Showing posts with label artis film. Show all posts
Showing posts with label artis film. Show all posts

Thursday, July 9, 2026

BELLA ESPERANCE LEE, UNGGULAN FFI SAJA SUDAH SUKUR

 


Ada yang masih ingat aktris satu ini? BELLA ESPERANCE LEE, UNGGULAN FFI SAJA SUDAH SUKUR (berita lawas). Ketika suara salah seorang pembaca pemenang bergema ke seluruh ruangan gedung Sasono Langen Budoyo TMII, dimana berlangsungnya puncak acara FFI 1992 menyebut nama Lydia Kandou sebagai pemenang utama wanita, berhak menggondol Piala Citra dalam film Ramadhan dan Ramona, tanggal 28/11 1992 , salah seorang dari empat rivalnya, Bella Esperance Lee (27) tampak tenang-tenang saja. Wajahnya tak punya ekspresi. Artinya tidak kelihatan sedih, marah, kecewa atau gembira. 

"Benar kan apa yagn saya katakan barusan. Untung saja saya nggak ngomong optimis keluar sebgai pemenang. Kalau sempat itu saya ucapkan, wow.... betapa malunya saya, apalagi bila Anda ekspose di media!" semprot Bella yang duduk disisi kiri Nurul Arifin pada wartawan MF. 

Sejak semula, yaitu sebelum pengumuman FFI 1992 dimulai, Bella memang telah mengemukakan panjang lebar bahwa dia tidak terlalu ngoyo memikirkan Piala Citra. Dia menyadari bahwa sebagai orang baru, masuk sebagai unggulan saja sudah merupakan keberuntungan karirnya yang dimulai sejak 1989 ketika membintangi film Catatan Si Boy III. 

"Wajar kok, saya kalah. Masih ada yang lebih berbobot, lebih matang, yang tentunya lebih pantas menerima Piala Citra. Sedangkan Nurul Arifin dan Paramitha Rusady saja nggak terpilih. Padahal mereka cukup punya keberadaan di bidangnya. Apalagi saya!" Ucap Bella yang malam itu memakai baju warna hitam pekat. 

Kendati demikian, Bella dalam hal ini mengemukakan sangat berterima kasih pada Arifin C Noer yang telah memasangnya sebagai Maryati di film Bibir Mer, hingga ia masuk unggulan. Banyak masukan pelajaran yang diprolehnya dari proses main dan pembuatan film Bibir Mer tersebut. 

"Rasanya memangagak lain main di film Bibir Mer ketimbang film-film sebelumnya. Pak Arifin begitu sangat serius mengarahkan akting saya. Dia nggak segan-segan negor dan memberikan contoh yang sesuai dengan peran saya," ungkap Bella, putri pasangan dari William Lie Hong, dan Marquerite Esperance de Letang yang lahir di Singapura, 6 Agustus 1965 ini. 

"Masih banyak waktu dan kesempatan lain. yang penting saya petik di tahun 1992 ini adalah dengan masuknya saya sebagai unggulan dan film Bibir Mer telah membuka cakrawala karir saya, " lanjut Bella lagi. 

Terlepas pembicaraan karirnya yang cukup hangat itu, sekarang Bella mengaku sibuk mengurusi usaha bisnis barunya, yang terdiri dari bahan-bahan peawatan tubuh, yang katanya khusus didatangkan dari China, Jepang dan Korea. 

"Saya bekerjasama dengan sebuah perusahaan di Jakarta untuk memasarkannya. Yah, cukup laris juga sih. Barang-barang itu banyak peminatnya di Indonesia. Dan hasilnya, lumayanlah untuk tabungan masa tua, he..he... , "ujar cewek dengan tinggi 167 cm yang memulai karirnya sebagai peragawati ini. 

Untuk memasarkan produk luar itu, Bella  kerap keluar daerah dengan mobilnya yang penuh sesak barang-barang kosmetik dan jenis perawatan tubuh lainnya. Bahkan tidak jarang dia menyupir sendiri. Kadang ke Bandung, Semarang, Bali, Padang, Medan dan kota-kota besar lainnya di daerah. 

Nggak takut perampokan?

Siapa sih yang nggak takut. Tapi sampai sekarang saya belum dan hendaknya jangan sampai terjadi deh. Kiat saya hanya hati-hati dan waspada. Artinya punya kepekaan diri. Semua itu memang telah ditanamkan orangtua kepada saya sejak kecil. Makanya saya dalam berusaha nggak pernah ragu-ragu!" papar Bella menutup perbincangan di puncak acara FFI 1992 yang cukup meriah itu. 

Tuesday, July 7, 2026

RARA AZIS ,

 


RARA AZIS, FILM PERTAMA PERAWAN LEMBAH WILIS (berita lawas). Ada yang tahu sosok perempuan ini? namanya memang tidak begitu berkibar namun di era 90an ia salah satu artis yang terjun di dunia film maupun layar kaca. 

Lulus SMA di Sulawesi Selatan tahun 1990, Rara Azis merantau ke Jakarta guna mewujudkan impiannya jadi artis yang sudah bergelora sejak pertama kali nonton film di bioskop daerah setempat. "Judulnya Saya Lupa, yang jelas saya langsung berangan-angan, betapa enak dan bangganya kalau bisa main film. DI SMP dan SMA saya ikutan kesenian termasuk aktif mengisi acara di TVRI Sulsel. Tapi karir saya nggak berkembang, karenanya selepas SMA Saya memutuskan pindah ke Jakarta, "kata Rara Azis. 

Sampai di Jakarta, apakah semua berjalan mulus seperti yang  dibayangkan anak ke 5 dari 8 bersaudara? "Ternyata susah ya, harus sabar dan banyak pergaulan. Saya sempat luntang lantung, sebelum akhirnya seorang wartawan memperkenalkan saya pada sutradara Perawan Lembah Wilis, film pertama saya. Tak terbayangkan bagaimana berbunga hati saya ketika itu. Mungkin seperti kembang disiram hujan. Maklum saya hampir putus asa dan hendak pulang ke Sulawesi he..he.hhee" kata Rara sambil terkekeh. 

Untuk selanjutnya, Rara dengan semangat tinggi terus melirik dan menyabet setiap kesempatan yang diberikan, termasuk sinetron dimana Rara membintangi Si Buta Dari Gua Hantu episode Prahara di Padang Tandus. Saya tak pilih-pilih peran, sekalipun penuh resiko, seperti melompat dari ketinggian untuk adegan tarung. Beberapa kali kaki dan pinggang saya terkilir. Maklum, saya bukan pesilat atau karateka, tuturnya. 

Selanjutnya Rara bermain dalam film Wanita Dalam Gairah main bersama Inneke Koesherawati, Rara mengaku tak takut dituding sebagai bintang panas, seperti yagn dituduhkan pada Inneke. "Bukankah sadis dan seks merupakan salah satu rongga nafas dunia film? Jadi nggak perlu ditakutkan. Itu resiko artis dan saya akan menjalaninya sebatas porsi yang diberikan, " ucap Rara tanpa nada ragu. ~MF 235/201/XI/17-30 Juni 1995