CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 1 (Film Lawas) RF No. 547. Sejumlah cewek seksi dibawah pimpinan bom sex Eva mengelola sebuah bengkel. Maka bos-boss pun berlomba membawa mobil mereka ke bengkel antik ini, meskipun sebenarnya mobil mereka tak rusak apa-apa. Montir-montirnya memang cakep-cakep namun mereka bukanlah cewek sembarangan yang gampang di goda oleh Oom Oom hidung belang!.
Merupakan Produksi : PT Budiana film, Produser : SUdjana Budiana, Sutradara : BZ Kadaryono, Pemain antara lain : Eva Arnaz, Enny Beatrice, George Rudy, Zainal Abidin, Tien Kadaryono dan lain-lain.
BAGIAN 1 : Pagi hari... Ibukota mulai bangkit dari tidurnya. Besama terbitnya mentari, kesibukan pun merajalela di jalan-jalan utama. Terutama jalan-jalan utama sudah mulai dipadati arus kendaraan yang terus mengalir keluar dari garasi masing-masing.
Di sebuah jalan protokol, arus lalu lintas macet! Hingar bingar, caci maki, sumpah serapah terdengar dari orang-orang yang merasa terhambat perjalanannya.
Ternyata sebuah sedan mogok, Inilah pangkal penyebabnya! Pengendara-pengendara di belakang sedan mogok ini sudah ribut tak sabaran. Apalagi karena sedan mogok itu ditinggalkannya begitu saja di tengah jalan oleh pengendaranya!.
Salah seorang keluar dari mobilnya, berteriak lantang. "Brengsek! Dorong saja kepinggir, ayoo!. Serunya memancing reaksi. Orang-orang disekitarnya serentak ikut berteriak, "Ya, ya dorong yok doroong!.
Nah! Serempak bagai di komando, mereka mulai bersatu untuk mendorong sedan mewah tapi mogok itu!Setelah disingkirkan kepinggir jalan, arus kendaraan yang dari tadi macet, kembali bergerak!.
Dimana pengendara sedan mogok itu? Namanya Pak Broto, seorang lelaki parohbaya yang masih tetap menampilkan kegagahan dan kewibawaan.
TErnyata Pak Broto sedang berada dalam box telepon tidak jauh dari tempat mobilnya tadi ditinggalkan. Ia tengah menelepon "Bengkel Antik" minta pertolongan untuk menarik sedannya yang ngadat. Diluar box, banyak orang berkerumun. Mereka juga ingin memakai telepon dan sudah tak sabaran lagi.
"Ya, ya, tolong cepat dikit!" pinta Pak Broto, "Cepat!" Jalanan jadi macet!".
Seorang ibu gemuk diluar box mengumpat, "Cepetan, uh pagi-pagi sudah pacaran!".
Pak Broto mendengar umpatan si ibu gemuk. Ia melirik kesal kearah luar, tapi si ibu gemuk salah tafsir, "Huh, tua-tua genit!".
Pak Broto bungkam tak mau meladeni. Terdengar suara merdu dalam telepon, "Jangan kuatir, sabar dikit! Oom tenang saja, tanggung beres!".
"Kraak!" Pak Broto meletakkan gagang telepon ke haknya. Orang-orang yang antri berdesakan saling dorong. Baru saja Pak Broto membuka pintu, si Ibu gemuk terjerembab masuk dan menabraknya!">
*******Bersambung ke bagian 2

No comments:
Post a Comment