu dibencinya. Apa sebabnya? tentu dari prolog sudah diketahui ya penyebab Christine benci pada Ratna. Sinetron ini tayang id RCTI mulai 3 November 1996 setiap Minggu pukul 19.30 WIB. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Enison Sinaro

Cerita-Skenario : Jujur Prananto

Kamerawan : Rudi Kurwet

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Rizal Basri. 

Thursday, February 12, 2026

FILM YANG TERCINTA, TAMAN TULIP BELANDA

 


FILM YANG TERCINTA, TAMAN TULIP BELANDA. (berita lawas). Marissa Haque melanjutkan kerjasamanya dengan Mila Antonius, usahawati dari surabaya, untuk menggarap film "Yang Tercinta" produksi kedua PT. Rana Artha Mulia Film setelah yang pertama "Satu Pondok Dua Cinta".

Penyutradaraan tetap di percayakan kepada M.T. Risyaf yagn memang telah mengarahkan Icha (nama kecil Marissa) sejak film debutnya. Sedangkan penulisan cerita-skenarionya juga masih tetap oleh Eddy Suhendro yang nampak kian laris sebagai skenariowan. 

Judul semula "Putri Seorang Konglomerat" kemudian diganti dengan "Yang Tercinta", mungkin agar tak menyinggung kalangan konglomerat di samping terdengarnya lebih puitis.

Dikerahkan barisan bintang populer untuk mendukung film ini, mulai dari pasangan abadi Sophan Sophian-Widyawati, sampai Minati Atmanegara dan Dolly Martin. 

Kalau biasanya kita melihat Ryan cuma dalam film-film yang mengangkat namanya sebagai remaja masa kini di film serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh remaja. Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak", ungkap Marissa Haque Sarjana Hukum yang lebih populer sebagai artis ini. 

Ditengah keindahan hamparan bunga tulip itulah, bertemu si putri konglomerat Icha dengan si wartawan urakan (Ikang Fawzi). Adegan selanjutnya diambil di sebua kapal tambang yang mondar mandir diantara kanal kanal. Disini terjadi tampar-tamparan antara Icha dan Ikang, Pasalnya Ikang ingin mencegah Icha berpacaran apalagi sampai menikah dengan Dolly, karuan Icha tersinggung dan menuduh Ikang kelewat mencampuri urusan pribadinya. Padahal perbuatan Ikang demi kebaikan Icha agar tak sampai berlangsung skandal incest (perkawinan sedarah).

"Terus terang film ini memang banyak menonjolkan kemewahan. Habis tokoh-tokohnya memang berasal dari kalangan sangat atas, ada yang punya hotel-hotel berbintang lima, ada yang memiliki super market, serta perusahaan-perusahaan besar lainnya. Jadi untuk mondar mandir keluar negeri sama sekali bukan problema," aku Icha yang di serial 
Dynasti" yang ditayangkan di TVRI kepinginnya sih menggambarkan keglamouran kalangan atas seperti itu. Sebutlah menjual mimpi untuk dinikmati penonton ramai ramai. 

Kendati yakin, Yang tercinta cukup menarik sebagai sebuah film drama tak urung Icha mencemaskan masalah peredarannya kelak. Saya sudah habis-habisan untuk membuat film ini, tapi masih belum tahu-tahu nanti bisa pulang modal atau tidak. 

Biaya pembuatannya melampau angka Rp. 350juta. 


~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

SI KABAYAN & GADIS KOTA

 


SI KABAYAN DAN GADIS KOTA. Film Si Kabayan & Gadis Kota lanjutan dari Si Kabayan Turun Kota ternyata mendapat sambutan luar biasa dari penggemar film nasional. Paling tidak gambaran ini terlihat pada pemutaran di Kodya Bandung, Cirebon, Bogor. 

Di Bandung pada hari pertama di putar di enam gedung, namun karena desakan penonton yang terus mengalir, maka pada hari ke enam menjadi sembilan gedung. Sedangkan di Cirebon tetap bertahan dengan enam gedung. Di Bogor satu gedung di perkirakan bisa bertahan dua minggu. 

Pada hari ke enam  di Bandung saja sudah meraih 30.000 penonton lebih. Dari gambaran ini nampaknya lanjutan Si Kabayan bisa mengimbangi sukses yang pertama. Si kabayan Turun Kota dulu diputar pada hari lebaran sehingga penontonnya langsung membludak. Sementara lanjutan Si Kabayan di putar pada hari biasa penontonnya cenderung meningkat terus. 

"Kami pastikan dari segi kualitas, lanjutan Si Kabayan lebih baik dari yang pertama", kata Chand Parwez Servia, pimpinan Kharisma Jabar Film. Kemudian daya tarik lain dari film ini yaitu munculnya Meriam Bellina sebagai Gadis Kota, yang baru dimunculkan pada serial kedua siKabayan. Nampaknya nama Didi Petet (Si Kabayan) plus Meriam Bellina, Paramita Rusady dan Nurul Arifin turut menjamin mengalirnya arus penonton kepintu bioskop. 

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990