Showing posts with label Film Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Film Indonesia. Show all posts

Wednesday, February 4, 2026

BOLEH BOLEH AJA, SIH

 


Pada awal tahun 1990, Rapi Film memasuki usia yang ke 18 tahun, dan produksi yang ke 65 adalah film "Boleh Boleh Aja , Sih" Sebuah film bertema drama komedi remaja yang ringa-ringan ajalah, " ujar produser pelaksana Subagio Samtono dengan nada ringa, sementar aitu adiknya , produser Gope Samtani, sedang berada di Hongkong untuk proses akhir film "Makelar Kodok".

Film remaja ini di sutradarai oleh Hadi Purnomo. Bermula sebagai pemain teater, anggota "Teater Kecil-nya Arifin C Noer, Hadi memulai debutnya sebagai sutradara lewat "Perisai Kasih Yang Terkoyak" (Dibintangi Nena Rosier dan Dwi Yan). Film keduanya "Akibat Terlalu Genit" sampai lama tertahan di BSF. Malah film ketiganya lebih dulu beredar, "Godain Kita Dong" dengan Warkop Dono Kasino Indro. 

Lalu siapa saja pendukung film "Boleh Boleh Aja, Sih?". Filmnya dibintangi oleh bintang-bintang remaja yang paling menonjol adalah Sally Marcellina dan Paramitha Rusady, lalu Tio Pakusadewo dan Ade Giuliano, didukung pula oleh Ida Kusumah, Gugun Benget, dan James Sahertian. Kamera ditangai oleh Asmawi. 

Film ini dirancang oleh Deddy Armand yang memang tersohor sebagai penulis skenario paling produkfit. Bisa di bayangkan pasti tentang dunia remaja yang ceria, seperti produksi Rapi sebelumnya "Lebih Asyik Sama Kamu" yang juga di bintangi Paramitha dan Sally , plus Ryan Hidayat. 

"lokasi sutingnya juga tidak jauh-jauh, paling di Jakarta dan sekitarnya saja, tambah Hadi yang belum ingin bercerita banyak tentang film keempatnya ini. 

Samtono malah mempromosikan film-film Rapi yang akan datang. Ada film bertema thriller "Guntur Tengah malam" ada film silat "Pedang Naga Pasa". Tak ketinggalan dipersiapkan juga komedi "Makelar Kodok mencari Rejeki" (Makelar kodok untung besar )

"Seperti supermarket, Rapi ingin menyediakan bermacam-macam tema film secara  komplit. Apa aja ada!.

Sunday, February 1, 2026

SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI"

 



SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI" , Nasri Cheppy yang selalu akrab dengan permasalahan anak muda, kembali bicara tentang anak muda dalam film yang disutradarainya "Bercinta Dalam Mimpi karya cerita dan skenario Putu Wijaya, Produksi PT. Bola Dunia Film dengan bintang pendukung antara lain Meriam Bellina, Onky Alexander, Didi Petet dan Pendatang baru Marintan Panjaitan dan lain-lain. 

Suting dimulai akhir 1989 dan selesai sekitar 30 hari suting. Dalam mengerjakan film ini Cheppy dibantu oleh Harry Soesanto sebagai penata fotografi/juru kamera, penyunting gambar SK Syamsuri, Ilustrasi Musik oleh Indra Lesmana, dan Penata Artistik oleh Bakti Saleh. Suting seluruhnya dilaksanakan di Jakarta. 

"Film ini menggambarkan kenyataan indah dari mimpi. Biasanya mimpi lebih indah dari kenyataan kan?" kata Cheppy. Setelah film ini, Cheppy ditunggu untuk memproduksi "Catatan Si Boy IV". 

"Pernah saya disodori untuk menggarap film horor, namun saya tolak. Serahkan saja pada yang ahli mengenai bidang itu. Karena saya kan punya spesialisasi sendiri, " ungkap Cheppy dalam kesempatan lain. 

Salah satu scene film ini menceritakan Didi Petet sedang mimpi. Dalam mimpinya itu terlihat Meriam Bellina diserang oleh sekawanan perampok. Kemudian Didi membantu meriam untuk melawan peram pok tersebut. Belum sempat Didi mengalahkan para peram pok, ia sudah keburu terbangun. Lalu ia memakai baju Batman dan tidur lagi. Mimpinya nyambung. 

Didi Petet sebagai Batman berke lahi dengan para peram pok, hingga kawanan peram pok tersebut dibikin "keok". Setelah bangun Didi Petet langsung berkirim surat pada Meriam Bellina dan  langsung disambut baik oleh Mer yang bersimpati pada dirinya. 

Pada kesempatan berikutnya dilaksanakanlah suting antara Didi Petet dengan Marintan Panjaitan di sebuah taman di jalan Pattimura, Jakarta dan malam harinya adegan Onky Alexander dan Meriam Bellina di Cinere Jakarta Selatan. (cat. Cinere itu masuk depok kan ya?..

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990



Thursday, January 29, 2026

LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT TERORIS TURUN GUNUNG


 LANGIT KEMBALI BIRU, RYAN HIDAYAT, TERORIS TURUN GUNUNG (Berita Lawas). Sudah populer sebagai bintang sejak masa kanak-kanaknya, Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak" dan kemudian diangkat nama sebagai remaja masa kini dalam serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh teroris yang fanatik pada Fretilin dari Timor Timur. 

Kalau biasanya melihat Ryan cuma dalam film-film bertema remaja yang sebangun dengan Lupus seperti "Si Roy", "Nakalnya Anak Anak", "Anak Anak Gass", dan sejenisnya, kini ia tak lagi tampil klimis melainkan berkumis brewok kasar mirip koboi spagethi. Peranan yang lain dari biasanya ini dipercayakan pada Ryan Hidayat oleh sutradara Dimas Haring yang menggarap film kerjasama antara PT Bola Dunia Film dengan Pemda Tingkat I Timor Timur. 

Lawan mainnya bukan lagi Paramitha Rusady atau Nike Ardilla, melainkan Sonia Dora Carascalao yang puteri Gubernur Propinsi Timor Timur. Pemain-pemain lainnya juga diseleksi diantaranya pemuda Timor Timur seperti Marie Carmo Guintao, dan Domingos Policardo. 

Ryan dinilai cukup berhasil menghidupkan perwatakan remaja Manuel yang larut dalam aksi Fretilin. Ketika pasukan pembebasan tiba di Timor , Manuel mengikuti gerombolannya bersembunyi ke hutan. Mereka melanjutkan menteror rakyat dengan Gerakan Pengacau Keamanan. 

Sebaliknya kekasihnya, Ana Maifira Alfredo, setelah lulus SPG, menjadi guru di Kabupaten Aileu. Lambat Laun upaya pembinaan kesadaran yang di terapkan oleh ABRI membuahkan hasil juga. Diantara ribuan anggota GPK yang turun gunung terselip pula Manuel. 

Kemantapan akting Ryan Hidayat mendapatkan pujian dari kalangan kritisi dan pengamat film. Bahkan banyak yang meramaikan namanya bisa masuk dalam daftar unggulan Terbaik FFI 1991. Nampaknya anak muda berbakat ini semakin matang dan sudah bisa dipercaya untuk bermain dalam perwatakan lebis serius. Masalahnya langka sekali dibuat film dengan tema seunik "Langit Kembal Biru".



Friday, January 23, 2026

SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?


SUSUK NYI RORO KIDUL, AYU YOHANA MENGGESER SUZANNA?

PT. Rapi Films kini merambah ke tema horor. Agaknya PT Soraya Intercine Films sebagai special horor telah bergeser,  setelah era duet Sisworo Gautama Putra dan Suzanna telah berlalu. Rapi Film memasang gacoan baru, Ayu Yohana sebagai Nyi Roro Kidul. Dapatkah Ayu menggeser kedudukan Suzanna? "Saya mampu" ujar Ayu Yohana. "Karena saya sudah pamitan kepada penguasa Pantai Laut Selatan, " katanya. 

Sakral dan magis selalu saja tema film jenis ini. Bagi masyarakat Jawa , Nyi Roro Kidul merupakan mitos "Dan bila legenda nini dilayar lebarkan kembali, pastilah dapat menyedot penonton", kata co-sutradara Prawoto SR di lokasi suting di Yogyakarta. 

Oran gfilm harus pandai bersiasat, bila filmnya ingin dilirik penonton. Siasat itu, sensual, trick dan moment. Sekarang film tanpa bumbu sex, ibarat makan tanpa garam. Pun dalam film produksi PT. Rapi Films yang ke 78 ini. Sensual tetap menu yang cukup dominan, Karenanya sepanjang suting materi cerita acap berganti ganti. 

Tatkala suting perdana, semua kru 'empot empotan" ada rasa angker. Ayu Yohana nyaris tak bersedia membintangi Nyi Roro Kidul. Sepanjang suting beberapa keanehan muncul. "Kalau saja tidak "permisi" dengan penguasa Pantai Laut Selatan, mendingan saya balik ke Jakarta," katanya. Konon tak sembarang waktu bisa menggarap Nyi Roro Kidul. Sampai soal warnapun harus minta "restu".

Bagi Rapi Films, Film Susuk Nyi Roro Kidul yang ditulis oleh Darsono DA ini merupakan yang ketiga kalinya memproduksi di kota Yogyakarta.  "Ada lokasi tertentu yang tidak dimiliki daerah lain yang dapat memperkaya set film ini," kata sutradara. Separuh dari lokasi suting mengambil set sisa reruntuhan keraton Yogyakarta. Seperti Sumurgemuling, Pulau Cemeti dan bekas keputren serta beberapa tempat lainnya. 

Susuk Nyi Roro Kidul apa pernah ada? Film ini jelas fiktif. Terbilang sosok wanita tua Ni Surti ingin menjadi wanita tercantik dalam abad modern ini. Lalu, melakukan perjanjian dengan Nyi Roro Kidul. Dari sini materi cerita diangkat. 

Dengan darah setiap korban yang di persembahkan kepadanya membikin kesaktian Ni Surti semakin tinggi. Rupanya Ni Srti ingin menjajal kesaktian Nyi . Roro Kidul. Ia telah sesumbar akan menaklukkan  Nyi Roro Kidul. Padahal Ni Surti dapat ilmu dari Nyi Roro Kidul. 

Amarah Nyi Roro Kidul tak bisa dibendung lagi melihat kesombongan Ni Surti. Maka terjadilah perang diantara keduanya. 

Para pendukung film ini diantaranya : Sally Marcellina, Ayu Yohana, Azwar AN, Windy Chindyana, Christine, Rendy Ricky, Johny Anwar, EX Bambang, Esri Komara, Anissa, Andy Jufri, dan Sonny Dewantara serta artis Yogya lainnya. 

Kru diantaranya adalah Azwar AN (Sutradara), Prawoto SR - Co Sutradara, Irawan Subang - Skrip, H. Adi Mukti - Kamerawan, Khasmir Lubis - Ass Kamerawan, Yanis Badar - Editor,Marlan Jass - Penata Artistik, dan Nazwar Nawawi - Manager Produksi. 


~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994

Monday, January 19, 2026

FILM "PELURU DAN WANITA"

 


FILM "PELURU DAN WANITA" sungguh memiliki konotasi pada film perjuangan atau melesetnya film action. Yang ke dua rasanya lebih pas. Sebab sejak awal hingga akhir "Peluru dan Wanita" menyuguhkan aksi itu. 

Ada mobil di hancurkan, pasar di porakporandakan dengan mobil yang mirip babi buta atau meloncat dari gedung ke gedung lalu jatuh ke sungai dan kejar-kejaran tak kenal lelah. Termasuk tentu saja action di ranjang indah di gubug reyot ditengah sawah. Untuk lebih mensyahkan film action, produser Parkit Film lalu menghembuskan irama promosi dahsyat bahwa film menghabiskan dana sebesar 2,5 milyar rupiah.

 Dan film ini memang dibuat dengan semangat meriah itu. Cerita menjadi nomor sekian. Pemeran bisa di bolak balik. Judul bisa di reka reka. Apa "Peluru dan Wanita" atau "Agen CIA" atau "Ngamuknya Bule Amerika" sebab jika di ulur-ulur logika maka tak akan ketemu apa hubungannya peluru dan wanita dalam film ini. Lebih nggirisi kalau kemudian peredaran di luar neger film ini dengan judul "JAKARTA". 

Sebab Jakarta yang dijual adalah Jakarta yang kacau, kampungan, lethek (lusuh), semrawut, juga masih banyak gerilya-gerilya macam orang vietnam yang melakukan jual beli narkotika di tengah pasar kumuh. 

Film ini mengisahkan tentang Falco, bujangan Amerika mantan agen rahasia CIA yang pernah dan ditugaskan ke Indonesia untuk menyeret penjahat penjual candu asal Amerika yang ngacir ke Indonesia. 

Untuk mengerti cerita film ini sendiri, selain sabar meretrospeksi bisa juga dengan lapang dada mencoba mengerti apa maunya sang sutradara asal Amerika Charles Kauffman dan Eddy Bakker asal Indonesia. 

Dalam adegan pertama di buka dengan tokoh Falco berlari-lari setengah teler di jalaan ramai di New York. Tiba-tiba mata Falco yang di perankan cukup lumayan oleh Christopher North yang mirip aktor Mickey Rourke ini, menangkap wanita berbaju merah yang ia kira adalah Esha, gadis Indonesia kepada siapa Falco pernah jatuh cinta. Tapi Falco kecele karena bukan Esha. Justru ia disangka maling dan dikejar-kejar oleh polisi. Saat berantem inilah tiba-tiba Falco berada di Indonesia. 

Yang menarik adalah perpindahan setting cerita dari Falco yang berada di Amerika dan Falco yang terbaring di Indonesia. Sebuah bayangan wayang kulit berujud gunungan di mimbar putih dengan indah sekali menunjukkan peralihan adegan dan setting cerita ini. 

Tapi selebihnya tanpa rencana kelanjutan tiba-tiba dilayar terpampang telop Tiga tahun lalu. Dan kisah pun di mulai ketika Falco mengejar-ngejar seorang wanita berbaju merah yang disangka Esha, wanita yang dijadikan saksi tentang penjahat bernama Dolf. Saat Falco akan ketemu Esha tiba-tiba muncul lagi telop Tiga Tahun sebelumnya. 

Sistim pengkilasbalikan pada "Peluru dan Wanita" setidaknya telah membuyarkan konsentrasi penonton. Persoalannya sederhana, Ketika kembali pada masa silam, sutradara tidak menunjukkan kelanjutan runtutan adegan yang sebelumnya di tanam dan dibiarkan berlanjut. Yang barangkali bisa menjadi perhatian dalam "Peluru dan Wanita" adalah juru kamera dan Frans Tumbuan. Denga kelebihan mengambil sudut-sudut pengambilan yang tepat  dan berani membuat film berkadar action ini meyakinkan sebagai sebuah action. Termasuk suting di gang-gang sempit yang bolehlah di beri perhatian. 

Kalaupun toh ada perhatian lain yaitu tentang penggunaan wayang kuit sebagai wakil emosi para tokoh-tokohnya serta upaya menyuguhkan sebuah tontonan tanpa peluru . Selebihnya nilai Rp. 2,5 milyar tak menujukkan greget film ini belum termasuk peran Zoraya Perucha sekedar tempelan yang bisa dimainkan siapa saja.~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989


Friday, January 16, 2026

SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT


SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT. BADRA MANDRAWATA,  si Buta dari Goa Hantu rekaan komikus Ganes TH, merupakan tokoh cergam yang paling sering di filmkan. Diawali episode pertama "Si Buta Daru Goa Hantu", "Duel di Kawah Bromo" sampai ke "Neraka Lembah Tengkorak". Dari yang pertama sampai yang terakhir  tetap di perankan oleh Ratno Timoer yang juga menyutradarai langsung. 

Produksi PT. Sepakat Bahagia Film ini juga di dukung sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi seperti, Piet Burnama, Johan Saimima, Robert Syarief, Eka Gandara, Aspar Paturusi dan Alba Fuad. Ditampilkan pula pendatang baru Vera Fasilia dan Henny Adiaksi. Kamera ditangani Ismaun sedangkan tata musik digarap Harry Rusli. 

Dalam pengembaraannya, Badra tiba di Sulawesi Selatan. Kakinya membawanya ke desa Pandolo yang penduduknya tertimpa petaka wabah kusta. Akibatnya desa itu dikucilkan, penduduknya dilarang keluar, agar tak menular desa sekitar. Datangnya serombongan pembawa obat malah di sabot oleh orang-orang bertopeng. Badra mulai mencium kejahatan yang kepalang tanggung. 

Puang Marempang, Kepala Desa Tantena ikut prihatin, tapi tak berdaya apa-apa. Tabib kepercayaannya, Puang Tombala bersikap Acuh. Sampai datang Tabib Langkara yang berupaya meramu obat mustajab. Ternyata tabib ini adalah mantan perompak ganas yang di juluki Badai Teluk Bone. Puang Marempang kenal benar padanya. Namun ia melarang putrinya, Ranggi menyambut Langkara. 

Banyak peristiwa misterius terjadi. Pembunuhan demi pembu nuhan dilakukan gerombolan bertopeng. Badra, Langkara dan para pendekar muda mengusut sampai ke goa seram. Disarang gerombolan ini mereka menemukan Puang Tombala tertawan. Orang lain bisa tertipu, tapi Barda yang buta dengan indranya mencurigai Tombala. Benarkah Puang Tabib itulah si kepala gerombolan? Bagaimana cara membuktikannya? Lalu ada apa antara Putri Ranggi dengan Langkara?

Film silat ini tak sekedar mengumbar adegan pertarungan seru, namun disisipi juga dengan filsafat hidup Si Buta yang kian tua nampaknya kian bijak dan bertekad membaktikan sisa usia untuk menolong sesama yang tengah menderita. 


Sunday, January 4, 2026

FILM PACAR KEDUA

 


Pada tahun 1986 pernah ada film berjudul "Pacar Pertama" arahan Sam Sarumpaet dengan pemain pemain Dewi Yull dan Ikang Fawzi. Tapi "Pacar Kedua" ini sama sekali tak ada hubungannya dengan film tersebut. Bahkan semula direncanakan berjudul "Malam Panas, Malam Dingin", tapi kemudian karena berbagai perhitungan dari produser PT. Parkit Film diganti. Padahal sebenarnya lebih pas kalau di beri judul "Selamat Tidur , Selamat Bobo", yang memang jadi theme song yang dinyanyikan sendiri oleh pemeran utamanya, Itang Yunasz. Sejak awal pembuka sampai akhir film, sebanyak empat kali lagu ini di tembangkan. 

Bagi Itang, ini memang untuk pertama kalinya menjadi pemeran utama, Dalam debutnya di "Namaku Joe", malah kebagian peran antagonis. Begitu pula pemeran utama wanita, Baby Zelvia, yang sebelumnya cuma kebagian peran tambahan dalam "Kanan Kiri OK".

Judul terasa kurang tepat, karena memang sama sekali tak ada "pacar kedua", yang ada justru pacar pertama yang begitu setia, meskipun kekasihnya telah menjadi isteri orang. 

Film ini bercerita tentang Andi, insinyur pertanian muda, berpacaran dengan Mia. Hubungan mereka di putuskan oleh ayah Mia, Pak Lesmana yang gila judi. Pak Lesmana telah menerima lamaran Iskandar, lawan judinya. Pak Lesmana yang sudah hilap merebut perhiasan isterinya. Malang, Bu Lesmana terjatuh. Kepalanya terbentur keras sampai tewas. Akibatnya Pak Lesmana harus menebusdosa di penjara. 

Perkawinan Mia dengan Iskandar tak berbahagia. Untuk menghibur diri, Mia mengurus peternakan ayam warisan ayahnya. Indra, mandor peternakan menaruh hati, tapi tak pernah di ladeni Mia. 

Pertemuan kembali dengan Andy, mengobarkan cinta lama Mia. Andy masih tetap membujang. Tapi hubungan ANdy dengan Mia difitnah oleh Indra. Dengan memperalat Pak Harja yang berambisi menjadi kepala Desa baru. Andy dan Mia di gerebek. Pasangan ini ditelanjagi dan diarak bugil keliling kampung. 

Pada saat yang sama, Iskandar tewas di bunh di tempat perjudian. Dalam siraman hujan, polisi datang membubarkan kerusuhan di kampung. Pada saat yang sama, Iskandar tewas di bunuh di tempat perjudian. Dalam siraman hujan, polisi datang membubarkan kerusuhan di kampung. Kecurangan Pak Harja di bongkar oleh isterinya sendiri. Si tukang fitnah Indra di keroyok orang kampung. Bagaimana dengan Mia? Perempuan ini berpelukan dengan Andy. 

Tokoh suami kejam dan penjudi pernah di bawakan oleh Kusno Soedjarwadi yang berperan sebagai suami Marini dalam film "Cinta"nya Wim Umboh. Sedikit banyak karakter tokoh Iskandar yagn di perankan oleh Rudy Salam, rada-rada mirip. Malah disini sutradara Yopi Burnama menambahi sekilas masa kecil Iskandar, pernah menyaksikan ayahnya ditikam ibunya, akibatnya ia menjadi trauma, membenci setiap wanita. Tokoh akhirnya ia sendiri harus tewas ditikam perempuan juga. 

Tokoh penjudi lainnya, Pak Lesmana di bawakan dengan over acting oleh Yoseano Waas. Adegan merebut perhiasan isterinya, salah-salah malah membuat penonton tertawa. 

Tapi di balik kisah cinta Andy dan Mia, terselip juga intrik politik perebutan kekuasaan di desa tersebut. Piet Burnama berperan sebagai tokoh munafik, Pak Harja yang mengincar kedudukan Kades dengan menghalalkan segala cara. Didukung oleh Fakhri Amrullah sebagai tangan kanannya. 

Adegan arak-arakan bugil jelas terasa kelewat dipaksakan demi untuk memburu komersial. Mengingatkan  pada adegan penggundulan rambut Yati Octavia dalam film Rahasia Perkawinan. 

Sebagai pemeran utama, Babby Zelvia masih belum memberikan greget padahal peluang suah terbuka untuknya. Profil wajahnya terkesan kaku dan dingin. Begitu pula halnya dengan Itang yang lebih sering loyo, frustasi tanpa semangat. Apakah pemuda berpenampilan klemar klemer begini yang bakal dijadikan idola remaja? seharusnya tokoh Andy disuntik dengan serum kejantanan barang beberapa cc agar tampil lebih meyakinkan sebagai lelaki.


~MF 094/62/Tahun VI, 3 - 16 Februari 1990

Thursday, December 25, 2025

KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG

 


KAMANDAKA, PANGERAN MENYAMAR LUTUNG, (Berita lawas). Kalau dalam legenda Sunda ada "Lutung Kasarung" yang menceritakan tentang lutung sakti penyamaran dewa yang turun ke bumi, maka dari Jawa Tengah ada dongeng yang sangat mirip, "Kamandaka". Perbedaan pokoknya, yang malih rupa jadi lutung bukanlah dewa melainkan seorang pangeran gagah. 

Dongeng "Kamandaka" ini dituturkan dari mulut ke mulut oleh nenek moyang. Bahkan ada peninggalan-peninggalannya, antara lain sebuah batu gunung sebesar rumah yang di keramatkan di desa Cilongok, Purwokerto. 

Kemudian "Kamandaka" juga menjadi lakon ketoprak yang sangat di gemari masyarakat. Ada satu kebiasaan yang dilakukan oleh rombongan ketoprak keliling, yakni mereka selalu menggelar lakon ini pada malam terakhir, menjelang kepindahan lokasi lain Seusai pergelaran, rombongan pun membongkar tempat pertunjukan yang biasanya di bangun secara darurat di sebuah tanah lapang. 

Kini, "Kamandaka" di filmkan oleh PT. Kanta Indah Film, berdasarkan skenario karangan Abnar Romli. Penyutradaraannya ditangani Atok Suharto yang bekerjasama dengan kamerawan Djarot Bintoro. 

Bintang yang di percaya oleh Produser Pelaksana Herman Dial untuk memerankan Kamandaka adalah Barry Prima. Lawan-lawannya merupakan pemain langganan Kanta seperti Lamting, Yoseph Hungan dan Rudy Wahab. Sedangkan sebagai primadonanya dipasang Gitty Srinita. Ikutan mendukung Lahardo, Yuni Arso, dan Eddy Mathias. Bertindak selaku penata silat adalah Robert Santoso yang biasa mengatur adegan bag big bug sejak sebelum serial "Saur Sepuh".

Barry berperan sebagai Banyakcatra, Putra Mahkota Kerajaan Pajajaran yang menyamar jadi pengembara bernama Kamandaka. Sampai di Kerajaan Pasirluhur ia tertarik pada kecantikan Putri Ciptarasa. Dengan kesaktiannya, Kamandaka mampu malih rupa lutung yang kemudian menjadi kesayangan sang putri. Percintaan mereka menimbulkan kegegeran di keputren. Apalagi karena Prabu Pasirluhur sudah terlanjur menerima lamaran Prabu Nusakambangan. 

~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

Monday, December 22, 2025

PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA


PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA. Pasangan Suami istri (sebelum bercerai) ini semula hanya di kenal sebagai pemain saja. Dwi yan hasil godokan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) muncul pertama kali di layar putih lewat film garapan Chaerul Umam "Keluarga Markum". 

Porsi ini sebenarnya milik Dedy Mizwar yang memerankan Ramadhan dalam "Kejarlah Daku Kau Kutangkap" part 1. Dwi yan makin melejit setelah mendapat kesempatan dari Slamet Rahardjo membintangi film "Kasmaran" bersama Ida iasha dan Ira Wibowo. 

Sedangkan Eva Rosdiana Dewi sang isteri yang dinikahinya , sejak belasan tahun lalu telah menggeluti dunia akting. Bukan hanya untuk film di bioskop, tapi juga di panggung sandiwara dan layar TVRI. 

Adalah Frank Rorimpandey, sutradara pertama yang memberi kesempatan Eva muncul di layar perak. Bersama Marina Gardena, isteri Rudy Salam yang juga bintang film, Eva membintangi "Mutiara".

Walau Eva telah membintangi belasan film bioskop dan sandiwara teve, namun popularitasnya masih kalah dengan sang suami. "Soalnya peran saya kan biasa-biasa saja! kilah Eva.

Sebenarnya Eva sendiri pernah pegang peran utama dalam film "Medali dari Bukit Selatan" yang di produksinya sendiri. Karena film itu gagal di peredaran, maka gagal pula mengangkat Eva ke jenjang popularitas yang lebih tinggi. 

Kini, pasangan bintang film yang membina kehidupan rumah tangga itu, tidak saja bergulat di depan kamera dan harus tunduk kepada perintah sang sutradara, namun mereka telah memutuskan menjadi produser. 

Mengibarkan bendera perusahaan dengan nama Eka Reksa Daya Film (ERD), Eva mengawali produksi perdananya. "Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" yang penyutradaraannya dipercayakan kepada Frank Rorimpandey. 

Pada Produksi Perdananya menurut Eva merupakan produksi kerjasama dengan pihak Pemda Jawa Timur ini, baik Eva maupun Dwi Yan muncul pula sebagai pemain utama. 

Namun setelah film ini, mereka akan lebih berkonsentrasi pada kegiatan produksi saja. Walau sudah berpredikat produser dan akan mencoba lebih konsentrasi pada kegiatan produksi, namun bila ada produser lain yang masih mau memberi kesempatan , kata Dwi yan juga tak akan disia siakan. 

Maksudnya, sambung Eva untuk menjaga persahabatan di antara sesama produser. "Kami ini dulunya kan pemain, masa siih mau nglepasin gitu saja!" tegasnya. 

"Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" beredar di surabaya dan kota lain di Jawa Timur mulai 10 November 1989 guna menyambut hari  Pahlawan. 

~MF 88/56/Tahun VI 11-24 Nov 1989

Sunday, December 14, 2025

SUTING NAKALNYA ANAK MUDA (RICKY, NAKALNYA ANAK MUDA)

 


SUTING NAKALNYA ANAK MUDA (RICKY, NAKALNYA ANAK MUDA), Hawa dingin di daerah Lembang menusuk pori-pori kulit. Kabut turun ke lembah, menutup pepohonan atas pegunungan. Kadang gerimis turun sebentar, seperti mengucapkan selamat datang pada semuanya. 

Sebuah Jip warna hijau muncul dari sebuah jalanan desa. Merambat pelan menuju ke sebuah peternakan sapi, lalu berhenti tepat di dekat kandang. Seoran gkakek menghampiri Jip yang berhenti di dekatnya dan berusaha mendekat. Dari dalam Jip muncul dua anak muda laki dan perempuan. Mereka lalu saling mendekat dan bersalaman, berpelukan. 

Anak muda, laki perempuan itu adalah Ricky dan Lita. Sepasang muda mudi yang sedang kasmaran. Padahal orang tua si cewek, Lita tidak menyetujui hubungan mereka. Alasannya, klasik. Lita mau di jodohkan dengan seorang pemuda yagn masih tergolong keluarga ningrat. Ricky sendiri dikenal sangat berandalan, Karuan saja kalau keluarga Lita sangat menentang hubungan mereka. 

Meski nampak 'meremaja' kejadiannya boleh dibilang wajar. Lita minggat dari rumahnya lalu diantar Ricky pacar pilihannya sendiri. Lita lebih senang tinggal di rumah kakek neneknya di sebuah desa yang cukup jauh dari hiruk pikuk kota Bandung yang mulai tidak sejuk lagi. Disanalah Lita menumpahkan segala perasaannya. menghabiskan air matanya. Lita membutuhkan sosok orang tua yang mengerti anak muda. Tak heran kalau kakek neneknya jadi tumpuan segalanya. 

Ini sekedar cukilan cerita 'Nakalnya Anak Muda' yang sedang di lakukan suting di Bandung dan di Lembang akhir Januari 1990. Nampaknya PT. Andalas kencana Film hendak menghidangkan film-film bertema remaja. begit film Si Roy beredar di pasaran, Produser PT. Andalas Kencana Film buru-buru menyiapkan satu film lagi bertema remaja. 

"Nakalnya Anak Muda" diangkat dari cerita dan skenario karya Marwan Alkatiry. Di Bintangi oleh anak-anak muda seperti Ryan Hidayat, Nike Ardilla, Agyl Shahriar, Fortunella dan beberapa pemain remaja lainnya. Film ini juga didukung bintang-bintang senior seperti Rachmat Hidayat, Frans Tumbuan, Nani Wijaya, dan Ida Kusumah. 

Nampaknya Achiel Nasrun sang sutradara membuat cerita ini agak berbeda dari film remaja yang sudah-sudah. Permasalahan yang diangkat bukan sekedar problematika para remaja saja. Konflik-konflik antara anak dan orang tua menjadi penting dalam film ini. Juga sisi lain 'kenakalan orang tua' jelas-jelas di beberkan. 

Selain masalah cinta antara muda mudi, istilah Kerakesot (Kenakalan remaja, kesalahan orang tua)merupakan sisi lain yang ikut diangkat. Seperti seorang ibu rumah tangga  yang sibuk dengan seminar-seminar tentang kenakalan anak muda pada kenyataannya, beliau, sang ibu itu nggak becus ngurus anaknya sendiri. Juga tokoh seorang ayah yang berani main serong dengan sekretarisnya dan dihadapan putranya sang ayah ketahuan sedang asyik berpelukan dengan kekasih gelapnya. 

Masalah percintaan muda mudi itu lumrah. Konflik antara anak dan orang tua, itu wajar. Kenakalan anak muda seperti berantem, kebut kebutan dan keisengan yang lain, sering kita lihat. Tapi apakah kenakalan dan keberandalan orang tua boleh kita bilang wajar?

Ricky (Ryan Hidayat) anak muda yang mewakili generasinya. Dulu ia anak yang  baik. Suatu saat ia menyaksikan pacarnya terhempas dari udara, karena payung di punggungnya tidak mengembang. Tak heran ia mengalami shock berat. Di tambah setelah kejadian itu ia melihat ayahnya sedang asyik bercumbu dengan wanita lain. Sedang ibunya, tak pernah ada di rumah karena kesibukannya. 

Tapi sebenarnya kenakalan Ricky di sebabkan karena keisengan orang tuanya? Benarkah? masalah perjodohan anak masih terjadi dalam masyarakat yang sudah modern. Benarkah antara anak dan orang tua terdapat jurang pemisah yang lebar dan dalam?


~MF

Tuesday, December 9, 2025

CINTA ANAK MUDA, NIKE ARDILLA DAN HUDI PRAYOGA


 CINTA ANAK MUDA, NIKE ARDILLA DAN HUDI PRAYOGA. Satu pasangan remaja di perkenalkan oleh PT. Andalas Kencana Film "Cinta Anak Muda". Mereka adalah Nike Ardilla, si rocker-pop-slow yang imut-imut dari Bandung, dan Hudi Prayoga yang debut filmnya lewat Coba Coba Dulu. 

Sutradara Hadi Purnomo mengangkat cerita yang ditulis Deddy Armand ini dengan mengerahkan sejumlah pemain muda antarai lain seperti James Sahertian, Zarina Amir, dan Eddie Poer. Sedangkan dari kalangan senior ikut adu akting Zainal Abidin, Piet Burnama, Ida Kusumah dan Muni Cader serta pelawak mantan Srimulat, Betet. 

Sesuai dengan selera anak muda, tata musik digarap oleh Ekky Soekarno. 

Cerita bermula dengan dititipkannya si gadis dari kampung, Ira oleh oayahnya, Pak Karna kepada Pak Ganda, usahawan sukses di Jakarta. Pak Karna ingin mengurus perkara penipuan yang dialaminya hingga harus pergi ke luar negeri. 

Kalau Pak Ganda yang merasa berhutang budi pada Pak Karna, gembira saja menerima Ira, tak demikian dengan isterinya. Bu Ganda curiga, Ira sengaja dititipkannya agar bisa menggaet hari anaknya, Arie yang baru saja lulus sebagai Sarjana Ekonomi. Padahal Arie dicalonkan oleh Mia, anak rekanan bisnis Pak Ganda.

Benar saja, ketika Arie pulang dari Surabaya, ia cepat intim dengan Ira yang memang sudah dikenalnya sejak kecil. Asyik bersepeda berduaan, sampai Ira jatuh dan terkilir kakinya. Melihat Arie merawat Ira, timbullah kecemburuan Mia. Maka Mia menghasut abangnya, Leo yang baru pulang dari Amerika untuk memper k o s a Ira. Tentu saja Arie membela Ira, meskipun harus berkelahi dengan Leo. 

Mia menghasut ayahnya, Pak Brata untuk menghentikan bantuan dana proyek Pak Ganda. Akibatnya, Pak Ganda terpaksa mengusir Ira dari rumahnya. 

Pak Karna telah berhasil memenangkan perkara di Singapura, pulang ke Jakarta. Tentu saja ia marah besar mengetahui putrinya di usir. Putuslah persahabatannya dengan Pak Ganda. 

Arie menyusul Ira ke desa. Justru sekarang Pak Karna yang menolaknya. Namun menyaksikan ketulusah hati pemuda ini pak Karna bersedia menerimanya sebagai menantu dengan persyaratan, "Kau boleh menikahi Ira, bila bisa membuktikan mampu mencari uang dengan keringat sendiri tanpa mengandalkan harta dan kedudukan ayahmu!".

Kendati menyandang titel Drs. namun Arie ingin membuktikan cintanya dan kesungguhan hatinya dengan cara bekerja sebagai tukang pemecah batu. Tapi lagi-lagi muncul Leo dan kawan-kawannya yang rupanya masih menyimpan dendam. Justru pada saat Arie membawa uang bayaran kerjanya ke rumah Pak Karna, ia di cegat dan dikeroyok kawanan Leo. Untunglah para pekerja yang merupakan kawan-kawan Arie ramai-ramai datang menolong. 

Keteguhan Arie meluluhkan kekerasan hati Pak Karna. Orang tua inipun merestui percintaan mereka. Lebih menggembirakan lagi karena Pak Ganda juga menyadari kekeliruannya. Baru diketahui kalau selama ini ia sering ditipu oleh Pak Brata. Maka putuslah hubungan Arie dengan Mia yang materealistis berganti dengan cinta Ira yang murni. 

Monday, December 8, 2025

FILM "KEPUASAN" , Problema Kepuasan Suami Istri


 "KEPUASAN" Problema Kepuasan Suami Istri. Bencana terbesar dalam kehidupan umat manusia terletak di ranjang perkawinan. Bukan tokoh sembarangan yang mengukirkan pendapat ini. Beliau adalah Rabindranath Tagore (1861-1941), filsuf, penyair dan ahli mistik legendaris dari Bengali, pemenang hadiah Nobel Sastra pada tahun 1913. Pandangan hidupnya dituangkan antara lain dalam Sadhana, Citra dan Gitanyali yang sangat masyhur. Bahkan syairnya Janaganamana kemudian resmi sebagai lagu kebangsaan India. 

Salah satu ujarnya tentang kehidupan perkawinan bisa di simpulkan dari kutipan diatas. Dan aktor kawakan Piet Burnama menjabarkannya menjasi sebuah cerita skenario untuk film yang di produksi PT. Andalas Kencana Film . Sutradara Acok Rachman, memasang bintang yang pernah tersohor sebagai bomseks, Yurike Prastica, sebagai tokoh Aida, isteri yang tak mendapat kepuasan seks dari suaminya , Mario yang diperankan oleh Sony Dewantara. 

"Ceritanya, Aida adalah seorag janda muda, dari suaminya yang pertama ia cukup mendapatkan kepuasan lahir batin. Setelah menjanda Aida menjalin hubungan baru dengan pemuda Mario yang berasal dari keluarga kaya. Semula ayah-ibu Mario (diperankan oleh Bombom Gumbira dan Rina Hassim) kurang setuju anak mereka memilih seorang janda. Apalagi ibu sudah punya calon menantu pilihan, Windy. Tapi cinta Mario sedemikian besar, hingga ia tetap menikahi Aida".

Sesudah menjadi suami istri barulah Aida menyadari kalau Mario memiliki kelemahan seks, sangat berbeda dengan suami pertamanya. Ia tak pernah mendapatkan kepuasan di atas ranjang. Mario juga bukannya tak menyadari kelemahannya. 

Lalu bagaiman? cerai bukanlah satu-satunya solusi bagi suami isteri yagn menghadapi kemacetan dalam masalah kepuasan seks," jawab Madhu Mahtani produser film yang banyak memetik ilham dari rubrik-rubrik tanya jawab seks di berbagai media termasuk yang diasuh pakar terkenal Dr. Naek L Tobing. 

Maka Aida dan Mario mencoba mencari jalan keluar dengan meminta saran dari penasihat perkawinan dan psikiater. Berbagai cara termasuk variasi hubungan seks dianjurkan. "Untuk menarik minat penonton, adegan-adegan tersebut di visualisasikan tapi tentu saja dengan secara artistik jauh dari vulgar," kata sutradara Acok Rachman. 

Memang visualisasi adegan tersebut bisa menjadi daya tarik. Sebagaian beesar suting berlokasi di Jakarta, serta untuk pengambilan beberapa adegan outdoor di lakukan di pantai Carita , Jawa Barat (sekarang banten). 


~MF 216/182/THXI 24 Sept - 7 Okt 1994

Sunday, December 7, 2025

RINI TOMBOY, POTRET REMAJA METROPOLITAN


RINI TOMBOY adalah karya debut penyutradaraan Noto Bagaskoro yang sebelumnya sebagai asisten sutradara. Rini Tomboy skenarionya di tulis oleh Jujur Prananto berdasarkan serial sandiwara radio populer karya Johan Kalayan. Lagunya di gubah Areng Widodo dan dinyanyikan rocker Achmad Albar. 

Versi filmnya tokoh utama Rini diperankan oleh Cornelia Agatha Dahlia pemain dari serial sinetron RCTI "Dunia Dara"yang rambutnya di pangkas pendek dan bergaya trampil. 

Lawan mainnya Aktor Terbaik FFI 1990 Tio Pakusadewo sebagai Samil yang bersama Adjie Massaid (Doddy) harus kembali mengenakan seragam SMA serta bintang remaja manis Nunu Datau sebagai si centil manis,   Serta di bantu wajah-wajah baru si hitam manis Ninette Maritya sebagai Nita Siswi gedongan yang mahir balet. Handi lifat sebgai Jimmy anak pengelola Bajai yang pacaran dengan Nita, Bintang Clik Sheren Regina Dau sebagai Adik Nita, serta bintang tamu Titi DJ sebagai dirinya sndiri menyanyikan dua buah lagu. Plus pemain-pemain lainnya, Hendri Hendarto, Arman Efendy sebagai ayah Samil, Louis Nikijuluw sebagai ayah Rini, Ida Sumange sebagai ibu tiri Rini, Ronny M. Toha sebagai Manager Hotel  lalu ada ibu kandung Dian Nitami ikutan muncul jadi ibu Nita.

Adegan-adegan yang menggambarkan keceriaan dunia remaja, khususnya elite ibukota, berhasil di suguhkan dengan gambar-gambar manis. Namun disana sini terselip pula adegan dari kalangan bawah seperti bocah-bocah penjual koran yang jadi sahabat Rini. 

Secara keseluruhan film ini digarap dengan cukup menarik, kendati tempo film beberapa kali terabaikan. Seperti misalnya pada adegan perburuan yang berlangsung antara Rini dengan kawanan Samil di stasiun kereta api kosong terasa berkepanjangan. Begitu pula halnya saat Rini an Samil uber-uberan dari tangga ke tangga sampai ke atap hotel terasa di ulur untuk menantikan kedatangan ayah samil dan yang lain-lainnya. 

Film diawali dengan kejutan adegan pertarungan ninja. Penonton bisa mengira salah nonton film hongkong. Padahal memang benar, Rini yang beraksi menumpas ninja pembunuh kawan-kawannya di perkemahan. Tapi cuma dalam mimpi kok!.


Rini si gadis tomboy adalah bintang SMA 2000. Bersama kawan-kawannya, Doddy, Jimmy dan Susan ia merencanakan piknik ke Yogya. Ikut bergabung Nita dari SMA 2001. Ternyata Jimmy dan Nita saling menyukai. Namun hubungan mereka memercikan api permusuhan dengan kelompok beran dal SMA 2001 yang dipimpin Samil. Pasalnya Cinta Samil pada Nita ditolak mentah-mentah. Samil dan kawan-kawannya mengero yok Jimmy sampai b a b a k  b e l u r, Rini yang menguasai karate membalah mengha jar Samil. 

Kekalahan ini membuat Samil Frustasi. Di rumah ia merasa selalu di tekan oleh ayahnya yang hendak mengirimnya bersekolah ke Jepang. Diam-diam Samil membeli senjataapi dari kawanan bandit. Padahal Rini pernah datang kerumah Samil, mengaku sebagai pacar Samil pada ayah dan ibu Samil. Bahkan ayah Samil sempat cemas, jangan-jangan gadis tomboy ini hendak mengadu telah di hamili anaknya. 

Konflik memuncak tepat pada pesta ultah Nita. Saat semua kawan datang kerumah Nita, ditengah jalan Rini di cegat kawanan Samil. Todo ngan pistol membuat Rini tak berdaya. Dalam keadaan terbius Rini dibawa ke hotel. Niatnya ingin di per k o s a. Tapi Rini keburu sadar dan balik melabrak mereka. 

Klimaks berlangsung diatap hotel. Saat Samil menyandera Rini dengan pistol, disaksikan ayah, ibu dan semua kawan. Samil menyerukan pemberonta kan atas sikap otoriter sang ayah. P i s t o l meletus peluru menyambar Rini bersimbah darah. bagaimana akhirnya? sudah pada nonton kan?


~MF 167/134/THIX 28 Nov-11 Des 1992

Thursday, December 4, 2025

JAMPANG, SI JAGO BETAWI


 JAMPANG, Jago dulu, kumis melintang dada berbulu..." itu sebait lagu Gambang Kromong yang dipopulerkan oleh Benyamin S. Pada dekade awal 1970an dulu, cerita tentang jawara Betawi ini sudah pernah difilmkan . Antara lain di perankan oleh WD Mochtar dan Soekarno M. Noor. 

Tahun 1990 dibuat ulang berdasar cerita karangan Zaidin Wahab yang dicergamkan oleh Ganes TH (sebanyak 10 jilid). Namn berbeda dengan gambaran Jampang dalam film-film dulu atau komiknya, maka Jampang yagn diperankan oleh Barry Prima ini berwajah klimis, tanpa kumis yang tebal melintang. 

Menurut Produser Pelaksana , Herman Dial, semula di coba memakai kumis palsu, namun Barry merasa kegatelan hidungnya hingga tak bisa leluasa berakting. "Tidak apa-apa, Jampang versi saya jadi jawara yang klimis," kilah sang sutradara M. Abnar Romli. 

Di dukung oleh pemain-pemain langganan PT. Kanta Indah Film seperti Joseph Hungan, Christy Arnie Kasidi, Rudy Wahab, Hasan Dolar, Nina Karina dan bayak lagi lainnya. Film ini dibuat menjadi dua episode berurutan. 

Film diawali dengan perampokan terhadap Haji Manong yang baru pulang dari menjual kerbau. Untung muncul si Jampang yang sekali gebrak melontarkan dua perampok ke kali. Ternyata Jampang masih sekampung dengan Haji Manong. 

Dulu ia pegi merantau ke Betawi. Kekerasan hidup  membuat Jampang sempat mendekam di bui. Justru di sini Jampang di gembleng oleh si Banteng, muridsi Pitung. Keluar bui , Jampang berniat mengamalkan ilmunya untuk membela diri kaum tertindas

Sekarang Jampang mondok di rumah H. Manong.Ia tertarik pada Sari, bunga kampung, putri H. Jole. Saingan beratnya Mandor Jun yang telengas. Dalam bentrokan, jampang membabat tangan si mandor sampai kutung. Akibatnya ia diburu kompeni.

Jampang bersembunyi di rumah Pak Jiung. Malang bagi pak Jiung, bersama purinya, Rabiah , dibunuh oleh inspektur Frans. Jampang membalas dendam kematian Frans. Kematian Frans membalas membuat Kapiten Simon naik pitam. Diangkatlah Ibnu, jawara muda dari Banten, menjadi inspektur. Tugasnya membekuk Jampang hidup atau mati. 

Duel seru antara Jampang dan lawan Ibnu yang kepal senjata berlangsung pada klimaks film. Jampang nyaris putus asa melewan Ibnu yang kedot. Padahal sebenarnya Ibnu juga merupakan anak Haji Raibun, sama seperti si Jampang cuma beda ibu saja. 


Wednesday, December 3, 2025

ANGLINGDARMA 3, FENDY DAN BARRY BEREBUT PORSI NAMA

 


Tercatat dalam sejarah perfilman nasional, film silat Indonesia pertama yang berbahasa Jawa keseluruhannya adalah Balada Cinta Anglingdarma (1990) yang di perani oleh Baron Hermanto sebagai Prabu Anglingdarma. 

Film yang diangkat dari cerita ketoprak dan komik itu cukup sukses saat di rilis di Jawa Tengah namun di Jakarta (beredar versi bahasa Indonesianya) ternyata kurang mendapat sambutan. Toh produsernya tetap melanjutkan Anglingdarma 2 Batik Madrim Mbalelo (Pemberontakan Batik Madrim) dan uniknya peran sang Prabu dialihkan ke Barry Prima sebaliknya Baron jadi si pengkhianat Patih Batik Madrim. 

Selanjutnya PT. Elang Perkasa Film memproduksi Anglingdarma 3 dengan sutradara S.A Karim dan kamerawan Suryo Susanto. Lewat film inilah untuk pertama kalinya di pertemukan tiga bintang film silat terkenal, Barry Prima, Fendy Pradana dan Murtisaridew. Masih ditambah lagi dengan Baron Hermanto, Erna Santoso, Eddy S Yonathan, Rendy Recky, Yacob Essad, dan pelawak Kampret (dari ketoprak Mataram) sebagai si Klungsur punakawan setia. 

Tokoh Prabu Anglingdarma di lanjutkan perannya oleh Barry Prima, lalu Fendy Pradana sebagai putra mahkota Kerajaan Malawapati, Pangeran Angling Kusumo. 

Suting yagn antara lain berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah berjalan lancar. Murti Saridewi yang namanya terangkat sejak berperan sebagai Lasmini si pendekar genit dalam serial Saur Sepuh, kini berperan sebagai pendekar wanita Srenggono Retno yagn sensual dengan gigi gingsulnya. 

Kalau dalam film, Fendy dan Bari sebagai anak dan ayah yang terpaksa bertarung adu kesaktian untuk menguji kesatriaan, adalah seusai suting timbul probema. 

Gara-gara terjad saat penggarapan poster (istilah filmnya one-sheet) dan still-photo (nama sebenarnya window-sheet) yang kelak di pajang di etalase (lemari kaca) di lobi lobi bioskop. Pendesain poster Rizal Alferthinus seperti biasa memasang nama Barry Prima diatas sedangkan Fendy Pradana di tempat ketiga di bawah nama Murti Saridewi. 

Demi melihat hal sini, Fendy merasa kurang nyaman. Ia memprotes, menuntut namanya di letakkan paling atas. Terpaksa produser harus menetak khusus namanya untuk di lekatkan pada still-photo yang sudah jadi. 

Masalah pemasangan nama ini sering jadi problem terutama di Amerika. Misalnya pada poster The Firm, Tom Cruise tak menyukai nama Gene Hackman di pasang sejajar sama tinggi dan sama besar dengan namanya. Tapi Hackman juga emoh namanya di pasang di bawah. "daripada begitu lebih baik tak usah pasang nama saya sajalah", itulah yang terjadi nama Hackman tak ada di poster The Firm. 

Bahkan sutradara Teguh Karya pernah merelakan nama-nama pemeran utamanya, Rachmat Hidayat dan Tuti Indra Malaon dipasang kecil-kecil di bawah nama para pemeran pembantu, Onky Alexander, Nurul Arifin, Ayu Azhari dan Didi Petet pada Pacar Ketinggalan Kereta. 


~MF 216/182/THXI 24 Sept - 7 Okt 1994


Sunday, November 30, 2025

FILM TERGODA! DENDAM KORBAN PERKOSAAN


 TAFFANA DEWI, gadis cantik asal Jogya yang memiliki sepasang mata menggoda yang memiliki prestasi seabreg diantaranya pernah dinobatkan sebagai Putri Malioboro 1990, Putri Batik Jawa Tengah 1990 dan Putri Esteem 1991. Sesudah beberapa kali main sinetron, Taffana juga ikut mendukung film Misteri Permainan Terlarang dan Gairah Malam, namun baru lewat film TERGODA produksi PT. Andalas Kencana Film inilah  dipercaya sutradara Abdi Wiyono menjadi pemeran utama. 

Abdi Wiyono memulai karier penyutradaraannya sejak Madu dan Racun (1985), belakangan dikenal sebagai pengarah serial komedi terpanjang yang diangkat dari legenda tanah Sunda Si Kabayan Orang Beken. Baru kini ia kembali ke dunia film dengan menyutradarai cerita skenario karya Acok Rachman. 

Taffana di dukukung oleh permainan James Sahertian , Rudy Wahab (yang biasanya jadi tokoh jahat, tapi kini peralih peran) dan Sony Dewantara. Diramaikan oleh kawakan Piet Burnama dan pendatang baru seperti Ayu Alexandra dan Andi Jupri. 

Gadis cantik bernasib malang Elisa, terpaksa harus menjalani perawatan yang cukup lama di Rumah Sakit Jiwa. Pasalnya ia dan ibunya pernah di p e r k o s a dengan secara sangat brutal, bahkan kemudian ibunya tewas di b u n u h di depan matanya. Peristiwa dahsyat itulah yang membuat jiwa Elisa terguncang. 

Sekian bulan kemudian, barulah Elisa dinyatakan sehat oleh tim dokter yang merawatnya. Ia di jemput oleh Pak Handoyo, sahabat almarhum Elisa, bukan saja bersedia menampung Elisa bahkan Pak Handoyo juga menawarinya bekerja di perusahaannya. 

Padahal kendati sudah di nyatakan pulih oleh dokter, sebenarnya Elisa masih menyimpan trauma yang berkembang menjadi dendam kesumat dalam hatinya. Ia bertekad membalas dendam dengan caranya sendiri. Salah satu petunjuk yang masih melekat di benaknya ada gambar tatoo ular kobra di dada durjana p e m e r k o s a dan p e m b u n u h ibunya itu. 

Maka kalau disiang hari, Elisa bekerja baik-baik sebagai sekretaris di kantor Pak Handoyo malamnya ia malih rupa sebagai Monica, gadis penghibur yang bergentayangan di hotel, cottage dan pesta pesta kalangan atas. Tujuannya cuma satu, mencari si durjana bertatoo kobra.

Monica tak menyadari diam-diam ada seorang pria bernama Rendy yang membayanginya. Sesungguhnya ia adalah seorang reserse yang mencurigai gerak gerik Monica yang berpindah-pindah dari hotel ke hotel. Pelacakan Monica mulai menunjukkan titik terang ketika Maya, seorang wanita panggilan kelas atas membisikkan tentang Tedy, bos pengedar narkotika yang punya tatoo ular kobra di dadanya. 

Rendy yang memang bertugas menggulur jalur narkotika turun tangan membantu Elisa yang berani menerobos sarang Tedy. Dendam Kesumatnya memang harus di lampiaskan, namun hukum tetap harus di tegakkan. 

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Abdi Wiyono

Cerita-skenario : Acok Rachman

Kamerawan : Partogi Simatupang

Penata Artistik : Teuku Rusian

Para Pemain : Taffana Dewi, James Sahertian, Rudy Wahab, Ayu Alexandra, Piet Burnama

Monday, November 24, 2025

KUBERIKAN SEGALANYA


 KUBERIKAN SEGALANYA, Sayangnya Nihayah Abubakar tak mengisi suaranya sendiri sehingga kehilangan kans meraih Citra Aktris Terbaik meski dengan akting yang prima. 

Film Kuberikan segalanya mengingatkan pada "My Left Foot" (1989) yang membuahkan Piala Oscar Aktor Terbaik untuk Daniel Day Lewis lewat peran penulis yang lumpuh sejak di lahirkan. Bagaimana dengan Kuberikan Segalanya? pada FFI 1992 meraih 10 unggulan. 

Nihayah Abubakar, pemeran Anisah yang memang cacat tuna lengan, tak mengisi suaranya sendiri sehingga kehilangan kesempatan untuk masuk unggulan aktris terbaik. Tokh aktingnya sebagai pemula cukup menarik. Rasanya penonton pasti terharu melihat adegan ia mengiris-iris kacang panjang dengan pisau yang di jepit di jari kakinya, atau ketrampilannya menggunting kain, atau bagaiman ia menyuapkan mie, semua dilakukan dengan kaki yang menggantikan fungsi tangan. Patutlah padanya di berikan penghargaan khusus. 

Untungnya Sutradara Galeb Husin tak tergelincir menggarap karya keduanya menjadi melodrama yang mengeksploitir cacat nihaya. Disana sini malah ditaburkan suasanya riang, khususnya pada setiap pemunculan Deddy Mizwar yang berperan sebagai Adam, si seniman komplit tengah berusaha mengubah lagu baru tapi disebutkan pernah juga menyutradarai film sukses, meskipun rumah dan sosoknya sangat bersahaja. 

Deddy Mizwar yang tercatat tampil dalam 5 dari 11 film pilihan, memang hampir selalu  bermain menarik. Kehadirannya walau cuma jadi pemeran pembantu membawa suasana segar yang memancing tawa. Justru pemeran utamanya Rano Karno dan Paramitha Rusady yang memerankan kakan beradik , Faisal dan Fitri berada dibawah kadar permainan mereka. 

Problema bagi tokoh Faisal termasuk putusnya hubungan dengan pacarnya Maruti (Clara Sinta), serta penipuan yang dilakukan Jaka (Anwar Fuady) tak berakhir tuntas. Apa sebenarnya pekerjaan Faisal tak jelas, cum setelah kena tipu yang menghabiskan seluruh uangnya nampak ia menyopir mikrolet. Si Penipu Jaka, raib begitu saja. Sedangkan Maruti sekilah terlihat saat Faisal diwisuda,namun mereka tak rujuk kembali. 

Adapun problema Fitri malah terasa sangat di paksakan. Cemas hubungannya dengan Erwin (Gito Gilas) bakal putus kalau Erwin melihat kakaknya. Fitri melarang Anisah keluar dari kamarnya. Aneh, sikap egois yang ditonjolkan Fitri terasa dadakan karena awalnya nampak ia begitu manis dan menyayangi kakaknya. Jadinya sangat tidak klop ketika tiba-tiba ia memaki-maki Anisah dengan kasar.  Adegan yang mestinya mengharukan ini berbalik jadi bumerang yang mengurangi mutu.

Adalagi tokoh dan problema yang hilang begitu saja dari konteks cerita. Yang dimaksud adalah kelompok pengemis yagn dikoordinir oleh Pak jalu (Him Damsyik). Setelah anak buahnya beralih menjadi penjaja makanan berkat bimbingan Anisah sempat Pak jalu marah-marah tapi tak berkelanjutan konflik langsung dengan Anisah. 

Pada penutup terlihat Nihayah dan gadis cilik yang disayanginya berjalan berdua menuju Monas sebagai simbolik kisah hidupnya belum berakhir. Atau bisa juga berabrti kelak akan di produksi sequel berikutnya?


~MF 167/134/THIV 28 Nov - 11 Des 1992

Sunday, November 23, 2025

SANDY TAROREH, BELAJAR AKTING SENDIRI


 SANDY TAROREH. Permainannya dalam film "Saat Saat Yang Indah" sebagai Agung yang ditinggal mati ibunya dan tak mengetahui siapa ayahnya sempat menguras air mata yang  menyaksikannya. Dan lewat film ini pula menurut Sandy Taroreh ia sangat terkesan. 

Berawal dari ajakan Willy Dozan yang saat itu bertetangga dengan keluarga Taroreh ini , Sandy mengenal film. 

"Dulu ketika saya berusia 9 tahun oom Willy Dozan mengajak saya untuk ikut main film "Pendekar Liar", tapi ayah menghalanginya. Maka saya tidak jadi main soalnya shootingnya jauh diluar kota. Ketika itu hasrat saya menggebu gebu untuk dapat terjun kedunia film," tutur Sandy. 

Menurut Pak Taroreh, ayah Sandy, ia memang melarang karena kuatir akan mengganggu pelajaran sekolah Sandy. Namun akhirnya tampaknya sang ayah mengalah juga.  Sandy Taroreh memulai debut pertamanya lewat film "Pendekar Liar" dan tahun berikutnya ia ikut dalam film "Neraca Kasih". Selanjutnya ia bermain sebagai Raden Mas Said ketika kecil dalam film "Sunan Kalijaga" dan kemudian baru film "Saat Saat Yang Indah". Tidak sampai disitu saja, Sandy juga min dalam film "Telaga Angker","Damai Kami Sepanjang Hari".

Sandy Taroreh mengaku kalau ia belajar akting sendiri . 

Friday, November 14, 2025

TITIK TITIK NODA


 FILM TITIK TITIK NODA, Andi (Harry Capri) termasuk seorang pemuda tampan. Dengan modal ini ia berhasil menggaet beberapa orang gadis. Diantaranya adalah Tini (Meriam Bellina), gadis pembantu rumah tangga di mana tempat kostnya. Juga ia berhasil menggaet Helen (Chintami Atmanegara), putri kesayangan Pak Suryo, pimpinan perusahaan dimana ia bekerja. Juga beberapa gadis lainnya yang pernah di jumpainya di tempat-tempat hiburan. 

Sebenarnya Tini yang termasuk bibit unggul dalam keluarga ibu Murni (Ida Kusumah) tempat Andi kost, telah di rencanakan oleh Ibu Murni sendiri bila tiba waktunya untuk menjual kehormatan Tini kepada lelaki yang berani membayar mahal. Namun Andi telah mendahuluinya tanpa sepengetahuannya. 

Hasil hubungan intim antara Tini ini membuahkan janin bayi di kandungan Tini. Setelah mengetahui hal ini, Andi segera angkat kaki dari tempat kost bu Murni dan mencari tempat kost yang baru untuk bersembunyi. 

Tini yang panik setelah mengetahui kalau Andi telah minggat suatu ketika tergelincir dari tangga di tempat kost dan menyebabkan keguguran. Kejadian ini sempat di ketahui oleh Ibu Murni yang tentunya menjadi gusar. Setelah ia mendapatkan penjelasan dari Tini, segera ia menyuruh para tukang pukulnya untuk mencari Andi. 

Helen meminta persetujuan ayahnya agar di perbolehkan menikah dengan Andi, Pak Suryo yang telah mengetahui kebejatan moral Andi tentu saja menolaknya. Namun Helen yang telah mencintai Andi dengan sepenuh hati  menjadi nekad. ia mengancam ayahnya dengan berbagai cara. Akhirnya mau tak mau pak Suryo terpaksa menyetujui juga. Maka di tentukanlah hari baik untuk melaksanakan pernikahan Andi dan Helen. 

Betapa bahagianya kedua calon mempelai ini namun di balik semua itu Tini Ibu Murni beserta tukang pukulnya dan juga beberapa gadis yang dulu pernah menjadi korban Andi berusaha terus mencari Andi.  Mereka akan menuntut dan meminta pertanggungjawaban dari Andi. 

Dan tentu saja perbuatan nista lambat laun pasti akan terungkap juga. Begitu pula dengan apa yang dilakukan oleh Andi selama ini. 

Titik Titik Noda di sutradarai oleh Hengky Solaiman yang pernah sukses dengan film Tali Merah Perkawinan, Tandes Sorga Dunia dipintu Neraka. 


~RF 529

Wednesday, November 5, 2025

BOY TIRAYOH


 BOY TIRAYOH. Sebelum kenal dunia film, Boy tidak menyangka kalau ia mampu berakting di depan kamera. Soalnya ia hanyalah seorang preman yagn getol nongkrong di Pasar Baru tidak jauh dari rumahnya. 

Suatu waktu, Boy ketiban rejeki peran yang di sodorkan oleh Sanggar Prathivi, sebuah group sandiwara. It terjadi pada tahun 1973, saat Sanggar Prativi kekurangan pemain sehubungan dengan penampilannya di layar televisi. dan Pilihannya  jatuh kepada Boy Tirayoh yang sering mangkal dekat markas Sanggar Prativi. Setelah ia sempat tiga kali tampil di teve, tak lama kemudian "Saya diminta oleh sutradara Nico Pelamonia untuk turut membintangi film yang akan di garapnya berjudul "Prahara Betinanya seorang Perempuan," (1974), saya kebagian peran pembantu utama. Itulah film pertama saya, "cerita Boy. 

Lewat Sanggar Prativi, Boy mengenal dunia yang baru, dunia akting. Ia cukup lama juga mendekam di Sanggar Prativi hingga tahun 1981, dibawah pimpinan Peter Broto. 

Tawaran pun berdatangan, Film berikutnya adalah "Pahitnya Cinta Manisnya Dosa," bersama Yenny Rachman, Drg Fadly dengan sutradara Wahab Abdi. Kemudian pada tahun 1977, Arta Cata Film menggarap sebuah film yang berjudul "Cacat Dalam Kandungan" di sutradarai oleh Fritz G Schadt. Boy disini sebagai pemeran utama di samping Donna Arta pemain utama wanitanya. 

Boy Tirayoh mengakui kalau kariernya makin berkembang karena berkat bimbingan sutradara Fritz G Schadt. Dan setelah membintangi "Cacat Dalam Kandungan", Boy sempat vacuum beberapa lama. Dalam kevacuuman ia mengalikan profesi sebagai dubber. 

Sudah banyak juga artis film yang suaranya diisi (didubber) oleh Boy Tirayoh. Tercatat nama Roy Marten (Rahasia Perkawinan), Herman Felani (Sekuntum Duri), Alex Kembar (Dukun Lintah) Rano Karno (Bunga Cinta Kasih) dan banyak lagi. Lumayan sebagai dubber saya banyak di bantu oleh Titi Qadarsih dan Mbak Maria Oentoe dari Sanggar Prativi. Setelah vacuum Boy berperan sebagai pemeran utama dalam film "Buaya Putih" dan "Tongkat Sakti".

Di film Kamp Tawanan Wanita, Boy Tirayoh berperan sebagai Letnan Nakamura. 

Setelah berada di Sanggar Prativi, Boy akhirnya keluar tapi tetap aktif berkecimpung di dunia film dan sandiwara. Dramawan Boy membentuk sebuah sanggar yagn di beri nama Sanggar Mayapada dengan Jabatan sebagai asisten Sutradara di bawah Idris Affandi. Selain aktif sebagai dramawan dan film, ia juga tergabung dalam Gabdika (Gabungan Bela Diri) Shitoroyu Indonesia. Menurut Boy ia sudah menguasai ilmu beladiri sejak tahun 1972. Selain sebagai bintang film Boy juga kerap sebagai Pembawa Acara tau MC. 

~RF 474

Pada era sinetron, salah satu sinetron panjang Boy adalah Cinta Fitri.