Showing posts with label sally marcellina. Show all posts
Showing posts with label sally marcellina. Show all posts

Tuesday, March 10, 2026

PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG


 PUTRI KUNTILANAK, BUAH PERKAWINAN DENGAN SUNDEL BOLONG

Sejak suksesnya Sundel Bolong yang diperani oleh Suzanna pada awal tahun 1980an, film-film horor nasional kembali banyak di produksi. Wajar kalau dibilang Suzanna sebagai ratunya film horor dan mistik. Coba saja lihat film-filmnya seperti Ratu Ilmu Hitam, Nyi Blorong, Nyi Blorong PUtri Nyi Roro Kidul, dan juga Telaga Angker.

Baru belakangan ini salah seorang artis terbaik yang pernah menggondol Piala Citra di awal penampilannya, Joice Erna juga mulai laris membintangi film-film serupa. Padahal biasanya ia selalu bermain dalam film-film bertema drama. Tapi sekarang paling tidak sudah tiga judul film diperaninya sebagai makhluk jejadian. 

Yang baru saja adalah film "Dendam Jumat Kliwon" produksi PT. Cancer Mas Film perannya sebagai arwah penasaran yang memburu perempok pembunuhnya. Lalu di "Nenek Lampir" dari PT Japos Film juga sebagai arwah yagn semasa hidupnya pernah di per kosa dan kemudian di kubur hidup-hidup oleh lima lelaki jahanam. Dan "Putri Kuntilanak" produksi perdana PT. Andalas Kencana Film. Apakah perannya sebagai arwah penasaran lagi?

"Bukan!" sanggah Joice. "Kali ini saya  jadi makhluk Sundel bolong alias Kuntilanak yang bisa jadi manusia karena di kawini oleh seorang pemuda budiman!" hiiiii....

Duo Produser Ramesh dan Madhu, yang sebenarnya bukan orang baru dalam dunia film, mempercayakan penyutradaraan produksi perdana mereka kepada Atok Suharto. Biasanya Atok menggarap film-film laga antara lain "Puteri duyung", "bukit Berdarah", "Terjebak Penari Erotis", "Cewek-cewek Genit" dan lain-lain, tapi tercatat cukup berhasil juga lewat film horor "Perempuan Malam" yang dibintangi oleh Siska Widowati dan George Rudy. 

"Saya mempertemukan bintang-bintang kawakan seperti Joice Erna, Rina Hassim, Farida Pasha, dan Doddy Sukma dengan bintang-bintang muda Sally Marcellina, Dolly Martin dan pendatang baru Etick Gantira," ungkap Atok Suharto. 

Sally Marcellina, pertama tampil sebagai figuran dalam film "jejaka Jejaka". Perannya sebagai salah seorang pacar Richie Ricardo. Melejit jadi pemeran utama wanita dalam "Macan Kampus" berpasangan dengan Rano Karno, tapi kurang menonjol. 

"Kini Sally jadi pemeran utama , si putri kuntilanak waktu kecil di perankan oleh Ratuliu. Tapi namanya saja putri makhluk halus, bisa cepat sekali jadi gadis dewasa!". Suami Joice, Mustafa Jackson ikut mendukung di bagian awal. Perannya sebagai suami yang budiman. 

Film ini berkisah tentang perkawinan Andy dan Alisa tak di restui orang tua Andy. Mereka sudah punya calon bernama Enny. Gadis yang sakit hati ini menghubungi paranormal Badrani. Baru ketahuan kalau Alisa sebenarnya penjelmaan Sundel Bolong. untuk mengusirnya paku yang menancap di kepalanya musti di cabut. 

Andy shock berat melihat kenyataan siapa sebenarnya isteri tercintanya. Ia  melarikan bayinya, Melisa ke dalam hutan. Terjerumus ke jurang, Mati. Si Cilik Melisa merangkak dalam belukar. Terjadi proses gaib, ia tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita. 

Kecantikan Melisa membuat ia diterima jadi fotomodel di sebuah studio. Fotografer Tommy terpikat padanya. Enny yang juga berprofesi sebagai fotomodel, bersaing dengan Melisa memperebutkan cinta Tommy. 

Teror-teror mulai melanda ketika si juru rias Rizky yang gemar menghasut, diemukan mati dalam keadaan mengerikan. Melisa mulai melancarkan pembalasan kepada Enny dan Badrani yang telah mencelakai orangtuanya. Selanjutnya? tonton ya...


Produksi : PT. Andals Kencana Film, Produser Ramesh & Madhu, Sutradara : Atok Suharto, Cerita/Skenario : Sapto Ananda KD, Kamerawan : Jarok, Editor : Ermis Thaher : Pemain : Jice Erna sebagai Alisa, Sally Marcellina sebagai Melisa, Dolly Martin sebagai Tommy, Etick Gantira sebagai Enny, Farida Pasha sebagai Dukun Badrani, Rina Hassim sebagai Ny. Pramana, Doddy Sukma sebagai Pak Pramana dan Mustafa Jackson sebagai : Andy. 




Wednesday, February 11, 2026

GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN


 GODAAN MEMBARA, DUET BINTANG PANAS SALLY - MALVIN Di tahun 1995 dari 100 perusahaan film nasional, paling cuma lima perusahaan saja yang terus memproduksi film. Salah satunya adalah PT. Virgo Putra Film. Produksi ke 61 dari Virgo adalah sebuah drama-horor-erotis, GODAAN MEMBARA arahan Dhanny Firdaus HS, menampilkan dua bintang panas Sally marcellina sebagai Amelia dan Malvin Shayna sebagai Rika dengan si macho Sonny Dewantara. 

Di dukung pemain-pemain kawakan seperti Piet Burnama, ayah Sonny, Komalasari - ibu Sonny, Gino Makasutji ayah Rika, pemeran antagonis Adang Mansyur sebagai mbah Dukun, dan Boy Sono sebagai Brian dengan bintang baru Welda Hidayat sebagai Melissa. 

Diceritakan, Amelia menyambut kepulangan kekasihnya, Sonny, setelah liam tahun di Amerika. Namun kegembiraan Amelia bagai terguyur air dingin oleh sikap ibu Sonny yang memandangnya tak sederajat dengan keluarga Joyo. 

Bu Joyo mempertemukan Sonny dengan Rika, putri Pak Alex, rekanan bisnis Pak Joyo. Namun Sonny memilih diam-diam menikahi pilihan hatinya, Amelia. Hal ini membuat Rika merasa sakit hati. Ia terus mengamati kehidupan suami istri muda ini dengan itikad jahat. 

Tiba saatnya Amelia hamil. Tiba-tiba terjadi musibah, mobil meledak, menewaskan Amelia dan bayi dalam kandungannya. Peristiwa tragis ini membuat jiwa Sonny terguncang dan nyaris kehilangan gairah hidup. 

Bu Joyo mendesak Sonny melupakan Amelia yang telah tiada dan memperistri Rika. Sonny pasrah menerima. Inilah peluang bagi Pak Alex untuk mengeruk harta kekayaan Pak Joyo. Siasat liciknya pasti berhasil kalau saja tak terjadi suatu keajaiban. 

Arwah Amelia bangkit dari alam kubur. Arwah perempuan ini prihatin melihat sikap pasrah suaminya yang tak menyadari kepalsuan cinta Rika. Amelia menyusup ke tubuh adik kandungnya, Melisa dalam upaya membongkar kelicikan Rika dan Ayahnya. 

Sonny mulai merasakan ketidak wajaran sikap Rika. Timbul pula kecurigaannya, "jangan-jangan kematian Amelia oleh sesuatu yang sudah dirancang sebelumnya?".

Justru Rika yang makin berkuasa dalam mengatur keluarga, tak segan menghardik ibu mertuanya. barulah Bu Joyo menangis dalam hati, menyesali sikap durhaka menantu pilihannya. nafsu serakah Rika membuat ia bekerjasama dengan pemuda Brian dan mbah dukun berilmu hitam , untuk membinasakan orang-orang yang dianggapnya sebagai penghalang ambisinya. Bahkan pacar gelapnya sendiri, Billy dan Pak Alex yang cuma diakuinya sebagai ayahnya, tak segan dihabisi. 

Arwah Amelia tak rela melihat suaminya hancur. Saat Sonny dalam keadaan kritis, Amelia menampakkan diri. Dengan tenaga gaib supernatural Brian di tumpas. Dukun ilmu hitam turun tangan bentrok dengan arwah istri setia ini. 

Terbongkar kalau dulu Rika yang mengakibatkan kematian Amelia. Kini iapun menerima pembalasan setimpal, mobilnya meledak, arwahnya terbang ke neraka bersama ambisinya. 

Pesan arwah Amelia pada suaminya, "Titip adikku, sayangilah dia karena seluruh kasihku ada dihatinya. Saat Sonny dan melisa bergenggam tangan, perlahan bayangan arwah Amelia raib ke alam gaib. 

Produksi : PT. Virgo Putra Film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara : Dhanny Firdaus

Cerita-Skenario : Armantono

Kamerawan : Sjamsuddin

Pemain : Sally Marcellina, Malvin Shayna, Sonny Dewantara, Piet Burnama, Gino Makasutji, Adang Mansyur, Komala Sari

Wednesday, February 4, 2026

BOLEH BOLEH AJA, SIH

 


Pada awal tahun 1990, Rapi Film memasuki usia yang ke 18 tahun, dan produksi yang ke 65 adalah film "Boleh Boleh Aja , Sih" Sebuah film bertema drama komedi remaja yang ringa-ringan ajalah, " ujar produser pelaksana Subagio Samtono dengan nada ringa, sementar aitu adiknya , produser Gope Samtani, sedang berada di Hongkong untuk proses akhir film "Makelar Kodok".

Film remaja ini di sutradarai oleh Hadi Purnomo. Bermula sebagai pemain teater, anggota "Teater Kecil-nya Arifin C Noer, Hadi memulai debutnya sebagai sutradara lewat "Perisai Kasih Yang Terkoyak" (Dibintangi Nena Rosier dan Dwi Yan). Film keduanya "Akibat Terlalu Genit" sampai lama tertahan di BSF. Malah film ketiganya lebih dulu beredar, "Godain Kita Dong" dengan Warkop Dono Kasino Indro. 

Lalu siapa saja pendukung film "Boleh Boleh Aja, Sih?". Filmnya dibintangi oleh bintang-bintang remaja yang paling menonjol adalah Sally Marcellina dan Paramitha Rusady, lalu Tio Pakusadewo dan Ade Giuliano, didukung pula oleh Ida Kusumah, Gugun Benget, dan James Sahertian. Kamera ditangai oleh Asmawi. 

Film ini dirancang oleh Deddy Armand yang memang tersohor sebagai penulis skenario paling produkfit. Bisa di bayangkan pasti tentang dunia remaja yang ceria, seperti produksi Rapi sebelumnya "Lebih Asyik Sama Kamu" yang juga di bintangi Paramitha dan Sally , plus Ryan Hidayat. 

"lokasi sutingnya juga tidak jauh-jauh, paling di Jakarta dan sekitarnya saja, tambah Hadi yang belum ingin bercerita banyak tentang film keempatnya ini. 

Samtono malah mempromosikan film-film Rapi yang akan datang. Ada film bertema thriller "Guntur Tengah malam" ada film silat "Pedang Naga Pasa". Tak ketinggalan dipersiapkan juga komedi "Makelar Kodok mencari Rejeki" (Makelar kodok untung besar )

"Seperti supermarket, Rapi ingin menyediakan bermacam-macam tema film secara  komplit. Apa aja ada!.

Sunday, January 18, 2026

AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

 


AKIBAT HAMIL MUDA, MELAHIRKAN BINTANG DURHAKA

Marlene di usir dari rumah oleh ayahnya yang murka. Pasalnya gadis ini hamil sebelum kawin, bahkan menolak menyebut siapa yang menghamilinya. 

Dua puluh tahun kemudian, Marlene telah menjadi prostitusi profesional. Tarifnya bisa di bayar kalangan elit (5000 US Dollar sekali kencan). Tak heran ia bisa punya rumah bagus dan mobil mewah. Sedang putri tunggalnya, Monalisa sudah kuliah di Perguruan Tinggi. 

Marlene mendidik Mona dengan keras disiplin. Termasuk melarang berpacaran dengan Royke. Bahkan tak segan mengaku sebagai kakak Mona untuk merayu Royke. Tepat saat Marlene bercumbu dengan Royke di sofa mereka di pergoki Mona. Karuan gadis ini shock berat. 

Mona Minggat bergabung dengan kawannya, Lenti yang baru pisah dengan suami dan si les bian Okky. Dikecewakan suami yang pemabuk dan jadi piaraan tante girang membuat Lenti dan Okky pacaran. Tapi Okky juga mengincar Mona. Ialah yang mengajak Mona memergoki Marlene saat melayani seorang bos. Karuan Mona kian membenci ibunya. Kendati begitu ia tak sudi di jamah Okky. Saat okky memaksa, Mona dan Lenti meukulnya sampai pingsan dan kabur . 

Mona melamar kerja jadi penyanyi klab malam. Diam-diam Marlene merayu cukong Ah Liong agar menerima Mona bekerja. Saat menyanyi, Mona menarik perhatian sutradara Antonius. Diajak main film, Mona bersedia dengan syarat Lenti juga di kasih peran. 

Karier Mona cepat menanjak. Saat di wawancara wartawan di teve ia menyebut ibunya sudah lama meninggal. betapa sakitnya hati Marlene mendengar kedurhakaan anaknya. Namun ia tak menyalahkan Mona karena menyadari siapa dirinya. 

Justru Lenti menempel Produser Louis untuk merebut peran utama. Antonius yang mencintai Mona, protes keras. Mendadak Lenti terbunuh. Mona di curigai polisi. Padahal jiwanyapun terancam. Siapa sebenarnya si pembunuh? Mengapa Marlene nekad bunuh diri demi melihat skandal antara Mona dengan Antonius? sekeras-kerasnya hati Mona apakah ia tega melihat ibunya tengah sekarat?

Drama-tragedi dengan adonan bumbu-bumbu macam macam termasuk seks, ketegangan dan kejutan ini diarahkan oleh Dhany Firdaus yang biasa menggarap film fiksi. Sally Marcellina berusaha bermain total khusus dalam adegan bercinta dan buka-bukaan. Apalagi lawan mainnya Fay Tobing yang bukan rahasia lagi adalah calon suaminya. Fay yang semula dikenal sebagai penata special effect sempat bikin adegan kejutan, dirinya di samber geledek sampai gosong sekujur tubuh. 

Kejutan lain, Ully Artha yang sudah tak remaja lagi bermain cukup berani sebagai Marlene. Di dikung Elizabeth Ivone sebagai Okky, Windy Chindyana sebagai Lennti dan Gugun Benget.

Produksi : PT. Purnama Santosa Film

Produser : Sally Marcellina dan NG TJEN FUK

Sutradara : Dhany Firdaus

Cerita/Skenario : Sally Marcellina, Fay Tobing

Kamerawan : Partogi Simatupang

Editor : Yanis Badar

Pemain : Sally Marcellina, Ully Artha, Fay Tobing, Windy Chindyana, Elizabeth Ivonne, Gugun Benget, Louis Nikijuluw 

~MF 201/167/THX 12-25 Maret 1994