Showing posts with label ida iasa. Show all posts
Showing posts with label ida iasa. Show all posts

Sunday, March 15, 2026

DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit

 


DENDAM MEMBARA, Marinir Membasmi Bandit (Film Lawas). Richard Brown pengusaha komputer yang sukses di Jakarta. Walau berdarah Amerika, tapi setelah menikah dengan Florinda, ia memilih menjadi WNI. 

Justru menjelang ultah ke 8 putera tunggal mereka, Bobby, terjadilah malapetaka. Brown menolak bujukan sindikat bandit di bawah pimpinan Mr. Hawk untuk bekerjasama. Akibatnya, datanglah algojo-algojo ke rumahnya, Florinda di per kosa habis-habisan sedangkan Bobby di hajar hingga tewas. 

Ketika mendapatkan mayat anak isteri dan pelayan-pelayannya berkaparan di rumahnya, berkobarlah kemurkaan  lelaki ini. Brown bukan lelaki lemah. Dulu pernah menjadi anggota marinir yang bertempur melawan gerilyawan Vietcong di belantara Vietnam. Dengan cara-caranya yang khas, Brown mengincar pembunuh-pembunuh sadis itu, sampai menjurus kearah dalangnya, Mr. Hawk. 

Produksi kebanggaan PT. Rapi Film ini konon sengaja dibuat dengan biaya besar, sekitar empat lima kali biaya film biasa. Dibintang utamai oleh bintang impor dari Hollywood, Christ Mitchum. 

"Tujuannya tentusaja agar laku dijual di luar negeri, " kata produser Gope Samtani. "Nama Christ di Amerika memang tenggelam oleh bayang-bayang kebesaran nama ayahnya, Robert Mitchum. Namun di Eropa dan Asia, Chris sangat populer. Jadi dengan memakai dia, penjualan film ini diluar negeri diharapkan bisa laku. 

Berbeda dengan filmnya terdahulu "Menentang Maut" (1985), dimana Chris cuma tampil dalam beberapa adegan saja, disini ia bermain penuh dari awal sampai akhir. 

"Seratus Persen! Sama seperti filmnya yang sukses dulu "The Summertime KIller", sekarang pun ia bermain habis-habisan selama 30 hari di Indonesia, " ujar Arizal. 

Dari antara bintang kita yang dipilih untuk bermain adalah Ida Iasha, Siska Widowati, August Melasz, Zaenal Abidin, Dicky Zulkarnaen, Gino Makasutji dan bintang cilik Andre Mathias. Satu lagi bintang dari Barat , Mike Abbot sebagai musuh bebuyutan Chris. 

Diantara adegan-adengan yang menegangkan adalah uber-uberan mobil dari Jakarta sampai Bandung. Ceritanya mobil Brown yagn di kejar mobil-mobil penjahat sampai menerjang sebuah stasiun di kotak kecil. Dan a la James Bond dalam "Octopussy". Brown mengebtkan mobilnya diatas rel. Dari arah berlawanan datang kereta api. Bron bisa banting stir, terhindar tabrakan maut, Sebaliknya mobil bandit di belakangnya, tergilas remuk dan meledak. 

Sayangnya banyak figuran, penumpang-penumpang kereta api benran yang cuma planga plongo saja. Padahal mustinya kan mereka panik atau gimana gitu, lha wong ada mobil nabrak sepur kok pada anteng-anteng saja!.

Perkara menggarap adegan baku kejar mobil, Arizal sudah berpengalaman lewat film "Segitiga Emas", boleh di puji ketrampilan dan ide-idenya. Ada mobil yang sampai nyangsang , pada dahan pohon besar bibir jurang. "Tapi adegan yang seru adalah bagaimana Brown menerbangkan sepeda motornya, menabrak pesawat, helikopter sampai meledak, " kata Arizal bepromosi 

Adegannya, Mr. Hawk bersama Elizabet Yvonne berusaha kabur dengan helikopter. Brown tak sudi melepaskan mereka. Mengebutkan motor dari loteng. Tepat ketika heli melintas, ia melonjakkan motornya, menerjang pesawat itu. 

Apa peranan bintang Ida Iasha?. Sebagai Julia, sekretaris pribadi Mr. Hawk. Ia sangat di percaya gembong mafia itu. Padahal sebenarnya Julia ingin membalas dendam kematian kakak perempuannya. Secara diam-diam ia membocorkan  rencana jahat Mr. Hawk kepada Brown. Mereka bekerjasama membasmi bandit-bandit. Julia punya kemahiran menembak konon dipelajari ketika menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Sayang pada klimaksnya, Julia harus mengorbankan nyawanya untuk menolong Brown. 

"Dendam Membara adalah judul yang dipilih untuk peredaran di Indonesia. Tapi untuk peredaran di luar negeri dipakai titel dalam bahasa Inggris "Final Score". Ikalnnya di muat di satu halaman penuh di "Variety" majalah petunjuk film terbitan Hollywood, yang dianggap sebagai kitab utama dunia perfilman. 

Secara keseluruhan, film ini memang ramai, penuh dar der dor. Kawanan bandit digambarkan kelewat kejam, main perko sa dan main b u n u h  secara sangat vulgar. Sedangkan pihak kepolisian biasanya baru muncul di akhir film, menyalami Brown yang telah berjasa membasmi bandit. Meskipun untuk tindakan main hakim sendiri itu matu tak mau Brown tetap harus mempertanggungjawabkannya kelak.~diambil dari MF No. 049/17/Tahun ke IV, 14 Mei - 27 Mei 1988