Showing posts with label Film Jadul. Show all posts
Showing posts with label Film Jadul. Show all posts

Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Tuesday, April 21, 2026

SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL


 SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL, Seorang Wanita cantik tewas terbunuh di sebuah kamar hotel. Kapten Frans turun tangan untuk mengusut. Diketahui, korban bernama Janne, dan berprofesi sebagai desainer batik. Sala seorang yang dicurigai adalah penyair Tommy Antonius, karena sebuah judul puisi karya Tommy ditulis dengan tetesan darah Janne diatas sprei ranjang tempat mayat ditemukan. 

Manager perusahaan batik tempat Janne bekerja, Shilla sempat stress karena peristiwa ini. Namun sopir pribadinya, Renaldo, bisa memberi hiburan luar dalam. Sementara Presdir Edy Fong diteror dengan surat kaleng yang mengancam akan membongkar skandal antara Eddy dengan Janne. 

Sebelum ditemukan tewas memang Eddy pernah memanggil Janne yang dipromosikan menjadi Wakil Presdir dengan kedudukan di Surabaya. Sepeninggal Janne, kini Shilla mengincar kedudukan tersebut, bahkan tak segan merayu Eddy dengan kemolekan tubuhnya. 

Kapten Fran mendapat laporan dari tim kedokteran yagn mengotopsi mayat Janne itemukan sperma lelaki di tubuh korban. Maka Tommy dan Eddy Fong di interogasi. Eddy bersedia memberikan spermanya untuk di cocokkan, sebaliknya Tommy gusar karena merasa difitnah. 

Larasati yang menangani bagian pemasaran batik, menemukan hal-hal mencurigakan yagn dilakukan oleh Shilla. Larasati melaporkan hal ini pada Frans, yang segera memeriksa data-data Shilla. Demi mengetahui polisi mencurigai dirinya karena laporan Larasati, Shilla menugasi Renaldo untuk menterornya. Beruntung Larasati lolos dari usaha pembunuhan seorang bertopeng yang menyatroni rumahnya. 

Polisi menggeledah rumah Renaldo dan menemukan bukti-bukti kuat. Tapi siapakah sesungguhnya yang mendalangi pembunuhan Janne, betulkah Shilla karena persaingan memperebutkan jabatan, atau kah Renaldo karena ada unsur unsur lain?

SEX & KRIMINAL disutradarai oleh Walmer E Sihotan dengan pemain-pemain pendatang baru seperti Eric Scada, dengan tiga cewek seksi Lisa Sunarko, Rina Martini, Liza Chaniago. Nampaknya Andalas Kencana Film mulai beranjak dari drama-drama erotis ke tema thriller suspense meskipun tak lepas dari bumbu-bumbu adegan erotis yang justru menjadi penglaris film. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Walmer Sihotang

Kameraman : Max J Pakasi

Penata Musik : Areng Widodo

Editor : Benny MS

Pemain : Eric Scada, Lisa Sunarko, Liza Chania, RinaMartini, Abe Fauxi dll


Saturday, April 11, 2026

CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA

 


CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA, Emil G Hampp sutradara yang blasteran Jerman-Menado dan alumni IKJ ini merupakan sutradara film bioskop terlaris diera pertengahan 90an. Dalam tempo relatif singkat setahun, bisa menggarap 7 film dan serial teve Cinta Kami Cinta. Kerjanya cepat, tangkas dan hemat bahan baku, melampaui rekor sutradara kawakan Arizal, karena rata-rata merampungkan suting dalam waktu cuma dua minggu.  

Kreasi  terbarunya, semula berjudul Cinta dan Nafsu di Jakarta, namun karena ada pihak yang keberatan, maka dua kata terakhir dihapus. Bintang seksi Febby R Lawrence yang baru  tampil dalam Roda Roda Asmara di Sirkuit Sentul, dpertemukan dengan Ibra Azhari, adik kandung Ayu Azhari. Didukung tiga pemain lainya, Christ Michael, Diaz Astuti dan Luciana Gress serta dua veteran Robby Sutara dan malino Djunaedi. 

Tokoh utama film ini, Tarsi, pemuda bandel yang gemar mencari perkara. Wataknya berbeda dengan ayahnya yang penyabar dan menduda sepeninggal ibunya. Sang ayah mengelola pabrik kopi tradisional. Tarsi memusuhi ayahnya yang dianggap menjadi penyebab kematian ibunya. 

Muncul Clara, remaja putri pengacara kaya yang baru lulus Akademi Bisnis Administrasi di Perth. Clara segera bertunangan dengan paarnya, bisnismen muda Bruce. Namun saat Clara diajak Bruce ke diskotik, ia menarik perhatian Tarsi. Dalam keremangan, Tarsi memeluknya dari Belakang. Clara pasrah karena mengira Bruce yang memeluk. Tapi dua teman Bruce langsung menghajar Tarsi. 

Clara meminta temannya, Nancy menyelidiki Tarsi. Diperoleh informasi, Tarsi di tahan dengan tuduhan mencopet dompet Clara. Nancy dan Clara datang ke Kantor Polisi untuk membebaskan Tarsi dari fitnah. Bukan cuma berterima kasih, Tarsi spontan menyatakan cintanya pada Clara, namun si gadis menjelaskan dirinya segera bertunangan. Tarsi tak peduli, bagibjuan hidupnya kini cuma Clara. Apalagi telah mengetahui nomor telepon genggam Clara hingga bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja. Dalam hati Clara bukannya tak bersimpati pada Tarsi. 

Ayah Tarsi akan menikahi Nita, janda yang mempunyai putri remaja, Cindy. Justru saat Cinty menggoda Tarsi. Ayah Tarsi memergoki. Salah paham dan gusar, ayah Tarsi memukul anaknya. Tarsi sakit hati pergi dari rumah. 

Kebetulan Tarsi melihat Bruce bercumbu dengan Nancy. Namun terjadi kerusuhan di diskotek, berbuntunt tewasnya soerang remaja. Tarsi ketiban apes, jadi kambing hitam karena di cap preman oleh polisi. 

Ayah Tarsi minta bantuan sahabat lamanya Sutomo, ayah Clara untuk membela Tarsi. Sebenarnya orang tua ini memang sangat mencintai anaknya, kendati kakinya cedera berat hingga mesti diamputasi. Clara yang baru pulang dari Perth ingin menyambangi. Justru di pantai ia bertemu lagi dengan Tarsi yang dibebaskan karena tak terbukti membunuh. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Manager Produksi : Muchlis Hasibuan

Sutradara - Skenario : Emil G Hampp

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Artistik : Yassin Kalu

Penata musik : Musya Joenoes

Editor : Nasir Degol

Pemain : Febby R Lawrence, Ibra Azhari, Robby Sutara, Diaz Astuti, Chris Michael, Malino Djunaedi, Alex Dirjosaputro, Luciana Gress

Friday, April 10, 2026

FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI


 FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI, (Film Lawas). Imam Tantowi, sutradara ini ternyata tak cuma mahir bikin film ciat ciat, tapi juga bikin film anak-anak "Si Badung" contohnya. Film yang dibintangi oleh hampir separuh anak-anak ini berkisah tentang murid-murid sebuah sekolah Dasar yang entah kenapa malah lebih berat penekanannya pada obsesi sutradara pada figur seorang guru. Biar begitu, Si Badung tak lantas kehilangan citranya sebagai sebuah film anak-anak. Dan spertinya disinilah letak kelebihan Tantowi sebagai sutradara. 

Adalah Pak Djarir (Drs. Purnomo/Mang Udel) seorang guru SD di sebuah desa yagn selalu bersepeda namun memiliki semangat mendidik yagn lebih besar sebagai orang yang "Digugu" dan "ditiru". Dan Tantowi mempertentangkan sosok Pak Djarir tersebut dengan kondisi dan eksistensi guru pada masa sekarang. Di sinilah "Si Badung" menjadi menarik. Apalagi Tantowi kemudian mempertemukan sosok Pak Guru Djarir dengan murid-muridnya yang disatu pihak tampil sebagai murid yang baik, tapi dipihak lain sebagai murid yang Badung. Ini diwakili oleh sosok lima sekawan murid kelas V SD dan dua sekawan Koko dan Dori murid kelas VI yang terkenal Badung. 

Sayangnya kebadungan sebagai yang tertera dalam judul film Tantowi ini tak berhasil ditampilkan sebagai akhir cerita Kebadungan koko dan Dori berakhir ditengah jalannya cerita film dan apa boleh buat, menjadi klimaks film ini. Sementara perjalanan film berikutnya sampai kemudian meninggalnya Pak Djarir setelah menghadiri Persami di sekolahnya, menjadi antiklimaks meskipun masih tetap punya daya tarik. 

Dengan cerita yang memang memikat dan pola penggarapan yang manis, Si Badung memang tampil sebagai film yang berhasil menyajikan setawar sedingin bagi penonton film anak-anak di neger ini, setelah banyak film yang ditonton anak-anak di bioskop, sebenarnya tak layak untuk konsumsi mereka. Sebab tak cuma obsesi, Tantowi yang dijejalkan di film ini, tapi juga pesan dan dunia kanak-kanak yang digarapnya tak melesat jauh. Pesan Tantowi dalam film ini betapapun cukup jelas. Bahwa kita sebagai murid harus menghormati seorang guru. Bahwa kita sebagai guru haruslah pula tak menjadikan profesi itu sekedar sebuah pekerjaan tapi juga sebuah keyakinan moral untuk mendidik dan bukan cuma mengajar. 

Dengan pesan yang seperti ini, Tantowi masih menambahi daya tarik film ini dengan 7 (tujuh) buah lagu khusus untuk anak-anak yang lirik dan lagunya di garap Embie C Noer. Dan lepas dari kekurangan-kekurangan kecil akibat tidak cermatnya Tantowi sebagai sutradara, film ini toh sudah cukup menghibur dan memberi kebahagiaan  pada kita. Paling tidak anak-anak Indonesia akan mulai mendapatkan idolanya lagi setelah mereka sesak dijejali oleh film-film untuk anak produksi luar negeri. 

Cerita/Skenario : Imam Tantowi dan Embie C Noer

Sutradara : Imam Tantowi

Kameramen : Tjutju Sutedjo

Editor : Janis Badar 

Musik  : Embie C Noer

Pemain : Rully Djohan, Drs. Poernomo, Mien Brodjo, Nelson Sondakh, Viona Rosalina, Sheren Regina Dau dll. 

Tuesday, April 7, 2026

RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN

 


RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN, Cinta segitiga antara seorang pemuda dengan dua gadis yang sama cantik menariknya, cuma bedanya yang satu karyawati biasa, jelas berasal dari keluarga sederhana, sedang yang lain adalah puteri boss, bisa menjadi bahan film drama yang menarik. 

Antara film Prancis, The Other Side of the Midnight 1977) yang diangkat dari novel larisnya Sidney Sheldon, film arahan Charles Jarrot dibintangi Marie-France Piesier dan John Beck mampu bertahan berbulan-bulan di bioskop New Garden Hall, Jakarta. 

Tak heran kemudian muncul Petualang Cinta arahan Turino Djunaedi dibintangi Paula Rumokoy dan Robby Sugara dan Hati Seorang Wanita arahan Bay Isbahi yang dibintangi Enny Beatrice dan Ray Sahetapi. 

Kini versi terbaru dari pakem yang sama di tulis menjadi skenario film produksi PT Rapi Film ini oleh Satmowi Atmowiloto. Digarap sutradara Norman Benny dengan trio bintang remaja yang laris , Inneke Koesherawati, Dicky Wahyudi dan Gitty Srinita. Sesuai trend masa kini disana sini bertabur adegan cumbu mesra yang cukup hot. 

Diceritakan Nina bekerja sebagai karyawati disebuah perusahaan besar. Kecantikannya cepat menarik perhatian General Manager , Doni. Gadis mana mampu menolak perhatian GMnya yang ganteng ini. Begitupun Nina, walau kawannya memperingatkan. "jangan terlalu dekat dengan Doni, dia kan kekasih Tesa, anak Boss besar kita!".

Sempat Nina bimbang, tapi Doni bersumpah "Hubunganku dengan Tesa sudah finish, cuma kau yang kucintai sekarang,".

Nina mabuk kepayang oleh rayuan ini. Sampai Tesa memergoki mereka. Karuan ia gusar. Tapi Doni berdalih Nina yang selalu merayunya. Kontan, Tesa memaki Nina habis-habisan. 

Bisa dibayangkan betapa kecewa dan malunya Nina. Apalagi ia terlanjur hamil. Demi mengetahui ini, Doni minta maaf, malah berjanji segera menikahi. Nina sangat bersyukur. Sama sekali tak menduga kalau minuman yang diberikan Doni telah dicampur obat berbahaya. Akibatnya perut Nina sakit tak terkira. Kandungannya gugur!. 

Sementara Nina terbaring di Rumah Sakit, Doni melangsungkan pesta pernikahan mewah dengan Tesa. Sakit hati Nina kian bertambah demi menyadari Doni yang meracun, hingga ia keguguran bahkan nyaris tewas. Dendamnya memuncak. Kini ia mematerikan satu tujuan dalam hidup, balas dendam pada lelaki yang telah menyengsarakan begini. 

Bermacam upaya dilakukan sampai bertahun-tahun  kemudian ia terangkat ke jajaran wanita karier kelas atas. Nina sekarang sudah punya power untuk menyaingi bisnis Doni. Dengan cara-cara lihai, Nina terus menanjak, berbareng dengan kejatuhan Doni sampai nyaris bangkrut. Doni kian frustasi karena rumah tangganya dengan Tesa pun berantakan. 

Doni yang penasaran menjadi sangat terkejut demi mengetahui dalang yagn menghancurkan perusahaannya bukan lain adalah Nina. Merendah ia datang memohon maaf pada mantan kekasih ini, Nina membalas dengan cara sama, seolah memberi harapan, padahal justru makin meremukkan. Merasa diperbudak dan terhina, Doni meluap. Saking mata gelap, ia ingin membunuh Nina. Lalu bagaimana cara Nina menyelamatkan diri dari ancaman durjana kalap ini?

Produksi : PT. Rapi Film

Produser : Gope T Samtani

Sutradara : Norman Benny

Cerita-Skenario : Satmowi Atmowiloto

Kamerawan : Subekti

Editor : Iwan

Penata Musik :Fariz RM

Pemain : Inneke Kosherawati, Gitty Srinita, Dicky Wahyudi, Indah Gita Cahyani

Saturday, April 4, 2026

FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG?

 


FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG? Cuma empat puluh empat ribu ke Bali - begitu bunyi iklan mobil van bermesin diesel. Tapi film yang berjudul sama dengan merek mobil itu, tentu saja bukan bertutur tentang otomotif, melainkan sebuah aksi keras. Perihal judul yang semula "Debt Collecotr" saat dirombak jadi PANTHER pun nyaris tak disetujui dengan dalih bukan bahasa Indonesia. 

Panther sebenarnya memang nama sejenis harimau buas yang lebih kita kenal dengan sebutan macan tutul atau harimau kumbang. 

Cerita diangkat dari skenario karya Golden Kasmara yang merangkap sebagai fighting instructor (penata laga). Nampaknya Golden di ilhami kasus pembunuhan Nyo Beng Seng yang menggegerkan Jakarta tahun 95, cuma tentu saja cerita di fiktifkan sedemikian rupa. 

Sutradara S.A Karim bekerjasama dengan Emil G Hampp untuk pertama kalinya mempertemukan bintang laga Barry Prima dengan remaja panas, Malfin Shayna, berhadapan dengan pemain-pemain antagonis Sonny Dewantara, dan Joseph Hungan, plus Candy Satrio serta pendatang baru Mia Silvianty. Ikut meramaikan pula Alex Dirjosaputro, Boy Irsandi dan Sonny RB. 

Pemuda gagah Michael bekerja di bengkel mobil milik Alex, yang mantan preman Medan. Kedua pemuda ini juga menjalin hubungan baik dengan pemiliki restoran, Pak Reza dan putrinya yang cantik, Laura. Melengapi persahabatan mereka, adalah Natasha, mahasiswi dari Boston University, Amerika Serikat. 

Malang tak dapat di tolak, keluarga Natasha tertimpa musibah kejahatan. Ayahnya Pak Nyo tewas di bunuh. Natasha yang minta bantuan Michael untuk menyelidiki, yakin ayahnya bukanlah di bunu perampok biasa. Terungkaplah latar belakang kekayaan mendiang, ternyata Nyo punya saham besardi sebuah kasino luar negeri. Selain itu Nyo juga terlibat hutang piutang bermilyar rupiah pada Bolo Nan, sang gembong sindikat Mafia. diketahui Bolo selalu mengandalkan Norris, pembunuh berdarah dingin untuk menjadi algojo bagi mereka yang tak disukainya.

Michael dan Natasha mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan pada Kepolisian. Sementara dalam tubuh sindikat terjadi perpecahan. Sebagian daerah kekuasaan Bolo yang di percayakan pada Gani direbut oleh Kempor. 

Berulang kali Natasha luput dari usaha pembunuhan berkat ketangguhan Michael. Sampai Bolo memergoki Laura membonceng sepeda motor Jimmy. Justru Jimmy adalah anak muda yang bekerja sebagai kurir sindikat, maka Bolo memperalatnya untuk menculik Laura. Demi membebaskan laura, mau tak mau Alex turun tangan kembali, mengeluarkan senjata apinya yang sudah lama disimpan. Lalu bersama Michael menerobos sarang sindikat Bolo. 

Aksi Barry Prima yang rambutnya di kuncir ala Steven Seagal, lalu menghamburkan tembakan dari dua pistol, tak kalah gertak dari film gangster Hong Kong atau gebrakan Antonio Banderas dala Desperado !. Film Panther tayang di bioskop Jakarta pada 19 April 1996 dan seterusnya. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Pimpinan Produksi : Karim Muda

Sutradara : S.A Karim

Skenario : Golden Kasmara

Kamerawan : H. Asmawi

Penata laga : Golden Kasmara

Editor : Syarifudin

Pemain : Barry Prima, Malfin Shayna, Sonny Dewantara, Joseph Hungan, Candy Satrio, Mia Silvianty

Tuesday, March 17, 2026

FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA

 


FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA, Cerita tentang pembalasan wanita korban perkosaan sudah sering di filmkan. Untuk menyebutkan  beberapa judul yagn sangat mengesankan antara lain "Lipstick" {Margaux Hemingway) dan "The Accused" (Jodie Foster) dari Amerika, "Law and Justice" (Joe Wang Chu Shien) dari Hongkong dan Bila Hati Perempuan Menjerit (Dana Christina) yang merupakan "Lipstick" versi Indonesia. 

Satu lagi adalah WANITA yang merupakan produksi patungan antara PT. Andalas Kencana Film dengan PT. Galunggung Putra Perkasa Film. Digarap Adi Soerya Abdi yang untuk kedua kalinya mengarahkan Meriam Bellina setelah "Sejak Cinta Di CIptakan".

Permainan Mer di dukung oleh Mathias Muchus sebagai Kapten Polisi, Herman Felani sebagai Dokter, Tyas Wahono sebagai pemimpin pemerkosa, Zainal Abidin sebagai ayah si Dokter, Jack Malland sebagai si Pengacara dan dua pemerkosa lainnya di perankan Sigit Subangun dan Mustafa Jackson. 

Ilustrasi musik ditata Indra Lesmana (sebelumnya pernah menata musik film "Bercinta Dalam Mimpi" dan "Sejak Cinta Di Ciptakan") yang mampu mengejutkan penonton lewat hentakan musik tiba-tiba. 

Berapa banyak kasus perkosaan terjadi setiap tahunnya di Indonesia? Menilik data dari tahun 1980 sampai dengan 1990, jumlahnya terus meningkat dari 3000 sampai 4000 kasus. Padahal di duga keras masih lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan. 

Lalu berapa kasus yang bisa di selesaikan? Ternyata sebagian sulit dituntaskan karena kekurangan bukti, sebagian lagi diselesaikan secara kekeluargaan, padahal sang korban sudah terlanjur tercoreng aib di wajahnya yang bisa menjadi trauma seumur hidup. 

Inti cerita film ini pun tentang Lisa, seorang wanita korban perkosaan tiga pemuda brutal yang di pimpin oleh Hengky. Lisa dirawat dr. Iwan yang kemudian membawanya ke rumahnya. Rupanya dokter muda ini ingin menyembuhkan pasiennya dengan cara-cara khusus. 

Kapten Markus yang mengusut kasus ini mengajak Iwan ke desa untuk menemui ibu kandung Lisa. Pelan-pelan Lisa mulai sembuh. Di dukung Iwan yang mencintainya, ia membuka toko bunga. Namun Hengky dkk, muncul lagi untuk menterornya. 

Siapa sebenarnya Hengky dkk?

Tiada penjelasan, namun melihat istana serta mobil mewahnya, jelas asal mereka dari kalangan atas. Kesewenang-wenangan mereka makin memuncak ketika kepintaran pengacara membuat mereka dibebaskan dari segala tuduhan. 

Dilanda Shock berat, apalagi diteror terus menerus membuat Lisa nekad menabrak mati dua pemerkosanya. Sidang kembali dibuka tapi kali ini Lisa yang menjadi tertuduh. Saat hakim menjatuhkan vonis, Hengky yagn cuma patah lengan, mengejeknya dengan cara memuakkan, Lisa tak kuasa menahan dirinya lagi, mencabut pistol dari pinggang polisi pengawalnya dan Dor !

Friday, March 13, 2026

EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI"


 EL BADRUN TINGGALKAN "SAUR SEPUH" Garap "MISTERI DARI GUNUNG MERAPI", (Berita Lawas). Penata Artistik terkenal El Badrun sudah bida di pastikan tak lagi menggarap film Saur Sepuh yang akan memulai suting awal Oktober (1989). Sejak Agustus El Badrun yang pernah mendapat predikat Penata Artistik yagn dipuji di Forum Film Bandung, dirangkul PT. Firman Mercu Alam Film menggarap film sejenis "Misteri Dari Gunung Merapi".

Budi Sutrisno produser Firman Film membenarkan Badrun sekarang tengah konsetrasi menciptakan trik-trik film untuk "Misteri" yang juga diangkat dari sandiwara radio terkenal saingan Saur Sepuh dan Tutur Tinular itu. "Sejak semula ketika banyak penggemar sandiwara "Misteri" menyarankan cerita itu difilmkan, dalam bayangan saya, sutradara Lilik Sudjio dan Penata artistik El Badrun sudah masuk bayangan saya begitu saya baca skenarionya, " ujar produser yang sukses dengan film-film Rhoma Irama itu. 

Berhubung banyak trik-trik film seperti membuat pesawat yang bisa terbang di zaman dulu sebagai tunggangan Ki Jabat, atau air yang bisa mengalir seirama orang berjalan naik turun tangga termasuk cambuk yang bisa masuk tangan yang kelak di proses di Amerika, memang membuat El Badrun tak mungkin lagi masuk ke film lain. yang di temui di lokasi studio Ciracas hanya menyebut bahwa ia memperoleh banyak tantangan dalam menggarap trik-trik yang ada di film "Misteri Dari Gunung Merapi" sehingga ia bersama krunya selalu mencari ide-ide untuk dituangkan ke film. "Paling tidak membuat fantasi penggemar cerita sandiwara radio itu seperti melihat khayalan yang pernah mereka bayangkan, " ucap Badrun, kelahiran 21 januari 1950.

Film "Misteri dari Gunung Merapi" didukung oleh barisan pemain seperti Fendy Pradana, Ida iasha, Farida Pasha, Rina Hassim, Azrul Zulmi, PIet Pagau, Si Gobang EK Soemadinata, Simon Cader, Gino Makasutji, Nani Wijaya dan Yurike Prastica serta puluhan pemain lain. 

Suting film bergerilya dari Ciracas, Bogor, Semarang, Ungaran, Tegal, Solo, Yogya, Pangandaran serta dilanjutkan di studion Jakarta. Suting yang direncanakan memakan waktu 4 bulan. 

MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, March 12, 2026

JANGAN RENGGUT CINTAKU

 


FILM JANGAN RENGGUT CINTAKU, ADAT SIRI DITEBUS JIWA. SIRI adalah adat Bugis, Sulawesi Selatan yagn harus di tebus dengan jiwa oleh orang yang telah mencorengkan aib. Adakah adat itu masi dipertahankan terus di zaman sekarang? Berdasarkan ide inilah wartawan sekaligus pemain teater daerah , Rachman Arge menulis cerpen, "Langkah Langkah Dalam Gerimis" yang di filmkan oleh sutradara Nurhadie Irawan sebagai produksi bersama PT. Manggala Perkasa Film dengan Pemda Sumsel. 

Maka diboyonglah bintang dari Jakarta. Mulai dari Mathias Muchus, Dian Nitami, Deddy Mizwar, Gito Gilas, Cok Simbara sampai Leroy Osmani. Pemain-pemain daerah ikutan mendukung jadi pemeran-pemeran pembantu. 

KAWIN LARI

I BULAENG kawin lari dengan Pajongai. Padahal ia sudah ditunangkan dengan Andi Sumange. Aib ini harus ditebus dengan darah. Sumange memburu mereka. Tapi Karaen Nyompa, Ayah Bulaeng menugaskan adiknya sendiri untuk menghabisi Pajongai. Bulaeng pun ikut tewas di ujung badik. 

Sejarah bagai terulang ketika adik Sumange, Adi Tenri bercinta dengan Andi Patongai. Ayah Sumange, Andi Mappa tak menyukai Pantongai karena silsilahnya. Terlanjur saling mencintai, Patongai dan Tenri nekad kawin lari. Untuk menghapus siri ini, Andi Mappa yang sakit-sakitan menugaskan Sumange. Berbekal Badik, Sumange menemukan pondok di gubung yang jadi persembunyian burauannya. Bertepatan tiba saatnya bersalin bagi Tenri. Ditimpa rintik gerimis, Sumange dan Patongai berhadapan dengan badik ter hunus. 

Inti ceritanya sebenarnya cukup menarik, sayang kelewat dibebani pesan sponsor wisata Pemda hingga harus dijejalkan sejumlah adegan tari-nyanyi yang terasa berkepanjangan. Padahal harus diakui panorama Sulsel dan Tana Toraja punya daya tarik khas. Akibatnya cerita bgai terpenggal jadi tiga bagian. Bagian Awal kisah Sumange (Mathias Muchus), Bagian tengah kisah kelompok mahasiswa yang dipimpin Patongai (Gito Gilas), pacaannya dengan Tenri (Dian Nitami). Bagian inilah yang terasa rada kedodoran. Diakhiri dengan konflik antara Sumange dan Patongai. 

Kendati cuma muncul beberapa scene, Deddy Mizwar sebagai Karaeng Nyompa yang gagal jadi mertua Sumange, menampilkan akting berkualitas. Terbukti masuk daftar unggulan, walau kemudian yang menang pemeran calon besannya, Rachman Arge. 

Catatan : Selain Citra untuk Aktor Pembantu Terbai, Film ini juga membuahkan piala Citra Penata Musik Terbaik 1990 untuk Areng Widodo. 

Wednesday, March 11, 2026

SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran


 SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran. Sudah menjadi tradisi kalau film-filmnya Warkop Dono Kasino Indro selalu memeriahkan Lebaran dan liburan akhir tahun. Begitupun untuk menyambut akhir tahun 1994 dan awal 1995, Warkop kembali menghibur masyarakat Jakarta lewat arahan Arizal. 

Dua primadona yang kembali di tampilkan, Dia Permatasari dan Gitty Srinita, sebelumnya sudah beberapa kali bermain bersama Warkop untuk produksi PT. Soraya Intercine Film. Diramaikan juga oleh Him Damsyik, Rara Aziz, Ike Rachmawati, Ingrid MP Kansil, dan belasan figuran seksi bahenol. 

Ceritanya, Kasino pacaran sama Yuli, anak seorang juragan restoran. Masakan yang disuguhkan memang oke, hingga pengunjungnya pun selalu ramai. Hal ini membuat sirik Pak Soleh, pemilik restoran sebelah. Maka Pak Soleh mengatur siasat licik. Ia memasukkan tikus-tikus kecil putih ke restoran agar para tamu kabur dari restoran. Masih belum puas, Pak Soleh melapor ke Dinas Kesehatan, bahwa restoran ayah Yuli sangat jorok dan tidak sehat. 

Yuli minta bantuan pada Kasino bertiga untuk menghadapi siasat licik Pak Soleh. Apalagi bakal ada peninjauan langsung dari pejabat Pemda dan wartawan. Tanpa pikir panjang lagi, Kasino, Dono dan Indro bersedia menyamar jadi pelayan restoran. 

Ternyata petugas Pemda juga menyamar sebagai tamu biasa. Pak Soleh yang sengaja bikin onar, juga berpura-pura menjadi tamu. Begitu masakan pesanannya di sajikan, kontan ia ribut, ada kecoa di mangkoknya. Tak kekurangan akal, Kasino berdalih, :Ini bukan kecoa, melainkan jamur, lihat nih, saya makan, " demi pacar, Kasino tak ragu memasukkan kecoa itu ke mulutnya. 

Karuan Pak Soleh mendelik, intriknya gagal, sebaliknya Kasino lari ke dapur untuk muntah-muntah. 

Pak Soleh terus bikin ulah untuk menarik perhatian petugas dan wartawan. Dari eternit berjatuhan tikus putih. Untung Dono dan Indro lihai menyambut tikus-tikus itu dengan mangkok. Betapapun akhirnya kelicikan Pak Soleh terbongkar juga. Bukan saja siasatnya tak berhasil malah ia yang diborgol polisi. Semua ini tak lepas dari jasa Kasino dan kawan-kawan. Saking senangnya, ayah Yuli memberi izin putrinya bertamasya ke pantai dengan trio bujang lapuk itu. 

Hura hura di pantai yang mengumbar senam belasan cewek berbikini dipadu kekonyolan tingkah Dono, Kasino dan Indro. 

Produksi : PT. Soraya Intercine Film

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Arizal


Tuesday, March 10, 2026

PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG


 PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG

Sejak suksesnya Sundel Bolong yang diperani oleh Suzanna pada awal tahun 1980an, film-film horor nasional kembali banyak di produksi. Wajar kalau dibilang Suzanna sebagai ratunya film horor dan mistik. Coba saja lihat film-filmnya seperti Ratu Ilmu Hitam, Nyi Blorong, Nyi Blorong PUtri Nyi Roro Kidul, dan juga Telaga Angker.

Baru belakangan ini salah seorang artis terbaik yang pernah menggondol Piala Citra di awal penampilannya, Joice Erna juga mulai laris membintangi film-film serupa. Padahal biasanya ia selalu bermain dalam film-film bertema drama. Tapi sekarang paling tidak sudah tiga judul film diperaninya sebagai makhluk jejadian. 

Yang baru saja adalah film "Dendam Jumat Kliwon" produksi PT. Cancer Mas Film perannya sebagai arwah penasaran yang memburu perempok pembunuhnya. Lalu di "Nenek Lampir" dari PT Japos Film juga sebagai arwah yagn semasa hidupnya pernah di per kosa dan kemudian di kubur hidup-hidup oleh lima lelaki jahanam. Dan "Putri Kuntilanak" produksi perdana PT. Andalas Kencana Film. Apakah perannya sebagai arwah penasaran lagi?

"Bukan!" sanggah Joice. "Kali ini saya  jadi makhluk Sundel bolong alias Kuntilanak yang bisa jadi manusia karena di kawini oleh seorang pemuda budiman!" hiiiii....

Duo Produser Ramesh dan Madhu, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia film, mempercayakan penyutradaraan produksi perdana mereka kepada Atok Suharto. Biasanya Atok menggarap film-film laga antara lain "Puteri duyung", "bukit Berdarah", "Terjebak Penari Erotis", "Cewek-cewek Genit" dan lain-lain, tapi tercatat cukup berhasil juga lewat film horor "Perempuan Malam" yang dibintangi oleh Siska Widowati dan George Rudy. 

"Saya mempertemukan bintang-bintang kawakan seperti Joice Erna, Rina Hassim, Farida Pasha, dan Doddy Sukma dengan bintang-bintang muda Sally Marcellina, Dolly Martin dan pendatang baru Etick Gantira," ungkap Atok Suharto. 

Sally Marcellina, pertama tampil sebagai figuran dalam film "jejaka Jejaka". Perannya sebagai salah seorang pacar Richie Ricardo. Melejit jadi pemeran utama wanita dalam "Macan Kampus" berpasangan dengan Rano Karno, tapi kurang menonjol. 

"Kini Sally jadi pemeran utama , si putri kuntilanak waktu kecil di perankan oleh Ratuliu. Tapi namanya saja putri makhluk halus, bisa cepat sekali jadi gadis dewasa!". Suami Joice, Mustafa Jackson ikut mendukung di bagian awal. Perannya sebagai suami yang budiman. 

Film ini berkisah tentang perkawinan Andy dan Alisa tak di restui orang tua Andy. Mereka sudah punya calon bernama Enny. Gadis yang sakit hati ini menghubungi paranormal Badrani. Baru ketahuan kalau Alisa sebenarnya penjelmaan Sundel Bolong. untuk mengusirnya paku yang menancap di kepalanya musti di cabut. 

Andy shock berat melihat kenyataan siapa sebenarnya isteri tercintanya. Ia  melarikan bayinya, Melisa ke dalam hutan. Terjerumus ke jurang, Mati. Si Cilik Melisa merangkak dalam belukar. Terjadi proses gaib, ia tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita. 

Kecantikan Melisa membuat ia diterima jadi fotomodel di sebuah studio. Fotografer Tommy terpikat padanya. Enny yang juga berprofesi sebagai fotomodel, bersaing dengan Melisa memperebutkan cinta Tommy. 

Teror-teror mulai melanda ketika si juru rias Rizky yang gemar menghasut, diemukan mati dalam keadaan mengerikan. Melisa mulai melancarkan pembalasan kepada Enny dan Badrani yang telah mencelakai orangtuanya. Selanjutnya? tonton ya...


Produksi : PT. Andals Kencana Film, Produser Ramesh & Madhu, Sutradara : Atok Suharto, Cerita/Skenario : Sapto Ananda KD, Kamerawan : Jarok, Editor : Ermis Thaher : Pemain : Jice Erna sebagai Alisa, Sally Marcellina sebagai Melisa, Dolly Martin sebagai Tommy, Etick Gantira sebagai Enny, Farida Pasha sebagai Dukun Badrani, Rina Hassim sebagai Ny. Pramana, Doddy Sukma sebagai Pak Pramana dan Mustafa Jackson sebagai : Andy. 




Monday, March 9, 2026

FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU


 FILM LEBIH ASYIK SAMA KAMU, Sutradara Arizal dikenal karena film-film komedi atau actionnya. Untuk jenis komedi Arizal biasa menggunakan Warkop DKI lalu yang baru di coba Bagito Group "Bayar Tapi Nyicil", sedang untuk jenis action, Arizal biasa memakai bintang-bintang bule seperti dalam film "Pemburu Berdarah Dingin".

Arizal akhirnya mencoba membuat film Remaja "Lebih Asyik Sama Kamu" dengan ramuan cinta, komedi dan action. Ia mencoba gagasannya ini lewat pemain muda yang cukup di kenal macam Ryan "Lupus" Hidayat, Si Doi Sally Marcellina, Paramitha Rusady dan bintang gras Rigo Sulaiman. 

Cerita diawali dari dua anak muda. Ferdian dan Benny yang bermalam minggu ke disko dan menggoda cewek. Muncul Igun, pemuda ben cong yang mengenalkan Amelia pada Ferdian dan Benny. Tapi tunggu dulu, kalau keduanya langsung naksir cewek kaya dan manja macam Amelia ini, sebab masih ada cowok lain yang selalu dibawa-bawa oleh Amelia yang diakuinya sebagai saudaranya. 

Dan kalau kemudian diakhiri dengan berantem, maka ini usaha lain menjebloskan roh remaja pada film Arizal kali ini. Cuma sang sutradara membawanya ke adu panco ketimbang berantem fisik. Dan arizal langsung menggiringnya kekomedi. Ferdian memang kalah berpanco dan ia tak boleh menolak kalau celananya di basahi air es tepat di depan kancingnya. Ferdian tenang saja karena ia memasukan plastik penampung air dalam celananya. 

 Ferdian yang playboy memang berhasil menggaet Amelia. Tapi ketika muncul cewek imut-imut macam Indriani, Ferdian juga tak mau melepaskan kesempatan ini. Bisa dimaklumi kalau Amelia sakit hati, lalu mengupah "saudaranya" untuk menculik Indri. 

Sementara itu, Amelia ketemu paranormal yang menyarankan bahwa untuk menggaet Ferdian harus di curi celana dalamnya yang bekas dipakai. 

Dan dikamar ganti lelaki itulah disengaja, maunya, dimunculkan kelucuan-kelucuan seperti sosok Amelia yagn menyamar jadi lelaki terperangkap dikamar ganti cowok yang dengan seenaknya memelorotkan celananya dengan bebas. Dan ketika Amelia menemukan celana dalam milik orang lain yang disangka miliknya Ferdian untuk diambil. Akhirnya Amelia kena batunya, ternyata itu bukan celana dalam Ferdian sehingga orang yang punya celana dalam pun akhirnya mengejar-mengejar Amelia disuatu kesempatan seolah melihat bidadari yang keranjingan. Kontan saja Amelia kaget dan takut, ternyata salah sasaran. 

Sementara itu, ketika Indri di culik, Ferdian tahu kalau itu ulah Amelia dan ia mencoba menyelamatkan srikandinya, dan action yang menjadi ramuan sutradara di coba dengan anak-anak muda diadegan ini. Baik adu jot os, motor melayang maupun setelah itu perkelahian berguling model wanita antara Indri dan Amelia. 

Arizal seperti kagok mengemas ramuannya ke dalam film remaja ini yang senyap oleh dentuman musik, meski disana ada eki Soekarno dengan lagu-lagunya yang gress atau irama penyutradaraan yang kurang dinamis. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT Rapi Film

Cerita, Skenario, Sutraara : Arizal

Penata Kamera : H. Asnawi

Penyunting Gambar : Benny MS

Penata Musik : Ekki Soekarno

Pemain : 

Sally Marcellina : Amelia

Ryan Hidayat : Ferdian

Paramitha Rusady : Indri

Rigo Sulaiman : Benny

Gugun Benget : Igun

Sunday, March 8, 2026

BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT

 




BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT, (Berita lawas) Abdillah Harris adalah sutradara gaek baik dalam usia maupun pengalaman. Pengalaman di dunia film mulai sebagai asisten Kamerawan pada zaman pendudukan Jepang. Lalu jadi pemain Sandiwara. Dalam kancah revolusi ia menjadi anggota BKR, TKR (Cikal Bakal TNI). Berhenti dari dinas kemiliteran dengan pangkat Sersan mayor. 

Setelah bermain dalam beberapa film, Harris hengkang ke Malaysia. Malah berhasil jadi sutradara. Diantara film-filmnya yang sukses dengan mahabintang Malaysia P. Ramlee adalah "Pendekar Bujang Lapok" dan "Sersan Hasan".

Kembali ke Indonesia, ia ikut menyutradarai film silat patungan Indonesia - Taiwan "Panji Tengkorak" (1972) yang dibintangi oleh Shangkuan Linfung, Deddy Sutomo dan Lenny Marlina. Diantara karya penyutradaraan kemudian tercatat "Oma Irama Penasaran", "Karena Penasaran","Elang Laut", dan terakhir "Sona, Anak Srigala" yang pemasarannya rada seret. 

Setelah cukup lama beristirahat, mendadak A Harris muncul lagi dengan produksi perdana PT. Metro Vistaria Film, perusahaan film baru yang dikenalikan oleh puterinya sendiri, Dahria B Hadiyanto. 

Kali ini sebuah komedi dengan pelawak-pelawak jebolan Srimulat, Basuki, Timbul dan Sunaryo. Sebagai primadona dipasang Lydia Kandou. Namun karena Lydia sedang dalam keadaan perut besar, timbul kesulitan bagi kamerawan Sonikin. Tak kehabisan akal, Harris mengatur agar Lydia mengenakan daster atau di sut wajahnya saja. Ketika diambil adegan Lydia berbaring di ranjang, maka perutnya ditutup dengan guling hingga tak terlihat kehamilannya. 

Akal-akalan orang film," dalih Harris. "Sebab terlanjur sudah mengontrak Lydia. Kalau harus menunggu Lydia melahirkan , kapan filmnya selesai.  Alhasil film yang keseluruhan lokasinya di kota dodol Garut itu berhasil dirampungkan dalam tempo 24 shooting days. 

Diceritakan, Basuki, anak janda Komala hendak meminjam bendi warisan yang disimpan Paman Pandi. Semula sang paman keberatan, karena bendi keramat itu sngat berbahaya bila di jalankan di tempat umum. Konon, kalau wanita melihatnya dengan mata telanjang, bisa langsung terpelet pada si kusir. 

Jadi seperti halnya bila ada gerhana, untuk menghindari tergila-gila pada si kusir, wanita harus mengenaka kacamata hitam. Lalubagaimana kalau sudah terlanjur kepelet? Ada obatnya, nyanyikan saja lagu lawas "Kudaku Lari", sambil berjoget. 
Mendengar kemanjuran bendi itu, ayah Lydia, yakni Pak Timbul, yang tua-tua keladi, kepingin banget meminjamnya untuk memelet wanita-wanita. Akibatnya, ibu Lydia, Bu Mimin minggat dari rumah.

Bertambah kisruh dengan munculnya Dukun Embah Lepus yang menuntut Basuki. Tapi kemudian semua diakhiri dengan perkawinan Basuki Lydia. Sebagai mas kawin, Basuki mengajak Lydia berbendi-bendi keliling kota. Eh wanita-wanita yang tak berkacamata hitam spontan menguber-uber basuki. Termasuk ibu mertuanya sendiri. Bu Mimin. Kacau balau semuanya. 

Basuki kalau melawak di panggung, dengan improvisasinya, memang menyaingin Gepeng, tapi main film berbeda dengan melawak bebas. Kalau dipaksakan malah jadinya "over acting". Apalagi ia belum pernah menjadi pemeran utama dalam film, meski sudah dipertemukan sutradara Hengky Solaiman dengan Meriam bellina dalam "Senjata Rahasia Nona".

Maunya A Harris yang mengangkat cerita Yoyo Dasriyo ini jelas hendak menyuguhkan komedi situasi. Sayang rupanya mereka jarang menonton film-film komsit masakini sebagai padanan, hingga tetap saja pada pola penggarapa kuno. Mengharpakan penonton bisa tertawa dengan adega uber-uberan tok. jadinya ya kudaku lari lah. ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Produksi : PT. Metro Visitaria FIlm, Produser : Dahria B Hadiyanto, Sutradara/Skenario/Penata Musik ; A Harris, Cerita : Yoyo Dasriyo , Kamerawan : Sodikin, Editor Ermis Thaher, Pemain : Lydia Kandou (Lydia), Basuki (Basuki), Timbul (Timbul), Ade Irawan (Bu Komala), Aminah Cendrakasih (Bu Mimin), Arman Effendi (Paman Pendi), Jaja Miharja (Mbah Dukun), dan Hanna Marlina (Leila)

Monday, March 2, 2026

MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H. MAMAN FIRMANSYAH


SUTING FILM MUSNAHKAN ILMU SANTET, SUTRADARA H.  MAMAN FIRMANSYAH, H. Maman Firmansyah sutradara yang telah menyelesaikan belasan film cerita, ketika akan suting adegan pertama film "Musnahkan Ilmu Santet" yang berlokasi di tempat pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut Jaksel, mengadakan upacara selamatan, doa bersama dengan para karyawan, bintang pendukung dan produser yang hadir di lokasi. 

Selesai pembacaan doa bersama, lalu menaburkan bunga ke kamera yang di pergunakan suting. Takut di ganggu setan kuburan? "Tidak! Tuhan lebih berkuasa!" jawabnya tegas. Cuma, lanjutnya ini sebagai prasyarat belaka. 

Memang seperti yang diharapkan, suting hari pertama berjalan lancar, hasil rekaman kamera yang dibidikkan H. Asmawi, juru kamera yang telah lama ngendon di PT. Rapi Film cukup memuaskan. 

Lokasi suting film yang idbintangi : Joice Erna, Rudy Salam, Dorman Borisman, Mandra, Bokir, dan Hengky Tornando itu tidak hanya di Jakarta dan Ciseeng studionya Rapi Film. Tapi juga di Semarang dan Ungaran, Jawa Tengah. 

Di Ungaran, sebuah kota kecil sekitar 30 km arah selatan kota Semarang, lokasi sutingnya di sebuah rumah kuno, milik kol Soemarno. Rumah besar dengan luas kurang lebih 900m2 bekas milik penguasa perkebunan Belanda yang konon di bangun sekitar tahun 1900an, Maman dan kerabat kerjanya berkreasi. 

Sebelum suting biasanya Maman dan seluruh karyawan yang terlibat produksi sibuk mempersiapkan suting. Ha Maman bersama Sonu, sibuk diskusi untuk adegan-adegan yang akan di sut. Asmawi mengatur posisi kamera dan anak buahnya (Juru lampu) sibuk menempatkan lampu-lampu di atas bangunan. 

Yang juga tak kalah sibuknya Hendro, bagian artistik, bersama rekan-rekannya ia mempersiapkan sebuah kaca ukuran 3x4 meter ang akan dipergunakan untuk trick. (Glass shot)

Sementara itu masyarakat yang mau nonotn suting berjubel di halaman yang cukup luas. "Kemarin malam banyak yang sampai pagi", jelas Priyadi pimpinan produksinya. Memang lanjutnya adegan disini semua adegan malam. Suting kadang sampai pukul 04.00 pagi. "Untungnya yang punya rumah baik sekali", tambahnya memuji.

"Daripada Kosong, sepi, kalau hanya untuk suting film, boleh-boleh saja. Saya justru senang. Bisa nonton caranya orang bikin film. Selama ini cuma nonton filmnya saja. NGgak pernah tahu bagaimana bikinnya!", tukas Kol Soemarno, perwira AD yang pernah mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk menangani pembangunan kembali Keraton Surakarta itu. 

Selama ada suting , lanjutnya, isteri dan anak-anak, kadang juga begadang sampai pagi.," Bukan curiga tapi justru kami senang, " tegasnya. 

Bukan hanya keluarga Soemarno saja yang senang nonton suting. Masyarakat di sekitar tetangga-tetangganya, juga senang. Halaman yang cukup luas itu, kadang sampai penuh sesak pengunjung. Hari pertama semua tertib. Tapi pada hari kedua, tangan-tangan usil mulai beraksi. Tape mobil milik kru film digerayangi dan lenyap. "Mungkin karena polisinya juga ikut asyik nonton suting, " kilahnya. 

Tengang uang sewa rumahnya Soemarno tak mau berterus terang. "Saya tidak mau mengkomersilkan rumah saya untuk suting film. Kalau memang tertarik buat suting silahkan. Yang penting kita saling bisa menjaga. Kalaupun akan dikasih uang, sekedar untuk perbaikan kecil. Misalnya bekas yang di paku-paku, ya saya terima. " Tapi katanya menandaskan, "Saya tidak menentukan jumlah tertentu".

Selain pemain dari Jakarta, suting di Semarang dan Ungaran juga memberikan kesempatan kepada pemain-pemain di daerah itu. Salah satu cewek yang ketiban kesempatan Farida Ariyani. Kenurut keterangan sang sutradara, Ida panggilan akrabnya punya potensi untuk jadi pemain yang baik. Cuma karena diadisemarang, kesempatan itu tidak banyak," kilah Maman. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut 


Wednesday, February 18, 2026

PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK


 PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK. Euis, gadis remaja yang jadi bunga desa Cileunca, dipaksa ayah tirinya yang bejad untuk mengikuti Mang emon dan Ceu Jujuk. Janji pasangan calo ini hendak mencarikan pekerjaan di kota. Padahal sebenarnya Euis dan kawan-kawannya diselundupkan ke Thailand. Disinilah mereka dipaksa untuk menjadi wanita penghibur. Siapa berani menolak langsung dihajar oleh Adang, tukang pukulnya Mang emon yang kelewat kejam. 

Tak sudi selama hidupnya diperah menjadi penghibur kaum lelaki hidung belang, diam-diam Euis terus menabung untuk bekal kelak melarikan diri. Apalagi setelah ia berkenalan dengan Ario, pemuda asal Jawa yang tengah bekerja di Bangkok. Keduanya menjalin percintaan yang tulus. Malang, semua abungan Euis di curi si bajingan Adang. 

Sepeninggal Mang Emon, Ceu Jujuk berniat menjual bordilnya. Ada dua germo yang berminat, Mama Tuti yang memperhatikan anak buahnya dan Mr. Siem yang kejam. Persaingan antar germo bekembang menjadi bentrokan berdarah. Polisi turun tangan. Ditengah kekacauan ini, Ario membongkar nasib malang wanita-wanita Indonesia perantauan. 

Perjuangan Euis dan kawan-kawannya untuk meraih kebebasan akhirnya berhasil juga. Mereka dipulangkan ke Indonesia. Euis dan Ario bertekad untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha konpeksi. 

Permata biru merupakan film 1984 yang edar ulang tahun 1994 sesuai anjuran untuk mengisi bioskop-bioskop yang kekurangan film Indonesia, maka produser Ferry Angriawan mencetak copy baru dari film-film komersialnya . Sesudah Tujuh Wanita Dalam Tugas Rahasia , kemudian Permata Biru arahan Wim Umboh yang diilhami film Jepang , Sandakan No. 8 (Tentang gadis-gadis kampung dari Jepang yang dipaksa jadi pela cur di Kalimantan Utara). 

Dibintangi oleh Meriam Bellina sebagai Euis, Baron Hermanto anak dari aktor Bambang Hermanto yang merupakan film debutnya. 

Dibantu oleh Abdi Wiyono (Mang Emon), Tuty Romlah (Ceu Jujuk) HIm Damsyik (Mr. Siem), Eddy Bakar Paer (Adang) Menzano (Ayah Tiri) serta Wieke Widowati, Ratna Ardi dan banyak lainya lagi sebagai gadis-gadis yang dipaksa jadi wanita Penghibur.  

Produksi : PT. Virgo Putra film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara - Skenario : Wim Umboh

Kamerawan : Herman Susilo

Penata Musik : Billy J Budiardjo


Monday, February 16, 2026

SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih.


 SUAMI, ISTERI DAN KEKASIH, Teror Mantan Kekasih. Andrean boleh dibilang sebagai laki-laki muda beruntung. Kariernya cukup sukses di perusahaan pembuatan boneka. Istrinya, Sisi, bukan saja cantik dan penuh pengertian tapi juga telah memberinya Nuri, seorang putri yang melengkapi kebahagiaan mereka. Namun gara-gara iseng terjadilah tragedi maut. 

Awalnya saat anak-istrinya berlibur, Andrean bertemu Alexandra, periset boneka tradisionil. Cepat sekali hubungan mereka berkembang intim. Tapi sebaik Sisi dan Nuri pulang, Andrean yang sangat mencintai keluarganya, ingin menyudahi affairsnya. Diluar dugaan, Alex tak mau sudah begitu saja. Wanita kesepian ini bahkan ingin memiliki Andrean seutuhnya. 

Karuan, Andrean kelabakan. Mati-matian berusaha menutupi keserongan dari Sisi. Celakanya, Alex malah mengaku hamil dan tak mau menggugurkan. Tak tahan teror Alex, terpaksa Andrean buka rahasia pada istri. Sesabar-sabar Sisi, istri mana yang bisa menahan diri?.

Rayuan Alex berkembang jadi teror. Ulahnya nyaris mencelakakan Sisi dan Nuri. Andrean tak ingin kehilangan anak istri akibat perbuatan mantan kekasih yang nampaknya sudah sarap ini. Pada klimaksnya terjadilah tragedi berdarah yang menggetarkan. 

Pesan moral yang tersirat jelas untuk kaum suami, jangan coba-coba iseng, akibatnya bisa fatal, kehancuran rumah tangga. Berperan sebagai Alexandra, Ayu Azhari bermain total seksi tapi berubah mengerikan, mengingatkan pada akting memukau Glen Close (Memang sutradara Slamet Riyadi mengaku film ini adaptasi dari film The Fatal Attraction yagn dibintangi Close bareng Michael Douglas dan Anne Archer.)

Sang istri yang mempertahankan suami, diperankan oleh Inneke Koesherawati, sedang putri mereka oleh pemain cilik Niken. Uniknya pemeran sang suami, Ryan Hidayat yang sebelumnya masih menjadi Lupus, siswa SMA dan ini pertama kalinya beranjak ke peran dewasa. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Slamet Riyadi

Skenario : Armantono

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Musik : Fariz RM

Editor : Sudjatmiko. 

Thursday, February 12, 2026

SI KABAYAN & GADIS KOTA

 


SI KABAYAN DAN GADIS KOTA. Film Si Kabayan & Gadis Kota lanjutan dari Si Kabayan Turun Kota ternyata mendapat sambutan luar biasa dari penggemar film nasional. Paling tidak gambaran ini terlihat pada pemutaran di Kodya Bandung, Cirebon, Bogor. 

Di Bandung pada hari pertama di putar di enam gedung, namun karena desakan penonton yang terus mengalir, maka pada hari ke enam menjadi sembilan gedung. Sedangkan di Cirebon tetap bertahan dengan enam gedung. Di Bogor satu gedung di perkirakan bisa bertahan dua minggu. 

Pada hari ke enam  di Bandung saja sudah meraih 30.000 penonton lebih. Dari gambaran ini nampaknya lanjutan Si Kabayan bisa mengimbangi sukses yang pertama. Si kabayan Turun Kota dulu diputar pada hari lebaran sehingga penontonnya langsung membludak. Sementara lanjutan Si Kabayan di putar pada hari biasa penontonnya cenderung meningkat terus. 

"Kami pastikan dari segi kualitas, lanjutan Si Kabayan lebih baik dari yang pertama", kata Chand Parwez Servia, pimpinan Kharisma Jabar Film. Kemudian daya tarik lain dari film ini yaitu munculnya Meriam Bellina sebagai Gadis Kota, yang baru dimunculkan pada serial kedua siKabayan. Nampaknya nama Didi Petet (Si Kabayan) plus Meriam Bellina, Paramita Rusady dan Nurul Arifin turut menjamin mengalirnya arus penonton kepintu bioskop. 

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990