Showing posts with label Dewi Irawan. Show all posts
Showing posts with label Dewi Irawan. Show all posts

Wednesday, April 29, 2026

TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH

 


TITIAN SERAMBUT DIBELAH TUJUH


Cerita : 

IBRAHIM menemukan telah terjadinya hal-hal yang tidak sewajarnya atas penduduk sebuah kampung. Ia menyadari kebenaran nasehat seorang musafir tua, bahwa masyarakat tersebut diibaratkan sebagai layang-layang putus. Inilah yang harus ia jelang. Ibrahim berkawan engan Saleh, sang murid. Ia diperkenalkan pada orangtuanya, Dari Bu Syamsu yang empunya rumah tempat ia menginap Ibrahim mendapat keterangan  keadaan kampung. 

Malam harinya ia pergi menemui Pak Sulaiman, guru agama dan sesepuh kampung. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Arsad, satu-satunya pemilik sepeda motor di kampung itu. Atas petunjuk Pak Sulaiman, dengan kesungguhan hati Ibrahim berkenalan dengan Pak Harun, orang paling kaya dan terpandang di kampung itu. Tetapi ia malah disambut mesra oleh istri Pak Harun, Suleha yang kesepian. Aneh, pikir Ibrahim. 

Pak Harun datang bersama perjaka Ukan, ia tidak mengacuhkan kedatangan Ibrahim, pak Harun lebih asyik bercengkerama dengan sang perjaka. Orang semacam inikah yang harus ia hormati? Dengan modal taqwa dan ketekunan, Ibrahim mengetahui letak pokok masalah. Sesuatu niat yang tak tersampaikan, kurang teguhnya iman manusia, menjadikn sesuatu yang muluh dengan mudah mereka serongkan, sesuatu yagn benar dengan mudah mereka ambangkan. 

Halimah, seorang gadis belia yang terhempas diantara mereka yagn terdampar dalam kemunafikan. Ia d pasung oleh masyarakat kampung dengan alasan yang tidak jelas kebenarannya. Ibrahim merasa kasihan terhadap nasib gadis itu. Dan rasa kasihannya semaki membesar, tatkala ia menyaksikan kegagalan Arsad dalam usaha memperkosa diri Halimah di pinggir sungai. Ibrahim bertekad untuk membela gadis yang malang itu. Ibrahim berkehendak untuk meniti titian serambut dibelah tujuh apapun yang terjadi. 

Ia meminta pertolongan Pak Sualiman untuk menjernihkan suasana. Gagal!. Namun ia terus berusaha untuk menyadarkan kekeliruan pandangan masyarakat, juga tidak berhasil. Malahan nyawanya hampir saja tersambar motor Arsad. Orang-orang kampung semakin menjauhinya. Atas bantuan Kelan, satu-satunya yagn meragukan peristiwa pemasungan Halimah. Keraguan Kelan berpengaruh dimasyarakat, apalagi setelah Arsad tertangkap basah, ketika hendak memperkosa lagi seorang gadis dari kampung lain. Arsad akhirnya mati terkulai disisi motornya, akibat amukan orang-orang kampung. 

Berkat penjelasan istri Arsad, mengenai siapa yang memperkosa Halimah, siapa yang memfitnah , siapa gurunya dan sebagainya. Pak Sulaiman dengan kecut menerima kenyataan itu Ibrahim segera membebaskan Halimah dari pasungannya. 

Suleha yang sejak semula mencintai Ibrahim, gagal mengajak Ibrahim untuk lari dan hidup bersama, oleh sebab itu Suleha, memfitnah Ibrahim telah memperkosa dirinya. Dengan kelicikannya Suleha membeberkan bukti-bukti yagn tidak benar. Seluruh masyarakat kampung dengan komando Harun, menuntut tanggungjawab Ibrahim sebagai pemerkosa Suleha, Ibrahim dikeroyok beramai-ramai. Putusan hukuman mati untuk Ibrahim harus dilaksanakan. 

Pada saat yang kritis itu, sang Musafir tua datang enolong, ia mengungkap tabir ketidakbenaran. 

Pakaian Ibrahim terkoyak pada bagian belakangnya adalah bukti nyata, bahwa suleha yang mengejar Ibrahim, bukan sebaliknya. Suleha terkulai, Harun terpaku, Ibrahim terpukau atas kearifan Musafir tua. 

Kini, kabut-kabut  ketamakan mulai tersibak. Wajah kampung mulai menampakkan kesalahan atas kekeliruan selama ini. Pak Sulaiman pun telah menyadari akan kesalahan sikap hidupnya. Pak Kelan tidak mampu mencegah niat Ibrahim meninggalkan kampung, untuk meneruskan perjalanan. Sebelum Ibrahim meninggalkan kampung yant telah berhasil diselamatkan, Musafir Tua kembali menasehatinya. 

"Setiap muslim adalah pemimpin bagi sesamanya. Kembalilah. Terimalah itu sebagai amanat Tuhan yang kau bawa dari rahim ibumu!"

Ibrahim tak mampu melawan kebenaran kata-kata musafir tua dan Ibrahimpun tak ada kehendak untuk membantahnya. 

Tema : Drama

Produksi : Koperasi Film Nasional 

Produser : Soemardjono

Sutradara : Chaerul Umam

Cerita : Drs. Asrul Sani

Skenario : Drs. Asrul Sani

Sinefotografi : M. Soleh Ruslani

Suntingan : Cassim Abbas

Musik : Franky Raden 

Artistik : Radjul Kahfi

Pemain : El Manik, Dewi Irawan, Soekarno M Noor, Rachmat Hidayat, Marlia Hardi, Sultan Saladin, Yustine Rais, Ida Leman, Darussalam




Friday, October 6, 2023

DEWI IRAWAN DALAM FILM "BELAS KASIH"

 

JUDUL FILM        : BELAS KASIH

SUTRADARA       : BAMBANG IRAWAN

PRODUSER          : BAMBANG IRAWAN

PRODUKSI           : PT. AGORA   FILM

PENULIS               : ADE IRAWAN

TAHUN PROD    : 1973

JENIS                     : FILM DRAMA

PEMAIN               : DEWI IRAWAN, ADE IRAWAN, TATIEK TITO, CHITRA DEWI, TANTI YOSEPHA, BAMBANG IRAWAN, HARJO MULJO

 

SINOPSIS :

Belas kasih adalah film yang di produksi 1973. Film ini mengingatkan akan stasiun kebanggaan nusantara  satu-satunya kala itu TVRI yang juga pernah menayangkan film ini.

Santi (Dewi Irawan) dan teman-temannya satu yayasan panti asuhan sedang mengadakan tamasya di pantai. Ketika Santi dan Tina teman satu yayasannya sedang bermain bola plastik, tanpa sengaja Santi melempar bola kearah gelas minuman pasangan suami istri yang bernama Ibu Hartono (Tatiek Tito). Santi minta maaf, namun Ibu Hartono tidak marah karenanya. Pasangan Pak Hartono (Bambang Supeno) dan Ibu Hartono adalah pasangan yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang anak, namun belum dikasih juga. Hingga keduannya memutuskan untuk mengadopsi anak dari yayasan panti asuhan.

Dan pilihannya jatuh pada Santi, yang memang sudah mencuri hati sepasang suami istri tersebut. Dalam pelepasan Santi, disajikan lagu Bintang kejora yang dinyanyikan oleh teman-teman Santi satu panti asuhan. Diantara teman-teman Santi, Tinalah teman terdekat yang selalu menjadi tempat curahan hatinya. Sebelum dibawa oleh keluarga Hartono, Santi diberikan boneka hasil buatan Tina. Mereka berdua pun akhirnya berpamitan, dan Santi dibawa oleh keluarga Hartono.

*****

Hari-hari tinggal dirumah keluarga Hartono begitu Indah dirasakan oleh Santi, Bapak dan Ibu Hartono sangat menyayangi Santi.  Kehadiran Santi membuat hidup keluarga Hartono lebih bahagia, liburan dan jalan-jalan serta apa yang dibutuhkan Santi selalu dipenuhinya. Keberkahan kehadiran Santi di rumah keluarga Hartono bertambah setelah Ibu Hartono akhirnya mengandung anaknya. Bapak dan Ibu Hartono pun makin sayang terhadap Santi.


Hingga suatu ketika Bapak Hartono harus di tugaskan belajar ke Jepang, datanglah kakak Pak hartono yang biasa dipanggil Bu Dhe (Chitra Dewi) yang ditugaskan untuk menjaga istrinya yang sedang hamil sampai tugas belajar Pak Hartono selesai. Bu Dhe adalah seorang perawan tua yang hingga usianya mulai beranjak tua belum juga menikah.

Kehadiran Bu Dhe membawa malapetaka bagi Santi sejak pertemuan pertama kehadiranya, Ia sudah bersikap tidak bersahabat dengan Santi. Santi sering di bentak dan di perlakukan seperti pembantu oleh Bu Dhe. Santi merasa tidak betah dan sering mengadu kepada pembantu rumah bernama Harjo (Harjo Muljo). Sementara itu Ibu Hartono sendiri tidak bisa berbuat apa-apa melihat kelakuan kakak Iparnya pada Santi. Kerjaan Budhe hanya marah-marah dan ngomel. Pekerjaan yang bukan seharusnya dilakukan Santi, harus dikerjakan Santi. Santi dianggap anak yang tidak jelas asal usulnya, tinggal di kolong jembatan dan kata-kata lain yagn sangat menyakitkan Santi.

Suatu hari ketika sedang menjerang air, disuruhlah santi oleh Budhe untuk mematikannya. Namun tanpa sengaja Santi menumpahkan air yang baru saja mendidih, dan akhirnya mengenai Bu Hartono hingga terjatuh. Budhe marah besar pada santi karena menganggap santi anak pungut yang tidak bisa diuntung dan memukulnya. Santi pun bersedih, akhirnya ditengah turunnya hujan, dengan emmakai baju seragam yang dulu di pakai dari yayasan panti asuhan, Santi pun kabur dari rumah Bu Hartono menuju panti asuhannya.

Sementara itu di rumah sakit Bu Hartono selalu memanggil-manggil nama Santi, hingga Budhe panic dan menyuruh Harjo menjemput Santi dirumah. Namun Santi tidak ditemukan, Harjopun akhirnya mencari keberadaan Santi di sudut-sudut jalan, namun tidak ditemukan. Akhirnya melalui petunjuk Harjo, diketahui kalau santi pernah bilang akan kembali ke yayasan.

Pak Hartono akhirnya dipercepat kepulangannya dan langsung menemui istrinya di rumah sakit yang selalu menanyakan Santi. Namun Pak Hartono selalu menutupi keberadaan Santi. Akhirnya  Santipun dijemput dari panti asuhan oleh Pak Hartono dan Budhe. Budhe minta maaf pada Santi, akhirnya Santi mau dibawa kembali oleh keluarga Hartono.

Tuesday, February 25, 2014

DEWI IRAWAN DAN MARISSA HAQUE DALAM FILM KEMBANG SEMUSIM








JUDUL FILM                        : KEMBANG SEMUSIM

SUTRADARA                       : MT RISYAF

CERITA                                  : MT RISYAF

SKENARIO                           : MT RISYAF

MUSIK                                  : KIBOUD MAULANA

PRODUSER                          : SUDARNO

PRODUKSI                           :  PT.  BOLA DUNIA FILM

TAHUN PRODUKSI           : 1980

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                               : RACHMAT HIDAYAT, DEWI IRAWAN, MARISSA HAQUE, MIEKE WIDJAYA, SIMON CADER, RANO KARNO, MARLIA HARDI, EDDI GOMBLOH


SINOPSIS :

Mirna  (Marissa Haque) pergi meninggalkan neneknya (Marlia Hardi) di Sambas, Kalimantan menuju Jakarta untuk menemui ibunya Farida (Mieke Widjaya) setelah 15 tahun tidak bertemu. Sesampai di Jakarta, Mirna kebingungan karena jemputan tidak datang-datang hingga akhirnya di tolong oleh kuli pengangkut barang dan diantar ke alamat Ibunya. Kerinduan Mirna akan ibunya sudah sangat memuncak, namun sayang sekali kehadiran Mirna, anak kandungnya seolah-olah disesali oleh Farida. Mirna menjadi sedih, namun dipendamnya sendiri.

Farida adalah seorang janda yang akhirnya menikah lagi dengan Wijaya (Rachmat Hidayat) yang memiliki dua orang anak Macan(Simon Cader) dan Lidya (Dewi irawan). Kedatangan Mirna dirumah tersebut tidak disukai oleh Lidya, apalagi setelah tahu kalau Mirna menyukai Rusdi (Rano karno) orang yang dicintai Lidya, namun karena cintanya di tolak Rusdi, ahirnya ia di fitnah oleh Lidya dan diusir dari rumah tersebut.

*****



Lidya selalu mengintimidasi Mirna, namun dengan tegar diterima oleh Mirna. Sementara itu Farida mulai bosan dengan keadaan keluarga tersebut yang mulai kacau. Wijaya, seorang pengusaha yang bisnisnya mulai redup, sementara Farida akhirnya bekerja untuk ikut menghidupi keluarga tersebut. Merasa kesal, akhirnya Farida meminta cerai dengan Wijaya agar bisa dekat dengan anaknya, Mirna. Namun akhirnya Wijaya mereview masa lalunya bersama Lidya dan Macan, yang akhirnya bisa diterima oleh mereka, demikian pula Farida akhirnya kembali menerima keluarga tersebut.

Akhirnya kehidupan keluarga tersebut kembali cerah, Lidya dan Macan pun akhirnya menganggap Mirna sebagai adiknya, dan Lidya memberi kejutan kepada Mirna dengan menghadirkan Rusdi dirumah tersebut. Keluarga tersebut akhirnya bahagia.