Showing posts with label aktor lawas. Show all posts
Showing posts with label aktor lawas. Show all posts

Saturday, July 4, 2026

SONNY DEWANTARA, "SAYA NGGAK PERNAH JENUH"

 


SONNY DEWANTARA, "SAYA NGGAK PERNAH JENUH" (berita lawas). Masih ingat aktor ini? Nama Sonny Dewantara melejit sejak membintangi film-film berjudul serem, Permainan Binal, Cinta Terlarang, Di Balik Pelukan Laki-laki serta masih banyak lagi judul film dan sinetron.

Setelah nama mulai berkibar, tawaran untuk masuk dapur rekaman pun menguak lebar. Maka beredarlah 4 album yang berirama dangdut bertajuk Hatimu Tak Secantik Wajahmu, Jawaban Bukan Yang Pertama,  Kopi Susu dan Ombak Pun Balik Ke Pantai. "Saya sangat bersyukur kepada Allah Swt yang telah mengabulkan apa yang say aimikan untuk jadi penyanyi rekaman,"ujarnya ketika di temui di lokasi suting sinetron Mutiara Cinta di Polsek Pasar Minggu Jakarta Selatan. 

Ternyata jauh sebelum menekuni dunia film, Sonny juga seorang model dan wajah kerennya pernah di pakai untuk mengiklankan berbagai produk kemeja, tshirt serta celana jeans. 

Sayangnya aktor kelahiran kota kretek, Kediri ini agak tertutup soal pribadinya.  berikut petikan wawancara dengan MF terbitan nomor 258/224/XII/4-17 Mei 1996

Bagaimana ceritanya anda bisa terlibat dengan dunia akting?

Waktu masih di kampung cita-cita saya ingin jadi penyanyi terkenal dan saya sering manggung. Makanya begitu lulus SMA saya langsung merantau ke Jakarta dengan harapan cita-cita saya untuk jadi penyanyi terkenal bisa terwujud. Setelah beberapa bulan menetap di Jakarta, saya ditawari main film oleh mas Sophan Sophiaan untuk main filmny ayang berjudul "Suami". Karena ditawari, saya jadi ingin mencoba. Eeh, nggak tahunya saya merasa cocok, sreg di hati dan keterusan sampai sekarang. 

Sekarang Anda terkenal dengan sebutan aktor film "esek esek", Anda bangga dengan julukan itu?

Film apa? Esek esek, mbok kalau njuluki film sendiri yang enak! jangan jelek banget seperti itu, tapi nggak apa! Sebenarnya kalau orang melihatnya dari sisi luarnya saja, film yang saya mainkan memang terkesan film seks murahan. Tapi kalau dilihat secara utuh seksnya itu sekedar bumbu. Dan film-film asing pun banyak melakukan hal seperti itu, tapi karena di babat oleh badan sensor maka yang muncul ya yang sudah sopan. 

Ketika "love scene" pernahkan anda terpancing?

Karena sering main saya selalu konsentrasi dengan kamera dan skenario, jadi nggak pernah terpancing. 

Sekalipun lawan mainnya cantik dan berbadan moi?

Ya! karena saya berusaha main sebaik mungkin dan selalu berusaha untuk konsentrasi dengan kamera dan skenario . 

Apakah Anda tipe cowok yang gampang jatuh cinta?

Rada sudah mas. Kan beberap akali ketemu saya dilokasi suting pernah nggak sampean melihat saya bawa cewek atau gonta ganti cewek?

Tapi kalau cowok keren nggak pernah jalan bareng sama cewek, justru dicurigai ada kelainan?

Itulah sulitnya kita sebagai artis yang terkenal. Gonta ganti cewek jadi omongan, nggak suka sama cewek juga diomongin. Tapi semuanya saya serahkan kepada mereka untuk menilai saya. 

Kebanyakan cowok populer gampang gonta ganti pacar, bagaimana dengan Anda?

Itu tergantung manusianya, jangankan kita artis yang menjadi public figur, pegawai negeri yang ganteng dan gonta ganti cewek juga nggak sedikit. Karena bukan publik figure jadi nggak jadi sorotan. 

Setelah masuk dapur rekaman dan di film Anda juga sukses, kalau disuruh memilih yang mana diantara dunia nyanyi dan film yang paling disukai?

Dua duanya. Karena keduanya sama-sama mengasyikkan dan saya merasa dunia nyanyi dan film sudah mendarah daging dalam hidup saya, jadi sulit untuk dipisahkan. 

Tahun 1995 lalu, Anda banyak kegiatan suting bahkan hampir tidak pernah istirahat. Pernahkah mengalami kejenuhan? 

Nggak pernah! karena dalam menjalani profesi saya ini dengan enjoy dan sepenuh hati. Jadi nggak pernah mengalami rasa jenuh. 

Tuesday, June 25, 2024

CHAIDAR DJA'FAR, AKTOR , SUTRADARA dan PENULIS NASKAH

"Beras sekarang mahal sekali pak......" kata ibunya

"Lalu apa mesti saya jual harga diri saya dengan beras?! masuk SOBSI, ikut-ikutan berNASAKOM, biar naik pangkat, naik golongan??" 

"Lho. kok marah? saya cuma bilang beras sekarang mahal sekali..".. 

"Lalu"...

"Kalau jatah beras kita terus menerus dicabut dari kantor terus lama-lama kita bisa makan baju..."

"Yang penting halaaaaal...., Soal beras soal dunia, soal kedudukan soal dunia..."

Ada yang ingat penggalan dialog ini di film Pengkhianatan G 30 S PKI? Siapakah sosok bapak-bapak tua yang memerankannya? 

H. ABDILLAH CHAIDAR JA'FAR atau lebih dikenal dengan nama CHAIDAR JA'FAR adalah seorang aktor lawas Indonesia. Yang Lahir di Banjarnegara, 26 Januari 1922. Dalam perfilman Indonesia, perannya tidak main-main. Ia merupakan Pemain, Sutradara dan penulis Skenario Film.




Debut pertama dalam dunia film adalah dalam film "Budi Satria" karya sutradara Wildan Dja'far pada tahun 1950, Kemudian dalam film Kumala Dewa Dewi tahun 1952, di film "Djelita" 1953, "Rosita" 1953, "Dewi dan Pemilihan Umum " 1954, "Sri Asih " 1954, dan masih banyak lagi. Salah satu karya sebagai sutradara adalah film "Embun Pagi" 1976 yang dibintangi oleh Deddy Soetomo dan Rina Hashim. Warung Pojok (1977) sebagai Sutradara, Penulis Naskah, Panggilan ka'bah (1977) sebagai sutradara dan Penulis naskah.

Chaidar Dja'far pernah menjabat sebagai Sekretaris PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia dari tahun 1958 sd 1975, kemudian tahun 1975 menjabat sebagai Sekjen KFT (Persatuan Karyawan Film dan TV) di Jakarta.

Akting Chaidar Dja'far yang mencuri perhatian adalah dalam film Pengkhianatan G 30 S PKI (1982) Mungkin ada yang bertanya kenapa tahun 1982 bukan 1984 karena film ini masuk FFI 1984, 1982 dari data yang mimin dapat itu adalah dimulai suting filmnya atau ijin produksinya. Haidar Dja'far berakting dengan sosok yang berapi-api dan mudah diingat oleh penonton.

Film terakhir Chaidar Dja'far sebagai pemain adalah dalam film Sunan Kalijaga (1983), Perjanjian Setan (1983), Cinta Annisa (1983) dan dalam film Jaka tingkir (1983) Chaidar Dja'far sebagai penyunting adegan.