Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Tuesday, May 5, 2026

DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI


 DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI. Sebelum muncul Sinetron Si Doel Anak Sekolahan produksi Karnos Film di TV, pada tahun 1991 sedianya akan di produksi Film Si Doel Anak Sekolahan dengan pemeran Rano Karno, Sophia Latjuba, Onky Alexander serta Benyamin S, produksi PT. Raviman Film bekerjasama dengan Karnos Film. 

Doel Anak sekolahan rencananya dengan sutradara Ismail Soebardjo yang saat itu baru merampungkan film Taksi Juga. "Sebenarnya ini merupakan kerjasama antara Raviman dengan PT Karno's Film. Khusus dibuat untuk mengenang almarhum Sjumandjaya dan almarhum Soekarno M Noor, hingga saya join dengan Rano untuk memproduksi film ini, " ujar Manu Sukmajaya, produser Raviman Film. 

"Doel Anak Sekolahan merupakan sekuel (kelanjutan) dari "Si Doel Anak Betawi", arahan Sjumandjaya yang diangkat dari novelnya Aman Datuk Modjoindo, serta mengorbitkan Rano sebagai bintang cilik idola pada era 1970an dulu. 

Sekarang, skenarionya di tulis oleh Ida Farida, tapi pengembangannya menjadi Shooting script digarap Ismail Soebardjo sendiri. Pemain utamanya jelas harus Rano sendiri. Didukung oleh bintang-bintang populer seperti Sophia Latjuba, Onky Alexander, serta Benyamin S yang kembali memerankan tokoh babenya si Doel. 

"Suting bakal segera start, paling lambat pada akhir bulan November (1991), seusai Festival, " janji Ismail yang melanjutkan kerjasama dengan kamerawan George Kamarullah.  ~sumber MF 140/107/TH VIII/9 - 22 Nov 1991


sepengetahuan mimin, film ini tidak pernah kedengaran lagi, apakah sudah mulai berproduksi atau tidaknya.

Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Monday, April 27, 2026

SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA

 


SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA, "Saya benar-benar merasakan harkat saya sebagai wanita sangat di junjung. Saat membaca skenarionya, saya merinding. Cobaan hidup yang harus di alami Asri, justru membuatnya bertahan. Dan itu juga sebabnya mengapa saya sangat tertarik sekaligus tertantang untuk memerankannya. Adalah salah jika mengatakan, disini wanita sebagai objek. Yang benar adalah wanita sebagai subyek, " kata Ira Wibowo pemeran Asri dalam Harkat Wanita (HW). 

Di sinetron produksi griya produksi Star Vision itu, memang muncul polemik di masyarakat. Banyak pihak menilai, struktur ceritanya HW 'diada-adain" dan Asri sebagai tokoh sental dilahirkan sekedar untuk menguras air mata penonton belaka. Namun sejumlah lainnya menilai perjalanan hidup tokoh seperti Asri "tidak diada-adain" dan bisa terjadi pada setiap wanita. 

Entah secara kebetulan atau tidak, Jumat malam saat sinetron tersebut ditayangkan RCTI, seorang wanita paruh baa, mengaku berasal dari Bandung menemui Shanker RS, produser Star Vision. Pada Shanker wanita ini mengungkapkan perjalanan hidupnya tak jauh beda dengan Asri. "Saya sampai menangis. Saya merasa roh saya ada disana. Saya merasa menjadi bagian dari sinetron ini, " ungkap wanita paruh baya itu ngungun. 

Sinetron garapan Christ Heweldery itu sendiri, sepertinya menjadi sinetron yang diperuntukkan bagi bari-hari istimewa Ira Wibowo. Bagaimana tidak, sejak penayanganperdana pada 1 November 1996, resepsi pernikahan artis ini dengan musisi Katon Bagaskara sedang berlangsung. Saat Ira genap 29 tahun pada 20 Desember 1996, rating sinetron ini meningkat dan makin digemari masyarakat. indikasinya adalah beberapa hari terakhir ini griya produksi yang makin solid dan diperhitungkan banyak pihak itu menerima surat dan telepon empati dari berbagai pelosok tanah air. 

"Telepon dan surat empati dari masyarakat itu mempertebal keyakinan bahwa produksi kami diterima masyarakat luas. Khususnya kaum wanita. Karena seperti telah menjadi kesepakatan dan kami ikrarkan beberapa waktu lalu, diproduksi kami, wanita bukan menjadi objek tapi subjek, " ungkap Shanker. 

Pada episode ke 7 (20 Desember 1996) , Edwin (Adipura) terus memaksa Asri untuk memeras Pak baskoro (Asrul Zulmi). Tetapi Asri menolak dan mengusir Edwin. Kemunculan Rony (Adjie Pangestu) untuk sementara membuat Edwin mengurungkan niatnya memeras. 

Di episode ini juga diceritakan tentang niat Pak Baskoro untuk mengawinkan Asri dengan Roni. Tentu saja Rony yang memang mencintai Asri senang. Pemuda inipun memberitahu pada gadis yang dicintainya itu. Perasaan Asri campur aduk, antara kaget , gembira, muncul juga rasa was-was. Ia takut  Rony meninggalkannya setelah mengetahui siapa dirinya sesungguhnya. 

Namun "mimpi" Pak Baskoro menjodohkan Asri dengan Rony mulai lantak sejak kedatangan Kusuma-Tati. Orang tua Rini (Dina Lorenza) ini menentang hubungan perjodohan itu. Rony yang sudah terlanjur cinta tetap bersikeras untuk menikahi Asri. 

Pada Episode ke 8 (27 Desember 1996), karena takut rahasianya terbongkar, Asri terpaksa memberi uang sebesar 2 juta pada Edwin. Di episode ini juga dikisahkan bagaimana Edwin "menjebak" Rini. 

Rini yang mencintai Edwin tetapi tidak mengetahui perilakunya, tak menolak ketika diajak pergi ke daerah pegunungan sekaligus untuk kencan. Saat mereka bercumbu, Bardin, anak buah Edwin mengabadikan adegan itu dengan kameranya. Foto-foto itu nantinya akan digunakan Edwin untuk memeras Rini. 

Harkat Wanita itu sendiri, seperti dinyatakan Chand Parwez penuh kejutan. Masing-masing tokoh memiliki problem tersendiri tetapi saling memiliki keterikatan. 

Untuk memahami sinetron ini, kata Parwez kita dituntut untuk selalu mengikuti "tidak menyimak satu episode, anda akan kecewa, ' katanya. Tetapi yang lebih penting dari itu semua , lanjutnya, sinetron ini dimaksudkan sebagai contoh sekaligus kaca bagi kita, khususnya kaum wanita bahwa kepatuhan terhadap orangtua adalah mutlak. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Saturday, April 25, 2026

FILM SI DOI


FILM SI DOI, Film remaja nampaknya menunjukkan kebangkitan di akhir 80an. Dua film pop yang menjadi acuan adalah film Catatan Si Boy dan Lupus. Sesudah itu boom film-film remaja. Semua berusaha menghadirkan dunia remaja. Tapi tak semua bisa. Yang celaka, muncul film yang maunya ngremaja, yang digarap oleh sutradara yang tak ngerti dunia remaja. Dan kesan itu adalah brisik dan cerewet. Film "Si Doi" garapan Atok Suharto memiliki kesan begitu. 

Ini kisah tentang Doi, mahasiswi yang studi di Los Angeles yang kebetulan berlibur di Indonesia. Nampak Doi duduk di pesawat dengan penumpang bule-bule yang kaku seperti mayat, dan Doi sibuk berwalkman ria sambil kepalanya geleng-geleng. 

Tapi ah, ternyata tidak hanya bule saja. Ada Alex anak jendral (ngakunya) yang tertarik pada Doi lalu bikin akal-akalan kenalan dengan Doi yang sikapnya chic, acuh dan maunya mandiri. Pertemuan yang dibuat-buat ini semakin di buat-buat pada adegan-adegan selanjutnya. Tengok saja bagaimana sesudah itu Doi nyelonong ke kampus dengan alasan mencari lnge dan kawan-kawannya, termasuk si Gugun. Hasil pertemuan setelah itu adalah film berisik, cerewet dan wah. 

Sebab cerita sleanjutnya memang tak ada. Kalaupun toh diada-adain maka Doi yang ngrojer Joe, yang di taksir Helen, kemudian perang kelompok antar remaja pimpinan Helen dan Inge. Tidak berant*m fisik, memang, tapi dialihkan pada ekspresi berant*m senam dan kebut-kebutan yang kesannya pamer mobil. Sebab belum ada setengah menit, mobil Helen nyungsep ke selokan. Bluk!!

Sejak awal, penonton dijejali dengan adu celotehan yang (maaf) bikin risih di kuping dan saling berseliweran, saling jegal dan masuk telinga kita. Kalau dialog ceplas ceplos keliru menangkap jiwa remaja.

 Tapi menghadapi film remaja yang begini tak perlu emosi atau ditanggapi denga kacamata melecehkan atau apriori. ya kalau kita tak menikmati maknanya, tak bisa melihat sikap runtut dalam bercerita, kita boleh kok melihat ini dengan sikap seperti seorang yang datang dari sebuah pameran foto. Film "si Doi" agaknya memang penuh pajangan foto para remaja yang manis-manis. Jangan bicara soal akting atau karakter. Si Doi memang seperti permen yang bikin tak ngantuk sembari mengunyahnya, tanpa rasa apa-apa. Sedikit terhibur, kita bisa menikmati Puput Novel yang paling bermain santai dan enak . Selebihnya? hmm ~MF 063/31/Tahun V , 26 Nov - 9 Des 1988

Produksi PT Andalas Kencana Film

Suradara : Atok Suharto

Skenario : Agusti Tanjung

Penata Musik ; Areng Widodo

Pemain : 

Sally Marcellina  sebagai Si Doi

Tio Pakusadewo sebagai Joe

Agyl Shariar sebagai Alex

Iyut Bing Slamet sebagai Inge

Nindy Ellese sebagai Helen

Puput Novel sebagai Adik Doi , dibantu oleh Dian Nitami, Sabrina Ayunani, Yunita Yuniani, Rina Hassim, Dody Widjaya.




Wednesday, April 22, 2026

SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI"


 SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI" . Sekitar daerah Blok A Jl. Fatmawati terdapat pertokoan Toes City. Toko yang banyak menjual mainan anak-anak itu dijadikan lokasi suting film Lagu untuk Seruni yang digarap sutradara Labbes Widar. Saat itupun banyak petugas toko merasa kebingungan, karena melihat banyak kru dan pemain yang sibuk menyiapkan suting. 

Pukul 10.00 WIB kru yang dibantu oleh mahasiswa IKJ mengatur set lampu dan menata kamera, tanpa merubah keadaan toko. Sementara kameraman memberi komando asistennya untuk siap melakukan suting. Begitu juga astrada Otje Ardiwilaga mengatur beberapa pemain figuran anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Astrada bersama mahasiswa IKJ tampak cekatan, sehingga suting dapat cepat dilakukan, pengunjung toko yang cukup ramai tidak menghambat jalannya suting. 

Film ini ditangani sutradara anyar, tapi ia punya bobot. Terlebih film-film dokumenter sudah banyak dihasilkan sebagai awal terjunnya jadi sutradara. 

Adegan saat itu Feby (Nia Zulkarnaen) sedang membeli boneka untuk anaknya , Seruni (Nina Dania) yang diperankan oleh anak kandung sutradara Labbes Widar serta figuran sebanyak 12 orang pemain cilik. Petugas toko tetap melayani pembeli yang memang sengaja tidak diatur sutradara sehingga hilir mudik para pembeli menambah suasana seperti tidak terjadi kegiatan suting. 

Petugas keamanan pun semakin sibuk mengingat pengunjung toko tambah ramai. Pukul 12.00 WIB suting break. Para pemain dan kru berbondong-bondong masuk restoran Bakmi Kelinc yang tidak jauh dari lokasi suting. Mereka makan bersama-sama, sehingga restoran yang semula pengunjungnya sepi jadi penuh. Namun waktu break dimanfaatkan sutradara, istirahat di mobil sambil mendengarkan lagu-lagu sebagai pelepas lelah hingga ketiduran. 

"Kerja bang Widar habis-habisan. Ia datang bersama kru dari pagi. Kadangkala ikut bantu kru angkat-angkat kamera. Dia ketiduran di mobil mungkin merasa capek. Yang lucu, habis mengabilkan gambar dia langsung  memotret sendiri padahal ada stile foto. Selama saya mengikuti bang Widar, selalu membawa kamera sendiri untuk dokumen pribadi. Dan itu memang kebiasaannya, " ungkap kru yang mengaku sudah dua tahun mengikuti sutradara ini. 

Pukul 13.00 WIB terik matahari  cukup panas. Suting terus dilanjutkan walau sutradara ketiduran, kerja astrada cukup tanggap hingga tak menemui hambatan. Yang jadi kewalahan justru satpam toko. Mereka terpaksa sibuk menangani keamanan dan mengatur keluar masuk mobil di halaman parkir. Sebab pengambilan gambar saat itu dilakukan dihalaman pertokoan. 

Pembuatan film ini memang sistem direction (rekam langsung).

Ceritanya mengisahkan nasib seorang anak dari keluarga muda. Suami pengarang lagu dan istri penyanyi rock ternama. Namun yang didapat kehancuran karena masing-masing mempertahankan egonya, akhirnya rumah tangga mereka jadi berantakan. 

Film ini menggambarkan perjalanan manusia yang mencari jati diri, baik Feby , Aria mupun Tiara. Seruni menjadi lintasan dan terminal berbagi pribadi-pribadi yang sedang berusaha menemukan dirinya. 

Perjalanan sebuah lingkaran hidup manusia. Aria telah selesai dengan segala kejanggalan, kebingungan , keagungan dalam menghadapi rumah tangganya, dan telah pula emulai kehidupan yang baru yang nampak mulai ceria. Feby justru telah sampai pada proses anti klimaks. Kejenuhan, karena rutin dan kebosanan dengan suasana yang monoton. Kerinduan akan suasana yagn tegang dan penuh debat, serta kesalahpahaman justru menarik pada situasi "kangen" dan ingin terlibat dalam persoalan. Kini popularitas itu sendiri menjadikan dirinya jenuh. Saat itulah dia ingin sekali kembali .

Para pemain yang mendukung film ini Tio Pakusadewo, Nia Zulkarnaen, Cok Simbara, Yasni Azis, Dania dan beberapa figuran yang banyak  melibatkan anak-anak skolah dasar. Kameraman Soetomo GS, Produser Ny. Lies Samiadji SH, Manager R Soegiharto Kertanegara. Film ini diproduksi PT. Sinema Utama Film, sebuah film perdana yang menelan biaya 250 juta. ~MF!

Tuesday, April 21, 2026

SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL


 SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL, Seorang Wanita cantik tewas terbunuh di sebuah kamar hotel. Kapten Frans turun tangan untuk mengusut. Diketahui, korban bernama Janne, dan berprofesi sebagai desainer batik. Sala seorang yang dicurigai adalah penyair Tommy Antonius, karena sebuah judul puisi karya Tommy ditulis dengan tetesan darah Janne diatas sprei ranjang tempat mayat ditemukan. 

Manager perusahaan batik tempat Janne bekerja, Shilla sempat stress karena peristiwa ini. Namun sopir pribadinya, Renaldo, bisa memberi hiburan luar dalam. Sementara Presdir Edy Fong diteror dengan surat kaleng yang mengancam akan membongkar skandal antara Eddy dengan Janne. 

Sebelum ditemukan tewas memang Eddy pernah memanggil Janne yang dipromosikan menjadi Wakil Presdir dengan kedudukan di Surabaya. Sepeninggal Janne, kini Shilla mengincar kedudukan tersebut, bahkan tak segan merayu Eddy dengan kemolekan tubuhnya. 

Kapten Fran mendapat laporan dari tim kedokteran yagn mengotopsi mayat Janne itemukan sperma lelaki di tubuh korban. Maka Tommy dan Eddy Fong di interogasi. Eddy bersedia memberikan spermanya untuk di cocokkan, sebaliknya Tommy gusar karena merasa difitnah. 

Larasati yang menangani bagian pemasaran batik, menemukan hal-hal mencurigakan yagn dilakukan oleh Shilla. Larasati melaporkan hal ini pada Frans, yang segera memeriksa data-data Shilla. Demi mengetahui polisi mencurigai dirinya karena laporan Larasati, Shilla menugasi Renaldo untuk menterornya. Beruntung Larasati lolos dari usaha pembunuhan seorang bertopeng yang menyatroni rumahnya. 

Polisi menggeledah rumah Renaldo dan menemukan bukti-bukti kuat. Tapi siapakah sesungguhnya yang mendalangi pembunuhan Janne, betulkah Shilla karena persaingan memperebutkan jabatan, atau kah Renaldo karena ada unsur unsur lain?

SEX & KRIMINAL disutradarai oleh Walmer E Sihotan dengan pemain-pemain pendatang baru seperti Eric Scada, dengan tiga cewek seksi Lisa Sunarko, Rina Martini, Liza Chaniago. Nampaknya Andalas Kencana Film mulai beranjak dari drama-drama erotis ke tema thriller suspense meskipun tak lepas dari bumbu-bumbu adegan erotis yang justru menjadi penglaris film. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Walmer Sihotang

Kameraman : Max J Pakasi

Penata Musik : Areng Widodo

Editor : Benny MS

Pemain : Eric Scada, Lisa Sunarko, Liza Chania, RinaMartini, Abe Fauxi dll


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA

 


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA, (Film Lawas), Mengeksploitasi kaum hawa dalam film, memang tak selalu harus dengan menuntut mereka memamerkan paha, buah dada atau lekuk bentuk tubuhnya. Wim Umboh, sutradara ini telah mencontohkan eksploitasi itu dalam bentuk lain. Bukan terhadap tubuh seorang wanita, tapi terhadap nasib dan kehidupannya. Setidaknya itulah yang dialami Ida Iasha (Marissa) dalam film Wim Umboh "Seputih Kasih Semerah Luka".

Wim, tanpa tedeng aling-aling telah mengeksploitir Ida Iasha hingga menjadi wanita yang sangat menderita. Dinikahi seorang pria impoten meskipun kaya, lalu di perkosa bekas pacarnya sendiri, kemudin dijual oleh sang pacar pada pria hidung belang, lalu kehilangan anak tersayang, lalu gila , lalu membunuh, lalu diadili dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa. 

Selalu tampil sebagai wanita yang menderita dalam film-filmnya, ditangan Wim, Ida Iasha ternyata dibuat lebih menderita lagi. Lebih mengenaskan, lebih tersiksa. Wim Umboh kali ini memang tidak tanggung-tanggung dalam mendedelduelkan nasib wanita. Marissa contohnya, wanita cantik itu ditangan Wim, telah jadi secarik gombal yang sama sekali tak punya harga. Wim, lewat filmnya ini, kayaknya ingin mengatakan bahwa kecantikan tak selalu membuat pemiliknya berbahagia, Marissa contohnya.

Diangkat dari novel karya Nina Pane "Annisa". Seputih Kasih Semerah Luka, bercerita tentang seorang wanita bernama Marissa yang dinikahi Eleke (Ikang Fawzi). Perkawinan itu tidak berjalan harmonis karena Eleke ternyata impoten akibat kecelakaan mobil. Kebutuhan biologis yang tak terpenuhi itu membuat Marissa mejadi pemurung dan terseret pada kehidupan yang tak bergairah. Ia kemudian bergaul dengan wanita-wanita penghibur kelas atas dan mengusir kegelisahannya dengan keluar masuk klab malam. Dampai kemudian ia bertemu dengan Dandun (Rico Tampatty), bekas pacar lamanya.

Dandun kemudian memperkosanya. Lalu dengan kedok cinta, Dandun yang sebenarnya ingin balas sakit hatinya pada Marissa, menggerogoti wanita itu. Malah tega-teganya Dandun menjual Marissa pada pria hidung belang. Dan, setelah semua itu terpenuhi Marissa, Dandun pun denga begitu saja mencampakkannya. Sedang Eleke, suaminya, tak memiliki daya apa-apa ketika sang ibu memintanya menceraikan Marissa karena memergoki mantunya sedang digagahi Dandun.

Marissa yang terusir, lalu pergi dari rumah Eleke hanya dengan membawa tas butut. Anaknya sendiri, yang sebenarnya bukan benih Eleke, tidak dibolehkan sang ibu dibawa. Lengkaplah kemudian pendieritaan marissa. Apalagi setelah dia compang camping dan gila, Wim mencampakkannya ke Rumah Sakit Jiwa. 

Menyaksikan "Seputih Kasih Semerah Luka" kita melihat betapa sadisnya Wim mencabik-cabik hidup seorang wanita. Wim kali ini memang tidak mengeksploitasi kaum hawa, dengan memamerkan paha atau buah dada mereka. Tapi tindakan Wim yang terkesan begitu dingin dalam menentukan nasib Marissa, mengesankan sekali betapa Wim sedang mendendam pada kenyataan hidup yagn dilihatnya. Akibatnya, wanita ditangan Wim kali ini menjadi begitu tragis. Pada gilirannya kemudian, tanpa bisa ditampik, Wim telah hadir sebagai seorang pemotret kenyataan yang begitu sadis.

Hidup Marissa adalah hidup seorang wanita cantik yagn tragis. Ini memang kenyataan. Dan Wim ingin mengungkit tragedi itu, Wim ingin mengangkat nasib malang yang banyak dialami para wanita cantik itu. Jelas, ini upaya Wim yang cukup menarik. Meskipun dalam upaya tersebut, Wim begitu mengeksploitasi kemalangan tersebut sehingga berkesan sekali ingin menguras air mata penontonnya.

Namun begitu sebagai film, "Seputih Kasih Semerah Luka" cukup menarik untuk dilihat . Bukan saja karena Wim menampilkan kemalangan seorang wanita secara habis-habisan, tapi juga karena Wim telah memilih kerabat kerjanya dengan tepat. kamera ditangan Akin, misalnya, berhasil menampilkan nuansa yang diinginkan Wim. Sementara musik yang ditangani Billy J Budiharjo juga cukup memberi arti bagi adegan yang berlangsung.

Biar begitu, bukan lantas Wim tanpa kelemahan. Setidaknya dalam hal editing, Wim terkesan amat tergesa-gesa. Begitu juga dalam menyusun adegan, Wim terlihat sangat mengabaikan logika. Lihat saja, ketika Dandun ditemui Marisa di rumah kontrakan lelaki itu, tiba-tiba saja muncul tiga orang ria yang menagih hutang pada Dandun dan menghajarnya hingga Marissa terpaksa membayar hutang tersebut. Secara keseluruhan adegan itu memang bisa diterima. Tapi karena adegan tersebut hadir tanpa gambaran awal, terkesan sekali jadi mengada-ada. Bukankah tanpa adegan itupun, penonton sudah tahu Dandun itu bejat? Setidaknya lewat dialog para pelakunya. Begitupun  kita patut gembira dalam konsisi fisik masih mampu berbuat. Dan itu cukup membahagiakan, meskipun Wim tidak menghadirkan bal-hal yang baru.~Mf. 063/31/Tahun V, 26 Nov - 9 Des 1988.

Monday, April 20, 2026

MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA"

 


MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA", Alkisah Dahlan kawin lagi dengan Nurlela, mas kawinnya hutang cincin emas lima gram. Ia memang telah bercerai dengan Tati, isteri pertamanya yang tergoda rayuan pria yang mengaku Pangeran dari Seberang. 

Namun di tengah manisnya bulan madu Dahlan-Lela, mendadak Tati pulang. Ternyata ia ditipu habis-habisan oleh sang Pengeran petualang. Karena memang masih punya hak atas rumahnya, maka Tati pun kembali. Dahlan yang dalam hati kecil masih menyayanginya, menganjurkan Lela bersabar. 

Begitulah, Dahlan tinggal serumah dengan mantan isteri dan isteri barunya. Kekisruhan terjadi ketika Tante Cerewet datang. Cemas sakit jantung si Tante Kumat, maka Dahlan dan Tati bersandiwara masih sebagai suami istri, sedangkan lela kebagian peran jadi pembantu. Karuan saja Lela kekhi berat. 

Pekerjaan Dahlan memang tak tetap. Ketika di terima bekerja disebuah kantor, saking keseringan kasbon, iapun di pecat. Terpaksa ngebon pada redaksi koran "Jawa Pos" dengan janji membuat sebuah naskah menarik, idenya memang sudah ada di kepala "Sepondok Dua Isteri". Bukankah menjadi obsesi setiap pria untuk mengumpulkan dua isteri hidup rukun serumah?

Lela mengusulkan mencari calon suami untuk Tati. Diluar dugaan Tati malah pacaran dengan rocker Fawzi. Tapi hubungan mereka ditentang Dahlan yang seperti menganggap Tati masih isterinya. Pada puncak kecemburuannya, Lela pun minggat, Dahlan ditinggal sendirian karena Tatipun menikah dengan Fawzi. Untung pengantin baru ini punya ide mengajak Dahlan mencari Lela ke kampungnya di Bali.

Sebenarnya ide cerita Eddy Suhendro (Penulis Taksi) cukup menarik. Begitu pula trio pemain utama, Didi Petet, Marissa Haque, dan Eva Arnaz, pus Ikang Fawzi, Ida Kusumah serta Anwar Fuadi, sudah berusaha bermain sebisanya. Sayangnya justru sutradara MT. Risyaf (yang awal-awal filmnya Kembang semusim dan Bawalah aku pergi , menjanjikan) lewat karya ke delapan ini malah nampak kedodoran dalam konsep komedi situasinya. 

Ditambah jejalan iklan yang memenuhi setiap adegan secara mencolok mata, terasa sangat menguasi selera artistik penggarapan film ini. Kemungkinan dengan tunjangan sponsor itulah maka produksi perdana PT. Rana Artha Mulia FIlm yang dipimpin oleh Marissa Haque sendiri ini, menerobos jalan pintas untuk meraih keuntungan. ~ sumber MF. 

Wednesday, April 15, 2026

MAROELI SITOMPUL


 MAROELI SITOMPUL, Sebelum Maroeli terjun di dunia film ia dulunya dikenal sebagai dramawan yang aktif ikut pementasan pada group drama "Sanggar Bambu" (1959) di kota gudeg Yogyakarta. 

Kesempatan pertamanya terjun dibidang film dimulai dalam film "Tangan-tangan Kotor" (1963). Beberapa tahun kemudian namanya seakan menghilang di dunia film, namanya muncul kembali pada tahun 1966 dalam film dokumenter Departemen Penerangan "Gugur Daun Kembali Semi". 

Untuk permainannya dalam film "Si Buta Dari Gua Hantu" Maroeli meraih gelar Aktor Harapan Terbaik pada pemilihan Best Actor/Actress PWI Jaya 1971. Permainannya yang menarik juga diperlihatkan pada film "Saijah dan Adinda" produksi hasil kerjasama Indonesia-Belanda. 

Maroeli Sitompul yang punya nama lengkap Hisar Sahat Maroeli Sitompul itu, mulanya diharapkan orang tuanya jadi pendeta, tapi karena kesulitan ekonomi, ia memilih bidang lain. Maklum adik saya waktu itu masih kuliah dan cuma dunia film bagi saya paling cocok  untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya," ucap Maroeli dalam suatu kesempatan. 

Dan kemudian ternyata memang harapannya tidak sia-sia karena tak berapa lama kemudian ia mampu memperlihatkan kebolehannya di dunia layar perak lewat film-film : "Tuan Tanah Kedawung", Panji Tengkorak, Senyum Di Pagi Bulan Desember, Petir Sepanjang Malam, Mencari Ayah, Kembang-kembang Plastik, Gara-Gara Istri Muda dan banyak lagi lainnya. 

Maroeli merebut peran Utama Pria Terbaik pada FFI 81 di Surabaya dalam film "Laki-Laki dari Nusakambangan" dan dalam Festival Film Indonesia 1982 di Jakarta, nama Maroeli masuk dalam daftar unggulan atau nominasi dalam kategori Peran Pembantu Pria lewat film "Bawalah Aku Pergi" garapan sutradara MT Risyaf.~ dr buku FFI 83


Saturday, April 11, 2026

CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA

 


CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA, Emil G Hampp sutradara yang blasteran Jerman-Menado dan alumni IKJ ini merupakan sutradara film bioskop terlaris diera pertengahan 90an. Dalam tempo relatif singkat setahun, bisa menggarap 7 film dan serial teve Cinta Kami Cinta. Kerjanya cepat, tangkas dan hemat bahan baku, melampaui rekor sutradara kawakan Arizal, karena rata-rata merampungkan suting dalam waktu cuma dua minggu.  

Kreasi  terbarunya, semula berjudul Cinta dan Nafsu di Jakarta, namun karena ada pihak yang keberatan, maka dua kata terakhir dihapus. Bintang seksi Febby R Lawrence yang baru  tampil dalam Roda Roda Asmara di Sirkuit Sentul, dpertemukan dengan Ibra Azhari, adik kandung Ayu Azhari. Didukung tiga pemain lainya, Christ Michael, Diaz Astuti dan Luciana Gress serta dua veteran Robby Sutara dan malino Djunaedi. 

Tokoh utama film ini, Tarsi, pemuda bandel yang gemar mencari perkara. Wataknya berbeda dengan ayahnya yang penyabar dan menduda sepeninggal ibunya. Sang ayah mengelola pabrik kopi tradisional. Tarsi memusuhi ayahnya yang dianggap menjadi penyebab kematian ibunya. 

Muncul Clara, remaja putri pengacara kaya yang baru lulus Akademi Bisnis Administrasi di Perth. Clara segera bertunangan dengan paarnya, bisnismen muda Bruce. Namun saat Clara diajak Bruce ke diskotik, ia menarik perhatian Tarsi. Dalam keremangan, Tarsi memeluknya dari Belakang. Clara pasrah karena mengira Bruce yang memeluk. Tapi dua teman Bruce langsung menghajar Tarsi. 

Clara meminta temannya, Nancy menyelidiki Tarsi. Diperoleh informasi, Tarsi di tahan dengan tuduhan mencopet dompet Clara. Nancy dan Clara datang ke Kantor Polisi untuk membebaskan Tarsi dari fitnah. Bukan cuma berterima kasih, Tarsi spontan menyatakan cintanya pada Clara, namun si gadis menjelaskan dirinya segera bertunangan. Tarsi tak peduli, bagibjuan hidupnya kini cuma Clara. Apalagi telah mengetahui nomor telepon genggam Clara hingga bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja. Dalam hati Clara bukannya tak bersimpati pada Tarsi. 

Ayah Tarsi akan menikahi Nita, janda yang mempunyai putri remaja, Cindy. Justru saat Cinty menggoda Tarsi. Ayah Tarsi memergoki. Salah paham dan gusar, ayah Tarsi memukul anaknya. Tarsi sakit hati pergi dari rumah. 

Kebetulan Tarsi melihat Bruce bercumbu dengan Nancy. Namun terjadi kerusuhan di diskotek, berbuntunt tewasnya soerang remaja. Tarsi ketiban apes, jadi kambing hitam karena di cap preman oleh polisi. 

Ayah Tarsi minta bantuan sahabat lamanya Sutomo, ayah Clara untuk membela Tarsi. Sebenarnya orang tua ini memang sangat mencintai anaknya, kendati kakinya cedera berat hingga mesti diamputasi. Clara yang baru pulang dari Perth ingin menyambangi. Justru di pantai ia bertemu lagi dengan Tarsi yang dibebaskan karena tak terbukti membunuh. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Manager Produksi : Muchlis Hasibuan

Sutradara - Skenario : Emil G Hampp

Kamerawan : Tantra Suryadi

Penata Artistik : Yassin Kalu

Penata musik : Musya Joenoes

Editor : Nasir Degol

Pemain : Febby R Lawrence, Ibra Azhari, Robby Sutara, Diaz Astuti, Chris Michael, Malino Djunaedi, Alex Dirjosaputro, Luciana Gress

Friday, April 10, 2026

FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI


 FILM SI BADUNG, IDEALNYA PAK GURU DI MATA IMAM TANTOWI, (Film Lawas). Imam Tantowi, sutradara ini ternyata tak cuma mahir bikin film ciat ciat, tapi juga bikin film anak-anak "Si Badung" contohnya. Film yang dibintangi oleh hampir separuh anak-anak ini berkisah tentang murid-murid sebuah sekolah Dasar yang entah kenapa malah lebih berat penekanannya pada obsesi sutradara pada figur seorang guru. Biar begitu, Si Badung tak lantas kehilangan citranya sebagai sebuah film anak-anak. Dan spertinya disinilah letak kelebihan Tantowi sebagai sutradara. 

Adalah Pak Djarir (Drs. Purnomo/Mang Udel) seorang guru SD di sebuah desa yagn selalu bersepeda namun memiliki semangat mendidik yagn lebih besar sebagai orang yang "Digugu" dan "ditiru". Dan Tantowi mempertentangkan sosok Pak Djarir tersebut dengan kondisi dan eksistensi guru pada masa sekarang. Di sinilah "Si Badung" menjadi menarik. Apalagi Tantowi kemudian mempertemukan sosok Pak Guru Djarir dengan murid-muridnya yang disatu pihak tampil sebagai murid yang baik, tapi dipihak lain sebagai murid yang Badung. Ini diwakili oleh sosok lima sekawan murid kelas V SD dan dua sekawan Koko dan Dori murid kelas VI yang terkenal Badung. 

Sayangnya kebadungan sebagai yang tertera dalam judul film Tantowi ini tak berhasil ditampilkan sebagai akhir cerita Kebadungan koko dan Dori berakhir ditengah jalannya cerita film dan apa boleh buat, menjadi klimaks film ini. Sementara perjalanan film berikutnya sampai kemudian meninggalnya Pak Djarir setelah menghadiri Persami di sekolahnya, menjadi antiklimaks meskipun masih tetap punya daya tarik. 

Dengan cerita yang memang memikat dan pola penggarapan yang manis, Si Badung memang tampil sebagai film yang berhasil menyajikan setawar sedingin bagi penonton film anak-anak di neger ini, setelah banyak film yang ditonton anak-anak di bioskop, sebenarnya tak layak untuk konsumsi mereka. Sebab tak cuma obsesi, Tantowi yang dijejalkan di film ini, tapi juga pesan dan dunia kanak-kanak yang digarapnya tak melesat jauh. Pesan Tantowi dalam film ini betapapun cukup jelas. Bahwa kita sebagai murid harus menghormati seorang guru. Bahwa kita sebagai guru haruslah pula tak menjadikan profesi itu sekedar sebuah pekerjaan tapi juga sebuah keyakinan moral untuk mendidik dan bukan cuma mengajar. 

Dengan pesan yang seperti ini, Tantowi masih menambahi daya tarik film ini dengan 7 (tujuh) buah lagu khusus untuk anak-anak yang lirik dan lagunya di garap Embie C Noer. Dan lepas dari kekurangan-kekurangan kecil akibat tidak cermatnya Tantowi sebagai sutradara, film ini toh sudah cukup menghibur dan memberi kebahagiaan  pada kita. Paling tidak anak-anak Indonesia akan mulai mendapatkan idolanya lagi setelah mereka sesak dijejali oleh film-film untuk anak produksi luar negeri. 

Cerita/Skenario : Imam Tantowi dan Embie C Noer

Sutradara : Imam Tantowi

Kameramen : Tjutju Sutedjo

Editor : Janis Badar 

Musik  : Embie C Noer

Pemain : Rully Djohan, Drs. Poernomo, Mien Brodjo, Nelson Sondakh, Viona Rosalina, Sheren Regina Dau dll. 

TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV


 TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV, (Kabar lawas). Sandiwara Radio Saur Sepuh karya Niki Kosasih ternyata masih dilirik produser. Kisah fiktif dibalut kesejarahaan itu, diangkat ke layar sinetron setelah Imam Tantowi dan Torro Margens (eps Istana Atap Langit ) diangkat ke layar lebar. 

Abdul Kadir, yang di percaya PT. Global Sarana Media, telah menyelesaikan 6 episode dari rencana membuat 52 episode. Episode 7 -12 dikerjakan Ida Baron asisten sutradara, di Solo. 

Sementara Denny HW yang dipercaya PT. Menara Gading Citra Perkasa, baru akan memulai syutingnya pertengahan Mei 1993. Nampaknya memang ada semangat besar didua perusahaan ini, tentu dalam rangka banting stir akibat kelesuan industri perfilman Indonesia dewasa ini. Semangat itu tampaknya juga adalah semangat bisnis. Sekedar mengingat, beberapa tahun lalu, dua perusahaan film yang melihat peluang pasar film , memanfaatkan popularitas Saur Sepuh di radio ke layar perak. Tobali Indah Film, mempercayakan Brahma pada Jimmy Atmadja dengan bintang pendukung antara lain Novia kolopaking, Rani Soraya, Ferry Fadly serta sejumlah nama lain. 

Kanta Indah film yang telah membeli kisah itu dari Kalbe Farma, mempercayakan penggarapan Satria Madangkara pada Imam Tantowi, dengan bintang Murtisaridewi, Elly Ermawatie , Fendy Pradana, Hengky Tornando serta sejumlah nama lain. 

Garapan Tantowi, ternyata membom pasar. Menurut kabar, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp. 2 Milyar lebih. Pesanggrahan Keramat, Kembang Gunung Lawu seperti dituturkan Niki Kosasih, penulis cerita, benar-benar mengeruk keuntungan. "Saya sampai mendapat bonus dari produser Kanta Indah Film, Handi Mulyono."

Sukses Kembang Gunung Lawu ternyata gagal ketika diikuti episode Titisan Darah Biru. Banyak penyebabnya memang. Salah satunya, beredarnya Robin Hood, film produksi Amerika, juga faktor lain. Film saya itu tidak didukung promosi dan publikasi yang semestinya, " ucap Imam Tantowi. 

Sementara Brahma Kumbara (Brahmana Manggala , maksudnya) - Saur Sepuh 'imitasi' seperti diungkap Gunawan Prihatna, produser Tobali Indah, juga memperoleh pasar ang baik. Kebetulan produksi itu beredar lebih dulu. 

Kini ketika Mahkota Mayangkara yang juta telah populer sebelumnya di radio dan divisualkan ke sinetron memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat yang otomatis "memancing" sejumlah sponsor terlibat didalamnya, cukup wajar jika dua ruma produksi menganggap masih terbuka peluang mencari iklan dan bertambahnya stasiun tv swasta melirik dan memanfaatkan popularitas Saur Sepuh ke bentuk sinetron. 

"Pada Mulanya kami lebih tertarik untuk mengangkat cerita SH Mintardja, Nogososro Sabuk Inten, tetapi pihak Kalbe sebagai penyandang dana memilih Saur Sepuh karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, ' kata Deddy Mizwar, produser PT. Global Sarana Media Nusantara. 

Tentang cerita yang sama dan dipilih Menara Gading Citra? "Tidak masalah buat kami. Justru yang perlu dipermasalahkan, ketika Niki menjual cerita ke Kalbe, mengapa masih juga dijual ke pihak lain? " kata Deddy, seolah bertanya. 

Ditempat terpisah, Niki Kosasih mengakui bahwa ceritanya itu memang telah di beli Kalbe Farma beberapa waktu lalu. kalau sekarang perusahaan lain mengangkat Saur sepuh ke panggung sinetron, ya saya senang saja, katanya enteng. 

Seperti diakui Niki , Saur Sepuh adalah kisah fiktif. Karenanya, pihaknya tidak memersoalkan benar pilihan kostum yang digunakan Abdul Kadir. "Cuma masalanya kalau dia tidak bertahan pada pilihan, dia akan mengalami kesulitan terutama ketika cerita itu bersetting Majapahit, pajajaran atau Tanjungsingguruh, katanya. 

Deddy Mizwar tidak sependapat dengan pernyataan Niki. Dinyatakan, sepengaetahuannya di Indonesia tidak pernah di kenal kerajaan Madangkara. "Karena kerajaan itu fiktif, maka tidak perlu dipersoalkan benar atas pilihan kostum. 

Abdul Kadir ditempat berbeda menyatakan, dibanding dengan kostum yang digunakan Imam Tantowi ketika dipercaya Kanta Indah Film menggarap cerita itu, sekali ini memang pihaknya melakukan perubahan, terutama dalam hal kostum. "Kalau saya memilih kostum yang kata Niki, lebih berkesan Mataram pada Abad XX, itu karena pertimbangan teknis. Syuting kami di kraton Solo. Dalam cerita Niki juga disebutkan, telah digunakan meriam Portugis oleh Pasukan Kuntala saat menyerbu Madangkara. Saya menerjemahkan, kejadian tersebut berlangsung sesudah Majapahit runtuh. 

Tidak beda dengan Deddy Mizwar, Abdul Kadir juga yakin bahwa cerita Saur Sepuh adalah fiktif belaka. Karenanya sebagai sutradara yang dipercaya untuk menggarap serial itu, ia mempunyai hak untuk menafsirkan dan mempunyai persepsi tersendiri atas cerita itu. 

Sementara itu Widi Santoso dari Bidang Program TPI mengaku belum tahu jika cerita Saur Sepuh yang ditayangkan TPI juga akan di produksi oleh PT. Menara Gading Citra Perkasa untuk konsumsi ANTEVE. "Yang pasti saur sepuh garapan Abdul Kadir sudah syuting di Solo," katanya.  Mantan wartawan harian Surabaya Post ini juga mengakui, pihaknya belum tahu dan memperoleh penjelasan dari Abdul Kadir atas "penyimpangan" kostum yang digunakan. "Kami akan mempertanyakan dan mencari jawab apa alasan Kadir untuk menggunakan kostum seperti itu,' katanya per telepon. 

Tapi yang pasti kata Imam Tantowi di tempat berbeda ketika dipercaya menggarap sandiwara itu ke layar lebar pihaknyM melakukan serangkaian penelitian, baik dari sejumlah buku maupun diorama yang terdapat di Monas tentang masyarakat Majapahit. Demikian di kutip dari MF No 179/146/TH IV, 15 Mei - 28 Mei 1993


Thursday, April 9, 2026

MISTERI PERMAINAN TERLARANG


 MISTERI PERMAINAN TERLARANG, Kisah gadis korban perkosa*n yang membalas dendam dengan cara gaib kepada para pemerkos4nya kembali digelar dalam mistik erotis produksi PT. Soraya Intercine Films ini. Disutradarai oleh Atok Suharto berdasar cerita horor Misteri Dewi Pembalasan karangan Tara Zagita. Diperanutamai oleh Kiki Fatmala dan Lela Anggraeni. Dibantu Teguh Julianto , Piet Pagau, dan Simon PS. Kerja Tim special effect meramu adegan pertarungan ilmu gaib dengan latar adegan erotis. 

Keperawanan Citra direnggut berandal-berandal jalanan yang menghadang saat ia pulang bekerja. Malang nasib gadis cantik ini, ia diseret dan diperkos* habis-habisan dengan biadab. Justru saat ia setengah sekarat, muncul sosok wanita aneh misterius mengaku bernama Gizma. Dengan cara-cara luar biasa, ia membantu Citra melampiaskan dendam pada kawanan durjana itu. 

Namun sesudahnya, Gizma menuntut imbalan yang tak terbayangkan sebelumnya, yakni kehangatan bercinta atau hubungan badan mesra dengan pria-pria tampan lewat tubuh Citra sendiri. 

Maka Citra secara beruntun kehilangan segalanya, mulai dari mahkota kesucian, cinta bahkan harga dirinya. Termasuk Nico, kekasihnya, meninggalkannya untuk mengalihkan cinta pada Sarah, teman Citra sendiri. 

Citra merasa tercampak dan tersia-sia. Untung datang Ranu, sahabat lama yang bersedia berkorban apapun demi membantunya. Ranu tak sampai hati melihat derita Citra yang diperbudak nafsu kotor Gizma. 

Ranu minta bantuan seorang paranormal ulung. TErnyata Gizma adalah makhluk jejadian berjuluk Dewi Pembalasan yang haus seks. Dengan petunjuk si paranormal, Ranu berupaya mengusir roh Gizma dari tubuh Citra. Perjuangan berat berlangsung dalam pertarungan supernatural. Mungkinkah ketulisan cinta Ranu-Citra bisa mengungguli angkara birahi Gizma yang tak pernah mengenal puas?

Produksi: PT. Soraya Intercine Films

Produser : Ram Soraya

Sutradara : Atok Suharto

Cerita : Tara Zagita

Penata Musik Chochy

Pemain : Kiki Fatmala, Lela Anggraeni, Teguh Julianto, Piet Pagau


Tuesday, April 7, 2026

RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN

 


RANJANG YANG TERNODA, DENDAM WANITA KORBAN RAYUAN, Cinta segitiga antara seorang pemuda dengan dua gadis yang sama cantik menariknya, cuma bedanya yang satu karyawati biasa, jelas berasal dari keluarga sederhana, sedang yang lain adalah puteri boss, bisa menjadi bahan film drama yang menarik. 

Antara film Prancis, The Other Side of the Midnight 1977) yang diangkat dari novel larisnya Sidney Sheldon, film arahan Charles Jarrot dibintangi Marie-France Piesier dan John Beck mampu bertahan berbulan-bulan di bioskop New Garden Hall, Jakarta. 

Tak heran kemudian muncul Petualang Cinta arahan Turino Djunaedi dibintangi Paula Rumokoy dan Robby Sugara dan Hati Seorang Wanita arahan Bay Isbahi yang dibintangi Enny Beatrice dan Ray Sahetapi. 

Kini versi terbaru dari pakem yang sama di tulis menjadi skenario film produksi PT Rapi Film ini oleh Satmowi Atmowiloto. Digarap sutradara Norman Benny dengan trio bintang remaja yang laris , Inneke Koesherawati, Dicky Wahyudi dan Gitty Srinita. Sesuai trend masa kini disana sini bertabur adegan cumbu mesra yang cukup hot. 

Diceritakan Nina bekerja sebagai karyawati disebuah perusahaan besar. Kecantikannya cepat menarik perhatian General Manager , Doni. Gadis mana mampu menolak perhatian GMnya yang ganteng ini. Begitupun Nina, walau kawannya memperingatkan. "jangan terlalu dekat dengan Doni, dia kan kekasih Tesa, anak Boss besar kita!".

Sempat Nina bimbang, tapi Doni bersumpah "Hubunganku dengan Tesa sudah finish, cuma kau yang kucintai sekarang,".

Nina mabuk kepayang oleh rayuan ini. Sampai Tesa memergoki mereka. Karuan ia gusar. Tapi Doni berdalih Nina yang selalu merayunya. Kontan, Tesa memaki Nina habis-habisan. 

Bisa dibayangkan betapa kecewa dan malunya Nina. Apalagi ia terlanjur hamil. Demi mengetahui ini, Doni minta maaf, malah berjanji segera menikahi. Nina sangat bersyukur. Sama sekali tak menduga kalau minuman yang diberikan Doni telah dicampur obat berbahaya. Akibatnya perut Nina sakit tak terkira. Kandungannya gugur!. 

Sementara Nina terbaring di Rumah Sakit, Doni melangsungkan pesta pernikahan mewah dengan Tesa. Sakit hati Nina kian bertambah demi menyadari Doni yang meracun, hingga ia keguguran bahkan nyaris tewas. Dendamnya memuncak. Kini ia mematerikan satu tujuan dalam hidup, balas dendam pada lelaki yang telah menyengsarakan begini. 

Bermacam upaya dilakukan sampai bertahun-tahun  kemudian ia terangkat ke jajaran wanita karier kelas atas. Nina sekarang sudah punya power untuk menyaingi bisnis Doni. Dengan cara-cara lihai, Nina terus menanjak, berbareng dengan kejatuhan Doni sampai nyaris bangkrut. Doni kian frustasi karena rumah tangganya dengan Tesa pun berantakan. 

Doni yang penasaran menjadi sangat terkejut demi mengetahui dalang yagn menghancurkan perusahaannya bukan lain adalah Nina. Merendah ia datang memohon maaf pada mantan kekasih ini, Nina membalas dengan cara sama, seolah memberi harapan, padahal justru makin meremukkan. Merasa diperbudak dan terhina, Doni meluap. Saking mata gelap, ia ingin membunuh Nina. Lalu bagaimana cara Nina menyelamatkan diri dari ancaman durjana kalap ini?

Produksi : PT. Rapi Film

Produser : Gope T Samtani

Sutradara : Norman Benny

Cerita-Skenario : Satmowi Atmowiloto

Kamerawan : Subekti

Editor : Iwan

Penata Musik :Fariz RM

Pemain : Inneke Kosherawati, Gitty Srinita, Dicky Wahyudi, Indah Gita Cahyani

Saturday, April 4, 2026

FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG?

 


FILM PANTHER, DI ILHAMI PEMBUNUHAN NYO BENG SENG? Cuma empat puluh empat ribu ke Bali - begitu bunyi iklan mobil van bermesin diesel. Tapi film yang berjudul sama dengan merek mobil itu, tentu saja bukan bertutur tentang otomotif, melainkan sebuah aksi keras. Perihal judul yang semula "Debt Collecotr" saat dirombak jadi PANTHER pun nyaris tak disetujui dengan dalih bukan bahasa Indonesia. 

Panther sebenarnya memang nama sejenis harimau buas yang lebih kita kenal dengan sebutan macan tutul atau harimau kumbang. 

Cerita diangkat dari skenario karya Golden Kasmara yang merangkap sebagai fighting instructor (penata laga). Nampaknya Golden di ilhami kasus pembunuhan Nyo Beng Seng yang menggegerkan Jakarta tahun 95, cuma tentu saja cerita di fiktifkan sedemikian rupa. 

Sutradara S.A Karim bekerjasama dengan Emil G Hampp untuk pertama kalinya mempertemukan bintang laga Barry Prima dengan remaja panas, Malfin Shayna, berhadapan dengan pemain-pemain antagonis Sonny Dewantara, dan Joseph Hungan, plus Candy Satrio serta pendatang baru Mia Silvianty. Ikut meramaikan pula Alex Dirjosaputro, Boy Irsandi dan Sonny RB. 

Pemuda gagah Michael bekerja di bengkel mobil milik Alex, yang mantan preman Medan. Kedua pemuda ini juga menjalin hubungan baik dengan pemiliki restoran, Pak Reza dan putrinya yang cantik, Laura. Melengapi persahabatan mereka, adalah Natasha, mahasiswi dari Boston University, Amerika Serikat. 

Malang tak dapat di tolak, keluarga Natasha tertimpa musibah kejahatan. Ayahnya Pak Nyo tewas di bunuh. Natasha yang minta bantuan Michael untuk menyelidiki, yakin ayahnya bukanlah di bunu perampok biasa. Terungkaplah latar belakang kekayaan mendiang, ternyata Nyo punya saham besardi sebuah kasino luar negeri. Selain itu Nyo juga terlibat hutang piutang bermilyar rupiah pada Bolo Nan, sang gembong sindikat Mafia. diketahui Bolo selalu mengandalkan Norris, pembunuh berdarah dingin untuk menjadi algojo bagi mereka yang tak disukainya.

Michael dan Natasha mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan pada Kepolisian. Sementara dalam tubuh sindikat terjadi perpecahan. Sebagian daerah kekuasaan Bolo yang di percayakan pada Gani direbut oleh Kempor. 

Berulang kali Natasha luput dari usaha pembunuhan berkat ketangguhan Michael. Sampai Bolo memergoki Laura membonceng sepeda motor Jimmy. Justru Jimmy adalah anak muda yang bekerja sebagai kurir sindikat, maka Bolo memperalatnya untuk menculik Laura. Demi membebaskan laura, mau tak mau Alex turun tangan kembali, mengeluarkan senjata apinya yang sudah lama disimpan. Lalu bersama Michael menerobos sarang sindikat Bolo. 

Aksi Barry Prima yang rambutnya di kuncir ala Steven Seagal, lalu menghamburkan tembakan dari dua pistol, tak kalah gertak dari film gangster Hong Kong atau gebrakan Antonio Banderas dala Desperado !. Film Panther tayang di bioskop Jakarta pada 19 April 1996 dan seterusnya. 

Produksi : PT. Elang Perkasa Film

Pimpinan Produksi : Karim Muda

Sutradara : S.A Karim

Skenario : Golden Kasmara

Kamerawan : H. Asmawi

Penata laga : Golden Kasmara

Editor : Syarifudin

Pemain : Barry Prima, Malfin Shayna, Sonny Dewantara, Joseph Hungan, Candy Satrio, Mia Silvianty

Tuesday, March 17, 2026

FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA

 


FILM "WANITA" TIADA AMPUN BAGI PEMERKOSA, Cerita tentang pembalasan wanita korban perkosaan sudah sering di filmkan. Untuk menyebutkan  beberapa judul yagn sangat mengesankan antara lain "Lipstick" {Margaux Hemingway) dan "The Accused" (Jodie Foster) dari Amerika, "Law and Justice" (Joe Wang Chu Shien) dari Hongkong dan Bila Hati Perempuan Menjerit (Dana Christina) yang merupakan "Lipstick" versi Indonesia. 

Satu lagi adalah WANITA yang merupakan produksi patungan antara PT. Andalas Kencana Film dengan PT. Galunggung Putra Perkasa Film. Digarap Adi Soerya Abdi yang untuk kedua kalinya mengarahkan Meriam Bellina setelah "Sejak Cinta Di CIptakan".

Permainan Mer di dukung oleh Mathias Muchus sebagai Kapten Polisi, Herman Felani sebagai Dokter, Tyas Wahono sebagai pemimpin pemerkosa, Zainal Abidin sebagai ayah si Dokter, Jack Malland sebagai si Pengacara dan dua pemerkosa lainnya di perankan Sigit Subangun dan Mustafa Jackson. 

Ilustrasi musik ditata Indra Lesmana (sebelumnya pernah menata musik film "Bercinta Dalam Mimpi" dan "Sejak Cinta Di Ciptakan") yang mampu mengejutkan penonton lewat hentakan musik tiba-tiba. 

Berapa banyak kasus perkosaan terjadi setiap tahunnya di Indonesia? Menilik data dari tahun 1980 sampai dengan 1990, jumlahnya terus meningkat dari 3000 sampai 4000 kasus. Padahal di duga keras masih lebih banyak lagi yang tidak dilaporkan. 

Lalu berapa kasus yang bisa di selesaikan? Ternyata sebagian sulit dituntaskan karena kekurangan bukti, sebagian lagi diselesaikan secara kekeluargaan, padahal sang korban sudah terlanjur tercoreng aib di wajahnya yang bisa menjadi trauma seumur hidup. 

Inti cerita film ini pun tentang Lisa, seorang wanita korban perkosaan tiga pemuda brutal yang di pimpin oleh Hengky. Lisa dirawat dr. Iwan yang kemudian membawanya ke rumahnya. Rupanya dokter muda ini ingin menyembuhkan pasiennya dengan cara-cara khusus. 

Kapten Markus yang mengusut kasus ini mengajak Iwan ke desa untuk menemui ibu kandung Lisa. Pelan-pelan Lisa mulai sembuh. Di dukung Iwan yang mencintainya, ia membuka toko bunga. Namun Hengky dkk, muncul lagi untuk menterornya. 

Siapa sebenarnya Hengky dkk?

Tiada penjelasan, namun melihat istana serta mobil mewahnya, jelas asal mereka dari kalangan atas. Kesewenang-wenangan mereka makin memuncak ketika kepintaran pengacara membuat mereka dibebaskan dari segala tuduhan. 

Dilanda Shock berat, apalagi diteror terus menerus membuat Lisa nekad menabrak mati dua pemerkosanya. Sidang kembali dibuka tapi kali ini Lisa yang menjadi tertuduh. Saat hakim menjatuhkan vonis, Hengky yagn cuma patah lengan, mengejeknya dengan cara memuakkan, Lisa tak kuasa menahan dirinya lagi, mencabut pistol dari pinggang polisi pengawalnya dan Dor !

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Sunday, March 15, 2026

SUTING CATATAN SI BOY 2


 SUTING CATATAN SI BOY 2, Jam 8 pagi lebih dikit, dirumah mewah milik Sumi Hakim nampak kru film dari PT. Bola Dunia Film, sedang mempersiapkan peralatan untuk suting film Catatan Si Boy II. Kamis itu rencana mereka akan mengulang kembali beberapa adegan yang sudah diambil,tapi tak bisa di pakai lantaran rusak ketika di proses di studio. Tepatnya untuk adegan pada Cine 66 sampai 69.

Di tempat yang sama, di Jalan Margasatwa Barat No. 45, suting film ini sudah berjalan 4 hari. Satu hari terpaksa mereka harus 'break' lantaran si empunya rumah punya hajat ulang tahun. Di rumah yang berhalaman luas itu, hampir semua lantainya tertutup karpet tebal. Kesan rumah mantan peragawati beken di zamannya ini memang megah. 

"Pokoknya perbandingan dengan "Catatan Si BOy I, film keduanya ini saja lebih diutamakan setting, artisik juga dari segi kostum para pemainnya. Formasi pemain masih tetap sama hanya ditambah pendatang baru Venna Melinda. Selain itu peran Emon (Didi Petet) porsinya lebih banyak dari yang pertama. Suting dilakukan di Jakarta, kemudian di Puncak, Bandung, Jogyakarta dan Bromo. Mnkin juga bila sempat akan terus ke Bali. Penggarapannya di rencanakan akan makan waktu satu setengah bulan lebih lama dari yang pertama yang hanya 35 hari, "papar sang sutradara Nasri Cheppy. 

"Selama ini Boy II saya rasakan lebih mudah, lancar daripada film pertama dimana sering tersendat, lantaran waktu itu Meriam Bellina sering sakit. Jelas untuk membuat film lanjutan ini saya lebih serius menggarapnya agar bisa melebihi kesuksesan film pertama, " sambungnya. 

Setelah mengambil adegan ulang, teman-teman Boy yang diperankan oleh Faradina, Eva Alonia, Ila Dot dan Melly Nur, suting pun terhenti sesaat untuk makan siang. Sementara yang lain langsung menyerbu keruang makan, sutradara masih tetap di sekitar ruangan. Sekali-kali dia menyedot kuat rokok lewat pipanya. Mondar mandir di ruangan, duduk, sambil membaca koran dan berbicara sedikit dengan asistennya. Baru dia pergi ke ruang makan bersama kru lainnya sambil menunggu kedatangan Onky Alexander pemeran utama film Catatan Si Boy II ini. 

Jam 12 lewat dikit, Onky datang beriringan dengan Sofia Latjuba yang kini jadi pengantar setianya. Selesai acara makan, suting pun dilanjutkan di kamar pribadi Sumi Hakim sendiri. Karena kamar itu di permak jadi kamar si Boy, maka dekorasi dirumah itu diganti dengan setting kamar anak muda. Ada gambar bapak Presiden ada bendera Indonesia, beberapa piala dan trophy dan banyak foto Onky yang berderet di pajang diruang itu. Karena kamarnya dipergunakan oleh si Boy, kabarnya Sumi Hakim sendiri sengaja tidur di hotel. 

"Ya.....siaap... Kamera..... Action...", kata sang sutradara mengarahkan peran Onky dan Dede di kamar itu. 

"....Gue lagi bingung nih.. Dy," kata Onky mengucapkan dialog pada skenario yang tadi dibacakan. Adegan pengulangan beberapa kali dilakukan. 

"Sofia... masuk...!" canda Nasri Cheppy pada Sofia Latjuba yang tak berperan dalam film ini. Sofia yang duduk dikursi cuma mesem mesem mendengar suara sutradara yang pernah menggarapnya di film "Bilur Bilur penyesalan" yang diperankannya. Mungkin gurauan sutradara ini ditujukan pada Onky agar lebih mantap memainkan peranannya. Maklum Onky siang itu selalu sering mengeluarkan keringat. Entah grogi atau memang keseriusan berakting. Yang jelas Wati, make up girlnya seringkali mengusapkan tisu untuk menghilangkan keringat di muka Boy. 

"Ya kalau break sehari saja, kadang saya suka deg degan lagi bila berhadapan dengan kamera. Kalau tiap hari sih, biasa saja. Maklum saya punya trauma nggak bisa dilihat orang banyak, ' cetus Onky. 

Saat ditanya bagaimana dengan film keduanya ini, Onky pun menjawab. "Perannya sih sama saja dengan yang pertama. Namun dalam hati kecil saya, merasa dituntut untuk memainkan lebih baik dari yang pertama. Saya pun takut mengecewakan penonton bila permainan saya ini lebih jelek dari yang pertama, " papar Onky setelah selesai suting. 

Dan besok, dan besoknya lagi kamera masih menunggu permainan Onky Alexander, Didi Petet serta Meriam Bellina di Catatan Si Boy II ini.  ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit

 


DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit (Film Lawas). Richard Brown pengusaha komputer yang sukses di Jakarta. Walau berdarah Amerika, tapi setelah menikah dengan Florinda, ia memilih menjadi WNI. 

Justru menjelang ultah ke 8 putera tunggal mereka, Bobby, terjadilah malapetaka. Brown menolak bujukan sindikat bandit di bawah pimpinan Mr. Hawk untuk bekerjasama. Akibatnya, datanglah algojo-algojo ke rumahnya, Florinda di per kosa habis-habisan sedangkan Bobby di hajar hingga tewas. 

Ketika mendapatkan mayat anak isteri dan pelayan-pelayannya berkaparan di rumahnya, berkobarlah kemurkaan  lelaki ini. Brown bukan lelaki lemah. Dulu pernah menjadi anggota marinir yang bertempur melawan gerilyawan Vietcong di belantara Vietnam. Dengan cara-caranya yang khas, Brown mengincar pembunuh-pembunuh sadis itu, sampai menjurus kearah dalangnya, Mr. Hawk. 

Produksi kebanggaan PT. Rapi Film ini konon sengaja dibuat dengan biaya besar, sekitar empat lima kali biaya film biasa. Dibintang utamai oleh bintang impor dari Hollywood, Christ Mitchum. 

"Tujuannya tentusaja agar laku dijual di luar negeri, " kata produser Gope Samtani. "Nama Christ di Amerika memang tenggelam oleh bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, Robert Mitchum. Namun di Eropa dan Asia, Chris sangat populer. Jadi dengan memakai dia, penjualan film ini diluar negeri diharapkan bisa laku. 

Berbeda dengan filmnya terdahulu "Menentang Maut" (1985), dimana Chris cuma tampil dalam beberapa adegan saja, disini ia bermain penuh dari awal sampai akhir. 

"Seratus Persen! Sama seperti filmnya yang sukses dulu "The Summertime KIller", sekarang pun ia bermain habis-habisan selama 30 hari di Indonesia, " ujar Arizal. 

Dari antara bintang kita yang dipilih untuk bermain adalah Ida Iasha, Siska Widowati, August Melasz, Zaenal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Gino Makasutji dan bintang cilik Andre Mathias. Satu lagi bintang dari Barat , Mike Abbot sebagai musuh bebuyutan Chris. 

Diantara adegan-adengan yang menegangkan adalah uber-uberan mobil dari Jakarta sampai Bandung. Ceritanya mobil Brown yagn di kejar mobil-mobil penjahat sampai menerjang sebuah stasiun di kotak kecil. Dan a la James Bond dalam "Octopussy". Brown mengebtkan mobilnya diatas rel. Dari arah berlawanan datang kereta api. Bron bisa banting stir, terhindar tabrakan maut, Sebaliknya mobil bandit di belakangnya, tergilas remuk dan meledak. 

Sayangnya banyak figuran, penumpang-penumpang kereta api benran yang cuma planga plongo saja. Padahal mustinya kan mereka panik atau gimana gitu, lha wong ada mobil nabrak sepur kok pada anteng-anteng saja!.

Perkara menggarap adegan baku kejar mobil, Arizal sudah berpengalaman lewat film "Segitiga Emas", boleh di puji ketrampilan dan ide-idenya. Ada mobil yang sampai nyangsang , pada dahan pohon besar bibir jurang. "Tapi adegan yang seru adalah bagaimana Brown menerbangkan sepeda motornya, menabrak pesawat, helikopter sampai meledak, " kata Arizal bepromosi 

Adegannya, Mr. Hawk bersama Elizabet Yvonne berusaha kabur dengan helikopter. Brown tak sudi melepaskan mereka. Mengebutkan motor dari loteng. Tepat ketika heli melintas, ia melonjakkan motornya, menerjang pesawat itu. 

Apa peranan bintang Ida Iasha?. Sebagai Julia, sekretaris pribadi Mr. Hawk. Ia sangat di percaya gembong mafia itu. Padahal sebenarnya Julia ingin membalas dendam kematian kakak perempuannya. Secara diam-diam ia membocorkan  rencana jahat Mr. Hawk kepada Brown. Mereka bekerjasama membasmi bandit-bandit. Julia punya kemahiran menembak konon dipelajari ketika menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Sayang pada klimaksnya, Julia harus mengorbankan nyawanya untuk menolong Brown. 

"Dendam Membara adalah judul yang dipilih untuk peredaran di Indonesia. Tapi untuk peredaran di luar negeri dipakai titel dalam bahasa Inggris "Final Score". Ikalnnya di muat di satu halaman penuh di "Variety" majalah petunjuk film terbitan Hollywood, yang dianggap sebagai kitab utama dunia perfilman. 

Secara keseluruhan, film ini memang ramai, penuh dar der dor. Kawanan bandit digambarkan kelewat kejam, main perko sa dan main b u n u h  secara sangat vulgar. Sedangkan pihak kepolisian biasanya baru muncul di akhir film, menyalami Brown yang telah berjasa membasmi bandit. Meskipun untuk tindakan main hakim sendiri itu matu tak mau Brown tetap harus mempertanggungjawabkannya kelak.~diambil dari MF No. 049/17/Tahun ke IV, 14 Mei - 27 Mei 1988