Friday, July 3, 2026

TUAN NYONYA & PEMBANTU, Atau Pembantuku Kekasihku?

 


TUAN NYONYA & PEMBANTU, Atau Pembantuku Kekasihku? (film lawas). Dulu Almarhum Nya' Abbas Akup pernah bikin "Inem Pelayan Sexy", Komedi bermutu dan laris yang berlanjut sampai film ketiga.  Kemudian Mardali Syarief (sebelumnya menyutradari "Dorce Ketemu Jodoh" yang tak karuan menggarap "Tuan, Nyonya dan Pembantu" produksi PT. Pancaran Indra Cine (produksi perdananya "Luka Diatas Luka"). Tapi tentu saja janganlah membandingkan kedua film ini dalam level yang sama. 

Ceritanya di gubah dari cerber berjudul sama karangan Abdullah Harahap yang pernah dimuat diharian "Analisa", Medan. Diperan utamai Deddy Mizwar sebagai si Tuan yang hampir selalu berwajah muram dan agak membungkukkan punggung seperti keberatan menanggung beban hidup. Anna Shirley (istri Onky Alexander dalam "Rebo & Robby") sebagai si Nyonya, mendapatkan kesempatan untuk memamerkan lengannya yang gede (sebelum main film memang pernah jadi juara Panco beneran). 

Lalu, sebagai si Pembantu dipasang Evalia Rachmat, yang sebelumnya lebih serin bermain dalam film-film produksi Inem. Aktingnya dengan mata plerak plerok seperti orang ketakutan selalu mustinya lebih kena dipasang dalam film horor. 

Ikutan mendukung, Alba Fuad sebagai Yanti, sekpri si Nyonya yang wanita karier dan Edwin Lerrick sebagai suami Yanti, plus sejumlah pemain anggota PARFI Semarang, karena memagn keseluruhan suting film ini berlokasi di ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. 

Kenati musik ditata oleh Areng Widodo (yang peraih Piala Citra sebagai Penata Musik Terbaik FFI 1990 lewat "Jangan Renggut Cintaku), namun kini terasa lewat tanpa kesan. Begitu pun kerja kamerawan Partogi Simatupang tak menonjolkan suatu prestasi. Tapi bagaimanapun juga Tuan Nyonya & Pembantu termasuk sebagai satu dari 19 Film Pilihan FFI 1991.

Cerita Filmnya, Alkisah Zainul-Maryani yang entah bagaimana bisa jadi suami-isteri. Maryani yang jadi manager hotel mewah, menugasi pembantunya, Surti, untuk mengurus segala keperluan sehari-hari Zainul. Bukan cuma menyiapkan makan, minum dan pakaian, termasuk juga mencopotkan celananya. 

Padahal Zainul yang kontraktor ini kepingin selalu dilayani isterinya sendiri. Tapi Maryani kelewat keras. Sebelum bersenggama pun, ia menantang adu Panco lebih dulu. Siapa yang menang, dialah yang diatas. Dan selalu Zainul harus berada di bawah. 

Sekilah diungkap kekerasa watak Maryani karena semasa kanak-kanak disia-siakan ayahnya, pelaut yang pemabukan. Mungkin karena inilah, ia membenci pria dan ingin membuktikan mampu melampaui lawan jenisnya. Kalau kepada Zainul, ia selalu bersikap kasar, sebaliknya pada Yanti sekprinya, Maryani memperlakukan dengan lembut dan penuh perhatian. Sampai tumbuh kecurigaan Zainul , jangan-jangan mereka lesbi. 

Maryani memang pernah mengajak Yanti tidur bersama dihotel. Ketika suami Yanti marah-marah di kantor, malah dilabrak Maryani sampai terjungkal. 

Zainul yang nyaris frustasi, mengalihkan perhatiannya pada Surti. Yanti mulai mengendus gejala ini, memberi peringatan pada Maryani. Semula Maryani tak percaya. Namun demi memergoki suaminya masuk ke kamar pembantunya, ia mengamuk, Surti dipecat, Zainul diuber-uber dengan buldozer pengeruk tanah. 

Film diakhiri dengan mengikuti perjalanan Surti. Naik perahu menyusuri danau. Apakah ia akan kembali ke kampungnya dan kembali menjadi wanita tani? lalu bagaimana Zainul dan Maryani? Apakah mereka akan bercerai atau rukun kembali. ? ~ sumber MF 142/109/TH. VIII, 7 - 20 Des 1991

No comments:

Post a Comment