Showing posts with label sinetron saur sepuh. Show all posts
Showing posts with label sinetron saur sepuh. Show all posts

Friday, April 10, 2026

TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV


 TERPELANTING DI BIOSKOP, SAUR SEPUH LONCAT KE TV, (Kabar lawas). Sandiwara Radio Saur Sepuh karya Niki Kosasih ternyata masih dilirik produser. Kisah fiktif dibalut kesejarahaan itu, diangkat ke layar sinetron setelah Imam Tantowi dan Torro Margens (eps Istana Atap Langit ) diangkat ke layar lebar. 

Abdul Kadir, yang di percaya PT. Global Sarana Media, telah menyelesaikan 6 episode dari rencana membuat 52 episode. Episode 7 -12 dikerjakan Ida Baron asisten sutradara, di Solo. 

Sementara Denny HW yang dipercaya PT. Menara Gading Citra Perkasa, baru akan memulai syutingnya pertengahan Mei 1993. Nampaknya memang ada semangat besar didua perusahaan ini, tentu dalam rangka banting stir akibat kelesuan industri perfilman Indonesia dewasa ini. Semangat itu tampaknya juga adalah semangat bisnis. Sekedar mengingat, beberapa tahun lalu, dua perusahaan film yang melihat peluang pasar film , memanfaatkan popularitas Saur Sepuh di radio ke layar perak. Tobali Indah Film, mempercayakan Brahma pada Jimmy Atmadja dengan bintang pendukung antara lain Novia kolopaking, Rani Soraya, Ferry Fadly serta sejumlah nama lain. 

Kanta Indah film yang telah membeli kisah itu dari Kalbe Farma, mempercayakan penggarapan Satria Madangkara pada Imam Tantowi, dengan bintang Murtisaridewi, Elly Ermawatie , Fendy Pradana, Hengky Tornando serta sejumlah nama lain. 

Garapan Tantowi, ternyata membom pasar. Menurut kabar, keuntungan bersih yang diperoleh mencapai Rp. 2 Milyar lebih. Pesanggrahan Keramat, Kembang Gunung Lawu seperti dituturkan Niki Kosasih, penulis cerita, benar-benar mengeruk keuntungan. "Saya sampai mendapat bonus dari produser Kanta Indah Film, Handi Mulyono."

Sukses Kembang Gunung Lawu ternyata gagal ketika diikuti episode Titisan Darah Biru. Banyak penyebabnya memang. Salah satunya, beredarnya Robin Hood, film produksi Amerika, juga faktor lain. Film saya itu tidak didukung promosi dan publikasi yang semestinya, " ucap Imam Tantowi. 

Sementara Brahma Kumbara (Brahmana Manggala , maksudnya) - Saur Sepuh 'imitasi' seperti diungkap Gunawan Prihatna, produser Tobali Indah, juga memperoleh pasar ang baik. Kebetulan produksi itu beredar lebih dulu. 

Kini ketika Mahkota Mayangkara yang juta telah populer sebelumnya di radio dan divisualkan ke sinetron memperoleh sambutan yang baik dari masyarakat yang otomatis "memancing" sejumlah sponsor terlibat didalamnya, cukup wajar jika dua ruma produksi menganggap masih terbuka peluang mencari iklan dan bertambahnya stasiun tv swasta melirik dan memanfaatkan popularitas Saur Sepuh ke bentuk sinetron. 

"Pada Mulanya kami lebih tertarik untuk mengangkat cerita SH Mintardja, Nogososro Sabuk Inten, tetapi pihak Kalbe sebagai penyandang dana memilih Saur Sepuh karena pertimbangan-pertimbangan tertentu, ' kata Deddy Mizwar, produser PT. Global Sarana Media Nusantara. 

Tentang cerita yang sama dan dipilih Menara Gading Citra? "Tidak masalah buat kami. Justru yang perlu dipermasalahkan, ketika Niki menjual cerita ke Kalbe, mengapa masih juga dijual ke pihak lain? " kata Deddy, seolah bertanya. 

Ditempat terpisah, Niki Kosasih mengakui bahwa ceritanya itu memang telah di beli Kalbe Farma beberapa waktu lalu. kalau sekarang perusahaan lain mengangkat Saur sepuh ke panggung sinetron, ya saya senang saja, katanya enteng. 

Seperti diakui Niki , Saur Sepuh adalah kisah fiktif. Karenanya, pihaknya tidak memersoalkan benar pilihan kostum yang digunakan Abdul Kadir. "Cuma masalanya kalau dia tidak bertahan pada pilihan, dia akan mengalami kesulitan terutama ketika cerita itu bersetting Majapahit, pajajaran atau Tanjungsingguruh, katanya. 

Deddy Mizwar tidak sependapat dengan pernyataan Niki. Dinyatakan, sepengaetahuannya di Indonesia tidak pernah di kenal kerajaan Madangkara. "Karena kerajaan itu fiktif, maka tidak perlu dipersoalkan benar atas pilihan kostum. 

Abdul Kadir ditempat berbeda menyatakan, dibanding dengan kostum yang digunakan Imam Tantowi ketika dipercaya Kanta Indah Film menggarap cerita itu, sekali ini memang pihaknya melakukan perubahan, terutama dalam hal kostum. "Kalau saya memilih kostum yang kata Niki, lebih berkesan Mataram pada Abad XX, itu karena pertimbangan teknis. Syuting kami di kraton Solo. Dalam cerita Niki juga disebutkan, telah digunakan meriam Portugis oleh Pasukan Kuntala saat menyerbu Madangkara. Saya menerjemahkan, kejadian tersebut berlangsung sesudah Majapahit runtuh. 

Tidak beda dengan Deddy Mizwar, Abdul Kadir juga yakin bahwa cerita Saur Sepuh adalah fiktif belaka. Karenanya sebagai sutradara yang dipercaya untuk menggarap serial itu, ia mempunyai hak untuk menafsirkan dan mempunyai persepsi tersendiri atas cerita itu. 

Sementara itu Widi Santoso dari Bidang Program TPI mengaku belum tahu jika cerita Saur Sepuh yang ditayangkan TPI juga akan di produksi oleh PT. Menara Gading Citra Perkasa untuk konsumsi ANTEVE. "Yang pasti saur sepuh garapan Abdul Kadir sudah syuting di Solo," katanya.  Mantan wartawan harian Surabaya Post ini juga mengakui, pihaknya belum tahu dan memperoleh penjelasan dari Abdul Kadir atas "penyimpangan" kostum yang digunakan. "Kami akan mempertanyakan dan mencari jawab apa alasan Kadir untuk menggunakan kostum seperti itu,' katanya per telepon. 

Tapi yang pasti kata Imam Tantowi di tempat berbeda ketika dipercaya menggarap sandiwara itu ke layar lebar pihaknyM melakukan serangkaian penelitian, baik dari sejumlah buku maupun diorama yang terdapat di Monas tentang masyarakat Majapahit. Demikian di kutip dari MF No 179/146/TH IV, 15 Mei - 28 Mei 1993