Showing posts with label Putihnya Duka Kelabunya bahagia. Show all posts
Showing posts with label Putihnya Duka Kelabunya bahagia. Show all posts

Friday, September 11, 2026

FILM : PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA

 


FILM : PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA

Nama Perusahaan : PT Eka Reksa Daya Film

Penanggungjawab : Eva Rosdiana Dewi

Penulis Cerita  : Eva Rosdiana Dewi & Frank Rorimpandey

Penulis Skenario dan Sutradara : Frank Rorimpandey

Penata Kamera : Hadi Artomo

Penata Artistik : Iri Supit

Penata Suara : Kemal Redha

Penata Musik : Idris Sardi

Penyunting : Caheruddin D

Pemeran Utama Wanita : Eva Rosdiana Dewi, Joice Erna

Pemeran Utama Pria : Dwi Yan

Pemeran Pembantu Wanita : Marlena

Pemeran Pembantu Pria : Deddy Mizwar, Slamet SH, Ichwan Prasetya

Perkawinan Wisnu dan Shinta penuh kebahagiaan setelah dikaruniai seorang anak. Lahirnya anak mereka Satria sungguh penuh dengan perjuangan. Karena meskipun sudah hamil besar Shinta tetap bekerja di perusahaan suaminya, hingga bayinya lahir harus melalui operasi. Tapi kebahagiaan mereka kembali direnggut pada saat Shinta terjatuh di pasar swalayan. Menurut keterangan dokter, Shinta mengalami kelumpuhan. 

Dan saat itulah mulai timbul masalah dalam keluarga Wisnu dan Shinta. Sang suami menuntut agar dicarikan baby sitter untuk mengurus Satria, tapi Shinta berpendapat lain. 

Ternyata babby sitter yang diperoleh dari sebuah Yayasan adalah bekas kekasih Wisnu. Mula-mula rahasia ini tertutup rapat, tapi lama-lama ketahuan juga. 

Pasalnya, Dian si baby sitter telah kemasukan setan, emosi ingin memiliki kembali bekas kekasihnya dia nekad membunuh Shinta yang selama itu hidupnya dengan kursi roda. 

Dian mencoba menghabisi jiwa Shinta dengan sebilah gunting, tapi kejadiannya sungguh diluar dugaan. Dian yang terbunuh, sementara Shinta selamat tapi gunting yang ada dalam genggaman tangannya itu yang membuat Shinta harus diadili. 


Monday, December 22, 2025

PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA


PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA, DWI YAN BERMAIN BERSAMA ISTRINYA. Pasangan Suami istri (sebelum bercerai) ini semula hanya di kenal sebagai pemain saja. Dwi yan hasil godokan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) muncul pertama kali di layar putih lewat film garapan Chaerul Umam "Keluarga Markum". 

Porsi ini sebenarnya milik Dedy Mizwar yang memerankan Ramadhan dalam "Kejarlah Daku Kau Kutangkap" part 1. Dwi yan makin melejit setelah mendapat kesempatan dari Slamet Rahardjo membintangi film "Kasmaran" bersama Ida iasha dan Ira Wibowo. 

Sedangkan Eva Rosdiana Dewi sang isteri yang dinikahinya , sejak belasan tahun lalu telah menggeluti dunia akting. Bukan hanya untuk film di bioskop, tapi juga di panggung sandiwara dan layar TVRI. 

Adalah Frank Rorimpandey, sutradara pertama yang memberi kesempatan Eva muncul di layar perak. Bersama Marina Gardena, isteri Rudy Salam yang juga bintang film, Eva membintangi "Mutiara".

Walau Eva telah membintangi belasan film bioskop dan sandiwara teve, namun popularitasnya masih kalah dengan sang suami. "Soalnya peran saya kan biasa-biasa saja! kilah Eva.

Sebenarnya Eva sendiri pernah pegang peran utama dalam film "Medali dari Bukit Selatan" yang di produksinya sendiri. Karena film itu gagal di peredaran, maka gagal pula mengangkat Eva ke jenjang popularitas yang lebih tinggi. 

Kini, pasangan bintang film yang membina kehidupan rumah tangga itu, tidak saja bergulat di depan kamera dan harus tunduk kepada perintah sang sutradara, namun mereka telah memutuskan menjadi produser. 

Mengibarkan bendera perusahaan dengan nama Eka Reksa Daya Film (ERD), Eva mengawali produksi perdananya. "Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" yang penyutradaraannya dipercayakan kepada Frank Rorimpandey. 

Pada Produksi Perdananya menurut Eva merupakan produksi kerjasama dengan pihak Pemda Jawa Timur ini, baik Eva maupun Dwi Yan muncul pula sebagai pemain utama. 

Namun setelah film ini, mereka akan lebih berkonsentrasi pada kegiatan produksi saja. Walau sudah berpredikat produser dan akan mencoba lebih konsentrasi pada kegiatan produksi, namun bila ada produser lain yang masih mau memberi kesempatan , kata Dwi yan juga tak akan disia siakan. 

Maksudnya, sambung Eva untuk menjaga persahabatan di antara sesama produser. "Kami ini dulunya kan pemain, masa siih mau nglepasin gitu saja!" tegasnya. 

"Putihnya Duka Kelabunya Bahagia" beredar di surabaya dan kota lain di Jawa Timur mulai 10 November 1989 guna menyambut hari  Pahlawan. 

~MF 88/56/Tahun VI 11-24 Nov 1989