Showing posts with label Lydia Kandou. Show all posts
Showing posts with label Lydia Kandou. Show all posts

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Sunday, March 8, 2026

BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT

 




BENDI KERAMAT, BERLOKASI SUTING DI GARUT, (Berita lawas) Abdillah Harris adalah sutradara gaek baik dalam usia maupun pengalaman. Pengalaman di dunia film mulai sebagai asisten Kamerawan pada zaman pendudukan Jepang. Lalu jadi pemain Sandiwara. Dalam kancah revolusi ia menjadi anggota BKR, TKR (Cikal Bakal TNI). Berhenti dari dinas kemiliteran dengan pangkat Sersan mayor. 

Setelah bermain dalam beberapa film, Harris hengkang ke Malaysia. Malah berhasil jadi sutradara. Diantara film-filmnya yang sukses dengan mahabintang Malaysia P. Ramlee adalah "Pendekar Bujang Lapok" dan "Sersan Hasan".

Kembali ke Indonesia, ia ikut menyutradarai film silat patungan Indonesia - Taiwan "Panji Tengkorak" (1972) yang dibintangi oleh Shangkuan Linfung, Deddy Sutomo dan Lenny Marlina. Diantara karya penyutradaraan kemudian tercatat "Oma Irama Penasaran", "Karena Penasaran","Elang Laut", dan terakhir "Sona, Anak Srigala" yang pemasarannya rada seret. 

Setelah cukup lama beristirahat, mendadak A Harris muncul lagi dengan produksi perdana PT. Metro Vistaria Film, perusahaan film baru yang dikenalikan oleh puterinya sendiri, Dahria B Hadiyanto. 

Kali ini sebuah komedi dengan pelawak-pelawak jebolan Srimulat, Basuki, Timbul dan Sunaryo. Sebagai primadona dipasang Lydia Kandou. Namun karena Lydia sedang dalam keadaan perut besar, timbul kesulitan bagi kamerawan Sonikin. Tak kehabisan akal, Harris mengatur agar Lydia mengenakan daster atau di sut wajahnya saja. Ketika diambil adegan Lydia berbaring di ranjang, maka perutnya ditutup dengan guling hingga tak terlihat kehamilannya. 

Akal-akalan orang film," dalih Harris. "Sebab terlanjur sudah mengontrak Lydia. Kalau harus menunggu Lydia melahirkan , kapan filmnya selesai.  Alhasil film yang keseluruhan lokasinya di kota dodol Garut itu berhasil dirampungkan dalam tempo 24 shooting days. 

Diceritakan, Basuki, anak janda Komala hendak meminjam bendi warisan yang disimpan Paman Pandi. Semula sang paman keberatan, karena bendi keramat itu sngat berbahaya bila di jalankan di tempat umum. Konon, kalau wanita melihatnya dengan mata telanjang, bisa langsung terpelet pada si kusir. 

Jadi seperti halnya bila ada gerhana, untuk menghindari tergila-gila pada si kusir, wanita harus mengenaka kacamata hitam. Lalubagaimana kalau sudah terlanjur kepelet? Ada obatnya, nyanyikan saja lagu lawas "Kudaku Lari", sambil berjoget. 
Mendengar kemanjuran bendi itu, ayah Lydia, yakni Pak Timbul, yang tua-tua keladi, kepingin banget meminjamnya untuk memelet wanita-wanita. Akibatnya, ibu Lydia, Bu Mimin minggat dari rumah.

Bertambah kisruh dengan munculnya Dukun Embah Lepus yang menuntut Basuki. Tapi kemudian semua diakhiri dengan perkawinan Basuki Lydia. Sebagai mas kawin, Basuki mengajak Lydia berbendi-bendi keliling kota. Eh wanita-wanita yang tak berkacamata hitam spontan menguber-uber basuki. Termasuk ibu mertuanya sendiri. Bu Mimin. Kacau balau semuanya. 

Basuki kalau melawak di panggung, dengan improvisasinya, memang menyaingin Gepeng, tapi main film berbeda dengan melawak bebas. Kalau dipaksakan malah jadinya "over acting". Apalagi ia belum pernah menjadi pemeran utama dalam film, meski sudah dipertemukan sutradara Hengky Solaiman dengan Meriam bellina dalam "Senjata Rahasia Nona".

Maunya A Harris yang mengangkat cerita Yoyo Dasriyo ini jelas hendak menyuguhkan komedi situasi. Sayang rupanya mereka jarang menonton film-film komsit masakini sebagai padanan, hingga tetap saja pada pola penggarapa kuno. Mengharpakan penonton bisa tertawa dengan adega uber-uberan tok. jadinya ya kudaku lari lah. ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Produksi : PT. Metro Visitaria FIlm, Produser : Dahria B Hadiyanto, Sutradara/Skenario/Penata Musik ; A Harris, Cerita : Yoyo Dasriyo , Kamerawan : Sodikin, Editor Ermis Thaher, Pemain : Lydia Kandou (Lydia), Basuki (Basuki), Timbul (Timbul), Ade Irawan (Bu Komala), Aminah Cendrakasih (Bu Mimin), Arman Effendi (Paman Pendi), Jaja Miharja (Mbah Dukun), dan Hanna Marlina (Leila)

Wednesday, October 25, 2023

BARRY PRIMA DAN LYDIA KANDOU DALAM FILM "SRIGALA"

 


JUDUL FILM                        : SRIGALA

SUTRADARA                       :  SISWORO GAUTAMA PUTRA

SKENARIO                           : IMAM TANTOWI

CERITA                                  : SUBAGIO S

PRODUSER                          :  SABIRIN KASDANI

PRODUKSI                           :  RAPI FILM

TAHUN                                 : 1981

JENIS                                     : THRILLER

PEMAIN                               : BARRY PRIMA, RUDY SALAM, LYDIA KANDOU, SISCA KARABETY, S. PARYA, MIEKE WIJAYA, DORMAN BORISMAN

SINOPSIS :

Kisah berawal dari kedatangan tiga orang pemburu harta karun yaitu Caroko (S Parya), Tomy (Barry Prima) dan Johan (Rudy Salam) ke Situ Angsana yang terletak di hutan. Situ Angsana adalah situ tua yang sudah tidak terawatt lagi. Kedatangan ketiga orang tersebut adalah untuk mencari harta karun yang tersembunyi di dasar situ atau danau.  Sesampai di sebuah bangunan tua yang sudah tidak terawat dan banyak sarang laba-laba, mereka beristirahat sejenak sebelum memulai perburuan harta karun dengan kesepakatan yang di buat oleh Caroko dengan pembagian Caroko mendapatkan 50% dan sisanya Tomy dan Johan akan mendapatkan bagian masing-masing 25%.

Hari pertama penyelaman belum berhasil mendapatkan apa yang di cari di dasar danau Tomy dan Johan bertugas menyelam sedangkan Caroko bertugas menjaga di dalam perahu mesin.  Pencarian di lanjutkan di hari berikutnya. Saat Johan dan Tomy menyelam, dari kejauhan terlihat oleh Caroko 3 orang pecinta alam datang ke danau. Melalui lensa teleskop, Caroko melihat ketiga orang tersebut terdiri dari 2 orang wanita dan satu orang laki laki. Mereka adalah Ninan (Lydia Kandou), Hesty (Sisca Karabety) dan Pono (Dorman Borisman). Kedatangan mereka tentu saja mengusik misi yang di bawa oleh Caroko. Hingga akhirnya Caroko bersama Johan dan Tomy menghampiri ketiga pecinta alam tersebut dengan perahu motornya. Caroko berusaha mengusir mereka untuk pergi dan mengatakan tentang keangkeran danau dan hutan disekitarnya. Namun usahanya tidak berhasil. Nina pun terjun ke air hingga hampir tenggelam. Nina di tolong oleh Johan dan Tomy. Tanpa di sadari, kedatangan mereka di danau tersebut diawasi oleh sepasang mata dari kejauhan.

Akhirnya setelah ketiga pecinta alam tersebut berkenalan dengan Caroko dan kawan-kawan, Tomy dan Johan yang sudah jatuh hati pada Nina dan Hesty mengajak tinggal di sekitar tempat mereka menginap. Nina, Hesty dan Pono membuat tenda di sekitar rumah yang Johan dan tomy tempati. Meskipun mereka sudah berada pada tempat yang sama namun kegiatan yang di lakukan oleh Caroko masih di rahasiakan oleh mereka pada Nina dan kawan-kawan. Hingga pada suatu siang ketika ketika Caroko dan kedua temannya melanjutkan perncarian harta karun ke dasar danau, dari kejauhan tanpa sengaja Nina dan kawan-kawan melihat kegiatan mereka.  Tomy dan Johan mendapatkan sebuah peti harta karun dari dasar danau dan segera diangkat dengan di bantu oleh Caroko. Kemudian di bawa kedarat dan segera di buka. Namun ketika di buka bukanlah harta karun yang ada tapi sesosok mayat yang ada dalam peti. Melihat apa yang ada di depan mata dari kejauhan, Nina pun berteriak ketakutan. Hal ini mendapat respon Caroko untuk menenggelamkan kembali peti mati tersebut.  Tanpa di ketahui oleh mereka, sepasang mata yang selalu memperhatikan gerak gerik mereka pun hadir kembali.

Ketika malam tiba, hujan badai melanda sekitar perkemahan, Johan dan Tomy mengajak mereka untuk masuk kedalam rumah yang mereka tempati karena Caroko sedang kekota. Akhirnya Nina dan Hesty ikut dengan Johan dan Tomy sementara Pono menyusul kemudian setelah menolaknya.

Hujan yang begitu deras dan disertai angin membuat suasana makin mencekam. Malam-malah Johan diam-diam pergi ke danau . Sementara itu kondisi badai yang tak juga reda membuat Hesty ingin melepaskan rasa buang air kecil kebelakang. Dari sinilah terror di mulai. Hesty akhirnya tewas dengan mengenaskan ketika akan kencing.  Mengetahui Hesty tidak muncul-muncul akhirnya Pono di suruh untuk menyusul Hesty.  Maka segera Pono mencari Hesty kebelakang. Namun Pono pun harus mati secara mengenaskan di dalam mobil.

Mengetahui Hesty dan Pono belum kembali, Nina dan Tomy akhirnya menyusul merka, namun akibat badai yang tak kunjung reda, akhirnya mereka berpencar untuk mencari Pono dan Hesty.  Pertama-tama adalah Tomy yang mencari mereka namun ternyata juga tak kunjung kembali, maka Nina segera mencari mereka ditengah badai.  Segala tempat di cari tapi tidak ketemu, kemudian Nina menuju ke kemahnya. Dan Nina begitu kaget setelah mengetahui kalau Tomy juga tewas secara mengerikan.

Di luar sana, Caroko yang baru kembali dari kota pun akhirnya harus tewas secara mengenaskan setelah di tabrak dengan mobil oleh orang yang tak di kenal di tengah badai yang melanda.

Ketika tinggal Nina seorang, tiba-tiba muncullah Nyonya Hilda (Mieke Wijaya) ia memperkenalkan siapa dirinya. Ia adalah pemilik rumah tersebut setelah ia menikah dengan pemilik rumah tersebut yang seorang kolektor benda-benda antik dengan nilai koleksi yang tidak ternilai harganya. Namun Nyonya Hilda tidak bahagia karena ia hanya di anggap benda saja oleh suaminya. Hingga suatu hari ia mengadakan persekongkolan dengan Caroko untuk membunuh suaminya.  Akhirnya Caroko membunuh suami nyonya Hilda dan membuangnya ke dasar danau. Berkali-kali Caroko berusaha mengambil harta karun namun  berhasil di cegah.  Nyonya Hilda ingin menguasai harta dari suaminya.

Setelah menceritakan kisahnya, maka korban selanjunya adalah  Nina yang akan di bunuh oleh Nyonya Hilda. Nina terus berusaha lari namun terus dikejar oleh Nyonya Hilda. Akhirnya  perkelahian sengitpun berlangsung namunakhirnya dengan tekad yang kuat, Nina akhirnya berhasil membunuh nyonya Hilda. Akhirya Nina lari ke danau ditengah malam, dan ia mendapati mayat Johan di pinggir danau. Nina menaiki perahu untuk menghindari ketakutan di daratan yang telah menimpanya. Esok harinya Nina di selamatkan oleh warga dan kepolisian. Dan pihak kepolisian berterima kasih pada Nina karena misteri kematian suami nyonya Hilda yang tidak terungkap akhirnya pun terungkap akibat peristiwa tersebut.   

Pelajaran yang bisa diambil adalah keserakahan akan membawa bencana.

 

Wednesday, October 4, 2023

LYDIA KANDOU DAN BASUKI DALAM FILM "BENDI KERAMAT"

 

JUDUL FILM        : BENDI KERAMAT

SUTRADARA       : HARRIS, A

PRODUSER          : DAHRIAH

PRODUKSI           : PT. METRO VISTARIA FILM

PENULIS               : YOYO DASRIO

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM KOMEDI

PEMAIN               : BASUKI, LIDYA KANDOU, TIMBUL, AMINAH CENDRAKASIH, JAJA MIHARJA, ADE IRAWAN, ARMAN EFFENDI, ASEP SUPARMAN, SUSY SUNARYO

 

SINOPSIS :


Film Bendi keramat adalah merupakan film dengan Setting masyarakat Garut. Bendi Keramat di buat tahun 1988 melalui sutradara A Harris dengan memasangkan bintang-bintang lawak Srimulat.

Adalah Basuki seorang pemuda yang berambisi untuk meminjam Bendi keramat milik pamannya. Konon dengan menggunakkan Bendi tersebut maka cewek-cewek akan mengejar-ngejarnya.  Akhirnya Basuki meminjamnya dari pamannya. Dengan membaca mantra-mantra tertentu, maka ketika sedang menaiki Bendi tersebut, cewek-cewek bisa lupa diri dan mengejar siapa yang mengendarainya.

Basuki memiliki seorang pacar bernama Lidya (Lidya Kandou) anak dari pasangan Timbul (Timbul) dan istrinya (Aminah Cendrakasih). Keberadaan Basuki dengan Bendi keramatnya menyebabkan Timbul tergiur untuk mencobanya. Namun sial, kala pertama kali menggunakannya tidak ada cewek yang mengejar-ngejarnya hingga ia marah pada Basuki. Namun demikian, Basuki berdalih kalau Timbul telah salah membaca mantera sehingga ia tidak dikejar-kejar cewek.

Akhirnya dengan ditemani Basuki, Timbul kembali menggunakan Bendi tersebut, maka terjadilah keanehan dimana cewek-cewek menjadi tergila-gila dibuatnya, hingga akhirnya Basuki yang berada di sebelah Timbul mempersilahkan cewek-cewek itu dating kerumah Timbul. Cewek-cewek tersebut mengira kalau Basuki adalah Timbul. Maka Timbullah kelucuan dimana cewek-cewek tersebut tidak mau pergi sebelum melihat Timbul yang sebenarnya adalah Basuki. Suasana pun menjadi panas, istri Timbul kabur , sementara itu Basuki akhirnya dating dan berhasil membaca mantera sehingga pergilah para gadis tersebut setelah tersadar.

Di akhir kisah, Basuki akhirnya menikah dengan Lidya, dengan janji akan keliling dengan Bendi keramat selama tiga hari. Orang-orang yang tidak ingin tergoda akhirnya menutupi matanya, namun sial bagi istri Timbul yang tidak menutup mata, hingga ia mengejar Basuki dan Lidya di ikuti oleh tamu-tamu yang akhirnya juga membuka penutup matanya.

Monday, September 11, 2023

LIDYA KANDOU DALAM FILM " DARNA AJAIB "

 


JUDUL FILM        :DARNA AJAIB

SUTRADARA       : SOFYAN SHARNA

PRODUKSI           : PT CANDER MAS  FILM

CERITA                  : SOFYAN SHARNA

PRODUSER          : YAN SENJAYA

TAHUN PROD    : 1980

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               :  LIDYA KANDOU, RIA IRAWAN, RYAN HIDAYAT, DODDY SUKMA, NIA ZULKARNAEN, TEDDY MALA, RINA HASHIM, HAMID ARIEF, KUSNO SUJARWADI, DONNY NURHADI

SINOPSIS :

Lastri ditinggal pergi oleh suaminya untuk bekerja.  Namun tiba-tiba suaminya datang kembali. Keduanya tidur dan tiba-tiba setelah terjadi hubungan suami istri Lastri terbangun dari tidurnya dan mendapati kalau perutnya sudah membesar. Ia melahirkan seorang anak dengan muka yang hancur dan menakutkan. Mukanya bersisik. Ia tidak sadar bahwa suami yang digaulinya adalah bukan suaminya akan tetapi penjelmaan dari makhluk lain. Maka setelah melahirkan dan melihat bayi yang dilahirkan lastri pun meninggal. Sementara itu suami aslinya pulang dan mendapati istrinya sudah tidak bernyawa. Ia pun akhirnya meninggal. Sementara Bayi yang dilahirkannya berubah menjadi seorang wanita bernama Malia. Ia selalu menebar kebencian dan mampu melihat dengan matanya yang jahat. Malia dianggap sebagai anak setan.

Di bagian lain sebuah keluarga belum juga dikaruniai anak meski sudah mengandung 2 tahun, namun setelah lahir bayi yang dilahirkannya sudah terbungkus dan pertanda kalau bayi yang dilahirkannya akan menjadi hebat di kemudian hari. Kemudian ia diberi nama Darna.

Darna Kecil (Nia Zulkarnaen) sudahkelihatan hebat, ia juga berhasil mengejar penabrak lari orang yang di pinggir jalan, juga ia mampu terbang ketika sedang maun skateboard. Sementara itu Malia kecil (Ria Irawan) akhirnya bersekolah disekolah yang sama dengan Darna setelah sebelumnya ia ditemukan oleh seorang Bapak (Kusno Sujarwadi) ketika tergeletak di jalan tatkala hujan.

******

Singkat cerita Darna(Lidya Kandou) sudah dewasa dan bersekolah diSMA.  Demikian juga dengan Malia (Dian Ariestya) yang juga menginjak SMA. Darna dan Malia memiliki sama-sama orang yang dicintai bernama Doddy (Donny Nurhadi). Doddy selalu dapat mengatur waktu kencan untuk keduanya. Meski demikian Doddy selalu diwanti-wanti oleh mamanya (Rina Hashim) agar dapat memilih satu diantara Darna atau Malia, dan anak ayang berasal dari keluarga baik-baik. Suatu saat Doddy mengajak Malia untuk berkencan, namun disaat sedang berjalan-jalan di taman, tiba-tiba Malia menghilang. Doddy pun mencarinya namun tidak dapat menemukan Malia, sementara itu Malia bersembunyi dan berubah menjadi ular.  Namun kemudian kembali berubah sebagai Malia .

Sementara itu Darna berhasil menolong seorang pekerja setelah mendengar teriakannya. Ia terbang laksana Superman yang menolong orang yang membutuhkannya. Akhirnya pekerja bangunan tersebut pun tertolong oleh Darna. Darna akan dengan siap sedia untuk menolong orang setelah memegang kalung yang dipakainya dan iapun bisa terbang. Darna juga menolong orang yang di jambret .

Suatu malam Doddy akan kerumah Darna untuk meminjam buku, namun hal demikian diketahui oleh Malia. Maka iapun marah, dengan mata yang menyala ia berusaha mengikuti Doddy. Malia  cemburu pada Darna. Maka ketika Doddy kerumah, Malia tidak mau menemuinya. Namun setelah di bujuk oleh Ibu angkatnya (Nani Wijaya) Malia akhirnya mau menemui Doddy. Meski Malia seperti seorang pendiam, namun ia memiliki sifat kebencian yang luar biasa terhadap orang-orang yang tidak ia sukai. Berbeda dengan Malia, Darna selalu menolong orang-orang yang membutuhkan, termasuk mampu menghentikan kereta api yang hampir masuk jurang karena jembatanya ambruk.  Darna juga juga menolong sebuah truk yang kecelakaan karena menabrak tiang listrik.

Hubungan Doddy dan Malia semakin dekat menyebabkan Malia tidak suka kalau Doddy juga dekat-dekat dengan Darna yang juga merupakan sahabatnya sejak kecil. Namun Malia tidak suka dan melarang Doddy untuk dekat-dekat dengan Darna. Malia cemburu. Ketika Malia dalam keadaan cemburu maka ia akan marah dan matanya menyala menakutkan . Namun kedekatan Doddy dengan Malia tidak terlalu disukai oleh mama Doddy, sehingga ketika Malia datang kerumah ia tidak begitu meresponnya. Hal ini membuat Malia tersinggung meski disembunyikan dalam hati.

 Persahabatan Doddy dan Darna pun semakin dekat, membuat Malia makin cemburu pada Darna. Malia selalu marah-marah, ia juga melabrak Darna untuk tidak dekat-dekat dengan Doddy. Malia selalu di hinggapi energi negatif. Kadang ketika sedang marah ia bisa berubah menjadi ular. Sementara itu Doddy diminta oleh mamanya untuk memutuskan Malia. Bahkan mama Doddy pun akhirnya menelpon ke Ibu angkat Malia untuk memutuskan agar Malia tidak berhubungan lagi dengan Doddy, namun sayang telepon yang diseberang ternyata di angkat oleh Malia sendiri. Malia tersinggung berat. Ia marah dan akhirnya membunuh mama Doddy setelah menerkam dengan taring ularnya. Sebelum meninggal, mama Doddy berteriak hingga di dengar oleh Doddy. Doddy mendapati mamanya sudah menjadi mayat dan melihat sesosok dengan muka aneh bertubuh ular yang ternyata adalah Malia.

Doddy Syok. Ia pun menunjuk foto Malia pada Darna dengan ketakutan. Akhirnya Darna datang kerumah orang tua angkat Malia untuk menanyakan Malia, namun sayang sekali Malia sudah pergi. Malia sendiri akhirnya tahu siapa sosok ayah sebenarnya, sosok ayah yang menakutkan. Malia dan ayahnya pun berbagi tugas untuk menghabisi Darna dan Doddy. Malia bertugas  untuk membunuh Doddy, sedangkan ayahnya akan menghabisi Darna.

*****

Ayah dan Ibu Darna pergi meninggalkan Darna di rumah untuk berbelanja. Namun tidak lama setelah itu, tiba-tiba Ibunya datang kembali dan meminta Darna untuk melepas kalung yang dipakainya untuk diganti dengan rantai yang baru. Padahal kalung ersebut memiliki makna bagi Darna yang dapat dijadikan kekuatan. Tanpa prasangka apapun Darna menyerahkan kalung tersebut. Padahal itu bukanlah sosok Ibunya namun sosok ayah Malia yang menyamar menjadi Ibunya. Setelah berhasil mengambil kalung Darna, iapun pergi. Namun tidak lama setelah itu, Ibu sebenarnya Darna datang untuk mengambil catatan belanja yang ketinggalan. Darna dibuat heran karena Ibunya bolak balik kerumah. Namun akhirnya terjawab sudah siapa Ibunya yang sebelumnya datang.

Sementara itu Malia datang kerumah Doddy. Melihat kedatangan Malia, doddy menjadi ketakutan dan berlari menghindarinya.  Malia mengejar Doddy untuk di bunuhnya, namun diketahui oleh Darna, sehingga Darna menolong Doddy, dan hampir membunuh Malia. Namun Darna yang ditugaskan untuk membasmi kejahatan di muka bumi tidak membunuhnya. Sedangkan Ayah Malia berubah menjadi raksasa yang menghancurkan sekitarnya. Namun berhasil di tumpas oleh Darna.