Showing posts with label Gitty Srinita. Show all posts
Showing posts with label Gitty Srinita. Show all posts

Wednesday, March 11, 2026

SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran


 SAYA DULUAN DONG! Bila Dono Cs Jadi Pelayan Restoran. Sudah menjadi tradisi kalau film-filmnya Warkop Dono Kasino Indro selalu memeriahkan Lebaran dan liburan akhir tahun. Begitupun untuk menyambut akhir tahun 1994 dan awal 1995, Warkop kembali menghibur masyarakat Jakarta lewat arahan Arizal. 

Dua primadona yang kembali di tampilkan, Dia Permatasari dan Gitty Srinita, sebelumnya sudah beberapa kali bermain bersama Warkop untuk produksi PT. Soraya Intercine Film. Diramaikan juga oleh Him Damsyik, Rara Aziz, Ike Rachmawati, Ingrid MP Kansil, dan belasan figuran seksi bahenol. 

Ceritanya, Kasino pacaran sama Yuli, anak seorang juragan restoran. Masakan yang disuguhkan memang oke, hingga pengunjungnya pun selalu ramai. Hal ini membuat sirik Pak Soleh, pemilik restoran sebelah. Maka Pak Soleh mengatur siasat licik. Ia memasukkan tikus-tikus kecil putih ke restoran agar para tamu kabur dari restoran. Masih belum puas, Pak Soleh melapor ke Dinas Kesehatan, bahwa restoran ayah Yuli sangat jorok dan tidak sehat. 

Yuli minta bantuan pada Kasino bertiga untuk menghadapi siasat licik Pak Soleh. Apalagi bakal ada peninjauan langsung dari pejabat Pemda dan wartawan. Tanpa pikir panjang lagi, Kasino, Dono dan Indro bersedia menyamar jadi pelayan restoran. 

Ternyata petugas Pemda juga menyamar sebagai tamu biasa. Pak Soleh yang sengaja bikin onar, juga berpura-pura menjadi tamu. Begitu masakan pesanannya di sajikan, kontan ia ribut, ada kecoa di mangkoknya. Tak kekurangan akal, Kasino berdalih, :Ini bukan kecoa, melainkan jamur, lihat nih, saya makan, " demi pacar, Kasino tak ragu memasukkan kecoa itu ke mulutnya. 

Karuan Pak Soleh mendelik, intriknya gagal, sebaliknya Kasino lari ke dapur untuk muntah-muntah. 

Pak Soleh terus bikin ulah untuk menarik perhatian petugas dan wartawan. Dari eternit berjatuhan tikus putih. Untung Dono dan Indro lihai menyambut tikus-tikus itu dengan mangkok. Betapapun akhirnya kelicikan Pak Soleh terbongkar juga. Bukan saja siasatnya tak berhasil malah ia yang diborgol polisi. Semua ini tak lepas dari jasa Kasino dan kawan-kawan. Saking senangnya, ayah Yuli memberi izin putrinya bertamasya ke pantai dengan trio bujang lapuk itu. 

Hura hura di pantai yang mengumbar senam belasan cewek berbikini dipadu kekonyolan tingkah Dono, Kasino dan Indro. 

Produksi : PT. Soraya Intercine Film

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Arizal


Thursday, December 25, 2025

KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG

 


KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG, (Berita lawas). Kalau dalam legenda Sunda ada "Lutung Kasarung" yang menceritakan tentang lutung sakti penyamaran dewa yang turun ke bumi, maka dari Jawa Tengah ada dongeng yang sangat mirip, "Kamandaka". Perbedaan pokoknya, yang malih rupa jadi lutung bukanlah dewa melainkan seorang pangeran gagah. 

Dongeng "Kamandaka" ini dituturkan dari mulut ke mulut oleh nenek moyang. Bahkan ada peninggalan-peninggalannya, antara lain sebuah batu gunung sebesar rumah yang di keramatkan di desa Cilongok, Purwokerto. 

Kemudian "Kamandaka" juga menjadi lakon ketoprak yang sangat di gemari masyarakat. Ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh rombongan ketoprak keliling, yakni mereka selalu menggelar lakon ini pada malam terakhir, menjelang kepindahan lokasi lain Seusai pergelaran, rombongan pun membongkar tempat pertunjukan yang biasanya di bangun secara darurat di sebuah tanah lapang. 

Kini, "Kamandaka" di filmkan oleh PT. Kanta Indah Film, berdasarkan skenario karangan Abnar Romli. Penyutradaraannya ditangani Atok Suharto yang bekerjasama dengan kamerawan Djarot Bintoro. 

Bintang yang di percaya oleh Produser Pelaksana Herman Dial untuk memerankan Kamandaka adalah Barry Prima. Lawan-lawannya merupakan pemain langganan Kanta seperti Lamting, Yoseph Hungan dan Rudy Wahab. Sedangkan sebagai primadonanya dipasang Gitty Srinita. Ikutan mendukung Lahardo, Yuni Arso, dan Eddy Mathias. Bertindak selaku penata silat adalah Robert Santoso yang biasa mengatur adegan bag big bug sejak sebelum serial "Saur Sepuh".

Barry berperan sebagai Banyakcatra, Putra Mahkota Kerajaan Pajajaran yang menyamar jadi pengembara bernama Kamandaka. Sampai di Kerajaan Pasirluhur ia tertarik pada kecantikan Putri Ciptarasa. Dengan kesaktiannya, Kamandaka mampu malih rupa lutung yang kemudian menjadi kesayangan sang putri. Percintaan mereka menimbulkan kegegeran di keputren. Apalagi karena Prabu Pasirluhur sudah terlanjur menerima lamaran Prabu Nusakambangan. 

~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

Friday, September 5, 2025

WARKOP DKI : SALAH MASUK

 


Trio Warkop DKI , Dono, Kasino, Indro mendapat tawaran pembuatan film Iklan Bir. Setelah di sepakati, Dono bertindak sebagai sutradara, Sedangkan Indro menjadi juru Kamea dan kasino juru make up. Ketiganya menjadi panik dan bingung mencari pemai pemeran utama. Ditambah waktunya semakin sempit. Tidak ada jalan keluar, Indro menawarkan tetangganya bernama Yuli (Tarida Gloria) gendut da tak bisa berakting. 

Segera mereka mengumpulkan karyawan dan membangun set di rumah kontrakan. Pacar Kasino, Nella (Fortunella) dan Pacar Indro , Kiki (Gitty Srinita) mendapat tugas menjadi pimpinan unit merangkap pembantu umum. 

Semua karyawan jengkel terhadap yuli lantaran aktingnya tidak pernah bagus dan selalu ngotot kala di kasih tahu. Tak mau diatur bahkan ingin mengatur. Repotnya, Yuli tidak bisa di ganti pemain lain karena sudah di shoot cukup banyak. 

Pada pengambilan adegan terakhir, Dono, Indro dan Kasino sepakat memberikan delapan gelas bir beneran agar Yuli teler, dengan harapan akting Yuli bisa bagus. Yuli akhirnya teler matanya merah. Begitu shooting akan di mulai Yuli langsung menari-nari dan berteriak, mengejar Dono. Dono kabur, Yuli terus mengejarnya. Doo dibanting, Kasino di cekik, Indro di tonjok. Semua karyawan yang terlibat melarikan diri, sementara set yang di bangun, hancur berantakan. 

Setelah sadar trio DKI kembali bingung melihat suasana rumah yang berantakan.  Mereka takut menghadapi produser. Akhirnya Dono, Kasino, Indro meminta maaf atas kerja mereka yang kacau balau. Tetapi anehnya sang produser malah memuji bahkan mereka dapat tawaran lagi untuk menggarap iklan lain. Dan bintang iklannya harus Yuli. 

Mendengar tawara ini, Dono, Kasino dan Indro terbengong bengong saling memandang.....