Showing posts with label mathias muchus. Show all posts
Showing posts with label mathias muchus. Show all posts

Thursday, March 12, 2026

JANGAN RENGGUT CINTAKU

 


FILM JANGAN RENGGUT CINTAKU, ADAT SIRI DITEBUS JIWA. SIRI adalah adat Bugis, Sulawesi Selatan yagn harus di tebus dengan jiwa oleh orang yang telah mencorengkan aib. Adakah adat itu masi dipertahankan terus di zaman sekarang? Berdasarkan ide inilah wartawan sekaligus pemain teater daerah , Rachman Arge menulis cerpen, "Langkah Langkah Dalam Gerimis" yang di filmkan oleh sutradara Nurhadie Irawan sebagai produksi bersama PT. Manggala Perkasa Film dengan Pemda Sumsel. 

Maka diboyonglah bintang dari Jakarta. Mulai dari Mathias Muchus, Dian Nitami, Deddy Mizwar, Gito Gilas, Cok Simbara sampai Leroy Osmani. Pemain-pemain daerah ikutan mendukung jadi pemeran-pemeran pembantu. 

KAWIN LARI

I BULAENG kawin lari dengan Pajongai. Padahal ia sudah ditunangkan dengan Andi Sumange. Aib ini harus ditebus dengan darah. Sumange memburu mereka. Tapi Karaen Nyompa, Ayah Bulaeng menugaskan adiknya sendiri untuk menghabisi Pajongai. Bulaeng pun ikut tewas di ujung badik. 

Sejarah bagai terulang ketika adik Sumange, Adi Tenri bercinta dengan Andi Patongai. Ayah Sumange, Andi Mappa tak menyukai Pantongai karena silsilahnya. Terlanjur saling mencintai, Patongai dan Tenri nekad kawin lari. Untuk menghapus siri ini, Andi Mappa yang sakit-sakitan menugaskan Sumange. Berbekal Badik, Sumange menemukan pondok di gubung yang jadi persembunyian burauannya. Bertepatan tiba saatnya bersalin bagi Tenri. Ditimpa rintik gerimis, Sumange dan Patongai berhadapan dengan badik ter hunus. 

Inti ceritanya sebenarnya cukup menarik, sayang kelewat dibebani pesan sponsor wisata Pemda hingga harus dijejalkan sejumlah adegan tari-nyanyi yang terasa berkepanjangan. Padahal harus diakui panorama Sulsel dan Tana Toraja punya daya tarik khas. Akibatnya cerita bgai terpenggal jadi tiga bagian. Bagian Awal kisah Sumange (Mathias Muchus), Bagian tengah kisah kelompok mahasiswa yang dipimpin Patongai (Gito Gilas), pacaannya dengan Tenri (Dian Nitami). Bagian inilah yang terasa rada kedodoran. Diakhiri dengan konflik antara Sumange dan Patongai. 

Kendati cuma muncul beberapa scene, Deddy Mizwar sebagai Karaeng Nyompa yang gagal jadi mertua Sumange, menampilkan akting berkualitas. Terbukti masuk daftar unggulan, walau kemudian yang menang pemeran calon besannya, Rachman Arge. 

Catatan : Selain Citra untuk Aktor Pembantu Terbai, Film ini juga membuahkan piala Citra Penata Musik Terbaik 1990 untuk Areng Widodo. 

Saturday, January 10, 2026

FILM KEMESRAAN, ISTERI IDOLA, SUAMI SERONG


 Kemesraan ini janganlah cepat belalu... memang merupakan top hits yang mencetak rekor luar biasa dalam dunia musik kaset tahun 1989. Tahun 1989 judul lagu ini sudah dibeli oleh Produser Awie Widjaya dari PT. Visindo Merdhika Film untuk di filmkan. Namun Sophan Sophiaan sebagai sutradaranya lebih sreg dengan judul "SUAMI" untuk film yang dibintanginya bersama Widyawati dan Dewi Yull. Maka kemudian Awie menjual haknya pada Punjabi bersaudara yang kebetulan sedang mencari cari judul yang cocok untuk produksi terbarunya yang cerita-skenarionya ditulis oleh Piet Burnama yang juga sutradara. 

Ceritanya melodrama "Kemesraan" adalah tentang seorang suami, Ir. Roy yang terlibat jaringan asmara dengan tiga wanita sekaligus. Padahal istrinya, Lia seorang wanita teladan, cantik, setia, nyaris tanpa cacad. Namun pertemuan kembali dengan mantan calon istrinya, Dra. Ayuni, mulai menggoyahkan iman Roy. 

Dulu Ayuni pernah dhamili Roy yang ternyata tak bertanggungjawab. Sekarang Ayuni melesat sebagai wanita karier yang kekuasaannya bagaikan gurita Konglomerat. Sedikit banyak ia pasti menyimpan dendam  kesumat pada lelaki yang mengkhianatinya. Namun cara pembalasannya sangat aneh. Ayuni melimpahi Roy dengan jabatan tinggi di perusahaan kontraktor raksasa, mobil mewah serta gedung mentereng. 

Sikap misterius Ayuni yang jinak-jinak merpati membuat Roy berusaha memanasi dengan jalan mencari sekretaris pribadinya, si remaja Tania. Namun, Tania juga bukan tipe cewek  yang mudah tergiur oleh uang dan rayuan Roy. 

Betapa hancurnya hati si isteri ideal, Lia, demi mengetahui keserongan suaminya diluar rumah. Akibatnya cukup fatal karena Lia menderita Koma. 

Dua bintang populer yang semula dipipih untuk memerankan tokoh dra. Ayuni dan Ir. Roy adalah Meriam Bellina dan Ray Sahetapi. Namun dalam proses pembuatannya kemudian kedua tokoh tersebut diperankan oleh Mathias Muchus dan Nurul Arifin. Sedang tokoh isteri idola tetap dibawakan oleh Baby Zelvia. 

Tokoh dra. Ayuni boleh dibilang seorang wanita karier jetset masa kini. Sebab peran menantang serta lain dari yang biasanya, dibawakan oleh Nurul. Sayang, nampaknya Nurul masih memerlukan pendalaman agar yang kelihatan cuma keglamourannya belaka. 

Dalam sebuah adegan di pub, Nurul dan Mathias benar-benar menyayikan sendiri lagu "Kemesraan". Semula di rencakanan akan diisi oleh suara Iwan Fals dan Rafika Duri, namun karena berbagai kendala, akhirnya dijajal dinyayikan langsung oleh Nurul dan Mathias. Terbukti suara mereka boleh juga. 

Lagu "Kemesraan" memang merdu mendayu, namun seharusnya tak perlu sampai terlalu banyak (empat kali) di perdengarkan secara utuh. Cukup dua kali saja di awal judul serta di akhir film. 

Yang patut di tonjolkan justru dialog-dialog bernas antara tokoh. Seperti misalnya nasihat om Kasman (Zainal Abidin) yang menyerahkan perusahaannya pada Roy. 

Atau keluhan sendu Ayuni. "Bekas cinta ada, tapi cinta bekas tidak ada!". sedangkan Tania yagn mengaku berusia 19 tahun dan menolak dikeloni Roy. "Aapa yang harus dikatakan pada suami saya dimalam pengantin kalau ia mendapatkan saya sudah tak perawan lagi?".

~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990