Sunday, August 2, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 8

 


CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 8 (Film Lawas),Eva keluar dari kolong mobil karena dipanggil Murni,"Eva, ada telepon! Penting katanya, dari cowok lu!".

Eva menyambar gagang telepon, "Hallo, Rudy Ya?" Tapi Eva menjadi sangat terkejut ketika mendengar suara Henry, "Nah, Ketahuan!" pantas kau menghindar, menjauhiku!".

"Begini", bujuk Henry, Maksudku mau mengajak kamu nanti malam ke pesta,".

"Nggak! Aku sibuk!" tolak Eva tegas sambil membanting gagang telepon. 

Henry merah padam ditertawakan teman-temannya. "Ha, kena batunya! Aku tahu, Eva sekarang sama anak Kedokteran! kalah lu!"

Henry menggera, terkenang saat masih bermesraan dengan Eva. Waktu itu mereka sama-sama berlatih kempo. Tapi kemesraan mereka terputus ketika Henry ingin memaksakan kehendakny ayang lebih dari cuma sekedar cium! Eva tak sudi diperkosa, ia menendang perut Henry dan bergegas keluar dari mobil si pemuda!.

Henry memburu keluar, tapi Eva mengancam, "Awas! Kalau mendekat, aku berteriak!".

Eva, kenapa? tanya Henry penasaran.

"Kenapa? Tanya saja pada dirimu! Kau kasar! Bukan kasih yang kauberikan, tapi nafsu! Aku salah pilih. Kau pikir aku ini perempuan macam apa?".

"Eva, maafkan aku," pinta Henry

"Sudah terlambat!"tegas Eva, "mulai sekarang, hubungan kita putus!".

Teringat pada itu semua, apalagi mengetahui sekarang Eva telah mempunyai kekasih baru, Henry yang sakit hati berniat untuk melakukan sesuatu. Ia mengajak dua kawannya untuk mengajau ke "Bengkel Antik".

Susi, Marice dan Iyem, yang sedang mendorong sebuah mobil mogok, terkejut sekali ketika Henry bertiga masuk dengan kasar. 

"Mana Eva? Dengar nggak lu?" hardik Henry. 

Susi yang lagi ngos-ngosan tak sudi digertak, "Gile!" Enak aja lu ngomong!".

Henry mengangkat tangannya ingin menampar, tapi montir-montir sexy muncul dengan membawa berbagai peralatan, ada tang, kunci Inggris, engkol dan lain-lainnya lagi. 

Tamu-tamu yang sedang menservis mobil merekapun, ikut-ikutan maju untuk bertindak sebagai pahlawan pembela montir-montir sexy. 

Keder juga Henry bertiga kalau dikeroyok begini banyak orang. Mereka mundur-mundur kearah pintu keluar lagi. 

"Pergi! bentak Murni," Kalau kalian tetap membandel, kami akan berteriak supaya kalian dianggap perampok! Nah, boleh pilih!".

Kedua teman Henry memilih cari selamat lebih dulu. Henry sendirianpun tak berani berkutik lagi, cepat menyusul kedua temannya. 

Montir-montir sexy dan semua tamu mereka bersorak mengejek kepergian ketiga pemuda yang tadi petantang petenteng. ******bersambung ke bagian 9



No comments:

Post a Comment