Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Monday, April 27, 2026

SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA

 


SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA, "Saya benar-benar merasakan harkat saya sebagai wanita sangat di junjung. Saat membaca skenarionya, saya merinding. Cobaan hidup yang harus di alami Asri, justru membuatnya bertahan. Dan itu juga sebabnya mengapa saya sangat tertarik sekaligus tertantang untuk memerankannya. Adalah salah jika mengatakan, disini wanita sebagai objek. Yang benar adalah wanita sebagai subyek, " kata Ira Wibowo pemeran Asri dalam Harkat Wanita (HW). 

Di sinetron produksi griya produksi Star Vision itu, memang muncul polemik di masyarakat. Banyak pihak menilai, struktur ceritanya HW 'diada-adain" dan Asri sebagai tokoh sental dilahirkan sekedar untuk menguras air mata penonton belaka. Namun sejumlah lainnya menilai perjalanan hidup tokoh seperti Asri "tidak diada-adain" dan bisa terjadi pada setiap wanita. 

Entah secara kebetulan atau tidak, Jumat malam saat sinetron tersebut ditayangkan RCTI, seorang wanita paruh baa, mengaku berasal dari Bandung menemui Shanker RS, produser Star Vision. Pada Shanker wanita ini mengungkapkan perjalanan hidupnya tak jauh beda dengan Asri. "Saya sampai menangis. Saya merasa roh saya ada disana. Saya merasa menjadi bagian dari sinetron ini, " ungkap wanita paruh baya itu ngungun. 

Sinetron garapan Christ Heweldery itu sendiri, sepertinya menjadi sinetron yang diperuntukkan bagi bari-hari istimewa Ira Wibowo. Bagaimana tidak, sejak penayanganperdana pada 1 November 1996, resepsi pernikahan artis ini dengan musisi Katon Bagaskara sedang berlangsung. Saat Ira genap 29 tahun pada 20 Desember 1996, rating sinetron ini meningkat dan makin digemari masyarakat. indikasinya adalah beberapa hari terakhir ini griya produksi yang makin solid dan diperhitungkan banyak pihak itu menerima surat dan telepon empati dari berbagai pelosok tanah air. 

"Telepon dan surat empati dari masyarakat itu mempertebal keyakinan bahwa produksi kami diterima masyarakat luas. Khususnya kaum wanita. Karena seperti telah menjadi kesepakatan dan kami ikrarkan beberapa waktu lalu, diproduksi kami, wanita bukan menjadi objek tapi subjek, " ungkap Shanker. 

Pada episode ke 7 (20 Desember 1996) , Edwin (Adipura) terus memaksa Asri untuk memeras Pak baskoro (Asrul Zulmi). Tetapi Asri menolak dan mengusir Edwin. Kemunculan Rony (Adjie Pangestu) untuk sementara membuat Edwin mengurungkan niatnya memeras. 

Di episode ini juga diceritakan tentang niat Pak Baskoro untuk mengawinkan Asri dengan Roni. Tentu saja Rony yang memang mencintai Asri senang. Pemuda inipun memberitahu pada gadis yang dicintainya itu. Perasaan Asri campur aduk, antara kaget , gembira, muncul juga rasa was-was. Ia takut  Rony meninggalkannya setelah mengetahui siapa dirinya sesungguhnya. 

Namun "mimpi" Pak Baskoro menjodohkan Asri dengan Rony mulai lantak sejak kedatangan Kusuma-Tati. Orang tua Rini (Dina Lorenza) ini menentang hubungan perjodohan itu. Rony yang sudah terlanjur cinta tetap bersikeras untuk menikahi Asri. 

Pada Episode ke 8 (27 Desember 1996), karena takut rahasianya terbongkar, Asri terpaksa memberi uang sebesar 2 juta pada Edwin. Di episode ini juga dikisahkan bagaimana Edwin "menjebak" Rini. 

Rini yang mencintai Edwin tetapi tidak mengetahui perilakunya, tak menolak ketika diajak pergi ke daerah pegunungan sekaligus untuk kencan. Saat mereka bercumbu, Bardin, anak buah Edwin mengabadikan adegan itu dengan kameranya. Foto-foto itu nantinya akan digunakan Edwin untuk memeras Rini. 

Harkat Wanita itu sendiri, seperti dinyatakan Chand Parwez penuh kejutan. Masing-masing tokoh memiliki problem tersendiri tetapi saling memiliki keterikatan. 

Untuk memahami sinetron ini, kata Parwez kita dituntut untuk selalu mengikuti "tidak menyimak satu episode, anda akan kecewa, ' katanya. Tetapi yang lebih penting dari itu semua , lanjutnya, sinetron ini dimaksudkan sebagai contoh sekaligus kaca bagi kita, khususnya kaum wanita bahwa kepatuhan terhadap orangtua adalah mutlak. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Saturday, April 25, 2026

FILM SI DOI


FILM SI DOI, Film remaja nampaknya menunjukkan kebangkitan di akhir 80an. Dua film pop yang menjadi acuan adalah film Catatan Si Boy dan Lupus. Sesudah itu boom film-film remaja. Semua berusaha menghadirkan dunia remaja. Tapi tak semua bisa. Yang celaka, muncul film yang maunya ngremaja, yang digarap oleh sutradara yang tak ngerti dunia remaja. Dan kesan itu adalah brisik dan cerewet. Film "Si Doi" garapan Atok Suharto memiliki kesan begitu. 

Ini kisah tentang Doi, mahasiswi yang studi di Los Angeles yang kebetulan berlibur di Indonesia. Nampak Doi duduk di pesawat dengan penumpang bule-bule yang kaku seperti mayat, dan Doi sibuk berwalkman ria sambil kepalanya geleng-geleng. 

Tapi ah, ternyata tidak hanya bule saja. Ada Alex anak jendral (ngakunya) yang tertarik pada Doi lalu bikin akal-akalan kenalan dengan Doi yang sikapnya chic, acuh dan maunya mandiri. Pertemuan yang dibuat-buat ini semakin di buat-buat pada adegan-adegan selanjutnya. Tengok saja bagaimana sesudah itu Doi nyelonong ke kampus dengan alasan mencari lnge dan kawan-kawannya, termasuk si Gugun. Hasil pertemuan setelah itu adalah film berisik, cerewet dan wah. 

Sebab cerita sleanjutnya memang tak ada. Kalaupun toh diada-adain maka Doi yang ngrojer Joe, yang di taksir Helen, kemudian perang kelompok antar remaja pimpinan Helen dan Inge. Tidak berant*m fisik, memang, tapi dialihkan pada ekspresi berant*m senam dan kebut-kebutan yang kesannya pamer mobil. Sebab belum ada setengah menit, mobil Helen nyungsep ke selokan. Bluk!!

Sejak awal, penonton dijejali dengan adu celotehan yang (maaf) bikin risih di kuping dan saling berseliweran, saling jegal dan masuk telinga kita. Kalau dialog ceplas ceplos keliru menangkap jiwa remaja.

 Tapi menghadapi film remaja yang begini tak perlu emosi atau ditanggapi denga kacamata melecehkan atau apriori. ya kalau kita tak menikmati maknanya, tak bisa melihat sikap runtut dalam bercerita, kita boleh kok melihat ini dengan sikap seperti seorang yang datang dari sebuah pameran foto. Film "si Doi" agaknya memang penuh pajangan foto para remaja yang manis-manis. Jangan bicara soal akting atau karakter. Si Doi memang seperti permen yang bikin tak ngantuk sembari mengunyahnya, tanpa rasa apa-apa. Sedikit terhibur, kita bisa menikmati Puput Novel yang paling bermain santai dan enak . Selebihnya? hmm ~MF 063/31/Tahun V , 26 Nov - 9 Des 1988

Produksi PT Andalas Kencana Film

Suradara : Atok Suharto

Skenario : Agusti Tanjung

Penata Musik ; Areng Widodo

Pemain : 

Sally Marcellina  sebagai Si Doi

Tio Pakusadewo sebagai Joe

Agyl Shariar sebagai Alex

Iyut Bing Slamet sebagai Inge

Nindy Ellese sebagai Helen

Puput Novel sebagai Adik Doi , dibantu oleh Dian Nitami, Sabrina Ayunani, Yunita Yuniani, Rina Hassim, Dody Widjaya.




Wednesday, April 22, 2026

SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI"


 SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI" . Sekitar daerah Blok A Jl. Fatmawati terdapat pertokoan Toes City. Toko yang banyak menjual mainan anak-anak itu dijadikan lokasi suting film Lagu untuk Seruni yang digarap sutradara Labbes Widar. Saat itupun banyak petugas toko merasa kebingungan, karena melihat banyak kru dan pemain yang sibuk menyiapkan suting. 

Pukul 10.00 WIB kru yang dibantu oleh mahasiswa IKJ mengatur set lampu dan menata kamera, tanpa merubah keadaan toko. Sementara kameraman memberi komando asistennya untuk siap melakukan suting. Begitu juga astrada Otje Ardiwilaga mengatur beberapa pemain figuran anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Astrada bersama mahasiswa IKJ tampak cekatan, sehingga suting dapat cepat dilakukan, pengunjung toko yang cukup ramai tidak menghambat jalannya suting. 

Film ini ditangani sutradara anyar, tapi ia punya bobot. Terlebih film-film dokumenter sudah banyak dihasilkan sebagai awal terjunnya jadi sutradara. 

Adegan saat itu Feby (Nia Zulkarnaen) sedang membeli boneka untuk anaknya , Seruni (Nina Dania) yang diperankan oleh anak kandung sutradara Labbes Widar serta figuran sebanyak 12 orang pemain cilik. Petugas toko tetap melayani pembeli yang memang sengaja tidak diatur sutradara sehingga hilir mudik para pembeli menambah suasana seperti tidak terjadi kegiatan suting. 

Petugas keamanan pun semakin sibuk mengingat pengunjung toko tambah ramai. Pukul 12.00 WIB suting break. Para pemain dan kru berbondong-bondong masuk restoran Bakmi Kelinc yang tidak jauh dari lokasi suting. Mereka makan bersama-sama, sehingga restoran yang semula pengunjungnya sepi jadi penuh. Namun waktu break dimanfaatkan sutradara, istirahat di mobil sambil mendengarkan lagu-lagu sebagai pelepas lelah hingga ketiduran. 

"Kerja bang Widar habis-habisan. Ia datang bersama kru dari pagi. Kadangkala ikut bantu kru angkat-angkat kamera. Dia ketiduran di mobil mungkin merasa capek. Yang lucu, habis mengabilkan gambar dia langsung  memotret sendiri padahal ada stile foto. Selama saya mengikuti bang Widar, selalu membawa kamera sendiri untuk dokumen pribadi. Dan itu memang kebiasaannya, " ungkap kru yang mengaku sudah dua tahun mengikuti sutradara ini. 

Pukul 13.00 WIB terik matahari  cukup panas. Suting terus dilanjutkan walau sutradara ketiduran, kerja astrada cukup tanggap hingga tak menemui hambatan. Yang jadi kewalahan justru satpam toko. Mereka terpaksa sibuk menangani keamanan dan mengatur keluar masuk mobil di halaman parkir. Sebab pengambilan gambar saat itu dilakukan dihalaman pertokoan. 

Pembuatan film ini memang sistem direction (rekam langsung).

Ceritanya mengisahkan nasib seorang anak dari keluarga muda. Suami pengarang lagu dan istri penyanyi rock ternama. Namun yang didapat kehancuran karena masing-masing mempertahankan egonya, akhirnya rumah tangga mereka jadi berantakan. 

Film ini menggambarkan perjalanan manusia yang mencari jati diri, baik Feby , Aria mupun Tiara. Seruni menjadi lintasan dan terminal berbagi pribadi-pribadi yang sedang berusaha menemukan dirinya. 

Perjalanan sebuah lingkaran hidup manusia. Aria telah selesai dengan segala kejanggalan, kebingungan , keagungan dalam menghadapi rumah tangganya, dan telah pula emulai kehidupan yang baru yang nampak mulai ceria. Feby justru telah sampai pada proses anti klimaks. Kejenuhan, karena rutin dan kebosanan dengan suasana yang monoton. Kerinduan akan suasana yagn tegang dan penuh debat, serta kesalahpahaman justru menarik pada situasi "kangen" dan ingin terlibat dalam persoalan. Kini popularitas itu sendiri menjadikan dirinya jenuh. Saat itulah dia ingin sekali kembali .

Para pemain yang mendukung film ini Tio Pakusadewo, Nia Zulkarnaen, Cok Simbara, Yasni Azis, Dania dan beberapa figuran yang banyak  melibatkan anak-anak skolah dasar. Kameraman Soetomo GS, Produser Ny. Lies Samiadji SH, Manager R Soegiharto Kertanegara. Film ini diproduksi PT. Sinema Utama Film, sebuah film perdana yang menelan biaya 250 juta. ~MF!

Tuesday, April 21, 2026

SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL


 SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL, Seorang Wanita cantik tewas terbunuh di sebuah kamar hotel. Kapten Frans turun tangan untuk mengusut. Diketahui, korban bernama Janne, dan berprofesi sebagai desainer batik. Sala seorang yang dicurigai adalah penyair Tommy Antonius, karena sebuah judul puisi karya Tommy ditulis dengan tetesan darah Janne diatas sprei ranjang tempat mayat ditemukan. 

Manager perusahaan batik tempat Janne bekerja, Shilla sempat stress karena peristiwa ini. Namun sopir pribadinya, Renaldo, bisa memberi hiburan luar dalam. Sementara Presdir Edy Fong diteror dengan surat kaleng yang mengancam akan membongkar skandal antara Eddy dengan Janne. 

Sebelum ditemukan tewas memang Eddy pernah memanggil Janne yang dipromosikan menjadi Wakil Presdir dengan kedudukan di Surabaya. Sepeninggal Janne, kini Shilla mengincar kedudukan tersebut, bahkan tak segan merayu Eddy dengan kemolekan tubuhnya. 

Kapten Fran mendapat laporan dari tim kedokteran yagn mengotopsi mayat Janne itemukan sperma lelaki di tubuh korban. Maka Tommy dan Eddy Fong di interogasi. Eddy bersedia memberikan spermanya untuk di cocokkan, sebaliknya Tommy gusar karena merasa difitnah. 

Larasati yang menangani bagian pemasaran batik, menemukan hal-hal mencurigakan yagn dilakukan oleh Shilla. Larasati melaporkan hal ini pada Frans, yang segera memeriksa data-data Shilla. Demi mengetahui polisi mencurigai dirinya karena laporan Larasati, Shilla menugasi Renaldo untuk menterornya. Beruntung Larasati lolos dari usaha pembunuhan seorang bertopeng yang menyatroni rumahnya. 

Polisi menggeledah rumah Renaldo dan menemukan bukti-bukti kuat. Tapi siapakah sesungguhnya yang mendalangi pembunuhan Janne, betulkah Shilla karena persaingan memperebutkan jabatan, atau kah Renaldo karena ada unsur unsur lain?

SEX & KRIMINAL disutradarai oleh Walmer E Sihotan dengan pemain-pemain pendatang baru seperti Eric Scada, dengan tiga cewek seksi Lisa Sunarko, Rina Martini, Liza Chaniago. Nampaknya Andalas Kencana Film mulai beranjak dari drama-drama erotis ke tema thriller suspense meskipun tak lepas dari bumbu-bumbu adegan erotis yang justru menjadi penglaris film. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Walmer Sihotang

Kameraman : Max J Pakasi

Penata Musik : Areng Widodo

Editor : Benny MS

Pemain : Eric Scada, Lisa Sunarko, Liza Chania, RinaMartini, Abe Fauxi dll


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA

 


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA, (Film Lawas), Mengeksploitasi kaum hawa dalam film, memang tak selalu harus dengan menuntut mereka memamerkan paha, buah dada atau lekuk bentuk tubuhnya. Wim Umboh, sutradara ini telah mencontohkan eksploitasi itu dalam bentuk lain. Bukan terhadap tubuh seorang wanita, tapi terhadap nasib dan kehidupannya. Setidaknya itulah yang dialami Ida Iasha (Marissa) dalam film Wim Umboh "Seputih Kasih Semerah Luka".

Wim, tanpa tedeng aling-aling telah mengeksploitir Ida Iasha hingga menjadi wanita yang sangat menderita. Dinikahi seorang pria impoten meskipun kaya, lalu di perkosa bekas pacarnya sendiri, kemudin dijual oleh sang pacar pada pria hidung belang, lalu kehilangan anak tersayang, lalu gila , lalu membunuh, lalu diadili dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa. 

Selalu tampil sebagai wanita yang menderita dalam film-filmnya, ditangan Wim, Ida Iasha ternyata dibuat lebih menderita lagi. Lebih mengenaskan, lebih tersiksa. Wim Umboh kali ini memang tidak tanggung-tanggung dalam mendedelduelkan nasib wanita. Marissa contohnya, wanita cantik itu ditangan Wim, telah jadi secarik gombal yang sama sekali tak punya harga. Wim, lewat filmnya ini, kayaknya ingin mengatakan bahwa kecantikan tak selalu membuat pemiliknya berbahagia, Marissa contohnya.

Diangkat dari novel karya Nina Pane "Annisa". Seputih Kasih Semerah Luka, bercerita tentang seorang wanita bernama Marissa yang dinikahi Eleke (Ikang Fawzi). Perkawinan itu tidak berjalan harmonis karena Eleke ternyata impoten akibat kecelakaan mobil. Kebutuhan biologis yang tak terpenuhi itu membuat Marissa mejadi pemurung dan terseret pada kehidupan yang tak bergairah. Ia kemudian bergaul dengan wanita-wanita penghibur kelas atas dan mengusir kegelisahannya dengan keluar masuk klab malam. Dampai kemudian ia bertemu dengan Dandun (Rico Tampatty), bekas pacar lamanya.

Dandun kemudian memperkosanya. Lalu dengan kedok cinta, Dandun yang sebenarnya ingin balas sakit hatinya pada Marissa, menggerogoti wanita itu. Malah tega-teganya Dandun menjual Marissa pada pria hidung belang. Dan, setelah semua itu terpenuhi Marissa, Dandun pun denga begitu saja mencampakkannya. Sedang Eleke, suaminya, tak memiliki daya apa-apa ketika sang ibu memintanya menceraikan Marissa karena memergoki mantunya sedang digagahi Dandun.

Marissa yang terusir, lalu pergi dari rumah Eleke hanya dengan membawa tas butut. Anaknya sendiri, yang sebenarnya bukan benih Eleke, tidak dibolehkan sang ibu dibawa. Lengkaplah kemudian pendieritaan marissa. Apalagi setelah dia compang camping dan gila, Wim mencampakkannya ke Rumah Sakit Jiwa. 

Menyaksikan "Seputih Kasih Semerah Luka" kita melihat betapa sadisnya Wim mencabik-cabik hidup seorang wanita. Wim kali ini memang tidak mengeksploitasi kaum hawa, dengan memamerkan paha atau buah dada mereka. Tapi tindakan Wim yang terkesan begitu dingin dalam menentukan nasib Marissa, mengesankan sekali betapa Wim sedang mendendam pada kenyataan hidup yagn dilihatnya. Akibatnya, wanita ditangan Wim kali ini menjadi begitu tragis. Pada gilirannya kemudian, tanpa bisa ditampik, Wim telah hadir sebagai seorang pemotret kenyataan yang begitu sadis.

Hidup Marissa adalah hidup seorang wanita cantik yagn tragis. Ini memang kenyataan. Dan Wim ingin mengungkit tragedi itu, Wim ingin mengangkat nasib malang yang banyak dialami para wanita cantik itu. Jelas, ini upaya Wim yang cukup menarik. Meskipun dalam upaya tersebut, Wim begitu mengeksploitasi kemalangan tersebut sehingga berkesan sekali ingin menguras air mata penontonnya.

Namun begitu sebagai film, "Seputih Kasih Semerah Luka" cukup menarik untuk dilihat . Bukan saja karena Wim menampilkan kemalangan seorang wanita secara habis-habisan, tapi juga karena Wim telah memilih kerabat kerjanya dengan tepat. kamera ditangan Akin, misalnya, berhasil menampilkan nuansa yang diinginkan Wim. Sementara musik yang ditangani Billy J Budiharjo juga cukup memberi arti bagi adegan yang berlangsung.

Biar begitu, bukan lantas Wim tanpa kelemahan. Setidaknya dalam hal editing, Wim terkesan amat tergesa-gesa. Begitu juga dalam menyusun adegan, Wim terlihat sangat mengabaikan logika. Lihat saja, ketika Dandun ditemui Marisa di rumah kontrakan lelaki itu, tiba-tiba saja muncul tiga orang ria yang menagih hutang pada Dandun dan menghajarnya hingga Marissa terpaksa membayar hutang tersebut. Secara keseluruhan adegan itu memang bisa diterima. Tapi karena adegan tersebut hadir tanpa gambaran awal, terkesan sekali jadi mengada-ada. Bukankah tanpa adegan itupun, penonton sudah tahu Dandun itu bejat? Setidaknya lewat dialog para pelakunya. Begitupun  kita patut gembira dalam konsisi fisik masih mampu berbuat. Dan itu cukup membahagiakan, meskipun Wim tidak menghadirkan bal-hal yang baru.~Mf. 063/31/Tahun V, 26 Nov - 9 Des 1988.

Monday, April 20, 2026

MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA"

 


MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA", Alkisah Dahlan kawin lagi dengan Nurlela, mas kawinnya hutang cincin emas lima gram. Ia memang telah bercerai dengan Tati, isteri pertamanya yang tergoda rayuan pria yang mengaku Pangeran dari Seberang. 

Namun di tengah manisnya bulan madu Dahlan-Lela, mendadak Tati pulang. Ternyata ia ditipu habis-habisan oleh sang Pengeran petualang. Karena memang masih punya hak atas rumahnya, maka Tati pun kembali. Dahlan yang dalam hati kecil masih menyayanginya, menganjurkan Lela bersabar. 

Begitulah, Dahlan tinggal serumah dengan mantan isteri dan isteri barunya. Kekisruhan terjadi ketika Tante Cerewet datang. Cemas sakit jantung si Tante Kumat, maka Dahlan dan Tati bersandiwara masih sebagai suami istri, sedangkan lela kebagian peran jadi pembantu. Karuan saja Lela kekhi berat. 

Pekerjaan Dahlan memang tak tetap. Ketika di terima bekerja disebuah kantor, saking keseringan kasbon, iapun di pecat. Terpaksa ngebon pada redaksi koran "Jawa Pos" dengan janji membuat sebuah naskah menarik, idenya memang sudah ada di kepala "Sepondok Dua Isteri". Bukankah menjadi obsesi setiap pria untuk mengumpulkan dua isteri hidup rukun serumah?

Lela mengusulkan mencari calon suami untuk Tati. Diluar dugaan Tati malah pacaran dengan rocker Fawzi. Tapi hubungan mereka ditentang Dahlan yang seperti menganggap Tati masih isterinya. Pada puncak kecemburuannya, Lela pun minggat, Dahlan ditinggal sendirian karena Tatipun menikah dengan Fawzi. Untung pengantin baru ini punya ide mengajak Dahlan mencari Lela ke kampungnya di Bali.

Sebenarnya ide cerita Eddy Suhendro (Penulis Taksi) cukup menarik. Begitu pula trio pemain utama, Didi Petet, Marissa Haque, dan Eva Arnaz, pus Ikang Fawzi, Ida Kusumah serta Anwar Fuadi, sudah berusaha bermain sebisanya. Sayangnya justru sutradara MT. Risyaf (yang awal-awal filmnya Kembang semusim dan Bawalah aku pergi , menjanjikan) lewat karya ke delapan ini malah nampak kedodoran dalam konsep komedi situasinya. 

Ditambah jejalan iklan yang memenuhi setiap adegan secara mencolok mata, terasa sangat menguasi selera artistik penggarapan film ini. Kemungkinan dengan tunjangan sponsor itulah maka produksi perdana PT. Rana Artha Mulia FIlm yang dipimpin oleh Marissa Haque sendiri ini, menerobos jalan pintas untuk meraih keuntungan. ~ sumber MF. 

Wednesday, April 15, 2026

MAROELI SITOMPUL


 MAROELI SITOMPUL, Sebelum Maroeli terjun di dunia film ia dulunya dikenal sebagai dramawan yang aktif ikut pementasan pada group drama "Sanggar Bambu" (1959) di kota gudeg Yogyakarta. 

Kesempatan pertamanya terjun dibidang film dimulai dalam film "Tangan-tangan Kotor" (1963). Beberapa tahun kemudian namanya seakan menghilang di dunia film, namanya muncul kembali pada tahun 1966 dalam film dokumenter Departemen Penerangan "Gugur Daun Kembali Semi". 

Untuk permainannya dalam film "Si Buta Dari Gua Hantu" Maroeli meraih gelar Aktor Harapan Terbaik pada pemilihan Best Actor/Actress PWI Jaya 1971. Permainannya yang menarik juga diperlihatkan pada film "Saijah dan Adinda" produksi hasil kerjasama Indonesia-Belanda. 

Maroeli Sitompul yang punya nama lengkap Hisar Sahat Maroeli Sitompul itu, mulanya diharapkan orang tuanya jadi pendeta, tapi karena kesulitan ekonomi, ia memilih bidang lain. Maklum adik saya waktu itu masih kuliah dan cuma dunia film bagi saya paling cocok  untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya," ucap Maroeli dalam suatu kesempatan. 

Dan kemudian ternyata memang harapannya tidak sia-sia karena tak berapa lama kemudian ia mampu memperlihatkan kebolehannya di dunia layar perak lewat film-film : "Tuan Tanah Kedawung", Panji Tengkorak, Senyum Di Pagi Bulan Desember, Petir Sepanjang Malam, Mencari Ayah, Kembang-kembang Plastik, Gara-Gara Istri Muda dan banyak lagi lainnya. 

Maroeli merebut peran Utama Pria Terbaik pada FFI 81 di Surabaya dalam film "Laki-Laki dari Nusakambangan" dan dalam Festival Film Indonesia 1982 di Jakarta, nama Maroeli masuk dalam daftar unggulan atau nominasi dalam kategori Peran Pembantu Pria lewat film "Bawalah Aku Pergi" garapan sutradara MT Risyaf.~ dr buku FFI 83


Saturday, April 11, 2026

CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA

 


CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA, Emil G Hampp sutradara yang blasteran Jerman-Menado dan alumni IKJ ini merupakan sutradara film bioskop terlaris diera pertengahan 90an. Dalam tempo relatif singkat setahun, bisa menggarap 7 film dan serial teve Cinta Kami Cinta. Kerjanya cepat, tangkas dan hemat bahan baku, melampaui rekor sutradara kawakan Arizal, karena rata-rata merampungkan suting dalam waktu cuma dua minggu.  

Kreasi  terbarunya, semula berjudul Cinta dan Nafsu di Jakarta, namun karena ada pihak yang keberatan, maka dua kata terakhir dihapus. Bintang seksi Febby R Lawrence yang baru  tampil dalam Roda Roda Asmara di Sirkuit Sentul, dpertemukan dengan Ibra Azhari, adik kandung Ayu Azhari. Didukung tiga pemain lainya, Christ Michael, Diaz Astuti dan Luciana Gress serta dua veteran Robby Sutara dan malino Djunaedi. 

Tokoh utama film ini, Tarsi, pemuda bandel yang gemar mencari perkara. Wataknya berbeda dengan ayahnya yang penyabar dan menduda sepeninggal ibunya. Sang ayah mengelola pabrik kopi tradisional. Tarsi memusuhi ayahnya yang dianggap menjadi penyebab kematian ibunya. 

Muncul Clara, remaja putri pengacara kaya yang baru lulus Akademi Bisnis Administrasi di Perth. Clara segera bertunangan dengan paarnya, bisnismen muda Bruce. Namun saat Clara diajak Bruce ke diskotik, ia menarik perhatian Tarsi. Dalam keremangan, Tarsi memeluknya dari Belakang. Clara pasrah karena mengira Bruce yang memeluk. Tapi dua teman Bruce langsung menghajar Tarsi. 

Clara meminta temannya, Nancy menyelidiki Tarsi. Diperoleh informasi, Tarsi di tahan dengan tuduhan mencopet dompet Clara. Nancy dan Clara datang ke Kantor Polisi untuk membebaskan Tarsi dari fitnah. Bukan cuma berterima kasih, Tarsi spontan menyatakan cintanya pada Clara, namun si gadis menjelaskan dirinya segera bertunangan. Tarsi tak peduli, bagibjuan hidupnya kini cuma Clara. Apalagi telah mengetahui nomor telepon genggam Clara hingga bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja. Dalam hati Clara bukannya tak bersimpati pada Tarsi. 

Ayah Tarsi akan menikahi Nita, janda yang mempunyai putri remaja, Cindy. Justru saat Cinty menggoda Tarsi. Ayah Tarsi memergoki. Salah paham dan gusar, ayah Tarsi memukul anaknya. Tarsi sakit hati pergi dari rumah. 

Kebetulan Tarsi melihat Bruce bercumbu dengan Nancy. Namun terjadi kerusuhan di diskotek, berbuntunt tewasnya soerang remaja. Tarsi ketiban apes, jadi kambing hitam karena di cap preman oleh polisi. 

Ayah Tarsi minta bantuan sahabat lamanya Sutomo, ayah Clara untuk membela Tarsi. Sebenarnya orang tua ini memang sangat mencintai anaknya, kendati kakinya cedera berat hingga mesti diamputasi. Clara yang baru pulang dari Perth ingin menyambangi. Justru di pantai ia bertemu lagi dengan Tarsi yang dibebaskan karena tak terbukti membunuh. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Manager Produksi : Muchlis Hasibuan

Sutradara - Skenario : Emil G Hampp

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Artistik : Yassin Kalu

Penata musik : Musya Joenoes

Editor : Nasir Degol

Pemain : Febby R Lawrence, Ibra Azhari, Robby Sutara, Diaz Astuti, Chris Michael, Malino Djunaedi, Alex Dirjosaputro, Luciana Gress