Showing posts with label Boneka Dari Indiana. Show all posts
Showing posts with label Boneka Dari Indiana. Show all posts

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Thursday, April 21, 2011

MERIAM BELLINA DAN LIDYA KANDOU DALAM FILM BONEKA DARI INDIANA


JUDUL FILM        : BONEKA DARI INDIANA

SUTRADARA       : NYAK ABBAS AKUB

PRODUKSI           : PT. PARKIT   FILM

CERITA                  : NYAK ABBAS AKUB

SKENARIO           : NYAK ABBAS AKUB

PRODUSER          :  DHAMOO PUNJABI, GOBIND PUNJABI, RAAM PUNJABI

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DIDI PETET, MERIAM BELLINA, LIDYA KANDOU, IDA KUSUMAH, AMI PRIYONO, EENG SAPTA HADI

SINOPSIS :

Egi (Didi Petet) dangan Cece (Lidya Kandou) adalah sepasang suami istri. Egi adalah seorang suami yang selalu menuruti apa kehendak istrinya, termasuk juga memasak sarapan paginya sesuai dengan keinginan Cece. Sementara itu Cece sendiri adalah seorang istri yang pemalas, kerjaannya adalah arisan, makan pagi selalu di sediain Egi. Meski  Cece pemalas,namun segala urusan tetek bengek rumah tangga cece yang mengatur, dengan menyuruh Egi. Egi selalu di bawah pengaruh Cece.  Kehidupan Cece yang berasal dari keluarga kaya membuatnya hanya bersuka ria saja, termasuk juga membeli barang-barang berharga seperti emas yang sebetulnya tidak di perlukan.

Suatu hari, rumah sebelah di kabarkan akan di jual. Untuk itulah Cece menyuruh suaminya, Egi untuk melihat rumah tersebut dan bermaksud untuk membelinya. Maka berangkatlah Egi ke tempat orang yang ditugaskan untuk menjual rumah tersebut. Namun Egi telah keduluan sama Eya (Meriam Bellina) yang sampai terlebih dahulu di rumah orang yang akan menjualnya. Eya pun langsung menawarnya, sementara Egi menyusul untuk melihat rumah tersebut.  Keduanya berdebat tentang siapa yang akan duluan untuk melihat rumah tersebut.  Segera mereka menuju mobil masing-masing dengan membawa seorang pembantu laki-laki yang ditugaskan untuk mengantarkan mereka untuk melihat rumah yang akan dijual.

Perdebatan antara Egi dan Eya pun terjadi tentang mobil siapa yang akan di tumpangi oleh pembantu tersebut. Akhirnya pembantu tersebut lebih memilih untuk ikut di mobil Eya. Namun sial, ban mobil Eya kemps, al hasil akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil Egi. Perdebatan antara Egi dan eya membuat akhirnya keduanya saling kenal.  Hubungan pertemanan pun berlanjut. Hal ini di pergoki oleh pembantu Egi yang melaporkan pada istrinya Cece. Melihat Egi dan Eya, Cece pun cemburu dan langsung melaporkan pada orangtuanya, Tuan Yudho (Ami Priyono) dan Ibunya (Ida Kusumah).

Akhirnya untuk mengintrogasi menantunya, Yudho dan istrinya pergi kerumah Cece untuk melihat gelagat Egi.

Namun, meski awalnya mau marah-marah, namun Yudho akhirnya justru berbalik. Ia justru menyuruh Egi untuk mendekati Eya demi sebuah tanda tangan dari seorang pejabat mengenai proyek yang akan di kerjakan. Eya adalah seorang wanita simpanan pejabat yang harus menandatangani Proyek Yudho agar berhasil, walau Proyek tersebut berdampak pada lingkungan. Meski awalnya Cece cemburu, namun Yudho meyakinkan Cece kalau itu hanya pura-pura, hanya demi sebuah tanda tangan melalui tangan Egi dan Eya. Egi pun menjadi boneka mertuanya demi sebuah tanda tangan.

Akhirnya setelah melalui beberapa tahapan akhirnya Eya berhasil mendapatkan tanda tangan dari pejabat dan menyerahkannya pada Egi. Betapa girang hati Yudho karena Egi telah berhasil mendaatkan surat yang diinginkan dan akan segera menjalankan proyek walau proyek tersebut akan merusak lingkungan. Egi kesal pada mertuanya. Puncaknya Egi merebut kembali surat yang telah ditandatangani dan telah menyerahkannya pada Yudho. Egi merobek-robek isi surat tersebut, sedangkan Yudho menjadi marah besar.

Setelah kemarahan tersebut, Egi akan kabur meninggalkan mereka, namun Cece mencegahnya. Akhirnya Cece berusaha untuk menjadi istri yang baik, Egi pun normal menjalankan kewajibannya sebagai suami Cece.