Showing posts with label Montir-montir cantik. Show all posts
Showing posts with label Montir-montir cantik. Show all posts

Thursday, August 20, 2026

CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 13 (TAMAT)


 CERITA FILM : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 13 (TAMAT) (Film lawas). Mobil mewah itu meluncur memasuki perkarangan Pak Broto. Berhenti dengan mulus tepat di depan pintu depan. 

Dalam kamarnya, Rudy terpaksa mematuhi segala perintah ibunya. Ia memilih mengenakan bajunya yang paling keren. Bukan cuma ibu, tapi juga ayah terus mengawasinya sambil mengisap pipa. Mungkinkah ia takut kalau anak sulungnya ini nekad melarikan diri?

"Ingat pesan mami, ramah, hormat, pendeknya galant!" nasihat Ny Broto. 

"Jangan bikin malu!", tambah Pak Broto. 

Rudy membungkam dalam seribu bahasa. Terdengar bel pintu berdering. 

Berweri wajah Ny. Broto, "Nah, mereka datang!" desahna, "Bi, Bi Nah, buka pintu depan!".

Terdengar sahutan Bi Nah dari arah dapur, "Ya, Nyaaahhh!".

Menoleh kearah suaminya, Ny. Broto mengajak, "Yuk kita sambut mereka?".

Pak Broto mengangguk dan membimbing Rudy berjalan keluar kamar. 

Bi Nah membuka pintu dan menyilakan tamu-tamu masuk. Sepasang suami isteri parobaya namun jelas intelek dan kaya raya, memilih tempat duduk masing-masing diruang tamu. 

Dari dalam keluar beriringan Pak Broto bersama anak isterinya. Mereka saling sapa dengan penuh keakraban sebagaimana layaknya sahabat lama yang baru berjumpa lagi setelah sekian tahun.

"Mas Dipo, ini lho Rudy", memperkenalkan Pak Broto lalu kepada puteranya sendiri. "Ayo sambut calon mertuamu ini!".

Terpaksa Rudy maju untuk menyalami mereka. 

"Wah, Rudy ganteng!" puji Pak Dipo. 

"Sepadan dengan anak kita," gumam Bu Dipo. 

"Lho, mana?" tanya Bu Broto karena tak melihat kehadiran puteri keluarga Dipo 

"Ada di mobil, " bisik Bu Dipo, "dia punya syarat, supaya disambut oleh Rudy sendiri".

"Ayo Rudy, cepat ," perintah Ny. Broto. 

Berkerut alis Rudy, apa-apaan calon istri ini, minta pakai di jemput segala? tapi pandangan  galak ibunya membuat Rudy mau tak mau runtuh juga. 

Pak Broto mengajak keluar bersama, " Mam, kita lihat calon menantu kita yuk?

Tapi ketika Pak Broto dan isterinya menyusul  keluar, mereka jadi sangat tercengang melihat Rudy sedang berpelukan dengan calon isterinya didalam mobil".

"Aneh Pak, " gumam Ny. Broto. 

Pak Broto pun hampir tak mempercayai matanya melihat belum apa-apa Rudy sudah berani berciuman dengan puteri Pak Dipo. 

"Bagaimana Rudy? setuju? tanya Ny. Broto dalam herannya...

"OK mam, setujuuu!"sahut Rudy tegas. 

Meskipun sangat heran tapi jawaban Rudy ini membuat kedua orangtua menjadi sangat kegirangan. 

"Ayo dong, bawa calon isterimu itu kemari!" seru Pak Broto. "Papi dan mami ingin lihat!".

Rudy membimbing calon isterinya keluar dari mobil. Pak Broto masih belum bisa melihat dengan jelas karena terhalang tubuh anaknya. Juga Ny. Broto heran melihat wajah calon menantunya ditutup dengan cadar tipis. 

"Wah masih malu-malu, goda Ny. Broto, "Buka dong, tutup wajahmu".

Si calon menantu menurut, perlahan membuka cadarnya. 

Seketika Pak Broto dan isterinya berseru, "Lhoooo?!".

Wajah Rudy berseri-seri ketika memperkenalkan calon isterinya. Putri Pak Dipo dari Cilacap yang ternyata bukan lain daripada kekasih hatinya sendiri..........Eva!. 

Mungkin, inilah yang disebut ....."kalau sudah jodoh". TAMAT


Sunday, July 19, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 2

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 2 (Film lawas) RF No. 547. Sebuah mobil derek menyeruak diantara kepadatan arus lalu lintas. Sirenenya meraung raung memekakan telinga. Pengemudinya, Eva, si gadis sexy, bertengger tegap membusungkan dadanya yang menonjol, lincah, trampil mengemudikan kendaraan besar. Sebentar-sebentar melontarkan senyum manisnya hingga lelaki-lelaki yang melihatnya menjadi kesengsem dan dengan  serela hati membukakan jalan untuk si bahenol!. 

Pak Broto kebingungan mengutak-atik mesin mobilnya. Mau di utak  atik atau tidak sebenarnya tak ada bedanya karena Pak Broto memang tak paham mesin mobil. 

Raungan sirene mengejutkan, apalagi ketika mobil derek mendadak berhenti di depannya!. Dan Eva pun melompat turun dari atasnya. 

Pak Broto melongo takjub. 

Oom yang menelpon bengkel Antik?", sapa Eva. 

Pak Broto tergagap manggut-manggut. 

Tanpa banyak bicara lagi, Eva tangkas menyiapkan segala sesuatunya. 

Pak Broto bertambah bengong melihat tahu-tahu mobilnya sudah nyangkut siap di derek. 

"Oom sini!" panggil Eva pada Pak Broto yang termangu. 

Pak Broto tersentak, lalu bagai kerbai di cocok hidungnya  patuh menghampiri. 

Eva sudah nangkring lagi diatas dereknya, "Naik!" cetusnya. 

"Sa-saya?" tanya Pak Broto gugup, "Ta-tapi saya mau ke kantor".

Eva memilirik, "Oom harus ikut, untuk menyelesaikan administrasi. Kalau tidak saya ogah narik mobil ini. Oom pilih mana?".

Pak Broto tak berkutik. Terpaksa menuruti perintah si montir sexy, meskipun biasanya tak pernah diperintah orang. Ia naik dan duduk disebelah Eva, Tanpa menunggu lagi Eva menghidupkan mesinnya dan berputar balik menuju ke Bengkel Antik. 

Mobil derek yang disetir Eva ngebut membelah kepadatan arus lalu lintas. Derumnya yang sangat membuat seorang bocah yang tengah digandeng ibunya menoleh. Merasa geli, dengan polos si bocah menggamit ibunya, "Mamie, lihat! Itu Papie! Idih lucu!"

Si ibu menoleh kearah yang ditunjuk. Seketika matanya melotot bagai hendak mencelat keluar dari rongganya. Memang benar, suaminya, Pak Broto tengah duduk berhimpitan dengan seorang cewek sexy dalam mobil derek!. 

Justru tepat pada saat itu, saking ngeri dibawa ngebut, tangan Pak Broto berpegangan erat-erat ke pundak Eva!. 

"Idiih , papie pelukan! Hiiii!" sorak si bocah. 

Bukan main panasnya hati Ny. Broto menyaksikan adegan suaminya yang disangkanya sedang bermesraan ini!. 

*******bersambung ke bagian 3



Thursday, July 16, 2026

CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1

 


CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1 (Film Lawas) RF No. 547. Sejumlah cewek seksi dibawah pimpinan bom sex Eva mengelola sebuah bengkel. Maka bos-boss pun berlomba membawa mobil mereka ke bengkel antik ini, meskipun sebenarnya mobil mereka tak rusak apa-apa. Montir-montirnya memang cakep-cakep namun mereka bukanlah cewek sembarangan yang gampang di goda oleh Oom Oom hidung belang!. 

Merupakan Produksi : PT Budiana film, Produser : SUdjana Budiana, Sutradara : BZ Kadaryono, Pemain antara lain : Eva Arnaz, Enny Beatrice, George Rudy, Zainal Abidin, Tien Kadaryono dan lain-lain. 

BAGIAN 1 : Pagi hari... Ibukota mulai bangkit dari tidurnya. Besama terbitnya mentari, kesibukan pun merajalela di jalan-jalan utama. Terutama jalan-jalan utama sudah mulai dipadati arus kendaraan yang terus mengalir keluar dari garasi masing-masing. 

Di sebuah jalan protokol, arus lalu lintas macet! Hingar bingar, caci maki, sumpah serapah terdengar dari orang-orang yang merasa terhambat perjalanannya. 

Ternyata sebuah sedan mogok, Inilah pangkal penyebabnya! Pengendara-pengendara di belakang sedan mogok ini sudah ribut tak sabaran. Apalagi karena sedan mogok itu ditinggalkannya begitu saja di tengah jalan oleh pengendaranya!. 

Salah seorang keluar dari mobilnya, berteriak lantang. "Brengsek! Dorong saja kepinggir, ayoo!. Serunya memancing reaksi. Orang-orang disekitarnya serentak ikut berteriak, "Ya, ya dorong yok doroong!.

Nah! Serempak bagai di komando, mereka mulai bersatu untuk mendorong sedan mewah tapi mogok itu!Setelah disingkirkan kepinggir jalan, arus kendaraan yang dari tadi macet, kembali bergerak!. 

Dimana pengendara sedan mogok itu? Namanya Pak Broto, seorang lelaki parohbaya yang masih tetap menampilkan kegagahan dan kewibawaan. 

TErnyata Pak Broto sedang berada dalam box telepon tidak jauh dari tempat mobilnya tadi ditinggalkan. Ia tengah menelepon "Bengkel Antik" minta pertolongan untuk menarik sedannya yang ngadat. Diluar box, banyak orang berkerumun. Mereka juga ingin memakai telepon dan sudah tak sabaran lagi. 

"Ya, ya, tolong cepat dikit!" pinta Pak Broto, "Cepat!" Jalanan jadi macet!".

Seorang ibu gemuk diluar box mengumpat, "Cepetan, uh pagi-pagi sudah pacaran!".

Pak Broto mendengar umpatan si ibu gemuk. Ia melirik kesal kearah luar, tapi si ibu gemuk salah tafsir, "Huh, tua-tua genit!".

Pak Broto bungkam tak mau meladeni. Terdengar suara merdu dalam telepon, "Jangan kuatir, sabar dikit! Oom tenang saja, tanggung beres!".

"Kraak!" Pak Broto meletakkan gagang telepon ke haknya. Orang-orang yang antri berdesakan saling dorong. Baru saja Pak Broto membuka pintu, si Ibu gemuk terjerembab masuk dan menabraknya!">

*******Bersambung ke bagian 2