Saturday, July 18, 2026

SUTING SINETRON : MAHKOTA MAYANGKARA , MAIN DI HUTAN LINDUNG

 


SUTING SINETRON : MAHKOTA MAYANGKARA IV, MAIN DI HUTAN LINDUNG(berita lawas). Bertepatan waktu itu hari Minggu pagi, suasana diseputar lokasi suting sinetron seri Mahkota Mayangkara IV di hutan lindung IPB Bogor cukup ramai banyak dikunjungi orang terutama yang sedang berlibur menikmati wisata alam. Meski pagi hari itu udara masih terasa sejuk, tapi cuaca cukup cerah dan tak disi-siakan oleh sutradara Liliek Sudjio untuk memulai pengambilang gambar/suting. 

Liliek rupanya memang telah hafal betul dengan sikon seperti ini. Sebab ia termasuk sutradara kawakan yang telah biasa dan sering menangani film-film laga dengan lokasi suting semacam ini, diantaranya film Si Buta Dari Goa Hantu produksi 70an. Sehingga ia dapat memastikan diri kapan saat terbaik suting bisa dimulai. Jadwal waktu suting pun tak meleset dari rencana semula. "Okey start, ucap Liliek memberi aba-aba mulai suting.

Orang-orang yang semula bertujuan berlibur menikmati wisata alam sekitar itu, begitu mereka melihat ada suting langsung saja datang berbondong-bondong menghampiri lokasi suting, bercampur baur dengan masyarakat setempat yagn sejak tadi telah melihat persiapan dan jalannya suting. Untung sejak dini petugas keamanan telah bersiap-siap untuk menangkal kemungkinan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan bersama. meski petugas keamanan cukup dibikin repot oleh sebagian massa yang bandel, tapi setelah mendapat bantuan dari Polsek setempat akhirnya massa bisa ditertibkan. Sehingga suting berjalan lancar sebagaimana mestinya. 

Sejak pukul 7.30 WIB pagi kru, pemain, sutradara telah berada di lokasi suting. Meski wajah mereka kelihatan rada loyo, sebab tenaga dan pikiran mereka telah terkuras selama beberapa hari, yang tak jarang suting usai hingga menjelang malam dan pagi harinya berlanjut kembali, begitupun seterusnya. Tapi berkat dukunan masyarakat yang menonton suting begitu luber gairah kerjapun timbul kembali. 

"Selama delapan hari berada di lokasi suting meski saya capek, tapi saya senagn sebab saya seperti berada dilingkungan keluarga sendiri. Bisa bergaul dengan masyarakat setempat dan bercanda ria serta ndongeng ngalor ngidul bersama kru sewaktu break, sehingga terasa lebih familiar, " ucap Ken Kendro (24) tokoh Trisura, calon pengantin pria yang bakal bertemu denan calon pengantin wanita Praharsini (Cut Keke) dalam sinetron ini. 

Suting Mahkota Mayangkara IV ini memang berjalan mulai pagi hari hingga menjelang malam. Setelah break pada siang hari, makan minum diatas tikar yang digelar di rumput hijau dengan hidangan prasmanan. Malam hari para pemain dan sebagian kru yang bisa meninggalkan tempat harus pulang ke kandang rumah masing-masing. Sebab tak tersedianya tempat penginapan khusus. Kemudian pagi hari mereka harus balik lagi ke lokasi suting. Jadi selama delapan hari mereka yang kebetulan tinggal di Jakarta, harus bolak balik Jakarta - Bogor. 

Kondisi seperti ini konon sering dan sah saja berlaku dalam produksi film nasional. Tak jarang pula para kru dibayar dengan honor ala kadarnya. Apalagi dalam kondisi perfilman lagi lesu darah, kru hanya bisa manggut-manggut. "Yang penting masih ada pekerjaan," celetuk salah seorang kru yang tak bersedia disebutkan namanya. 

Adegan-adegan fighting yang terjadi dalam film ini memang banyak menggunakan sling, dengan jarak satu meter sekalipun sling itu di film tidak kelihatan. "Teorinya sederhana saja kok," ucap sutradara Liliek Sudjio yang memang ia telah berulang kali membuat film dengan adegan-adegan berbahaya ini. 

Sebab itu dalam sinetron ini ia menampilkan pemain film laga seperti Advent Bangun, Yurike Prastica, Fitria Anwar, August Melasz, Edy Chaniago, Yarif, ditambah pemain baru Ken Kendro, Cut Keke dan lain-lain. Seperti sewaktu suting mengambil di lokasi Kebon Binatang Ragunan Jakarta. Meski selama seminggu suting berjalan di seputar kandang gajah, dan terdengar berisik kicau burung-burung bernyanyi, toh suting tetap jalan terus. 

Suara memang tidak lagnsung diambil tapi akan dilakukan dubbing di sanggar Prativi. Saya akan berikan special effect untuk adegan-adegan tertentu, " ucap Liliek Sudjio yang pernah belajar tentang pembuatan Effect di AMerika Serikat ini. 

Sinetron Seri Mahkota Mayangkaa di produksi PT. Menara Gading Citra yang di produksi oleh Budi Sutrisno ini, boleh dibilang sebagai film kolosal. Sebab di dukung oleh ratusan figuran dan menelan biaya ratusan juta rupiah. Dalam pembuatan film ini melibatkan kamerawan kawakan Harry Susanto dan lighting Heru. jadi merupakan rekanan kerja yang kompak antara sutradara dan kru serta pemain, sebab mereka sering bertemu di lapangan. ~MF 168/135/TH IX 12-25 Desember 1992


KEMBALI LAGI, "KEMBALINYA KIPRAH SANDY SUWARDI HASSAN


 KEMBALI LAGI, "KEMBALINYA KIPRAH SANDY SUWARDI HASSAN (Film lawas). Kemesraan antara Johan dengan Yohana mendapat hambatan dari orangtua masing-masing. Ibu Johan yang sudah lama menjanda, pernah salah sangka karena memergoki Yohana keluar dari kamar mandi, sedangkan Johan baru berganti celana di depan cermin. Timbul pikirannya kalau mereka baru saja berbuat diluar batas. 

Lebih ekstrim lagi, sikap ayah Yohana , Bos impresario ini menuduh Johan yang pengangguran cuma ingin mendompleng ketenaran Yohana sebagai biduanita. Dengan kasar JOhan diusir keluar. 

Tokoh ayah ini memang kerjanya hampir selalu marah-marah sepanjang film. Ia juga telah mengusir abang Yohana, Ferry. Sekarang Yohana memutuskan untuk pergi dan tinggal bersama sang abang yang merupakan sahabat Johan. 

Malang, di perjalanan Yohana di culik berandalan Benny dan kawan-kawannya. Dibius, dibawa ke hotel dan diperkosa. Peristiwa ini membuat Yohana hamil. 

Pengakuan kekasihnya membuah Johan galau. Terjadi kecelakaan, Yohana terlempar keluar dari jip open kap. Jiwanya tak tertolong lagi, meskipun bayinya berhasil diselamatkan. 

Johan menyerahkan si bayi pada ibunya. Ia sendiri bersama dua sahabatnya, Ferry dan Yuke diterima menjadi ABRI. Sempat terjadi perkelahian dengan Benny bertiga yagn mengacau di bar. Benny dan kawan-kawannya diringkus polisi, dijebloskan ke penjara. 

Sebagai prajurit-prajurit Siliwangi, JOhan, Ferry dan Yuke dikirim ke Timor Timur. Dengan berbagai cara mereka memupuk persahabatan dengan penduduk provinsi bungsu yang baru berintegrasi ini. Johan menemukan bocah Rico di pegunungan. Bocah yatim piatu ini dijadikan anak angkatnya. 

Dalam pada itu, putri Yohana tumbuh menjadi Yosiana, gadis cilik yang pintar menyanyi. Berbarengan dengan kepopulerannya, muncul ancaman bahaya, karena Benny Cs keluar dari penjara. Mereka menculik Yosiana dan menuntut uang tebusan besar pada neneknya. Namun dengan kecerdikannya, Yosiana bisa meloloskan diri. Sarang penculik di gerebek polisi dan masyarakat. 

TImor Timur bergolak lagi oleh pemberontakan kaum ekstremis, Johan gugur dalam tugas, Ferry mengantar Rico, sesuai amanat sahabatnya, ke ibu Johan di Jakarta. Klimaksnya Rico dan Yosiana berduet menyanyi di panggung, disaksikan ibu Johan dan juga Ayah Ibu Yohana yagn merupakan kakek nenek Yosiana. 

Melodrama berlarut-larut ini di hiasi sejumlah lagu yang dinyanyikan para pemainnya. Maklumlah pasangan Johan-Yohana diperankan Rano Karno-Nike Ardilla. Di dukung oleh rocker Sigit Subangun sebagai Ferry, abang dari Yohana dan pemusik Yuke Sumeri sebagai Yuke , sahabat Johan. 

Ikut membantu Robert Syarief dan Dien Novita sebagai ayah dan ibu Yohana, Ade Irawan sebagai ibu Johan, Henky Solaiman (promotor musik yang kebingungan serta dua bintang cilik Fitri Cintania (Yosiana) dan Faiz Zaenudin (Rico). 

Produser sekaligus sutradaranya, Sandy Suwardi Hassan, setelah sekian lama absen dari dunia film. Pada era 70an ia cukup populer sebagai aktor keras-kasar, kemudian menyutradarai juga film  melodrama sukses Ratapan Anak Tiri. 

Gaya pengarahannya memang termasuk old-crack, namun ia memasukkan cara baru saat menggelar credit title. Kalau lazimnya penonton membaca nama para pemain yang tercantum di layar, Sandy justru tak menulisnya sama sekali melainkan menyuarakan nama demi nama pendukung filmnya. 

Kelemahan yang menonjol bertumpu pada skenario (padahal di tulis bertrio oleh Sandy dengan H. Alim Bachtiar, yang cukup banyak menulis skenario serta astrada David R Manan). 

Bertambah lagi perwatakan para tokoh yang tak ubahnya boneka-boneka kayu yang digerakan sekehendak hati si dalang. Kendati begitu, tetap harus dihargai semagnat Sandy untuk berkiprah lagi di dunia film yang justru tengah dilanda kelesuan. ~MF 190/156/TH X, 9 - 22 Oktober 1993


Thursday, July 16, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1 (Film Lawas) RF No. 547. Sejumlah cewek seksi dibawah pimpinan bom sex Eva mengelola sebuah bengkel. Maka bos-boss pun berlomba membawa mobil mereka ke bengkel antik ini, meskipun sebenarnya mobil mereka tak rusak apa-apa. Montir-montirnya memang cakep-cakep namun mereka bukanlah cewek sembarangan yang gampang di goda oleh Oom Oom hidung belang!. 

Merupakan Produksi : PT Budiana film, Produser : SUdjana Budiana, Sutradara : BZ Kadaryono, Pemain antara lain : Eva Arnaz, Enny Beatrice, George Rudy, Zainal Abidin, Tien Kadaryono dan lain-lain. 

BAGIAN 1 : Pagi hari... Ibukota mulai bangkit dari tidurnya. Besama terbitnya mentari, kesibukan pun merajalela di jalan-jalan utama. Terutama jalan-jalan utama sudah mulai dipadati arus kendaraan yang terus mengalir keluar dari garasi masing-masing. 

Di sebuah jalan protokol, arus lalu lintas macet! Hingar bingar, caci maki, sumpah serapah terdengar dari orang-orang yang merasa terhambat perjalanannya. 

Ternyata sebuah sedan mogok, Inilah pangkal penyebabnya! Pengendara-pengendara di belakang sedan mogok ini sudah ribut tak sabaran. Apalagi karena sedan mogok itu ditinggalkannya begitu saja di tengah jalan oleh pengendaranya!. 

Salah seorang keluar dari mobilnya, berteriak lantang. "Brengsek! Dorong saja kepinggir, ayoo!. Serunya memancing reaksi. Orang-orang disekitarnya serentak ikut berteriak, "Ya, ya dorong yok doroong!.

Nah! Serempak bagai di komando, mereka mulai bersatu untuk mendorong sedan mewah tapi mogok itu!Setelah disingkirkan kepinggir jalan, arus kendaraan yang dari tadi macet, kembali bergerak!. 

Dimana pengendara sedan mogok itu? Namanya Pak Broto, seorang lelaki parohbaya yang masih tetap menampilkan kegagahan dan kewibawaan. 

TErnyata Pak Broto sedang berada dalam box telepon tidak jauh dari tempat mobilnya tadi ditinggalkan. Ia tengah menelepon "Bengkel Antik" minta pertolongan untuk menarik sedannya yang ngadat. Diluar box, banyak orang berkerumun. Mereka juga ingin memakai telepon dan sudah tak sabaran lagi. 

"Ya, ya, tolong cepat dikit!" pinta Pak Broto, "Cepat!" Jalanan jadi macet!".

Seorang ibu gemuk diluar box mengumpat, "Cepetan, uh pagi-pagi sudah pacaran!".

Pak Broto mendengar umpatan si ibu gemuk. Ia melirik kesal kearah luar, tapi si ibu gemuk salah tafsir, "Huh, tua-tua genit!".

Pak Broto bungkam tak mau meladeni. Terdengar suara merdu dalam telepon, "Jangan kuatir, sabar dikit! Oom tenang saja, tanggung beres!".

"Kraak!" Pak Broto meletakkan gagang telepon ke haknya. Orang-orang yang antri berdesakan saling dorong. Baru saja Pak Broto membuka pintu, si Ibu gemuk terjerembab masuk dan menabraknya!">

*******Bersambung ke bagian 2


Sunday, July 12, 2026

SINETRON DEWI SARTIKA


 SINETRON DEWI SARTIKA, Perjalanan Derita Pejuang Wanita(Sinetron Lawas). Belum rampung penayangan sinetron Panglima Sudirma, TPI kembali mempersiapkan sinetron sejarah perjuangan Dewi Sartika, produksi PT. Setia Lencana Film, garapan Agus Elias sebanyak 13 episode dari 26 episode yang direncanakan. Penayangannya sekitar awal Mei 1994 mendatang. 

Sinetron yang dibintangi Nizar Zulmi, Yanti Kosasih serta puluhan pemain baru ramuan dari Bandung sekitarnya ini, menelan biaya produksi diatas 500juta rupiah, dengan pengambilan lokasi, Bandung, Sumedang sera alam jawa Barat sekitarnya. 

Sesuai sejarah, sinetron Dewi Sartika bersetting tahun 1893 hingga 1947. Gaya tempo doeloe dominan dalam setiap pengambilan angel, baik kostum maupun intonasi vokal. Maka jangan heran, bila menyaksikan sinetron yang ditulis oleh Yan Daryono ini, kita merasa seperti menyaksikan dunia masa lampau yang penuh aturan norma dan pergolakan. 

"Ini sejarah, nggak sembarangan menggarapnya. Harus selektif dan sesuai dengan jamannya. Kalau nggak gitu, bisa-bisa dituduh sebagai biang pengaburan sejarah. Tema-temanya sesuai dengan buku-buku yang terdapat dalam pelajaran di lembaga pendidikan, " kata Agus Elias. Karena itu pula Agus tetap bersikukuh pada prinsipnya, hingga sempat menimbulkan permasalahan dilapangan dengan beberapa rekannya. "Menggarap tema sejarah dengan yagn bukan itu berbeda. Kita tidak bisa bersikap refleks terhadap situasi, tapi memang harus menuangkan total apa yang tergambar dalam perjalanan historis itu. Kalau hasil karangan fiksi, kita kan bisa kompromi dan sedikit semau gue menggarapnya. Namun dalam serial Dewi Sartika ini, nggak bisa. Makanya saya hati-hati sekali. Biar ditendang dari posisi sutradara, saya tetap pada prinsip, " lanjut Agus Elias . 

Menurut sebuah sumber, untuk episode 14 hingga 26 sinetron Dewi Sartika akan disutradarai Dody Surya Putra.

Sinetron Dewi Sartika, lengkap memvisualisasikan potret perjalanan perjuangan pribadi dari keluarga putri R. Rangga Somanegara dengan R.A Rajapermas ini. Kendati banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak, Dewi Sartika tak bergeming dari niatnya yang ingin mendirikan sebuah sekolah yang khusus untuk remaja putri. 

Setelah beberapa lama menjadi pendidik rajutan dan sulaman, Dewi Sartika mendirikan sebuah sekolah di Paseban Kulon tanggal 16 Januari 1904 bernama SAKOLA ISTRI atas bantuan Bupati R.A Martanegara. 

Perjalanan perjuangan Dewi Sartika tidak mulus, Selain tetap mendapat protes dan dimusuhi oleh bangsanya sendiri, dia juga harus menghadapi persoalan pribadi yang pelik, yaitu dilamar oleh Pangeran Jayadiningrat, penguasa Kesultanan Banten. 

Dewi Sartika sendiri belum berniat untuk berumah tangga, hingga mengecewakan Pangeran. 

Namun saat bertemu dengan Raden Agah pada sebuah pesta, hati Dewi Sartika terpanah asmara. Apalagi Raden Agah adalah seorang guru Eerste Klasse School di Karang Pamulung. Kian menggebu-gebu motivasi Dewi Sartika untuk mewujudkan obsesinya. Kendati hubungna itu ditentang keras oleh R.A Rajapemas, Ibu Dewi Sartika, namun dua sejoli yang sudah satu cita-cita itu tetap melangsungkan pernikahan tahun 1905.

Dewi Sartika mendapat bantuan dan masukan dari suaminya, tentang perbaikan kurikulum di sekolahnya. Perasaan Kebangsaan yang tumbuh dalam diri Dewi Sartika, mendorong wanita ini menjadi  sosok yang aktif dan menonjol. Dia sosok yang vokal dan progressif. Sementara dilain pihak, pra wanita dari kalangan bangsawan yang notabene adalah juga sanak familinya, masih saja menentang dan mengucilkannya. 

Dalam sinetron ini juga digambarkan bagaimana penderitaan Dewi Sartika ketika masa pendudukan Jepang. Dewi Sartika terpaksa mengungsi naik pedati dan tandu karena sakit, berpuluh-puluh kilometer kedalam Cineam, Tasikmalaya sampai akhirnya, tanggal 11 September 1947, Dewi Sartika meninggal ditanah pengungsian Cineam, Jawa Barat. ~MF : 202/168/TH X, 26 Maret - 8 April 1994

MASUK KENA KELUAR KENA, PERANGKAP JODOH SUKU CEWEK

 


Satu lagi yang menyegarkan dan tidak bikin bosan! MASUK KENA KELUAR KENA, PERANGKAP JODOH SUKU CEWEK (film lawas). Dono, Kasino, Indro (DKI) kiti telah melampaui 30 tahunan. Dengan sendirinya mereka tak pantas untuk terus berperan sebagai mahasiswa, kendati mahasiswa abadi yang tak pernah naik tingkatpun tak bakalan setua mereka. maka harus dicarikan cerita yang  lain. Begitulah dalam produksi terbaru PT. Soraya Intercine Films ini, "Masuk Kena Keluar Kena" yang di singkat menjadi MK3, ketiga bujang lapuk ini berperan sebagai petualang yang kesasar ketengah rimba. 

Ternyata disana ada suku primitif mirip wanita-wanita Amazon. Prajurit-prajurit wanita ini meringkus DOno bertiga. Diarak menghadap kepala Suku si kakek ompong Pak Tile. 

"Kalian bertiga akan dikawinkan dengan ketiga putriku, " mengumumkan si Kakek tuna gigi. 

Melihat paras dan body para prajuritnya yang bahenol, Dono yakin putri-putri Kepala Suku pasti lebih emoy lagi. Kontan mereka kesenengan. Mau saja di mahkotai topi daun dan didadndani sebaai calon penantin. eh, jebul ketiga putri Pak Tile gembrot-gembrot banget. Spontan DKI kabur lintang pukang. Meskipun begitu mereka masih sempat mencomot beberapa keping emas hadiah dari Pak Tile. 

Kembali ke Jakarta, kepingan emas itu dijual. Uang digunakan untuk mengontrak sebuah rumah yang lumayan mewah. Ikut bergabung dua teman cewek mereka. 

Selagi kedua cewek itu berbelanja, sedang Indro dan Kasino mengurus surat pindah di Pak RT, Doo sendirian  sibuk membersihkan rumah barunya. Mendadak datang seorang gadis kece mengaku bernama Merry. Dono mengiranya sebagai anak pemilik rumah yang hendak mengambil uang pembayaran. Tanpa periksa lagi ia menyerahkan check bernilai besar. 

Diluar dugaan kemudian telepon berdering. Dari seorang gadis yagn mengabarkan ia tak bisa datang.Dono kelabakan, jangan-jangan ia salah memberikan cek pada orang lain? Buru-buru ia pergi ke bank untuk mencegah Check dicarikan, Akibatnya Merry ditahan di satpam bank. Padahal perempuan yagn menelpon tadi bukan lain daripada si Meri, tukang cuci pakaian yang dipesan Indro, Demi menyadari kesalahan ini, indro mengajak Kasino menyusul ke Bank.  Mereka ingin membatalkan laporan Dono, Kesalahpahaman makin berlarut di bank. Padahal Merry memang benar-bnear putri pemilik rumah. Manajer bank Kebingungan. Ia memanggil satpam dan polisi untuk menjebloskan semua pengacau yang bikin huru hara di banknya ini kepenjara. 

Dono berbalik menyalahkan kedua kawannya. Dengan gaya playboy kelas teri, Dono berhasil memikat Merry. Tapi Indro dan Kasino diam-diam menghubungi gadis-gadis mantan pacar dono. Akibatnya ia dikeroyok ramai-ramai. 

Seperti biasa film banyolannya Warkop  ini digarap oleh Arizal yang telah mengarahkan lebih dari sepuluh filmnya mereka. Sebagai pasangan mereka ada tiga dara , Sally Marcellina, Fortunella, dan Kiki Fatmala. Ikut meramaikan Pak Tile, Fuad Alkhar, dan si gigi tonggos Diding Boneng. Ilustrasi musik ditata oleh Rezky Ichwan. 

Tayang di bioskop-bioskop Jakarta dan serentak dikota-kota besar lainnya mulai 18 Desember 1992, sebagai suguhan menyambut liburan akhir tahun. ~MF 168/135/TH IX 12-25 Desember 1992


LENNY MARLINA, AKTRIS LAWAS YANG TERJUN KE SINETRON


 LENNY MARLINA, SETELAH VAKUM MAIN FILM, KEMBALI DIPERTEMUKAN DENGAN Drg. FADLY dalan SINETRON. (berita lawas). Kawin Perak adalah istilah untuk pasangan yang merayakan ulang tahun ke 25 perkawinan mereka, kemudian kawin Emas bila telah mencapai 50 tahun. 

Tapi mengapa Lenny Marlina menyebut dirinya Kawin Perak dengan Drg. Fadly? Lenny menyebutnya kalau ia dengan Fadly sudah 25 tahun jadi pasangan dalam film. 

Kalau di tanya siapakah aktris Indonesia yang paling banyak main film, paling panjang datar filmographynya, tiak lain tidak bukan adalah Lenny Marlina. Kalau mau dihitung jumlahnya nyaris mencapai 100 judul. Hebatnya hampir semuanay sebagai pemeran utama. 

Mungkin dalam soal jumlah, bisa saja Rima Melati lebih besar, namun Rima belakangan lebih banyak sebagai pemeran pembantu belaka. Itu bedanya dengan Lenny yang tetap bertahan diatas, sejak ditemukan sineas besar perfilman nasional, Usmar Ismail untuk di dapuk jadi pemain dalam film  Ananda (1970). 

Mojang kelahiran Bandung, 19 Februari 1954 ini, baru memasuki usia 16 tahun, ketika pertama kali berkenalan dengan kamera. Bermain sebagai Ananda, gadis praremaja yang menjajakan pisang goreng sampai menjadi petualang cinta dengan banyak lelaki. Berkat seorang wartawan yang berdedikasi tinggi, Ananda dibimbing, sampai kelak diperistri tokoh pejabat tinggi, Tapi menemui nasib tragis, dibunuh seorang misterius justru dengan keris warisan kakeknya sendiri. 

Walau it film pertamanya dan mendapat lawan main kawakan seperti Rachmat Hidayat, Mieke Wijaya, Galeb Husein dan lain-lainnya, tokh Lenny mampu menampilkan akting cemerlang. Bahkan merebut piala Pendatang Baru Terbaik dalam Festival Film Asia 1971 di Taiwan. 

Dalam perjalanan karirnya kemudian, Lenny mengoleksi piala KAtris Terbaik antara ladin dari PWI untuk Biarlah aku pergi, (1971), Dimana Kau Ibu (1973), Ranjang Pengantin (1975)dan PIala cerita untuk Rio Anakku (1974).

Di wawancarai saat selamatan produksi sinetron kau Selalu Di Hatiku produksi Rapi Film, berikut petikan wawancaranya. 

Jadi sekarang Lenny Marlina kembali ke dunia akting. Tapi rasanya ini bukan sinetron  perdana Anda kan?

Ya, memang saya cukup lama tidak main film, tapi saya sempat main sinetron juga lho. Antaranya lewat serial "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", karya terakhir Wim Umboh, dimana saya menjadi seorang guru wanita yang berdedikasi penuh dalam mendidik murid-muridnya. Terus saya juga main diserial Panggil Aku Prita. 

Apakah memang tak ada yang menawari anda untuk bermain sinetron sebelum ini? Ada juga sih beberapa produser dan utusannya yang menghubungi saya. Antara lain dari Multivision plus, juga pernah menawarkan untuk berperan di Masih ada Waktu, Fadly yang juga dihubungi, memang mengajukan syarat minta saya yang main. 

(Tapi kemudian tokoh suami-istri Burhan-Karsih batal diperani Fadly - Lenny melainkan untuk Ikranegara-Nungki Kusumasuti. Akan hal ini Fadly nimbrung komentar, "Waktu saya baca skenarionya, saya bayangkan bermain jadi Pak Burhan yang melarat, sampai waktu hujan mesti naik ke atap untuk membetulkan genteng rumah yang bocor. Jadi ingat film tempo doeloe, habis sekarang saya kan biasa tampil jadi tokoh kaya dan necis dalam sinetron. Tapi kalau mainnya sama Lenny, saya mau deh! dan ternyata mereka ketemu jodoh lagi di "Kau Selalu Di hatiku"

Anda sering sekali bermain berpasangan dengan Fadly, masih ingat berapa banyak jumlahnya? 

Wah, lupa tuh, tapi rasaya sih diatas sepuluh judul, antara lain yang paling berkesan , Malam Pengantin, Cinta Rahasia, Dr. Firdaus, Gadis Simpanan, Hanya Untukmu dan Janji Sarinah. 

Sinetron ini (Kau Selalu Di Hatiku) rasanya pernah ada filmnya?

Ya, judulnya memang hampir mirip, filmnya Selalu Di hatiku, kebetulan produksi oleh Rapi Film juga dan dimainkan oleh saya. Disana saya jadi istri Hendra Cipta, dan ibunya Santi Sardi. SUtradaranya, Hasmanan, mematikan tokoh yang saya mainkan karena kena penyakit tipes. Ceritanya beda sekali dengan sinetron ini yang disutradarai Ida farida. 

Bisa Cerita sedikit tentang sinetron baru ini?

Saya berperan sebagai istri Fadly, dan ibu dari dua anak yang diperani oleh Fatur dan Kinanti. Adalagi keluarga lain yang diperani pasangan Hengky Tornando dan Nunky Kusumastuti yang punya anak-anak, antara lain diperani Dina Lorenza dan Diaz Erlangga. Nah persaingan diantara kedua keluarga inilah yang menjadi dasar cerita. 

Atas dasar apa Anda menerima atau menolak untuk bermain dalam sebuah sinetron? Apakah terutama karena honornya?

Saya memang lagi rindu untuk berakting kembali. Dunia film sudah mendarah daging buat saya. Jelas saya takkan bisa meninggalkan dunia yang sudah membesarkan saya itu. Sampai-sampai saya rindu pada suasana makan nasi bungkus ramai-ramai saat break suting. Kalau soal honor, karena untuk sinetron di perhitungkan per episode, jadi kalau di kumpulkan ya malah lebih besar daripada main satu film. Contohnya, untuk sinetron ini kan terdiri dari 26 episode. 

Tapi memang tidak sembarangan menerima tawaran main, Sesudah membaca sinopsis dan skenarionya, meskipun suka kalau belum sreg saya belum mau di kontrak. Kalau perlu saya melakukan sembahyang tahajud ditengah malam, menunggu datangnya getaran hati untuk menerima atau menolak. 

(perlu diketahui, Lenny memang religius dan suda dua kali menunaikan ibadah haji). ~MF 301/267/XIV, 27 Des 97 - 9 Jan 98



RIZAL DJIBRAN, DULU SUKA BERKELAHI


 RIZAL DJIBRAN (berita lawas). Rizal Djibran namanya mengingatkan kita pada penyair dan pujangga kondang Libanon, Khalil Gibran. Apa hubungannya? Menurut cowok blasteran Ujungpandang dan Pakistan-Arab ini, ia memang masih punya hubungan dekat. Rizal mengaku masih cucu Khalil Gibran, penulis buku Sang Nabi itu. 

Jadi, tak salah kalau pria berzodiak Virgo yang  lahir di Malang pada 29 Agustus 1976 ini bergelut di dunia seni , khususnya dunia akting dan model. Sebab ia terlahir dari darah seniman. 

Karirnya sendiri diawali sebagai model di kota kelahirannya Malang, awalnya terlibat di panggung catwalk "Saat itu saya dipengaruhi teman-teman untuk mejeng. Ya, saya coba saja dan kebetulan keluarga mendukung, " ungkap Rizal. Dari lomba-lomba itu ia berhasil merebut berbagai gelar. 

Tak puas hanya mejeng di Malang, anak ke 4 dari 5 bersaudara hasil pasangan Ismet Djibran dan Faridah Baladraf ini mengadu kebolehan di Jakarta lewat lombar Coverboy '93 yang digelar sebuah majalah remaja. Hasilnya, adik kandung bintang laga Faris Djibran ini merebut posisi kedua. 

Kemenangan itu membuat Rizal langsung laris sebagai bintang iklan di berbagai produk, diantaranya Motorolla Pager, Mixadin, Wong Coco dan Anker Bir. Selanjutnya kiprah anak muda pengagum Rano Karno, Novia kolopaking, Harrison Ford dan Demi Moore ini muncul di sinetron laga Wiro Sableng, Jin & Jun, Olga Sepatu Roda, Menjelang Gerbang Pernikahan, Bunga Sutera, dan juga di Selendang Sutra Biru sebagai lawan mainnya Lulu Tobing.  ~MF 301/267/XIV, 27 Des 97 - 9 Jan 98



Thursday, July 9, 2026

BELLA ESPERANCE LEE, UNGGULAN FFI SAJA SUDAH SUKUR

 


Ada yang masih ingat aktris satu ini? BELLA ESPERANCE LEE, UNGGULAN FFI SAJA SUDAH SUKUR (berita lawas). Ketika suara salah seorang pembaca pemenang bergema ke seluruh ruangan gedung Sasono Langen Budoyo TMII, dimana berlangsungnya puncak acara FFI 1992 menyebut nama Lydia Kandou sebagai pemenang utama wanita, berhak menggondol Piala Citra dalam film Ramadhan dan Ramona, tanggal 28/11 1992 , salah seorang dari empat rivalnya, Bella Esperance Lee (27) tampak tenang-tenang saja. Wajahnya tak punya ekspresi. Artinya tidak kelihatan sedih, marah, kecewa atau gembira. 

"Benar kan apa yagn saya katakan barusan. Untung saja saya nggak ngomong optimis keluar sebgai pemenang. Kalau sempat itu saya ucapkan, wow.... betapa malunya saya, apalagi bila Anda ekspose di media!" semprot Bella yang duduk disisi kiri Nurul Arifin pada wartawan MF. 

Sejak semula, yaitu sebelum pengumuman FFI 1992 dimulai, Bella memang telah mengemukakan panjang lebar bahwa dia tidak terlalu ngoyo memikirkan Piala Citra. Dia menyadari bahwa sebagai orang baru, masuk sebagai unggulan saja sudah merupakan keberuntungan karirnya yang dimulai sejak 1989 ketika membintangi film Catatan Si Boy III. 

"Wajar kok, saya kalah. Masih ada yang lebih berbobot, lebih matang, yang tentunya lebih pantas menerima Piala Citra. Sedangkan Nurul Arifin dan Paramitha Rusady saja nggak terpilih. Padahal mereka cukup punya keberadaan di bidangnya. Apalagi saya!" Ucap Bella yang malam itu memakai baju warna hitam pekat. 

Kendati demikian, Bella dalam hal ini mengemukakan sangat berterima kasih pada Arifin C Noer yang telah memasangnya sebagai Maryati di film Bibir Mer, hingga ia masuk unggulan. Banyak masukan pelajaran yang diprolehnya dari proses main dan pembuatan film Bibir Mer tersebut. 

"Rasanya memangagak lain main di film Bibir Mer ketimbang film-film sebelumnya. Pak Arifin begitu sangat serius mengarahkan akting saya. Dia nggak segan-segan negor dan memberikan contoh yang sesuai dengan peran saya," ungkap Bella, putri pasangan dari William Lie Hong, dan Marquerite Esperance de Letang yang lahir di Singapura, 6 Agustus 1965 ini. 

"Masih banyak waktu dan kesempatan lain. yang penting saya petik di tahun 1992 ini adalah dengan masuknya saya sebagai unggulan dan film Bibir Mer telah membuka cakrawala karir saya, " lanjut Bella lagi. 

Terlepas pembicaraan karirnya yang cukup hangat itu, sekarang Bella mengaku sibuk mengurusi usaha bisnis barunya, yang terdiri dari bahan-bahan peawatan tubuh, yang katanya khusus didatangkan dari China, Jepang dan Korea. 

"Saya bekerjasama dengan sebuah perusahaan di Jakarta untuk memasarkannya. Yah, cukup laris juga sih. Barang-barang itu banyak peminatnya di Indonesia. Dan hasilnya, lumayanlah untuk tabungan masa tua, he..he... , "ujar cewek dengan tinggi 167 cm yang memulai karirnya sebagai peragawati ini. 

Untuk memasarkan produk luar itu, Bella  kerap keluar daerah dengan mobilnya yang penuh sesak barang-barang kosmetik dan jenis perawatan tubuh lainnya. Bahkan tidak jarang dia menyupir sendiri. Kadang ke Bandung, Semarang, Bali, Padang, Medan dan kota-kota besar lainnya di daerah. 

Nggak takut perampokan?

Siapa sih yang nggak takut. Tapi sampai sekarang saya belum dan hendaknya jangan sampai terjadi deh. Kiat saya hanya hati-hati dan waspada. Artinya punya kepekaan diri. Semua itu memang telah ditanamkan orangtua kepada saya sejak kecil. Makanya saya dalam berusaha nggak pernah ragu-ragu!" papar Bella menutup perbincangan di puncak acara FFI 1992 yang cukup meriah itu. 

NYAI DASIMA, SINETRON UNTUK SAMBUT ULTAH JAKARTA


 NYAI DASIMA, SINETRON UNTUK SAMBUT ULTAH JAKARTA (berita lawas). Nyai Dasima, nama seorang pembantu yang sangat cantik di era awal abad 19. Kisahnya jadi legenda. Bahkan, Ridwan Saidi berani membenarkan bahwa Nyai Dasima memang pernah ada. Itu masalah Nyai Dasima, buku-buku sejarah dan surat-surat kabar terbitan awal abad 19. 

Nyai Dasima berselingkuh dengan majikanny, Edward Williams, hingga melahirkan anak perempuan, Nancy. Muncul seorang pria pribumi, Samiun, menyadarkan Dasima bahwa tinggal seruma dengan laki-laki yang bukan suami resminya tidak baik. Dasima hanya sebagai gundik. Samiun mencoba membangkitkan rasa kebangsaan Dasima untuk menentang Edward Williams. Tapi kemudian  Dasima jadi isteri kedua Samiun. 

Nyai Dasima dibintangi aktor gaek Robby Sugara, Moudy Wilhelmina, Gusti Randa, Dana Christina, Robert Syarief, Cut Keke dan lain-lain. Ali Shahab sutradara merangkap produser sinetron yang bersetting awal abad 19 antara tahun 1813 hingga 1914 ini, mengatakan untuk membangun setting Tjoeroeg dan menghidupkan kembali suasana rumah Edward Williams dan Pierre Bonnet, menghabiskan iasa lebih 400 juta. Dekornya diciptakan berdasarkan data yang di reproduksi kembali. 

Nilai sejarah yang terkandung dalam cerita Nyai Dasima , juga diperkuat dengan adanya berita disalah satu surat kabar terbitan tahun 1914.

Nyai Dasima ditayangkan setiap Sabtu, pukul 1019.30 WIB sebanyak 12 episode, durasi 60 menit. Kata Edward Depari, Nyai Dasima memang dipersiapkan untuk menempati Prime Time. "Itu makanya kami agak sulit menayangkan sinetron ini. Kami menunggu waktu yang tepat. Nah sekarang tepat waktu, karean sinetron Nyai Dasima ini juga kami persiapkan khusus untuk menyambut ulang tahun Jakarta ke 469, ini bentuk partisipasi RCTI, " kata Edward Depari. ~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996


Tuesday, July 7, 2026

SALLY MARCELLINA, KINI GAMPANG GELISAH

 


SALLY MARCELLINA, (berita lawas). Kecanggihan "Sally Marcellina dalam melepas helai demi helai busana diuji kembali. Film terbaruna : Dendam Cinta dan Cinta Terlarang, keduanya diproduksi Virgo Putra Film, membuktikan bahwa artis yang sudah populer sejak medio 80an ini masih punya mahkota sebagau ratu artis "esek-esek". Paling tidak ia masih artis paling panas di tahun 1995 ini. Keadaan ini dapat disimpulkan dari empat judul film yang dibintanginya. 

Bejibun artis muda yang ngantri di belakangnya, yang siap mencuri tongkat estafet "Mahkota Bom seks", belum juga sanggup menggantikannya. Ada Inneke Koesherawati dan Febby Lawrence. Tapi Sally tetap pada posisinya. 

Anatomi tubuh artis berdarah Manado-Minang ini sebenarnya tak hebat benar. Mungkin karena ekspresi wajahnya yang sudah mengundang. Ada kombinasi yang unik. Dibalik wajahnya yang lugu, ada keberanian besar untuk tampil buka-bukaan. 

Di lokasi suting Cinta Terlarang, ia tampil meliuk-liukkan tubuhnya membawaka tari sensual dengan kostum yang minim. Puluhan mata tak berkedip melihat tubuhnya yang bak ular lagi menggeliat. 

Kenapa Sally "kambuh" lagi tampil mendesah-desah dan meliuk-liuk, padahal kemarin ingin jadi aktris berkualitas lewat sinetron?.

"Itulah! Sinetronnya sampai sekarang belum juga ditayangkan. Kesal juga dia rupanya ,"jawab seorang kru, berbisik. 

Banyak tawaran main sinetron ditolaknya, sebelum ia menerima tawaran Edo Pesta Sirait sebagai gadis lugu dalam sinetron "Azab dan Sengsara. Bagi saya,main sinetron tidak main-main kalau castingnya pas Mariamin, misalnya itu bisa diterima, "katanya. 

Tapi kini pengorbanan waktunya menguber duit lewat adegan mendesah-desah, dan tampil berekspresi serius di televisi, belum menampakkan hasilnya. Tak jelas stasiun mana yang bakal menayangkannya. ~MF : 235/201/XI/17-30 Juni 1995