CINTA & NAFSU, KONFLIK PREMAN dan PUTRI PENGACARA, Emil G Hampp sutradara yang blasteran Jerman-Menado dan alumni IKJ ini merupakan sutradara film bioskop terlaris diera pertengahan 90an. Dalam tempo relatif singkat setahun, bisa menggarap 7 film dan serial teve Cinta Kami Cinta. Kerjanya cepat, tangkas dan hemat bahan baku, melampaui rekor sutradara kawakan Arizal, karena rata-rata merampungkan suting dalam waktu cuma dua minggu.
Kreasi terbarunya, semula berjudul Cinta dan Nafsu di Jakarta, namun karena ada pihak yang keberatan, maka dua kata terakhir dihapus. Bintang seksi Febby R Lawrence yang baru tampil dalam Roda Roda Asmara di Sirkuit Sentul, dpertemukan dengan Ibra Azhari, adik kandung Ayu Azhari. Didukung tiga pemain lainya, Christ Michael, Diaz Astuti dan Luciana Gress serta dua veteran Robby Sutara dan malino Djunaedi.
Tokoh utama film ini, Tarsi, pemuda bandel yang gemar mencari perkara. Wataknya berbeda dengan ayahnya yang penyabar dan menduda sepeninggal ibunya. Sang ayah mengelola pabrik kopi tradisional. Tarsi memusuhi ayahnya yang dianggap menjadi penyebab kematian ibunya.
Muncul Clara, remaja putri pengacara kaya yang baru lulus Akademi Bisnis Administrasi di Perth. Clara segera bertunangan dengan paarnya, bisnismen muda Bruce. Namun saat Clara diajak Bruce ke diskotik, ia menarik perhatian Tarsi. Dalam keremangan, Tarsi memeluknya dari Belakang. Clara pasrah karena mengira Bruce yang memeluk. Tapi dua teman Bruce langsung menghajar Tarsi.
Clara meminta temannya, Nancy menyelidiki Tarsi. Diperoleh informasi, Tarsi di tahan dengan tuduhan mencopet dompet Clara. Nancy dan Clara datang ke Kantor Polisi untuk membebaskan Tarsi dari fitnah. Bukan cuma berterima kasih, Tarsi spontan menyatakan cintanya pada Clara, namun si gadis menjelaskan dirinya segera bertunangan. Tarsi tak peduli, bagibjuan hidupnya kini cuma Clara. Apalagi telah mengetahui nomor telepon genggam Clara hingga bisa menghubunginya dimana saja, kapan saja. Dalam hati Clara bukannya tak bersimpati pada Tarsi.
Ayah Tarsi akan menikahi Nita, janda yang mempunyai putri remaja, Cindy. Justru saat Cinty menggoda Tarsi. Ayah Tarsi memergoki. Salah paham dan gusar, ayah Tarsi memukul anaknya. Tarsi sakit hati pergi dari rumah.
Kebetulan Tarsi melihat Bruce bercumbu dengan Nancy. Namun terjadi kerusuhan di diskotek, berbuntunt tewasnya soerang remaja. Tarsi ketiban apes, jadi kambing hitam karena di cap preman oleh polisi.
Ayah Tarsi minta bantuan sahabat lamanya Sutomo, ayah Clara untuk membela Tarsi. Sebenarnya orang tua ini memang sangat mencintai anaknya, kendati kakinya cedera berat hingga mesti diamputasi. Clara yang baru pulang dari Perth ingin menyambangi. Justru di pantai ia bertemu lagi dengan Tarsi yang dibebaskan karena tak terbukti membunuh.
Produksi : PT. Elang Perkasa Film
Manager Produksi : Muchlis Hasibuan
Sutradara - Skenario : Emil G Hampp
Kamerawan : Tantra Suryadi
Penata Artistik : Yassin Kalu
Penata musik : Musya Joenoes
Editor : Nasir Degol
Pemain : Febby R Lawrence, Ibra Azhari, Robby Sutara, Diaz Astuti, Chris Michael, Malino Djunaedi, Alex Dirjosaputro, Luciana Gress

No comments:
Post a Comment