Showing posts with label Lenny marlina. Show all posts
Showing posts with label Lenny marlina. Show all posts

Sunday, July 12, 2026

LENNY MARLINA, AKTRIS LAWAS YANG TERJUN KE SINETRON


 LENNY MARLINA, SETELAH VAKUM MAIN FILM, KEMBALI DIPERTEMUKAN DENGAN Drg. FADLY dalan SINETRON. (berita lawas). Kawin Perak adalah istilah untuk pasangan yang merayakan ulang tahun ke 25 perkawinan mereka, kemudian kawin Emas bila telah mencapai 50 tahun. 

Tapi mengapa Lenny Marlina menyebut dirinya Kawin Perak dengan Drg. Fadly? Lenny menyebutnya kalau ia dengan Fadly sudah 25 tahun jadi pasangan dalam film. 

Kalau di tanya siapakah aktris Indonesia yang paling banyak main film, paling panjang datar filmographynya, tiak lain tidak bukan adalah Lenny Marlina. Kalau mau dihitung jumlahnya nyaris mencapai 100 judul. Hebatnya hampir semuanay sebagai pemeran utama. 

Mungkin dalam soal jumlah, bisa saja Rima Melati lebih besar, namun Rima belakangan lebih banyak sebagai pemeran pembantu belaka. Itu bedanya dengan Lenny yang tetap bertahan diatas, sejak ditemukan sineas besar perfilman nasional, Usmar Ismail untuk di dapuk jadi pemain dalam film  Ananda (1970). 

Mojang kelahiran Bandung, 19 Februari 1954 ini, baru memasuki usia 16 tahun, ketika pertama kali berkenalan dengan kamera. Bermain sebagai Ananda, gadis praremaja yang menjajakan pisang goreng sampai menjadi petualang cinta dengan banyak lelaki. Berkat seorang wartawan yang berdedikasi tinggi, Ananda dibimbing, sampai kelak diperistri tokoh pejabat tinggi, Tapi menemui nasib tragis, dibunuh seorang misterius justru dengan keris warisan kakeknya sendiri. 

Walau it film pertamanya dan mendapat lawan main kawakan seperti Rachmat Hidayat, Mieke Wijaya, Galeb Husein dan lain-lainnya, tokh Lenny mampu menampilkan akting cemerlang. Bahkan merebut piala Pendatang Baru Terbaik dalam Festival Film Asia 1971 di Taiwan. 

Dalam perjalanan karirnya kemudian, Lenny mengoleksi piala KAtris Terbaik antara ladin dari PWI untuk Biarlah aku pergi, (1971), Dimana Kau Ibu (1973), Ranjang Pengantin (1975)dan PIala cerita untuk Rio Anakku (1974).

Di wawancarai saat selamatan produksi sinetron kau Selalu Di Hatiku produksi Rapi Film, berikut petikan wawancaranya. 

Jadi sekarang Lenny Marlina kembali ke dunia akting. Tapi rasanya ini bukan sinetron  perdana Anda kan?

Ya, memang saya cukup lama tidak main film, tapi saya sempat main sinetron juga lho. Antaranya lewat serial "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", karya terakhir Wim Umboh, dimana saya menjadi seorang guru wanita yang berdedikasi penuh dalam mendidik murid-muridnya. Terus saya juga main diserial Panggil Aku Prita. 

Apakah memang tak ada yang menawari anda untuk bermain sinetron sebelum ini? Ada juga sih beberapa produser dan utusannya yang menghubungi saya. Antara lain dari Multivision plus, juga pernah menawarkan untuk berperan di Masih ada Waktu, Fadly yang juga dihubungi, memang mengajukan syarat minta saya yang main. 

(Tapi kemudian tokoh suami-istri Burhan-Karsih batal diperani Fadly - Lenny melainkan untuk Ikranegara-Nungki Kusumasuti. Akan hal ini Fadly nimbrung komentar, "Waktu saya baca skenarionya, saya bayangkan bermain jadi Pak Burhan yang melarat, sampai waktu hujan mesti naik ke atap untuk membetulkan genteng rumah yang bocor. Jadi ingat film tempo doeloe, habis sekarang saya kan biasa tampil jadi tokoh kaya dan necis dalam sinetron. Tapi kalau mainnya sama Lenny, saya mau deh! dan ternyata mereka ketemu jodoh lagi di "Kau Selalu Di hatiku"

Anda sering sekali bermain berpasangan dengan Fadly, masih ingat berapa banyak jumlahnya? 

Wah, lupa tuh, tapi rasaya sih diatas sepuluh judul, antara lain yang paling berkesan , Malam Pengantin, Cinta Rahasia, Dr. Firdaus, Gadis Simpanan, Hanya Untukmu dan Janji Sarinah. 

Sinetron ini (Kau Selalu Di Hatiku) rasanya pernah ada filmnya?

Ya, judulnya memang hampir mirip, filmnya Selalu Di hatiku, kebetulan produksi oleh Rapi Film juga dan dimainkan oleh saya. Disana saya jadi istri Hendra Cipta, dan ibunya Santi Sardi. SUtradaranya, Hasmanan, mematikan tokoh yang saya mainkan karena kena penyakit tipes. Ceritanya beda sekali dengan sinetron ini yang disutradarai Ida farida. 

Bisa Cerita sedikit tentang sinetron baru ini?

Saya berperan sebagai istri Fadly, dan ibu dari dua anak yang diperani oleh Fatur dan Kinanti. Adalagi keluarga lain yang diperani pasangan Hengky Tornando dan Nunky Kusumastuti yang punya anak-anak, antara lain diperani Dina Lorenza dan Diaz Erlangga. Nah persaingan diantara kedua keluarga inilah yang menjadi dasar cerita. 

Atas dasar apa Anda menerima atau menolak untuk bermain dalam sebuah sinetron? Apakah terutama karena honornya?

Saya memang lagi rindu untuk berakting kembali. Dunia film sudah mendarah daging buat saya. Jelas saya takkan bisa meninggalkan dunia yang sudah membesarkan saya itu. Sampai-sampai saya rindu pada suasana makan nasi bungkus ramai-ramai saat break suting. Kalau soal honor, karena untuk sinetron di perhitungkan per episode, jadi kalau di kumpulkan ya malah lebih besar daripada main satu film. Contohnya, untuk sinetron ini kan terdiri dari 26 episode. 

Tapi memang tidak sembarangan menerima tawaran main, Sesudah membaca sinopsis dan skenarionya, meskipun suka kalau belum sreg saya belum mau di kontrak. Kalau perlu saya melakukan sembahyang tahajud ditengah malam, menunggu datangnya getaran hati untuk menerima atau menolak. 

(perlu diketahui, Lenny memang religius dan suda dua kali menunaikan ibadah haji). ~MF 301/267/XIV, 27 Des 97 - 9 Jan 98



Tuesday, February 10, 2015

LENNY MARLINA DALAM FILM "SELALU DIHATIKU"


Selalu dihatiku
JUDUL FILM : SELALU DI HATIKU
SUTRADARA : HASMANAN
CERITA : HASMANAN
SKENARIO : ARIFIN C NOER
PRODUSER :
PRODUKSI : PT. RAPI FILM
TAHUN PRODUKSI : 1975
JENIS : FILM DRAMA
PEMAIN : LENNY MARLINA, HENDRA CIPTA, KUSNO SOEDJARWADI, SANTI SARDI, MARLIA HARDI, RENDRA KARNO,
SINOPSIS :
Cerita bermula setelah pertemuan Lily (Lenny Marlina) dengan Arif Budiman (Hendra Cipta) pada suatu kesempatan akhirnya berlanjut ke jenjang pernikahan. Lily adalah seorang mahasiswi sedangkan Arif adalah seorang pengusaha dengan modal yang di wariskan dari ayahnya. Perusahaan Arif berkembang pesat dengan di bantu oleh Kus Subroto (Koesno Soedjarwadi).
Setelah menikah dan punya anak, Lily masih meneruskan sekolah untuk memenuhi ambisinya sebagai seorang psikolog, sedangkan Arif sibuk dengan pekerjaannya. Mereka di karuniai seorang anak bernama santi (Santi Sardi). Akibat kesibukan kedua orang tuanya, terkadang ketika bangun tidur kedua orang tua santi sudah tidak ada dirumah. Keadaan ini berulang terus hingga santi merasa kesepian.
****
Untuk menghilangkan kejenuhan Lily mengajak keluarganya mengunjungi kakek dan nenek Santi di Garut. Kebahagiaan Santi pun terlihat karena ia dapat merasakan kedekatan dengan papa dan mamanya. Ketika di Garut Lily merasakan sakit yang terus di bawanya hingga ke Jakarta. Nenek santi (Marlia Hardi) pun ikut mereka ke Jakarta. Ketika Lily merasa kalau sakitnya sudah sembuh maka ia menyuruh ibunya, nenek santi untuk pulang ke Garut karena kasihan dengan kakek yang ditinggal cukup lama. Selama sakit Lily banyak mendapat dukungan dari teman Arif, Kus subrata.
Sakit yang di derita Lily tak kunjung sembuh, untuk mengurangi bebannya Lily curhat dengan Kus tentang kekuatirannya kalau ia meninggal. Ia menitipkan Santi pada Kus untuk sering-sering di tengok. Sementara Kus sendiri menasehati Arif yang sibuk bekerja agar dapat membagi waktu dengan keluarga, karena perusahaan yang ia kelola bersamanya dianggap telah mengalami kemajuan yang cukup. Sebagai seorang sahabat Kus selalu memberikan dukungan terhadap keluarga tersebut.
Puncaknya adalah ketika Lily meninggal. Sepeninggal Lily keadaan Arif menjadi tak karuan. Ia sering menyendiri. Namun Santi selalu berusaha mengembalikan keseimbangan ayahnya. Di akhir kisah, Santi dan Kus menyusul Arif di pantai setelah ia mendapatkan sebuah surat.
********
Selalu di hatiku merupakan sebuah film tentang keselarasan sebuah keluarga. Secara keseluruhan film ini datar-datar saja dengan konflik yang dibangun di film ini nyaris tidak ada.

Wednesday, March 9, 2011

FILM JADUL SI MANIS JEMBATAN ANCOL


JUDUL FILM        : SI MANIS JEMBATA ANCOL

SUTRADARA       : TURINO DJUNAEDY

PRODUKSI           : PT SERENANDE FILM

TAHUN PROD    : 1973

JENIS                     : FILM DRAMA LEGENDA

PEMAIN               : FAROUK AFERO, LENNY MARLINA, KRISBIANTORO, MANSYURSYAH, NADIA GIOVANNA

SINOPSIS :

Film Si Manis Jembatan Ancol produksi tahun 1973 merupakan salah satu film cerita yang sudah melegenda di masyarakat.

Maria (Lenny Maria) dan John (Farouk Afero) seorang anak Kompeni yang merupakan anak buah blasteran Belanda Manado adalah sepasang kekasih. Maria yang seorang Melayu dan John meski seorang Belanda namun berkulit hitam. Bagi teman-teman John, Maria adalah seorang anak yang kampungan. Namun demikian banyak orang yang suka akan suara Maria sehingga dalam beberapa pesta Maria di undang untuk menghadirinya dan di daulat untuk menyanyi.

Namun sayang hubungan Maria dan John tidak di setujui oleh kedua orang tua mereka, sehingga untuk berpacaran mereka selalu melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ayah John menginginkan kalau anaknya akan menikah dengan seorang Belanda juga bukan seorang inlander, demikian sebutan bagi warga pribumi oleh Belanda kala itu. Sementara itu ayah Maria yang sedang sakit Haji Acim (Mansyur Syah) juga demikian, ia menginginkan anaknya memiliki suami orang pribumi yang taat dan soleh.

Mengingat sakitnya yang kian parah, Haji Acim menyuruh Maria untuk mengenalkan pacarnya padanya. Maka segeralah Maria berangkat ke rumah John untuk mengajaknya kerumah, namun belum lagi masuk kedalam, Maria sudah di usir oleh ayah John yang mengatakan kalau ia tidak butuh babu. Maria sedih dan kecewa, ia pun pulang dengan menumpang Sado. Melihat kesedihan penumpangnya, maka supir Sado, Husin (Krisbiantoro) pun iseng-iseng menanyakan penyebabnya pada Maria. Setelah berhasil mengeluarkan uneg-unegnya, maka Husin pun akhirnya bersedia membantu Maria untuk berpura-pura menjadi pacar Maria yang akan di kenalkan pada Haji Acim yang sedang sakit keras. Maka datanglah Husin ke pada Haji Acim dan mengaku telah berpacaran selama 5 bulan. Selama itu pula Maria belum pernah mengenalkannya pada ayahnya.

Sementara itu, ketika Maria sedang mencuci pakaian di kali, John menyusulnya ke kali dan akan mencium Maria. Namun Maria menolaknya yang membuat John menjadi kesal. Sepulang dari mencuci, Maria sudah ditunggu oleh uwaknya di jalan, agar Maria segera menjemput Husin atas perintah Haji Acim ayahnya. Maria di buat bingung, namun agar tidak terjadi apa-apa maka Maria menuruti perintahnya dan segera menjemput Husin.

Setelah Maria dan Husin sampai di rumah, maka baru tahulah ia kalau keduanya akan di nikahkan, karena Haji Acim merasa waktunya sudah dekat walau ajal adalah urusan yang Maha Kuasa. Kali ini untuk menyenangkan orangtuanya lagi-lagi Maria meminta tolong kepada Husin agar ia mau menikahinya secara pura-pura dengan syarat setelah seminggu diceraikan dan tidak boleh tidur sekamar. Karena merasa sudah menolong, maka Husin pun setuju untuk menolong sekalian. Maria dan Husin pun di nikahkan di hadapan penghulu dan secara hokum pernikahan mereka pun sah.

Haji Acim pun senang dan sayang sekali kepada menantunya. Masalah lain timbul, setelah menikahi Maria, Husin mulai jatuh cinta pada Maria dan menuntut Maria untuk melayaninya sebagai suami istri, namun sayang Maria tidak rela begitu saja. Sehingga Husin pun menerima saja, dan tidak jadi melakukan hubungan suami istri.

*****

Di Jalan Husin bertemu dengan John yang sepedanya mogok, john menumpang pada Sado Husin dan minta di antarkan pada rumah Maria. Setelah sampai di rumah Maria, dengan siulan khasnya, John memanggil Maria untuk keluar. Maka bertemulah mereka berdua, dan akhirnya Maria berterus terang kalau dirinya sudah menikah pura-pura dengan Husin, namun Husin yang menguping tidak terima kalau ia menikah pura-pura, ia pun berterus terang pada John kalau pernikahanya adalah sah. John pun marah. Husin dan John berkelahi, sementara Maria lari kerumah setelah diberi pilihan oleh John untuk memilih ia atau Husin.

Akibat perkelahian dengan John, dampaknya Husin menjadi buronan Kompeni. Ia pun tertembak ketika sedang berlari menghindar dari Kompeni yang mencarinya, sementara itu Maria kabur dari rumah. Dalam proses melarikan diri, Maria di ganggu oleh orang jahat dan harta bendanya pun di rampas. Keesokan harinya, orang-orang di buat heboh atas ditemukannya seorang mayat wanita. Sementara itu atas kaburnya Maria, Husin berusaha mencarinya, dan menemukan orang yang merampas baju-baju Maria dan menjualnya di pasar. Husin pun membelinya dan membawannya kerumah Haji Acim. Akhirnya mereka yakin kalau mayat perempuan yang mengapung di kali adalah mayat Maria.

Setelah kematian Maria di kali Ancol, maka pada malam-malam tertentu Maria sering memunculkan diri yang membuat orang-orang pun takut.

*****

Maria si manis jembatan Ancol, atau ada juga yang mengenalnya Mariam, adalah sebuah legenda yang sampai saat ini masih menjadi misteri ceritanya.

Friday, July 30, 2010

FILM JADUL : IBUKU MALANG IBU TERSAYANG




JUDUL FILM        : IBUKU MALANG IBU TERSAYANG

SUTRADARA       : ABDI WIYONO

KARYA                 : EDDY SUHENDRO

PRODUKSI           : PRODUKSI BERSAMA MULTI PERMAI FILM, SANGGAR FILM, ELANG PERKASA FILM, THEATER IDOLA

SKENARIO           : EDDY SUHENDRO

TAHUN PROD    : 1990

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : RINA HASIM, AGUST MELASZ, ANDRE RIDWAN, LISA SURYA, MARIA OENTOE, MILA KARMILA, PEGGY SUKMA, VINA POPPY HENDRIANI, DINA LORENZA, UCI BING SLAMET, NOVITASARI, LENNY MARLINA, IDRIS APANDI

SINOPSIS :

Film Ibuku Malang Ibu tersayang diangkat dari serial Sandiwara Radio dengan judul yang sama karya Eddy Suhendro. Film ini bertabur bintang-bintang terkenal pada jamannya. Film ini di produksi tahun 1990. Film ini juga di bintangi oleh bintang sandiwara radio seperti Maria Oentoe dn Idris Apandi.

Adegan dibuka dengan Ibu Sasongko (Rina Hasim) yang marah-marah dan pergi membawa pisau walau dicegah oleh Sasongko (Agus Melasz) untuk pergi kerumah seorang wanita bernama Corie(Mila Karmila). Ibu Sasongko marah-marah karena mengetahui kalau rumah yang ditinggali oleh Corie ternyata adalah pemberian Sasongko suaminya, kemarahan Ibu Sasongko bertambah ketika mengetahui kalau corie mengandung anak Sasongko. Corie di usir, namun sebelum pergi Corie berjanji akan mengajarkan anaknya untuk balas dendam. Sementara itu di rumah Sasongko bersandiwara dengan menuduh bawahannya yang telah menghancurkannya dengan menyebarkan siapa Corie pada istrinya, bahkan akhirnya dia dipaksa mengaku oleh Sasongko baha dialah yang menghamili Corie. Tentu saja akhirnya Ibu sasongko mulai percaya walau itu hanya sandiwara saja.

Delapan belas tahun kemudian, cerita pun berlalu. Di keluarga lain , Keluarga Pras (Elsa Surya) ayah Baskoro dan Istrinya (Maria Oentoe) sedang berlibur dengan anak-anak mereka, Baskoro (Andre Ridwan), Damayanti(Poppy Hendrani) dan Vina (Peggy Melati Sukma). Mereka adalah rival dari keluarga Sasongko.

Sementara Corie sudah memiliki anak yang menginjak remaja bernama Sony akibat hubungannya dengan Sasongko.  . Sementara itu Sasongko yang sangat licin tetap dengan gayanya yang culas dan licik. Di kantor ia juga memiliki selingkuhan dengan sekretarisnya bernama Etty (Uci Bing Slamet), namun liciknya Sasongko, ketika istrinya datang, selalu saja bisa berkelit dan selalu bersikap manis. Sementara itu Baskoro.

Suatu hari Sony yang jatuh cinta pada Yashinta (Dina Lorensa) datang kerumahnya, namun sayang sekali Yashinta tidak suka pada Sony hingga ia meninggalkan begitu saja diluar pagar. Ayah Yashinta, Himawan akhirnya keluar menemui Sony, dan akhirnya mengantarkan Sony kerumah orangtuannya. Himawan tanpa sengaja akhirnya bertemu kembali dengan Corie stelah 18 tahun tidak ketemu. Sony curiga dan mendesak Corie untuk menceritakan siapa ayahnya sebenarnya, namun Corrie selalu menutup-nutupinya. Hingga suatu hari Sony bertemu dengan himawan, lelaki yang di ketahui pernah bekerja pada seseorang yang ada hubungannya dengan masalalu Sony. Sony bertekad untuk mencari siapa ayah sebenarnya.

****

Sasongko makin bertindak sesuka hatinya dengan menghalalkan segala cara. Sasongko menginginkan sebuah gedung untuk dimiliki, namun gedung tersebut adalah milik keluarga Pras (Elsa Surya), dan  Bapak dari Baskoro tidak mau memberikan saham pada Sasongko. Apalagi Ia tahu kalau Sasongko merupakan orang yang licik., sehingga ia tidak mau melepaskan sahamnya pada Sasongko, sedangkan Himawan datang ke kantor Pras. Himawan di puji atas keberhasilannya, namun dengan merendah ia menceritakan kalau dirinya berhasil setelah lepas dari Sasongko.

Sasongko yang menginginkan sebagian saham dari gedung yang dibuat oleh Pras melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.  Ia mengumpankan Tante Nur (Leni Marlina) agar tujuannya tercapai. Ia masuk ketika terjadi guncangan di keluarga Baskoro akibat pembangunan gedung yang telah di rencanakan. Bak seorang Dewa, Nur datang menolong menyuntikkan dana dan mau di bayar mundur dengan syarat keluarga Baskoro mau memberikan jaminan , termasuk jaminan rumah. Namun hal ini ternyata salah, karena kedekatan Ayah Baskoro dengan tante Nur berhasil direkam oleh baskoro dan diberikan pada Ibunya. Akhirnya Ayah baskoro menceritakan apa adanya pada istrinya, hingga ia mau mengerti. Namun muasibah kembali menimpa keluarga Baskoro, ketika Tante Nur menghentikan pembiayaan pembangunan gedung akibat tidak keluarnya dana akibat di blokir. Dan ini adalah akal-akalan dari Sasongko untuk menghancurkan keluarga Baskoro.. Akibat kebrangkutan ini akhirnya rumah Tante Nur Sendiri ikut di sita, termasuk juga rumah keluarga Baskoro pun disita oleh Sasongko.

Namun keluarga Baskoro sudah mempersiapkan mental dan siap tinggal dengan rumah yang lebih kecil sehingga tidak stress dibuatnya. Dibalik kejadian semua itu, Baskoro ingin bangkit.

****

Baskoro mengantarkan Yashinta selepas jalan-jalan. Ketika sampai di pintu masuk, Baskoro mendengar ribut-ribut di rumah Himawan orang tua Yashinta. Ternyata Sony yang datang ingin mengetahui siapa ayah Sony sebenarnya, namun Himawan tidak mau meberitahukan siapa dia. Hingga akhirnya Sony mengeluarkan pisau. Namun akhirnya berhasil di lumpuhkan oleh Baskoro. Esok harinya di sekolah Baskoro bertemu dengan Sony untuk memberikan surat dari Pak Himawan yang berisi siapa ayah Sony sebenarnya.

Setelah mengetahui siapa ayahnya, akhirnya Sony mendatangi rumah Sasongko. Namun Ibu Sasongko marah besar.  Ia ingin menuntut balas akan perlakuan terhadap Ibunya. Ia merasa betapa malang Ibunya. Sementara itu Ibu Sasongko datang kerumah Etty setelah diberitahu oleh Sony bahwa suaminya sedang bersama selingkuhannya. Namun Ibu Sasongko tidak berhasil menemui Etty.  Ia pulang kerumah, dan seperti biasa disambut Sasongko dengan manisnya. Lelaki bermuka dua…..

*****

Satu episode film Ibuku Malang Ibu Tersayang jelas sangat tidak mencukupi untuk merangkum semua drama seri yang ada di sandiwara radio tersebut. Namun demikian dapat diambil benangmerahnya, siapa sasongko, dan siapa keluarga Baskoro.