Saturday, July 25, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 6

  


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 6 (film lawas). Sore itu udara cerah. Angin bertiup semilir menyejukan. Montir-montir sexy telah menyelesaikan kerja berat mereka sepanjang hari tadi. Kini tibalah waktu untuk bersantai. 

Eva yang baru selesai mandi, masih mengenakan daster tipis, berhias di depan cermin. Yanti seenaknya membuka pakaiannya, siap memasuki kamar mandi. Yanti didalam kamar mandi menggosok-gosok tubuh mulusnya dengan sabun sambil bernyanyi-nyanyi kecil. 

Dibelakang, Ivonne dan yang lain-lainnya tengah berlatih bela diri sampai keringat mereka bercucuran. Susi yang sedang duduk-duduk sendirian di beranda, menoleh mendengar suara motor menderum memasuki halaman. Terlihat seorang pemuda ganteng mengendarai motornya. 

"Maaf, bengkel sudah tutup! teriak Susi sambil menggoyang-goyangkan tangannya. 

Si Pemuda tersenyum, "Ya, saya tahu, saya cuma ingin ketemu Eva, kok!".

Di dalam Eva telah mendengar suara kekasihnya, Rudy dan mempercepat dandannya. Berbinar mata Rudy melihat kedatangan Eva yang berseri-seri. 

"Hai, "Sambut Eva. "Kayak komputer tepat waktu!" 

Iya dong, takut kecolongan!" cetus Rudy, "Bagaimana? Siap?".

Eva mengangguk, langsung membonceng di motor. 

Ketika motor melaju keluar , serentak semua montir sexy melambaikan tangan sambil berseru, daaaagggg!!".

Eva balas melambai sambil tersenyum legit. 

Pasangan yang ganteng dan cakep ini menuju ke pantai. Sinar lembayung mewarnai langit memantul di permukaan laut. 

Terlihat gadis-gadis berbikini berlarian di tepian laut. Ada juga pasangan-pasangan yang asyik masyuk memadu kasih dibawah pepohonan rindang. 

Rudy menyandarkan motornya, mengajak Eva duduk bersama di pasir. 

Eva merebahkan kepalanya dipangkuan sang kekasih. 

"Kenapa kau membuka usaha bengkel?" bisik Rudy. "Lebih cocok kalau salon atau butik,".

Eva tersenyum, "Kau jangan berpikiran sempit. Ini zaman modern. Apa salahnya kami, kaum wanita melakukan emansipasi? Sebelum ke Jakarta, cita-cita orangtuaku agar aku jadi sarjana. Mula-mula kedua orangtuaku tidak setuju juga, namun akhirnya mereka mau mengerti!".

"Dimana orangtuamu ?".

"Cilacap, itu sebabnya aku senang ke pantai,".

Rudy mengangguk, "Apa pun bidang usaha memang bagus. Kesarjanaan itu ada dua jenis. Sarjana sekolah, dan sarjana kemasyarakatan. Dan kau adalah sarjana kemasyarakatan. 

Eva senagn meremas tangan sang perjaka, "Aku takut kau cuma main-main."

"Lihat ombak itu, tiada hentinya menyentuh pantai itulah cintaku padamu, " berdeklamasi Rudy. 

Bukan main senangnya Eva mendengar rayuan mesra itu. Malam baru Rudy mengantarkan Eva pulang. Sampai ke bengkel yang juga merangkap sebagai asrama semua montir sexy. Eva terheran-heran, mengapa lampu-lampunya tak menyala. ? Apa sedang kena giliran pemadaman listrik?

Rudy membimbing Eva ke teras. 

"Heran, kenapa lampu-lampu dimatiin?" gumam Eva. "Apa mereka sudah tidur semua?".

"Biar saja, kebetulan," desah Rudy yang tak sabaran merangkul Eva, ingin menciumnya. 

Justru pada saat !",bibir-bibir mereka hendak bertaut, mendadak "byarrr! semua lampu menyala. Dan cewek-cewek bersorak ramai dari arah dalam. 

"Horeee, ketangkap basah!, teriak Yanti memimpin kawan-kawannya. 

Rudy dan Eva terkejut sekali. Keduanya tersipu-sipu malu. Yanti dan kawan-kawan berlarian masuk kembali ke dalam meninggalkan sepasang kekasih ini diluar. ******bersambung ke bagian 7

No comments:

Post a Comment