Showing posts with label Turino Djunaidy. Show all posts
Showing posts with label Turino Djunaidy. Show all posts

Monday, May 11, 2026

BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA

 


BERNAPAS DALAM LUMPUR, WATUNAS TIGA NAMA (kisah lawas), Kisah seorang watunas (wanita tuna susila) yang dicintai seorang pemuda kaya raya tak ubahnya dongeng modern yang mengingatkan pada sukses "Pretty Woman". Namun 20 tahun sebelum film Hollywood itu tiba disini, Turino Djunaidy sudah bikin "Bernapas Dalam Lumpur". Walau begitu tak urung dalam re-make ini, kemasukan juga unsur "PW".

Alkisah, menjelang datang kereuni kampusnya, Budiman bingung. Pasalnya, siapa yang datang tanpa pasangan di denda sejuta rupiah. Padahal, ia memang belum punya pacar karena sifat pemalunya. 

Kebetulan di jalan mobilnya di cegat wanita penghibur, Mira yang sedang mencari taksi. Timbul pikiran untuk minta Mira pura-pura jadi pacarnya. bahkan iapun memberi nama baru , Yanti. Mira oke-oke saja karena dijanjikan dibayar tiga ratus ribu. 

Hubungan mereka tak putus seusai pesta reuni itu. Budiman jadi langganan tetap, Ia sering datang mengajak Yanti tanpa pernah menidurinya seperti layaknya tamu lain yang membookingnya. Germo Rais mencoba memeras. Penolakan Budiman membuatnya dihajar babak belur. 

Terungkap lewat kilas balik asal usul Yanti. Nama aslinya bukan Mira, melainkan Supinah. Datang ke Ibukota, meninggalkan ibu dan anaknya di desa, untuk mencari suaminya., Kartijo, yang tiada kabar beritanya. Malang baginya, ia dperkosa sopir bajaj dan temannya. Ditolong seorang Bapak, tapi diincar anaknya yang remaja, sampai diusir dari rumah. Bertemu suaminya, malah tak mau mengenali, karena sudah kawn lagi. Supinah yang terlunta-lunta jatuh ke tangan germo Rais. Dijadikan Watunas bernama Mira. 

Simpati pada nasib malang Supinah berkembang menjadi cinta suci Budiman yang tak peduli segala masa lalunya. Budiman melarikan Yanti dari klab Rais. Membelikannya sebuah rumah lengkap. Bahkan memperkenalkan pada orangtuanya sebagai calon istri. 

Tapi Rais tak sudi melepaskan primadonanya begitu saja. Ia berhasil melacak dan terus menteror Yanti. Budiman kehilangan kekasihnya. Dengan bantuan watunas teman lama Mira, ia berusaha mencari. Rupanya Supinah telah pulang kampung, bersimpuh bertobat di depan kubur ibunya. 

Bagi yang sudah pernah nonton film Bernapas Dalam Lumpur (1970) mau tak mau pasti membandingannya dengan Bernapas Dalam Lumpur (1991). Khususnya pada pasangan utamanya yang dulu diperankan Suzanna-Rachmat Kartolo dan kini oleh Meriam Bellina -Rano Karno, sedangkan si germo Rais masih tetap dibawakan oleh Farouk Afero. 

Harus diakui kalau versi eprtama punya greget lebih berani dibandingkan versi kedua. Contohnya, lihat adegan Suzanna di perkosa kawanan tukang becak brengsek terasa lebih vulgar daripada Mer digagahi si sopir bajaj bejad Salim Bungsu. Porsi adegan ngeseks memang nampak telah sangat dikurangi oleh Turino, mungkin mengingat usianya yang sudah 64 tahun saat menyutradarai kembali. 

Kendati Mer sudah mencoba bermain sebagai wanita dengan tiga nama (dan seharusnya tiga perwatakan), si isteri udik Supinah, si watunas norak Mira dan si kekasih Yanti, namun nampaknya tiada perbedaan mencolok pada tiga nama itu. 

Kalau Bernapas Dalam Lumpur lama ditutup dengan tragisnya kematian Supinah, tak demikian halnya dengan Bernapas Dalam Lumpur 1991 yang mempertemukan kembali Supinah dengan Budiman. Akan halnya germo Rais cuma dibilang sudah diciduk polisi, tanpa diperlihatkan menerima balasan setimpal atas semua kekejiannya. 

Sebenarnya "Bernapas Dalam Lumpur" bisa dibilang sebagai film trilogi, karena ceritanya dilanjutkan dalam film "Kekasih Ibuku dan "Noda Tak Berampun" .


Sunday, September 3, 2023

Shophan Sophiaan dan Mila Karmila Dalam Film "Lorong Hitam"

 


JUDUL FILM                        : LORONG HITAM

SUTRADARA                       : TURINO DJUNAIDY

CERITA                                  : TURINO DJUNAIDY

PRODUSER                          : TURINO DJUNAIDY

PRODUKSI                           :  PT. SARINDANDE FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1971

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : SOPHAN SOPHIAN, MILA KARMILA, WENNY W, ISMED M NOOR, MUNI CADER, FAROUK AFERO, TINA MELINDA, CAMELIA MALIK

SINOPSIS :

Lila (Mila Karmila) dan Kartono (Sophan Sophian) menjalin hubungan terlarang yang menyebabkan Lila hamil. Namun Kartono yang sudah beristri tidak mau bertanggungjawab dan meragukan kehamilan Lila bukan darah dagingnya karena Lila adalah seorang hostes. Dalam keadaan hamil, Lila pulang ke kampung namun di usir orangtuanya karena mereka tidak mau menerima aib, meski keadaan mereka tidak kaya namun orang tua Lila orang yang terpandang.

Akhirnya Lila pergi dan terdampar di sebuah rumah pelacuran milik Harun (Farouk Afero), seorang germo yang kejam. Dalam kondisi hamil muda, Lila di paksa untuk melayani tamu-tamu Harun, setelah sebelumnya Harunlah yang harus pertama kali menikmati tubuh para pelacur di tempat tersebut sebelum di lempar ke pria hidung belang langganannya. Lila di paksa untuk selalu melayani para pria hidung belang dalam kondisi hamil. Tidak ada yang peduli dengan kondisi Lila, selain Bi siti (Tina Melinda) yang selalu membela Lila dari Harun. Dan salah satu langganan Lila, Insinyur Tandi (Ismed M Noor).  Dalam keterpaksaan kehamilan tak jarang Lila harus menangis menahan pedih setelah melayani pelanggannya, dan uangnya di raup oleh Harun.

Akhirnya Lila pun melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian di pungut dan di besarkan oleh Insinyur Tandi yang kemudian membernya nama Kusuma. Kusuma dibawa oleh Insinyur Tandi keluar negeri, karena ia dan istrinya belum memiliki anak, dan dibesarkan di luar negeri hingga menjadi seorang dokter. Saatnya Kusuma (Sophian Sophian) kembali ke Indonesia dan ditampung di rumah pamannya yang memiliki seorang gadis bernama Camelia (Camelia Malik).

Setelah kepulangan dari luar negeri , Tandi segera mencari Lila yang kondisinya sudah tua dan sakit-sakitan. Atas saran Tandi, Lila akhirnya di bawa ke sebuah rumah untuk dirawat oleh Kusuma yang sudah menjadi dokter setelah Tandi melunasi hutang-hutang Lila pada Harun. Kusuma merasa aneh, ada hubungan apa ayahnya dengan Lila namun di pendamnya sendiri. Sementara Tandi secara diam-diam menceritakan siapa kusuma sebenarnya pada Lila.

Dalam kondisi sakit, tiba-tiba Harun datang dan mencoba memeras Lila dengan ancaman akan menceritakan siapa Lila sebenarnya pada Kusuma. Namun Bi siti yang selalu mendampingi Lila dalam keadaan sakit tidak terima perlakuan Harun dan mencoba menghalanginya. Harun di tikam dengan pisau oleh Bi Siti hingga terkapar, sementara Lila kaget dan ahirnya meninggal dunia. Keadaan ini diberitahukan pada Tandi. Sepeninggal Lila, di pusara Lila , Tandi bercerita pada Kusuma kalau Lila adalah ibu yang telah melahirkan Kusuma. Kusuma menangis di pusara Lila, karena baru tahu kalau dia adalah anaknya.

*****

Turino Djunaidy dalam rentang waktu tersebut membuat film bertema pelacur, selain film Lorong Hitam juga ada film Bernafas Dalam Lumpur yang dibintangi oleh Suzanna.