Showing posts with label Film Jadul. Show all posts
Showing posts with label Film Jadul. Show all posts

Tuesday, March 17, 2026

FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA

 


FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA, Cerita tentang pembalasan wanita korban perkosaan sudah sering di filmkan. Untuk menyebutkan  beberapa judul yagn sangat mengesankan antara lain "Lipstick" {Margaux Hemingway) dan "The Accused" (Jodie Foster) dari Amerika, "Law and Justice" (Joe Wang Chu Shien) dari Hongkong dan Bila Hati Perempuan Menjerit (Dana Christina) yang merupakan "Lipstick" versi Indonesia. 

Satu lagi adalah WANITA yang merupakan produksi patungan antara PT. Andalas Kencana Film dengan PT. Galunggung Putra Perkasa Film. Digarap Adi Soerya Abdi yang untuk kedua kalinya mengarahkan Meriam Bellina setelah "Sejak Cinta Di CIptakan".

Permainan Mer di dukung oleh Mathias Muchus sebagai Kapten Polisi, Herman Felani sebagai Dokter, Tyas Wahono sebagai pemimpin pemerkosa, Zainal Abidin sebagai ayah si Dokter, Jack Malland sebagai si Pengacara dan dua pemerkosa lainnya di perankan Sigit Subangun dan Mustafa Jackson. 

Ilustrasi musik ditata Indra Lesmana (sebelumnya pernah menata musik film "Bercinta Dalam Mimpi" dan "Sejak Cinta Di Ciptakan") yang mampu mengejutkan penonton lewat hentakan musik tiba-tiba. 

Berapa banyak kasus perkosaan terjadi setiap tahunnya di Indonesia? Menilik data dari tahun 1980 sampai dengan 1990, jumlahnya terus meningkat dari 3000 sampai 4000 kasus. Padahal di duga keras masih lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan. 

Lalu berapa kasus yang bisa di selesaikan? Ternyata sebagian sulit dituntaskan karena kekurangan bukti, sebagian lagi diselesaikan secara kekeluargaan, padahal sang korban sudah terlanjur tercoreng aib di wajahnya yang bisa menjadi trauma seumur hidup. 

Inti cerita film ini pun tentang Lisa, seorang wanita korban perkosaan tiga pemuda brutal yang di pimpin oleh Hengky. Lisa dirawat dr. Iwan yang kemudian membawanya ke rumahnya. Rupanya dokter muda ini ingin menyembuhkan pasiennya dengan cara-cara khusus. 

Kapten Markus yang mengusut kasus ini mengajak Iwan ke desa untuk menemui ibu kandung Lisa. Pelan-pelan Lisa mulai sembuh. Di dukung Iwan yang mencintainya, ia membuka toko bunga. Namun Hengky dkk, muncul lagi untuk menterornya. 

Siapa sebenarnya Hengky dkk?

Tiada penjelasan, namun melihat istana serta mobil mewahnya, jelas asal mereka dari kalangan atas. Kesewenang-wenangan mereka makin memuncak ketika kepintaran pengacara membuat mereka dibebaskan dari segala tuduhan. 

Dilanda Shock berat, apalagi diteror terus menerus membuat Lisa nekad menabrak mati dua pemerkosanya. Sidang kembali dibuka tapi kali ini Lisa yang menjadi tertuduh. Saat hakim menjatuhkan vonis, Hengky yagn cuma patah lengan, mengejeknya dengan cara memuakkan, Lisa tak kuasa menahan dirinya lagi, mencabut pistol dari pinggang polisi pengawalnya dan Dor !

Friday, March 13, 2026

EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI"


 EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI", (Berita Lawas). Penata Artistik terkenal El Badrun sudah bida di pastikan tak lagi menggarap film Saur Sepuh yang akan memulai suting awal Oktober (1989). Sejak Agustus El Badrun yang pernah mendapat predikat Penata Artistik yagn dipuji di Forum Film Bandung, dirangkul PT. Firman Mercu Alam Film menggarap film sejenis "Misteri Dari Gunung Merapi".

Budi Sutrisno produser Firman Film membenarkan Badrun sekarang tengah konsetrasi menciptakan trik-trik film untuk "Misteri" yang juga diangkat dari sandiwara radio terkenal saingan Saur Sepuh dan Tutur Tinular itu. "Sejak semula ketika banyak penggemar sandiwara "Misteri" menyarankan cerita itu difilmkan, dalam bayangan saya, sutradara Lilik Sudjio dan Penata artistik El Badrun sudah masuk bayangan saya begitu saya baca skenarionya, " ujar produser yang sukses dengan film-film Rhoma Irama itu. 

Berhubung banyak trik-trik film seperti membuat pesawat yang bisa terbang di zaman dulu sebagai tunggangan Ki Jabat, atau air yang bisa mengalir seirama orang berjalan naik turun tangga termasuk cambuk yang bisa masuk tangan yang kelak di proses di Amerika, memang membuat El Badrun tak mungkin lagi masuk ke film lain. yang di temui di lokasi studio Ciracas hanya menyebut bahwa ia memperoleh banyak tantangan dalam menggarap trik-trik yang ada di film "Misteri Dari Gunung Merapi" sehingga ia bersama krunya selalu mencari ide-ide untuk dituangkan ke film. "Paling tidak membuat fantasi penggemar cerita sandiwara radio itu seperti melihat khayalan yang pernah mereka bayangkan, " ucap Badrun, kelahiran 21 januari 1950.

Film "Misteri dari Gunung Merapi" didukung oleh barisan pemain seperti Fendy Pradana, Ida iasha, Farida Pasha, Rina Hassim, Azrul Zulmi, PIet Pagau, Si Gobang EK Soemadinata, Simon Cader, Gino Makasutji, Nani Wijaya dan Yurike Prastica serta puluhan pemain lain. 

Suting film bergerilya dari Ciracas, Bogor, Semarang, Ungaran, Tegal, Solo, Yogya, Pangandaran serta dilanjutkan di studion Jakarta. Suting yang direncanakan memakan waktu 4 bulan. 

MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, March 12, 2026

JANGAN RENGGUT CINTAKU

 


FILM JANGAN RENGGUT CINTAKU, ADAT SIRI DITEBUS JIWA. SIRI adalah adat Bugis, Sulawesi Selatan yagn harus di tebus dengan jiwa oleh orang yang telah mencorengkan aib. Adakah adat itu masi dipertahankan terus di zaman sekarang? Berdasarkan ide inilah wartawan sekaligus pemain teater daerah , Rachman Arge menulis cerpen, "Langkah Langkah Dalam Gerimis" yang di filmkan oleh sutradara Nurhadie Irawan sebagai produksi bersama PT. Manggala Perkasa Film dengan Pemda Sumsel. 

Maka diboyonglah bintang dari Jakarta. Mulai dari Mathias Muchus, Dian Nitami, Deddy Mizwar, Gito Gilas, Cok Simbara sampai Leroy Osmani. Pemain-pemain daerah ikutan mendukung jadi pemeran-pemeran pembantu. 

KAWIN LARI

I BULAENG kawin lari dengan Pajongai. Padahal ia sudah ditunangkan dengan Andi Sumange. Aib ini harus ditebus dengan darah. Sumange memburu mereka. Tapi Karaen Nyompa, Ayah Bulaeng menugaskan adiknya sendiri untuk menghabisi Pajongai. Bulaeng pun ikut tewas di ujung badik. 

Sejarah bagai terulang ketika adik Sumange, Adi Tenri bercinta dengan Andi Patongai. Ayah Sumange, Andi Mappa tak menyukai Pantongai karena silsilahnya. Terlanjur saling mencintai, Patongai dan Tenri nekad kawin lari. Untuk menghapus siri ini, Andi Mappa yang sakit-sakitan menugaskan Sumange. Berbekal Badik, Sumange menemukan pondok di gubung yang jadi persembunyian burauannya. Bertepatan tiba saatnya bersalin bagi Tenri. Ditimpa rintik gerimis, Sumange dan Patongai berhadapan dengan badik ter hunus. 

Inti ceritanya sebenarnya cukup menarik, sayang kelewat dibebani pesan sponsor wisata Pemda hingga harus dijejalkan sejumlah adegan tari-nyanyi yang terasa berkepanjangan. Padahal harus diakui panorama Sulsel dan Tana Toraja punya daya tarik khas. Akibatnya cerita bgai terpenggal jadi tiga bagian. Bagian Awal kisah Sumange (Mathias Muchus), Bagian tengah kisah kelompok mahasiswa yang dipimpin Patongai (Gito Gilas), pacaannya dengan Tenri (Dian Nitami). Bagian inilah yang terasa rada kedodoran. Diakhiri dengan konflik antara Sumange dan Patongai. 

Kendati cuma muncul beberapa scene, Deddy Mizwar sebagai Karaeng Nyompa yang gagal jadi mertua Sumange, menampilkan akting berkualitas. Terbukti masuk daftar unggulan, walau kemudian yang menang pemeran calon besannya, Rachman Arge. 

Catatan : Selain Citra untuk Aktor Pembantu Terbai, Film ini juga membuahkan piala Citra Penata Musik Terbaik 1990 untuk Areng Widodo. 

Wednesday, March 11, 2026

SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran


 SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran. Sudah menjadi tradisi kalau film-filmnya Warkop Dono Kasino Indro selalu memeriahkan Lebaran dan liburan akhir tahun. Begitupun untuk menyambut akhir tahun 1994 dan awal 1995, Warkop kembali menghibur masyarakat Jakarta lewat arahan Arizal. 

Dua primadona yang kembali di tampilkan, Dia Permatasari dan Gitty Srinita, sebelumnya sudah beberapa kali bermain bersama Warkop untuk produksi PT. Soraya Intercine Film. Diramaikan juga oleh Him Damsyik, Rara Aziz, Ike Rachmawati, Ingrid MP Kansil, dan belasan figuran seksi bahenol. 

Ceritanya, Kasino pacaran sama Yuli, anak seorang juragan restoran. Masakan yang disuguhkan memang oke, hingga pengunjungnya pun selalu ramai. Hal ini membuat sirik Pak Soleh, pemilik restoran sebelah. Maka Pak Soleh mengatur siasat licik. Ia memasukkan tikus-tikus kecil putih ke restoran agar para tamu kabur dari restoran. Masih belum puas, Pak Soleh melapor ke Dinas Kesehatan, bahwa restoran ayah Yuli sangat jorok dan tidak sehat. 

Yuli minta bantuan pada Kasino bertiga untuk menghadapi siasat licik Pak Soleh. Apalagi bakal ada peninjauan langsung dari pejabat Pemda dan wartawan. Tanpa pikir panjang lagi, Kasino, Dono dan Indro bersedia menyamar jadi pelayan restoran. 

Ternyata petugas Pemda juga menyamar sebagai tamu biasa. Pak Soleh yang sengaja bikin onar, juga berpura-pura menjadi tamu. Begitu masakan pesanannya di sajikan, kontan ia ribut, ada kecoa di mangkoknya. Tak kekurangan akal, Kasino berdalih, :Ini bukan kecoa, melainkan jamur, lihat nih, saya makan, " demi pacar, Kasino tak ragu memasukkan kecoa itu ke mulutnya. 

Karuan Pak Soleh mendelik, intriknya gagal, sebaliknya Kasino lari ke dapur untuk muntah-muntah. 

Pak Soleh terus bikin ulah untuk menarik perhatian petugas dan wartawan. Dari eternit berjatuhan tikus putih. Untung Dono dan Indro lihai menyambut tikus-tikus itu dengan mangkok. Betapapun akhirnya kelicikan Pak Soleh terbongkar juga. Bukan saja siasatnya tak berhasil malah ia yang diborgol polisi. Semua ini tak lepas dari jasa Kasino dan kawan-kawan. Saking senangnya, ayah Yuli memberi izin putrinya bertamasya ke pantai dengan trio bujang lapuk itu. 

Hura hura di pantai yang mengumbar senam belasan cewek berbikini dipadu kekonyolan tingkah Dono, Kasino dan Indro. 

Produksi : PT. Soraya Intercine Film

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Arizal


Tuesday, March 10, 2026

PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG


 PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG

Sejak suksesnya Sundel Bolong yang diperani oleh Suzanna pada awal tahun 1980an, film-film horor nasional kembali banyak di produksi. Wajar kalau dibilang Suzanna sebagai ratunya film horor dan mistik. Coba saja lihat film-filmnya seperti Ratu Ilmu Hitam, Nyi Blorong, Nyi Blorong PUtri Nyi Roro Kidul, dan juga Telaga Angker.

Baru belakangan ini salah seorang artis terbaik yang pernah menggondol Piala Citra di awal penampilannya, Joice Erna juga mulai laris membintangi film-film serupa. Padahal biasanya ia selalu bermain dalam film-film bertema drama. Tapi sekarang paling tidak sudah tiga judul film diperaninya sebagai makhluk jejadian. 

Yang baru saja adalah film "Dendam Jumat Kliwon" produksi PT. Cancer Mas Film perannya sebagai arwah penasaran yang memburu perempok pembunuhnya. Lalu di "Nenek Lampir" dari PT Japos Film juga sebagai arwah yagn semasa hidupnya pernah di per kosa dan kemudian di kubur hidup-hidup oleh lima lelaki jahanam. Dan "Putri Kuntilanak" produksi perdana PT. Andalas Kencana Film. Apakah perannya sebagai arwah penasaran lagi?

"Bukan!" sanggah Joice. "Kali ini saya  jadi makhluk Sundel bolong alias Kuntilanak yang bisa jadi manusia karena di kawini oleh seorang pemuda budiman!" hiiiii....

Duo Produser Ramesh dan Madhu, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia film, mempercayakan penyutradaraan produksi perdana mereka kepada Atok Suharto. Biasanya Atok menggarap film-film laga antara lain "Puteri duyung", "bukit Berdarah", "Terjebak Penari Erotis", "Cewek-cewek Genit" dan lain-lain, tapi tercatat cukup berhasil juga lewat film horor "Perempuan Malam" yang dibintangi oleh Siska Widowati dan George Rudy. 

"Saya mempertemukan bintang-bintang kawakan seperti Joice Erna, Rina Hassim, Farida Pasha, dan Doddy Sukma dengan bintang-bintang muda Sally Marcellina, Dolly Martin dan pendatang baru Etick Gantira," ungkap Atok Suharto. 

Sally Marcellina, pertama tampil sebagai figuran dalam film "jejaka Jejaka". Perannya sebagai salah seorang pacar Richie Ricardo. Melejit jadi pemeran utama wanita dalam "Macan Kampus" berpasangan dengan Rano Karno, tapi kurang menonjol. 

"Kini Sally jadi pemeran utama , si putri kuntilanak waktu kecil di perankan oleh Ratuliu. Tapi namanya saja putri makhluk halus, bisa cepat sekali jadi gadis dewasa!". Suami Joice, Mustafa Jackson ikut mendukung di bagian awal. Perannya sebagai suami yang budiman. 

Film ini berkisah tentang perkawinan Andy dan Alisa tak di restui orang tua Andy. Mereka sudah punya calon bernama Enny. Gadis yang sakit hati ini menghubungi paranormal Badrani. Baru ketahuan kalau Alisa sebenarnya penjelmaan Sundel Bolong. untuk mengusirnya paku yang menancap di kepalanya musti di cabut. 

Andy shock berat melihat kenyataan siapa sebenarnya isteri tercintanya. Ia  melarikan bayinya, Melisa ke dalam hutan. Terjerumus ke jurang, Mati. Si Cilik Melisa merangkak dalam belukar. Terjadi proses gaib, ia tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita. 

Kecantikan Melisa membuat ia diterima jadi fotomodel di sebuah studio. Fotografer Tommy terpikat padanya. Enny yang juga berprofesi sebagai fotomodel, bersaing dengan Melisa memperebutkan cinta Tommy. 

Teror-teror mulai melanda ketika si juru rias Rizky yang gemar menghasut, diemukan mati dalam keadaan mengerikan. Melisa mulai melancarkan pembalasan kepada Enny dan Badrani yang telah mencelakai orangtuanya. Selanjutnya? tonton ya...


Produksi : PT. Andals Kencana Film, Produser Ramesh & Madhu, Sutradara : Atok Suharto, Cerita/Skenario : Sapto Ananda KD, Kamerawan : Jarok, Editor : Ermis Thaher : Pemain : Jice Erna sebagai Alisa, Sally Marcellina sebagai Melisa, Dolly Martin sebagai Tommy, Etick Gantira sebagai Enny, Farida Pasha sebagai Dukun Badrani, Rina Hassim sebagai Ny. Pramana, Doddy Sukma sebagai Pak Pramana dan Mustafa Jackson sebagai : Andy. 




Monday, March 9, 2026

FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU


 FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU, Sutradara Arizal dikenal karena film-film komedi atau actionnya. Untuk jenis komedi Arizal biasa menggunakan Warkop DKI lalu yang baru di coba Bagito Group "Bayar Tapi Nyicil", sedang untuk jenis action, Arizal biasa memakai bintang-bintang bule seperti dalam film "Pemburu Berdarah Dingin".

Arizal akhirnya mencoba membuat film Remaja "Lebih Asyik Sama Kamu" dengan ramuan cinta, komedi dan action. Ia mencoba gagasannya ini lewat pemain muda yang cukup di kenal macam Ryan "Lupus" Hidayat, Si Doi Sally Marcellina, Paramitha Rusady dan bintang gras Rigo Sulaiman. 

Cerita diawali dari dua anak muda. Ferdian dan Benny yang bermalam minggu ke disko dan menggoda cewek. Muncul Igun, pemuda ben cong yang mengenalkan Amelia pada Ferdian dan Benny. Tapi tunggu dulu, kalau keduanya langsung naksir cewek kaya dan manja macam Amelia ini, sebab masih ada cowok lain yang selalu dibawa-bawa oleh Amelia yang diakuinya sebagai saudaranya. 

Dan kalau kemudian diakhiri dengan berantem, maka ini usaha lain menjebloskan roh remaja pada film Arizal kali ini. Cuma sang sutradara membawanya ke adu panco ketimbang berantem fisik. Dan arizal langsung menggiringnya kekomedi. Ferdian memang kalah berpanco dan ia tak boleh menolak kalau celananya di basahi air es tepat di depan kancingnya. Ferdian tenang saja karena ia memasukan plastik penampung air dalam celananya. 

 Ferdian yang playboy memang berhasil menggaet Amelia. Tapi ketika muncul cewek imut-imut macam Indriani, Ferdian juga tak mau melepaskan kesempatan ini. Bisa dimaklumi kalau Amelia sakit hati, lalu mengupah "saudaranya" untuk menculik Indri. 

Sementara itu, Amelia ketemu paranormal yang menyarankan bahwa untuk menggaet Ferdian harus di curi celana dalamnya yang bekas dipakai. 

Dan dikamar ganti lelaki itulah disengaja, maunya, dimunculkan kelucuan-kelucuan seperti sosok Amelia yagn menyamar jadi lelaki terperangkap dikamar ganti cowok yang dengan seenaknya memelorotkan celananya dengan bebas. Dan ketika Amelia menemukan celana dalam milik orang lain yang disangka miliknya Ferdian untuk diambil. Akhirnya Amelia kena batunya, ternyata itu bukan celana dalam Ferdian sehingga orang yang punya celana dalam pun akhirnya mengejar-mengejar Amelia disuatu kesempatan seolah melihat bidadari yang keranjingan. Kontan saja Amelia kaget dan takut, ternyata salah sasaran. 

Sementara itu, ketika Indri di culik, Ferdian tahu kalau itu ulah Amelia dan ia mencoba menyelamatkan srikandinya, dan action yang menjadi ramuan sutradara di coba dengan anak-anak muda diadegan ini. Baik adu jot os, motor melayang maupun setelah itu perkelahian berguling model wanita antara Indri dan Amelia. 

Arizal seperti kagok mengemas ramuannya ke dalam film remaja ini yang senyap oleh dentuman musik, meski disana ada eki Soekarno dengan lagu-lagunya yang gress atau irama penyutradaraan yang kurang dinamis. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT Rapi Film

Cerita, Skenario, Sutraara : Arizal

Penata Kamera : H. Asnawi

Penyunting Gambar : Benny MS

Penata Musik : Ekki Soekarno

Pemain : 

Sally Marcellina : Amelia

Ryan Hidayat : Ferdian

Paramitha Rusady : Indri

Rigo Sulaiman : Benny

Gugun Benget : Igun

Sunday, March 8, 2026

BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT

 




BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT, (Berita lawas) Abdillah Harris adalah sutradara gaek baik dalam usia maupun pengalaman. Pengalaman di dunia film mulai sebagai asisten Kamerawan pada zaman pendudukan Jepang. Lalu jadi pemain Sandiwara. Dalam kancah revolusi ia menjadi anggota BKR, TKR (Cikal Bakal TNI). Berhenti dari dinas kemiliteran dengan pangkat Sersan mayor. 

Setelah bermain dalam beberapa film, Harris hengkang ke Malaysia. Malah berhasil jadi sutradara. Diantara film-filmnya yang sukses dengan mahabintang Malaysia P. Ramlee adalah "Pendekar Bujang Lapok" dan "Sersan Hasan".

Kembali ke Indonesia, ia ikut menyutradarai film silat patungan Indonesia - Taiwan "Panji Tengkorak" (1972) yang dibintangi oleh Shangkuan Linfung, Deddy Sutomo dan Lenny Marlina. Diantara karya penyutradaraan kemudian tercatat "Oma Irama Penasaran", "Karena Penasaran","Elang Laut", dan terakhir "Sona, Anak Srigala" yang pemasarannya rada seret. 

Setelah cukup lama beristirahat, mendadak A Harris muncul lagi dengan produksi perdana PT. Metro Vistaria Film, perusahaan film baru yang dikenalikan oleh puterinya sendiri, Dahria B Hadiyanto. 

Kali ini sebuah komedi dengan pelawak-pelawak jebolan Srimulat, Basuki, Timbul dan Sunaryo. Sebagai primadona dipasang Lydia Kandou. Namun karena Lydia sedang dalam keadaan perut besar, timbul kesulitan bagi kamerawan Sonikin. Tak kehabisan akal, Harris mengatur agar Lydia mengenakan daster atau di sut wajahnya saja. Ketika diambil adegan Lydia berbaring di ranjang, maka perutnya ditutup dengan guling hingga tak terlihat kehamilannya. 

Akal-akalan orang film," dalih Harris. "Sebab terlanjur sudah mengontrak Lydia. Kalau harus menunggu Lydia melahirkan , kapan filmnya selesai.  Alhasil film yang keseluruhan lokasinya di kota dodol Garut itu berhasil dirampungkan dalam tempo 24 shooting days. 

Diceritakan, Basuki, anak janda Komala hendak meminjam bendi warisan yang disimpan Paman Pandi. Semula sang paman keberatan, karena bendi keramat itu sngat berbahaya bila di jalankan di tempat umum. Konon, kalau wanita melihatnya dengan mata telanjang, bisa langsung terpelet pada si kusir. 

Jadi seperti halnya bila ada gerhana, untuk menghindari tergila-gila pada si kusir, wanita harus mengenaka kacamata hitam. Lalubagaimana kalau sudah terlanjur kepelet? Ada obatnya, nyanyikan saja lagu lawas "Kudaku Lari", sambil berjoget. 
Mendengar kemanjuran bendi itu, ayah Lydia, yakni Pak Timbul, yang tua-tua keladi, kepingin banget meminjamnya untuk memelet wanita-wanita. Akibatnya, ibu Lydia, Bu Mimin minggat dari rumah.

Bertambah kisruh dengan munculnya Dukun Embah Lepus yang menuntut Basuki. Tapi kemudian semua diakhiri dengan perkawinan Basuki Lydia. Sebagai mas kawin, Basuki mengajak Lydia berbendi-bendi keliling kota. Eh wanita-wanita yang tak berkacamata hitam spontan menguber-uber basuki. Termasuk ibu mertuanya sendiri. Bu Mimin. Kacau balau semuanya. 

Basuki kalau melawak di panggung, dengan improvisasinya, memang menyaingin Gepeng, tapi main film berbeda dengan melawak bebas. Kalau dipaksakan malah jadinya "over acting". Apalagi ia belum pernah menjadi pemeran utama dalam film, meski sudah dipertemukan sutradara Hengky Solaiman dengan Meriam bellina dalam "Senjata Rahasia Nona".

Maunya A Harris yang mengangkat cerita Yoyo Dasriyo ini jelas hendak menyuguhkan komedi situasi. Sayang rupanya mereka jarang menonton film-film komsit masakini sebagai padanan, hingga tetap saja pada pola penggarapa kuno. Mengharpakan penonton bisa tertawa dengan adega uber-uberan tok. jadinya ya kudaku lari lah. ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Produksi : PT. Metro Visitaria FIlm, Produser : Dahria B Hadiyanto, Sutradara/Skenario/Penata Musik ; A Harris, Cerita : Yoyo Dasriyo , Kamerawan : Sodikin, Editor Ermis Thaher, Pemain : Lydia Kandou (Lydia), Basuki (Basuki), Timbul (Timbul), Ade Irawan (Bu Komala), Aminah Cendrakasih (Bu Mimin), Arman Effendi (Paman Pendi), Jaja Miharja (Mbah Dukun), dan Hanna Marlina (Leila)

Monday, March 2, 2026

MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H. MAMAN FIRMANSYAH


SUTING FILM MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H.  MAMAN FIRMANSYAH, H. Maman Firmansyah sutradara yang telah menyelesaikan belasan film cerita, ketika akan suting adegan pertama film "Musnahkan Ilmu Santet" yang berlokasi di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut Jaksel, mengadakan upacara selamatan, doa bersama dengan para karyawan, bintang pendukung dan produser yang hadir di lokasi. 

Selesai pembacaan doa bersama, lalu menaburkan bunga ke kamera yang di pergunakan suting. Takut di ganggu setan kuburan? "Tidak! Tuhan lebih berkuasa!" jawabnya tegas. Cuma, lanjutnya ini sebagai prasyarat belaka. 

Memang seperti yang diharapkan, suting hari pertama berjalan lancar, hasil rekaman kamera yang dibidikkan H. Asmawi, juru kamera yang telah lama ngendon di PT. Rapi Film cukup memuaskan. 

Lokasi suting film yang idbintangi : Joice Erna, Rudy Salam, Dorman Borisman, Mandra, Bokir, dan Hengky Tornando itu tidak hanya di Jakarta dan Ciseeng studionya Rapi Film. Tapi juga di Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah. 

Di Ungaran, sebuah kota kecil sekitar 30 km arah selatan kota Semarang, lokasi sutingnya di sebuah rumah kuno, milik kol Soemarno. Rumah besar dengan luas kurang lebih 900m2 bekas milik penguasa perkebunan Belanda yang konon di bangun sekitar tahun 1900an, Maman dan kerabat kerjanya berkreasi. 

Sebelum suting biasanya Maman dan seluruh karyawan yang terlibat produksi sibuk mempersiapkan suting. Ha Maman bersama Sonu, sibuk diskusi untuk adegan-adegan yang akan di sut. Asmawi mengatur posisi kamera dan anak buahnya (Juru lampu) sibuk menempatkan lampu-lampu di atas bangunan. 

Yang juga tak kalah sibuknya Hendro, bagian artistik, bersama rekan-rekannya ia mempersiapkan sebuah kaca ukuran 3x4 meter ang akan dipergunakan untuk trick. (Glass shot)

Sementara itu masyarakat yang mau nonotn suting berjubel di halaman yang cukup luas. "Kemarin malam banyak yang sampai pagi", jelas Priyadi pimpinan produksinya. Memang lanjutnya adegan disini semua adegan malam. Suting kadang sampai pukul 04.00 pagi. "Untungnya yang punya rumah baik sekali", tambahnya memuji.

"Daripada Kosong, sepi, kalau hanya untuk suting film, boleh-boleh saja. Saya justru senang. Bisa nonton caranya orang bikin film. Selama ini cuma nonton filmnya saja. NGgak pernah tahu bagaimana bikinnya!", tukas Kol Soemarno, perwira AD yang pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani pembangunan kembali Keraton Surakarta itu. 

Selama ada suting , lanjutnya, isteri dan anak-anak, kadang juga begadang sampai pagi.," Bukan curiga tapi justru kami senang, " tegasnya. 

Bukan hanya keluarga Soemarno saja yang senang nonton suting. Masyarakat di sekitar tetangga-tetangganya, juga senang. Halaman yang cukup luas itu, kadang sampai penuh sesak pengunjung. Hari pertama semua tertib. Tapi pada hari kedua, tangan-tangan usil mulai beraksi. Tape mobil milik kru film digerayangi dan lenyap. "Mungkin karena polisinya juga ikut asyik nonton suting, " kilahnya. 

Tengang uang sewa rumahnya Soemarno tak mau berterus terang. "Saya tidak mau mengkomersilkan rumah saya untuk suting film. Kalau memang tertarik buat suting silahkan. Yang penting kita saling bisa menjaga. Kalaupun akan dikasih uang, sekedar untuk perbaikan kecil. Misalnya bekas yang di paku-paku, ya saya terima. " Tapi katanya menandaskan, "Saya tidak menentukan jumlah tertentu".

Selain pemain dari Jakarta, suting di Semarang dan Ungaran juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di daerah itu. Salah satu cewek yang ketiban kesempatan Farida Ariyani. Kenurut keterangan sang sutradara, Ida panggilan akrabnya punya potensi untuk jadi pemain yang baik. Cuma karena diadisemarang, kesempatan itu tidak banyak," kilah Maman. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut 


Wednesday, February 18, 2026

PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK


 PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK. Euis, gadis remaja yang jadi bunga desa Cileunca, dipaksa ayah tirinya yang bejad untuk mengikuti Mang emon dan Ceu Jujuk. Janji pasangan calo ini hendak mencarikan pekerjaan di kota. Padahal sebenarnya Euis dan kawan-kawannya diselundupkan ke Thailand. Disinilah mereka dipaksa untuk menjadi wanita penghibur. Siapa berani menolak langsung dihajar oleh Adang, tukang pukulnya Mang emon yang kelewat kejam. 

Tak sudi selama hidupnya diperah menjadi penghibur kaum lelaki hidung belang, diam-diam Euis terus menabung untuk bekal kelak melarikan diri. Apalagi setelah ia berkenalan dengan Ario, pemuda asal Jawa yang tengah bekerja di Bangkok. Keduanya menjalin percintaan yang tulus. Malang, semua abungan Euis di curi si bajingan Adang. 

Sepeninggal Mang Emon, Ceu Jujuk berniat menjual bordilnya. Ada dua germo yang berminat, Mama Tuti yang memperhatikan anak buahnya dan Mr. Siem yang kejam. Persaingan antar germo bekembang menjadi bentrokan berdarah. Polisi turun tangan. Ditengah kekacauan ini, Ario membongkar nasib malang wanita-wanita Indonesia perantauan. 

Perjuangan Euis dan kawan-kawannya untuk meraih kebebasan akhirnya berhasil juga. Mereka dipulangkan ke Indonesia. Euis dan Ario bertekad untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha konpeksi. 

Permata biru merupakan film 1984 yang edar ulang tahun 1994 sesuai anjuran untuk mengisi bioskop-bioskop yang kekurangan film Indonesia, maka produser Ferry Angriawan mencetak copy baru dari film-film komersialnya . Sesudah Tujuh Wanita Dalam Tugas Rahasia , kemudian Permata Biru arahan Wim Umboh yang diilhami film Jepang , Sandakan No. 8 (Tentang gadis-gadis kampung dari Jepang yang dipaksa jadi pela cur di Kalimantan Utara). 

Dibintangi oleh Meriam Bellina sebagai Euis, Baron Hermanto anak dari aktor Bambang Hermanto yang merupakan film debutnya. 

Dibantu oleh Abdi Wiyono (Mang Emon), Tuty Romlah (Ceu Jujuk) HIm Damsyik (Mr. Siem), Eddy Bakar Paer (Adang) Menzano (Ayah Tiri) serta Wieke Widowati, Ratna Ardi dan banyak lainya lagi sebagai gadis-gadis yang dipaksa jadi wanita Penghibur.  

Produksi : PT. Virgo Putra film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara - Skenario : Wim Umboh

Kamerawan : Herman Susilo

Penata Musik : Billy J Budiardjo


Monday, February 16, 2026

SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih.


 SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih. Andrean boleh dibilang sebagai laki-laki muda beruntung. Kariernya cukup sukses di perusahaan pembuatan boneka. Istrinya, Sisi, bukan saja cantik dan penuh pengertian tapi juga telah memberinya Nuri, seorang putri yang melengkapi kebahagiaan mereka. Namun gara-gara iseng terjadilah tragedi maut. 

Awalnya saat anak-istrinya berlibur, Andrean bertemu Alexandra, periset boneka tradisionil. Cepat sekali hubungan mereka berkembang intim. Tapi sebaik Sisi dan Nuri pulang, Andrean yang sangat mencintai keluarganya, ingin menyudahi affairsnya. Diluar dugaan, Alex tak mau sudah begitu saja. Wanita kesepian ini bahkan ingin memiliki Andrean seutuhnya. 

Karuan, Andrean kelabakan. Mati-matian berusaha menutupi keserongan dari Sisi. Celakanya, Alex malah mengaku hamil dan tak mau menggugurkan. Tak tahan teror Alex, terpaksa Andrean buka rahasia pada istri. Sesabar-sabar Sisi, istri mana yang bisa menahan diri?.

Rayuan Alex berkembang jadi teror. Ulahnya nyaris mencelakakan Sisi dan Nuri. Andrean tak ingin kehilangan anak istri akibat perbuatan mantan kekasih yang nampaknya sudah sarap ini. Pada klimaksnya terjadilah tragedi berdarah yang menggetarkan. 

Pesan moral yang tersirat jelas untuk kaum suami, jangan coba-coba iseng, akibatnya bisa fatal, kehancuran rumah tangga. Berperan sebagai Alexandra, Ayu Azhari bermain total seksi tapi berubah mengerikan, mengingatkan pada akting memukau Glen Close (Memang sutradara Slamet Riyadi mengaku film ini adaptasi dari film The Fatal Attraction yagn dibintangi Close bareng Michael Douglas dan Anne Archer.)

Sang istri yang mempertahankan suami, diperankan oleh Inneke Koesherawati, sedang putri mereka oleh pemain cilik Niken. Uniknya pemeran sang suami, Ryan Hidayat yang sebelumnya masih menjadi Lupus, siswa SMA dan ini pertama kalinya beranjak ke peran dewasa. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Slamet Riyadi

Skenario : Armantono

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Sudjatmiko. 

Thursday, February 12, 2026

SI KABAYAN & GADIS KOTA

 


SI KABAYAN DAN GADIS KOTA. Film Si Kabayan & Gadis Kota lanjutan dari Si Kabayan Turun Kota ternyata mendapat sambutan luar biasa dari penggemar film nasional. Paling tidak gambaran ini terlihat pada pemutaran di Kodya Bandung, Cirebon, Bogor. 

Di Bandung pada hari pertama di putar di enam gedung, namun karena desakan penonton yang terus mengalir, maka pada hari ke enam menjadi sembilan gedung. Sedangkan di Cirebon tetap bertahan dengan enam gedung. Di Bogor satu gedung di perkirakan bisa bertahan dua minggu. 

Pada hari ke enam  di Bandung saja sudah meraih 30.000 penonton lebih. Dari gambaran ini nampaknya lanjutan Si Kabayan bisa mengimbangi sukses yang pertama. Si kabayan Turun Kota dulu diputar pada hari lebaran sehingga penontonnya langsung membludak. Sementara lanjutan Si Kabayan di putar pada hari biasa penontonnya cenderung meningkat terus. 

"Kami pastikan dari segi kualitas, lanjutan Si Kabayan lebih baik dari yang pertama", kata Chand Parwez Servia, pimpinan Kharisma Jabar Film. Kemudian daya tarik lain dari film ini yaitu munculnya Meriam Bellina sebagai Gadis Kota, yang baru dimunculkan pada serial kedua siKabayan. Nampaknya nama Didi Petet (Si Kabayan) plus Meriam Bellina, Paramita Rusady dan Nurul Arifin turut menjamin mengalirnya arus penonton kepintu bioskop. 

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990

Wednesday, February 11, 2026

GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN


 GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN Di tahun 1995 dari 100 perusahaan film nasional, paling cuma lima perusahaan saja yang terus memproduksi film. Salah satunya adalah PT. Virgo Putra Film. Produksi ke 61 dari Virgo adalah sebuah drama-horor-erotis, GODAAN MEMBARA arahan Dhanny Firdaus HS, menampilkan dua bintang panas Sally marcellina sebagai Amelia dan Malvin Shayna sebagai Rika dengan si macho Sonny Dewantara. 

Di dukung pemain-pemain kawakan seperti Piet Burnama, ayah Sonny, Komalasari - ibu Sonny, Gino Makasutji ayah Rika, pemeran antagonis Adang Mansyur sebagai mbah Dukun, dan Boy Sono sebagai Brian dengan bintang baru Welda Hidayat sebagai Melissa. 

Diceritakan, Amelia menyambut kepulangan kekasihnya, Sonny, setelah liam tahun di Amerika. Namun kegembiraan Amelia bagai terguyur air dingin oleh sikap ibu Sonny yang memandangnya tak sederajat dengan keluarga Joyo. 

Bu Joyo mempertemukan Sonny dengan Rika, putri Pak Alex, rekanan bisnis Pak Joyo. Namun Sonny memilih diam-diam menikahi pilihan hatinya, Amelia. Hal ini membuat Rika merasa sakit hati. Ia terus mengamati kehidupan suami istri muda ini dengan itikad jahat. 

Tiba saatnya Amelia hamil. Tiba-tiba terjadi musibah, mobil meledak, menewaskan Amelia dan bayi dalam kandungannya. Peristiwa tragis ini membuat jiwa Sonny terguncang dan nyaris kehilangan gairah hidup. 

Bu Joyo mendesak Sonny melupakan Amelia yang telah tiada dan memperistri Rika. Sonny pasrah menerima. Inilah peluang bagi Pak Alex untuk mengeruk harta kekayaan Pak Joyo. Siasat liciknya pasti berhasil kalau saja tak terjadi suatu keajaiban. 

Arwah Amelia bangkit dari alam kubur. Arwah perempuan ini prihatin melihat sikap pasrah suaminya yang tak menyadari kepalsuan cinta Rika. Amelia menyusup ke tubuh adik kandungnya, Melisa dalam upaya membongkar kelicikan Rika dan Ayahnya. 

Sonny mulai merasakan ketidak wajaran sikap Rika. Timbul pula kecurigaannya, "jangan-jangan kematian Amelia oleh sesuatu yang sudah dirancang sebelumnya?".

Justru Rika yang makin berkuasa dalam mengatur keluarga, tak segan menghardik ibu mertuanya. barulah Bu Joyo menangis dalam hati, menyesali sikap durhaka menantu pilihannya. nafsu serakah Rika membuat ia bekerjasama dengan pemuda Brian dan mbah dukun berilmu hitam , untuk membinasakan orang-orang yang dianggapnya sebagai penghalang ambisinya. Bahkan pacar gelapnya sendiri, Billy dan Pak Alex yang cuma diakuinya sebagai ayahnya, tak segan dihabisi. 

Arwah Amelia tak rela melihat suaminya hancur. Saat Sonny dalam keadaan kritis, Amelia menampakkan diri. Dengan tenaga gaib supernatural Brian di tumpas. Dukun ilmu hitam turun tangan bentrok dengan arwah istri setia ini. 

Terbongkar kalau dulu Rika yang mengakibatkan kematian Amelia. Kini iapun menerima pembalasan setimpal, mobilnya meledak, arwahnya terbang ke neraka bersama ambisinya. 

Pesan arwah Amelia pada suaminya, "Titip adikku, sayangilah dia karena seluruh kasihku ada dihatinya. Saat Sonny dan melisa bergenggam tangan, perlahan bayangan arwah Amelia raib ke alam gaib. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Dhanny Firdaus

Cerita-Skenario : Armantono

Kamerawan : Sjamsuddin

Pemain : Sally Marcellina, Malvin Shayna, Sonny Dewantara, Piet Burnama, Gino Makasutji, Adang Mansyur, Komala Sari

Wednesday, February 4, 2026

BOLEH BOLEH AJA, SIH

 


Pada awal tahun 1990, Rapi Film memasuki usia yang ke 18 tahun, dan produksi yang ke 65 adalah film "Boleh Boleh Aja , Sih" Sebuah film bertema drama komedi remaja yang ringa-ringan ajalah, " ujar produser pelaksana Subagio Samtono dengan nada ringa, sementar aitu adiknya , produser Gope Samtani, sedang berada di Hongkong untuk proses akhir film "Makelar Kodok".

Film remaja ini di sutradarai oleh Hadi Purnomo. Bermula sebagai pemain teater, anggota "Teater Kecil-nya Arifin C Noer, Hadi memulai debutnya sebagai sutradara lewat "Perisai Kasih Yang Terkoyak" (Dibintangi Nena Rosier dan Dwi Yan). Film keduanya "Akibat Terlalu Genit" sampai lama tertahan di BSF. Malah film ketiganya lebih dulu beredar, "Godain Kita Dong" dengan Warkop Dono Kasino Indro. 

Lalu siapa saja pendukung film "Boleh Boleh Aja, Sih?". Filmnya dibintangi oleh bintang-bintang remaja yang paling menonjol adalah Sally Marcellina dan Paramitha Rusady, lalu Tio Pakusadewo dan Ade Giuliano, didukung pula oleh Ida Kusumah, Gugun Benget, dan James Sahertian. Kamera ditangai oleh Asmawi. 

Film ini dirancang oleh Deddy Armand yang memang tersohor sebagai penulis skenario paling produkfit. Bisa di bayangkan pasti tentang dunia remaja yang ceria, seperti produksi Rapi sebelumnya "Lebih Asyik Sama Kamu" yang juga di bintangi Paramitha dan Sally , plus Ryan Hidayat. 

"lokasi sutingnya juga tidak jauh-jauh, paling di Jakarta dan sekitarnya saja, tambah Hadi yang belum ingin bercerita banyak tentang film keempatnya ini. 

Samtono malah mempromosikan film-film Rapi yang akan datang. Ada film bertema thriller "Guntur Tengah malam" ada film silat "Pedang Naga Pasa". Tak ketinggalan dipersiapkan juga komedi "Makelar Kodok mencari Rejeki" (Makelar kodok untung besar )

"Seperti supermarket, Rapi ingin menyediakan bermacam-macam tema film secara  komplit. Apa aja ada!.

Sunday, February 1, 2026

SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI"

 



SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI" , Nasri Cheppy yang selalu akrab dengan permasalahan anak muda, kembali bicara tentang anak muda dalam film yang disutradarainya "Bercinta Dalam Mimpi karya cerita dan skenario Putu Wijaya, Produksi PT. Bola Dunia Film dengan bintang pendukung antara lain Meriam Bellina, Onky Alexander, Didi Petet dan Pendatang baru Marintan Panjaitan dan lain-lain. 

Suting dimulai akhir 1989 dan selesai sekitar 30 hari suting. Dalam mengerjakan film ini Cheppy dibantu oleh Harry Soesanto sebagai penata fotografi/juru kamera, penyunting gambar SK Syamsuri, Ilustrasi Musik oleh Indra Lesmana, dan Penata Artistik oleh Bakti Saleh. Suting seluruhnya dilaksanakan di Jakarta. 

"Film ini menggambarkan kenyataan indah dari mimpi. Biasanya mimpi lebih indah dari kenyataan kan?" kata Cheppy. Setelah film ini, Cheppy ditunggu untuk memproduksi "Catatan Si Boy IV". 

"Pernah saya disodori untuk menggarap film horor, namun saya tolak. Serahkan saja pada yang ahli mengenai bidang itu. Karena saya kan punya spesialisasi sendiri, " ungkap Cheppy dalam kesempatan lain. 

Salah satu scene film ini menceritakan Didi Petet sedang mimpi. Dalam mimpinya itu terlihat Meriam Bellina diserang oleh sekawanan perampok. Kemudian Didi membantu meriam untuk melawan peram pok tersebut. Belum sempat Didi mengalahkan para peram pok, ia sudah keburu terbangun. Lalu ia memakai baju Batman dan tidur lagi. Mimpinya nyambung. 

Didi Petet sebagai Batman berke lahi dengan para peram pok, hingga kawanan peram pok tersebut dibikin "keok". Setelah bangun Didi Petet langsung berkirim surat pada Meriam Bellina dan  langsung disambut baik oleh Mer yang bersimpati pada dirinya. 

Pada kesempatan berikutnya dilaksanakanlah suting antara Didi Petet dengan Marintan Panjaitan di sebuah taman di jalan Pattimura, Jakarta dan malam harinya adegan Onky Alexander dan Meriam Bellina di Cinere Jakarta Selatan. (cat. Cinere itu masuk depok kan ya?..

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990



Wednesday, January 28, 2026

PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit

 


PIN PIN BO, KOmedi Biro Jasa Tulalit. PINTAR PINTAR B O D O H , judul yang sama pernah di produksi Parkit Film dengan sutradara Arizal di film Warkop DKI bersma bintang Eva Arnaz, Dana Christina dan Debby Cynthia Dewi. Hasilnya meldak luar biasa di Jakarta meraup 474.918 penonton. Alhasil dianugerai piala Antemas sebagai film Terlaris 1981-1982 dalam FFI 1982. 

Multivision Plus yang merupakan anak perusahaan dari Parkit menggunakan judul tersebut untuk serial komedi setengah jam. Sutradaranya Cuk F Kristianto. Sebelumnya di nilai produser Raam Punjabi cukup berhasil mengarahkan Kadir Doyok dalam serial Kanan Kiri Oke. 

Serial Komedi yang memadukan situasi kocak dengan slapstick ini menampilkan empat pemain utama , Jeremy Thomas yang juga bintang tetap Multivision setelah Hati Seluas Samudera, Bella Vista, Rosanna dan Anakku Terlahir Kembali. Komedian Izur Muchtar dari grup Project P, Diana Pungky dan pelawak Polo Srimulat. Pada setiap episode dihadirkan pula bintang-bintang tamu yang mengajukan persoalan untuk dipecahkan. 

Ceritanya Diana yang kaya mendirikan Biro Jasa PT. Tulalit singkatan dari Tugas Lancar Tanpa Berbelit Belit. Dua sahabatnya Robby dan Bobby diangkat jadi direktur. Satu-satunya anak buah mereka yang menjadi seksi repot adalah Satpam Polo. 

Biro jasa Tulalit menerima order apa saja, maunya sih kepingin jadi kantor detektif swasta ala Amerika. Maka berdatangan klien dengan order yang aneh-aneh. Ada seorang istri yang minta bantuan agar suaminya bun uh diri saja, ada seorang ayah yang kehilangan putrinya, ada lagi seorang gadis yang  minta diambilkan dompetnya di kantor polisi. 

Robby dan Bobby dibantu Polo bersemangat mengerjakan semua tugas. Tapi dasar watak mereka pin-pin-bo, bukannya beruntung malah lebih sering nasib buntung yang menimpa mereka. Contohnya dompet yang diambil Bobby dengan mengaku sang klien sebagai pacarnya, ternyata berisi puluhan butir ekstasi, karuan polisi mencurigainya. 

Berbagai peristiwa kocak menwarnai adegan demi adegan dari serial yang pernah tayang di Indosiar pada setiap Jumat pukul 20.30 pada akhir 1996 dan seterusnya. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Cuk FK

Pemain : Jeremy Thomas, Diana Pungky , Izur Muchtar, Polo

Sunday, January 25, 2026

JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN


JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN

 Setelah memproduksi Namaku Joe yang diangkat dari skenarionya Marwan Alkatiri, film arahan Nasri Cheppy itu dibintangi oleh Didi Petet, Meriam Bellina, Onky Alexander, Paramitha Rusady dan itang Yunasz. Ceritanya Mahasiswa Zoelkifli yang kepingin keren mengganti namanya jadi Joe. Kawan-kawannya memang anak-anak gedongan seperti si Boy, Ketika jatuh cinta pada Pingky (Mer), ia sampai melupakan pacar lamanya yang setia (Mitha), kemudian PT Virgo Putra Film kembali memproduksi dengan judul "Joe Turun Ke Desa" dan hanya dua bintang yang kembali bermain yaitu Didi Petet dan Meriam Bellina. Onky, Mitha dan Itang, ditinggalkan di kota karena memang ceritanya berkisar tentang rombongan mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Skenarionya di tulis oleh dramawan Putu Wijaya serta penanganan Chaerul Umam, embuat karakter baru bagi Joe dan Pingky. Joe bukan lagi mahasiswa yang cuma tahu berfoya foya, melainkan jadi mahasiswa yang sok pintar kendati sering kejeblos sendiri. Begitu pula halnya dengan Pingky, tak lagi cuma tahu ngebut dengan mobil mentereng dan berpacaran melulu. 

Film diawali dengan nongolnya tiga wajah berandalan desa yang dandanannya serba ngepunk, lengkap dengan jaket kulit hitam dan rambut dikanji kaku. Bertiga semotor mereka menyaksikan kedatangan rombongan mahasiswa KKN. 

Joe yang memimpin regunya menyebarkan kawan-kawannya mewawancarai penduduk. Sikap sok pintar mereka sering menjerumuskan, karena sesungguhnya penduduk desa tidaklah sebodoh perkiraan mereka. Bisa diuga juga kalau ada mahasiswa yang berebut menarik perhatian bunga desa, Neneng. Joe menjadi penasihat cinta Budi yang pemalu sedangkan saingannya, Iman di dukung oleh Pingky. Gara-gara diboncengkan sepeda oleh hansip, Pingky nyaris menggegerkan kampung itu. Isteri Hansip mengamuk-ngamuk menyatroinya. Terpaksa Pingky mengaku sudah bertunangan malah akan segera menikah dengan Joe. 

Tiga berandalan yang terus mengacau, nyaris memperkosa Pingky, kalau saja tak muncul Ujang, petani muda yang simpatik. Pada buntut film ketahuan kalau Ujang sebenarnya adalah Sarjana pertanian yang membaktikan dirinya di desa ini. Pingky semakin tertarik kepada pemuda penolongnya itu. Sedangkan persaingan antara Budi dengan iman, berakhir karena diumumkannya pertunangan Neneng dengan Pak Kades. Bagaimanapun juga KKN ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa mahasiswi ibukota ini. 

Film diakhiri dengan tiga berandalan yang sudah insyaf. Mereka menanggalkan segala atribut punk-rock, malih rupa jadi pemuda-pemuda petani. 

"Joe Turun Ke Desa" memang sebuah film komedi. Jelas bukan jenis banyolan slapstick yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Nampaknya bagi Umam, sudah cukup kalau orang tersenyum senyum kecil saja. Pesan-pesan yang tersirat rasanya terlalu gamblang untuk di terka oleh penonton anak-anak sekalipun. Demikian pula dengan permasalahan serta situasi yang mengarah pada hal-hal lucu belum menyodorkan hal yang baru atau diluar dugaan. 

~


Friday, January 23, 2026

SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?


SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?

PT. Rapi Films kini merambah ke tema horor. Agaknya PT Soraya Intercine Films sebagai special horor telah bergeser,  setelah era duet Sisworo Gautama Putra dan Suzanna telah berlalu. Rapi Film memasang gacoan baru, Ayu Yohana sebagai Nyi Roro Kidul. Dapatkah Ayu menggeser kedudukan Suzanna? "Saya mampu" ujar Ayu Yohana. "Karena saya sudah pamitan kepada penguasa Pantai Laut Selatan, " katanya. 

Sakral dan magis selalu saja tema film jenis ini. Bagi masyarakat Jawa , Nyi Roro Kidul merupakan mitos "Dan bila legenda nini dilayar lebarkan kembali, pastilah dapat menyedot penonton", kata co-sutradara Prawoto SR di lokasi suting di Yogyakarta. 

Oran gfilm harus pandai bersiasat, bila filmnya ingin dilirik penonton. Siasat itu, sensual, trick dan moment. Sekarang film tanpa bumbu sex, ibarat makan tanpa garam. Pun dalam film produksi PT. Rapi Films yang ke 78 ini. Sensual tetap menu yang cukup dominan, Karenanya sepanjang suting materi cerita acap berganti ganti. 

Tatkala suting perdana, semua kru 'empot empotan" ada rasa angker. Ayu Yohana nyaris tak bersedia membintangi Nyi Roro Kidul. Sepanjang suting beberapa keanehan muncul. "Kalau saja tidak "permisi" dengan penguasa Pantai Laut Selatan, mendingan saya balik ke Jakarta," katanya. Konon tak sembarang waktu bisa menggarap Nyi Roro Kidul. Sampai soal warnapun harus minta "restu".

Bagi Rapi Films, Film Susuk Nyi Roro Kidul yang ditulis oleh Darsono DA ini merupakan yang ketiga kalinya memproduksi di kota Yogyakarta.  "Ada lokasi tertentu yang tidak dimiliki daerah lain yang dapat memperkaya set film ini," kata sutradara. Separuh dari lokasi suting mengambil set sisa reruntuhan keraton Yogyakarta. Seperti Sumurgemuling, Pulau Cemeti dan bekas keputren serta beberapa tempat lainnya. 

Susuk Nyi Roro Kidul apa pernah ada? Film ini jelas fiktif. Terbilang sosok wanita tua Ni Surti ingin menjadi wanita tercantik dalam abad modern ini. Lalu, melakukan perjanjian dengan Nyi Roro Kidul. Dari sini materi cerita diangkat. 

Dengan darah setiap korban yang di persembahkan kepadanya membikin kesaktian Ni Surti semakin tinggi. Rupanya Ni Srti ingin menjajal kesaktian Nyi . Roro Kidul. Ia telah sesumbar akan menaklukkan  Nyi Roro Kidul. Padahal Ni Surti dapat ilmu dari Nyi Roro Kidul. 

Amarah Nyi Roro Kidul tak bisa dibendung lagi melihat kesombongan Ni Surti. Maka terjadilah perang diantara keduanya. 

Para pendukung film ini diantaranya : Sally Marcellina, Ayu Yohana, Azwar AN, Windy Chindyana, Christine, Rendy Ricky, Johny Anwar, EX Bambang, Esri Komara, Anissa, Andy Jufri, dan Sonny Dewantara serta artis Yogya lainnya. 

Kru diantaranya adalah Azwar AN (Sutradara), Prawoto SR - Co Sutradara, Irawan Subang - Skrip, H. Adi Mukti - Kamerawan, Khasmir Lubis - Ass Kamerawan, Yanis Badar - Editor,Marlan Jass - Penata Artistik, dan Nazwar Nawawi - Manager Produksi. 


~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Monday, January 19, 2026

FILM "PELURU DAN WANITA"

 


FILM "PELURU DAN WANITA" sungguh memiliki konotasi pada film perjuangan atau melesetnya film action. Yang ke dua rasanya lebih pas. Sebab sejak awal hingga akhir "Peluru dan Wanita" menyuguhkan aksi itu. 

Ada mobil di hancurkan, pasar di porakporandakan dengan mobil yang mirip babi buta atau meloncat dari gedung ke gedung lalu jatuh ke sungai dan kejar-kejaran tak kenal lelah. Termasuk tentu saja action di ranjang indah di gubug reyot ditengah sawah. Untuk lebih mensyahkan film action, produser Parkit Film lalu menghembuskan irama promosi dahsyat bahwa film menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah.

 Dan film ini memang dibuat dengan semangat meriah itu. Cerita menjadi nomor sekian. Pemeran bisa di bolak balik. Judul bisa di reka reka. Apa "Peluru dan Wanita" atau "Agen CIA" atau "Ngamuknya Bule Amerika" sebab jika di ulur-ulur logika maka tak akan ketemu apa hubungannya peluru dan wanita dalam film ini. Lebih nggirisi kalau kemudian peredaran di luar neger film ini dengan judul "JAKARTA". 

Sebab Jakarta yang dijual adalah Jakarta yang kacau, kampungan, lethek (lusuh), semrawut, juga masih banyak gerilya-gerilya macam orang vietnam yang melakukan jual beli narkotika di tengah pasar kumuh. 

Film ini mengisahkan tentang Falco, bujangan Amerika mantan agen rahasia CIA yang pernah dan ditugaskan ke Indonesia untuk menyeret penjahat penjual candu asal Amerika yang ngacir ke Indonesia. 

Untuk mengerti cerita film ini sendiri, selain sabar meretrospeksi bisa juga dengan lapang dada mencoba mengerti apa maunya sang sutradara asal Amerika Charles Kauffman dan Eddy Bakker asal Indonesia. 

Dalam adegan pertama di buka dengan tokoh Falco berlari-lari setengah teler di jalaan ramai di New York. Tiba-tiba mata Falco yang di perankan cukup lumayan oleh Christopher North yang mirip aktor Mickey Rourke ini, menangkap wanita berbaju merah yang ia kira adalah Esha, gadis Indonesia kepada siapa Falco pernah jatuh cinta. Tapi Falco kecele karena bukan Esha. Justru ia disangka maling dan dikejar-kejar oleh polisi. Saat berantem inilah tiba-tiba Falco berada di Indonesia. 

Yang menarik adalah perpindahan setting cerita dari Falco yang berada di Amerika dan Falco yang terbaring di Indonesia. Sebuah bayangan wayang kulit berujud gunungan di mimbar putih dengan indah sekali menunjukkan peralihan adegan dan setting cerita ini. 

Tapi selebihnya tanpa rencana kelanjutan tiba-tiba dilayar terpampang telop Tiga tahun lalu. Dan kisah pun di mulai ketika Falco mengejar-ngejar seorang wanita berbaju merah yang disangka Esha, wanita yang dijadikan saksi tentang penjahat bernama Dolf. Saat Falco akan ketemu Esha tiba-tiba muncul lagi telop Tiga Tahun sebelumnya. 

Sistim pengkilasbalikan pada "Peluru dan Wanita" setidaknya telah membuyarkan konsentrasi penonton. Persoalannya sederhana, Ketika kembali pada masa silam, sutradara tidak menunjukkan kelanjutan runtutan adegan yang sebelumnya di tanam dan dibiarkan berlanjut. Yang barangkali bisa menjadi perhatian dalam "Peluru dan Wanita" adalah juru kamera dan Frans Tumbuan. Denga kelebihan mengambil sudut-sudut pengambilan yang tepat  dan berani membuat film berkadar action ini meyakinkan sebagai sebuah action. Termasuk suting di gang-gang sempit yang bolehlah di beri perhatian. 

Kalaupun toh ada perhatian lain yaitu tentang penggunaan wayang kuit sebagai wakil emosi para tokoh-tokohnya serta upaya menyuguhkan sebuah tontonan tanpa peluru . Selebihnya nilai Rp. 2,5 milyar tak menujukkan greget film ini belum termasuk peran Zoraya Perucha sekedar tempelan yang bisa dimainkan siapa saja.~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989


Friday, January 16, 2026

SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT


SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT. BADRA MANDRAWATA,  si Buta dari Goa Hantu rekaan komikus Ganes TH, merupakan tokoh cergam yang paling sering di filmkan. Diawali episode pertama "Si Buta Daru Goa Hantu", "Duel di Kawah Bromo" sampai ke "Neraka Lembah Tengkorak". Dari yang pertama sampai yang terakhir  tetap di perankan oleh Ratno Timoer yang juga menyutradarai langsung. 

Produksi PT. Sepakat Bahagia Film ini juga di dukung sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi seperti, Piet Burnama, Johan Saimima, Robert Syarief, Eka Gandara, Aspar Paturusi dan Alba Fuad. Ditampilkan pula pendatang baru Vera Fasilia dan Henny Adiaksi. Kamera ditangani Ismaun sedangkan tata musik digarap Harry Rusli. 

Dalam pengembaraannya, Badra tiba di Sulawesi Selatan. Kakinya membawanya ke desa Pandolo yang penduduknya tertimpa petaka wabah kusta. Akibatnya desa itu dikucilkan, penduduknya dilarang keluar, agar tak menular desa sekitar. Datangnya serombongan pembawa obat malah di sabot oleh orang-orang bertopeng. Badra mulai mencium kejahatan yang kepalang tanggung. 

Puang Marempang, Kepala Desa Tantena ikut prihatin, tapi tak berdaya apa-apa. Tabib kepercayaannya, Puang Tombala bersikap Acuh. Sampai datang Tabib Langkara yang berupaya meramu obat mustajab. Ternyata tabib ini adalah mantan perompak ganas yang di juluki Badai Teluk Bone. Puang Marempang kenal benar padanya. Namun ia melarang putrinya, Ranggi menyambut Langkara. 

Banyak peristiwa misterius terjadi. Pembunuhan demi pembu nuhan dilakukan gerombolan bertopeng. Badra, Langkara dan para pendekar muda mengusut sampai ke goa seram. Disarang gerombolan ini mereka menemukan Puang Tombala tertawan. Orang lain bisa tertipu, tapi Barda yang buta dengan indranya mencurigai Tombala. Benarkah Puang Tabib itulah si kepala gerombolan? Bagaimana cara membuktikannya? Lalu ada apa antara Putri Ranggi dengan Langkara?

Film silat ini tak sekedar mengumbar adegan pertarungan seru, namun disisipi juga dengan filsafat hidup Si Buta yang kian tua nampaknya kian bijak dan bertekad membaktikan sisa usia untuk menolong sesama yang tengah menderita.