CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 4 (film lawas). Jep yang di setir Murni berbelok memasuki halaman kantor Pak Broto. Berhenti tepat didepan pintu masuk.
Di dalam kantor, Ny. Broto sudah gelisah menunggu. Demi mendengar derum mobil perempuan ini melongkokkan kepalanya di jendela. Wah, lagi-lagi suaminya bersama seorang cewek sexy. Dan mereka nampak begitu intim. Darah Ny. Broto mendidik bagai air bergolak di kuali!.
Murni membukakan pintu, dengan gaya manja mengandeng lengan Pak Broto. "Besok siang Oom kesana? "tanyanya.
"Ya, tentu, tentu,"janji Pak Broto sambil melangkah masuk kekantornya.
Ny. Brot yang sempat mendengar pembicaraan mereka bertambah, masam saja wajahnya.
Karyawan-karyawan kantor terheran-heran melihat pakaian Pak Broto yang acak-acakan dan kusut. Meskipun begitu mereka semua tetap berdiri dan mengucapkan selamat siang. Pak Broto cuma manggut kecil dan terus memasuki ruang kerjanya.
Langsung Ny. Broto mendamprat. "Wah, wah begitu ya? Ayo jawab, apa kerjamu tadi, hah? Sekarang baru ketahuan, apalagi alasanmu? Gila! Nangkring diatas mobil derek sama cewek lagi! Enggak tahu malu, belum puas, heh! kekantor pakai diantar cewek lagi! Nyebut, Pap, kan sudah tua? Apa nggak malu sama anak bawahanmu?.
Pak Broto tergagap-gagap sama sekali tak diberi kesempatan membela diri.
"Pantas, pantas, begit ya? Sibuk, eh, buntutnya?" omel isteri.
"Sabar mam, sabar," cegah sang suami kewalahan.
Para Karyawan bergerombol di depan pintu, cekikikan mendengarkan adegan sandiwara seru dalam kamar bos mereka!
"Malu, pap, malu, seorang direktur yang terpandang begitu, dimana mukaku mesti ditaruh?" serang Ny. Broto bagai rentetan mitraliur.
"Begini, mobilku mogok, jadi terpaksa di derek," jelas Pak Broto, "Supaya tidak terlampat ke kantor, mendapat servis dari bengkel itu, diantarakan. kalau mami tidak percaya, nih kuitansinya!".
Ny. Broto merebut kuitansi yang disodorkan suaminya. Bukannya reda malah bagai api disiram minyak! Kenapa? Ya, sebab pada bagian bawah kitansi itu ada cap merah bibir!.
Oh, apa ini? Sengaja Papi memanasiku, ya? Ini, lihat apa ini?" geram Ny. Broto penu kegusaran.
Pak Broto jatuh terduduk demi melihat cap bibir berlipstick itu. Tak mampu bilang apa-apa lagi.
Ny. Broto dengan sewot membuka pintu kantor. Akibatnya semua karyawan yang bergerombol sungsang sumbel saling tindih dilantai!. ******Bersambung ke bagian 5

No comments:
Post a Comment