Showing posts with label Didi Petet. Show all posts
Showing posts with label Didi Petet. Show all posts

Monday, March 16, 2026

BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!


 BONEKA DARI INDIANA, SUAMI LUGU DAN TETANGGA SEKSI!, Inilah karya kenangan dari Nya Abbas Acup, sutradara spesialis film komedi satire yang menggelitik Produksi PT. Parkit Film yang di perankan oleh trio Didi Petet, Lydia Kandou dan Meriam Bellina,di bantu Ami Priyono, Ida Kusumah, Eeng Saptahadi, Misye Arsita, Sofia, bintang tamu Bob Sadino plus sejumlah pendatang gress seperti Rara Saraswati dan Susi Adella. 

Kekocakan filmnya Nya Abbas bukan terletak pada adegan-adegan slapstick, melainkan pada situasi serta dialog-dialog yang berisi dan mengandung sindiran halus. Judul "Boneka dari Indiana" pun merupakan tamsil dari tokoh utamanya, Egy (Didi Petet) manajer lulusan Amerika (Ada panji "University of Indiana di dinding) yang tak ubahnya boneka bagi istri dan mertuanya. 

Sang isteri , Cece (Lydia Kandou) tipikal perempuan manja kelewat, maklum anak tunggal keluarga konglomerat , sang mertua, Pak Yudo (Ami Priyono), bos gede yagn berbisnis ratusan juta dollar di luar negeri. 

Lalu ditengah mereka "nyelip" cewek seksi moderat Eya (meriam Bellina) yang berani nawar gedung mewah senilai 1 milyar. Konon nama aslinya Sumiyati sebelum diganti menjadi Catleya oleh ayah asuh sekaligus pemeliharanya, tokoh Paul Sukarti (bob Sadino) yang berkuasa menandatangani izin-izin. 

Kendati cerita utama bertumpu atas Egy, namun banyak cabang cerita yang menarik. Pak Yudo yang menemukan bekas simpanannya sudah menjadi istri mantan bawahannya, Bu Yudo yang sok Prancis. Wanita-wanita yang menjual  berlian hasil rampokan pada cece. Manajer yang berfoya-foya dengan cewek seksi peminta sumbangan, lalu di balas oleh isterinya yang juga berdandan seksi. Tak ketinggalan si babu yang pacaran dengan si jongos. 

Egy teramat patuh pada isterinya, Cece, yang mengatur segalanya, mulai dari bangun sampai tidur lagi. Bukan cuma di rumah, di kantorpun , Cece tak segan menyidak suaminya. Maklum perusahaannya memang milik ayahnya sendiri, Pak Yudo. 

Cerita tentan ISTI (Ikatan Suami Takut Istri) dan Egy yang di olok-olok sebagai berkacamata kuda, mulai berkembang ketika gedung mewah membelah rumah di huni oleh orang baru, Eya. Beberapa kali  pertemuan Egy-Eya mulai membakar api kecemburuan Cece. 

Diluar dugaan justru Pak Yudo menyuruh Egy memikat Eya. Pasalnya, ia adalah simpanan Pak Paul Sukarti yang berwenang menandatangani surat Izin pembangunan limbah dari luar negeri. Demi meraih tender 700 juta dollar, Pak Yudo merelakan mantunya memelet Eya, Cece terpaksa mengizinkan dengan syarat-syarat tertentu.  Bagaimana jadinya kalau limbah dari luar negeri dibuang ke Indonesia? Sempat terbayang betapa wajah semua orang mengenakan masker termasuk anak-anak sekolah, karena udara sudah tercemar. 

Egy berhasil meyakinkan Eya kalau pembuangan limbah di jamin tekontrol rapat. Namun setelah surat izin di teken Pak Paul Sukarti, sikap Pak Yudo berubah, peduli amat.  Menyaksikan ini sikap Egy pun berubah, ia merebut surat itu lalu dengan tegas mencabik-cabiknya. Sikapnya ini sekaligus merubah tatanan kehidupannya. Sekarang cepa tak lagi minta tuntas di layani, berubah menjadi isteri idaman sepiatp suami.

Sunday, March 15, 2026

SUTING CATATAN SI BOY 2


 SUTING CATATAN SI BOY 2, Jam 8 pagi lebih dikit, dirumah mewah milik Sumi Hakim nampak kru film dari PT. Bola Dunia Film, sedang mempersiapkan peralatan untuk suting film Catatan Si Boy II. Kamis itu rencana mereka akan mengulang kembali beberapa adegan yang sudah diambil,tapi tak bisa di pakai lantaran rusak ketika di proses di studio. Tepatnya untuk adegan pada Cine 66 sampai 69.

Di tempat yang sama, di Jalan Margasatwa Barat No. 45, suting film ini sudah berjalan 4 hari. Satu hari terpaksa mereka harus 'break' lantaran si empunya rumah punya hajat ulang tahun. Di rumah yang berhalaman luas itu, hampir semua lantainya tertutup karpet tebal. Kesan rumah mantan peragawati beken di zamannya ini memang megah. 

"Pokoknya perbandingan dengan "Catatan Si BOy I, film keduanya ini saja lebih diutamakan setting, artisik juga dari segi kostum para pemainnya. Formasi pemain masih tetap sama hanya ditambah pendatang baru Venna Melinda. Selain itu peran Emon (Didi Petet) porsinya lebih banyak dari yang pertama. Suting dilakukan di Jakarta, kemudian di Puncak, Bandung, Jogyakarta dan Bromo. Mnkin juga bila sempat akan terus ke Bali. Penggarapannya di rencanakan akan makan waktu satu setengah bulan lebih lama dari yang pertama yang hanya 35 hari, "papar sang sutradara Nasri Cheppy. 

"Selama ini Boy II saya rasakan lebih mudah, lancar daripada film pertama dimana sering tersendat, lantaran waktu itu Meriam Bellina sering sakit. Jelas untuk membuat film lanjutan ini saya lebih serius menggarapnya agar bisa melebihi kesuksesan film pertama, " sambungnya. 

Setelah mengambil adegan ulang, teman-teman Boy yang diperankan oleh Faradina, Eva Alonia, Ila Dot dan Melly Nur, suting pun terhenti sesaat untuk makan siang. Sementara yang lain langsung menyerbu keruang makan, sutradara masih tetap di sekitar ruangan. Sekali-kali dia menyedot kuat rokok lewat pipanya. Mondar mandir di ruangan, duduk, sambil membaca koran dan berbicara sedikit dengan asistennya. Baru dia pergi ke ruang makan bersama kru lainnya sambil menunggu kedatangan Onky Alexander pemeran utama film Catatan Si Boy II ini. 

Jam 12 lewat dikit, Onky datang beriringan dengan Sofia Latjuba yang kini jadi pengantar setianya. Selesai acara makan, suting pun dilanjutkan di kamar pribadi Sumi Hakim sendiri. Karena kamar itu di permak jadi kamar si Boy, maka dekorasi dirumah itu diganti dengan setting kamar anak muda. Ada gambar bapak Presiden ada bendera Indonesia, beberapa piala dan trophy dan banyak foto Onky yang berderet di pajang diruang itu. Karena kamarnya dipergunakan oleh si Boy, kabarnya Sumi Hakim sendiri sengaja tidur di hotel. 

"Ya.....siaap... Kamera..... Action...", kata sang sutradara mengarahkan peran Onky dan Dede di kamar itu. 

"....Gue lagi bingung nih.. Dy," kata Onky mengucapkan dialog pada skenario yang tadi dibacakan. Adegan pengulangan beberapa kali dilakukan. 

"Sofia... masuk...!" canda Nasri Cheppy pada Sofia Latjuba yang tak berperan dalam film ini. Sofia yang duduk dikursi cuma mesem mesem mendengar suara sutradara yang pernah menggarapnya di film "Bilur Bilur penyesalan" yang diperankannya. Mungkin gurauan sutradara ini ditujukan pada Onky agar lebih mantap memainkan peranannya. Maklum Onky siang itu selalu sering mengeluarkan keringat. Entah grogi atau memang keseriusan berakting. Yang jelas Wati, make up girlnya seringkali mengusapkan tisu untuk menghilangkan keringat di muka Boy. 

"Ya kalau break sehari saja, kadang saya suka deg degan lagi bila berhadapan dengan kamera. Kalau tiap hari sih, biasa saja. Maklum saya punya trauma nggak bisa dilihat orang banyak, ' cetus Onky. 

Saat ditanya bagaimana dengan film keduanya ini, Onky pun menjawab. "Perannya sih sama saja dengan yang pertama. Namun dalam hati kecil saya, merasa dituntut untuk memainkan lebih baik dari yang pertama. Saya pun takut mengecewakan penonton bila permainan saya ini lebih jelek dari yang pertama, " papar Onky setelah selesai suting. 

Dan besok, dan besoknya lagi kamera masih menunggu permainan Onky Alexander, Didi Petet serta Meriam Bellina di Catatan Si Boy II ini.  ~diambil dari MF No 052/20/Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

Thursday, February 12, 2026

SI KABAYAN & GADIS KOTA

 


SI KABAYAN DAN GADIS KOTA. Film Si Kabayan & Gadis Kota lanjutan dari Si Kabayan Turun Kota ternyata mendapat sambutan luar biasa dari penggemar film nasional. Paling tidak gambaran ini terlihat pada pemutaran di Kodya Bandung, Cirebon, Bogor. 

Di Bandung pada hari pertama di putar di enam gedung, namun karena desakan penonton yang terus mengalir, maka pada hari ke enam menjadi sembilan gedung. Sedangkan di Cirebon tetap bertahan dengan enam gedung. Di Bogor satu gedung di perkirakan bisa bertahan dua minggu. 

Pada hari ke enam  di Bandung saja sudah meraih 30.000 penonton lebih. Dari gambaran ini nampaknya lanjutan Si Kabayan bisa mengimbangi sukses yang pertama. Si kabayan Turun Kota dulu diputar pada hari lebaran sehingga penontonnya langsung membludak. Sementara lanjutan Si Kabayan di putar pada hari biasa penontonnya cenderung meningkat terus. 

"Kami pastikan dari segi kualitas, lanjutan Si Kabayan lebih baik dari yang pertama", kata Chand Parwez Servia, pimpinan Kharisma Jabar Film. Kemudian daya tarik lain dari film ini yaitu munculnya Meriam Bellina sebagai Gadis Kota, yang baru dimunculkan pada serial kedua siKabayan. Nampaknya nama Didi Petet (Si Kabayan) plus Meriam Bellina, Paramita Rusady dan Nurul Arifin turut menjamin mengalirnya arus penonton kepintu bioskop. 

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990

Sunday, February 1, 2026

SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI"

 



SUTING "BERCINTA DALAM MIMPI" , Nasri Cheppy yang selalu akrab dengan permasalahan anak muda, kembali bicara tentang anak muda dalam film yang disutradarainya "Bercinta Dalam Mimpi karya cerita dan skenario Putu Wijaya, Produksi PT. Bola Dunia Film dengan bintang pendukung antara lain Meriam Bellina, Onky Alexander, Didi Petet dan Pendatang baru Marintan Panjaitan dan lain-lain. 

Suting dimulai akhir 1989 dan selesai sekitar 30 hari suting. Dalam mengerjakan film ini Cheppy dibantu oleh Harry Soesanto sebagai penata fotografi/juru kamera, penyunting gambar SK Syamsuri, Ilustrasi Musik oleh Indra Lesmana, dan Penata Artistik oleh Bakti Saleh. Suting seluruhnya dilaksanakan di Jakarta. 

"Film ini menggambarkan kenyataan indah dari mimpi. Biasanya mimpi lebih indah dari kenyataan kan?" kata Cheppy. Setelah film ini, Cheppy ditunggu untuk memproduksi "Catatan Si Boy IV". 

"Pernah saya disodori untuk menggarap film horor, namun saya tolak. Serahkan saja pada yang ahli mengenai bidang itu. Karena saya kan punya spesialisasi sendiri, " ungkap Cheppy dalam kesempatan lain. 

Salah satu scene film ini menceritakan Didi Petet sedang mimpi. Dalam mimpinya itu terlihat Meriam Bellina diserang oleh sekawanan perampok. Kemudian Didi membantu meriam untuk melawan peram pok tersebut. Belum sempat Didi mengalahkan para peram pok, ia sudah keburu terbangun. Lalu ia memakai baju Batman dan tidur lagi. Mimpinya nyambung. 

Didi Petet sebagai Batman berke lahi dengan para peram pok, hingga kawanan peram pok tersebut dibikin "keok". Setelah bangun Didi Petet langsung berkirim surat pada Meriam Bellina dan  langsung disambut baik oleh Mer yang bersimpati pada dirinya. 

Pada kesempatan berikutnya dilaksanakanlah suting antara Didi Petet dengan Marintan Panjaitan di sebuah taman di jalan Pattimura, Jakarta dan malam harinya adegan Onky Alexander dan Meriam Bellina di Cinere Jakarta Selatan. (cat. Cinere itu masuk depok kan ya?..

MF 095/63/Tahun VI, 17 Feb - 2 Mar 1990



Sunday, January 25, 2026

JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN


JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN

 Setelah memproduksi Namaku Joe yang diangkat dari skenarionya Marwan Alkatiri, film arahan Nasri Cheppy itu dibintangi oleh Didi Petet, Meriam Bellina, Onky Alexander, Paramitha Rusady dan itang Yunasz. Ceritanya Mahasiswa Zoelkifli yang kepingin keren mengganti namanya jadi Joe. Kawan-kawannya memang anak-anak gedongan seperti si Boy, Ketika jatuh cinta pada Pingky (Mer), ia sampai melupakan pacar lamanya yang setia (Mitha), kemudian PT Virgo Putra Film kembali memproduksi dengan judul "Joe Turun Ke Desa" dan hanya dua bintang yang kembali bermain yaitu Didi Petet dan Meriam Bellina. Onky, Mitha dan Itang, ditinggalkan di kota karena memang ceritanya berkisar tentang rombongan mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Skenarionya di tulis oleh dramawan Putu Wijaya serta penanganan Chaerul Umam, embuat karakter baru bagi Joe dan Pingky. Joe bukan lagi mahasiswa yang cuma tahu berfoya foya, melainkan jadi mahasiswa yang sok pintar kendati sering kejeblos sendiri. Begitu pula halnya dengan Pingky, tak lagi cuma tahu ngebut dengan mobil mentereng dan berpacaran melulu. 

Film diawali dengan nongolnya tiga wajah berandalan desa yang dandanannya serba ngepunk, lengkap dengan jaket kulit hitam dan rambut dikanji kaku. Bertiga semotor mereka menyaksikan kedatangan rombongan mahasiswa KKN. 

Joe yang memimpin regunya menyebarkan kawan-kawannya mewawancarai penduduk. Sikap sok pintar mereka sering menjerumuskan, karena sesungguhnya penduduk desa tidaklah sebodoh perkiraan mereka. Bisa diuga juga kalau ada mahasiswa yang berebut menarik perhatian bunga desa, Neneng. Joe menjadi penasihat cinta Budi yang pemalu sedangkan saingannya, Iman di dukung oleh Pingky. Gara-gara diboncengkan sepeda oleh hansip, Pingky nyaris menggegerkan kampung itu. Isteri Hansip mengamuk-ngamuk menyatroinya. Terpaksa Pingky mengaku sudah bertunangan malah akan segera menikah dengan Joe. 

Tiga berandalan yang terus mengacau, nyaris memperkosa Pingky, kalau saja tak muncul Ujang, petani muda yang simpatik. Pada buntut film ketahuan kalau Ujang sebenarnya adalah Sarjana pertanian yang membaktikan dirinya di desa ini. Pingky semakin tertarik kepada pemuda penolongnya itu. Sedangkan persaingan antara Budi dengan iman, berakhir karena diumumkannya pertunangan Neneng dengan Pak Kades. Bagaimanapun juga KKN ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa mahasiswi ibukota ini. 

Film diakhiri dengan tiga berandalan yang sudah insyaf. Mereka menanggalkan segala atribut punk-rock, malih rupa jadi pemuda-pemuda petani. 

"Joe Turun Ke Desa" memang sebuah film komedi. Jelas bukan jenis banyolan slapstick yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Nampaknya bagi Umam, sudah cukup kalau orang tersenyum senyum kecil saja. Pesan-pesan yang tersirat rasanya terlalu gamblang untuk di terka oleh penonton anak-anak sekalipun. Demikian pula dengan permasalahan serta situasi yang mengarah pada hal-hal lucu belum menyodorkan hal yang baru atau diluar dugaan. 

~


Wednesday, December 6, 2023

DIDI PETET DAN EVA ARNAZ DALAM FILM SEPONDOK DUA CINTA

 


JUDUL FILM                        : SEPONDOK DUA CINTA

SUTRADARA                       :  MT RISYAF

CERITA                                  :  MT RISYAF

PRODUSER                          : MARISSA HAQUE

PRODUKSI                           :  PT.  RANA ARTHA MULIA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1990

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : DIDI PETET, MARISSA HAQUE, EVA ARNAZ, IKANG FAWZI, ANWAR FUADI,IDA KUSUMAH

SINOPSIS :

Kisah Satir keluarga Dahlan (Didi Petet) yang baru menikah dengan Nurlela (Eva Arnaz) setelah Dahlan bercerai dengan Tati (Marissa Haque).  Sebuah kisah keluarga dengan di bumbui drama-drama rumahtangga yang lucu dengan kecemburuan yang tidak dibuat-buat.  

Dahlan yang hidup dan tinggal dengan istri barunya Nurlela tiba-tiba kedatangan Tati  mantan istri Dahlan yang masih merasa memiliki hak untuk tinggal dirumah yang pernah ditempatinya bersama mantan suaminya. Kedatangan Tati sedikit merubah keadaan rumah tangga Dahlan, apalagi Tati berhasil membuat cemburu istri Dahlan dengan melakukan kegiatan memasak.   Tati sebagai seorang janda juga berusaha membuat cemburu mantan suaminya dengan mengatakan kalau ia akan dinikahi oleh pangeran seberang, namun pada akhirnya Tati hanya dibohongi dan ditinggal pergi oleh pangeran seberang tersebut.

Kelucuan  dalam sebuah rumah dengan penghuni Suami, istri dan mantan istri cukup menghibur, apalagi dengan kecemburuan Nurlela pada Tati, namun lambat laun berubah menjadi simpati karena keadaan Tati yang sebenarnya setelah dibohongi oleh Pangeran seberang. Sementara itu tak ayal Tati juga berhasil membuat Dahlan cemburu karena telah mendapatkan pasangan. Namun pada akhirnya segala persoalan dapat diatasi.

*****

Sebuah kisah keluarga yang langka terjadi.

Friday, July 20, 2012

DIDI PETET DAN MERIAM BELLINA DALAM FILM ' JOE TURUN KE DESA '



JUDUL FILM                        : JOE TURUN KE DESA

SUTRADARA                       : CHAERUL UMAM

SKENARIO                           : PUTU WIJAYA

MUSIK                                  :ARENG WIDODO

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1990

PRODUKSI                           : PT.VIRGO PUTRA FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : DIDI PETET, DONNY DAMARA,  MERIAM BELLINA, LEROY OSMANI, SILVANA HERMAN, DESSY RATNASARI, JAMES LAPIAN, HENGKY SOLAIMAN,  MALIH,

SINOPSIS :

Joe (Didi Petet) dan sekelompok mahasiswa lainnya di tugaskan untuk melakukan KKN di sebuah desa di wilayah Sukabumi. Dalam kelompok yang telah di bagi-bagi, Joe kebagian sebagai ketua membawahi teman-temannya.  Sampai di desa, Joe di tugaskan untuk mengawal barang bawaan dengan menaiki delman sapi, sementara teman-temannya seperti Pinky (Meriam Bellina), May (Silvana Herman), Iman (Leryo Osmani) dan juga Budi (James Lapian) menggunakan ojek untuk sampai ke desa yang di tuju. Kedatangan mereka di sambut oleh Kades Nugraha  dan perangkatnya.

Mereka menginap di kelurahan. Mereka di sambut antusias oleh para warga termasuk Neneng (Dessy Ratnasari) dan Ujang (Donny Damara), namun ada sekelompok berandalan desa yang tidak suka akan kehadiran mereka.

Dengan di pimpin oleh Joe mereka melakukan penelitian terhadap warga desa dengan membuat quosioner yang harus di isi. Namun di samping melakukan tugas-tugasnya, Iman dan Budi malah asyik bertaruh untuk menggaet Neneng.  Sementara Joe dan Pinky sibuk dengan urusannya untuk membuat quosioner. Meski pada awalnya mereka cukup kaget akan keadaan desa, namun lama kelamaan mereka terbiasa. Joe sendiri berpikiran kalau desa tersebut potensial untuk di jadikan tempat wisata di kemudian hari, sehingga ia mengadakan kursus bahasa Inggris untuk warga yang juga diikuti oleh Neneng dan kawan-kawan. Akan tetapi hal ini tidak di sukai oleh berandalan desa, sehingga mereka kerap kali mengganggu kegiatan ini.

Suatu hari Pinky dan Joe mampir di sebuah warung ketika akan mengadaan penyuluhan tentang KB di kelurahan. Namun Pinky keasyikan ngobrol dengan berandalan desa yang ternyata nyambung dengan perkataan Pinky. Sehingga Joe di suruh untuk jalan terlebih dahulu ke kelurahaan, sementara Pinky akhirnya diantar oleh salah seorang berandalan desa tersebut ke kelurahan. Meski Joe termasuk pak Kades melarang agar Pinky tidak bergaul dengan mereka, namun Pinky beralasan kalau ia mau memperdalam masalah, sehingga tidak menghiraukan perkataan Pak Kades. Puncaknya Pinky mengadakan penelitian terhadap mereka di sebuah bukit. Dengan senang hati Pinky membonceng motor yang di bawa oleh salah seorang berandalan tersebut menuju sebuah bukit. Tak di sangka di atas sana sudah menunggu kawan-kawannya. Pinky kaget, karena tujuan mereka adalah akan memperkosanya. Pinky berontak dan berhasil di tolong oleh Ujang dan Joe.  Pertolongan Ujang membuat Pinky berbunga-bunga seolah ada cinta di matanya.

*****

Tugas KKN sudah selesai, tibalah saatnya mereka untuk mengadakan perpisahan. Pada malam perpisahan, Neneng menari Jaipong dan menarik Iman untuk ikut menari. Betapa bahagianya Iman, budi pun menyusul. Namun di akhir acara, Ujang yang ternyata adalah seorang Insinyur pertanian bernama lengkap Sudrajat naik ke panggung dan memperkenalkan kalau Neneng akan bertunangan dengan lelaki pilihan hatinya yaitu Drs. Nugraha alias kepala Desa. Maka patah hatilah Iman dan Budi. Sementara itu Pinky dibuat berbunga karena Ujang akan pergi ke Jakarta dalam waktu dekat, dan Pinky siap menunggu.

Thursday, July 28, 2011

FILM CATATAN SI BOY 5


JUDUL FILM                        : CATATAN SI BOY 5

SUTRADARA                       : NASRI CHEPPY

PRODUSER                          : SUDWIKATMONO, R SOENARSO, SUDARKO

CERITA                                  : MARWAN ALKATIRI – NASRI CHEPPY

SKENARIO                           : MARWAN ALKATIRI – NASRI CHEPPY

MUSIK                                  : HARRY ANGGOMAN

PRODUKSI                           :  PT.  BOLA DUNIA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1991

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : ONKY ALEXANDER, DIDI PETET, PARAMITHA RUSADY, SOPHIA LATJUBA, BTARI KARLINDA, FUAD ALKHAR, NANI WIJAYA, ROBERT SYARIEF, IDA KUSUMAH

SINOPSIS :

Boy (Onky Alexander) sudah memiliki usaha setelah menyelesaikan kuliahnya di Los Angeles. Ia memilih San Fransisco untuk usaha. Dengan bekerjasama dengan partner bisnisnya, Sheena (Sophia Latjuba), Boy mencoba mencari peruntungan. Namun sayang sekali Sheena memiliki agenda tersembunyi karena Sheena ternyata menyukai Boy. Kepindahan Boy ke San Fransisco juga disusul oleh Emon (Didi Petet) yang selalu mengikuti kemana Boy pergi.

Kesibukan Boy di kantor membuatnya tidak sempat lagi untuk sekedar meluangkan waktu jalan-jalan termasuk bersama Emon. Emon meminta Boy untuk menemaninya jalan-jalan, namun Boy menolaknya hingga terjadi salah paham. Apalagi Emon tersinggung karena di katain Banci oleh Boy. Akhirnya perang dingin pun terjadi dirumah tersebut.  Boy dan Emon tidak berkomunikasi meski dalam satu atap. Di

Sementara itu Emon menemukan seorang anak kecil yang sangat lucu di keramaian. Ia diberi nama Kentang dan dibawa ke apartemen karena tidak menemukan orangtuanya. Kentang menjadi hiburan tersendiri bagi Emon yang mengurusnya dari mulai memandikan hingga memberi bedak.

Suatu ketika Boy pergi ke Jakarta untuk melihat usahanya yang dijakarta juga sekaligus bertemu dengan Cindy (Paramitha Rusady) yang pernah di kenalnya di Bali. Cindy sendiri menaruh hati pada Boy namun masih ragu, karea Boy seorang Don Juan.  Boy Sendiri tidak melanjutkan hubungannya dengan Vera kang kini sibuk menjadi model.  Setelah selesai urusan di Jakarta, Segera Boy terbang kembali ke San Fransisco. Namun Cindy yang juga mau ke New York minta turut serta untuk ikut ke Sanfransisco. Niat itupun dikabulkan.  Boy memperkenalkan Cindy pada Sheena. Namun Sheena yang juga naksir Boy sengaja membuat Cindy cemburu dengan sikap yang di perlihatkannya.

Meski Boy meyakinkan kalau tidak ada hubungan apa-apa dengan Sheena, namun Cindy tidak begitu saja percaya, apalagi setelah Cindy melihat dengan kepala sendiri Sheena sedang menggandeng tangan Boy sementara ia menolak untuk menemani Cindy jalan-jalan di Las Vegas.  Sheena semakin yakin kalau diantara keduanya ada apa-apa. Boy meyakinkan Cindy, hingga akhirnya Cindy pun mengerti.  Cindy pun meyakinkan diri apakah selepas ia pergi ke Las Vegas Boy akan selingkuh dengan Sheena atau tidak.  Hasilnya, Boy meyakinkan Cindy kalau ia tidak akan selingkuh dengan mengantarkan Cindy ke Las Vegas. Hal ini diketahui oleh Sheena. Sheena cemburu dan menunda iklan-iklan produk Boy untuk di pasarkan.

Hal ini membuat curiga Boy yang segera menanyakan pada Sheena, akhirnya teranglah sudah kalau Sheena memang ada maksud. Ia meminta perhatian lebih dari Boy, namun Boy tidak bisa. Akhirnya kontrakpun di batalkan. Sedangkan Cindy dan Boy tetap bersama.

Di akhir kisah akhirnya di ketahui kalau Kentang adalah korban penculikan yang sedang di cari oleh orang tuanya. Emon mengetahuinya lewat televise dan ingin mengembalikannya, namun keburu diketahui oleh para penculik.  Sempat di datangi oleh para penculik, akhirnya Emon berhasil membela diri dari para penculik.

Kentang dapat di kembalikan pada keluarganya setelah sebelumnya Emon ditangkap oleh polisi kalau ia dituduh menculik kentang. Namun berkat Boy dan Cindy akhirnya emonpun bebas.