MANTAN ISTRI DAN ISTRI BARU DALAM "SEPONDOK DUA CINTA", Alkisah Dahlan kawin lagi dengan Nurlela, mas kawinnya hutang cincin emas lima gram. Ia memang telah bercerai dengan Tati, isteri pertamanya yang tergoda rayuan pria yang mengaku Pangeran dari Seberang.
Namun di tengah manisnya bulan madu Dahlan-Lela, mendadak Tati pulang. Ternyata ia ditipu habis-habisan oleh sang Pengeran petualang. Karena memang masih punya hak atas rumahnya, maka Tati pun kembali. Dahlan yang dalam hati kecil masih menyayanginya, menganjurkan Lela bersabar.
Begitulah, Dahlan tinggal serumah dengan mantan isteri dan isteri barunya. Kekisruhan terjadi ketika Tante Cerewet datang. Cemas sakit jantung si Tante Kumat, maka Dahlan dan Tati bersandiwara masih sebagai suami istri, sedangkan lela kebagian peran jadi pembantu. Karuan saja Lela kekhi berat.
Pekerjaan Dahlan memang tak tetap. Ketika di terima bekerja disebuah kantor, saking keseringan kasbon, iapun di pecat. Terpaksa ngebon pada redaksi koran "Jawa Pos" dengan janji membuat sebuah naskah menarik, idenya memang sudah ada di kepala "Sepondok Dua Isteri". Bukankah menjadi obsesi setiap pria untuk mengumpulkan dua isteri hidup rukun serumah?
Lela mengusulkan mencari calon suami untuk Tati. Diluar dugaan Tati malah pacaran dengan rocker Fawzi. Tapi hubungan mereka ditentang Dahlan yang seperti menganggap Tati masih isterinya. Pada puncak kecemburuannya, Lela pun minggat, Dahlan ditinggal sendirian karena Tatipun menikah dengan Fawzi. Untung pengantin baru ini punya ide mengajak Dahlan mencari Lela ke kampungnya di Bali.
Sebenarnya ide cerita Eddy Suhendro (Penulis Taksi) cukup menarik. Begitu pula trio pemain utama, Didi Petet, Marissa Haque, dan Eva Arnaz, pus Ikang Fawzi, Ida Kusumah serta Anwar Fuadi, sudah berusaha bermain sebisanya. Sayangnya justru sutradara MT. Risyaf (yang awal-awal filmnya Kembang semusim dan Bawalah aku pergi , menjanjikan) lewat karya ke delapan ini malah nampak kedodoran dalam konsep komedi situasinya.
Ditambah jejalan iklan yang memenuhi setiap adegan secara mencolok mata, terasa sangat menguasi selera artistik penggarapan film ini. Kemungkinan dengan tunjangan sponsor itulah maka produksi perdana PT. Rana Artha Mulia FIlm yang dipimpin oleh Marissa Haque sendiri ini, menerobos jalan pintas untuk meraih keuntungan. ~ sumber MF.









