CERITA CINTA : MONTIR-MONTIR CANTIK - BAGIAN 10 (FILM LAWAS). Yanti telah mendandani dirinya hingga menjadi sangat cantik. Eva yang membuka semua pakaiannya dan sedang dipijati sambil tengkurap di ranjang oleh Susi, tertawa-tawa mendengar siasat Yanti.
"Hebat, hidup Yanti!" puji Susi.
Jadi juga Yanti pergi dengan Pak Anom yang tidak anom itu. Mereka memasuki sebuah perkantoran kelas satu. Yanti memilih tempat yang paling strategis, lalu berbisik-bisik pada pelayan yang menghampirinya. Si pelayan manggut-manggut. Ia memanggil beberapa rekannya, lalu mulai menyusun beberapa meja mengelilingi meja yang dipesan Yanti.
"Lho Kok?" gumam Pak Anom bingung.
Yanti pandai berdalih. "Biar enak kan?".
Pak Anom terpaksa menurut. Ia merapatkan duduknya dan mulai menggombal, "Kau sangat cantik,".
Tapi Yanti mendahului memanggil pelayan dan memesan sejumlah besar makanan mahal.
Pak Anom bertambah heran, "Lho kok, apa habis?"
Yanti geli, "Tenang aja oom, tenang!".
Pak Anom garuk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Pelayan berbaris-baris membawa baki-baki penuh makanan. Dalam sekejap seua meja telah diisi penuh.
Pak Anom terheran-heran melihat hidangan sedemikian banyak. Belum sempat bertanya, tiba-tiba saja Yanti bersuit. Maka bermunculan teman-temannya, Ada Eva, Murni, Ivonne, Dina, Iyem, Marice, Neneng, Tini, dan Susie yang membawa kue tart berlilin.
Eva menyalakan lilin sambil berbicara, "Hari ini adalah hari ulang tahun rekan kita Yanti. Kebetulan ada relasi langganan kita yang berbaik hati untuk merayakannya. Untuk itu atas nama Yanti dan kawan-kawan saya mengucapkan terima kasih."
Yanti berdiri dan meniup padam semua lilin. Kawan-kawannya bersorak ramai dan mulai menyanyikan lagu, "Panjang umurnya."
Berebutan mereka mengecup pipi Yanti yang berseri-seri girang bisa merayakan pesta meriah tanpa keluar modal. Tinggal Pak Anom yang setengah semaput karena harus menanggung biaya pesta yang cukup besar!********bersambung ke bagian 11
