Ada yang masih ingat aktris satu ini? BELLA ESPERANCE LEE, UNGGULAN FFI SAJA SUDAH SUKUR (berita lawas). Ketika suara salah seorang pembaca pemenang bergema ke seluruh ruangan gedung Sasono Langen Budoyo TMII, dimana berlangsungnya puncak acara FFI 1992 menyebut nama Lydia Kandou sebagai pemenang utama wanita, berhak menggondol Piala Citra dalam film Ramadhan dan Ramona, tanggal 28/11 1992 , salah seorang dari empat rivalnya, Bella Esperance Lee (27) tampak tenang-tenang saja. Wajahnya tak punya ekspresi. Artinya tidak kelihatan sedih, marah, kecewa atau gembira.
"Benar kan apa yagn saya katakan barusan. Untung saja saya nggak ngomong optimis keluar sebgai pemenang. Kalau sempat itu saya ucapkan, wow.... betapa malunya saya, apalagi bila Anda ekspose di media!" semprot Bella yang duduk disisi kiri Nurul Arifin pada wartawan MF.
Sejak semula, yaitu sebelum pengumuman FFI 1992 dimulai, Bella memang telah mengemukakan panjang lebar bahwa dia tidak terlalu ngoyo memikirkan Piala Citra. Dia menyadari bahwa sebagai orang baru, masuk sebagai unggulan saja sudah merupakan keberuntungan karirnya yang dimulai sejak 1989 ketika membintangi film Catatan Si Boy III.
"Wajar kok, saya kalah. Masih ada yang lebih berbobot, lebih matang, yang tentunya lebih pantas menerima Piala Citra. Sedangkan Nurul Arifin dan Paramitha Rusady saja nggak terpilih. Padahal mereka cukup punya keberadaan di bidangnya. Apalagi saya!" Ucap Bella yang malam itu memakai baju warna hitam pekat.
Kendati demikian, Bella dalam hal ini mengemukakan sangat berterima kasih pada Arifin C Noer yang telah memasangnya sebagai Maryati di film Bibir Mer, hingga ia masuk unggulan. Banyak masukan pelajaran yang diprolehnya dari proses main dan pembuatan film Bibir Mer tersebut.
"Rasanya memangagak lain main di film Bibir Mer ketimbang film-film sebelumnya. Pak Arifin begitu sangat serius mengarahkan akting saya. Dia nggak segan-segan negor dan memberikan contoh yang sesuai dengan peran saya," ungkap Bella, putri pasangan dari William Lie Hong, dan Marquerite Esperance de Letang yang lahir di Singapura, 6 Agustus 1965 ini.
"Masih banyak waktu dan kesempatan lain. yang penting saya petik di tahun 1992 ini adalah dengan masuknya saya sebagai unggulan dan film Bibir Mer telah membuka cakrawala karir saya, " lanjut Bella lagi.
Terlepas pembicaraan karirnya yang cukup hangat itu, sekarang Bella mengaku sibuk mengurusi usaha bisnis barunya, yang terdiri dari bahan-bahan peawatan tubuh, yang katanya khusus didatangkan dari China, Jepang dan Korea.
"Saya bekerjasama dengan sebuah perusahaan di Jakarta untuk memasarkannya. Yah, cukup laris juga sih. Barang-barang itu banyak peminatnya di Indonesia. Dan hasilnya, lumayanlah untuk tabungan masa tua, he..he... , "ujar cewek dengan tinggi 167 cm yang memulai karirnya sebagai peragawati ini.
Untuk memasarkan produk luar itu, Bella kerap keluar daerah dengan mobilnya yang penuh sesak barang-barang kosmetik dan jenis perawatan tubuh lainnya. Bahkan tidak jarang dia menyupir sendiri. Kadang ke Bandung, Semarang, Bali, Padang, Medan dan kota-kota besar lainnya di daerah.
Nggak takut perampokan?
Siapa sih yang nggak takut. Tapi sampai sekarang saya belum dan hendaknya jangan sampai terjadi deh. Kiat saya hanya hati-hati dan waspada. Artinya punya kepekaan diri. Semua itu memang telah ditanamkan orangtua kepada saya sejak kecil. Makanya saya dalam berusaha nggak pernah ragu-ragu!" papar Bella menutup perbincangan di puncak acara FFI 1992 yang cukup meriah itu.
