Showing posts with label Anglingdarma 3. Show all posts
Showing posts with label Anglingdarma 3. Show all posts

Wednesday, December 3, 2025

ANGLINGDARMA 3, FENDY DAN BARRY BEREBUT PORSI NAMA

 


Tercatat dalam sejarah perfilman nasional, film silat Indonesia pertama yang berbahasa Jawa keseluruhannya adalah Balada Cinta Anglingdarma (1990) yang di perani oleh Baron Hermanto sebagai Prabu Anglingdarma. 

Film yang diangkat dari cerita ketoprak dan komik itu cukup sukses saat di rilis di Jawa Tengah namun di Jakarta (beredar versi bahasa Indonesianya) ternyata kurang mendapat sambutan. Toh produsernya tetap melanjutkan Anglingdarma 2 Batik Madrim Mbalelo (Pemberontakan Batik Madrim) dan uniknya peran sang Prabu dialihkan ke Barry Prima sebaliknya Baron jadi si pengkhianat Patih Batik Madrim. 

Selanjutnya PT. Elang Perkasa Film memproduksi Anglingdarma 3 dengan sutradara S.A Karim dan kamerawan Suryo Susanto. Lewat film inilah untuk pertama kalinya di pertemukan tiga bintang film silat terkenal, Barry Prima, Fendy Pradana dan Murtisaridew. Masih ditambah lagi dengan Baron Hermanto, Erna Santoso, Eddy S Yonathan, Rendy Recky, Yacob Essad, dan pelawak Kampret (dari ketoprak Mataram) sebagai si Klungsur punakawan setia. 

Tokoh Prabu Anglingdarma di lanjutkan perannya oleh Barry Prima, lalu Fendy Pradana sebagai putra mahkota Kerajaan Malawapati, Pangeran Angling Kusumo. 

Suting yagn antara lain berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah berjalan lancar. Murti Saridewi yang namanya terangkat sejak berperan sebagai Lasmini si pendekar genit dalam serial Saur Sepuh, kini berperan sebagai pendekar wanita Srenggono Retno yagn sensual dengan gigi gingsulnya. 

Kalau dalam film, Fendy dan Bari sebagai anak dan ayah yang terpaksa bertarung adu kesaktian untuk menguji kesatriaan, adalah seusai suting timbul probema. 

Gara-gara terjad saat penggarapan poster (istilah filmnya one-sheet) dan still-photo (nama sebenarnya window-sheet) yang kelak di pajang di etalase (lemari kaca) di lobi lobi bioskop. Pendesain poster Rizal Alferthinus seperti biasa memasang nama Barry Prima diatas sedangkan Fendy Pradana di tempat ketiga di bawah nama Murti Saridewi. 

Demi melihat hal sini, Fendy merasa kurang nyaman. Ia memprotes, menuntut namanya di letakkan paling atas. Terpaksa produser harus menetak khusus namanya untuk di lekatkan pada still-photo yang sudah jadi. 

Masalah pemasangan nama ini sering jadi problem terutama di Amerika. Misalnya pada poster The Firm, Tom Cruise tak menyukai nama Gene Hackman di pasang sejajar sama tinggi dan sama besar dengan namanya. Tapi Hackman juga emoh namanya di pasang di bawah. "daripada begitu lebih baik tak usah pasang nama saya sajalah", itulah yang terjadi nama Hackman tak ada di poster The Firm. 

Bahkan sutradara Teguh Karya pernah merelakan nama-nama pemeran utamanya, Rachmat Hidayat dan Tuti Indra Malaon dipasang kecil-kecil di bawah nama para pemeran pembantu, Onky Alexander, Nurul Arifin, Ayu Azhari dan Didi Petet pada Pacar Ketinggalan Kereta. 


~MF 216/182/THXI 24 Sept - 7 Okt 1994


Thursday, April 7, 2011

BARRY PRIMA DALAM FILM ANGLING DARMA 3 "PEMBURU DARI NERAKA"


JUDUL FILM        : ANGLING DARMA 3 : PEMBURU DARI NERAKA

SUTRADARA       : SA KARIM

PRODUSER          : KAONAWAN SUMIRAH

CERITA                  : BAMBANG ADI PITOYO

PRODUKSI           : PT. ELANG PERKASA FILM

TAHUN PROD    : 1994

JENIS                     : FILM SILAT

PEMAIN               : BARRY PRIMA, FENDY PRADANA, MURTISARI DEWI, BARON HERMANTO, ERNA SANTOSO, KEN KEN

SINOPSIS :

Prabu Angling Darma (Barry Prima) menginginkan anaknya Angling Kusuma (Fendy Pradana) untuk segera memiliki pendamping hidup.  Salah satu cara yang di tempuh oleh Angling Darma adalah dengan mengadakan sayembara bagi para putri yang di lakukan oleh Angling Darma agar Angling Kusuma dapat memilihnya.  Namun pikiran Ayahanda Angling Darma tidak sejalan dengan Angling Kusuma yang merasa sudah dewasa. Sehingga Angling Kusuma menolaknya dan memilih mengembara untuk membuktikan kalau ia sudah dewasa. Dan seperti petuah ibunya (Erna Santoso), adat di Malawapati sebelum mencari jodoh adalah dengan mengembara.

Akhirnya Angling Kusuma di temani oleh abdi Malawapati yang paling setia, Klungsur pergi mengembara.   Di istana sendiri, akhirnya kedatangan dewi dewi cantik yang mengikuti sayembara, namun sayang Angling Kusuma sendiri sudah tidak ada. Sehingga Angling Darma merasa kecewa dibuatnya.

Pada suatu malam Angling Darma mendengar suara yang member peringatan yang mengingatkan peristiwa 20 tahun yang lalu dimana Prabu Angling Darma telah membunuh Prabu pancaknyono. Meski alas an yang di berikan adalah benar, namun Ayah Pancaknyono, Brojo Sakti (Baron Hermanto) tidak terima atas kematian anaknya. Brojo Sakti yang sedang menyelesaikan tapanya berniat akan membalas dendam pada Angling Darma dan keluarganya. Namun Prabu Angling Darma masih memiliki waktu 40 hari untuk mempersiapkannya, karena Brojo Sakti setelah selesai bertapa, masih ada hal yang harus di kerjakan selama 40 hari, yaitu salah satunya adalah harus mengajarkan ilmunya. Ilmu Aji Mundijati Sasongko Jati, yaitu ilmu yang intinya adalah kasih sayang.

Sementara itu di Arcamanik, Begawan Sentanu menerima pinangan dari Prabu Surowiseso (Ken ken) dari Engku Braja untuk meminang putrinya Senggono Retno (Murtisari Dewi) namun pinangan tersebut di tolak oleh Senggono Retno karena tidak suka pada Prabu Surowiseso.  Prabu Surowiseso marah atas penolakan lamarannya. Ia menyerang Arcamanik, dan berniat menghancurkannya. Begawan Sentanu dan Senggono Retno menghadapi Surowiseso namun kelihatannya ia terdesak. Mendengar adanya perkelahian, Angling Kusumo yang kebetulan melintas akhirnya membantu Senggono Retno yang langsung jatuh hati pada pandangannya yang pertama.  Melihat lawannya di tolong oleh Angling Kusumo membuat Surawisesa marah. Disaat bersamaan datanglah Brojo Sakti yang langsung menyerang dan melumpuhkan Surawisesa. Brojo Skti pun meninggalkan begitu saja Arcamanik. Sementara itu Angling Kusumo yang jatuh hati pada Senggono Retno akhirnya keduanya pun saling menyukai.

Kepergian Brojo Sakti ternyata tidak selamanya karena ia kembali lagi dan ingin mengangkat Angling Kusumo sebagai muridnya. Meski pada awalnya menolak, namun demi Arcamanik yang akan di hancurkan apabila Angling Kusumo tidak mau jadi muridnya, akhirnya ia mau menuruti Brojo Sakti untuk diturunkan ilmunya.  Dalam proses transfer ilmu, Angling Darma mengetahui caranya dan bermaksud mencegahnya, namun sayang sekali Angling Darma tidak mampu mencegahnya. Ia pun membiarkan Angling Kusumo yang belum tahu siapa Brojo Musti sebenarnya untuk mendapatkan ilmunya. Setelah ilmu ia terima, Angling Kusumo lantas pulang ke Malawapati untuk kembali. Namun ia tidak langsung masuk istana,namun mendunggu di perbatasan dengan menyuruh kurirnya menyampaikan Surat tantangan pada ayahnya. Akhirnya Angling Darma menyanggupi dan menginginkan anaknya telah dewasa.

Disaat pertarungan antara ayah dan anak berlangsung, datanglah Brojo Sakti yang ingin menghabisi keduanya. Sementara itu Angling Kusumo baru tahu siapa Brojo Musti sebenarnya. Meski terlihat frustasi, namun akhirnya Angling Kusumo lebih membela ayahnya. Mereka bertiga bertarung, disaat yang bersamaan muncullah Senggono Retno yang membantu kekasihnya Angling Kusumo. Akhirnya ilmu Brojo Sakti dapat dikalahkan karena kasih sayang antara ayah, anak dan calon memantunya. Ilmu yang dimiliki oleh Brojo Sakti adalah intinya tentang kasih sayang, sehingga ketika ketiga orang tersebut dengan penuh kasih sayang mampu mengalahkan Brojo Sakti yang ilmunya lebih tinggi.