Showing posts with label sally marcellina.. Show all posts
Showing posts with label sally marcellina.. Show all posts

Saturday, April 25, 2026

FILM SI DOI


FILM SI DOI, Film remaja nampaknya menunjukkan kebangkitan di akhir 80an. Dua film pop yang menjadi acuan adalah film Catatan Si Boy dan Lupus. Sesudah itu boom film-film remaja. Semua berusaha menghadirkan dunia remaja. Tapi tak semua bisa. Yang celaka, muncul film yang maunya ngremaja, yang digarap oleh sutradara yang tak ngerti dunia remaja. Dan kesan itu adalah brisik dan cerewet. Film "Si Doi" garapan Atok Suharto memiliki kesan begitu. 

Ini kisah tentang Doi, mahasiswi yang studi di Los Angeles yang kebetulan berlibur di Indonesia. Nampak Doi duduk di pesawat dengan penumpang bule-bule yang kaku seperti mayat, dan Doi sibuk berwalkman ria sambil kepalanya geleng-geleng. 

Tapi ah, ternyata tidak hanya bule saja. Ada Alex anak jendral (ngakunya) yang tertarik pada Doi lalu bikin akal-akalan kenalan dengan Doi yang sikapnya chic, acuh dan maunya mandiri. Pertemuan yang dibuat-buat ini semakin di buat-buat pada adegan-adegan selanjutnya. Tengok saja bagaimana sesudah itu Doi nyelonong ke kampus dengan alasan mencari lnge dan kawan-kawannya, termasuk si Gugun. Hasil pertemuan setelah itu adalah film berisik, cerewet dan wah. 

Sebab cerita sleanjutnya memang tak ada. Kalaupun toh diada-adain maka Doi yang ngrojer Joe, yang di taksir Helen, kemudian perang kelompok antar remaja pimpinan Helen dan Inge. Tidak berant*m fisik, memang, tapi dialihkan pada ekspresi berant*m senam dan kebut-kebutan yang kesannya pamer mobil. Sebab belum ada setengah menit, mobil Helen nyungsep ke selokan. Bluk!!

Sejak awal, penonton dijejali dengan adu celotehan yang (maaf) bikin risih di kuping dan saling berseliweran, saling jegal dan masuk telinga kita. Kalau dialog ceplas ceplos keliru menangkap jiwa remaja.

 Tapi menghadapi film remaja yang begini tak perlu emosi atau ditanggapi denga kacamata melecehkan atau apriori. ya kalau kita tak menikmati maknanya, tak bisa melihat sikap runtut dalam bercerita, kita boleh kok melihat ini dengan sikap seperti seorang yang datang dari sebuah pameran foto. Film "si Doi" agaknya memang penuh pajangan foto para remaja yang manis-manis. Jangan bicara soal akting atau karakter. Si Doi memang seperti permen yang bikin tak ngantuk sembari mengunyahnya, tanpa rasa apa-apa. Sedikit terhibur, kita bisa menikmati Puput Novel yang paling bermain santai dan enak . Selebihnya? hmm ~MF 063/31/Tahun V , 26 Nov - 9 Des 1988

Produksi PT Andalas Kencana Film

Suradara : Atok Suharto

Skenario : Agusti Tanjung

Penata Musik ; Areng Widodo

Pemain : 

Sally Marcellina  sebagai Si Doi

Tio Pakusadewo sebagai Joe

Agyl Shariar sebagai Alex

Iyut Bing Slamet sebagai Inge

Nindy Ellese sebagai Helen

Puput Novel sebagai Adik Doi , dibantu oleh Dian Nitami, Sabrina Ayunani, Yunita Yuniani, Rina Hassim, Dody Widjaya.