Showing posts with label Seputih Kasih Semerah Luka. Show all posts
Showing posts with label Seputih Kasih Semerah Luka. Show all posts

Tuesday, April 21, 2026

SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA

 


SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA, BENTUK LAIN EKSPLOITASI KAUM HAWA, (Film Lawas), Mengeksploitasi kaum hawa dalam film, memang tak selalu harus dengan menuntut mereka memamerkan paha, buah dada atau lekuk bentuk tubuhnya. Wim Umboh, sutradara ini telah mencontohkan eksploitasi itu dalam bentuk lain. Bukan terhadap tubuh seorang wanita, tapi terhadap nasib dan kehidupannya. Setidaknya itulah yang dialami Ida Iasha (Marissa) dalam film Wim Umboh "Seputih Kasih Semerah Luka".

Wim, tanpa tedeng aling-aling telah mengeksploitir Ida Iasha hingga menjadi wanita yang sangat menderita. Dinikahi seorang pria impoten meskipun kaya, lalu di perkosa bekas pacarnya sendiri, kemudin dijual oleh sang pacar pada pria hidung belang, lalu kehilangan anak tersayang, lalu gila , lalu membunuh, lalu diadili dan akhirnya masuk rumah sakit jiwa. 

Selalu tampil sebagai wanita yang menderita dalam film-filmnya, ditangan Wim, Ida Iasha ternyata dibuat lebih menderita lagi. Lebih mengenaskan, lebih tersiksa. Wim Umboh kali ini memang tidak tanggung-tanggung dalam mendedelduelkan nasib wanita. Marissa contohnya, wanita cantik itu ditangan Wim, telah jadi secarik gombal yang sama sekali tak punya harga. Wim, lewat filmnya ini, kayaknya ingin mengatakan bahwa kecantikan tak selalu membuat pemiliknya berbahagia, Marissa contohnya.

Diangkat dari novel karya Nina Pane "Annisa". Seputih Kasih Semerah Luka, bercerita tentang seorang wanita bernama Marissa yang dinikahi Eleke (Ikang Fawzi). Perkawinan itu tidak berjalan harmonis karena Eleke ternyata impoten akibat kecelakaan mobil. Kebutuhan biologis yang tak terpenuhi itu membuat Marissa mejadi pemurung dan terseret pada kehidupan yang tak bergairah. Ia kemudian bergaul dengan wanita-wanita penghibur kelas atas dan mengusir kegelisahannya dengan keluar masuk klab malam. Dampai kemudian ia bertemu dengan Dandun (Rico Tampatty), bekas pacar lamanya.

Dandun kemudian memperkosanya. Lalu dengan kedok cinta, Dandun yang sebenarnya ingin balas sakit hatinya pada Marissa, menggerogoti wanita itu. Malah tega-teganya Dandun menjual Marissa pada pria hidung belang. Dan, setelah semua itu terpenuhi Marissa, Dandun pun denga begitu saja mencampakkannya. Sedang Eleke, suaminya, tak memiliki daya apa-apa ketika sang ibu memintanya menceraikan Marissa karena memergoki mantunya sedang digagahi Dandun.

Marissa yang terusir, lalu pergi dari rumah Eleke hanya dengan membawa tas butut. Anaknya sendiri, yang sebenarnya bukan benih Eleke, tidak dibolehkan sang ibu dibawa. Lengkaplah kemudian pendieritaan marissa. Apalagi setelah dia compang camping dan gila, Wim mencampakkannya ke Rumah Sakit Jiwa. 

Menyaksikan "Seputih Kasih Semerah Luka" kita melihat betapa sadisnya Wim mencabik-cabik hidup seorang wanita. Wim kali ini memang tidak mengeksploitasi kaum hawa, dengan memamerkan paha atau buah dada mereka. Tapi tindakan Wim yang terkesan begitu dingin dalam menentukan nasib Marissa, mengesankan sekali betapa Wim sedang mendendam pada kenyataan hidup yagn dilihatnya. Akibatnya, wanita ditangan Wim kali ini menjadi begitu tragis. Pada gilirannya kemudian, tanpa bisa ditampik, Wim telah hadir sebagai seorang pemotret kenyataan yang begitu sadis.

Hidup Marissa adalah hidup seorang wanita cantik yagn tragis. Ini memang kenyataan. Dan Wim ingin mengungkit tragedi itu, Wim ingin mengangkat nasib malang yang banyak dialami para wanita cantik itu. Jelas, ini upaya Wim yang cukup menarik. Meskipun dalam upaya tersebut, Wim begitu mengeksploitasi kemalangan tersebut sehingga berkesan sekali ingin menguras air mata penontonnya.

Namun begitu sebagai film, "Seputih Kasih Semerah Luka" cukup menarik untuk dilihat . Bukan saja karena Wim menampilkan kemalangan seorang wanita secara habis-habisan, tapi juga karena Wim telah memilih kerabat kerjanya dengan tepat. kamera ditangan Akin, misalnya, berhasil menampilkan nuansa yang diinginkan Wim. Sementara musik yang ditangani Billy J Budiharjo juga cukup memberi arti bagi adegan yang berlangsung.

Biar begitu, bukan lantas Wim tanpa kelemahan. Setidaknya dalam hal editing, Wim terkesan amat tergesa-gesa. Begitu juga dalam menyusun adegan, Wim terlihat sangat mengabaikan logika. Lihat saja, ketika Dandun ditemui Marisa di rumah kontrakan lelaki itu, tiba-tiba saja muncul tiga orang ria yang menagih hutang pada Dandun dan menghajarnya hingga Marissa terpaksa membayar hutang tersebut. Secara keseluruhan adegan itu memang bisa diterima. Tapi karena adegan tersebut hadir tanpa gambaran awal, terkesan sekali jadi mengada-ada. Bukankah tanpa adegan itupun, penonton sudah tahu Dandun itu bejat? Setidaknya lewat dialog para pelakunya. Begitupun  kita patut gembira dalam konsisi fisik masih mampu berbuat. Dan itu cukup membahagiakan, meskipun Wim tidak menghadirkan bal-hal yang baru.~Mf. 063/31/Tahun V, 26 Nov - 9 Des 1988.

Thursday, January 27, 2011

FILM JADUL : SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA



JUDUL FILM        : SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA

SUTRADARA       : WIM UMBOH

PRODUKSI           : PT  ELANG PERKASA  FILM

CERITA                  : NINA PANE

PRODUSER          : HATOEK SOEBROTO

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : IKANG FAWZI, IDA IASHA, RICO TAMPATY, RIMA MELATI, RATNA RIANTIARNO, YENNY FARIDA, FENDY SUKOWATI

SINOPSIS :

Marissa (Ida Iasha) menikah dengan Elanda(Ikang Fawzi). Namun pernikahan Marissa dan Elanda hambar, karena ternyata Elanda Impoten dan tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai suami. Namun sayang sekali keadaan ini tidak diketahui oleh mama Elanda (Rima Melati), sehingga Mama selalu menganggap baik-baik saja keadaan pernikahan anak tunggalnya Elanda. Bahkan ia juga menganjurkan Marissa untuk bersenang-senang memanjakan diri karena begitu sayangnya pada menantu perempuannya. Dilain sisi, Marissa sangat tersisa dengan keadaan ini, namun ia memendamnya dalam hati.

Keadaan ini membawa Marissa berkenalan dengan Indri, temannya yang juga telah bersuami namun suka menggoda laki-laki lain demi uang. Namun sayang meski Indri ingin menjerumuskan Marissa, ia tidak berhasil. Indri marah pada Marissa. Selepas dari Indri, Marissa berkenalan dengan Yana (Ratna Riantiarno) seorang janda yang juga menjual kehormatannya pada laki-laki hidung belang. Namun itu semata-mata dilakukan Yana demi uang tanpa harus mengkhianati suaminya karena memang sudah janda. Kepribadian Yana menarik hati Marissa untuk berteman dan berbagi keluh kesah.  Yanalah orang yang mengerti keadaan Marissa.

Suatu malam, Yana mengajak Marissa ke klub malam, namun sayang Yana harus meninggalkan Marissa karena sudah ada janji dengan lelaki hidung belang. Yana mewanti-wanti Marissa untuk tidak menjawab sapaan lelaki manapun di klub tersebut demi memproteksi Marissa. Namun dasar lelaki hidung belang, ada saja yang berani mendekati Marissa. Adalah pak Bandi (Fendy Sukowati) laki-laki hidung belang yang mencoba mendekati Marissa, namun Ia menolaknya. Secara tidak sengaja pula, Marissa bertemu dengan Doni (Rico Tampaty) mantan pacarnya.

Marissa terjebak stelah ditolong oleh Doni ketika ia di ganggu di klub. Marissa dibawa kerumah Doni. Doni yang memiliki dendam pada Marissa secara diam-diam menaruh obat perangsang di minumannya. Maka malam itu Marissa di perkosa oleh Doni yang memang ingin menghancurkan Marissa. Dan tahulah Doni kalau Marissa masih perawan dan belum di sentuh oleh suaminya Elanda.

Marissa hamil akibat perbuatan Doni. Elanda pun marah di buatnya setelah Marissa berterus terang siapa yang telah menghamilinya.  Melihat kemarahan Elanda, Marissa pergi menemui Doni untuk meminta pertanggungjawabannya untuk menikahinya. Namun disaat yang bersamaan, Doni pura-pura di tagih hutang walau itu hanya akal-akalan saja untuk memeras Marissa. Tanpa rasa curiga, Marissa akhirnya membayar hutang Doni, yang pada akhirnya digunakan oleh Doni dan kawan-kawannya untuk berfoya-foya.

Pada akhirnya Elanda menerima keadaan Marissa, dan meminta Marissa untuk tidak menceritakannya pada Mamanya. Elanda akan mengakui anak Marissa sebagai anaknya. Setelah Marissa melahirkan, tiba-tiba muncullah Doni yang datang mengganggu kebahagiaan Marissa dan Elanda. Tanpa diketahui siapapun, tiba-tiba Doni sudah masuk kekamar Marissa yang sedang bermain dengan anaknya. Doni memaksa Marissa untuk melayaninya. Sementara itu anak Marissa menangis dibuatnya. Mendengar cucunya menangis, maka Mama elanda pun datang ke kamar Marissa. Namun pemandangan yang ia lihat membuatnya syok. Marissa sedang ditindih oleh Doni. Akhirnya Marissa di usir oleh Mama elanda.

Doni dan Marissa akhirnya hidup berdua, namun sayang Doni yang tujuannya ingin menghancurkan Marissa kerjaannya hanya menghabiskan harta Marissa, bahkan ia tega menjual Marissa pada Bandi. Setelah Marissa hancur Doni akhirnya meninggalkan Marissa. Akhirnya Marissa menjadi gila.

Pada akhir kisah, Doni akhirnya mati terbunuh oleh Marissa setelah Marissa berhasil mengikuti Doni yang ingin memeras Elanda. Namun karena Marissa gila, maka ia tidak dapat di vonis untuk menerima hukuman. Marissa bebas dari hukuman, dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

*****

Acting Ida Iasha yang merupakan pemain film terkenal saat itu mampu memukau penonton. Film berdurasi 88 menit ini di mainkan secara baik oleh Ida Iasha dan juga Rico Tampati yang berhasil membuat penonton ikut gemas dibuatnya.