"AKAL AKALAN" Komedi mengakali Calon Mertua (film lawas). Masih ingat pada ulah Kadir Doyok dalam menghadapi calon ayah mertua galak, Pak Harja (Robert Syarief), dalam film komedi yang sukses besar di awal tahun 1991 "Ikut Ikutan"?.
Nah kini kisah dua bujang lapuk itu dilanjutkan dalam film komedi gres "AKAL-AKALAN" yang tetap diproduksi oleh PT. Parkit Films, namun diedarkan oleh PT. Bola Dunia Film.
"Kami memang telah sepakat untuk bekerjasama. Jadi urusan produksi film oleh kami, "ujar Raam Punjabi, produser Parkit Film sambil menunjuk rekannya, Jiwat, produser Bola Dunia, "Lalu untuk peredarannya ditangani oleh mereka".
Raam harus diakui sangat lihai dalam mengaduk berbagai unsur adegan kocak untuk dirangkai menjadi satu cerita komedi yang utuh. Apalagi memang sudah lama kompak dengan Arizal selaku sang dalang yang mampu mewujudkan ide-ide sang produser.
Dua pelawak yang slalu dipasangkan, Kadir-Doyok, juga nampak semakin kompak dalam mengumpankan bahan tertawaan. Diperkuat oleh Fuad "Wan Abud" Alkhar.
Lalu dua primadona diperankan oleh Kiki Fatmala dan Lia Warokka (menggantikan peran Ayu Azhari dalam "ikut Ikutan").
Sang Camer galak juga dilanjutkan perannya oleh Robert Syarief. Diramaikanlagi oleh sebarisan figuran cewek seksi.
Pada Awalnya Pak Harja, ayah Abud, Rosa dan ira, sama sekali tak menyukai Kadir Doyok yang dianggapnya merayu kedua putrinya hanya karena mengincar hartanya belaka. Namun lambat laun kekolotan pendiriannya ini berubah. Dengan mata kepalanya sendiri, Pak Harja melihat keteguhan dan kesungguhan hati kedua bujangan ini ketika mereka menginap di villanya.
Ketika membaca adanya Lomba Tari Modern, timbul ide Ira untuk melatih mereka menari bersama. Sementara Abud disibukkan dengan problema mencari calon isteri. Dari sebuah Biro Jodoh ia mendapatkan daftar sejumlah cewek. Sebagai calon saudara ipar, Kadir-Doyok mau tak mau diminta ikut membantu menyeleksi.
Dimanapun bekerja, karena masih belum berpengalaman, Kadir-Doyok selalu bikin onar. Antaranya dipabrik kue dan disebuah restoran. Belum lagi melayani cewek-cewek calon istri idola untuk Abud lewat testing pacaran lebih dulu. Kacau balau segalanya.
Apa boleh buat, terpaksa Kadir-Doyok harus main akal-akalan untuk menutupi kegagalan mereka. ~ sumber MF 142/109/TH. VIII, 7 - 20 Des 1991
