CERITA FILM : MONTIR MONTIR CANTIK - BAGIAN 5 (film lawas). Eva sedang membuka dop mobil. Caranya sangat unik. Cukup dengan mengayunkan kakinya. Ujung sepatunya tepat menyentuh dop sampai dop melenting naik ke tangannya.
Eva membungkuk dan memutar mur dengan cekatan. Disebelah sana, Tini dan Dina tengah menguras mesih mobil yang ngadat karburatornya.
"Bagaimana?" tanya Tini pada Dina yang mencoba menstarter.
OK, beres! sahut Dina setelah mesin mobil berderum hidup. Si pemilik mobil mendekat, cengar cengir.
"Sudah kelar, Mas, " ujar Tini.
Melihat senyum manis Tini, tangan si Oom jadi iseng, mencolek pipinya, "Ah, mosok sudah rampung? Cepet amat?".
Tangan yang lain meraba kearah pantat bahenol Tini. Yang empunya pantat jadi kesal. Diam-diam Tini memberi kode kepada Dina.
Kalau nggak percaya, Mas periksa sendiri, "seru Dina. "Nah dekat situ mas, supaya jelas!".
Si Oom mendekatkan wajahnya, membungkuk. Dina menstarter mobil dan mengegas dengan kencang. Tanpa ampun lagi mesinnya berderum keras, bersamaan asap hitam mengepul dan seciprat cairan kotor menyemprot wajah si Oom yang berteriak kaget!.
Dina dan Tini terkikik-kikik kegelian melihat wajah si Oom yang menjadi hitam cemong tak karuan mirip sweaterpitnya sinterklas.
Di sudut yang lain, Yanti dan Neneng asik mengecat body mobil. Pemilik mobil selain mata keranjang juga cerewetnya kelewatan.
Yanti Kekhi. "Sudahlah oom, tunggu saja".
"Kalau sudah selesai, kan diberi tahu," Ujar Neneng.
"Alaa ". membandel si Oom yang matanya tak lekang dari bagian-bagian tubuh dua montir berbaju tipis ini.
"Ngeliatin aja masak nggak boleh? Ngomong-ngomong, eh, namanya siapa?".
Neneng kesal memalangkan kakinya ketika si Oom melangkah kearah Yanti yang sedang membungkuk. Si Oom tersandung hendak jatuh, bertepatan Yanti menegakkan tubuhnya hingga kepalanya membetur perut gendut si Oom!. Tak jadi jatuh tengkurap, si oom jatuh terjengkang.
Di bagian pencucian mobil, Ivonne dan Marice sampai basah lengket bajunya. Tamu-tamu yang sedang menunggu mobil, menjadi tertarik dan mengerumun maju.
Menyadari mereka sedang jadi tontonan, tersentak kedua montir sexy ini berbalik dan menyemprotkan selang ditangan mereka. Oom-oom genit serabutan menghindari semprotan air. Tapi sudah terlambat. Pakaian merekapun ikut basah kuyup.
Murni menelentang di kolong mobil, Cuma sepasang kakinya yang mulus saja terjulur keluar. Eva membungkuk memasang onderdil.
Seorang Oom mata keranjang tak tahan, dengan lancang mengelus paha Murni. Kegelian Murni menggerakkan dengkulnya, "Dug"! ujung sepatunya tepat menghajar dagu si Oom. Bersamaan Evapun menyikut perut buncit si Oom yang terbungkuk-bungkuk kesakitan.
Tiba-tiba terdengar lonceng berdering. Susi yang menabuh tanda istirahat itu.
Evapun berteriak nyaring, breakkk!
Serentak semua montir menghentikan kegiatan mereka. Bergegas menuju keruang makan. Halaman bengkel sudah dipenuhi oleh mobil yang masih belum beres, tapi masih ada juga orang yang membelokkan mobil, memaksa masuk.
Susi berlari-lari kearah pintu untuk memasang kertas karton yang ditulisi dengan lipstik, "STOP! FULL HOUSE!".
Diruang makan, montir-montir sexy tengah menikmati makan siang sambil mendengarkan instrumental merdu.
Meskipun telah dipasangi karton pengumuman tetap saja banyak lelaki yang tak peduli dan memaksakan mobilnya masuk.
Eva selesai makan mendahului yang lain-lainnya. Ia melangkah keluar, maksudnya ingin memanggil Susi yang tengah menjaga di luar.
Tapi betapa terkejutnya Eva ketika melihat susi sedang kewalahan mengatur mobil-mobil yang berjubel di jalanan di depan bengkel mereka. Eva turun tangan membantu, tapi malah semakin bertambah kacau sja. Sopir-sopir ogah melnjalankan mobil mereka, malah menggoda si sexy Eva.
Kegaduhan yang tejadi membuat montir-montir lain ikut keluar. Setiap sopir didatangi dan dengan berbagai cara dipaksa menjalankan mobilnya. Kerjasama kompak montir-montir sexy ini dalam waktu singkat berhasil mengatasi kemacetan lalu lintas dan jalanan di depan bengkel pun lega kembali. ******Bersambung ke bagian 6

No comments:
Post a Comment