CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 11 (film lawas). Hari Minggu "Bengkel Antik" tutup. Libur, dong!. Montir sexy asyik berolahraga volly. Eva yang menjadi wasit. Terjadi kekacauan karena Yanti bertengkar seru dan berlanjut dengan baku hantam. Tapi sebagai seorang pemimpin yang disegani Eva masih bisa melerai dan mendamaikan mereka.
Rudy datang menjemput. Tak naik motor seperti biasanya, karena kali ini meminjam mobil ayahnya.
Pasangan yang gembira ini tak menyadari kalau sejak keluar dari Jakarta terus dibuntuti oleh sebuah jep. Siapa pengendara jep itu? Bukan lain Henry!.
Rudy dan Eva menuju ke sebuat tempat rekreasi diluar kota. Mereka ingin berenang di tempat yang agak sepi. Berkecimpungan riang. Eva berenang ketepian, disusul Rudy. Baru saja Eva naik kedarat, muncul Henry.
"Hei, itu jagoanmu ya?ejek Henry sambil menarik lengan si gadis.
Eva buang muka, muak. "Apa-apaan kamu ini, hah?
Rudy menyusul naik sambil memperingatkan, "Sopan sedikit bung!".
Henry tersinggung. ia memberi kode kepada kedua kawannya. Serentak mereka menyerang. Tapi Rudy bukan anak kemarin sore. Sambil menangkis balas memukul Henry ikut mengeroyok. Menghadapi tiga lawan, kewalahan juga Rudy. Untuk Eva pun bukan cewek sembarangan. Cewek jagoan ini maju sambil menendang. Kontan seorang pengeroyok kecebur ke kolam.
Orang-orang yagn sedang berenang-renang terkejut sekali melihat perkelahian di tepi kolam. Tapi sebelum mereka sempat berbuat apa-apa, Rudy telah menceburkan seorang lagi.
Tinggal Henry sendirian. Merasa kecut ia ingin lari. Tapi tendangan lurus Rudy membuatnya terlontar dan tercebur menyusul kedua kawannya!. Ketiganya gelagapan berusaha berenang ketepian. Orang banyak menertawakan kekonyolan mereka. Rudy dan Eva tak mau tahu lagi berjalan menuju kamar ganti pakaian.
Dirumah, Pak Broto yang sedang menonton video, ditemui istrinya. "Pap, anakmu itu lho, dia akan mengenalkan calonnya".
"Calon bagaimana? tanya sang suami kaget. "Apa kau lupa, kita kan akan besanan dengan Mas Dipo? Rudy sudah kita jodohkan sejak kecil!".
Ny. Broto mengeluh, "Itulah sebabnya , tapi kita kan belum pernah bicara sama Rudy. Aku malu kalau sampai perjodohan itu gagal. Bukankah kita hutang budi pada keluarga Mas Dipo di Cilacap?".
Pembicaraan mereka terputus karena pulangnya Rudy yang membawa Eva. "Mam, Pap, ini Eva," ujarnya memperkenalkan calon pilihannya.
Eva mengangguk hormat, lalu mengulurkan tangan sopan. Tapi sambutan orangtua Rudy sedingin es batu. Bahkan tanpa basa bagi lagi, mereka masuk keruang dalam.
"Rud, Sini! terdengar panggilan Ny. Rudy.
Rudy kebingungan, "Maafkan sikap orangtuaku," ujarnya sebelum masuk.
Eva terdiam. Tak mengerti. Terdengar suara Ny. Broto memarahi Rudy, "Apa? Itu calonmu? Tidak, aku tidak setuju! Kita tidak tahu siapa dia dan bagaimana sifatnya!.
"Aku tahu siapa dia! Tukas Pak Broto. "Tukang bengkel begitu akan kaujadikan isteri? Tidak, Rud. Aku tidak setuju!".
Eva merasa sangat terpukul mendengar penolakan ayah ibu Rudy. Tanpa pami lagi Eva berjalan keluar meninggalkan rumah Pak Broto.
Di dalam Rudy tengah berusaha membela Eva, "Papi dan Mami keterlaluan. Memang dia bekerja di bengkel., tapi apa salahnya? Sifatnya baik, terpelajar dan kami saling mencinta!".
"Aku tidak peduli apa alasanmu, pokoknya aku tidak setuju! Titik! tegas Ny. Broto.
Rudy yang bingung keluar ke ruang depan, tapi Eva sudah tak kelihatan. Gugup Rudy berlari kedepan. Terlihat Eva menyetop sebuah taksi dan masuk kedalamnya.
Rudy berlari sambil memanggil, "Evaaa!". Percuma. Taksi telah meluncur pergi!. *******Bersambung ke bagian 12




















