Showing posts with label Film Jadul. Show all posts
Showing posts with label Film Jadul. Show all posts

Thursday, August 6, 2026

BULAN TERTUSUK ILALANG, RAIH PENGHARGAAN DI BERLIN

 


BULAN TERTUSUK ILALANG, RAIH PENGHARGAAN DI BERLIN (berita lawas).Film Bulan Tertusuk Ilalang karya Ketiga Sutradara Garin Nugroho berhasil menyabet dua penghargaan dari juri Festival Film Berlin bidang Federation International de La Presse Cinematographique (FIBPRESCI). Dua penghargaan sekaligus itu diberikan untuk kritik film Internasional (Internationale Film Critics Award) dan Penghargaan Netpac (The Network for the Promotion of Asian Cinema). 

Pada Festival yang berlangsung selama 12 hari (15 - 26 Februari 1996) itu, Anne De Gasperi (Prancis), Ktua FIPRESCI menilai film Garin "sangat efektif mengendalikan perhatian penonton". Film yang dalam bahasa Inggris berjudul "And The Moon Dance" itu menurut penilaian tim juri, mampu membawa penonton dan pada dua dunia yang berbeda. Yakni kemesraan dan emosi yang diwarnai dengan kehidupan ritual. 

Untuk klasifikasi film kritik, bersama Bulan Tertusuk Ilalang ada film lain yang memperoleh penghargaan serupa. Film tersebut Tai Yang You Er karya sutradara asal Taiwan, Yim HO. Film lainnya Chechun Cher Che Chaf garapan sutradara Prancis, Cedricc Klapisch. 

Tim Juri penghargaan Netpac yang diketuai Ken Okubo dari Jepang menyatakan, Film Garin layak memperoleh penghargaan Netpac karena bertema cerminan identitas diri yang ditantang modernisasi, disamping penuh dengan nilai-nilai perubaha. Pada Festival Des Troix Continent, Festival Tiga Benua yang ke 17 di Nantes, Prancis, penghujung tahun lalu, film yang menghabiskan dana deri Dewan Film Nasional (DFN) kini Badan Pertimbangan Film Nasional (BPFN) - sekitar Rp. 600juta itu, juga memperoleh penghargaan juri. (Juri Award).

Bulan Tertusuk Ilalang maupun Cemeng (2005) atau The Last Primadona (Nano Riantiarno) sejak mula, selain sebagai film tuan rumah dalam penyelenggaraan Festival Film Asia Pasifik (FFAP) ke 40, diharapkan juga sebagai film lokomotof dan mampu mengharumkan nama Indonesia di forum Internasional. Kendati dalam FFAP itu , Bulan.... diunggulkan untuk film, aktor, artistik, kamera dan tata suara terbaik, namun akhirnya gagal. Pun ketika diikutsertakan dalam Festival Film Tokyo, bulan Oktober, "Setiap festival mempunyai karakter yang berbed. Kendati gagal dalam FFAP, saya tidak kecewa, "ungkapnya.

Menurut Sutradara kelahiran Yogyakarta itu, karya-karyanya baik Cinta Dalam Sepotong Roti, Surat untuk Bidadari maupun Bulan Tertusuk Ilalang diharapkan menjadi ~~254/220/XII/9-22 Maret 1996

Wednesday, August 5, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 9

 


CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 9 (FILM LAWAS). Yanti sibuk mengelas body mobil ketika Pak Anom mendekatinya. Jangan salah kira meskipun namanya Anom (muda) namun orangnya sih sudah bangkotan!. 

"Non, eh, Zeus, tolong periksa mobil saya, " pinta pak Anom. 

Yanti menuruti permintaan si tua bangka. Tapi ia tak menemukan kerusakan apapun. Mobil si tua masih baru. Pelat nomornya pun masih profit. 

"Ah , Bapak jangan main-main, ini kan mobil baru, " cetus Yanti. 

"Eh, sebenarnya saya cuma ingin mengajak Zus, nanti malam, untuk, eh terserah Zus sajalah, " ujar Pak Anom tak karuan. 

"untuk apa? Eh, boleh, boleh, nanti jemput saya, traktir saya makan ya?" cetus Yanti yang seperti mendapatkan suatu ilham. 

Di dalam kantor, Pak Broto duduk di depan meja Eva. Mobilnya telah selesai diservice, dan kini ia tengah menyelesaikan pembayaran biayanya. 

"Bisa Oom ambil sekarang, suah rapi, "ujar Eva. 

Marice usil menyelundupkan sesuatu barangnya ke dalam lagi mobil Pak Broto. Pak Broto mengendarai mobilnya pulang. Istterinya menyambut ", Bagaimana pap?".

Pak Broto cuma mengacungkan jempol sebagai jawaban. 

"Ike coba ya, ? " pinta si isteri. 

Namun sebelum menstaternya, naluri kewanitaanya berbisik. Dibukanya laci mobil dan diteimukanla suatu benda yang membuatnya terbeliak. Sebuah BH!.

Pak Broto tengah berbaring di ranjang. beristirahat. Mendadak isterinya menyerbu masuk sambil mengacungkan kutang penemuannya!. 

"Gombal! Janji palsu! Lihat! Ini apa?" jerit Ny. Broto sambil membentangkan kutang bertuliskan dengan lipstick merah " I LOVE YOU TO".

Pak Broto melongo, tak habis mengerti. Sang isteri sudah tak bisa disabarkan lagi, langsung menyerang dengan melemparkan semua bantal guling. 

Kalau Pak Broto sibuk menghindar dari lemparan isterinya, di halaman belakan Rudy terus giat berlatih memukul dan menendang sendir,******Bersambung Ke Bag 10


Tuesday, July 21, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 4

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 4 (film lawas). Jep yang di setir Murni berbelok memasuki halaman kantor Pak Broto. Berhenti tepat didepan pintu masuk. 

Di dalam kantor, Ny. Broto sudah gelisah menunggu. Demi mendengar derum mobil perempuan ini melongkokkan kepalanya di jendela. Wah, lagi-lagi suaminya bersama seorang cewek sexy. Dan mereka nampak begitu intim. Darah Ny. Broto mendidik bagai air bergolak di kuali!. 

Murni membukakan pintu, dengan gaya manja mengandeng lengan Pak Broto. "Besok siang Oom kesana? "tanyanya.

"Ya, tentu, tentu,"janji Pak Broto sambil melangkah masuk kekantornya. 

Ny. Brot yang sempat mendengar pembicaraan mereka bertambah, masam saja wajahnya. 

Karyawan-karyawan kantor terheran-heran melihat pakaian Pak Broto yang acak-acakan dan kusut. Meskipun begitu mereka semua tetap berdiri dan mengucapkan selamat siang. Pak Broto cuma manggut kecil dan terus memasuki ruang kerjanya. 

Langsung Ny. Broto mendamprat. "Wah, wah begitu ya? Ayo jawab, apa kerjamu tadi, hah? Sekarang baru ketahuan, apalagi alasanmu? Gila! Nangkring diatas mobil derek sama cewek lagi! Enggak tahu malu, belum puas, heh! kekantor pakai diantar cewek lagi! Nyebut, Pap, kan sudah tua? Apa nggak malu sama anak bawahanmu?.

Pak Broto tergagap-gagap sama sekali tak diberi kesempatan membela diri. 

"Pantas, pantas, begit ya? Sibuk, eh, buntutnya?" omel isteri. 

"Sabar mam, sabar," cegah sang suami kewalahan. 

Para Karyawan bergerombol di depan pintu, cekikikan mendengarkan adegan sandiwara seru dalam kamar bos mereka!

"Malu, pap, malu, seorang direktur yang terpandang begitu, dimana mukaku mesti ditaruh?" serang Ny. Broto bagai rentetan mitraliur. 

"Begini, mobilku mogok, jadi terpaksa di derek," jelas Pak Broto, "Supaya tidak terlampat ke kantor, mendapat servis dari bengkel itu, diantarakan. kalau mami tidak percaya, nih kuitansinya!".

Ny. Broto merebut kuitansi yang disodorkan suaminya. Bukannya reda malah bagai api disiram minyak! Kenapa? Ya, sebab pada bagian bawah kitansi itu ada cap merah bibir!. 

Oh, apa ini? Sengaja Papi memanasiku, ya? Ini, lihat apa ini?" geram Ny. Broto penu kegusaran. 

Pak Broto jatuh terduduk demi melihat cap bibir berlipstick itu. Tak mampu bilang apa-apa lagi. 

Ny. Broto dengan sewot membuka pintu kantor. Akibatnya semua karyawan yang bergerombol sungsang sumbel saling tindih dilantai!. ******Bersambung ke bagian 5

Monday, July 20, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 3

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 3 (film lawas). Kesibukan dalam "Bengkel Antik" melebihi kesibukan-kesibukan dalam bengkel-bengkel mobil biasa. Dan kelebihannya karena seluruh montir dan karyawan terdiri dari cewek-cewek sexy!.

Begitu mendengar raungan sirine, serentak semuanya berlarian, berkumpul, membentuk barisan, berjajar rapi, menyambut kedatangan sang pimpinan. Mereka adalah Yanti, Murni, Tini, Ivonne, Marice, Iyem, Neneng dan lain-lainnya lagi. Pakaian kerja mereka beragam warna serta modenya. Ada yang memakai werpack, celana pendek jean, jean panjang, Tshirt tipis, dan bermacam lainny ayang bisa membuat mata lelaki terbelalak.!. 

Susie yang tertua diantara semua montir ini, membukakan pintu gerbang untuk masuk derek Eva. 

Murni lantang meneriakkan aba-aba, "Hormaaat grak!".

Yanti dan kawan-kawan serentak menyahut. 

Eva membalas dari atas dereknya. 

Pak Broto terbengong-bengong. Eva mematikan mesik derek, melompat turun dengan gesit. 

Anak buah atau lebih tepat disebut teman-teman, merubung maju. 

Pak Broto kebingungan di kerubuti cewek-cewek sexy. "Sa-saya ha-harus ke kantor," gagapnya. 

"Tenang, Oom, " senyum legit Eva. Murni!, selesaikan!. 

Murni manggut dan menyilakan Pak Broto mengikutinya masuk ke kantor. Sambil berjalan Pak Broto semakin takjub menyaksikan  montir-montir sexy itu berkerja membongkar mesin mobilnya.

Di dalam kantor, seorang cewek sexy lain baru saja menyelesaikan pembicaraan telepon. Murni mendekatinya  dan berbicara dengan suara rendah. 

"Nona, eh, Nona, " ujar Pak Broto masih belum kuasa menghilangkan gagapnya. 

"Murni, panggil saja, Murni, " tukas si cewek sexy. 

"Nona Murni, eh, cepat saya sudah terlambat".

"Sebentar, Tuan tidak akan terlambat, " janji Murni sambil menyelesaikan kuitansi dan catatannya. 

"Mari Oom, kami antar",  ujar Murni setelah menerima pembayaran. 

"Dengan mobil... derek?" tanya pak Broto terkejut. 

Murni tersenyum, "Oh, tentu saja tidak....".

Masih terkagum-kagum Pak Broto membuntuti Murni yang lebih dulu melaporkan pada Eva, baru mengeluarkan sebuah Jeep. Pak Broto disilahkan naik Jeep yang disetir Murni. 

Menit berikutnya jeep yang disetir Murni sudah meluncur meninggalkan Bengkel Antik. 

Diluar pintu gerbang, sudah berderet sejumlah mobil yang ingin diservis. Mereka berebut dahulu mendahului bahkan tak jarang bertengkar minta pelayanan lebih dulu.************* Bersambung bagian 4

Sunday, July 19, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 2

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 2 (Film lawas) RF No. 547. Sebuah mobil derek menyeruak diantara kepadatan arus lalu lintas. Sirenenya meraung raung memekakan telinga. Pengemudinya, Eva, si gadis sexy, bertengger tegap membusungkan dadanya yang menonjol, lincah, trampil mengemudikan kendaraan besar. Sebentar-sebentar melontarkan senyum manisnya hingga lelaki-lelaki yang melihatnya menjadi kesengsem dan dengan  serela hati membukakan jalan untuk si bahenol!. 

Pak Broto kebingungan mengutak-atik mesin mobilnya. Mau di utak  atik atau tidak sebenarnya tak ada bedanya karena Pak Broto memang tak paham mesin mobil. 

Raungan sirene mengejutkan, apalagi ketika mobil derek mendadak berhenti di depannya!. Dan Eva pun melompat turun dari atasnya. 

Pak Broto melongo takjub. 

Oom yang menelpon bengkel Antik?", sapa Eva. 

Pak Broto tergagap manggut-manggut. 

Tanpa banyak bicara lagi, Eva tangkas menyiapkan segala sesuatunya. 

Pak Broto bertambah bengong melihat tahu-tahu mobilnya sudah nyangkut siap di derek. 

"Oom sini!" panggil Eva pada Pak Broto yang termangu. 

Pak Broto tersentak, lalu bagai kerbai di cocok hidungnya  patuh menghampiri. 

Eva sudah nangkring lagi diatas dereknya, "Naik!" cetusnya. 

"Sa-saya?" tanya Pak Broto gugup, "Ta-tapi saya mau ke kantor".

Eva memilirik, "Oom harus ikut, untuk menyelesaikan administrasi. Kalau tidak saya ogah narik mobil ini. Oom pilih mana?".

Pak Broto tak berkutik. Terpaksa menuruti perintah si montir sexy, meskipun biasanya tak pernah diperintah orang. Ia naik dan duduk disebelah Eva, Tanpa menunggu lagi Eva menghidupkan mesinnya dan berputar balik menuju ke Bengkel Antik. 

Mobil derek yang disetir Eva ngebut membelah kepadatan arus lalu lintas. Derumnya yang sangat membuat seorang bocah yang tengah digandeng ibunya menoleh. Merasa geli, dengan polos si bocah menggamit ibunya, "Mamie, lihat! Itu Papie! Idih lucu!"

Si ibu menoleh kearah yang ditunjuk. Seketika matanya melotot bagai hendak mencelat keluar dari rongganya. Memang benar, suaminya, Pak Broto tengah duduk berhimpitan dengan seorang cewek sexy dalam mobil derek!. 

Justru tepat pada saat itu, saking ngeri dibawa ngebut, tangan Pak Broto berpegangan erat-erat ke pundak Eva!. 

"Idiih , papie pelukan! Hiiii!" sorak si bocah. 

Bukan main panasnya hati Ny. Broto menyaksikan adegan suaminya yang disangkanya sedang bermesraan ini!. 

*******bersambung ke bagian 3



Thursday, July 16, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1 (Film Lawas) RF No. 547. Sejumlah cewek seksi dibawah pimpinan bom sex Eva mengelola sebuah bengkel. Maka bos-boss pun berlomba membawa mobil mereka ke bengkel antik ini, meskipun sebenarnya mobil mereka tak rusak apa-apa. Montir-montirnya memang cakep-cakep namun mereka bukanlah cewek sembarangan yang gampang di goda oleh Oom Oom hidung belang!. 

Merupakan Produksi : PT Budiana film, Produser : SUdjana Budiana, Sutradara : BZ Kadaryono, Pemain antara lain : Eva Arnaz, Enny Beatrice, George Rudy, Zainal Abidin, Tien Kadaryono dan lain-lain. 

BAGIAN 1 : Pagi hari... Ibukota mulai bangkit dari tidurnya. Besama terbitnya mentari, kesibukan pun merajalela di jalan-jalan utama. Terutama jalan-jalan utama sudah mulai dipadati arus kendaraan yang terus mengalir keluar dari garasi masing-masing. 

Di sebuah jalan protokol, arus lalu lintas macet! Hingar bingar, caci maki, sumpah serapah terdengar dari orang-orang yang merasa terhambat perjalanannya. 

Ternyata sebuah sedan mogok, Inilah pangkal penyebabnya! Pengendara-pengendara di belakang sedan mogok ini sudah ribut tak sabaran. Apalagi karena sedan mogok itu ditinggalkannya begitu saja di tengah jalan oleh pengendaranya!. 

Salah seorang keluar dari mobilnya, berteriak lantang. "Brengsek! Dorong saja kepinggir, ayoo!. Serunya memancing reaksi. Orang-orang disekitarnya serentak ikut berteriak, "Ya, ya dorong yok doroong!.

Nah! Serempak bagai di komando, mereka mulai bersatu untuk mendorong sedan mewah tapi mogok itu!Setelah disingkirkan kepinggir jalan, arus kendaraan yang dari tadi macet, kembali bergerak!. 

Dimana pengendara sedan mogok itu? Namanya Pak Broto, seorang lelaki parohbaya yang masih tetap menampilkan kegagahan dan kewibawaan. 

TErnyata Pak Broto sedang berada dalam box telepon tidak jauh dari tempat mobilnya tadi ditinggalkan. Ia tengah menelepon "Bengkel Antik" minta pertolongan untuk menarik sedannya yang ngadat. Diluar box, banyak orang berkerumun. Mereka juga ingin memakai telepon dan sudah tak sabaran lagi. 

"Ya, ya, tolong cepat dikit!" pinta Pak Broto, "Cepat!" Jalanan jadi macet!".

Seorang ibu gemuk diluar box mengumpat, "Cepetan, uh pagi-pagi sudah pacaran!".

Pak Broto mendengar umpatan si ibu gemuk. Ia melirik kesal kearah luar, tapi si ibu gemuk salah tafsir, "Huh, tua-tua genit!".

Pak Broto bungkam tak mau meladeni. Terdengar suara merdu dalam telepon, "Jangan kuatir, sabar dikit! Oom tenang saja, tanggung beres!".

"Kraak!" Pak Broto meletakkan gagang telepon ke haknya. Orang-orang yang antri berdesakan saling dorong. Baru saja Pak Broto membuka pintu, si Ibu gemuk terjerembab masuk dan menabraknya!">

*******Bersambung ke bagian 2


Tuesday, July 7, 2026

SALLY MARCELLINA, KINI GAMPANG GELISAH

 


SALLY MARCELLINA, (berita lawas). Kecanggihan "Sally Marcellina dalam melepas helai demi helai busana diuji kembali. Film terbaruna : Dendam Cinta dan Cinta Terlarang, keduanya diproduksi Virgo Putra Film, membuktikan bahwa artis yang sudah populer sejak medio 80an ini masih punya mahkota sebagau ratu artis "esek-esek". Paling tidak ia masih artis paling panas di tahun 1995 ini. Keadaan ini dapat disimpulkan dari empat judul film yang dibintanginya. 

Bejibun artis muda yang ngantri di belakangnya, yang siap mencuri tongkat estafet "Mahkota Bom seks", belum juga sanggup menggantikannya. Ada Inneke Koesherawati dan Febby Lawrence. Tapi Sally tetap pada posisinya. 

Anatomi tubuh artis berdarah Manado-Minang ini sebenarnya tak hebat benar. Mungkin karena ekspresi wajahnya yang sudah mengundang. Ada kombinasi yang unik. Dibalik wajahnya yang lugu, ada keberanian besar untuk tampil buka-bukaan. 

Di lokasi suting Cinta Terlarang, ia tampil meliuk-liukkan tubuhnya membawaka tari sensual dengan kostum yang minim. Puluhan mata tak berkedip melihat tubuhnya yang bak ular lagi menggeliat. 

Kenapa Sally "kambuh" lagi tampil mendesah-desah dan meliuk-liuk, padahal kemarin ingin jadi aktris berkualitas lewat sinetron?.

"Itulah! Sinetronnya sampai sekarang belum juga ditayangkan. Kesal juga dia rupanya ,"jawab seorang kru, berbisik. 

Banyak tawaran main sinetron ditolaknya, sebelum ia menerima tawaran Edo Pesta Sirait sebagai gadis lugu dalam sinetron "Azab dan Sengsara. Bagi saya,main sinetron tidak main-main kalau castingnya pas Mariamin, misalnya itu bisa diterima, "katanya. 

Tapi kini pengorbanan waktunya menguber duit lewat adegan mendesah-desah, dan tampil berekspresi serius di televisi, belum menampakkan hasilnya. Tak jelas stasiun mana yang bakal menayangkannya. ~MF : 235/201/XI/17-30 Juni 1995

BUKAN MAIN, FILM KOMEDI PERSAINGAN DUA PUB


BUKAN MAIN, FILM KOMEDI PERSAINGAN DUA PUB (film lawas). Adalah dua buah pub yang letaknya tepat berseberangan. Yang pertama "White Horse Pun" milik janda kembang Poppy, yang kedua "Black Horse Pub" dipimpin si botak licik Kris. 

Kelicikan-kelicikan Kris membuat pub "White Horse" dilanda kesepian terus menerus. Antaranya, Kris menugaskan anak buahnya menuangkan olie di depan pintu masuk "White Horse". Akibatnya, rombongan tamu jatuh tunggang langgang semua. 

Poppy bertambah kesal karena tiga anak buahnya, Johan, Marcel dan Abdul sama sekali tak bisa diandalkan. Bahkan Johan dan Marcel terus menyibukkan diri dengan main catur daripada bekerja. Satu-satunya tamu yang setia cuma tinggal Pak Harja yang nampaknya memang tak punya pekerjaan lain daripada minum-minum dan ngobrol. 

Abdul yang ditugaskan menyusup ke pun lawan dengan menyamar sebagai sheik dari Kuwait, malah dicekoki minuman keras campur olie oleh Kris, hingga menderita cegukan berat. 

Giliran Poppy sendiri yang menyamar sebagai koboi. Sengaja menuangkan kecoa hidup kedalam gelas minumannya hingga tamu-tamu pub "Black Horse" geger. Otomatis emua tamu merasa jijik dan pindah lagi ke "White Horse".

Di samping kesibukan melayani tamu yang berbondong-bondong, Johan dan Marcel bikin pertaruhan unik. Barangsiapa bisa mendapatkan ciuman Poppy dialah yang menagn. Kecantikan Poppy memang sudah lama membuat Johan gandrung. Sedangkan bagi Marcel sebenarnya sudah ada Olga, cewek genit yang mondok sementara dirumah kontrakannya. 

Poppy yang ceridik tak gampang-gampang termakan bualan Johan. bahkan ialah yang berhasil melucuti baju Johan lalu mengikatnya didalam lift. 

Kris yang penasaran mengundang pawang ular untuk menteror "White Horse" dengan ular-ular. Justru ada juara tinju yang tengah mengamuk-ngamuk mencari pacarnya disini. 

Cerita mencapai punyaknya ketika Poppy berhasil membujuk Abdul untuk membuka rahasia apa sebenarnya yang membuat sikap Johan dan Marcel menjadi aneh. Kini berbalik Poppy menjebak  kedua karyawannya ini lewat sebuah pertemuan di kapal pesiar. Johan dan Marcel bukan saja bisa ditelanjangi, malah punggung mereka pun jadi bulan-bulanan cambuk Poppy. 

Produksi PT Parkit Film dengan trio produser Dhamoo, Gobind dan Raam Punjabi yang tersohor sebagai gudang ide-ide kocak, kembali di sutradarai oleh Yazman Yazid. 

Yazin yang mengawali debut penyutradaraan lewat film anak-anak "Tangan-tangan Mungil", memang belakangan ini di bawah bendera Parkit, hampir selalu menggarap komedi yang rata-rata sukses dalam peredarannya. Lihat saja sejak "Tahu sama Tahu", "Kanan Kiri OK" sampai ke "Lenong Rumpi" yang memecahkan rekor box office film nasional di Jakarta. 

Namun berbeda dengan film-film sebelumnya, kali ini Yazman mantek (memasang) pelawak-pelawak langganan Parkit seperti misalnya Kadir dan Doyok. JUstru para pemain utama terdiri dari bingang-bintang idola. Meriam Bellina sebagai Poppy, Onky Alexander sebagai Johan dan Jeffry Waworuntu sebagai Marcell. 

Tiga pemeran utama tersebut didukung oleh sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi. Nurul Arifin sebagai Olga, Fuad Alkhar sebagai Abdul, Aom Kusman dari grup "De Kabayan" yang juga MC Kuis Siapa Dia di TVRI, berperan sebgai Pak Harja, Robert Syarief sebagai si licik Kris, Pak Tile sebagai Mbah Dukun, serta kejutan dengan ikut bermainnya mantan juara tinju kita, Ellyas Pical, sebagai Elly, petinju pemberang yang paling takut ular. 

Kendati Elly sekarang bukan menjadi juara lagi, namun penampilannya dengan logat Saparua yang khas diharapkan bisa mendatangkan kesegaran dan gelak tawa bagi penonton. ~sumber mf 145/112/Th. VIII, 18 Jan - 31 Jan 1992


Monday, July 6, 2026

"AKAL AKALAN" Komedi mengakali Calon Mertua


 "AKAL AKALAN" Komedi mengakali Calon Mertua (film lawas). Masih ingat pada ulah Kadir Doyok dalam menghadapi calon ayah mertua galak, Pak Harja (Robert Syarief), dalam film komedi yang sukses besar di awal tahun  1991 "Ikut Ikutan"?.

Nah kini kisah dua bujang lapuk itu dilanjutkan dalam film komedi gres "AKAL-AKALAN" yang tetap diproduksi oleh PT. Parkit Films, namun diedarkan oleh PT. Bola Dunia Film. 

"Kami memang telah sepakat untuk bekerjasama. Jadi urusan produksi film oleh kami, "ujar Raam Punjabi, produser Parkit Film sambil menunjuk rekannya, Jiwat, produser Bola Dunia, "Lalu untuk peredarannya ditangani oleh mereka".

Raam harus diakui sangat lihai dalam mengaduk berbagai unsur adegan kocak untuk dirangkai menjadi satu cerita komedi yang utuh. Apalagi memang sudah lama kompak dengan Arizal selaku sang dalang yang mampu mewujudkan ide-ide sang produser. 

Dua pelawak yang slalu dipasangkan, Kadir-Doyok, juga nampak semakin kompak dalam mengumpankan bahan tertawaan. Diperkuat oleh Fuad "Wan Abud" Alkhar. 

Lalu dua primadona diperankan oleh Kiki Fatmala dan Lia Warokka (menggantikan peran Ayu Azhari dalam "ikut Ikutan").

Sang Camer galak juga dilanjutkan perannya oleh Robert Syarief. Diramaikanlagi oleh sebarisan figuran cewek seksi. 

Pada Awalnya Pak Harja, ayah Abud, Rosa dan ira, sama sekali tak menyukai Kadir Doyok yang dianggapnya merayu kedua putrinya hanya karena mengincar hartanya belaka. Namun lambat laun kekolotan pendiriannya ini berubah. Dengan mata kepalanya sendiri, Pak Harja melihat keteguhan dan kesungguhan hati kedua bujangan ini ketika mereka menginap di villanya. 

Ketika membaca adanya Lomba Tari Modern, timbul ide Ira untuk melatih mereka menari bersama. Sementara Abud disibukkan dengan problema mencari calon isteri. Dari sebuah Biro Jodoh ia mendapatkan daftar sejumlah cewek. Sebagai calon saudara ipar, Kadir-Doyok mau tak mau diminta ikut membantu menyeleksi. 

Dimanapun bekerja, karena masih belum berpengalaman, Kadir-Doyok selalu bikin onar. Antaranya dipabrik kue dan disebuah restoran. Belum lagi melayani cewek-cewek calon istri idola untuk Abud lewat testing pacaran lebih dulu. Kacau balau segalanya. 

Apa boleh buat, terpaksa Kadir-Doyok harus main akal-akalan untuk menutupi kegagalan mereka. ~ sumber MF 142/109/TH. VIII, 7 - 20 Des 1991

Saturday, July 4, 2026

SONNY DEWANTARA, "SAYA NGGAK PERNAH JENUH"

 


SONNY DEWANTARA, "SAYA NGGAK PERNAH JENUH" (berita lawas). Masih ingat aktor ini? Nama Sonny Dewantara melejit sejak membintangi film-film berjudul serem, Permainan Binal, Cinta Terlarang, Di Balik Pelukan Laki-laki serta masih banyak lagi judul film dan sinetron.

Setelah nama mulai berkibar, tawaran untuk masuk dapur rekaman pun menguak lebar. Maka beredarlah 4 album yang berirama dangdut bertajuk Hatimu Tak Secantik Wajahmu, Jawaban Bukan Yang Pertama,  Kopi Susu dan Ombak Pun Balik Ke Pantai. "Saya sangat bersyukur kepada Allah Swt yang telah mengabulkan apa yang say aimikan untuk jadi penyanyi rekaman,"ujarnya ketika di temui di lokasi suting sinetron Mutiara Cinta di Polsek Pasar Minggu Jakarta Selatan. 

Ternyata jauh sebelum menekuni dunia film, Sonny juga seorang model dan wajah kerennya pernah di pakai untuk mengiklankan berbagai produk kemeja, tshirt serta celana jeans. 

Sayangnya aktor kelahiran kota kretek, Kediri ini agak tertutup soal pribadinya.  berikut petikan wawancara dengan MF terbitan nomor 258/224/XII/4-17 Mei 1996

Bagaimana ceritanya anda bisa terlibat dengan dunia akting?

Waktu masih di kampung cita-cita saya ingin jadi penyanyi terkenal dan saya sering manggung. Makanya begitu lulus SMA saya langsung merantau ke Jakarta dengan harapan cita-cita saya untuk jadi penyanyi terkenal bisa terwujud. Setelah beberapa bulan menetap di Jakarta, saya ditawari main film oleh mas Sophan Sophiaan untuk main filmny ayang berjudul "Suami". Karena ditawari, saya jadi ingin mencoba. Eeh, nggak tahunya saya merasa cocok, sreg di hati dan keterusan sampai sekarang. 

Sekarang Anda terkenal dengan sebutan aktor film "esek esek", Anda bangga dengan julukan itu?

Film apa? Esek esek, mbok kalau njuluki film sendiri yang enak! jangan jelek banget seperti itu, tapi nggak apa! Sebenarnya kalau orang melihatnya dari sisi luarnya saja, film yang saya mainkan memang terkesan film seks murahan. Tapi kalau dilihat secara utuh seksnya itu sekedar bumbu. Dan film-film asing pun banyak melakukan hal seperti itu, tapi karena di babat oleh badan sensor maka yang muncul ya yang sudah sopan. 

Ketika "love scene" pernahkan anda terpancing?

Karena sering main saya selalu konsentrasi dengan kamera dan skenario, jadi nggak pernah terpancing. 

Sekalipun lawan mainnya cantik dan berbadan moi?

Ya! karena saya berusaha main sebaik mungkin dan selalu berusaha untuk konsentrasi dengan kamera dan skenario . 

Apakah Anda tipe cowok yang gampang jatuh cinta?

Rada sudah mas. Kan beberap akali ketemu saya dilokasi suting pernah nggak sampean melihat saya bawa cewek atau gonta ganti cewek?

Tapi kalau cowok keren nggak pernah jalan bareng sama cewek, justru dicurigai ada kelainan?

Itulah sulitnya kita sebagai artis yang terkenal. Gonta ganti cewek jadi omongan, nggak suka sama cewek juga diomongin. Tapi semuanya saya serahkan kepada mereka untuk menilai saya. 

Kebanyakan cowok populer gampang gonta ganti pacar, bagaimana dengan Anda?

Itu tergantung manusianya, jangankan kita artis yang menjadi public figur, pegawai negeri yang ganteng dan gonta ganti cewek juga nggak sedikit. Karena bukan publik figure jadi nggak jadi sorotan. 

Setelah masuk dapur rekaman dan di film Anda juga sukses, kalau disuruh memilih yang mana diantara dunia nyanyi dan film yang paling disukai?

Dua duanya. Karena keduanya sama-sama mengasyikkan dan saya merasa dunia nyanyi dan film sudah mendarah daging dalam hidup saya, jadi sulit untuk dipisahkan. 

Tahun 1995 lalu, Anda banyak kegiatan suting bahkan hampir tidak pernah istirahat. Pernahkah mengalami kejenuhan? 

Nggak pernah! karena dalam menjalani profesi saya ini dengan enjoy dan sepenuh hati. Jadi nggak pernah mengalami rasa jenuh. 

Saturday, June 20, 2026

"BERGAIRAH DI PUNCAK", MISTERI PEMBUNUHAN DI KEBUN TEH


 "BERGAIRAH DI PUNCAK", MISTERI PEMBUNUHAN DI KEBUN TEH (film lawas). Sepuluh tahun lalu terjadi peristiwa pembunuhan yang nyaris tak diketahui orang, kecuali oleh para pelakunya sendiri. Lokasinya memang disebuah vila terpencil di tengah perkebunan teh di kawasan Puncak. 

Namun kini roh Reny, sang korban muncul dihadapan kekasihnya, Revan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dulu, saat Revan masih mudah belia, sebagai seorang insinyur baru ia diterima bekerja di Perkebunan Teh milik Pak Sungkono. Sayang, Pak Sungkono tak dikaruniai usia panjang. Menjelang meninggal beliau menitipkan perkebunan dan putrinya, Reny pada sahabatnya, Pak Bono. Padahal Pak Bono punya rencana untuk mengangkangi seantero perkebunan. Apalagi ia mempunyai dua anak, Guntur dan Selvy. 

Guntur Yang urakan dan gemar mabuk-mabukan mengincar Reny, kendati mengetahui Reny sudah menjalin percintaan dengan Revan. Sedangkan Selvy mati-matian berusaha merebut cinta Revan. Tapi penolakan cinta Revan membuat Selvy sakit hati. 

Diam-diam Selvy memperalat Mandor Degol untuk melampiaskan dendamnya. Mandor muda yang tergila-gila pada Selvy ini, bersedia melakukan apa saja demi untuk memuaskan si gadis. Berbekal sepucuk pistol, ia menghabisi Reny. Bahkan Guntur yang mendadak muncul, ikut menjadi korban keganasannya. 

Pak Bono merahasiakan kasus pembunuhan ini dengan dalih, Reny minggat bersama Guntur. Revan tak berdaya mencari kemana menghilangnya mereka, hingga akhirnya bisa di rayu Selvy sampai bersedia memperistrinya. 

Nyaris rahasia ini tertutup untuk selamanya, kalau saja roh Reny tak muncul dihadapan Revan di vila yang terbengkalai. Untuk membongkar kejahatan tersebut, Revan berhasil menemukan Pak Amat, saksi hidup satu-satunya. Roh Reny bisa tenang dialam baka, setelah persekongkolan jahat Selvy dan Degol terbuka, dan mereka mendapat ganjaran yang setimpal. 

BERGAIRAH DI PUNCAK merupakan produksi PT. Rapi Film yang diangkat dari cerita skenario tulisan Iwan Ibon Baihaki oleh sutradara muda Steady Rimba. Dua bintang panas Windy Chindyana dan Rieka Herlina memperebutkan Ibra Azhari. Diperkuat oleh Monang Simbara (Abang dari Cok Simbara), Aldo dan sutradaranya sendiri Steady Rimba. Bergairah di Puncak tayang di Jakarta mulai 1 Agustus 1997.

MENGENAL HERMAN PERMANA, SALAH SATU STUNTMAN, TUNGKAI PAHANYA COPOT, KALAU MAU MATI YA MATILAH

 


MENGENAL HERMAN PERMANA, SALAH SATU STUNTMAN, TUNGKAI PAHANYA COPOT, KALAU MAU MATI YA MATILAH (berita lawas). Nonton film "Depan Bisa Belakang Bisa"? Di film ini ada adegan Dono Warkop jatuh dan tergantung di kabel tilpun dari atas gedung bertingkat. Nah bayangkan adegan yang cukup berbahaya untuk melompat dan jatuh dari hotel Kartika Candra itu, sebenarnya bukan Dono sendiri. 

Peran itu diganti oleh Herman Permana, Stunt man-nya. Sebagai stunt man alias peran pengganti, Herman siap melakukan adegan berbahaya apa saja. Tak hanya jatuh dari hotel bertingkat saja yang pernah dilakukannya. 

Dari mulai tabrakan, membalikan, menerbangkan mobil atau motor, sampai ditabrak kendaraan dengan laju tinggi pernah dilakukannnya. Memang, pria yang lahir di Jakarta, 6 Maret 1954 ini, selain seorang peran pengganti dan pemain film ia juga jago balap. Prestasi yang pernah diraihnya, sebagai juara Mobil (1978), Lomba Motocross (1977) dan Balap Motor (1980) untuk tingkat Nasional di Jakarta. 

Tahun 1972, merupakan langkah pertama karir Herman di dunia film. Bermula sebagai figuran. Setelah melamar kesana kemari barulah ia bisa main dalam film "Cintaku Jauh Di Pulau", Sudah banyak film yang ikut dibintangi baik sebagai figuran, peran pembantu ataupun sebagai peran pengganti. Herman sendiri sudah lupa untuk menyebut filmmografinya. 

Ia hanya bisa menyebutkan film yang masih ingat seperti "Montir-montir cantik", Damar Wulan, Ken Arok, Jaka Geledek, Meriam Si Jagur, Terjebak Penari Erotis, Tergoda bibir kenikmatan dan  tahun 1988 Pembalasan Ratu Laus selatan. Pertama kali jadi peran pengganti dalam film "Rosita" dimana ia harus menerbangkan motor melompati mobil, ditahun 1978.

"Dunia film memang keinginan saya sejak dulu. Jadi stunt man ini, cuma sekedar pelepasan dari hobi balap motor. Belajarnya sendiri lewat buku-buku dan juga sama Eddy Hansudi (stuntman kawakan Indonesia). Tapi sekarang saya sendiri. Perlengkapan untuk ini, saya minta kirim pada adik saya yang belajar di Amerika", papar anak ke 5 dari 10 bersaudara ini. 

Jadi stuntman bukan hanya keberanian saja yang jadi andalan. Perhitungan untuk melakukan, melihat kondisi kendaraan, bila menggunakan kendaraan disamping perlengkapan penyelamat. Perhitungan kecepatanpun mutlak. Karena tak mungkin misal menjalankan kendaraan di bawah 50 km perjam untuk melompati kendaraan. Lebih tinggi kecepatan lebih tinggi terbangnya. Juga untuk membalikan kendaraan, dan meluncurkan kendaraan dengan keadaan terbalik. Paling tidak adegan yang dilakukan hanya sekali itu, harus benar-benar bisa memuaskan sutradara atau produser. 

Jadi benar-benar harus berani untuk melakukannya. Lebih nekad lebih hebat, produser pun tak kecewa kan? Sebelum sutradara bilang 'cut' apapun yang terjadi tetap harus ditahan," kata Herman yang menebus keberaniannya ini dengan beberapa cidera di tubuhnya. Akibat keberaniannya ini juga, tak jarang herman Patah tulang. Tulang rusuknya pernah patah dan menusuk jantung. Sementara pada film terakhirnya, dimana ia harus tabrak kendaraan yang meluncur 70 km perjam, tungkal pahanya copot dari persendiannya. Tetapi walaupun demikian Herman akan terus main film. 

"Keluarga saya biasa saja. Mungkin mereka tahu saya suka balap motor. Jadi resiko tuh, dimana saja bisa menimpa manusia. Biar kata itu kepleset kulit pisang , jika takdir harus mati ya , mati!. Ya, mungkin hanya istri saya saja sekarang yang sedikit nggak setuju karir saya di stunt man ini, " kata Herman yang telah beristri dan mengaku asuransi tubuhnya diurus produser ini. 

"Saya akan tetap berkarir di film, walau terus terang saja film tidak menjamin kehidupan keluarganya. Disamping film saya memang bisnis lain, menyewakan sound system dan alat-alat musik juga dirumah, " kata Herman yang juga seorang drummer di group musik Mekanik Band ini. 

"Sebenarnya saya cenderung berhenti untuk jadi stunt man. Masalahnya saya kepingin memberikan kesempatan pada para peran pengganti baru. Mungkin mereka juga punya keberanian yang lebih dari saya. Tapi film tetap dunia saya, " kata Herman yang lulusan AKademi Ilmu Pelayaran tapi tak mau kerja di kapal ini. ~sumber MF 057/25 tahun V, 3 - 16 Sept 1988


Friday, June 12, 2026

KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU


 KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU (wawancara lawas dengan Ken Ken). Ada dua kejadian baru yang tidak akan pernah dilupakan Ken Sukendro alias Wiro Sableng di daerah Slogohimo Wonogiri. Pertama, musibah tabrakan antar kru dengan bis umum yang hampir mengakibatkan terjadinya baku hantam. Sopir dan kondektur bersembunyi diantara penumpangnya. Pemuda yang akrab di panggil Ken Ken ini, datang lima menit kemudian setelah peristiwa berlangsung. Bersama teman-temannya si Wiro masuk ke bis umum jurusan Ponorogo - Wonogiri itu, mencari sopir dan kondektur yang ngumpet diantara penumpang. 

Kedua, disitulah Ken Ken merasakan dirinya benar-benar telah menjadi seorang bintang setelah sekian tahun menerjuni dunia film dan sinetron, nyaris tanpa penggemar. Namun ketika serial Wiro Sableng sukses lewat tayangan RCTI, ribuan remaja Wonogiri menyerbu Ken Ken. Disitu dia menyaksikan penggemar Wiro ada yang sampai pingsan dan histeris. "Saya terharu sekali sampai menitikkan airmata. Akhirnya saya melepaskan baju dan melemparkan ke tengah-tengah massa, " kata Ken Ken yang lahir di Jakarta, 21 Maret 1968 ini. 

Satu tahun lebih Ken Ken suting Wiro Sableng. Mata sebelah kanannya hampir buta tertusuk ranting pohon. Jua gigi bagian kiri, patah karena jatuh dari tali sling. "Terpaksa gigi saya diganti dengan gigi palsu. Habis nggak tumbuh-tumbuh. haha.." ujar Ken Ken yang mengidolakan bintang laga Jan Claude Van Damme dan Sharon Stone ini. Kendati demikian, Ken Ken Tidak pernah mengeluh, karena di sinetron inilah katanya dia menemukan jatidiri yang sejati. "Tak ada perjalanan yang tidak menanggung resiko", lanjut Ken Ken. 

Pemuda ganteng berkulit sawo matang yagn berpostur tinggi 175 cm dengan berat 77kg, memulai karirnya dari bawah sekali. Jadi figuran film-film eksyen. Tapi Ken Ken tidak pernah putus asa. Dia tegar seperti batu karang. Honornya mulai sepuluh ribu sampai dua puluh lima ribu perak. "Nggak jadi masalah, uang itu saya terima dengan senang hati. Tujuan utama saya main film bukan untuk cari uang sebesar-besarnya, melainkan untuk bisa terlibat suting. Honor gede akan datang dengan sendirinya setelah kita menunjukkan kemampuan. Itu prinsip saya, " kata penggemar film-film laga ini. 

Ken Ken sempat kebingungan ketika Herry Topan memberikan waktu hanya satu bulan untuk mempelajari karakter Wiro Sableng seutuhnya, termasuk fisik. Hari-harinya dihabiskan untuk membaca novel Wiro Sableng, menghubungi Bastian Tito, sutradara SA Karim dan Ackyl Anwari sampai Irhamdi, penulis skenario. Dia juga harus menurunkan berat badan sebanyak 10 kg agar lebih ramping. "Tapi saya hanya mampu menurunkan berat badan 8 kilogram saja. Pada awal suting, saya belum bisa sepenuhnya memasukkan roh si Wiro. Saya banyak melakukan kesalahan, " aku ken Ken yang kakak kandung Ayuni Sukarman ini. 

Untuk mengenal lebih jauh pribadi ken Ken Berikut petikan hasil wawancara wartawan Majalah Film di lokasi Suting Wiro Sableng di Sukabumi Jawa Barat . 

Dengan Sukses sinetron Wiro Sableng, apakah Anda juga sudah merasa berhasil?

"Belum!. Saya masih dalam tahap senang, karena sinetron yang saya bintangi disukai dan diterima masyarakat. untuk kedepan, saya merasa belum ada apa-apanya"

Lantas bagaimana anda menggambarkan keberhasilan itu? 

"Harus sukses lahir batin. Secara lahiriah, mencukupi kebutuhan materi, karir lancar, punya istri, anak dan disukai orang banyak. Batiniah, perasaan tenteram, nggak punya musuh dan selalu bisa mendekatkan diri pada Tuhan".

Sekarang Anda identik dengan Wiro di mata masyarakat. Apakah Anda ingin mempertahankan imej itu?

"Ya, hingga serial Wiro Sableng selesai. Nggak mungkin dong saya mempertahankan tokoh Wiro dengan cara tidak main disinetron lain, sementara WIro Sableng itu sendiri sudah rampung penayangannya nanti. Sekarang juga saya masih bisa dan di bebaskan untuk main di tempat lain, asal tidak mengganggu scene saya di Wiro. Untuk itu saya minta peran yang kecil-kecil saja, agar tidak mengganggu jadwal dan masyarakat tetap mengenal saya sebagai Wiro".

Selain populer, keuntungan apalagi yang anda peroleh dalam sinetron Wiro Sableng?

"Saya memperoleh perhatian dari Pak Herry Topan hingga membuat saya merasa senang dan betah, walau harus lama tinggal di desa-desa terpencil, bahkan di hutan. Yang lebih menyenangkan, saya dapat bonus mobil jeep ha..ha..".

Karakter Anda sendiri dalam keseharian, gimana sih? 

"Nyantai tapi terus bekerja".

Pandangan Anda sendiri tentang tokoh Wiro?

"Saya suka karena tokoh Wiro adalah seorang pemuda yang enerjik, humoris, pantang menyerah dan selalu berada di jalan Tuhan".

Sifat apa yang kurang anda sukai dari tokoh Wiro?

"Wiro kurang introspeksi diri dan pelupa".

Sebaliknya, sifat apa yang Anda sukai dari Wiro?

"Wiro, suka menggoda wanita".

Berarti Anda juga suka menggoda...?

"Nggak, ha..ha...ha...

Sejak Kapan Anda mengenal tokoh Wiro Sableng?

"Sekitar tahun 1987 lewat karya Bastian Tito. Novel novelnya selalu saya baca, dan nggak nyangka kalau tokoh Wiro itu bakalan saya perankan di sinetron".

Ada kesulitan dalam merefleksikan tokoh Wiro?

"Saya menemukan sosok Wiro yang sesungguhnya justru pada pertengahan cerita. Tahap awal saya mengalami kesulitan yang luar biasa. Saya diberi kesempatan untuk mengenal tokoh Wiro hanya dalam satu bulan. Saya juga harus mengecilkan badan dengan cara menurunkan berat hampir sepuluh kilogram. Dalam satu bulan itu juga saya harus banyak bertanya dan tukar pikiran dengan pak Bastian, Irhamdi, Pak SA Karim dan Pak Ackyl ANwari".

Ada yang mengatakan bahwa Anda termasuk tipe cowok play boy. Benarkah?

"ha..ha... saya demen banget kalau dibilang kayak gitu. Berarti saya disukai wanita. Tapi sebetulnya saya nggak play boy".

Sudah berapa kali anda berpacaran serius?

"Baru dua kali ha.. ha..."

Yang tidak serius?

"Ha...ha... lupa tuh. tapi nggak banyak kok, karena saya juga nggak terlalu sembrono dengan masalah wanita. Saya sadar diri bahwa saya dari kasta yang tidak kaya. Untuk mempermainkan wanita, saya harus banyak mengeluakan uang dan harta. Hal itu nggak mungkin bisa saya lakukan".

Apakah Anda suka terlibat Cinta Lokasi?

"Nggak tuh. Sampai sekarang saya belum pernah terlibat cinta lokasi".

Sebelum jadi Wiro, Anda sudah banyak terlibat main film layar lebar dan sinetron. Tapi Anda hanya sebagai  pemain tambahan, bahkan hanya figuran. Saat-saat seperti itu, pernahkah Anda merasa putus asa atau pesimis di dunia akting?

"Saya terjun ke dunia film dengan satu tekad, jadi pemain tanpa beban apapun. Makanya, walau dapat hoor kecil, antara lima belas ribu hingga dua puluh lima ribu perak, saya menerimanya dengan senang hati. Akhirnya saya menemukan jalan di perusahaan Bola Dunia FIlm untuk berlatih sinematografi pada pak Yoseph Ginting, dosen IKJ. Saya bersama Anto Wijaya, berdua diajari oleh Pak Yoseph mengenai drama. Dari situ saya mulai dapat peran yang lumayan, seperti menggantikan Advent Bangun sebagai Rawedeng di Mahkota Majapahit dan menggantikan peran-peran bintang yang sudah terkenal lainnya".

Jika Anda menemui suatu titik jenuh, biasanya apa konpensasi atau pelariannya? 

"Mancing atau jalan-jalan aja!"

Anda pernah belajar ilmu bela diri?

"Saya sekarang belajar silat di Setia Hati Teratai sebelumnya pernah ikut latihan Tae KwonDo dan Karate, tapi hanya setengah jalan".

Apakah itu dominan membantu Anda?

"Ha... ha... sama sekali tidak karena jurus-jurus yang saya lakonkan di Wiro jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di ilmu beladiri. Instruktur fightingnya, mas Yitno selalu mencari jurus-jurus aneh yang berbeda dengan gerakan ilmu bela diri yang ada".

Anda pernah berkelahi di luaran? 

"Pernah, ketika pulang suting film Walet Merah. Saat itu pukul tiga dini hari, saya dicegat tiga orang laki-laki di lampu merah Senen. Saya bertiga, satu diantaranya wanita, yaitu Anika Hakim (penyandang DAN I Karate Konjugai) bertiga kami melawan mereka yang akhirnya mereka kalah dan lari".

Motivasi apa Anda belajar ilmu bela diri?

"Dulu, saya pengen jadi atlet Karate, ingin ikut di kejuaraan. Tapi ditengah jalan gagal".

Pernahkah Anda bertemu dengan penggemar fanatik Wiro?

"Sering, terutama di kawasan Jawa Tengah. Pernah terjadi di sebuah daerah Wonogiri, ribuan orang menunggu saya di lokasi suting. Gitu saya turun dari mobil, mereka langsung menyerbu, menarik dan memeluk serta menciumi saya, terutama gadis-gadisnya. Saya sempat panik dan kemudian jadi sangat terharu. Saya lantas buka baju dan melemparkannya ke tengah-tengah massa. Itu sangat saya maklumi, karena daerah Wonogiri termasuk daerah yang jauh dari sentuhan artis-artis".

Jika anda diminta sesuatu dari penggemar, kira-kira apa yang akan anda berikan?

"Kalau dalam kadaan terdesak seperti pengalaman saya tadi, saya akan buka baju dan melemparkannya. Tapi kalau ketemunya secara perorangan dan baik-baik, saya akan beri foto-foto, foto bersama dan tanda tangan. Saya kira itu juga yagn sangatmereka harapkan ketimbang benda-benda lainnya".

Bagaimana Tanggapan masyarakat Wonogiri atau sekitar lokasi suting Wiro Sableng mengenai musibah tabrakan mobil kru dengan bis umum yang juga melibatkan Anda?

"Sebenarnya tidak ada apa-apa, karena mereka juga tahu kalau yang salah itu bukan pihak kami, melainkan pihak pengemudi bis umum itu. Bahkan salah seorang kru terpaksa dirawat dirumah sakit. Jadi nggak ada masalah dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka menyesalkan kenapa kami pindah lokasi ke daerah Sukabumi. 

Ya kenapa harus pindah?

"Masalah itu, tanya saja langsung sama sutradaranya. Tapi menurut pendapat saya, untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan bisa saja terjadi, seperti balas dendam dari teman-teman sopir bis umum di Wonogiri, karena saya dengar yang bersangkutan termasuk anggota persatuan sopier di Jawa Tengah yang bisa saja dia merangsang rasa solider teman-temannya untuk mengadakan pengrusakan atau tindakan lainnya. Walau persoalan sudah ditangani Polres, tapi apa salahnya jika kita bersikap lebih hati-hati. 

Ketika Anda masuk bis umum untuk membantu mencari sopir dan kenek yang mengumpat diantara penumpang, apa reaksi penumpang?

"Semuanya diam, tidak ada yang bersuara. Saya nggak mau berbuat kasar, karena saya tahu posisi saya sebagai milik masyarakat. Akhirnya saya turun dan mengadukannya ke pihak berwajib".

Sifat Apa yang kurang Anda sukai dari orang lain?

"Iri dan malas, Kalau ketemu orang seperti itu, biasanya saya diam, ngga mau ngomong".

Sebaliknya, sifat yang paling Anda sukai dari orang lain?

"Rajin dan disiplin. Itu saya pelajari dari pak Ackyl sutradara Wiro Sableng".

Dulu Anda bercita-cita sebagai apa sih?

"Jadi penerbang".

Sekarang nggak menyesal jadi pemain film karena gagal jadi penerbang?

"Nggak dong. Bahkan kayaknya lebih enak jadi bintang film. Penerbang itu kan cita-cita kecil saya".

~demikian di kutip dari MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Saturday, May 16, 2026

FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO

 


FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO,(berita lawas). Secara diam-diam nyaris tanpa publikasi secuilpun usai menggarap Tragedi Bintaro, maka sutradara Buce Malawau masih tetap dengan kamerawan William Samara, juga telah menyelesaikan karya terbaru mereka berjudul"Ketika Dia Pergi", produksi PT. Kanta Indah Film. 

"Para pemain memang bukan bintang-bintang komersial, tapi sengaja kami pilih yang benar-benar pas membawakan perannya, " ujar Buce yagn selalu berpenampilan lugu dan kurang pandai bicara ini. 

Itulah sebabnya persiapan film ini memakan waktu cukup lama, sampai akhirnya Buce berkenan memasang artis yang lebih kondang sebagai penari , Nungky Kusumastuti  sebagai pemeran utama, Nungky berpasangan dengan aktor yang juga lebih dikenal sebagai pemain sinetron televisi, Asrul Zulmi. 

Pendukung-pendukung lainnya adalah R. Mochtar, Afrizal Anoda, Ras Barkah, Bung Saling, Dhalia, Arie Sanjaya dan pemain anak-anak Chika Fransisca. Terus terang semua nama diatas bukanlah nama-nama bintang gemerlapan yang istilah dagangnya bisa dijual. 

Sudah begitu, suting berlokasi bukan di Jakarta, sebagimana sebagian besar film drama Indonesia dibuat, melainnkan di puncak Bromo. "Tepatnya di desa Ngadisari, ya kira-kira sejauh 46 kilometer dari Probolinggo. Perjalangan naik mobil kesana bisa memakan waktu dua jam, " ungkap Buce yagn membawa seluruh pemain dan pekerja filmnya selama dua bulan kesana. 

"Hitung-hitung kami seluruhnya berjumlah 50 orang untuk tempat tinggal disana, tentu saja belum ada villa apalagi hotel seperti misalnya di Puncak, jadi terpaksa kami menyewa 11 rumah penduduk . sewanya murah saja kok, cuma Rp. 200 per rumah per bulan cerita Buce lebih lanjut.

Penata artistik Achmad Abidin mulai bekerja mewujudkan gambaran desa sesuai skenario. Dalam ceritanya, Asrul dan Nungky bermain sebagai suami istri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter, dan mendapatkan tugas kerja disebuah dusun terpencil dipuncak gunung. Konflik antara mereka dengan seorang tokoh dukun tua yang dperankan pemain watak kawakan Raden Mochtar, semakin berkembang manakala dusun tersebut diserang wabah penyakit. 

Inti cerita terasa mirip karya penyutradaraan Ami Priyono, "Dr Siti Pertiwi Turun Ke Desa" yang dibintangi oleh Christine Hakim dulu, atau bagaimana kalau dibandingkan dengan drama serial Dewi Yull "Sartika". 

"Tidak, cerita ini lain, lihat saja nanti ," tukas Buce yang sekarang menyerahkan kerja penyuntingan filmnya ke tangan editor Janis Badar. 

"Yang jelas banyak adegan panorama di puncak Bromo yang sangat menakjubkan!" promosi kamerawan William Samara yang telah bekerja keras menantikan terbitnya sang surya sejak pagi buta dalam udara yang membekukan. sumber : MF 122/90 tahun VII, 2 - 15 Maret 1991


Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Tuesday, April 21, 2026

SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL


 SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL, Seorang Wanita cantik tewas terbunuh di sebuah kamar hotel. Kapten Frans turun tangan untuk mengusut. Diketahui, korban bernama Janne, dan berprofesi sebagai desainer batik. Sala seorang yang dicurigai adalah penyair Tommy Antonius, karena sebuah judul puisi karya Tommy ditulis dengan tetesan darah Janne diatas sprei ranjang tempat mayat ditemukan. 

Manager perusahaan batik tempat Janne bekerja, Shilla sempat stress karena peristiwa ini. Namun sopir pribadinya, Renaldo, bisa memberi hiburan luar dalam. Sementara Presdir Edy Fong diteror dengan surat kaleng yang mengancam akan membongkar skandal antara Eddy dengan Janne. 

Sebelum ditemukan tewas memang Eddy pernah memanggil Janne yang dipromosikan menjadi Wakil Presdir dengan kedudukan di Surabaya. Sepeninggal Janne, kini Shilla mengincar kedudukan tersebut, bahkan tak segan merayu Eddy dengan kemolekan tubuhnya. 

Kapten Fran mendapat laporan dari tim kedokteran yagn mengotopsi mayat Janne itemukan sperma lelaki di tubuh korban. Maka Tommy dan Eddy Fong di interogasi. Eddy bersedia memberikan spermanya untuk di cocokkan, sebaliknya Tommy gusar karena merasa difitnah. 

Larasati yang menangani bagian pemasaran batik, menemukan hal-hal mencurigakan yagn dilakukan oleh Shilla. Larasati melaporkan hal ini pada Frans, yang segera memeriksa data-data Shilla. Demi mengetahui polisi mencurigai dirinya karena laporan Larasati, Shilla menugasi Renaldo untuk menterornya. Beruntung Larasati lolos dari usaha pembunuhan seorang bertopeng yang menyatroni rumahnya. 

Polisi menggeledah rumah Renaldo dan menemukan bukti-bukti kuat. Tapi siapakah sesungguhnya yang mendalangi pembunuhan Janne, betulkah Shilla karena persaingan memperebutkan jabatan, atau kah Renaldo karena ada unsur unsur lain?

SEX & KRIMINAL disutradarai oleh Walmer E Sihotan dengan pemain-pemain pendatang baru seperti Eric Scada, dengan tiga cewek seksi Lisa Sunarko, Rina Martini, Liza Chaniago. Nampaknya Andalas Kencana Film mulai beranjak dari drama-drama erotis ke tema thriller suspense meskipun tak lepas dari bumbu-bumbu adegan erotis yang justru menjadi penglaris film. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Walmer Sihotang

Kameraman : Max J Pakasi

Penata Musik : Areng Widodo

Editor : Benny MS

Pemain : Eric Scada, Lisa Sunarko, Liza Chania, RinaMartini, Abe Fauxi dll


Saturday, April 11, 2026

CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA

 


CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA, Emil G Hampp sutradara yang blasteran Jerman-Menado dan alumni IKJ ini merupakan sutradara film bioskop terlaris diera pertengahan 90an. Dalam tempo relatif singkat setahun, bisa menggarap 7 film dan serial teve Cinta Kami Cinta. Kerjanya cepat, tangkas dan hemat bahan baku, melampaui rekor sutradara kawakan Arizal, karena rata-rata merampungkan suting dalam waktu cuma dua minggu.  

Kreasi  terbarunya, semula berjudul Cinta dan Nafsu di Jakarta, namun karena ada pihak yang keberatan, maka dua kata terakhir dihapus. Bintang seksi Febby R Lawrence yang baru  tampil dalam Roda Roda Asmara di Sirkuit Sentul, dpertemukan dengan Ibra Azhari, adik kandung Ayu Azhari. Didukung tiga pemain lainya, Christ Michael, Diaz Astuti dan Luciana Gress serta dua veteran Robby Sutara dan malino Djunaedi. 

Tokoh utama film ini, Tarsi, pemuda bandel yang gemar mencari perkara. Wataknya berbeda dengan ayahnya yang penyabar dan menduda sepeninggal ibunya. Sang ayah mengelola pabrik kopi tradisional. Tarsi memusuhi ayahnya yang dianggap menjadi penyebab kematian ibunya. 

Muncul Clara, remaja putri pengacara kaya yang baru lulus Akademi Bisnis Administrasi di Perth. Clara segera bertunangan dengan paarnya, bisnismen muda Bruce. Namun saat Clara diajak Bruce ke diskotik, ia menarik perhatian Tarsi. Dalam keremangan, Tarsi memeluknya dari Belakang. Clara pasrah karena mengira Bruce yang memeluk. Tapi dua teman Bruce langsung menghajar Tarsi. 

Clara meminta temannya, Nancy menyelidiki Tarsi. Diperoleh informasi, Tarsi di tahan dengan tuduhan mencopet dompet Clara. Nancy dan Clara datang ke Kantor Polisi untuk membebaskan Tarsi dari fitnah. Bukan cuma berterima kasih, Tarsi spontan menyatakan cintanya pada Clara, namun si gadis menjelaskan dirinya segera bertunangan. Tarsi tak peduli, bagibjuan hidupnya kini cuma Clara. Apalagi telah mengetahui nomor telepon genggam Clara hingga bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja. Dalam hati Clara bukannya tak bersimpati pada Tarsi. 

Ayah Tarsi akan menikahi Nita, janda yang mempunyai putri remaja, Cindy. Justru saat Cinty menggoda Tarsi. Ayah Tarsi memergoki. Salah paham dan gusar, ayah Tarsi memukul anaknya. Tarsi sakit hati pergi dari rumah. 

Kebetulan Tarsi melihat Bruce bercumbu dengan Nancy. Namun terjadi kerusuhan di diskotek, berbuntunt tewasnya soerang remaja. Tarsi ketiban apes, jadi kambing hitam karena di cap preman oleh polisi. 

Ayah Tarsi minta bantuan sahabat lamanya Sutomo, ayah Clara untuk membela Tarsi. Sebenarnya orang tua ini memang sangat mencintai anaknya, kendati kakinya cedera berat hingga mesti diamputasi. Clara yang baru pulang dari Perth ingin menyambangi. Justru di pantai ia bertemu lagi dengan Tarsi yang dibebaskan karena tak terbukti membunuh. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Manager Produksi : Muchlis Hasibuan

Sutradara - Skenario : Emil G Hampp

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Artistik : Yassin Kalu

Penata musik : Musya Joenoes

Editor : Nasir Degol

Pemain : Febby R Lawrence, Ibra Azhari, Robby Sutara, Diaz Astuti, Chris Michael, Malino Djunaedi, Alex Dirjosaputro, Luciana Gress

Friday, April 10, 2026

FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI


 FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI, (Film Lawas). Imam Tantowi, sutradara ini ternyata tak cuma mahir bikin film ciat ciat, tapi juga bikin film anak-anak "Si Badung" contohnya. Film yang dibintangi oleh hampir separuh anak-anak ini berkisah tentang murid-murid sebuah sekolah Dasar yang entah kenapa malah lebih berat penekanannya pada obsesi sutradara pada figur seorang guru. Biar begitu, Si Badung tak lantas kehilangan citranya sebagai sebuah film anak-anak. Dan spertinya disinilah letak kelebihan Tantowi sebagai sutradara. 

Adalah Pak Djarir (Drs. Purnomo/Mang Udel) seorang guru SD di sebuah desa yagn selalu bersepeda namun memiliki semangat mendidik yagn lebih besar sebagai orang yang "Digugu" dan "ditiru". Dan Tantowi mempertentangkan sosok Pak Djarir tersebut dengan kondisi dan eksistensi guru pada masa sekarang. Di sinilah "Si Badung" menjadi menarik. Apalagi Tantowi kemudian mempertemukan sosok Pak Guru Djarir dengan murid-muridnya yang disatu pihak tampil sebagai murid yang baik, tapi dipihak lain sebagai murid yang Badung. Ini diwakili oleh sosok lima sekawan murid kelas V SD dan dua sekawan Koko dan Dori murid kelas VI yang terkenal Badung. 

Sayangnya kebadungan sebagai yang tertera dalam judul film Tantowi ini tak berhasil ditampilkan sebagai akhir cerita Kebadungan koko dan Dori berakhir ditengah jalannya cerita film dan apa boleh buat, menjadi klimaks film ini. Sementara perjalanan film berikutnya sampai kemudian meninggalnya Pak Djarir setelah menghadiri Persami di sekolahnya, menjadi antiklimaks meskipun masih tetap punya daya tarik. 

Dengan cerita yang memang memikat dan pola penggarapan yang manis, Si Badung memang tampil sebagai film yang berhasil menyajikan setawar sedingin bagi penonton film anak-anak di neger ini, setelah banyak film yang ditonton anak-anak di bioskop, sebenarnya tak layak untuk konsumsi mereka. Sebab tak cuma obsesi, Tantowi yang dijejalkan di film ini, tapi juga pesan dan dunia kanak-kanak yang digarapnya tak melesat jauh. Pesan Tantowi dalam film ini betapapun cukup jelas. Bahwa kita sebagai murid harus menghormati seorang guru. Bahwa kita sebagai guru haruslah pula tak menjadikan profesi itu sekedar sebuah pekerjaan tapi juga sebuah keyakinan moral untuk mendidik dan bukan cuma mengajar. 

Dengan pesan yang seperti ini, Tantowi masih menambahi daya tarik film ini dengan 7 (tujuh) buah lagu khusus untuk anak-anak yang lirik dan lagunya di garap Embie C Noer. Dan lepas dari kekurangan-kekurangan kecil akibat tidak cermatnya Tantowi sebagai sutradara, film ini toh sudah cukup menghibur dan memberi kebahagiaan  pada kita. Paling tidak anak-anak Indonesia akan mulai mendapatkan idolanya lagi setelah mereka sesak dijejali oleh film-film untuk anak produksi luar negeri. 

Cerita/Skenario : Imam Tantowi dan Embie C Noer

Sutradara : Imam Tantowi

Kameramen : Tjutju Sutedjo

Editor : Janis Badar 

Musik  : Embie C Noer

Pemain : Rully Djohan, Drs. Poernomo, Mien Brodjo, Nelson Sondakh, Viona Rosalina, Sheren Regina Dau dll.