Friday, June 12, 2026

KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU


 KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU (wawancara lawas dengan Ken Ken). Ada dua kejadian baru yang tidak akan pernah dilupakan Ken Sukendro alias Wiro Sableng di daerah Srogohimo Wonogiri. Pertama, musibah tabrakan antar kru dengan bis umum yang hampir mengakibatkan terjadinya baku hantam. Sopir dan kondektur bersembunyi diantara penumpangnya. Pemuda yang akrab di panggil Ken Ken ini, datang lima menit kemudian setelah peristiwa berlangsung. Bersama teman-temannya si Wiro masuk ke bis umum jurusan Ponorogo - Wonogiri itu, mencari sopir dan kondektur yang ngumpet diantara penumpang. 

Kedua, disitulah Ken Ken merasakan dirinya benar-benar telah menjadi seorang bintang setelah sekian tahun menerjuni dunia film dan sinetron, nyaris tanpa penggemar. Namun ketika serial Wiro Sableng sukses lewat tayangan RCTI, ribuan remaja Wonogiri menyerbu Ken Ken. Disitu dia menyaksikan penggemar Wiro ada yang sampai pingsan dan histeris. "Saya terharu sekali sampai menitikkan airmata. Akhirnya saya melepaskan baju dan melemparkan ke tengah-tengah massa, " kata Ken Ken yang lahir di Jakarta, 21 Maret 1968 ini. 

Satu tahun lebih Ken Ken suting Wiro Sableng. Mata sebelah kanannya hampir buta tertusuk ranting pohon. Jua gigi bagian kiri, patah karena jatuh dari tali sling. "Terpaksa gigi saya diganti dengan gigi palsu. Habis nggak tumbuh-tumbuh. haha.." ujar Ken Ken yang mengidolakan bintang laga Jan Claude Van Damme dan Sharon Stone ini. Kendati demikian, Ken Ken Tidak pernah mengeluh, karena di sinetron inilah katanya dia menemukan jatidiri yang sejati. "Tak ada perjalanan yang tidak menanggung resiko", lanjut Ken Ken. 

Pemuda ganteng berkulit sawo matang yagn berpostur tinggi 175 cm dengan berat 77kg, memulai karirnya dari bawah sekali. Jadi figuran film-film eksyen. Tapi Ken Ken tidak pernah putus asa. Dia tegar seperti batu karang. Honornya mulai sepuluh ribu sampai dua puluh lima ribu perak. "Nggak jadi masalah, uang itu saya terima dengan senang hati. Tujuan utama saya main film bukan untuk cari uang sebesar-besarnya, melainkan untuk bisa terlibat suting. Honor gede akan datang dengan sendirinya setelah kita menunjukkan kemampuan. Itu prinsip saya, " kata penggemar film-film laga ini. 

Ken Ken sempat kebingungan ketika Herry Topan memberikan waktu hanya satu bulan untuk mempelajari karakter Wiro Sableng seutuhnya, termasuk fisik. Hari-harinya dihabiskan untuk membaca novel Wiro Sableng, menghubungi Bastian Tito, sutradara SA Karim dan Ackyl Anwari sampai Irhamdi, penulis skenario. Dia juga harus menurunkan berat badan sebanyak 10 kg agar lebih ramping. "Tapi saya hanya mampu menurunkan berat badan 8 kilogram saja. Pada awal suting, saya belum bisa sepenuhnya memasukkan roh si Wiro. Saya banyak melakukan kesalahan, " aku ken Ken yang kakak kandung Ayuni Sukarman ini. 

Untuk mengenal lebih jauh pribadi ken Ken Berikut petikan hasil wawancara wartawan Majalah Film di lokasi Suting Wiro Sableng di Sukabumi Jawa Barat . 

Dengan Sukses sinetron Wiro Sableng, apakah Anda juga sudah merasa berhasil?

"Belum!. Saya masih dalam tahap senang, karena sinetron yang saya bintangi disukai dan diterima masyarakat. untuk kedepan, saya merasa belum ada apa-apanya"

Lantas bagaimana anda menggambarkan keberhasilan itu? 

"Harus sukses lahir batin. Secara lahiriah, mencukupi kebutuhan materi, karir lancar, punya istri, anak dan disukai orang banyak. Batiniah, perasaan tenteram, nggak punya musuh dan selalu bisa mendekatkan diri pada Tuhan".

Sekarang Anda identik dengan Wiro di mata masyarakat. Apakah Anda ingin mempertahankan imej itu?

"Ya, hingga serial Wiro Sableng selesai. Nggak mungkin dong saya mempertahankan tokoh Wiro dengan cara tidak main disinetron lain, sementara WIro Sableng itu sendiri sudah rampung penayangannya nanti. Sekarang juga saya masih bisa dan di bebaskan untuk main di tempat lain, asal tidak mengganggu scene saya di Wiro. Untuk itu saya minta peran yang kecil-kecil saja, agar tidak mengganggu jadwal dan masyarakat tetap mengenal saya sebagai Wiro".

Selain populer, keuntungan apalagi yang anda peroleh dalam sinetron Wiro Sableng?

"Saya memperoleh perhatian dari Pak Herry Topan hingga membuat saya merasa senang dan betah, walau harus lama tinggal di desa-desa terpencil, bahkan di hutan. Yang lebih menyenangkan, saya dapat bonus mobil jeep ha..ha..".

Karakter Anda sendiri dalam keseharian, gimana sih? 

"Nyantai tapi terus bekerja".

Pandangan Anda sendiri tentang tokoh Wiro?

"Saya suka karena tokoh Wiro adalah seorang pemuda yang enerjik, humoris, pantang menyerah dan selalu berada di jalan Tuhan".

Sifat apa yang kurang anda sukai dari tokoh Wiro?

"Wiro kurang introspeksi diri dan pelupa".

Sebaliknya, sifat apa yang Anda sukai dari Wiro?

"Wiro, suka menggoda wanita".

Berarti Anda juga suka menggoda...?

"Nggak, ha..ha...ha...

Sejak Kapan Anda mengenal tokoh Wiro Sableng?

"Sekitar tahun 1987 lewat karya Bastian Tito. Novel novelnya selalu saya baca, dan nggak nyangka kalau tokoh Wiro itu bakalan saya perankan di sinetron".

Ada kesulitan dalam merefleksikan tokoh Wiro?

"Saya menemukan sosok Wiro yang sesungguhnya justru pada pertengahan cerita. Tahap awal saya mengalami kesulitan yang luar biasa. Saya diberi kesempatan untuk mengenal tokoh Wiro hanya dalam satu bulan. Saya juga harus mengecilkan badan dengan cara menurunkan berat hampir sepuluh kilogram. Dalam satu bulan itu juga saya harus banyak bertanya dan tukar pikiran dengan pak Bastian, Irhamdi, Pak SA Karim dan Pak Ackyl ANwari".

Ada yang mengatakan bahwa Anda termasuk tipe cowok play boy. Benarkah?

"ha..ha... saya demen banget kalau dibilang kayak gitu. Berarti saya disukai wanita. Tapi sebetulnya saya nggak play boy".

Sudah berapa kali anda berpacaran serius?

"Baru dua kali ha.. ha..."

Yang tidak serius?

"Ha...ha... lupa tuh. tapi nggak banyak kok, karena saya juga nggak terlalu sembrono dengan masalah wanita. Saya sadar diri bahwa saya dari kasta yang tidak kaya. Untuk mempermainkan wanita, saya harus banyak mengeluakan uang dan harta. Hal itu nggak mungkin bisa saya lakukan".

Apakah Anda suka terlibat Cinta Lokasi?

"Nggak tuh. Sampai sekarang saya belum pernah terlibat cinta lokasi".

Sebelum jadi Wiro, Anda sudah banyak terlibat main film layar lebar dan sinetron. Tapi Anda hanya sebagai  pemain tambahan, bahkan hanya figuran. Saat-saat seperti itu, pernahkah Anda merasa putus asa atau pesimis di dunia akting?

"Saya terjun ke dunia film dengan satu tekad, jadi pemain tanpa beban apapun. Makanya, walau dapat hoor kecil, antara lima belas ribu hingga dua puluh lima ribu perak, saya menerimanya dengan senang hati. Akhirnya saya menemukan jalan di perusahaan Bola Dunia FIlm untuk berlatih sinematografi pada pak Yoseph Ginting, dosen IKJ. Saya bersama Anto Wijaya, berdua diajari oleh Pak Yoseph mengenai drama. Dari situ saya mulai dapat peran yang lumayan, seperti menggantikan Advent Bangun sebagai Rawedeng di Mahkota Majapahit dan menggantikan peran-peran bintang yang sudah terkenal lainnya".

Jika Anda menemui suatu titik jenuh, biasanya apa konpensasi atau pelariannya? 

"Mancing atau jalan-jalan aja!"

Anda pernah belajar ilmu bela diri?

"Saya sekarang belajar silat di Setia Hati Teratai sebelumnya pernah ikut latihan Tae KwonDo dan Karate, tapi hanya setengah jalan".

Apakah itu dominan membantu Anda?

"Ha... ha... sama sekali tidak karena jurus-jurus yang saya lakonkan di Wiro jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di ilmu beladiri. Instruktur fightingnya, mas Yitno selalu mencari jurus-jurus aneh yang berbeda dengan gerakan ilmu bela diri yang ada".

Anda pernah berkelahi di luaran? 

"Pernah, ketika pulang suting film Walet Merah. Saat itu pukul tiga dini hari, saya dicegat tiga orang laki-laki di lampu merah Senen. Saya bertiga, satu diantaranya wanita, yaitu Anika Hakim (penyandang DAN I Karate Konjugai) bertiga kami melawan mereka yang akhirnya mereka kalah dan lari".

Motivasi apa Anda belajar ilmu bela diri?

"Dulu, saya pengen jadi atlet Karate, ingin ikut di kejuaraan. Tapi ditengah jalan gagal".

Pernahkah Anda bertemu dengan penggemar fanatik Wiro?

"Sering, terutama di kawasan Jawa Tengah. Pernah terjadi di sebuah daerah Wonogiri, ribuan orang menunggu saya di lokasi suting. Gitu saya turun dari mobil, mereka langsung menyerbu, menarik dan memeluk serta menciumi saya, terutama gadis-gadisnya. Saya sempat panik dan kemudian jadi sangat terharu. Saya lantas buka baju dan melemparkannya ke tengah-tengah massa. Itu sangat saya maklumi, karena daerah Wonogiri termasuk daerah yang jauh dari sentuhan artis-artis".

Jika anda diminta sesuatu dari penggemar, kira-kira apa yang akan anda berikan?

"Kalau dalam kadaan terdesak seperti pengalaman saya tadi, saya akan buka baju dan melemparkannya. Tapi kalau ketemunya secara perorangan dan baik-baik, saya akan beri foto-foto, foto bersama dan tanda tangan. Saya kira itu juga yagn sangatmereka harapkan ketimbang benda-benda lainnya".

Bagaimana Tanggapan masyarakat Wonogiri atau sekitar lokasi suting Wiro Sableng mengenai musibah tabrakan mobil kru dengan bis umum yang juga melibatkan Anda?

"Sebenarnya tidak ada apa-apa, karena mereka juga tahu kalau yang salah itu bukan pihak kami, melainkan pihak pengemudi bis umum itu. Bahkan salah seorang kru terpaksa dirawat dirumah sakit. Jadi nggak ada masalah dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka menyesalkan kenapa kami pindah lokasi ke daerah Sukabumi. 

Ya kenapa harus pindah?

"Masalah itu, tanya saja langsung sama sutradaranya. Tapi menurut pendapat saya, untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan bisa saja terjadi, seperti balas dendam dari teman-teman sopir bis umum di Wonogiri, karena saya dengar yang bersangkutan termasuk anggota persatuan sopier di Jawa Tengah yang bisa saja dia merangsang rasa solider teman-temannya untuk mengadakan pengrusakan atau tindakan lainnya. Walau persoalan sudah ditangani Polres, tapi apa salahnya jika kita bersikap lebih hati-hati. 

Ketika Anda masuk bis umum untuk membantu mencari sopir dan kenek yang mengumpat diantara penumpang, apa reaksi penumpang?

"Semuanya diam, tidak ada yang bersuara. Saya nggak mau berbuat kasar, karena saya tahu posisi saya sebagai milik masyarakat. Akhirnya saya turun dan mengadukannya ke pihak berwajib".

Sifat Apa yang kurang Anda sukai dari orang lain?

"Iri dan malas, Kalau ketemu orang seperti itu, biasanya saya diam, ngga mau ngomong".

Sebaliknya, sifat yang paling Anda sukai dari orang lain?

"Rajin dan disiplin. Itu saya pelajari dari pak Ackyl sutradara Wiro Sableng".

Dulu Anda bercita-cita sebagai apa sih?

"Jadi penerbang".

Sekarang nggak menyesal jadi pemain film karena gagal jadi penerbang?

"Nggak dong. Bahkan kayaknya lebih enak jadi bintang film. Penerbang itu kan cita-cita kecil saya".

~demikian di kutip dari MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Wednesday, June 10, 2026

TEUKU RYAN 'DI DEPAK" DARI COOL COLORS?

 


TEUKU RYAN 'DI DEPAK" DARI COOL COLORS? (berita lawas). Teuku Ryan 'dipecat' dari Cool Colors karena tidak disiplin? Isyu itu begitu cepat merebak, hingga akhirnya sampai juga ke telinga Ryan begitu sang model biasa di sapa. Anehnya, sampai kini tak diketahui siapa penyebar isyu itu?

Sedang munculnya isyu itu sendiri, bermula karena kesibukannya di sinetron SHANGRILLA, yang akhirnya Ryan sulit membagi waktu untuk kelompok vocalnya, karena terperangkap syuting sinetron dengan jadwal yang ketat dan padat. 

"Gue memang sudah mendengar tentang kabar miring itu. Untuk meluruskan keadaan sesungguhnya. Gue jelaskan, gue bukan di pecat dari Cool Colors, tapi, mengundurkan diri secara baik-baik karena menyadari sulitnya membagi waktu antara jadwal sinetron dan tampil di musik," terang pemeran Si Roy yang lagi naik daun ini berang. 

Meskipun ia kini mundur dari jalur musik, itu bukan berarti akhir pula karirnya sebagai penyanyi. Menurut anak muda yang menguasai alat musik drum dan bass ini, ia berjanji suatu saat nanti akan kembali ke musik. 

"Yang jelas saya bukan orang yang memanfaatkan istilah "aji mumpung". Akan tetapi  kalau saya ingin melakukan sesuatu, sudah menjadi prinsip saya untuk tidak tampil setengah-setengah," kata Ryan Posisinya di Cool Colors digantikan oleh Ari Wibowo. 

Menyoal tentang perannya jadi Roy di Shangrilla, ia juga mengakui banyak mendapat kritikan. Katanya, itu hanya style dari kreasi sebagai seorang pemain. "Boleh, dong saya menciptakan sesuatu dalam dunia seni peran," begitu alasan Ryan mempertahankan argumennya mengapa pilih beranting sebagai manager di sinetron itu. 

~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996?

 

SINETRON : ANGIN TAK DAPAT MEMBACA, INTRIK LICIK PENIPU TAMPAN


 SINETRON : ANGIN TAK DAPAT MEMBACA, INTRIK LICIK PENIPU TAMPAN (sinetron lawas). Tidak banyak wanita yang berprofesi sebagai sutradara dalam perfilman nasional. Seelah mendiang Sofia W.D. , tercatat ada Ida Farida dan akhirnya ada Melanie Umbara (Adik mendiang sutradara Danu Umbara). Sinetron panjang ANGIN TAK DAPAT MEMBACA merupakan karya debutnya, bekerjasama dengan sineas India, Sharad Sharan. 

Bintang utamanya pendatang baru, Eksanti. Dipertemukan dengan Deddy Rizaldi, Adam Jordan dan Gitty Srinita. Serial sepanjang 26 episodeini sudah direncanakan produser Raam Punjabi dari Multivision Plus untuk diperpanjang menjadi 65 episode dengan masa tayang 30 menit perjilid, ditayangkan setiap Kamis malam, pukul 19.30 WIB. 

Cerita berkisar di kehidupan kalangan atas, dengan gelimang kemewahan mulai dari berkuda, mobil limusin, sampai ke pesawat helikopter dan intrik-intrik bisnis yang berbelit. 

Tokoh utama, Lennie, karena kegemarannya berkuda, dihadiahi sebuah peternakan kuda oleh ayahnya, Pak Nata, konglomerat properti. Padahal Pak Nata tengah mengalami kesulitan bisnis. Maka ia ingin menjodohkan Lennie dengan Roy, putra mendiang milyarder Bratakusumah. 

Sesungguhnya, sejak kecil memang Lennie telah bersahabat dengan Roy, hingga memandangnya sebagai abang saja. Beda halnya dengan Roy yang sepenuh hati mencintainya. Disamping itu, Roy terus diganggu dua sepupunya , Hengky dan Herman, yang menuntut pembagian warisan. Roy menolak, karena memang ialah pewaris tunggul. Dibantu orang-orang kepercayaannya, Lukman, Gunawan dan Alex Pratama, perusahaan dikembangkan terus oleh Roy. 

Mungul Leo Hadinoto, tokoh licin berwajah tampan yang mengincar wanita-wanita kaya. Dengan kelihaiannya, Leo bisa menarik perhatian Lennie. Apalagi ia menolong Lennie dari kecelakaan saat berkuda, padahal Leo sendiri yang mengatur peristiwa tersebut. Pak Nata merasa sngat berterimakasih pada Leo. 

Tak terlalu sulit bagi Leo untuk mendapatkan cinta Lennie. Tapi ia malah menganjurkan Lennie menikah dengan Roy. Dibalik anjuran tersebut tersimpan muslihat untuk mnecelakai Roy dan merebut perusahaannya. 

Bahaya mulai mengancam Roy. Termasuk dari Hengky yang memperalat Lukman. Sementara Herman malah menyewa pembu nuh bayaran. Beruntung bom yang di pasang di mobil Roy diketahui oleh wartawan David yang tengah membayangi Leo. David mencurigai Leo sebagai penyamaran Bramantio yang buron setelah membunuh istrinya sendiri. Saksi pembunuhan itu adalah Bobby, anak Bramantio  yang masih kecil. Bocah ini hidup terlunta-lunta sampai diasuh oleh penjahat. 

Lika liku peristiwa serta banyaknya tokoh yang terilibat menjadi sinetron yang alur ceritanya bergaya drama India ini, mengasyikkan untuk disimak dari episode ke episode berikutnya. 

Produksi : Multivision Plus

Produse : Raam Punjabi

Sutradara : Sharad Sharan, Melanie Umbara

Cerita/Skenario  : Deddy Armand

Pemain : Deddy Rizaldi, Eksanti, Adam Jordan, Gitty Srinita

Tayang 1996

Tuesday, June 9, 2026

ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTRA

 


ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTERA (berita lawas). Belakangan Alex Komang peraih Piala Citra FFI ini sibuk suting sinetron garapan sutradara pendatang. Padahal biasanya aktor grup 'Teater Populer" ini cukup selektif dalam memilih sinetron yang akan dimainkannya. Minimal sinetron itu mesti digarap oleh sutradara yang sudah mumpuni seperti Teguh Karya, Slamet Rahardjo atau Sophan Sophiaan. Begitupun lawan main, Alex juga rada selektif. Tapi kenapa Alex mau main dengan 'bintang panas' Inneke Koesheawati di 'TIRAI SUTERA' produksi Indosiar? Padahal para pemainnya kemampuan aktingnya main dibawah Alex?

"Siapa bilang saya suka memilih lawan main dan sutradara?. Saya nggak pernah punya pikiran untuk memilah sutradara dan lawan main. Sebagai pemain, saya siap main dengan siapa saja dan siap untuk diarahkan oleh sutradara siapapun. Yang penting karakter tokohnya saya cocok," ujarnya.

Dan Alex juga menyatakan ketidak setujuannya tentang pengkotak-kotakan pemain bahwa ada pemain kelas A, B dan C. Menurut Alex semua pemain sama, tinggal kesempatan untuk memainkan tokoh yang bisa mengangkut potensinya ada atau tidak. 

"Saya yakin kalau mereka kebetulan main film drama keluarga macam Inneke Koesherawati punya potensi besar untuk maju. Kalau nggak punya potensi, dia nggak bakal bertahan sampai sekarang. Lihat saja Sharon Stone, walau dia mainnya cukup berani, tapi kan kemampuan aktingnya luar biasa seperti di film Diabolique," ujar Alex. 

Karenanya, ketika Alex diminta main untuk sinetron TIRAI SUTERA dan main bareng dengan 'bintang panas' Inneke Koesherawati. Alex langsung setuju saja. Apalagi ceritanya bagus dan katanya, peran yang ditawarkan cukup menantang dirinya. 

"Nggak bener penilaian itu. saya tetap menjadi Alex yang dulu. Citra saya juga nggak jatuh lantaran main bareng dengan 'bintang panas'. Semua tergantung dari diri kita kok," katanya dengan nada tinggi. 

Soal permainannya di sinetron Tirai Sutera, Alex mengaku bermain maksimal dan total. Saya selalu mencoba untuk bermain maksimal, soal hasil saya serahkan ke masyarakat yang menilainya. Sebagai pemain saya berusaha profesional", katanya serius. ~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Monday, June 8, 2026

VERRY AL ISMED, SALAH SATU AKTRIS BALADA DANGDUT

 


VERRYAL ISMED, SALAH SATU AKTRIS BALADA DANGDUT(berita lawas). Ada yang suka nonton sinetron Balada Dangdut di TPI? tentu kenal sama Verry Al Ismed yang sudah sering bermain sinetron tersebut. "Semula saya pikir mereka hanya iseng-iseng saja menggarap sinetron dari lagu dangdut ini. Nyatanya, saya salah sangka. Mereka sangat serius. Sama saja dengan ketika menggarap sinetron lain. Memang, saya banyak terlibat dalam Balada Dangdut. Yang sudah teken kontrak 12 episode. Ada rencana ikut 13 episode lagi garapan Mas Putu Wijaya.

Setelah main di Zakia, sekarang, banyak orang menyapa saya dengan nama itu. Saya tentu saja senang. Saya merasa hokie saya disini. Karenanya untuk sementara saya menolak sejumlah tawaran main sinetron selain Balada Dangdut maupun pemotretan, atau untuk iklan, karena belum ada waktu. 

Soal pengalaman, tentu banyak sekali. Saya merasa lebih total. Semula juga saya merasa ikut main sinetron dari dangdut itu gampang. Nyatanya tidak. Apalagi, Mas Putu minta saya untuk total. Seperti juga yagn disampaikan Mas Putu, saat editing, muncul kebingungan. Mana yang harus dipotong. Semua gambar bagus dan layak untuk dipasang. 

Saya tidak ingin seperti Zakia. Punya suami pemabuk dan penjudi. Jangan sampai deh itu terjadi. Sebelum terlibat dalam Balada Dangdut, memang saya pernah ikut produksi Studio 17 milik Bu Tatiek Maliyati untuk sinetron Matahari Malam dan Penginapan Srikandi. Saya juga pernah ikut penggarapan film cerita Pergaulan dan Kabut Asmara. Dua judul terakhir ini memang film drama berbumbu seks. Tapi saya kebagian yang biasa bukan yang aneh-aneh. ~~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Saturday, May 16, 2026

FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO

 


FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO,(berita lawas). Secara diam-diam nyaris tanpa publikasi secuilpun usai menggarap Tragedi Bintaro, maka sutradara Buce Malawau masih tetap dengan kamerawan William Samara, juga telah menyelesaikan karya terbaru mereka berjudul"Ketika Dia Pergi", produksi PT. Kanta Indah Film. 

"Para pemain memang bukan bintang-bintang komersial, tapi sengaja kami pilih yang benar-benar pas membawakan perannya, " ujar Buce yagn selalu berpenampilan lugu dan kurang pandai bicara ini. 

Itulah sebabnya persiapan film ini memakan waktu cukup lama, sampai akhirnya Buce berkenan memasang artis yang lebih kondang sebagai penari , Nungky Kusumastuti  sebagai pemeran utama, Nungky berpasangan dengan aktor yang juga lebih dikenal sebagai pemain sinetron televisi, Asrul Zulmi. 

Pendukung-pendukung lainnya adalah R. Mochtar, Afrizal Anoda, Ras Barkah, Bung Saling, Dhalia, Arie Sanjaya dan pemain anak-anak Chika Fransisca. Terus terang semua nama diatas bukanlah nama-nama bintang gemerlapan yang istilah dagangnya bisa dijual. 

Sudah begitu, suting berlokasi bukan di Jakarta, sebagimana sebagian besar film drama Indonesia dibuat, melainnkan di puncak Bromo. "Tepatnya di desa Ngadisari, ya kira-kira sejauh 46 kilometer dari Probolinggo. Perjalangan naik mobil kesana bisa memakan waktu dua jam, " ungkap Buce yagn membawa seluruh pemain dan pekerja filmnya selama dua bulan kesana. 

"Hitung-hitung kami seluruhnya berjumlah 50 orang untuk tempat tinggal disana, tentu saja belum ada villa apalagi hotel seperti misalnya di Puncak, jadi terpaksa kami menyewa 11 rumah penduduk . sewanya murah saja kok, cuma Rp. 200 per rumah per bulan cerita Buce lebih lanjut.

Penata artistik Achmad Abidin mulai bekerja mewujudkan gambaran desa sesuai skenario. Dalam ceritanya, Asrul dan Nungky bermain sebagai suami istri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter, dan mendapatkan tugas kerja disebuah dusun terpencil dipuncak gunung. Konflik antara mereka dengan seorang tokoh dukun tua yang dperankan pemain watak kawakan Raden Mochtar, semakin berkembang manakala dusun tersebut diserang wabah penyakit. 

Inti cerita terasa mirip karya penyutradaraan Ami Priyono, "Dr Siti Pertiwi Turun Ke Desa" yang dibintangi oleh Christine Hakim dulu, atau bagaimana kalau dibandingkan dengan drama serial Dewi Yull "Sartika". 

"Tidak, cerita ini lain, lihat saja nanti ," tukas Buce yang sekarang menyerahkan kerja penyuntingan filmnya ke tangan editor Janis Badar. 

"Yang jelas banyak adegan panorama di puncak Bromo yang sangat menakjubkan!" promosi kamerawan William Samara yang telah bekerja keras menantikan terbitnya sang surya sejak pagi buta dalam udara yang membekukan. sumber : MF 122/90 tahun VII, 2 - 15 Maret 1991


Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Tuesday, May 5, 2026

DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI


 DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI. Sebelum muncul Sinetron Si Doel Anak Sekolahan produksi Karnos Film di TV, pada tahun 1991 sedianya akan di produksi Film Si Doel Anak Sekolahan dengan pemeran Rano Karno, Sophia Latjuba, Onky Alexander serta Benyamin S, produksi PT. Raviman Film bekerjasama dengan Karnos Film. 

Doel Anak sekolahan rencananya dengan sutradara Ismail Soebardjo yang saat itu baru merampungkan film Taksi Juga. "Sebenarnya ini merupakan kerjasama antara Raviman dengan PT Karno's Film. Khusus dibuat untuk mengenang almarhum Sjumandjaya dan almarhum Soekarno M Noor, hingga saya join dengan Rano untuk memproduksi film ini, " ujar Manu Sukmajaya, produser Raviman Film. 

"Doel Anak Sekolahan merupakan sekuel (kelanjutan) dari "Si Doel Anak Betawi", arahan Sjumandjaya yang diangkat dari novelnya Aman Datuk Modjoindo, serta mengorbitkan Rano sebagai bintang cilik idola pada era 1970an dulu. 

Sekarang, skenarionya di tulis oleh Ida Farida, tapi pengembangannya menjadi Shooting script digarap Ismail Soebardjo sendiri. Pemain utamanya jelas harus Rano sendiri. Didukung oleh bintang-bintang populer seperti Sophia Latjuba, Onky Alexander, serta Benyamin S yang kembali memerankan tokoh babenya si Doel. 

"Suting bakal segera start, paling lambat pada akhir bulan November (1991), seusai Festival, " janji Ismail yang melanjutkan kerjasama dengan kamerawan George Kamarullah.  ~sumber MF 140/107/TH VIII/9 - 22 Nov 1991


sepengetahuan mimin, film ini tidak pernah kedengaran lagi, apakah sudah mulai berproduksi atau tidaknya.

Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam