Sunday, February 1, 2026

SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI"

 



SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI" , Nasri Cheppy yang selalu akrab dengan permasalahan anak muda, kembali bicara tentang anak muda dalam film yang disutradarainya "Bercinta Dalam Mimpi karya cerita dan skenario Putu Wijaya, Produksi PT. Bola Dunia Film dengan bintang pendukung antara lain Meriam Bellina, Onky Alexander, Didi Petet dan Pendatang baru Marintan Panjaitan dan lain-lain. 

Suting dimulai akhir 1989 dan selesai sekitar 30 hari suting. Dalam mengerjakan film ini Cheppy dibantu oleh Harry Soesanto sebagai penata fotografi/juru kamera, penyunting gambar SK Syamsuri, Ilustrasi Musik oleh Indra Lesmana, dan Penata Artistik oleh Bakti Saleh. Suting seluruhnya dilaksanakan di Jakarta. 

"Film ini menggambarkan kenyataan indah dari mimpi. Biasanya mimpi lebih indah dari kenyataan kan?" kata Cheppy. Setelah film ini, Cheppy ditunggu untuk memproduksi "Catatan Si Boy IV". 

"Pernah saya disodori untuk menggarap film horor, namun saya tolak. Serahkan saja pada yang ahli mengenai bidang itu. Karena saya kan punya spesialisasi sendiri, " ungkap Cheppy dalam kesempatan lain. 

Salah satu scene film ini menceritakan Didi Petet sedang mimpi. Dalam mimpinya itu terlihat Meriam Bellina diserang oleh sekawanan perampok. Kemudian Didi membantu meriam untuk melawan peram pok tersebut. Belum sempat Didi mengalahkan para peram pok, ia sudah keburu terbangun. Lalu ia memakai baju Batman dan tidur lagi. Mimpinya nyambung. 

Didi Petet sebagai Batman berke lahi dengan para peram pok, hingga kawanan peram pok tersebut dibikin "keok". Setelah bangun Didi Petet langsung berkirim surat pada Meriam Bellina dan  langsung disambut baik oleh Mer yang bersimpati pada dirinya. 

Pada kesempatan berikutnya dilaksanakanlah suting antara Didi Petet dengan Marintan Panjaitan di sebuah taman di jalan Pattimura, Jakarta dan malam harinya adegan Onky Alexander dan Meriam Bellina di Cinere Jakarta Selatan. (cat. Cinere itu masuk depok kan ya?..

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990



Thursday, January 29, 2026

C.H.I.P.S (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)

 


C.H.I.P.S (Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial)/Crash Auxiliary Program for Handling Social Programs. 

Tema/Theme : KOmedy/Comedy

PRoduksi/Production Company : PT. Nugraha Mas Film

Produser/Producer : Haryadi Susanto

Sutradara/Director : Iksan Lahardi

Cerita/Story : Warkop Prambors

Skenario/Scenario Writer : Deddy Armand

Sinefotografi/Photography : Irwan Tahyar

Suntingan/Editor  : Muryadi

Artistik/Art Director : Andi Ahmad

Pemain/Starring : Indro, Dono, Kasino, dll


Dono, Indro dan Kasino keluar dari Kantor Chips seperti biasa Patroli ke Jalan Raya Ibukota. Keadaan yang menjadi persoalan adalah bertugas untuk mengatasi masalah yang rumit dalam kenegatifan sosial. Itulah yang sering terjadi di tengah gejolak kehidupan masyarakan kota besar. Dono, Indro dan Kasino yang berpakaian Dinas Chips itu bersama rekan-rekannya yang lain disponsori oleh seorang Boss yang bernama Oom Juned. 

Oom Juned telah banyak memberikan fasilitas utama dalam segala keperluan yang dibutuhkan organisasi pengaman sosial ini, namun rupanya memang sudah kebiasaan ketiga tokoh tersebut, nasib sial selalu saja menimpa kejadian sehari-hari dalam tugas. Sepeda motor yang dipakai selalu saja berantakan menabrak comberan, tiang, pantat truk tanky dan lain-lain. 

Terkadang sepeda motor itu sendiri yang menabrak mereka hingga babak belur bila motor itu terkadang jalan sendiri. Masalah lain pun merupakan pemikiran juga diantara Dono, Indro dan Kasino. 

Akhirnya mereka memasukkan rekannya wanita cantik Lita dan Wadan Deece, untuk menjadi anggota Chips. Tugas pun dimulai seperti sedia kala. Terjadi saling rebutan terhadap Lita , Decee hanya mengejek dengan sinis, baginya kehidupan wadamlah yang lebih mengasyikan. Karena asyiknya kesemua Chips itu, ponakan Tante, si Tommy yang nakal tak mampu diamankan, gadis yagn kehilangan kucing tak kuasa diselesaikan, akhirnya terpergok dengan Boss mereka oom Joned lagi main pacaran dengan seorang cewek di kebun binatang. Kasino melihat kejadian itu semua tapi dirahasiakan terhadap Indro dan Dono.

Hingga Indro dan Dono jadi heran bila tiap hari Kasiono selalu mendapat uang dari Oom Joned untuk menutup rahasia pribadinya. kata Jangkrik Boss menjadi  "Kunci".

Suatu hari Kasino dengan Decee lagi tugas di jalan Raya, di kibulin Indro dan Dono memberitahukan pada Boss agar Kasino diperintahkan mengatasi orang yang mau melahirkan. Kasino salah berhenti di rambu jalan raya yang terlarang, ia di kejar polisi, di ejek oleh Indro dan Dono, tapi Indro dan Dono menabrak tiang lampu jalan hingga motor berantakan. 

Polisi datang, mereka semua akhirnya lari menaiki truk mini yang sedang dari belakang. Dono, Indro dan kasino rupanya tiada sadar. Truk mini membawa mereka akhirnya ke kantor polisi. 

Organisasi Chips pun dibubarkan Oom Juned. Karena Bubar, Dono, Indro dan Kasino iseng-iseng kerumah Lita yang ulang tahun. Disana Lita bukan berulangtahun, tapi sedang mengadakan pesta perkawinan dengan Oom Juned. Jadilah Dono, Indro dan Kasino jadi bengong tak karuan. Ketiganya nampak stop motion dalam gambar film. ~ sumber buku FFI 83


LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT TERORIS TURUN GUNUNG


 LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT, TERORIS TURUN GUNUNG (Berita Lawas). Sudah populer sebagai bintang sejak masa kanak-kanaknya, Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak" dan kemudian diangkat nama sebagai remaja masa kini dalam serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh teroris yang fanatik pada Fretilin dari Timor Timur. 

Kalau biasanya melihat Ryan cuma dalam film-film bertema remaja yang sebangun dengan Lupus seperti "Si Roy", "Nakalnya Anak Anak", "Anak Anak Gass", dan sejenisnya, kini ia tak lagi tampil klimis melainkan berkumis brewok kasar mirip koboi spagethi. Peranan yang lain dari biasanya ini dipercayakan pada Ryan Hidayat oleh sutradara Dimas Haring yang menggarap film kerjasama antara PT Bola Dunia Film dengan Pemda Tingkat I Timor Timur. 

Lawan mainnya bukan lagi Paramitha Rusady atau Nike Ardilla, melainkan Sonia Dora Carascalao yang puteri Gubernur Propinsi Timor Timur. Pemain-pemain lainnya juga diseleksi diantaranya pemuda Timor Timur seperti Marie Carmo Guintao, dan Domingos Policardo. 

Ryan dinilai cukup berhasil menghidupkan perwatakan remaja Manuel yang larut dalam aksi Fretilin. Ketika pasukan pembebasan tiba di Timor , Manuel mengikuti gerombolannya bersembunyi ke hutan. Mereka melanjutkan menteror rakyat dengan Gerakan Pengacau Keamanan. 

Sebaliknya kekasihnya, Ana Maifira Alfredo, setelah lulus SPG, menjadi guru di Kabupaten Aileu. Lambat Laun upaya pembinaan kesadaran yang di terapkan oleh ABRI membuahkan hasil juga. Diantara ribuan anggota GPK yang turun gunung terselip pula Manuel. 

Kemantapan akting Ryan Hidayat mendapatkan pujian dari kalangan kritisi dan pengamat film. Bahkan banyak yang meramaikan namanya bisa masuk dalam daftar unggulan Terbaik FFI 1991. Nampaknya anak muda berbakat ini semakin matang dan sudah bisa dipercaya untuk bermain dalam perwatakan lebis serius. Masalahnya langka sekali dibuat film dengan tema seunik "Langit Kembal Biru".



Wednesday, January 28, 2026

PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit

 


PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit. PINTAR PINTAR B O D O H , judul yang sama pernah di produksi Parkit Film dengan sutradara Arizal di film Warkop DKI bersma bintang Eva Arnaz, Dana Christina dan Debby Cynthia Dewi. Hasilnya meldak luar biasa di Jakarta meraup 474.918 penonton. Alhasil dianugerai piala Antemas sebagai film Terlaris 1981-1982 dalam FFI 1982. 

Multivision Plus yang merupakan anak perusahaan dari Parkit menggunakan judul tersebut untuk serial komedi setengah jam. Sutradaranya Cuk F Kristianto. Sebelumnya di nilai produser Raam Punjabi cukup berhasil mengarahkan Kadir Doyok dalam serial Kanan Kiri Oke. 

Serial Komedi yang memadukan situasi kocak dengan slapstick ini menampilkan empat pemain utama , Jeremy Thomas yang juga bintang tetap Multivision setelah Hati Seluas Samudera, Bella Vista, Rosanna dan Anakku Terlahir Kembali. Komedian Izur Muchtar dari grup Project P, Diana Pungky dan pelawak Polo Srimulat. Pada setiap episode dihadirkan pula bintang-bintang tamu yang mengajukan persoalan untuk dipecahkan. 

Ceritanya Diana yang kaya mendirikan Biro Jasa PT. Tulalit singkatan dari Tugas Lancar Tanpa Berbelit Belit. Dua sahabatnya Robby dan Bobby diangkat jadi direktur. Satu-satunya anak buah mereka yang menjadi seksi repot adalah Satpam Polo. 

Biro jasa Tulalit menerima order apa saja, maunya sih kepingin jadi kantor detektif swasta ala Amerika. Maka berdatangan klien dengan order yang aneh-aneh. Ada seorang istri yang minta bantuan agar suaminya bun uh diri saja, ada seorang ayah yang kehilangan putrinya, ada lagi seorang gadis yang  minta diambilkan dompetnya di kantor polisi. 

Robby dan Bobby dibantu Polo bersemangat mengerjakan semua tugas. Tapi dasar watak mereka pin-pin-bo, bukannya beruntung malah lebih sering nasib buntung yang menimpa mereka. Contohnya dompet yang diambil Bobby dengan mengaku sang klien sebagai pacarnya, ternyata berisi puluhan butir ekstasi, karuan polisi mencurigainya. 

Berbagai peristiwa kocak menwarnai adegan demi adegan dari serial yang pernah tayang di Indosiar pada setiap Jumat pukul 20.30 pada akhir 1996 dan seterusnya. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Cuk FK

Pemain : Jeremy Thomas, Diana Pungky , Izur Muchtar, Polo

Sunday, January 25, 2026

JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN


JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN

 Setelah memproduksi Namaku Joe yang diangkat dari skenarionya Marwan Alkatiri, film arahan Nasri Cheppy itu dibintangi oleh Didi Petet, Meriam Bellina, Onky Alexander, Paramitha Rusady dan itang Yunasz. Ceritanya Mahasiswa Zoelkifli yang kepingin keren mengganti namanya jadi Joe. Kawan-kawannya memang anak-anak gedongan seperti si Boy, Ketika jatuh cinta pada Pingky (Mer), ia sampai melupakan pacar lamanya yang setia (Mitha), kemudian PT Virgo Putra Film kembali memproduksi dengan judul "Joe Turun Ke Desa" dan hanya dua bintang yang kembali bermain yaitu Didi Petet dan Meriam Bellina. Onky, Mitha dan Itang, ditinggalkan di kota karena memang ceritanya berkisar tentang rombongan mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Skenarionya di tulis oleh dramawan Putu Wijaya serta penanganan Chaerul Umam, embuat karakter baru bagi Joe dan Pingky. Joe bukan lagi mahasiswa yang cuma tahu berfoya foya, melainkan jadi mahasiswa yang sok pintar kendati sering kejeblos sendiri. Begitu pula halnya dengan Pingky, tak lagi cuma tahu ngebut dengan mobil mentereng dan berpacaran melulu. 

Film diawali dengan nongolnya tiga wajah berandalan desa yang dandanannya serba ngepunk, lengkap dengan jaket kulit hitam dan rambut dikanji kaku. Bertiga semotor mereka menyaksikan kedatangan rombongan mahasiswa KKN. 

Joe yang memimpin regunya menyebarkan kawan-kawannya mewawancarai penduduk. Sikap sok pintar mereka sering menjerumuskan, karena sesungguhnya penduduk desa tidaklah sebodoh perkiraan mereka. Bisa diuga juga kalau ada mahasiswa yang berebut menarik perhatian bunga desa, Neneng. Joe menjadi penasihat cinta Budi yang pemalu sedangkan saingannya, Iman di dukung oleh Pingky. Gara-gara diboncengkan sepeda oleh hansip, Pingky nyaris menggegerkan kampung itu. Isteri Hansip mengamuk-ngamuk menyatroinya. Terpaksa Pingky mengaku sudah bertunangan malah akan segera menikah dengan Joe. 

Tiga berandalan yang terus mengacau, nyaris memperkosa Pingky, kalau saja tak muncul Ujang, petani muda yang simpatik. Pada buntut film ketahuan kalau Ujang sebenarnya adalah Sarjana pertanian yang membaktikan dirinya di desa ini. Pingky semakin tertarik kepada pemuda penolongnya itu. Sedangkan persaingan antara Budi dengan iman, berakhir karena diumumkannya pertunangan Neneng dengan Pak Kades. Bagaimanapun juga KKN ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa mahasiswi ibukota ini. 

Film diakhiri dengan tiga berandalan yang sudah insyaf. Mereka menanggalkan segala atribut punk-rock, malih rupa jadi pemuda-pemuda petani. 

"Joe Turun Ke Desa" memang sebuah film komedi. Jelas bukan jenis banyolan slapstick yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Nampaknya bagi Umam, sudah cukup kalau orang tersenyum senyum kecil saja. Pesan-pesan yang tersirat rasanya terlalu gamblang untuk di terka oleh penonton anak-anak sekalipun. Demikian pula dengan permasalahan serta situasi yang mengarah pada hal-hal lucu belum menyodorkan hal yang baru atau diluar dugaan. 

~


Friday, January 23, 2026

SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?


SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?

PT. Rapi Films kini merambah ke tema horor. Agaknya PT Soraya Intercine Films sebagai special horor telah bergeser,  setelah era duet Sisworo Gautama Putra dan Suzanna telah berlalu. Rapi Film memasang gacoan baru, Ayu Yohana sebagai Nyi Roro Kidul. Dapatkah Ayu menggeser kedudukan Suzanna? "Saya mampu" ujar Ayu Yohana. "Karena saya sudah pamitan kepada penguasa Pantai Laut Selatan, " katanya. 

Sakral dan magis selalu saja tema film jenis ini. Bagi masyarakat Jawa , Nyi Roro Kidul merupakan mitos "Dan bila legenda nini dilayar lebarkan kembali, pastilah dapat menyedot penonton", kata co-sutradara Prawoto SR di lokasi suting di Yogyakarta. 

Oran gfilm harus pandai bersiasat, bila filmnya ingin dilirik penonton. Siasat itu, sensual, trick dan moment. Sekarang film tanpa bumbu sex, ibarat makan tanpa garam. Pun dalam film produksi PT. Rapi Films yang ke 78 ini. Sensual tetap menu yang cukup dominan, Karenanya sepanjang suting materi cerita acap berganti ganti. 

Tatkala suting perdana, semua kru 'empot empotan" ada rasa angker. Ayu Yohana nyaris tak bersedia membintangi Nyi Roro Kidul. Sepanjang suting beberapa keanehan muncul. "Kalau saja tidak "permisi" dengan penguasa Pantai Laut Selatan, mendingan saya balik ke Jakarta," katanya. Konon tak sembarang waktu bisa menggarap Nyi Roro Kidul. Sampai soal warnapun harus minta "restu".

Bagi Rapi Films, Film Susuk Nyi Roro Kidul yang ditulis oleh Darsono DA ini merupakan yang ketiga kalinya memproduksi di kota Yogyakarta.  "Ada lokasi tertentu yang tidak dimiliki daerah lain yang dapat memperkaya set film ini," kata sutradara. Separuh dari lokasi suting mengambil set sisa reruntuhan keraton Yogyakarta. Seperti Sumurgemuling, Pulau Cemeti dan bekas keputren serta beberapa tempat lainnya. 

Susuk Nyi Roro Kidul apa pernah ada? Film ini jelas fiktif. Terbilang sosok wanita tua Ni Surti ingin menjadi wanita tercantik dalam abad modern ini. Lalu, melakukan perjanjian dengan Nyi Roro Kidul. Dari sini materi cerita diangkat. 

Dengan darah setiap korban yang di persembahkan kepadanya membikin kesaktian Ni Surti semakin tinggi. Rupanya Ni Srti ingin menjajal kesaktian Nyi . Roro Kidul. Ia telah sesumbar akan menaklukkan  Nyi Roro Kidul. Padahal Ni Surti dapat ilmu dari Nyi Roro Kidul. 

Amarah Nyi Roro Kidul tak bisa dibendung lagi melihat kesombongan Ni Surti. Maka terjadilah perang diantara keduanya. 

Para pendukung film ini diantaranya : Sally Marcellina, Ayu Yohana, Azwar AN, Windy Chindyana, Christine, Rendy Ricky, Johny Anwar, EX Bambang, Esri Komara, Anissa, Andy Jufri, dan Sonny Dewantara serta artis Yogya lainnya. 

Kru diantaranya adalah Azwar AN (Sutradara), Prawoto SR - Co Sutradara, Irawan Subang - Skrip, H. Adi Mukti - Kamerawan, Khasmir Lubis - Ass Kamerawan, Yanis Badar - Editor,Marlan Jass - Penata Artistik, dan Nazwar Nawawi - Manager Produksi. 


~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Monday, January 19, 2026

FILM "PELURU DAN WANITA"

 


FILM "PELURU DAN WANITA" sungguh memiliki konotasi pada film perjuangan atau melesetnya film action. Yang ke dua rasanya lebih pas. Sebab sejak awal hingga akhir "Peluru dan Wanita" menyuguhkan aksi itu. 

Ada mobil di hancurkan, pasar di porakporandakan dengan mobil yang mirip babi buta atau meloncat dari gedung ke gedung lalu jatuh ke sungai dan kejar-kejaran tak kenal lelah. Termasuk tentu saja action di ranjang indah di gubug reyot ditengah sawah. Untuk lebih mensyahkan film action, produser Parkit Film lalu menghembuskan irama promosi dahsyat bahwa film menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah.

 Dan film ini memang dibuat dengan semangat meriah itu. Cerita menjadi nomor sekian. Pemeran bisa di bolak balik. Judul bisa di reka reka. Apa "Peluru dan Wanita" atau "Agen CIA" atau "Ngamuknya Bule Amerika" sebab jika di ulur-ulur logika maka tak akan ketemu apa hubungannya peluru dan wanita dalam film ini. Lebih nggirisi kalau kemudian peredaran di luar neger film ini dengan judul "JAKARTA". 

Sebab Jakarta yang dijual adalah Jakarta yang kacau, kampungan, lethek (lusuh), semrawut, juga masih banyak gerilya-gerilya macam orang vietnam yang melakukan jual beli narkotika di tengah pasar kumuh. 

Film ini mengisahkan tentang Falco, bujangan Amerika mantan agen rahasia CIA yang pernah dan ditugaskan ke Indonesia untuk menyeret penjahat penjual candu asal Amerika yang ngacir ke Indonesia. 

Untuk mengerti cerita film ini sendiri, selain sabar meretrospeksi bisa juga dengan lapang dada mencoba mengerti apa maunya sang sutradara asal Amerika Charles Kauffman dan Eddy Bakker asal Indonesia. 

Dalam adegan pertama di buka dengan tokoh Falco berlari-lari setengah teler di jalaan ramai di New York. Tiba-tiba mata Falco yang di perankan cukup lumayan oleh Christopher North yang mirip aktor Mickey Rourke ini, menangkap wanita berbaju merah yang ia kira adalah Esha, gadis Indonesia kepada siapa Falco pernah jatuh cinta. Tapi Falco kecele karena bukan Esha. Justru ia disangka maling dan dikejar-kejar oleh polisi. Saat berantem inilah tiba-tiba Falco berada di Indonesia. 

Yang menarik adalah perpindahan setting cerita dari Falco yang berada di Amerika dan Falco yang terbaring di Indonesia. Sebuah bayangan wayang kulit berujud gunungan di mimbar putih dengan indah sekali menunjukkan peralihan adegan dan setting cerita ini. 

Tapi selebihnya tanpa rencana kelanjutan tiba-tiba dilayar terpampang telop Tiga tahun lalu. Dan kisah pun di mulai ketika Falco mengejar-ngejar seorang wanita berbaju merah yang disangka Esha, wanita yang dijadikan saksi tentang penjahat bernama Dolf. Saat Falco akan ketemu Esha tiba-tiba muncul lagi telop Tiga Tahun sebelumnya. 

Sistim pengkilasbalikan pada "Peluru dan Wanita" setidaknya telah membuyarkan konsentrasi penonton. Persoalannya sederhana, Ketika kembali pada masa silam, sutradara tidak menunjukkan kelanjutan runtutan adegan yang sebelumnya di tanam dan dibiarkan berlanjut. Yang barangkali bisa menjadi perhatian dalam "Peluru dan Wanita" adalah juru kamera dan Frans Tumbuan. Denga kelebihan mengambil sudut-sudut pengambilan yang tepat  dan berani membuat film berkadar action ini meyakinkan sebagai sebuah action. Termasuk suting di gang-gang sempit yang bolehlah di beri perhatian. 

Kalaupun toh ada perhatian lain yaitu tentang penggunaan wayang kuit sebagai wakil emosi para tokoh-tokohnya serta upaya menyuguhkan sebuah tontonan tanpa peluru . Selebihnya nilai Rp. 2,5 milyar tak menujukkan greget film ini belum termasuk peran Zoraya Perucha sekedar tempelan yang bisa dimainkan siapa saja.~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989


Sunday, January 18, 2026

AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

 


AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

Marlene di usir dari rumah oleh ayahnya yang murka. Pasalnya gadis ini hamil sebelum kawin, bahkan menolak menyebut siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh tahun kemudian, Marlene telah menjadi prostitusi profesional. Tarifnya bisa di bayar kalangan elit (5000 US Dollar sekali kencan). Tak heran ia bisa punya rumah bagus dan mobil mewah. Sedang putri tunggalnya, Monalisa sudah kuliah di Perguruan Tinggi. 

Marlene mendidik Mona dengan keras disiplin. Termasuk melarang berpacaran dengan Royke. Bahkan tak segan mengaku sebagai kakak Mona untuk merayu Royke. Tepat saat Marlene bercumbu dengan Royke di sofa mereka di pergoki Mona. Karuan gadis ini shock berat. 

Mona Minggat bergabung dengan kawannya, Lenti yang baru pisah dengan suami dan si les bian Okky. Dikecewakan suami yang pemabuk dan jadi piaraan tante girang membuat Lenti dan Okky pacaran. Tapi Okky juga mengincar Mona. Ialah yang mengajak Mona memergoki Marlene saat melayani seorang bos. Karuan Mona kian membenci ibunya. Kendati begitu ia tak sudi di jamah Okky. Saat okky memaksa, Mona dan Lenti meukulnya sampai pingsan dan kabur . 

Mona melamar kerja jadi penyanyi klab malam. Diam-diam Marlene merayu cukong Ah Liong agar menerima Mona bekerja. Saat menyanyi, Mona menarik perhatian sutradara Antonius. Diajak main film, Mona bersedia dengan syarat Lenti juga di kasih peran. 

Karier Mona cepat menanjak. Saat di wawancara wartawan di teve ia menyebut ibunya sudah lama meninggal. betapa sakitnya hati Marlene mendengar kedurhakaan anaknya. Namun ia tak menyalahkan Mona karena menyadari siapa dirinya. 

Justru Lenti menempel Produser Louis untuk merebut peran utama. Antonius yang mencintai Mona, protes keras. Mendadak Lenti terbunuh. Mona di curigai polisi. Padahal jiwanyapun terancam. Siapa sebenarnya si pembunuh? Mengapa Marlene nekad bunuh diri demi melihat skandal antara Mona dengan Antonius? sekeras-kerasnya hati Mona apakah ia tega melihat ibunya tengah sekarat?

Drama-tragedi dengan adonan bumbu-bumbu macam macam termasuk seks, ketegangan dan kejutan ini diarahkan oleh Dhany Firdaus yang biasa menggarap film fiksi. Sally Marcellina berusaha bermain total khusus dalam adegan bercinta dan buka-bukaan. Apalagi lawan mainnya Fay Tobing yang bukan rahasia lagi adalah calon suaminya. Fay yang semula dikenal sebagai penata special effect sempat bikin adegan kejutan, dirinya di samber geledek sampai gosong sekujur tubuh. 

Kejutan lain, Ully Artha yang sudah tak remaja lagi bermain cukup berani sebagai Marlene. Di dikung Elizabeth Ivone sebagai Okky, Windy Chindyana sebagai Lennti dan Gugun Benget.

Produksi : PT. Purnama Santosa Film

Produser : Sally Marcellina dan NG TJEN FUK

Sutradara : Dhany Firdaus

Cerita/Skenario : Sally Marcellina, Fay Tobing

Kamerawan : Partogi Simatupang

Editor : Yanis Badar

Pemain : Sally Marcellina, Ully Artha, Fay Tobing, Windy Chindyana, Elizabeth Ivonne, Gugun Benget, Louis Nikijuluw 

~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Friday, January 16, 2026

SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT


SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT. BADRA MANDRAWATA,  si Buta dari Goa Hantu rekaan komikus Ganes TH, merupakan tokoh cergam yang paling sering di filmkan. Diawali episode pertama "Si Buta Daru Goa Hantu", "Duel di Kawah Bromo" sampai ke "Neraka Lembah Tengkorak". Dari yang pertama sampai yang terakhir  tetap di perankan oleh Ratno Timoer yang juga menyutradarai langsung. 

Produksi PT. Sepakat Bahagia Film ini juga di dukung sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi seperti, Piet Burnama, Johan Saimima, Robert Syarief, Eka Gandara, Aspar Paturusi dan Alba Fuad. Ditampilkan pula pendatang baru Vera Fasilia dan Henny Adiaksi. Kamera ditangani Ismaun sedangkan tata musik digarap Harry Rusli. 

Dalam pengembaraannya, Badra tiba di Sulawesi Selatan. Kakinya membawanya ke desa Pandolo yang penduduknya tertimpa petaka wabah kusta. Akibatnya desa itu dikucilkan, penduduknya dilarang keluar, agar tak menular desa sekitar. Datangnya serombongan pembawa obat malah di sabot oleh orang-orang bertopeng. Badra mulai mencium kejahatan yang kepalang tanggung. 

Puang Marempang, Kepala Desa Tantena ikut prihatin, tapi tak berdaya apa-apa. Tabib kepercayaannya, Puang Tombala bersikap Acuh. Sampai datang Tabib Langkara yang berupaya meramu obat mustajab. Ternyata tabib ini adalah mantan perompak ganas yang di juluki Badai Teluk Bone. Puang Marempang kenal benar padanya. Namun ia melarang putrinya, Ranggi menyambut Langkara. 

Banyak peristiwa misterius terjadi. Pembunuhan demi pembu nuhan dilakukan gerombolan bertopeng. Badra, Langkara dan para pendekar muda mengusut sampai ke goa seram. Disarang gerombolan ini mereka menemukan Puang Tombala tertawan. Orang lain bisa tertipu, tapi Barda yang buta dengan indranya mencurigai Tombala. Benarkah Puang Tabib itulah si kepala gerombolan? Bagaimana cara membuktikannya? Lalu ada apa antara Putri Ranggi dengan Langkara?

Film silat ini tak sekedar mengumbar adegan pertarungan seru, namun disisipi juga dengan filsafat hidup Si Buta yang kian tua nampaknya kian bijak dan bertekad membaktikan sisa usia untuk menolong sesama yang tengah menderita. 


Saturday, January 10, 2026

FILM KEMESRAAN, ISTERI IDOLA, SUAMI SERONG


 Kemesraan ini janganlah cepat belalu... memang merupakan top hits yang mencetak rekor luar biasa dalam dunia musik kaset tahun 1989. Tahun 1989 judul lagu ini sudah dibeli oleh Produser Awie Widjaya dari PT. Visindo Merdhika Film untuk di filmkan. Namun Sophan Sophiaan sebagai sutradaranya lebih sreg dengan judul "SUAMI" untuk film yang dibintanginya bersama Widyawati dan Dewi Yull. Maka kemudian Awie menjual haknya pada Punjabi bersaudara yang kebetulan sedang mencari cari judul yang cocok untuk produksi terbarunya yang cerita-skenarionya ditulis oleh Piet Burnama yang juga sutradara. 

Ceritanya melodrama "Kemesraan" adalah tentang seorang suami, Ir. Roy yang terlibat jaringan asmara dengan tiga wanita sekaligus. Padahal istrinya, Lia seorang wanita teladan, cantik, setia, nyaris tanpa cacad. Namun pertemuan kembali dengan mantan calon istrinya, Dra. Ayuni, mulai menggoyahkan iman Roy. 

Dulu Ayuni pernah dhamili Roy yang ternyata tak bertanggungjawab. Sekarang Ayuni melesat sebagai wanita karier yang kekuasaannya bagaikan gurita Konglomerat. Sedikit banyak ia pasti menyimpan dendam  kesumat pada lelaki yang mengkhianatinya. Namun cara pembalasannya sangat aneh. Ayuni melimpahi Roy dengan jabatan tinggi di perusahaan kontraktor raksasa, mobil mewah serta gedung mentereng. 

Sikap misterius Ayuni yang jinak-jinak merpati membuat Roy berusaha memanasi dengan jalan mencari sekretaris pribadinya, si remaja Tania. Namun, Tania juga bukan tipe cewek  yang mudah tergiur oleh uang dan rayuan Roy. 

Betapa hancurnya hati si isteri ideal, Lia, demi mengetahui keserongan suaminya diluar rumah. Akibatnya cukup fatal karena Lia menderita Koma. 

Dua bintang populer yang semula dipipih untuk memerankan tokoh dra. Ayuni dan Ir. Roy adalah Meriam Bellina dan Ray Sahetapi. Namun dalam proses pembuatannya kemudian kedua tokoh tersebut diperankan oleh Mathias Muchus dan Nurul Arifin. Sedang tokoh isteri idola tetap dibawakan oleh Baby Zelvia. 

Tokoh dra. Ayuni boleh dibilang seorang wanita karier jetset masa kini. Sebab peran menantang serta lain dari yang biasanya, dibawakan oleh Nurul. Sayang, nampaknya Nurul masih memerlukan pendalaman agar yang kelihatan cuma keglamourannya belaka. 

Dalam sebuah adegan di pub, Nurul dan Mathias benar-benar menyayikan sendiri lagu "Kemesraan". Semula di rencakanan akan diisi oleh suara Iwan Fals dan Rafika Duri, namun karena berbagai kendala, akhirnya dijajal dinyayikan langsung oleh Nurul dan Mathias. Terbukti suara mereka boleh juga. 

Lagu "Kemesraan" memang merdu mendayu, namun seharusnya tak perlu sampai terlalu banyak (empat kali) di perdengarkan secara utuh. Cukup dua kali saja di awal judul serta di akhir film. 

Yang patut di tonjolkan justru dialog-dialog bernas antara tokoh. Seperti misalnya nasihat om Kasman (Zainal Abidin) yang menyerahkan perusahaannya pada Roy. 

Atau keluhan sendu Ayuni. "Bekas cinta ada, tapi cinta bekas tidak ada!". sedangkan Tania yagn mengaku berusia 19 tahun dan menolak dikeloni Roy. "Aapa yang harus dikatakan pada suami saya dimalam pengantin kalau ia mendapatkan saya sudah tak perawan lagi?".

~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990