Wednesday, July 1, 2026

"SUDAH PASTI TAHAN", TERTAWA BERSAMA WARKOP DKI


 "SUDAH PASTI TAHAN", TERTAWA BERSAMA WARKOP DKI (film lawas). Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro) memang hanya bermain dalam dua film saja per tahunnya. Satu untuk di edarkan menyambut hari Raya Lebaran, dan satunya lagi untuk menjelang Tahun Baru. Dengan peredaran hampir selalu pada event yang tepat ini. FIlm-film merekapun mendapatkan sambutan penonton santa memuaskan. Lagipula karena tempo yang terentang cukup panjang membuat penggemar mereka yagn sebagian besar terdiri dari kalangan anak-anak sempat merasa rindu untuk menonton film terbaru Warkop. 

"Rata-rata melampaui jumlah 300.000 penonton di Jakarta saja, " berbangga Ram Soraya, Produser PT. Soraya Intercine Films, yang mengontrak Warkop untuk jangka panjang. 

"Judul terbaru "SUDAH PASTI TAHAN" yang masih mengambil idiom dari film pertama mereka "Mana Tahan" kembali diarahkan Arizal (yang terbanyak menyutradarai Warkop) dengan tata musik riang gembira garapan Rizky Ichwan. 

Sebagai sutradara spesialis film komedi, Arizal sudah boleh dibilang pakar. Ketrampilannya tak diragukan lagi. Khususnya untuk mengatur laku jenaka Warkop dalam adegan-adegan kocak slapstick uber-uberan yang bertumpu pada kesalahpahaman, plus bumbu-bumbu penyegar penampilan sejumlah cewek seksi berbusana renang di pantai. 

Seperti biasa Warkop di dukung dua primadona langganan, Nurul Arifin, Sally Marcellina plus bomseks Yenni Farida, si cewek gembrot Illa Doth, Si tonggos Diding BOneng dimunculkan seabgai bencong bangkotan dan sebagai bulan-bulanan, Hengky Solaiman yang berperan seabgai produser konyol.

Dono, Kasino, Indro serta Kristine dan Linda, pindah ke rumah kost baru. Datang produser yang mengontrak mereka untuk rekaman. Bingung karena belum punya kursi tamu, Kasino buru-buru memesan satu sofa. 

Sofa datang, produser duduk. Eh, tukang sofa balik lagi bareng tetangga. Ternyata sofa itu harusnya dikirim kesebelah. Dono berusaha membujuk si tetangga. Sia-sia ia ngotot minta sofa dikirim kerumahnya sekarang juga. kalau tidak, ia akan teriak-teriak bikin heboh agar Dono semua malu dan Produser tahu. 

Muncul tetangga yang lain yang bersedia menyewakan sofanya. Kasino langsung setuju. Giliran Kristine dan Linda merayu Produser untuk berdiri. Diam-diam Dono bertiga mengganti sofa. Kristine dan Linda memegang kepala Produser agar tak menoleh selama penggantian ini. 

Setelah disilakan duduk lagi, Produser bingung melihat sofanya lain. Muncul tukang sofa yagn di pesan kasino, Indro menganjurkan diantar besok. Namun tukang sofa tak punya waktu lagi. Terpaksa Dono memberi isyarat pada Kristine dan Linda untuk bersandiwara lagi. 

Bukan main bingungnya Produser melihat sofa yang bisa bergonta ganti ini. Kontan Dono bertiga membuat tentang sofa ajaib yang berubah setiap beberapa menit. 

Cerita bergulir saat mereka diminta jadi juri Lomba Ratu pantai. Tiga cewek seksi yang menyambut di Hotel Pelabuhan Ratu, membuat Kristine dan Linda cemburuan. Dicari akal untuk mengagalkan Dono, Kasino dan Indro menjadi juri. 

Diajak mancing ke laut tapi motorboat cuma diisi bensin sedikit. Akibatnya terombang ambing ditengah laut sampai terdampar ke sebuah pulau kecil. 

Justru disini sedang berlangsung suting film dengan ketiga cewek seksi sebagai pemerannya. Malah pak Sutradara mengajak Dono, Kasino, Indro ikutan main. Karuan saja mau banget. Peran untuk mereka, merayu pemeran utama, seorang artis jelita. Dasar Dono, ia keliru mencolek banci tua bergigi tonggos. Karuan saja mereka diuber-uber si banci sampai tercebbur ke kolam semuanya. ~~ sumber MF 142/109/TH. VIII, 7 - 20 Des 1991