Showing posts with label Montir Montir Cantik. Show all posts
Showing posts with label Montir Montir Cantik. Show all posts

Monday, August 17, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 12

 


CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 12 (Film Lawas). Eva bagai hilang ditelan bumi saja!. Semenjang meninggalkan rumah Rudy, ia tak sudi bertemu lagi dengan pemuda itu, bahkan kemudian tanpa memberitahu siapapun mendadak menghilang dari asrama dari "Bengkel Antiknya"!

Kawan-kawannya bingung mencarinya kemana-mana. Namun tiada yang tahu kemana Eva pergi, atau melihatnya dalam beberapa hari belakangan ini!. Montir-montir sexy bermuram durja. Ada yang memberengut, ada yang berwajah semacam cuka biang. Murni bertopang dagu, Marice melipatkan tangan ke dada, Ivonne menyandarkan punggung, tengadah, Iyem garuk-garuk kepalanya, Neneng memainkan ujung bajunya, dan Susi cuma melongo. 

Tiba-tiba Yanti melompat bangun. Dipandanginya wajah teman-temannya dengan serius, lalu berteriak, "Naaaah! aku punya akal!".

Semuanya mengangkat wajah dengan penuh harapan. Akal apa yang dipunyai oleh gadis cerdik ini?.

"Apa itu?" tanya Neneng tak sabaran. 

Yanti memberi isyarat agar mereka semua mendekat ke arahnya. Serentak montir-montir sexy ini merubung dipenuhi rasa kepingin tahu. 

Yanti senyum-senyum mencetuskan ide, "Kita cari Eva!".

Terdengar koor paduan suara montir-montir sexy, "setujuuu!".

Pada malam yang sama, dirumah Pak Broto, Nyonya rumah masih terus ngomel panjang pendek,"setuju atau tidak setuju, aku tidak peduli!".

Pak Broto memandang wajah Rudy dalam-dalam. "Harus dan harus setuju! Itu baktimu kepada orang tua!".

"Bukan itu saja!" tambah Ny. Broto. "Kau sejak kecil sudah dijodohkan! Puteri Oom mu di Cilacap!".

Rudy geleng-geleng kepala berusaha menyadarkan orangtua dari zaman Siti Nurbaya ini, "Maaf sekarang bukan zaman kuda gigit besi, tanpa berkenalan dulu, tanpa memupuk cinta, lantas saja... kawin!".

Sanggahan si anak membuat si ibu sewot, stop!" cetusnya. "Jangan mentang-mentang calon sarjana, kau memberi kuliah padaku, hah!. Ini perintah kau besok tidak boleh kemana-mana! Calon isterimu dan keuda orangtuanya mau datang!".

Rudy masih ingin membantah, tapi ayahnya lebih dulu menegaskan, "Ingat! Kau jangan membantah.!

Mulut Rudy yang sudah terbuka tak terkatupkan lagi. Melongo bengong jadinya. Pak Broto bertukar pandang dengan isterinya. Senyum-senyum merasa menang. ****Bersambung ke bagian 13


Monday, August 10, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 11

 


CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 11 (film lawas). Hari Minggu "Bengkel Antik" tutup. Libur, dong!. Montir sexy asyik berolahraga volly. Eva yang menjadi wasit. Terjadi kekacauan karena Yanti bertengkar seru dan berlanjut dengan baku hantam. Tapi sebagai seorang pemimpin yang disegani Eva masih bisa melerai dan mendamaikan mereka. 

Rudy datang menjemput. Tak naik motor seperti biasanya, karena kali ini meminjam mobil ayahnya. 

Pasangan yang gembira ini tak menyadari kalau sejak keluar dari Jakarta terus dibuntuti oleh sebuah jep. Siapa pengendara jep itu? Bukan lain Henry!. 

Rudy dan Eva menuju ke sebuat tempat rekreasi diluar kota. Mereka ingin berenang di tempat yang agak sepi. Berkecimpungan riang. Eva berenang ketepian, disusul Rudy. Baru saja Eva naik kedarat, muncul Henry. 

"Hei, itu jagoanmu ya?ejek Henry sambil menarik lengan si gadis. 

Eva buang muka, muak. "Apa-apaan kamu ini, hah?

Rudy menyusul naik sambil memperingatkan, "Sopan sedikit bung!".

Henry tersinggung. ia memberi kode kepada kedua kawannya. Serentak mereka menyerang. Tapi Rudy bukan anak kemarin sore. Sambil menangkis balas memukul Henry ikut mengeroyok. Menghadapi tiga lawan, kewalahan juga Rudy. Untuk Eva pun bukan cewek sembarangan. Cewek jagoan ini maju sambil menendang. Kontan seorang pengeroyok kecebur ke kolam. 

Orang-orang yagn sedang berenang-renang terkejut sekali melihat perkelahian di tepi kolam. Tapi sebelum mereka sempat berbuat apa-apa, Rudy telah menceburkan seorang lagi. 

Tinggal Henry sendirian. Merasa kecut ia ingin lari. Tapi tendangan lurus Rudy membuatnya terlontar dan tercebur menyusul kedua kawannya!. Ketiganya gelagapan berusaha berenang ketepian. Orang banyak menertawakan kekonyolan mereka. Rudy dan Eva tak mau tahu lagi berjalan menuju kamar ganti pakaian. 

Dirumah, Pak Broto yang sedang menonton video, ditemui istrinya. "Pap, anakmu itu lho, dia akan mengenalkan calonnya".

"Calon bagaimana? tanya sang suami kaget. "Apa kau lupa, kita kan akan besanan dengan Mas Dipo? Rudy sudah kita jodohkan sejak kecil!".

Ny. Broto mengeluh, "Itulah sebabnya , tapi kita kan belum pernah bicara sama Rudy. Aku malu kalau sampai perjodohan itu gagal. Bukankah kita hutang budi pada keluarga Mas Dipo di Cilacap?".

Pembicaraan mereka terputus karena pulangnya Rudy yang membawa Eva. "Mam, Pap, ini Eva," ujarnya memperkenalkan calon pilihannya. 

Eva mengangguk hormat, lalu mengulurkan tangan sopan. Tapi sambutan orangtua Rudy sedingin es batu. Bahkan tanpa basa bagi lagi, mereka masuk keruang dalam. 

"Rud, Sini! terdengar panggilan Ny. Rudy. 

Rudy kebingungan, "Maafkan sikap orangtuaku," ujarnya sebelum masuk. 

Eva terdiam. Tak mengerti. Terdengar suara Ny. Broto memarahi Rudy, "Apa? Itu calonmu? Tidak, aku tidak setuju! Kita tidak tahu siapa dia dan bagaimana sifatnya!. 

"Aku tahu siapa dia! Tukas Pak Broto. "Tukang bengkel begitu akan kaujadikan isteri? Tidak, Rud. Aku tidak setuju!".

Eva merasa sangat terpukul mendengar penolakan ayah ibu Rudy. Tanpa pami lagi Eva berjalan keluar meninggalkan rumah Pak Broto. 

Di dalam Rudy tengah berusaha membela Eva, "Papi dan Mami keterlaluan. Memang dia bekerja di bengkel., tapi apa salahnya? Sifatnya baik, terpelajar dan kami saling mencinta!".

"Aku tidak peduli apa alasanmu, pokoknya aku tidak setuju! Titik! tegas Ny. Broto. 

Rudy yang bingung keluar ke ruang depan, tapi Eva sudah tak kelihatan. Gugup Rudy berlari kedepan. Terlihat Eva menyetop sebuah taksi dan masuk kedalamnya. 

Rudy berlari sambil memanggil, "Evaaa!". Percuma. Taksi telah meluncur pergi!. *******Bersambung ke bagian 12


Thursday, August 6, 2026

CERITA CINTA : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 10

 


CERITA CINTA : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 10 (FILM LAWAS). Yanti telah mendandani dirinya hingga menjadi sangat cantik. Eva yang membuka semua pakaiannya dan sedang dipijati sambil tengkurap di ranjang oleh Susi, tertawa-tawa mendengar siasat Yanti. 

"Hebat, hidup Yanti!" puji Susi. 

Jadi juga Yanti pergi dengan Pak Anom yang tidak anom itu. Mereka memasuki sebuah perkantoran kelas satu. Yanti memilih tempat yang paling strategis, lalu berbisik-bisik pada pelayan yang menghampirinya. Si pelayan manggut-manggut. Ia memanggil beberapa rekannya, lalu mulai menyusun beberapa meja mengelilingi meja yang dipesan Yanti. 

"Lho Kok?" gumam Pak Anom bingung. 

Yanti pandai berdalih. "Biar enak kan?".

Pak Anom terpaksa menurut. Ia merapatkan duduknya dan mulai menggombal, "Kau sangat cantik,".

Tapi Yanti mendahului memanggil pelayan dan memesan sejumlah besar makanan mahal. 

Pak Anom bertambah heran, "Lho kok, apa habis?"

Yanti geli, "Tenang aja oom, tenang!".

Pak Anom garuk-garuk kepalanya yang tak gatal. 

Pelayan berbaris-baris membawa baki-baki penuh makanan. Dalam sekejap seua meja telah diisi penuh. 

Pak Anom terheran-heran melihat hidangan sedemikian banyak. Belum sempat bertanya, tiba-tiba saja Yanti bersuit. Maka bermunculan teman-temannya, Ada Eva, Murni, Ivonne, Dina, Iyem, Marice, Neneng, Tini, dan Susie yang membawa kue tart berlilin. 

Eva menyalakan lilin sambil berbicara, "Hari ini adalah hari ulang tahun rekan kita Yanti. Kebetulan ada relasi langganan kita yang berbaik hati untuk merayakannya. Untuk itu atas nama Yanti dan kawan-kawan saya mengucapkan terima kasih."

Yanti berdiri dan meniup padam semua lilin. Kawan-kawannya bersorak ramai dan mulai menyanyikan lagu, "Panjang umurnya."

Berebutan mereka mengecup pipi Yanti yang berseri-seri girang bisa merayakan pesta meriah tanpa keluar modal. Tinggal Pak Anom yang setengah semaput karena harus menanggung biaya pesta yang cukup besar!********bersambung ke bagian 11

Wednesday, August 5, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 9

 


CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 9 (FILM LAWAS). Yanti sibuk mengelas body mobil ketika Pak Anom mendekatinya. Jangan salah kira meskipun namanya Anom (muda) namun orangnya sih sudah bangkotan!. 

"Non, eh, Zeus, tolong periksa mobil saya, " pinta pak Anom. 

Yanti menuruti permintaan si tua bangka. Tapi ia tak menemukan kerusakan apapun. Mobil si tua masih baru. Pelat nomornya pun masih profit. 

"Ah , Bapak jangan main-main, ini kan mobil baru, " cetus Yanti. 

"Eh, sebenarnya saya cuma ingin mengajak Zus, nanti malam, untuk, eh terserah Zus sajalah, " ujar Pak Anom tak karuan. 

"untuk apa? Eh, boleh, boleh, nanti jemput saya, traktir saya makan ya?" cetus Yanti yang seperti mendapatkan suatu ilham. 

Di dalam kantor, Pak Broto duduk di depan meja Eva. Mobilnya telah selesai diservice, dan kini ia tengah menyelesaikan pembayaran biayanya. 

"Bisa Oom ambil sekarang, suah rapi, "ujar Eva. 

Marice usil menyelundupkan sesuatu barangnya ke dalam lagi mobil Pak Broto. Pak Broto mengendarai mobilnya pulang. Istterinya menyambut ", Bagaimana pap?".

Pak Broto cuma mengacungkan jempol sebagai jawaban. 

"Ike coba ya, ? " pinta si isteri. 

Namun sebelum menstaternya, naluri kewanitaanya berbisik. Dibukanya laci mobil dan diteimukanla suatu benda yang membuatnya terbeliak. Sebuah BH!.

Pak Broto tengah berbaring di ranjang. beristirahat. Mendadak isterinya menyerbu masuk sambil mengacungkan kutang penemuannya!. 

"Gombal! Janji palsu! Lihat! Ini apa?" jerit Ny. Broto sambil membentangkan kutang bertuliskan dengan lipstick merah " I LOVE YOU TO".

Pak Broto melongo, tak habis mengerti. Sang isteri sudah tak bisa disabarkan lagi, langsung menyerang dengan melemparkan semua bantal guling. 

Kalau Pak Broto sibuk menghindar dari lemparan isterinya, di halaman belakan Rudy terus giat berlatih memukul dan menendang sendir,******Bersambung Ke Bag 10


Saturday, July 25, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 6

  


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 6 (film lawas). Sore itu udara cerah. Angin bertiup semilir menyejukan. Montir-montir sexy telah menyelesaikan kerja berat mereka sepanjang hari tadi. Kini tibalah waktu untuk bersantai. 

Eva yang baru selesai mandi, masih mengenakan daster tipis, berhias di depan cermin. Yanti seenaknya membuka pakaiannya, siap memasuki kamar mandi. Yanti didalam kamar mandi menggosok-gosok tubuh mulusnya dengan sabun sambil bernyanyi-nyanyi kecil. 

Dibelakang, Ivonne dan yang lain-lainnya tengah berlatih bela diri sampai keringat mereka bercucuran. Susi yang sedang duduk-duduk sendirian di beranda, menoleh mendengar suara motor menderum memasuki halaman. Terlihat seorang pemuda ganteng mengendarai motornya. 

"Maaf, bengkel sudah tutup! teriak Susi sambil menggoyang-goyangkan tangannya. 

Si Pemuda tersenyum, "Ya, saya tahu, saya cuma ingin ketemu Eva, kok!".

Di dalam Eva telah mendengar suara kekasihnya, Rudy dan mempercepat dandannya. Berbinar mata Rudy melihat kedatangan Eva yang berseri-seri. 

"Hai, "Sambut Eva. "Kayak komputer tepat waktu!" 

Iya dong, takut kecolongan!" cetus Rudy, "Bagaimana? Siap?".

Eva mengangguk, langsung membonceng di motor. 

Ketika motor melaju keluar , serentak semua montir sexy melambaikan tangan sambil berseru, daaaagggg!!".

Eva balas melambai sambil tersenyum legit. 

Pasangan yang ganteng dan cakep ini menuju ke pantai. Sinar lembayung mewarnai langit memantul di permukaan laut. 

Terlihat gadis-gadis berbikini berlarian di tepian laut. Ada juga pasangan-pasangan yang asyik masyuk memadu kasih dibawah pepohonan rindang. 

Rudy menyandarkan motornya, mengajak Eva duduk bersama di pasir. 

Eva merebahkan kepalanya dipangkuan sang kekasih. 

"Kenapa kau membuka usaha bengkel?" bisik Rudy. "Lebih cocok kalau salon atau butik,".

Eva tersenyum, "Kau jangan berpikiran sempit. Ini zaman modern. Apa salahnya kami, kaum wanita melakukan emansipasi? Sebelum ke Jakarta, cita-cita orangtuaku agar aku jadi sarjana. Mula-mula kedua orangtuaku tidak setuju juga, namun akhirnya mereka mau mengerti!".

"Dimana orangtuamu ?".

"Cilacap, itu sebabnya aku senang ke pantai,".

Rudy mengangguk, "Apa pun bidang usaha memang bagus. Kesarjanaan itu ada dua jenis. Sarjana sekolah, dan sarjana kemasyarakatan. Dan kau adalah sarjana kemasyarakatan. 

Eva senagn meremas tangan sang perjaka, "Aku takut kau cuma main-main."

"Lihat ombak itu, tiada hentinya menyentuh pantai itulah cintaku padamu, " berdeklamasi Rudy. 

Bukan main senangnya Eva mendengar rayuan mesra itu. Malam baru Rudy mengantarkan Eva pulang. Sampai ke bengkel yang juga merangkap sebagai asrama semua montir sexy. Eva terheran-heran, mengapa lampu-lampunya tak menyala. ? Apa sedang kena giliran pemadaman listrik?

Rudy membimbing Eva ke teras. 

"Heran, kenapa lampu-lampu dimatiin?" gumam Eva. "Apa mereka sudah tidur semua?".

"Biar saja, kebetulan," desah Rudy yang tak sabaran merangkul Eva, ingin menciumnya. 

Justru pada saat !",bibir-bibir mereka hendak bertaut, mendadak "byarrr! semua lampu menyala. Dan cewek-cewek bersorak ramai dari arah dalam. 

"Horeee, ketangkap basah!, teriak Yanti memimpin kawan-kawannya. 

Rudy dan Eva terkejut sekali. Keduanya tersipu-sipu malu. Yanti dan kawan-kawan berlarian masuk kembali ke dalam meninggalkan sepasang kekasih ini diluar. ******bersambung ke bagian 7

Thursday, July 23, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 5


 CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 5 (film lawas). Eva sedang membuka dop mobil. Caranya sangat unik. Cukup dengan mengayunkan kakinya. Ujung sepatunya tepat menyentuh dop sampai dop melenting naik ke tangannya. 

Eva membungkuk dan memutar mur dengan cekatan. Disebelah sana, Tini dan Dina tengah menguras mesih mobil yang ngadat karburatornya. 

"Bagaimana?" tanya Tini pada Dina yang mencoba menstarter. 

OK, beres! sahut Dina setelah mesin mobil berderum hidup.  Si pemilik mobil mendekat, cengar cengir. 

"Sudah kelar, Mas, " ujar Tini. 

Melihat senyum manis Tini, tangan si Oom jadi iseng, mencolek pipinya, "Ah, mosok sudah rampung? Cepet amat?".

Tangan yang lain meraba kearah pantat bahenol Tini. Yang empunya pantat jadi kesal. Diam-diam Tini memberi kode kepada Dina. 

Kalau nggak percaya, Mas periksa sendiri, "seru Dina. "Nah dekat situ mas, supaya jelas!".

Si Oom mendekatkan wajahnya, membungkuk. Dina menstarter mobil dan mengegas dengan kencang. Tanpa ampun lagi mesinnya berderum keras, bersamaan asap hitam mengepul dan seciprat cairan kotor menyemprot wajah si Oom yang berteriak kaget!. 

Dina dan Tini terkikik-kikik kegelian melihat wajah si Oom yang menjadi hitam cemong tak karuan mirip sweaterpitnya sinterklas. 

Di sudut yang lain, Yanti dan Neneng asik mengecat body mobil. Pemilik mobil selain mata keranjang juga cerewetnya kelewatan. 

Yanti Kekhi. "Sudahlah oom, tunggu saja".

"Kalau sudah selesai, kan diberi tahu," Ujar Neneng. 

"Alaa ". membandel si Oom yang matanya tak lekang dari bagian-bagian tubuh dua montir berbaju tipis ini. 

"Ngeliatin aja masak nggak boleh? Ngomong-ngomong, eh, namanya siapa?".

Neneng kesal memalangkan kakinya ketika si Oom melangkah kearah Yanti yang sedang membungkuk. Si Oom tersandung hendak jatuh, bertepatan Yanti menegakkan tubuhnya hingga kepalanya membetur perut gendut si Oom!. Tak jadi jatuh tengkurap, si oom jatuh terjengkang. 

Di bagian pencucian mobil, Ivonne dan Marice sampai basah lengket bajunya. Tamu-tamu yang sedang menunggu mobil, menjadi tertarik dan mengerumun maju. 

Menyadari mereka sedang jadi tontonan, tersentak kedua montir sexy ini berbalik dan menyemprotkan selang ditangan mereka. Oom-oom genit serabutan menghindari semprotan air. Tapi sudah terlambat. Pakaian merekapun ikut basah kuyup. 

Murni menelentang di kolong mobil, Cuma sepasang kakinya yang mulus saja terjulur keluar. Eva membungkuk memasang onderdil. 

Seorang Oom mata keranjang tak tahan, dengan lancang mengelus paha Murni. Kegelian Murni menggerakkan dengkulnya, "Dug"! ujung sepatunya tepat menghajar dagu si Oom. Bersamaan Evapun menyikut perut buncit si Oom yang terbungkuk-bungkuk kesakitan. 

Tiba-tiba terdengar lonceng berdering. Susi yang menabuh tanda istirahat itu. 

Evapun berteriak nyaring, breakkk!

Serentak semua montir menghentikan kegiatan mereka. Bergegas menuju keruang makan. Halaman bengkel sudah dipenuhi oleh mobil yang masih belum beres, tapi masih ada juga orang yang membelokkan mobil, memaksa masuk. 

Susi berlari-lari kearah pintu untuk memasang kertas karton yang ditulisi dengan lipstik, "STOP! FULL HOUSE!".

Diruang makan, montir-montir sexy tengah menikmati makan siang sambil mendengarkan instrumental merdu. 

Meskipun telah dipasangi karton pengumuman tetap saja banyak lelaki yang tak peduli dan memaksakan mobilnya masuk. 

Eva selesai makan mendahului yang lain-lainnya. Ia melangkah keluar, maksudnya ingin memanggil Susi yang tengah menjaga di luar. 

Tapi betapa terkejutnya Eva ketika melihat susi sedang kewalahan mengatur mobil-mobil yang berjubel di jalanan di depan bengkel mereka. Eva turun tangan membantu, tapi malah semakin bertambah kacau sja. Sopir-sopir ogah melnjalankan mobil mereka, malah menggoda si sexy Eva. 

Kegaduhan yang tejadi membuat montir-montir lain ikut keluar. Setiap sopir didatangi dan dengan berbagai cara dipaksa menjalankan mobilnya. Kerjasama kompak montir-montir sexy ini dalam waktu singkat berhasil mengatasi kemacetan lalu lintas dan jalanan di depan bengkel pun lega kembali.  ******Bersambung ke bagian 6


Tuesday, July 21, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 4

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 4 (film lawas). Jep yang di setir Murni berbelok memasuki halaman kantor Pak Broto. Berhenti tepat didepan pintu masuk. 

Di dalam kantor, Ny. Broto sudah gelisah menunggu. Demi mendengar derum mobil perempuan ini melongkokkan kepalanya di jendela. Wah, lagi-lagi suaminya bersama seorang cewek sexy. Dan mereka nampak begitu intim. Darah Ny. Broto mendidik bagai air bergolak di kuali!. 

Murni membukakan pintu, dengan gaya manja mengandeng lengan Pak Broto. "Besok siang Oom kesana? "tanyanya.

"Ya, tentu, tentu,"janji Pak Broto sambil melangkah masuk kekantornya. 

Ny. Brot yang sempat mendengar pembicaraan mereka bertambah, masam saja wajahnya. 

Karyawan-karyawan kantor terheran-heran melihat pakaian Pak Broto yang acak-acakan dan kusut. Meskipun begitu mereka semua tetap berdiri dan mengucapkan selamat siang. Pak Broto cuma manggut kecil dan terus memasuki ruang kerjanya. 

Langsung Ny. Broto mendamprat. "Wah, wah begitu ya? Ayo jawab, apa kerjamu tadi, hah? Sekarang baru ketahuan, apalagi alasanmu? Gila! Nangkring diatas mobil derek sama cewek lagi! Enggak tahu malu, belum puas, heh! kekantor pakai diantar cewek lagi! Nyebut, Pap, kan sudah tua? Apa nggak malu sama anak bawahanmu?.

Pak Broto tergagap-gagap sama sekali tak diberi kesempatan membela diri. 

"Pantas, pantas, begit ya? Sibuk, eh, buntutnya?" omel isteri. 

"Sabar mam, sabar," cegah sang suami kewalahan. 

Para Karyawan bergerombol di depan pintu, cekikikan mendengarkan adegan sandiwara seru dalam kamar bos mereka!

"Malu, pap, malu, seorang direktur yang terpandang begitu, dimana mukaku mesti ditaruh?" serang Ny. Broto bagai rentetan mitraliur. 

"Begini, mobilku mogok, jadi terpaksa di derek," jelas Pak Broto, "Supaya tidak terlampat ke kantor, mendapat servis dari bengkel itu, diantarakan. kalau mami tidak percaya, nih kuitansinya!".

Ny. Broto merebut kuitansi yang disodorkan suaminya. Bukannya reda malah bagai api disiram minyak! Kenapa? Ya, sebab pada bagian bawah kitansi itu ada cap merah bibir!. 

Oh, apa ini? Sengaja Papi memanasiku, ya? Ini, lihat apa ini?" geram Ny. Broto penu kegusaran. 

Pak Broto jatuh terduduk demi melihat cap bibir berlipstick itu. Tak mampu bilang apa-apa lagi. 

Ny. Broto dengan sewot membuka pintu kantor. Akibatnya semua karyawan yang bergerombol sungsang sumbel saling tindih dilantai!. ******Bersambung ke bagian 5

Monday, July 20, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 3

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 3 (film lawas). Kesibukan dalam "Bengkel Antik" melebihi kesibukan-kesibukan dalam bengkel-bengkel mobil biasa. Dan kelebihannya karena seluruh montir dan karyawan terdiri dari cewek-cewek sexy!.

Begitu mendengar raungan sirine, serentak semuanya berlarian, berkumpul, membentuk barisan, berjajar rapi, menyambut kedatangan sang pimpinan. Mereka adalah Yanti, Murni, Tini, Ivonne, Marice, Iyem, Neneng dan lain-lainnya lagi. Pakaian kerja mereka beragam warna serta modenya. Ada yang memakai werpack, celana pendek jean, jean panjang, Tshirt tipis, dan bermacam lainny ayang bisa membuat mata lelaki terbelalak.!. 

Susie yang tertua diantara semua montir ini, membukakan pintu gerbang untuk masuk derek Eva. 

Murni lantang meneriakkan aba-aba, "Hormaaat grak!".

Yanti dan kawan-kawan serentak menyahut. 

Eva membalas dari atas dereknya. 

Pak Broto terbengong-bengong. Eva mematikan mesik derek, melompat turun dengan gesit. 

Anak buah atau lebih tepat disebut teman-teman, merubung maju. 

Pak Broto kebingungan di kerubuti cewek-cewek sexy. "Sa-saya ha-harus ke kantor," gagapnya. 

"Tenang, Oom, " senyum legit Eva. Murni!, selesaikan!. 

Murni manggut dan menyilakan Pak Broto mengikutinya masuk ke kantor. Sambil berjalan Pak Broto semakin takjub menyaksikan  montir-montir sexy itu berkerja membongkar mesin mobilnya.

Di dalam kantor, seorang cewek sexy lain baru saja menyelesaikan pembicaraan telepon. Murni mendekatinya  dan berbicara dengan suara rendah. 

"Nona, eh, Nona, " ujar Pak Broto masih belum kuasa menghilangkan gagapnya. 

"Murni, panggil saja, Murni, " tukas si cewek sexy. 

"Nona Murni, eh, cepat saya sudah terlambat".

"Sebentar, Tuan tidak akan terlambat, " janji Murni sambil menyelesaikan kuitansi dan catatannya. 

"Mari Oom, kami antar",  ujar Murni setelah menerima pembayaran. 

"Dengan mobil... derek?" tanya pak Broto terkejut. 

Murni tersenyum, "Oh, tentu saja tidak....".

Masih terkagum-kagum Pak Broto membuntuti Murni yang lebih dulu melaporkan pada Eva, baru mengeluarkan sebuah Jeep. Pak Broto disilahkan naik Jeep yang disetir Murni. 

Menit berikutnya jeep yang disetir Murni sudah meluncur meninggalkan Bengkel Antik. 

Diluar pintu gerbang, sudah berderet sejumlah mobil yang ingin diservis. Mereka berebut dahulu mendahului bahkan tak jarang bertengkar minta pelayanan lebih dulu.************* Bersambung bagian 4