Showing posts with label iis dahlia. Show all posts
Showing posts with label iis dahlia. Show all posts

Tuesday, February 10, 2026

PADAMU AKU BERSIMPUH, SINETRON RELIGIUS PENGHANTAR BUKA PUASA

 


PADAMU AKU BERSIMPUH, SINETRON RELIGIUS PENGHANTAR BUKA PUASA, (Kisah lawas) Semakin seru saja perkembangan cerita sinetron Padamu Aku Bersimpuh (PMAB) yang ditayangkan RCTI setiap hari menjelang buka puasa edisi Desember 2001 - Januari 2002. Konflik dan intrik terbangun seperti kerucut. Tiga sutradara menggarap secara bergantian, Anto Erlangga, Effizen dan Bambang BS. Sebanyak 52 episode penuh nuansa religius yang menampilkan tema klasik, cinta. Kameramennya pun bergantian, Bambang Supriyadi, Gatot yaya, Munjamil dan Budi. Sinetron produksi Indika Entertainmen memang memerulukan tenaga sutradara dan kameramen lebih dari 2 orang untuk menjaga tidak monotonnya gaya penggarapan, disamping untuk menjamin intensitas produksinya, menigngat jumlah episode Padamu Aku Bersimpun tergolong banyak, yaitu 52 episode yang ditayangkan setiap hari. Artinya, tim poruduksi bekerja dalam suasana kejar tayang. 

Kata Anto Erlangga, sutradara PMAB, cerita yang diangkat dari tulisan Gola Gong yang kemudian diolah oleh Rick ST, Mulyono bersama sang istri, Nuke menjadi skenario, cukup melelahkan juga.  Sebab PMAB bukan hanya sebagai tontonan yang biasanya menghibur, tapi juga merangkap sebagai tontonan dakwah dan moral. 

RCTI cukup bangga menayangkan sinetron yang dibintangi penembang dangdut Iis Dahlia dan Gunawan ini. "Kita memang selalu mempersiapkan tayangan yang pas buat pemirsa. Apalagi mengenai PMAB ini, memang pas dan spesial Ramadhan menjelang buka puasa. Muatan religius sengaja kita minta agar dikentalkan, disamping ada tokoh-tokoh antagonis untuk gregetnya," kata Teguh Julianto manager humas RCTI. 

Iis Dahlia sejak awal mengaku sudah tertarik dengan cerita yagn diberikan padanya. "Saya lihat, ceritanya begitu mateng dan bagus, sehingga yang tergambar awalnya dalam benak saya adalah penulisnya sudah tua. Tapi begitu melihat mas Gola Gong, nggak seperti yang saya bayangkan. Masih muda tapi tulisannya cukup 'mateng' dan menyentuh. Karakter Siti Nurhasanah dalam PMAB itu sangat menantang dan menguji kemampuan saya, " tutur Iis. Dan selama memerankan tokoh itu, Iis mengaku sangat 'khusuk' sehingga dia rela sedikit 'mengorbankan' kegiatan nyanyinya. 

Adu akting antara Iis dengan Gunawan, memang terlihat sangat klop. Walau berjalan dengan perannya masing-masing, tapi 'perseteruan' mereka merupakan adegan utama yang sangat dinanti-nantikan pemirsa. Kehadiran Rendy Bragi sebagai orang ketiga dalam hubungan mereka, menambah cerita ini kian menarik. Plus keberadaan Torro Margens sebagai pelaku antagonis yang khas dengan gaya dan suaranya. 

Siti Nurhasanah (Iis Dahlia) adalah seorang anak yang lahir dari perselingkuhan seorang pengusaha sukses dengan model blasteran Belanda. Beranjak dewasa Siti tumbuh jadi gadis cantik yang dijadikan anak angkat oleh seorang Kyai. 

Bashir (Gunawan) berwatak terbuka dan agak emosional yang bekerja sebagai wartawan. Hakim (Rendy Bragi)  kakak Bashir, berwatak agak tertutup dan penurut, termasuk menuruti perintah ayahnya untuk menikahi Siti, padahal secara diam-diam dia sudah punya istri di Mesir. 

Hari Natadiningrat (Cok Simbara) adalah seorang laki-laki pengusaha sukses yang berselingkuh dengan seorang model yang kemudian menjadi insyaf dan membangun pesantren bersama Haji Budiman. 

Natalia (Inneke Koesherawati) seorang model yang berhubungan gelap dengan Hari. Haji Budiman (Gito Rollies) seorang Haji yang jujur, pengusaha sukses yagn sangat di hormati di daerahnya. Dia mempunyai dua anak, Bashir dan Hakim serta mengangkat Siti sebagai anak sejak bayi. 

Marabunta (Torro Margens) seorang pengusaha sukses bidang pariwisata yang mempunyai sifat jahat dan licik. Dicky (Adipura) anak Marabunta yang mewarisi sifat-sifat ayahnya. 

Selain itu pemain yang tampil dalam PMAB juga didukung oleh Reny Jayusman sebagai bi Atik, Nurhuda sebagai Pak Hidayat, Henidar Amroe sebagai Miranti, Nena Rosier isteri pak Hidayat, Mang Diman sebagai Pak Bulloh, Basuki sebagai Soleh, Liza Natalia sebagai Diana, David Priyangga sebagai dokter dan lain-lain.