JOE TURUN KE DESA, SUKA DUKA MAHASISWA KKN
Setelah memproduksi Namaku Joe yang diangkat dari skenarionya Marwan Alkatiri, film arahan Nasri Cheppy itu dibintangi oleh Didi Petet, Meriam Bellina, Onky Alexander, Paramitha Rusady dan itang Yunasz. Ceritanya Mahasiswa Zoelkifli yang kepingin keren mengganti namanya jadi Joe. Kawan-kawannya memang anak-anak gedongan seperti si Boy, Ketika jatuh cinta pada Pingky (Mer), ia sampai melupakan pacar lamanya yang setia (Mitha), kemudian PT Virgo Putra Film kembali memproduksi dengan judul "Joe Turun Ke Desa" dan hanya dua bintang yang kembali bermain yaitu Didi Petet dan Meriam Bellina. Onky, Mitha dan Itang, ditinggalkan di kota karena memang ceritanya berkisar tentang rombongan mahasiswa yang melakukan KKN (Kuliah Kerja Nyata).
Skenarionya di tulis oleh dramawan Putu Wijaya serta penanganan Chaerul Umam, embuat karakter baru bagi Joe dan Pingky. Joe bukan lagi mahasiswa yang cuma tahu berfoya foya, melainkan jadi mahasiswa yang sok pintar kendati sering kejeblos sendiri. Begitu pula halnya dengan Pingky, tak lagi cuma tahu ngebut dengan mobil mentereng dan berpacaran melulu.
Film diawali dengan nongolnya tiga wajah berandalan desa yang dandanannya serba ngepunk, lengkap dengan jaket kulit hitam dan rambut dikanji kaku. Bertiga semotor mereka menyaksikan kedatangan rombongan mahasiswa KKN.
Joe yang memimpin regunya menyebarkan kawan-kawannya mewawancarai penduduk. Sikap sok pintar mereka sering menjerumuskan, karena sesungguhnya penduduk desa tidaklah sebodoh perkiraan mereka. Bisa diuga juga kalau ada mahasiswa yang berebut menarik perhatian bunga desa, Neneng. Joe menjadi penasihat cinta Budi yang pemalu sedangkan saingannya, Iman di dukung oleh Pingky. Gara-gara diboncengkan sepeda oleh hansip, Pingky nyaris menggegerkan kampung itu. Isteri Hansip mengamuk-ngamuk menyatroinya. Terpaksa Pingky mengaku sudah bertunangan malah akan segera menikah dengan Joe.
Tiga berandalan yang terus mengacau, nyaris memperkosa Pingky, kalau saja tak muncul Ujang, petani muda yang simpatik. Pada buntut film ketahuan kalau Ujang sebenarnya adalah Sarjana pertanian yang membaktikan dirinya di desa ini. Pingky semakin tertarik kepada pemuda penolongnya itu. Sedangkan persaingan antara Budi dengan iman, berakhir karena diumumkannya pertunangan Neneng dengan Pak Kades. Bagaimanapun juga KKN ini merupakan pengalaman hidup yang sangat berharga bagi mahasiswa mahasiswi ibukota ini.
Film diakhiri dengan tiga berandalan yang sudah insyaf. Mereka menanggalkan segala atribut punk-rock, malih rupa jadi pemuda-pemuda petani.
"Joe Turun Ke Desa" memang sebuah film komedi. Jelas bukan jenis banyolan slapstick yang mampu membuat penonton terbahak-bahak. Nampaknya bagi Umam, sudah cukup kalau orang tersenyum senyum kecil saja. Pesan-pesan yang tersirat rasanya terlalu gamblang untuk di terka oleh penonton anak-anak sekalipun. Demikian pula dengan permasalahan serta situasi yang mengarah pada hal-hal lucu belum menyodorkan hal yang baru atau diluar dugaan.
~

No comments:
Post a Comment