CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 12 (Film Lawas). Eva bagai hilang ditelan bumi saja!. Semenjang meninggalkan rumah Rudy, ia tak sudi bertemu lagi dengan pemuda itu, bahkan kemudian tanpa memberitahu siapapun mendadak menghilang dari asrama dari "Bengkel Antiknya"!
Kawan-kawannya bingung mencarinya kemana-mana. Namun tiada yang tahu kemana Eva pergi, atau melihatnya dalam beberapa hari belakangan ini!. Montir-montir sexy bermuram durja. Ada yang memberengut, ada yang berwajah semacam cuka biang. Murni bertopang dagu, Marice melipatkan tangan ke dada, Ivonne menyandarkan punggung, tengadah, Iyem garuk-garuk kepalanya, Neneng memainkan ujung bajunya, dan Susi cuma melongo.
Tiba-tiba Yanti melompat bangun. Dipandanginya wajah teman-temannya dengan serius, lalu berteriak, "Naaaah! aku punya akal!".
Semuanya mengangkat wajah dengan penuh harapan. Akal apa yang dipunyai oleh gadis cerdik ini?.
"Apa itu?" tanya Neneng tak sabaran.
Yanti memberi isyarat agar mereka semua mendekat ke arahnya. Serentak montir-montir sexy ini merubung dipenuhi rasa kepingin tahu.
Yanti senyum-senyum mencetuskan ide, "Kita cari Eva!".
Terdengar koor paduan suara montir-montir sexy, "setujuuu!".
Pada malam yang sama, dirumah Pak Broto, Nyonya rumah masih terus ngomel panjang pendek,"setuju atau tidak setuju, aku tidak peduli!".
Pak Broto memandang wajah Rudy dalam-dalam. "Harus dan harus setuju! Itu baktimu kepada orang tua!".
"Bukan itu saja!" tambah Ny. Broto. "Kau sejak kecil sudah dijodohkan! Puteri Oom mu di Cilacap!".
Rudy geleng-geleng kepala berusaha menyadarkan orangtua dari zaman Siti Nurbaya ini, "Maaf sekarang bukan zaman kuda gigit besi, tanpa berkenalan dulu, tanpa memupuk cinta, lantas saja... kawin!".
Sanggahan si anak membuat si ibu sewot, stop!" cetusnya. "Jangan mentang-mentang calon sarjana, kau memberi kuliah padaku, hah!. Ini perintah kau besok tidak boleh kemana-mana! Calon isterimu dan keuda orangtuanya mau datang!".
Rudy masih ingin membantah, tapi ayahnya lebih dulu menegaskan, "Ingat! Kau jangan membantah.!
Mulut Rudy yang sudah terbuka tak terkatupkan lagi. Melongo bengong jadinya. Pak Broto bertukar pandang dengan isterinya. Senyum-senyum merasa menang. ****Bersambung ke bagian 13

No comments:
Post a Comment