Monday, April 27, 2026

SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA

 


SINETRON HARKAT WANITA, MEMULIAKAN WANITA, "Saya benar-benar merasakan harkat saya sebagai wanita sangat di junjung. Saat membaca skenarionya, saya merinding. Cobaan hidup yang harus di alami Asri, justru membuatnya bertahan. Dan itu juga sebabnya mengapa saya sangat tertarik sekaligus tertantang untuk memerankannya. Adalah salah jika mengatakan, disini wanita sebagai objek. Yang benar adalah wanita sebagai subyek, " kata Ira Wibowo pemeran Asri dalam Harkat Wanita (HW). 

Di sinetron produksi griya produksi Star Vision itu, memang muncul polemik di masyarakat. Banyak pihak menilai, struktur ceritanya HW 'diada-adain" dan Asri sebagai tokoh sental dilahirkan sekedar untuk menguras air mata penonton belaka. Namun sejumlah lainnya menilai perjalanan hidup tokoh seperti Asri "tidak diada-adain" dan bisa terjadi pada setiap wanita. 

Entah secara kebetulan atau tidak, Jumat malam saat sinetron tersebut ditayangkan RCTI, seorang wanita paruh baa, mengaku berasal dari Bandung menemui Shanker RS, produser Star Vision. Pada Shanker wanita ini mengungkapkan perjalanan hidupnya tak jauh beda dengan Asri. "Saya sampai menangis. Saya merasa roh saya ada disana. Saya merasa menjadi bagian dari sinetron ini, " ungkap wanita paruh baya itu ngungun. 

Sinetron garapan Christ Heweldery itu sendiri, sepertinya menjadi sinetron yang diperuntukkan bagi bari-hari istimewa Ira Wibowo. Bagaimana tidak, sejak penayanganperdana pada 1 November 1996, resepsi pernikahan artis ini dengan musisi Katon Bagaskara sedang berlangsung. Saat Ira genap 29 tahun pada 20 Desember 1996, rating sinetron ini meningkat dan makin digemari masyarakat. indikasinya adalah beberapa hari terakhir ini griya produksi yang makin solid dan diperhitungkan banyak pihak itu menerima surat dan telepon empati dari berbagai pelosok tanah air. 

"Telepon dan surat empati dari masyarakat itu mempertebal keyakinan bahwa produksi kami diterima masyarakat luas. Khususnya kaum wanita. Karena seperti telah menjadi kesepakatan dan kami ikrarkan beberapa waktu lalu, diproduksi kami, wanita bukan menjadi objek tapi subjek, " ungkap Shanker. 

Pada episode ke 7 (20 Desember 1996) , Edwin (Adipura) terus memaksa Asri untuk memeras Pak baskoro (Asrul Zulmi). Tetapi Asri menolak dan mengusir Edwin. Kemunculan Rony (Adjie Pangestu) untuk sementara membuat Edwin mengurungkan niatnya memeras. 

Di episode ini juga diceritakan tentang niat Pak Baskoro untuk mengawinkan Asri dengan Roni. Tentu saja Rony yang memang mencintai Asri senang. Pemuda inipun memberitahu pada gadis yang dicintainya itu. Perasaan Asri campur aduk, antara kaget , gembira, muncul juga rasa was-was. Ia takut  Rony meninggalkannya setelah mengetahui siapa dirinya sesungguhnya. 

Namun "mimpi" Pak Baskoro menjodohkan Asri dengan Rony mulai lantak sejak kedatangan Kusuma-Tati. Orang tua Rini (Dina Lorenza) ini menentang hubungan perjodohan itu. Rony yang sudah terlanjur cinta tetap bersikeras untuk menikahi Asri. 

Pada Episode ke 8 (27 Desember 1996), karena takut rahasianya terbongkar, Asri terpaksa memberi uang sebesar 2 juta pada Edwin. Di episode ini juga dikisahkan bagaimana Edwin "menjebak" Rini. 

Rini yang mencintai Edwin tetapi tidak mengetahui perilakunya, tak menolak ketika diajak pergi ke daerah pegunungan sekaligus untuk kencan. Saat mereka bercumbu, Bardin, anak buah Edwin mengabadikan adegan itu dengan kameranya. Foto-foto itu nantinya akan digunakan Edwin untuk memeras Rini. 

Harkat Wanita itu sendiri, seperti dinyatakan Chand Parwez penuh kejutan. Masing-masing tokoh memiliki problem tersendiri tetapi saling memiliki keterikatan. 

Untuk memahami sinetron ini, kata Parwez kita dituntut untuk selalu mengikuti "tidak menyimak satu episode, anda akan kecewa, ' katanya. Tetapi yang lebih penting dari itu semua , lanjutnya, sinetron ini dimaksudkan sebagai contoh sekaligus kaca bagi kita, khususnya kaum wanita bahwa kepatuhan terhadap orangtua adalah mutlak. ~Mf 275/241/XIII/28 Des 96 - 10 Jan 1997

No comments:

Post a Comment