Monday, June 22, 2026

SINETRON : UNTUKMU SEGALANYA 2


 SINETRON : UNTUKMU SEGALANYA 2  (sinetron lawas). AGUS ELYAS melanjutkan sinetron miniseri Untukmu Segalanya yang sukses dalam penayangan. Empat pemeran utama masih tetap bersama, Paramitha Rusady sebagai Sandra yang lumpuh, Onky Alexander seagai abangnya, Roni, Elma Theana sebagai Cinthya, istri Roni dan Deddy Rizaldi sebgai si licik Gusti. 

Diperkuat lagi dengan bintang-bintang yang belum muncul di seri pertama antara lain, Gusti Randa, Cynthia Maramis, Tetty Liz Indriati, Tia Monica, Anwar Fuady, Mira Asmara, Poppy Farida dan simanis Marini Zumarnis. 

Di akhir seri perdana, diceritakan Gusti di bekuk polisi. Namun sebelum diadili, ia bisa melarikan diri. letnan  Mursid segera menyiagakan anak buahnya untuk melindungi keluarga Roni, terutama Sandra yang kemungkinan diincar Gusti. 

Padahal Gusti menyembunyikan diri di perkebunan milik Alex. Dengan kelicikannya, Gusti berusaha mendaptkan cinta adik Alex, Seila. Sebenarnya Seila telah bertunangan dengan seorang polisi, namun ia merasa kesepian karena tunangannya sibuk bertugas. 

Tokoh lain, dr Rusdi mengajak suster Heni untuk bekerja lagi di Rumah Sakit. Tapi hubungan mereka terusik oleh munculnya dr. Susi yang baru datang dari Eropa. Susi mencintai Rusdi, dan bertekad mendapatkannya dengan cara apapun. 

Roni yang sibuk berbisnis bersedia membantu Karel, rekanan almarhum ayahnya di perusahaan tekstil. Padahal perusahaan Karel morat marit karena ia dipengaruhi Sonia. Putri Karel, Rita mengungkapkan hal ini pada Roni, dengan maksud menyadarkan ayahnya. Tapi hubungan baik Roni dan Rita membuat Cynthia yang sedang hamil menjadi cemburu. Kesalah pahaman berkembang, hingga Cynthia memilih pulang kerumah ibunya. 

Kelumpuhan kaki Sandra nampaknya masih bisa dipulihkan. Sandra rajin berobat pada dr. Rusdi. Dirumah sakit, ia bertemu dengan pengarang muda, Rinto , yang menerbitkan bukunya sebelum dijembut ajal karena cacad penyakit jantung bawaannya. perkenalan Sandra dengan Rinto berkembang menjadi saling simpati. 

Gusti berhasil merayu Seila dan membawanya minggat ke kota. Padahal yang diincar Gusti adalah perhiasan warisan ibu Seila. Perbuatan Gusti yang tak ubahnya membalas air susu dengan tuba ini, membuat ALex gusar. Ia bergegas menyusul dan berhasil merebut kembali perhiasan yang dibawa Gusti. 

Sandra tak memperdulikan Rinto yang berpenyakit jantun, nekad menikah dengannya. Lewat operasi jantung, memang Rinto bisa terlepas dari ancaman maut yang selama ini ditakutinya. Tapi sebenarnya Sandra masih takut pada Gusti  telah lama menghilang dan bisa saja mendadak muncul mengancamnya. 

Padahal Gusti jatuh ke tangan janda kaya Anita yang sakit jiwa. Anita berkeyakinan Gusti adalah laki-laki yang ditakdirkan menjadi pengganti suaminya yang minggat bersama wanita lain. 

Berbagai peristiwa dialami tokoh-tokoh sinetron yagn cukup ruwet jalan ceritanya ini. Untukmu Segalanya 2 terdiri dari 12 episode yang ditayangkan di RCTI setiap Minggu Malam pukul 19.30 tahun 1996 sebagai pengganti dari sinetron Sangrilla. 

Produksi : Multivision Plus

Produser : Raam Punjabi

Sutradara : Agus Elyas

Cerita-skenario : Satmowi Atmowiloto

Para Pemain : Paramitha Rusady, Onky Alexander, Elma Theana, Deddy Rizaldi, Gusti Randa, Cynthia Maramis, Marini Zumarnis

Saturday, June 20, 2026

"BERGAIRAH DI PUNCAK", MISTERI PEMBUNUHAN DI KEBUN TEH


 "BERGAIRAH DI PUNCAK", MISTERI PEMBUNUHAN DI KEBUN TEH (film lawas). Sepuluh tahun lalu terjadi peristiwa pembunuhan yang nyaris tak diketahui orang, kecuali oleh para pelakunya sendiri. Lokasinya memang disebuah vila terpencil di tengah perkebunan teh di kawasan Puncak. 

Namun kini roh Reny, sang korban muncul dihadapan kekasihnya, Revan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dulu, saat Revan masih mudah belia, sebagai seorang insinyur baru ia diterima bekerja di Perkebunan Teh milik Pak Sungkono. Sayang, Pak Sungkono tak dikaruniai usia panjang. Menjelang meninggal beliau menitipkan perkebunan dan putrinya, Reny pada sahabatnya, Pak Bono. Padahal Pak Bono punya rencana untuk mengangkangi seantero perkebunan. Apalagi ia mempunyai dua anak, Guntur dan Selvy. 

Guntur Yang urakan dan gemar mabuk-mabukan mengincar Reny, kendati mengetahui Reny sudah menjalin percintaan dengan Revan. Sedangkan Selvy mati-matian berusaha merebut cinta Revan. Tapi penolakan cinta Revan membuat Selvy sakit hati. 

Diam-diam Selvy memperalat Mandor Degol untuk melampiaskan dendamnya. Mandor muda yang tergila-gila pada Selvy ini, bersedia melakukan apa saja demi untuk memuaskan si gadis. Berbekal sepucuk pistol, ia menghabisi Reny. Bahkan Guntur yang mendadak muncul, ikut menjadi korban keganasannya. 

Pak Bono merahasiakan kasus pembunuhan ini dengan dalih, Reny minggat bersama Guntur. Revan tak berdaya mencari kemana menghilangnya mereka, hingga akhirnya bisa di rayu Selvy sampai bersedia memperistrinya. 

Nyaris rahasia ini tertutup untuk selamanya, kalau saja roh Reny tak muncul dihadapan Revan di vila yang terbengkalai. Untuk membongkar kejahatan tersebut, Revan berhasil menemukan Pak Amat, saksi hidup satu-satunya. Roh Reny bisa tenang dialam baka, setelah persekongkolan jahat Selvy dan Degol terbuka, dan mereka mendapat ganjaran yang setimpal. 

BERGAIRAH DI PUNCAK merupakan produksi PT. Rapi Film yang diangkat dari cerita skenario tulisan Iwan Ibon Baihaki oleh sutradara muda Steady Rimba. Dua bintang panas Windy Chindyana dan Rieka Herlina memperebutkan Ibra Azhari. Diperkuat oleh Monang Simbara (Abang dari Cok Simbara), Aldo dan sutradaranya sendiri Steady Rimba. Bergairah di Puncak tayang di Jakarta mulai 1 Agustus 1997.

MENGENAL HERMAN PERMANA, SALAH SATU STUNTMAN, TUNGKAI PAHANYA COPOT, KALAU MAU MATI YA MATILAH

 


MENGENAL HERMAN PERMANA, SALAH SATU STUNTMAN, TUNGKAI PAHANYA COPOT, KALAU MAU MATI YA MATILAH (berita lawas). Nonton film "Depan Bisa Belakang Bisa"? Di film ini ada adegan Dono Warkop jatuh dan tergantung di kabel tilpun dari atas gedung bertingkat. Nah bayangkan adegan yang cukup berbahaya untuk melompat dan jatuh dari hotel Kartika Candra itu, sebenarnya bukan Dono sendiri. 

Peran itu diganti oleh Herman Permana, Stunt man-nya. Sebagai stunt man alias peran pengganti, Herman siap melakukan adegan berbahaya apa saja. Tak hanya jatuh dari hotel bertingkat saja yang pernah dilakukannya. 

Dari mulai tabrakan, membalikan, menerbangkan mobil atau motor, sampai ditabrak kendaraan dengan laju tinggi pernah dilakukannnya. Memang, pria yang lahir di Jakarta, 6 Maret 1954 ini, selain seorang peran pengganti dan pemain film ia juga jago balap. Prestasi yang pernah diraihnya, sebagai juara Mobil (1978), Lomba Motocross (1977) dan Balap Motor (1980) untuk tingkat Nasional di Jakarta. 

Tahun 1972, merupakan langkah pertama karir Herman di dunia film. Bermula sebagai figuran. Setelah melamar kesana kemari barulah ia bisa main dalam film "Cintaku Jauh Di Pulau", Sudah banyak film yang ikut dibintangi baik sebagai figuran, peran pembantu ataupun sebagai peran pengganti. Herman sendiri sudah lupa untuk menyebut filmmografinya. 

Ia hanya bisa menyebutkan film yang masih ingat seperti "Montir-montir cantik", Damar Wulan, Ken Arok, Jaka Geledek, Meriam Si Jagur, Terjebak Penari Erotis, Tergoda bibir kenikmatan dan  tahun 1988 Pembalasan Ratu Laus selatan. Pertama kali jadi peran pengganti dalam film "Rosita" dimana ia harus menerbangkan motor melompati mobil, ditahun 1978.

"Dunia film memang keinginan saya sejak dulu. Jadi stunt man ini, cuma sekedar pelepasan dari hobi balap motor. Belajarnya sendiri lewat buku-buku dan juga sama Eddy Hansudi (stuntman kawakan Indonesia). Tapi sekarang saya sendiri. Perlengkapan untuk ini, saya minta kirim pada adik saya yang belajar di Amerika", papar anak ke 5 dari 10 bersaudara ini. 

Jadi stuntman bukan hanya keberanian saja yang jadi andalan. Perhitungan untuk melakukan, melihat kondisi kendaraan, bila menggunakan kendaraan disamping perlengkapan penyelamat. Perhitungan kecepatanpun mutlak. Karena tak mungkin misal menjalankan kendaraan di bawah 50 km perjam untuk melompati kendaraan. Lebih tinggi kecepatan lebih tinggi terbangnya. Juga untuk membalikan kendaraan, dan meluncurkan kendaraan dengan keadaan terbalik. Paling tidak adegan yang dilakukan hanya sekali itu, harus benar-benar bisa memuaskan sutradara atau produser. 

Jadi benar-benar harus berani untuk melakukannya. Lebih nekad lebih hebat, produser pun tak kecewa kan? Sebelum sutradara bilang 'cut' apapun yang terjadi tetap harus ditahan," kata Herman yang menebus keberaniannya ini dengan beberapa cidera di tubuhnya. Akibat keberaniannya ini juga, tak jarang herman Patah tulang. Tulang rusuknya pernah patah dan menusuk jantung. Sementara pada film terakhirnya, dimana ia harus tabrak kendaraan yang meluncur 70 km perjam, tungkal pahanya copot dari persendiannya. Tetapi walaupun demikian Herman akan terus main film. 

"Keluarga saya biasa saja. Mungkin mereka tahu saya suka balap motor. Jadi resiko tuh, dimana saja bisa menimpa manusia. Biar kata itu kepleset kulit pisang , jika takdir harus mati ya , mati!. Ya, mungkin hanya istri saya saja sekarang yang sedikit nggak setuju karir saya di stunt man ini, " kata Herman yang telah beristri dan mengaku asuransi tubuhnya diurus produser ini. 

"Saya akan tetap berkarir di film, walau terus terang saja film tidak menjamin kehidupan keluarganya. Disamping film saya memang bisnis lain, menyewakan sound system dan alat-alat musik juga dirumah, " kata Herman yang juga seorang drummer di group musik Mekanik Band ini. 

"Sebenarnya saya cenderung berhenti untuk jadi stunt man. Masalahnya saya kepingin memberikan kesempatan pada para peran pengganti baru. Mungkin mereka juga punya keberanian yang lebih dari saya. Tapi film tetap dunia saya, " kata Herman yang lulusan AKademi Ilmu Pelayaran tapi tak mau kerja di kapal ini. ~sumber MF 057/25 tahun V, 3 - 16 Sept 1988


Saturday, June 13, 2026

ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG


 
ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG (berita lawas). Setelah satu tahun suting di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, tiba-tiba awak Wiro Sableng pindah lokasi ke Sukabumi, Jawa Barat. Kepindahan itu justru setelah terjadi peristiwa tabrakan antara mobil Toyota Hartop kru dengan bis umum Jaya Guna jurusan Ponorogo - Wonogiri di daerah Srogohimo pada Sabtu, 25 Mei 1996 sekitar pukul 9.30 WIB. Wandy salah seorang kru terpaksa dirawat di rumah sakit. Hampir saja terjadi baku hantam. 

"Untung anak-anak tidak menemukan sopir dan kondekturnya, " kata Ackyl Anwari, sutradara Wiro Sableng. "Akhirnya polisi sendiri yang menangkap keduanya. Sampai sekarang mobil kami masih di tahan polisi untuk dijadikan barang bukti," lanjut Ackyl. 

Versi lain mengatakan, setelah terjadi tabrakan, para kru Wiro Sableng yang hendak ke lokasi suting, menemukan sopir dan kondektur ngumpet diantara penumpang. Mereka lalu menghajarnya, baru menyerahkan pada polisi. Karena itulah cepat-cepat lokasi suting Wiro Sableng dipindahkan, untuk menghindari serangan balas dendam dari kawan-kawan sopir bis Jaya Guna tersebut. 

"Itu nggak betul. Kepidangah  kami tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu. Toh masalahnya sudah ditangani polisi. Mengapa harus takut!. Kami pindah ke Sukabumi karena untuk menyesuaikan setting akhir scene yang harus dekat laut. Di Wonogiri kan laut sangat jauh. Disamping itu untuk menghilangkan kejenuhan dengan mencari suasana baru, " ujar Ackyl.

Namun menurut sutradara yang banyak menggarap film-film laga ini,  dari peristiwa tersebut, dia selalu memberi pengarahan pada pemain dan kru WIro Sableng, agar selalu bisa menahan diri jika terjadi masalah diluar. "Saya menghimbau agar mereka selalu menjaa citra orang film, karena kita sebenarnya adalah milik masyarakat juga, terutama bintangnya. Sebab, sekali kita berbuat kesalahan, pada masyarakat, akan sulit memperbaikinya, " kata Ackyl. 

Wiro Sableng menurut Ackyl tinggal 20 episode lagi. "Kemungkinan juga kita akan kembali lagi ke Wonogiri. Tapi sementara ini, masih banyak setting Sukabumi yang harus kami ambil, termasuk alam pantai dan lautnya. Mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lagi, " ucap Ackyl yang menggarap Wiro Sableng bersama sutradara SA Karim. 

Menurut Ackyl lagi, kepindahan mereka cukup mengagetkan penduduk Srogohimo sekitarnya. "Maklum, kami sudah terlalu akrab dengan mereka, " kata Ackyl. "Seharusnya, ada acara khusus jika berpisah dengan penduduk setempat. Makanya saya bilang kemungkinan kami akan datang lagi ke Wonogiri, " lanjutnya sambil tersenyum. ~~MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Friday, June 12, 2026

KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU


 KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU (wawancara lawas dengan Ken Ken). Ada dua kejadian baru yang tidak akan pernah dilupakan Ken Sukendro alias Wiro Sableng di daerah Slogohimo Wonogiri. Pertama, musibah tabrakan antar kru dengan bis umum yang hampir mengakibatkan terjadinya baku hantam. Sopir dan kondektur bersembunyi diantara penumpangnya. Pemuda yang akrab di panggil Ken Ken ini, datang lima menit kemudian setelah peristiwa berlangsung. Bersama teman-temannya si Wiro masuk ke bis umum jurusan Ponorogo - Wonogiri itu, mencari sopir dan kondektur yang ngumpet diantara penumpang. 

Kedua, disitulah Ken Ken merasakan dirinya benar-benar telah menjadi seorang bintang setelah sekian tahun menerjuni dunia film dan sinetron, nyaris tanpa penggemar. Namun ketika serial Wiro Sableng sukses lewat tayangan RCTI, ribuan remaja Wonogiri menyerbu Ken Ken. Disitu dia menyaksikan penggemar Wiro ada yang sampai pingsan dan histeris. "Saya terharu sekali sampai menitikkan airmata. Akhirnya saya melepaskan baju dan melemparkan ke tengah-tengah massa, " kata Ken Ken yang lahir di Jakarta, 21 Maret 1968 ini. 

Satu tahun lebih Ken Ken suting Wiro Sableng. Mata sebelah kanannya hampir buta tertusuk ranting pohon. Jua gigi bagian kiri, patah karena jatuh dari tali sling. "Terpaksa gigi saya diganti dengan gigi palsu. Habis nggak tumbuh-tumbuh. haha.." ujar Ken Ken yang mengidolakan bintang laga Jan Claude Van Damme dan Sharon Stone ini. Kendati demikian, Ken Ken Tidak pernah mengeluh, karena di sinetron inilah katanya dia menemukan jatidiri yang sejati. "Tak ada perjalanan yang tidak menanggung resiko", lanjut Ken Ken. 

Pemuda ganteng berkulit sawo matang yagn berpostur tinggi 175 cm dengan berat 77kg, memulai karirnya dari bawah sekali. Jadi figuran film-film eksyen. Tapi Ken Ken tidak pernah putus asa. Dia tegar seperti batu karang. Honornya mulai sepuluh ribu sampai dua puluh lima ribu perak. "Nggak jadi masalah, uang itu saya terima dengan senang hati. Tujuan utama saya main film bukan untuk cari uang sebesar-besarnya, melainkan untuk bisa terlibat suting. Honor gede akan datang dengan sendirinya setelah kita menunjukkan kemampuan. Itu prinsip saya, " kata penggemar film-film laga ini. 

Ken Ken sempat kebingungan ketika Herry Topan memberikan waktu hanya satu bulan untuk mempelajari karakter Wiro Sableng seutuhnya, termasuk fisik. Hari-harinya dihabiskan untuk membaca novel Wiro Sableng, menghubungi Bastian Tito, sutradara SA Karim dan Ackyl Anwari sampai Irhamdi, penulis skenario. Dia juga harus menurunkan berat badan sebanyak 10 kg agar lebih ramping. "Tapi saya hanya mampu menurunkan berat badan 8 kilogram saja. Pada awal suting, saya belum bisa sepenuhnya memasukkan roh si Wiro. Saya banyak melakukan kesalahan, " aku ken Ken yang kakak kandung Ayuni Sukarman ini. 

Untuk mengenal lebih jauh pribadi ken Ken Berikut petikan hasil wawancara wartawan Majalah Film di lokasi Suting Wiro Sableng di Sukabumi Jawa Barat . 

Dengan Sukses sinetron Wiro Sableng, apakah Anda juga sudah merasa berhasil?

"Belum!. Saya masih dalam tahap senang, karena sinetron yang saya bintangi disukai dan diterima masyarakat. untuk kedepan, saya merasa belum ada apa-apanya"

Lantas bagaimana anda menggambarkan keberhasilan itu? 

"Harus sukses lahir batin. Secara lahiriah, mencukupi kebutuhan materi, karir lancar, punya istri, anak dan disukai orang banyak. Batiniah, perasaan tenteram, nggak punya musuh dan selalu bisa mendekatkan diri pada Tuhan".

Sekarang Anda identik dengan Wiro di mata masyarakat. Apakah Anda ingin mempertahankan imej itu?

"Ya, hingga serial Wiro Sableng selesai. Nggak mungkin dong saya mempertahankan tokoh Wiro dengan cara tidak main disinetron lain, sementara WIro Sableng itu sendiri sudah rampung penayangannya nanti. Sekarang juga saya masih bisa dan di bebaskan untuk main di tempat lain, asal tidak mengganggu scene saya di Wiro. Untuk itu saya minta peran yang kecil-kecil saja, agar tidak mengganggu jadwal dan masyarakat tetap mengenal saya sebagai Wiro".

Selain populer, keuntungan apalagi yang anda peroleh dalam sinetron Wiro Sableng?

"Saya memperoleh perhatian dari Pak Herry Topan hingga membuat saya merasa senang dan betah, walau harus lama tinggal di desa-desa terpencil, bahkan di hutan. Yang lebih menyenangkan, saya dapat bonus mobil jeep ha..ha..".

Karakter Anda sendiri dalam keseharian, gimana sih? 

"Nyantai tapi terus bekerja".

Pandangan Anda sendiri tentang tokoh Wiro?

"Saya suka karena tokoh Wiro adalah seorang pemuda yang enerjik, humoris, pantang menyerah dan selalu berada di jalan Tuhan".

Sifat apa yang kurang anda sukai dari tokoh Wiro?

"Wiro kurang introspeksi diri dan pelupa".

Sebaliknya, sifat apa yang Anda sukai dari Wiro?

"Wiro, suka menggoda wanita".

Berarti Anda juga suka menggoda...?

"Nggak, ha..ha...ha...

Sejak Kapan Anda mengenal tokoh Wiro Sableng?

"Sekitar tahun 1987 lewat karya Bastian Tito. Novel novelnya selalu saya baca, dan nggak nyangka kalau tokoh Wiro itu bakalan saya perankan di sinetron".

Ada kesulitan dalam merefleksikan tokoh Wiro?

"Saya menemukan sosok Wiro yang sesungguhnya justru pada pertengahan cerita. Tahap awal saya mengalami kesulitan yang luar biasa. Saya diberi kesempatan untuk mengenal tokoh Wiro hanya dalam satu bulan. Saya juga harus mengecilkan badan dengan cara menurunkan berat hampir sepuluh kilogram. Dalam satu bulan itu juga saya harus banyak bertanya dan tukar pikiran dengan pak Bastian, Irhamdi, Pak SA Karim dan Pak Ackyl ANwari".

Ada yang mengatakan bahwa Anda termasuk tipe cowok play boy. Benarkah?

"ha..ha... saya demen banget kalau dibilang kayak gitu. Berarti saya disukai wanita. Tapi sebetulnya saya nggak play boy".

Sudah berapa kali anda berpacaran serius?

"Baru dua kali ha.. ha..."

Yang tidak serius?

"Ha...ha... lupa tuh. tapi nggak banyak kok, karena saya juga nggak terlalu sembrono dengan masalah wanita. Saya sadar diri bahwa saya dari kasta yang tidak kaya. Untuk mempermainkan wanita, saya harus banyak mengeluakan uang dan harta. Hal itu nggak mungkin bisa saya lakukan".

Apakah Anda suka terlibat Cinta Lokasi?

"Nggak tuh. Sampai sekarang saya belum pernah terlibat cinta lokasi".

Sebelum jadi Wiro, Anda sudah banyak terlibat main film layar lebar dan sinetron. Tapi Anda hanya sebagai  pemain tambahan, bahkan hanya figuran. Saat-saat seperti itu, pernahkah Anda merasa putus asa atau pesimis di dunia akting?

"Saya terjun ke dunia film dengan satu tekad, jadi pemain tanpa beban apapun. Makanya, walau dapat hoor kecil, antara lima belas ribu hingga dua puluh lima ribu perak, saya menerimanya dengan senang hati. Akhirnya saya menemukan jalan di perusahaan Bola Dunia FIlm untuk berlatih sinematografi pada pak Yoseph Ginting, dosen IKJ. Saya bersama Anto Wijaya, berdua diajari oleh Pak Yoseph mengenai drama. Dari situ saya mulai dapat peran yang lumayan, seperti menggantikan Advent Bangun sebagai Rawedeng di Mahkota Majapahit dan menggantikan peran-peran bintang yang sudah terkenal lainnya".

Jika Anda menemui suatu titik jenuh, biasanya apa konpensasi atau pelariannya? 

"Mancing atau jalan-jalan aja!"

Anda pernah belajar ilmu bela diri?

"Saya sekarang belajar silat di Setia Hati Teratai sebelumnya pernah ikut latihan Tae KwonDo dan Karate, tapi hanya setengah jalan".

Apakah itu dominan membantu Anda?

"Ha... ha... sama sekali tidak karena jurus-jurus yang saya lakonkan di Wiro jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di ilmu beladiri. Instruktur fightingnya, mas Yitno selalu mencari jurus-jurus aneh yang berbeda dengan gerakan ilmu bela diri yang ada".

Anda pernah berkelahi di luaran? 

"Pernah, ketika pulang suting film Walet Merah. Saat itu pukul tiga dini hari, saya dicegat tiga orang laki-laki di lampu merah Senen. Saya bertiga, satu diantaranya wanita, yaitu Anika Hakim (penyandang DAN I Karate Konjugai) bertiga kami melawan mereka yang akhirnya mereka kalah dan lari".

Motivasi apa Anda belajar ilmu bela diri?

"Dulu, saya pengen jadi atlet Karate, ingin ikut di kejuaraan. Tapi ditengah jalan gagal".

Pernahkah Anda bertemu dengan penggemar fanatik Wiro?

"Sering, terutama di kawasan Jawa Tengah. Pernah terjadi di sebuah daerah Wonogiri, ribuan orang menunggu saya di lokasi suting. Gitu saya turun dari mobil, mereka langsung menyerbu, menarik dan memeluk serta menciumi saya, terutama gadis-gadisnya. Saya sempat panik dan kemudian jadi sangat terharu. Saya lantas buka baju dan melemparkannya ke tengah-tengah massa. Itu sangat saya maklumi, karena daerah Wonogiri termasuk daerah yang jauh dari sentuhan artis-artis".

Jika anda diminta sesuatu dari penggemar, kira-kira apa yang akan anda berikan?

"Kalau dalam kadaan terdesak seperti pengalaman saya tadi, saya akan buka baju dan melemparkannya. Tapi kalau ketemunya secara perorangan dan baik-baik, saya akan beri foto-foto, foto bersama dan tanda tangan. Saya kira itu juga yagn sangatmereka harapkan ketimbang benda-benda lainnya".

Bagaimana Tanggapan masyarakat Wonogiri atau sekitar lokasi suting Wiro Sableng mengenai musibah tabrakan mobil kru dengan bis umum yang juga melibatkan Anda?

"Sebenarnya tidak ada apa-apa, karena mereka juga tahu kalau yang salah itu bukan pihak kami, melainkan pihak pengemudi bis umum itu. Bahkan salah seorang kru terpaksa dirawat dirumah sakit. Jadi nggak ada masalah dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka menyesalkan kenapa kami pindah lokasi ke daerah Sukabumi. 

Ya kenapa harus pindah?

"Masalah itu, tanya saja langsung sama sutradaranya. Tapi menurut pendapat saya, untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan bisa saja terjadi, seperti balas dendam dari teman-teman sopir bis umum di Wonogiri, karena saya dengar yang bersangkutan termasuk anggota persatuan sopier di Jawa Tengah yang bisa saja dia merangsang rasa solider teman-temannya untuk mengadakan pengrusakan atau tindakan lainnya. Walau persoalan sudah ditangani Polres, tapi apa salahnya jika kita bersikap lebih hati-hati. 

Ketika Anda masuk bis umum untuk membantu mencari sopir dan kenek yang mengumpat diantara penumpang, apa reaksi penumpang?

"Semuanya diam, tidak ada yang bersuara. Saya nggak mau berbuat kasar, karena saya tahu posisi saya sebagai milik masyarakat. Akhirnya saya turun dan mengadukannya ke pihak berwajib".

Sifat Apa yang kurang Anda sukai dari orang lain?

"Iri dan malas, Kalau ketemu orang seperti itu, biasanya saya diam, ngga mau ngomong".

Sebaliknya, sifat yang paling Anda sukai dari orang lain?

"Rajin dan disiplin. Itu saya pelajari dari pak Ackyl sutradara Wiro Sableng".

Dulu Anda bercita-cita sebagai apa sih?

"Jadi penerbang".

Sekarang nggak menyesal jadi pemain film karena gagal jadi penerbang?

"Nggak dong. Bahkan kayaknya lebih enak jadi bintang film. Penerbang itu kan cita-cita kecil saya".

~demikian di kutip dari MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Wednesday, June 10, 2026

TEUKU RYAN 'DI DEPAK" DARI COOL COLORS?

 


TEUKU RYAN 'DI DEPAK" DARI COOL COLORS? (berita lawas). Teuku Ryan 'dipecat' dari Cool Colors karena tidak disiplin? Isyu itu begitu cepat merebak, hingga akhirnya sampai juga ke telinga Ryan begitu sang model biasa di sapa. Anehnya, sampai kini tak diketahui siapa penyebar isyu itu?

Sedang munculnya isyu itu sendiri, bermula karena kesibukannya di sinetron SHANGRILLA, yang akhirnya Ryan sulit membagi waktu untuk kelompok vocalnya, karena terperangkap syuting sinetron dengan jadwal yang ketat dan padat. 

"Gue memang sudah mendengar tentang kabar miring itu. Untuk meluruskan keadaan sesungguhnya. Gue jelaskan, gue bukan di pecat dari Cool Colors, tapi, mengundurkan diri secara baik-baik karena menyadari sulitnya membagi waktu antara jadwal sinetron dan tampil di musik," terang pemeran Si Roy yang lagi naik daun ini berang. 

Meskipun ia kini mundur dari jalur musik, itu bukan berarti akhir pula karirnya sebagai penyanyi. Menurut anak muda yang menguasai alat musik drum dan bass ini, ia berjanji suatu saat nanti akan kembali ke musik. 

"Yang jelas saya bukan orang yang memanfaatkan istilah "aji mumpung". Akan tetapi  kalau saya ingin melakukan sesuatu, sudah menjadi prinsip saya untuk tidak tampil setengah-setengah," kata Ryan Posisinya di Cool Colors digantikan oleh Ari Wibowo. 

Menyoal tentang perannya jadi Roy di Shangrilla, ia juga mengakui banyak mendapat kritikan. Katanya, itu hanya style dari kreasi sebagai seorang pemain. "Boleh, dong saya menciptakan sesuatu dalam dunia seni peran," begitu alasan Ryan mempertahankan argumennya mengapa pilih beranting sebagai manager di sinetron itu. 

~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996?

 

SINETRON : ANGIN TAK DAPAT MEMBACA, INTRIK LICIK PENIPU TAMPAN


 SINETRON : ANGIN TAK DAPAT MEMBACA, INTRIK LICIK PENIPU TAMPAN (sinetron lawas). Tidak banyak wanita yang berprofesi sebagai sutradara dalam perfilman nasional. Seelah mendiang Sofia W.D. , tercatat ada Ida Farida dan akhirnya ada Melanie Umbara (Adik mendiang sutradara Danu Umbara). Sinetron panjang ANGIN TAK DAPAT MEMBACA merupakan karya debutnya, bekerjasama dengan sineas India, Sharad Sharan. 

Bintang utamanya pendatang baru, Eksanti. Dipertemukan dengan Deddy Rizaldi, Adam Jordan dan Gitty Srinita. Serial sepanjang 26 episodeini sudah direncanakan produser Raam Punjabi dari Multivision Plus untuk diperpanjang menjadi 65 episode dengan masa tayang 30 menit perjilid, ditayangkan setiap Kamis malam, pukul 19.30 WIB. 

Cerita berkisar di kehidupan kalangan atas, dengan gelimang kemewahan mulai dari berkuda, mobil limusin, sampai ke pesawat helikopter dan intrik-intrik bisnis yang berbelit. 

Tokoh utama, Lennie, karena kegemarannya berkuda, dihadiahi sebuah peternakan kuda oleh ayahnya, Pak Nata, konglomerat properti. Padahal Pak Nata tengah mengalami kesulitan bisnis. Maka ia ingin menjodohkan Lennie dengan Roy, putra mendiang milyarder Bratakusumah. 

Sesungguhnya, sejak kecil memang Lennie telah bersahabat dengan Roy, hingga memandangnya sebagai abang saja. Beda halnya dengan Roy yang sepenuh hati mencintainya. Disamping itu, Roy terus diganggu dua sepupunya , Hengky dan Herman, yang menuntut pembagian warisan. Roy menolak, karena memang ialah pewaris tunggul. Dibantu orang-orang kepercayaannya, Lukman, Gunawan dan Alex Pratama, perusahaan dikembangkan terus oleh Roy. 

Mungul Leo Hadinoto, tokoh licin berwajah tampan yang mengincar wanita-wanita kaya. Dengan kelihaiannya, Leo bisa menarik perhatian Lennie. Apalagi ia menolong Lennie dari kecelakaan saat berkuda, padahal Leo sendiri yang mengatur peristiwa tersebut. Pak Nata merasa sngat berterimakasih pada Leo. 

Tak terlalu sulit bagi Leo untuk mendapatkan cinta Lennie. Tapi ia malah menganjurkan Lennie menikah dengan Roy. Dibalik anjuran tersebut tersimpan muslihat untuk mnecelakai Roy dan merebut perusahaannya. 

Bahaya mulai mengancam Roy. Termasuk dari Hengky yang memperalat Lukman. Sementara Herman malah menyewa pembu nuh bayaran. Beruntung bom yang di pasang di mobil Roy diketahui oleh wartawan David yang tengah membayangi Leo. David mencurigai Leo sebagai penyamaran Bramantio yang buron setelah membunuh istrinya sendiri. Saksi pembunuhan itu adalah Bobby, anak Bramantio  yang masih kecil. Bocah ini hidup terlunta-lunta sampai diasuh oleh penjahat. 

Lika liku peristiwa serta banyaknya tokoh yang terilibat menjadi sinetron yang alur ceritanya bergaya drama India ini, mengasyikkan untuk disimak dari episode ke episode berikutnya. 

Produksi : Multivision Plus

Produse : Raam Punjabi

Sutradara : Sharad Sharan, Melanie Umbara

Cerita/Skenario  : Deddy Armand

Pemain : Deddy Rizaldi, Eksanti, Adam Jordan, Gitty Srinita

Tayang 1996

Tuesday, June 9, 2026

ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTRA

 


ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTERA (berita lawas). Belakangan Alex Komang peraih Piala Citra FFI ini sibuk suting sinetron garapan sutradara pendatang. Padahal biasanya aktor grup 'Teater Populer" ini cukup selektif dalam memilih sinetron yang akan dimainkannya. Minimal sinetron itu mesti digarap oleh sutradara yang sudah mumpuni seperti Teguh Karya, Slamet Rahardjo atau Sophan Sophiaan. Begitupun lawan main, Alex juga rada selektif. Tapi kenapa Alex mau main dengan 'bintang panas' Inneke Koesheawati di 'TIRAI SUTERA' produksi Indosiar? Padahal para pemainnya kemampuan aktingnya main dibawah Alex?

"Siapa bilang saya suka memilih lawan main dan sutradara?. Saya nggak pernah punya pikiran untuk memilah sutradara dan lawan main. Sebagai pemain, saya siap main dengan siapa saja dan siap untuk diarahkan oleh sutradara siapapun. Yang penting karakter tokohnya saya cocok," ujarnya.

Dan Alex juga menyatakan ketidak setujuannya tentang pengkotak-kotakan pemain bahwa ada pemain kelas A, B dan C. Menurut Alex semua pemain sama, tinggal kesempatan untuk memainkan tokoh yang bisa mengangkut potensinya ada atau tidak. 

"Saya yakin kalau mereka kebetulan main film drama keluarga macam Inneke Koesherawati punya potensi besar untuk maju. Kalau nggak punya potensi, dia nggak bakal bertahan sampai sekarang. Lihat saja Sharon Stone, walau dia mainnya cukup berani, tapi kan kemampuan aktingnya luar biasa seperti di film Diabolique," ujar Alex. 

Karenanya, ketika Alex diminta main untuk sinetron TIRAI SUTERA dan main bareng dengan 'bintang panas' Inneke Koesherawati. Alex langsung setuju saja. Apalagi ceritanya bagus dan katanya, peran yang ditawarkan cukup menantang dirinya. 

"Nggak bener penilaian itu. saya tetap menjadi Alex yang dulu. Citra saya juga nggak jatuh lantaran main bareng dengan 'bintang panas'. Semua tergantung dari diri kita kok," katanya dengan nada tinggi. 

Soal permainannya di sinetron Tirai Sutera, Alex mengaku bermain maksimal dan total. Saya selalu mencoba untuk bermain maksimal, soal hasil saya serahkan ke masyarakat yang menilainya. Sebagai pemain saya berusaha profesional", katanya serius. ~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Monday, June 8, 2026

VERRY AL ISMED, SALAH SATU AKTRIS BALADA DANGDUT

 


VERRYAL ISMED, SALAH SATU AKTRIS BALADA DANGDUT(berita lawas). Ada yang suka nonton sinetron Balada Dangdut di TPI? tentu kenal sama Verry Al Ismed yang sudah sering bermain sinetron tersebut. "Semula saya pikir mereka hanya iseng-iseng saja menggarap sinetron dari lagu dangdut ini. Nyatanya, saya salah sangka. Mereka sangat serius. Sama saja dengan ketika menggarap sinetron lain. Memang, saya banyak terlibat dalam Balada Dangdut. Yang sudah teken kontrak 12 episode. Ada rencana ikut 13 episode lagi garapan Mas Putu Wijaya.

Setelah main di Zakia, sekarang, banyak orang menyapa saya dengan nama itu. Saya tentu saja senang. Saya merasa hokie saya disini. Karenanya untuk sementara saya menolak sejumlah tawaran main sinetron selain Balada Dangdut maupun pemotretan, atau untuk iklan, karena belum ada waktu. 

Soal pengalaman, tentu banyak sekali. Saya merasa lebih total. Semula juga saya merasa ikut main sinetron dari dangdut itu gampang. Nyatanya tidak. Apalagi, Mas Putu minta saya untuk total. Seperti juga yagn disampaikan Mas Putu, saat editing, muncul kebingungan. Mana yang harus dipotong. Semua gambar bagus dan layak untuk dipasang. 

Saya tidak ingin seperti Zakia. Punya suami pemabuk dan penjudi. Jangan sampai deh itu terjadi. Sebelum terlibat dalam Balada Dangdut, memang saya pernah ikut produksi Studio 17 milik Bu Tatiek Maliyati untuk sinetron Matahari Malam dan Penginapan Srikandi. Saya juga pernah ikut penggarapan film cerita Pergaulan dan Kabut Asmara. Dua judul terakhir ini memang film drama berbumbu seks. Tapi saya kebagian yang biasa bukan yang aneh-aneh. ~~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Saturday, May 16, 2026

FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO

 


FILM KETIKA DIA PERGI, MELODRAMA DI PUNCAK BROMO,(berita lawas). Secara diam-diam nyaris tanpa publikasi secuilpun usai menggarap Tragedi Bintaro, maka sutradara Buce Malawau masih tetap dengan kamerawan William Samara, juga telah menyelesaikan karya terbaru mereka berjudul"Ketika Dia Pergi", produksi PT. Kanta Indah Film. 

"Para pemain memang bukan bintang-bintang komersial, tapi sengaja kami pilih yang benar-benar pas membawakan perannya, " ujar Buce yagn selalu berpenampilan lugu dan kurang pandai bicara ini. 

Itulah sebabnya persiapan film ini memakan waktu cukup lama, sampai akhirnya Buce berkenan memasang artis yang lebih kondang sebagai penari , Nungky Kusumastuti  sebagai pemeran utama, Nungky berpasangan dengan aktor yang juga lebih dikenal sebagai pemain sinetron televisi, Asrul Zulmi. 

Pendukung-pendukung lainnya adalah R. Mochtar, Afrizal Anoda, Ras Barkah, Bung Saling, Dhalia, Arie Sanjaya dan pemain anak-anak Chika Fransisca. Terus terang semua nama diatas bukanlah nama-nama bintang gemerlapan yang istilah dagangnya bisa dijual. 

Sudah begitu, suting berlokasi bukan di Jakarta, sebagimana sebagian besar film drama Indonesia dibuat, melainnkan di puncak Bromo. "Tepatnya di desa Ngadisari, ya kira-kira sejauh 46 kilometer dari Probolinggo. Perjalangan naik mobil kesana bisa memakan waktu dua jam, " ungkap Buce yagn membawa seluruh pemain dan pekerja filmnya selama dua bulan kesana. 

"Hitung-hitung kami seluruhnya berjumlah 50 orang untuk tempat tinggal disana, tentu saja belum ada villa apalagi hotel seperti misalnya di Puncak, jadi terpaksa kami menyewa 11 rumah penduduk . sewanya murah saja kok, cuma Rp. 200 per rumah per bulan cerita Buce lebih lanjut.

Penata artistik Achmad Abidin mulai bekerja mewujudkan gambaran desa sesuai skenario. Dalam ceritanya, Asrul dan Nungky bermain sebagai suami istri yang sama-sama berprofesi sebagai dokter, dan mendapatkan tugas kerja disebuah dusun terpencil dipuncak gunung. Konflik antara mereka dengan seorang tokoh dukun tua yang dperankan pemain watak kawakan Raden Mochtar, semakin berkembang manakala dusun tersebut diserang wabah penyakit. 

Inti cerita terasa mirip karya penyutradaraan Ami Priyono, "Dr Siti Pertiwi Turun Ke Desa" yang dibintangi oleh Christine Hakim dulu, atau bagaimana kalau dibandingkan dengan drama serial Dewi Yull "Sartika". 

"Tidak, cerita ini lain, lihat saja nanti ," tukas Buce yang sekarang menyerahkan kerja penyuntingan filmnya ke tangan editor Janis Badar. 

"Yang jelas banyak adegan panorama di puncak Bromo yang sangat menakjubkan!" promosi kamerawan William Samara yang telah bekerja keras menantikan terbitnya sang surya sejak pagi buta dalam udara yang membekukan. sumber : MF 122/90 tahun VII, 2 - 15 Maret 1991


Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Tuesday, May 5, 2026

DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI


 DOEL ANAK SEKOLAHAN, PRODUKSI RAVIMAN YANG GAGAL DI PRODUKSI. Sebelum muncul Sinetron Si Doel Anak Sekolahan produksi Karnos Film di TV, pada tahun 1991 sedianya akan di produksi Film Si Doel Anak Sekolahan dengan pemeran Rano Karno, Sophia Latjuba, Onky Alexander serta Benyamin S, produksi PT. Raviman Film bekerjasama dengan Karnos Film. 

Doel Anak sekolahan rencananya dengan sutradara Ismail Soebardjo yang saat itu baru merampungkan film Taksi Juga. "Sebenarnya ini merupakan kerjasama antara Raviman dengan PT Karno's Film. Khusus dibuat untuk mengenang almarhum Sjumandjaya dan almarhum Soekarno M Noor, hingga saya join dengan Rano untuk memproduksi film ini, " ujar Manu Sukmajaya, produser Raviman Film. 

"Doel Anak Sekolahan merupakan sekuel (kelanjutan) dari "Si Doel Anak Betawi", arahan Sjumandjaya yang diangkat dari novelnya Aman Datuk Modjoindo, serta mengorbitkan Rano sebagai bintang cilik idola pada era 1970an dulu. 

Sekarang, skenarionya di tulis oleh Ida Farida, tapi pengembangannya menjadi Shooting script digarap Ismail Soebardjo sendiri. Pemain utamanya jelas harus Rano sendiri. Didukung oleh bintang-bintang populer seperti Sophia Latjuba, Onky Alexander, serta Benyamin S yang kembali memerankan tokoh babenya si Doel. 

"Suting bakal segera start, paling lambat pada akhir bulan November (1991), seusai Festival, " janji Ismail yang melanjutkan kerjasama dengan kamerawan George Kamarullah.  ~sumber MF 140/107/TH VIII/9 - 22 Nov 1991


sepengetahuan mimin, film ini tidak pernah kedengaran lagi, apakah sudah mulai berproduksi atau tidaknya.

Wednesday, April 29, 2026

PERKAWINAN 83

 


PERKAWINAN 83


Cerita : 

Hubungan Intim Bije dan Diana terjadi secara kebetulan meskipun mereka dari satu sekolah. Hubungan intim ini lalu berobah menjadi cinta kasih. Orangtua Diana tidak menyetujui hubungan anaknya dengan Bije. Diana telah dijodohkan dengan Tonny. Suatu ketika Hendro, ayah Diana mendapat laporan bahwa Bije dan Diana berpacaran secara keterlaluan. Hendro marah dan Diana dilarang kesekolah untuk sementar. Diana lalu mengambil keputusan untuk minggat ketika dia tahu bahwa keluarga Tony akan melamarnya. 

Bije dan Diana minggat ke sebuah desa kecil tempat tinggal bibi Diana. Hal ini mengakibatkan Hendro sangat marah dan ayah Bije disiksa melalui kaki tangannya. Merasa tidak pantas tinggal sebagai pelarian maka Bije menyarankan agar Diana kembali kerumahnya. Semula Diana menolak tapi Bije mendesak demi masa depan mereka. 

Akhirnya mereka pulang. Tapi ketika sampai dirumah Diana jatuh sakit dibagian perutnya. Hendro curiga kalau Diana hamil. Setelah diperiksa dokter ternyata Diana mengidap kanker lambung yang menyebabkan umurnya tinggal beberapa hari lagi. 

Hendro kini menyesal dan minta maaf pada ayah Bije. Kini ayah Bije menolak. Bije membujuk ayahnya agar memaafkan Hendro, namun ayah Bije tetap menolak. Bahkan Bije diusir dari rumah. Cinta memang memerlukan pengorbanan, Bije dan Diana pada akhirnya kawin dengan perasaan bahagia. Naun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Belum selesai mereka berbulan madu, Diana menghembuskan nafas terakhir dipangkuan Bije. 

Tema : Drama

Produksi : PT. Gramedia Film

Produser : Th. Budi Susilo

Sutradara : Wim Umboh

Skenario : Wim Umboh

Sinefotografi : Harry Simon

Suntingan : Wim Umboh

Pemain : Meriam Bellina, Tony Sutono, Panji Anom, Sandro Tobing, Zainal Abidin, Mathias Muchus, Sofia WD, KOmalasari. 

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Monday, April 27, 2026

SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA

 


SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA, "Saya benar-benar merasakan harkat saya sebagai wanita sangat di junjung. Saat membaca skenarionya, saya merinding. Cobaan hidup yang harus di alami Asri, justru membuatnya bertahan. Dan itu juga sebabnya mengapa saya sangat tertarik sekaligus tertantang untuk memerankannya. Adalah salah jika mengatakan, disini wanita sebagai objek. Yang benar adalah wanita sebagai subyek, " kata Ira Wibowo pemeran Asri dalam Harkat Wanita (HW). 

Di sinetron produksi griya produksi Star Vision itu, memang muncul polemik di masyarakat. Banyak pihak menilai, struktur ceritanya HW 'diada-adain" dan Asri sebagai tokoh sental dilahirkan sekedar untuk menguras air mata penonton belaka. Namun sejumlah lainnya menilai perjalanan hidup tokoh seperti Asri "tidak diada-adain" dan bisa terjadi pada setiap wanita. 

Entah secara kebetulan atau tidak, Jumat malam saat sinetron tersebut ditayangkan RCTI, seorang wanita paruh baa, mengaku berasal dari Bandung menemui Shanker RS, produser Star Vision. Pada Shanker wanita ini mengungkapkan perjalanan hidupnya tak jauh beda dengan Asri. "Saya sampai menangis. Saya merasa roh saya ada disana. Saya merasa menjadi bagian dari sinetron ini, " ungkap wanita paruh baya itu ngungun. 

Sinetron garapan Christ Heweldery itu sendiri, sepertinya menjadi sinetron yang diperuntukkan bagi bari-hari istimewa Ira Wibowo. Bagaimana tidak, sejak penayanganperdana pada 1 November 1996, resepsi pernikahan artis ini dengan musisi Katon Bagaskara sedang berlangsung. Saat Ira genap 29 tahun pada 20 Desember 1996, rating sinetron ini meningkat dan makin digemari masyarakat. indikasinya adalah beberapa hari terakhir ini griya produksi yang makin solid dan diperhitungkan banyak pihak itu menerima surat dan telepon empati dari berbagai pelosok tanah air. 

"Telepon dan surat empati dari masyarakat itu mempertebal keyakinan bahwa produksi kami diterima masyarakat luas. Khususnya kaum wanita. Karena seperti telah menjadi kesepakatan dan kami ikrarkan beberapa waktu lalu, diproduksi kami, wanita bukan menjadi objek tapi subjek, " ungkap Shanker. 

Pada episode ke 7 (20 Desember 1996) , Edwin (Adipura) terus memaksa Asri untuk memeras Pak baskoro (Asrul Zulmi). Tetapi Asri menolak dan mengusir Edwin. Kemunculan Rony (Adjie Pangestu) untuk sementara membuat Edwin mengurungkan niatnya memeras. 

Di episode ini juga diceritakan tentang niat Pak Baskoro untuk mengawinkan Asri dengan Roni. Tentu saja Rony yang memang mencintai Asri senang. Pemuda inipun memberitahu pada gadis yang dicintainya itu. Perasaan Asri campur aduk, antara kaget , gembira, muncul juga rasa was-was. Ia takut  Rony meninggalkannya setelah mengetahui siapa dirinya sesungguhnya. 

Namun "mimpi" Pak Baskoro menjodohkan Asri dengan Rony mulai lantak sejak kedatangan Kusuma-Tati. Orang tua Rini (Dina Lorenza) ini menentang hubungan perjodohan itu. Rony yang sudah terlanjur cinta tetap bersikeras untuk menikahi Asri. 

Pada Episode ke 8 (27 Desember 1996), karena takut rahasianya terbongkar, Asri terpaksa memberi uang sebesar 2 juta pada Edwin. Di episode ini juga dikisahkan bagaimana Edwin "menjebak" Rini. 

Rini yang mencintai Edwin tetapi tidak mengetahui perilakunya, tak menolak ketika diajak pergi ke daerah pegunungan sekaligus untuk kencan. Saat mereka bercumbu, Bardin, anak buah Edwin mengabadikan adegan itu dengan kameranya. Foto-foto itu nantinya akan digunakan Edwin untuk memeras Rini. 

Harkat Wanita itu sendiri, seperti dinyatakan Chand Parwez penuh kejutan. Masing-masing tokoh memiliki problem tersendiri tetapi saling memiliki keterikatan. 

Untuk memahami sinetron ini, kata Parwez kita dituntut untuk selalu mengikuti "tidak menyimak satu episode, anda akan kecewa, ' katanya. Tetapi yang lebih penting dari itu semua , lanjutnya, sinetron ini dimaksudkan sebagai contoh sekaligus kaca bagi kita, khususnya kaum wanita bahwa kepatuhan terhadap orangtua adalah mutlak. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Saturday, April 25, 2026

FILM SI DOI


FILM SI DOI, Film remaja nampaknya menunjukkan kebangkitan di akhir 80an. Dua film pop yang menjadi acuan adalah film Catatan Si Boy dan Lupus. Sesudah itu boom film-film remaja. Semua berusaha menghadirkan dunia remaja. Tapi tak semua bisa. Yang celaka, muncul film yang maunya ngremaja, yang digarap oleh sutradara yang tak ngerti dunia remaja. Dan kesan itu adalah brisik dan cerewet. Film "Si Doi" garapan Atok Suharto memiliki kesan begitu. 

Ini kisah tentang Doi, mahasiswi yang studi di Los Angeles yang kebetulan berlibur di Indonesia. Nampak Doi duduk di pesawat dengan penumpang bule-bule yang kaku seperti mayat, dan Doi sibuk berwalkman ria sambil kepalanya geleng-geleng. 

Tapi ah, ternyata tidak hanya bule saja. Ada Alex anak jendral (ngakunya) yang tertarik pada Doi lalu bikin akal-akalan kenalan dengan Doi yang sikapnya chic, acuh dan maunya mandiri. Pertemuan yang dibuat-buat ini semakin di buat-buat pada adegan-adegan selanjutnya. Tengok saja bagaimana sesudah itu Doi nyelonong ke kampus dengan alasan mencari lnge dan kawan-kawannya, termasuk si Gugun. Hasil pertemuan setelah itu adalah film berisik, cerewet dan wah. 

Sebab cerita sleanjutnya memang tak ada. Kalaupun toh diada-adain maka Doi yang ngrojer Joe, yang di taksir Helen, kemudian perang kelompok antar remaja pimpinan Helen dan Inge. Tidak berant*m fisik, memang, tapi dialihkan pada ekspresi berant*m senam dan kebut-kebutan yang kesannya pamer mobil. Sebab belum ada setengah menit, mobil Helen nyungsep ke selokan. Bluk!!

Sejak awal, penonton dijejali dengan adu celotehan yang (maaf) bikin risih di kuping dan saling berseliweran, saling jegal dan masuk telinga kita. Kalau dialog ceplas ceplos keliru menangkap jiwa remaja.

 Tapi menghadapi film remaja yang begini tak perlu emosi atau ditanggapi denga kacamata melecehkan atau apriori. ya kalau kita tak menikmati maknanya, tak bisa melihat sikap runtut dalam bercerita, kita boleh kok melihat ini dengan sikap seperti seorang yang datang dari sebuah pameran foto. Film "si Doi" agaknya memang penuh pajangan foto para remaja yang manis-manis. Jangan bicara soal akting atau karakter. Si Doi memang seperti permen yang bikin tak ngantuk sembari mengunyahnya, tanpa rasa apa-apa. Sedikit terhibur, kita bisa menikmati Puput Novel yang paling bermain santai dan enak . Selebihnya? hmm ~MF 063/31/Tahun V , 26 Nov - 9 Des 1988

Produksi PT Andalas Kencana Film

Suradara : Atok Suharto

Skenario : Agusti Tanjung

Penata Musik ; Areng Widodo

Pemain : 

Sally Marcellina  sebagai Si Doi

Tio Pakusadewo sebagai Joe

Agyl Shariar sebagai Alex

Iyut Bing Slamet sebagai Inge

Nindy Ellese sebagai Helen

Puput Novel sebagai Adik Doi , dibantu oleh Dian Nitami, Sabrina Ayunani, Yunita Yuniani, Rina Hassim, Dody Widjaya.




Wednesday, April 22, 2026

SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI"


 SALAH SATU LOKASI SUTING "LAGU UNTUK SERUNI" . Sekitar daerah Blok A Jl. Fatmawati terdapat pertokoan Toes City. Toko yang banyak menjual mainan anak-anak itu dijadikan lokasi suting film Lagu untuk Seruni yang digarap sutradara Labbes Widar. Saat itupun banyak petugas toko merasa kebingungan, karena melihat banyak kru dan pemain yang sibuk menyiapkan suting. 

Pukul 10.00 WIB kru yang dibantu oleh mahasiswa IKJ mengatur set lampu dan menata kamera, tanpa merubah keadaan toko. Sementara kameraman memberi komando asistennya untuk siap melakukan suting. Begitu juga astrada Otje Ardiwilaga mengatur beberapa pemain figuran anak-anak yang masih duduk di Sekolah Dasar. Astrada bersama mahasiswa IKJ tampak cekatan, sehingga suting dapat cepat dilakukan, pengunjung toko yang cukup ramai tidak menghambat jalannya suting. 

Film ini ditangani sutradara anyar, tapi ia punya bobot. Terlebih film-film dokumenter sudah banyak dihasilkan sebagai awal terjunnya jadi sutradara. 

Adegan saat itu Feby (Nia Zulkarnaen) sedang membeli boneka untuk anaknya , Seruni (Nina Dania) yang diperankan oleh anak kandung sutradara Labbes Widar serta figuran sebanyak 12 orang pemain cilik. Petugas toko tetap melayani pembeli yang memang sengaja tidak diatur sutradara sehingga hilir mudik para pembeli menambah suasana seperti tidak terjadi kegiatan suting. 

Petugas keamanan pun semakin sibuk mengingat pengunjung toko tambah ramai. Pukul 12.00 WIB suting break. Para pemain dan kru berbondong-bondong masuk restoran Bakmi Kelinc yang tidak jauh dari lokasi suting. Mereka makan bersama-sama, sehingga restoran yang semula pengunjungnya sepi jadi penuh. Namun waktu break dimanfaatkan sutradara, istirahat di mobil sambil mendengarkan lagu-lagu sebagai pelepas lelah hingga ketiduran. 

"Kerja bang Widar habis-habisan. Ia datang bersama kru dari pagi. Kadangkala ikut bantu kru angkat-angkat kamera. Dia ketiduran di mobil mungkin merasa capek. Yang lucu, habis mengabilkan gambar dia langsung  memotret sendiri padahal ada stile foto. Selama saya mengikuti bang Widar, selalu membawa kamera sendiri untuk dokumen pribadi. Dan itu memang kebiasaannya, " ungkap kru yang mengaku sudah dua tahun mengikuti sutradara ini. 

Pukul 13.00 WIB terik matahari  cukup panas. Suting terus dilanjutkan walau sutradara ketiduran, kerja astrada cukup tanggap hingga tak menemui hambatan. Yang jadi kewalahan justru satpam toko. Mereka terpaksa sibuk menangani keamanan dan mengatur keluar masuk mobil di halaman parkir. Sebab pengambilan gambar saat itu dilakukan dihalaman pertokoan. 

Pembuatan film ini memang sistem direction (rekam langsung).

Ceritanya mengisahkan nasib seorang anak dari keluarga muda. Suami pengarang lagu dan istri penyanyi rock ternama. Namun yang didapat kehancuran karena masing-masing mempertahankan egonya, akhirnya rumah tangga mereka jadi berantakan. 

Film ini menggambarkan perjalanan manusia yang mencari jati diri, baik Feby , Aria mupun Tiara. Seruni menjadi lintasan dan terminal berbagi pribadi-pribadi yang sedang berusaha menemukan dirinya. 

Perjalanan sebuah lingkaran hidup manusia. Aria telah selesai dengan segala kejanggalan, kebingungan , keagungan dalam menghadapi rumah tangganya, dan telah pula emulai kehidupan yang baru yang nampak mulai ceria. Feby justru telah sampai pada proses anti klimaks. Kejenuhan, karena rutin dan kebosanan dengan suasana yang monoton. Kerinduan akan suasana yagn tegang dan penuh debat, serta kesalahpahaman justru menarik pada situasi "kangen" dan ingin terlibat dalam persoalan. Kini popularitas itu sendiri menjadikan dirinya jenuh. Saat itulah dia ingin sekali kembali .

Para pemain yang mendukung film ini Tio Pakusadewo, Nia Zulkarnaen, Cok Simbara, Yasni Azis, Dania dan beberapa figuran yang banyak  melibatkan anak-anak skolah dasar. Kameraman Soetomo GS, Produser Ny. Lies Samiadji SH, Manager R Soegiharto Kertanegara. Film ini diproduksi PT. Sinema Utama Film, sebuah film perdana yang menelan biaya 250 juta. ~MF!

Tuesday, April 21, 2026

SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL


 SEX & KRIMINAL, MAYAT WANITA CANTIK DI HOTEL, Seorang Wanita cantik tewas terbunuh di sebuah kamar hotel. Kapten Frans turun tangan untuk mengusut. Diketahui, korban bernama Janne, dan berprofesi sebagai desainer batik. Sala seorang yang dicurigai adalah penyair Tommy Antonius, karena sebuah judul puisi karya Tommy ditulis dengan tetesan darah Janne diatas sprei ranjang tempat mayat ditemukan. 

Manager perusahaan batik tempat Janne bekerja, Shilla sempat stress karena peristiwa ini. Namun sopir pribadinya, Renaldo, bisa memberi hiburan luar dalam. Sementara Presdir Edy Fong diteror dengan surat kaleng yang mengancam akan membongkar skandal antara Eddy dengan Janne. 

Sebelum ditemukan tewas memang Eddy pernah memanggil Janne yang dipromosikan menjadi Wakil Presdir dengan kedudukan di Surabaya. Sepeninggal Janne, kini Shilla mengincar kedudukan tersebut, bahkan tak segan merayu Eddy dengan kemolekan tubuhnya. 

Kapten Fran mendapat laporan dari tim kedokteran yagn mengotopsi mayat Janne itemukan sperma lelaki di tubuh korban. Maka Tommy dan Eddy Fong di interogasi. Eddy bersedia memberikan spermanya untuk di cocokkan, sebaliknya Tommy gusar karena merasa difitnah. 

Larasati yang menangani bagian pemasaran batik, menemukan hal-hal mencurigakan yagn dilakukan oleh Shilla. Larasati melaporkan hal ini pada Frans, yang segera memeriksa data-data Shilla. Demi mengetahui polisi mencurigai dirinya karena laporan Larasati, Shilla menugasi Renaldo untuk menterornya. Beruntung Larasati lolos dari usaha pembunuhan seorang bertopeng yang menyatroni rumahnya. 

Polisi menggeledah rumah Renaldo dan menemukan bukti-bukti kuat. Tapi siapakah sesungguhnya yang mendalangi pembunuhan Janne, betulkah Shilla karena persaingan memperebutkan jabatan, atau kah Renaldo karena ada unsur unsur lain?

SEX & KRIMINAL disutradarai oleh Walmer E Sihotan dengan pemain-pemain pendatang baru seperti Eric Scada, dengan tiga cewek seksi Lisa Sunarko, Rina Martini, Liza Chaniago. Nampaknya Andalas Kencana Film mulai beranjak dari drama-drama erotis ke tema thriller suspense meskipun tak lepas dari bumbu-bumbu adegan erotis yang justru menjadi penglaris film. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

Produksi : PT. Andalas Kencana Film

Produser : Madhu Mahtani

Sutradara : Walmer Sihotang

Kameraman : Max J Pakasi

Penata Musik : Areng Widodo

Editor : Benny MS

Pemain : Eric Scada, Lisa Sunarko, Liza Chania, RinaMartini, Abe Fauxi dll


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA

 


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA, (Film Lawas), Mengeksploitasi kaum hawa dalam film, memang tak selalu harus dengan menuntut mereka memamerkan paha, buah dada atau lekuk bentuk tubuhnya. Wim Umboh, sutradara ini telah mencontohkan eksploitasi itu dalam bentuk lain. Bukan terhadap tubuh seorang wanita, tapi terhadap nasib dan kehidupannya. Setidaknya itulah yang dialami Ida Iasha (Marissa) dalam film Wim Umboh "Seputih Kasih Semerah Luka".

Wim, tanpa tedeng aling-aling telah mengeksploitir Ida Iasha hingga menjadi wanita yang sangat menderita. Dinikahi seorang pria impoten meskipun kaya, lalu di perkosa bekas pacarnya sendiri, kemudin dijual oleh sang pacar pada pria hidung belang, lalu kehilangan anak tersayang, lalu gila , lalu membunuh, lalu diadili dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa. 

Selalu tampil sebagai wanita yang menderita dalam film-filmnya, ditangan Wim, Ida Iasha ternyata dibuat lebih menderita lagi. Lebih mengenaskan, lebih tersiksa. Wim Umboh kali ini memang tidak tanggung-tanggung dalam mendedelduelkan nasib wanita. Marissa contohnya, wanita cantik itu ditangan Wim, telah jadi secarik gombal yang sama sekali tak punya harga. Wim, lewat filmnya ini, kayaknya ingin mengatakan bahwa kecantikan tak selalu membuat pemiliknya berbahagia, Marissa contohnya.

Diangkat dari novel karya Nina Pane "Annisa". Seputih Kasih Semerah Luka, bercerita tentang seorang wanita bernama Marissa yang dinikahi Eleke (Ikang Fawzi). Perkawinan itu tidak berjalan harmonis karena Eleke ternyata impoten akibat kecelakaan mobil. Kebutuhan biologis yang tak terpenuhi itu membuat Marissa mejadi pemurung dan terseret pada kehidupan yang tak bergairah. Ia kemudian bergaul dengan wanita-wanita penghibur kelas atas dan mengusir kegelisahannya dengan keluar masuk klab malam. Dampai kemudian ia bertemu dengan Dandun (Rico Tampatty), bekas pacar lamanya.

Dandun kemudian memperkosanya. Lalu dengan kedok cinta, Dandun yang sebenarnya ingin balas sakit hatinya pada Marissa, menggerogoti wanita itu. Malah tega-teganya Dandun menjual Marissa pada pria hidung belang. Dan, setelah semua itu terpenuhi Marissa, Dandun pun denga begitu saja mencampakkannya. Sedang Eleke, suaminya, tak memiliki daya apa-apa ketika sang ibu memintanya menceraikan Marissa karena memergoki mantunya sedang digagahi Dandun.

Marissa yang terusir, lalu pergi dari rumah Eleke hanya dengan membawa tas butut. Anaknya sendiri, yang sebenarnya bukan benih Eleke, tidak dibolehkan sang ibu dibawa. Lengkaplah kemudian pendieritaan marissa. Apalagi setelah dia compang camping dan gila, Wim mencampakkannya ke Rumah Sakit Jiwa. 

Menyaksikan "Seputih Kasih Semerah Luka" kita melihat betapa sadisnya Wim mencabik-cabik hidup seorang wanita. Wim kali ini memang tidak mengeksploitasi kaum hawa, dengan memamerkan paha atau buah dada mereka. Tapi tindakan Wim yang terkesan begitu dingin dalam menentukan nasib Marissa, mengesankan sekali betapa Wim sedang mendendam pada kenyataan hidup yagn dilihatnya. Akibatnya, wanita ditangan Wim kali ini menjadi begitu tragis. Pada gilirannya kemudian, tanpa bisa ditampik, Wim telah hadir sebagai seorang pemotret kenyataan yang begitu sadis.

Hidup Marissa adalah hidup seorang wanita cantik yagn tragis. Ini memang kenyataan. Dan Wim ingin mengungkit tragedi itu, Wim ingin mengangkat nasib malang yang banyak dialami para wanita cantik itu. Jelas, ini upaya Wim yang cukup menarik. Meskipun dalam upaya tersebut, Wim begitu mengeksploitasi kemalangan tersebut sehingga berkesan sekali ingin menguras air mata penontonnya.

Namun begitu sebagai film, "Seputih Kasih Semerah Luka" cukup menarik untuk dilihat . Bukan saja karena Wim menampilkan kemalangan seorang wanita secara habis-habisan, tapi juga karena Wim telah memilih kerabat kerjanya dengan tepat. kamera ditangan Akin, misalnya, berhasil menampilkan nuansa yang diinginkan Wim. Sementara musik yang ditangani Billy J Budiharjo juga cukup memberi arti bagi adegan yang berlangsung.

Biar begitu, bukan lantas Wim tanpa kelemahan. Setidaknya dalam hal editing, Wim terkesan amat tergesa-gesa. Begitu juga dalam menyusun adegan, Wim terlihat sangat mengabaikan logika. Lihat saja, ketika Dandun ditemui Marisa di rumah kontrakan lelaki itu, tiba-tiba saja muncul tiga orang ria yang menagih hutang pada Dandun dan menghajarnya hingga Marissa terpaksa membayar hutang tersebut. Secara keseluruhan adegan itu memang bisa diterima. Tapi karena adegan tersebut hadir tanpa gambaran awal, terkesan sekali jadi mengada-ada. Bukankah tanpa adegan itupun, penonton sudah tahu Dandun itu bejat? Setidaknya lewat dialog para pelakunya. Begitupun  kita patut gembira dalam konsisi fisik masih mampu berbuat. Dan itu cukup membahagiakan, meskipun Wim tidak menghadirkan bal-hal yang baru.~Mf. 063/31/Tahun V, 26 Nov - 9 Des 1988.

Monday, April 20, 2026

MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA"

 


MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA", Alkisah Dahlan kawin lagi dengan Nurlela, mas kawinnya hutang cincin emas lima gram. Ia memang telah bercerai dengan Tati, isteri pertamanya yang tergoda rayuan pria yang mengaku Pangeran dari Seberang. 

Namun di tengah manisnya bulan madu Dahlan-Lela, mendadak Tati pulang. Ternyata ia ditipu habis-habisan oleh sang Pengeran petualang. Karena memang masih punya hak atas rumahnya, maka Tati pun kembali. Dahlan yang dalam hati kecil masih menyayanginya, menganjurkan Lela bersabar. 

Begitulah, Dahlan tinggal serumah dengan mantan isteri dan isteri barunya. Kekisruhan terjadi ketika Tante Cerewet datang. Cemas sakit jantung si Tante Kumat, maka Dahlan dan Tati bersandiwara masih sebagai suami istri, sedangkan lela kebagian peran jadi pembantu. Karuan saja Lela kekhi berat. 

Pekerjaan Dahlan memang tak tetap. Ketika di terima bekerja disebuah kantor, saking keseringan kasbon, iapun di pecat. Terpaksa ngebon pada redaksi koran "Jawa Pos" dengan janji membuat sebuah naskah menarik, idenya memang sudah ada di kepala "Sepondok Dua Isteri". Bukankah menjadi obsesi setiap pria untuk mengumpulkan dua isteri hidup rukun serumah?

Lela mengusulkan mencari calon suami untuk Tati. Diluar dugaan Tati malah pacaran dengan rocker Fawzi. Tapi hubungan mereka ditentang Dahlan yang seperti menganggap Tati masih isterinya. Pada puncak kecemburuannya, Lela pun minggat, Dahlan ditinggal sendirian karena Tatipun menikah dengan Fawzi. Untung pengantin baru ini punya ide mengajak Dahlan mencari Lela ke kampungnya di Bali.

Sebenarnya ide cerita Eddy Suhendro (Penulis Taksi) cukup menarik. Begitu pula trio pemain utama, Didi Petet, Marissa Haque, dan Eva Arnaz, pus Ikang Fawzi, Ida Kusumah serta Anwar Fuadi, sudah berusaha bermain sebisanya. Sayangnya justru sutradara MT. Risyaf (yang awal-awal filmnya Kembang semusim dan Bawalah aku pergi , menjanjikan) lewat karya ke delapan ini malah nampak kedodoran dalam konsep komedi situasinya. 

Ditambah jejalan iklan yang memenuhi setiap adegan secara mencolok mata, terasa sangat menguasi selera artistik penggarapan film ini. Kemungkinan dengan tunjangan sponsor itulah maka produksi perdana PT. Rana Artha Mulia FIlm yang dipimpin oleh Marissa Haque sendiri ini, menerobos jalan pintas untuk meraih keuntungan. ~ sumber MF. 

Wednesday, April 15, 2026

MAROELI SITOMPUL


 MAROELI SITOMPUL, Sebelum Maroeli terjun di dunia film ia dulunya dikenal sebagai dramawan yang aktif ikut pementasan pada group drama "Sanggar Bambu" (1959) di kota gudeg Yogyakarta. 

Kesempatan pertamanya terjun dibidang film dimulai dalam film "Tangan-tangan Kotor" (1963). Beberapa tahun kemudian namanya seakan menghilang di dunia film, namanya muncul kembali pada tahun 1966 dalam film dokumenter Departemen Penerangan "Gugur Daun Kembali Semi". 

Untuk permainannya dalam film "Si Buta Dari Gua Hantu" Maroeli meraih gelar Aktor Harapan Terbaik pada pemilihan Best Actor/Actress PWI Jaya 1971. Permainannya yang menarik juga diperlihatkan pada film "Saijah dan Adinda" produksi hasil kerjasama Indonesia-Belanda. 

Maroeli Sitompul yang punya nama lengkap Hisar Sahat Maroeli Sitompul itu, mulanya diharapkan orang tuanya jadi pendeta, tapi karena kesulitan ekonomi, ia memilih bidang lain. Maklum adik saya waktu itu masih kuliah dan cuma dunia film bagi saya paling cocok  untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga saya," ucap Maroeli dalam suatu kesempatan. 

Dan kemudian ternyata memang harapannya tidak sia-sia karena tak berapa lama kemudian ia mampu memperlihatkan kebolehannya di dunia layar perak lewat film-film : "Tuan Tanah Kedawung", Panji Tengkorak, Senyum Di Pagi Bulan Desember, Petir Sepanjang Malam, Mencari Ayah, Kembang-kembang Plastik, Gara-Gara Istri Muda dan banyak lagi lainnya. 

Maroeli merebut peran Utama Pria Terbaik pada FFI 81 di Surabaya dalam film "Laki-Laki dari Nusakambangan" dan dalam Festival Film Indonesia 1982 di Jakarta, nama Maroeli masuk dalam daftar unggulan atau nominasi dalam kategori Peran Pembantu Pria lewat film "Bawalah Aku Pergi" garapan sutradara MT Risyaf.~ dr buku FFI 83