FILM YANG TERCINTA, TAMAN TULIP BELANDA. (berita lawas). Marissa Haque melanjutkan kerjasamanya dengan Mila Antonius, usahawati dari surabaya, untuk menggarap film "Yang Tercinta" produksi kedua PT. Rana Artha Mulia Film setelah yang pertama "Satu Pondok Dua Cinta".
Penyutradaraan tetap di percayakan kepada M.T. Risyaf yagn memang telah mengarahkan Icha (nama kecil Marissa) sejak film debutnya. Sedangkan penulisan cerita-skenarionya juga masih tetap oleh Eddy Suhendro yang nampak kian laris sebagai skenariowan.
Judul semula "Putri Seorang Konglomerat" kemudian diganti dengan "Yang Tercinta", mungkin agar tak menyinggung kalangan konglomerat di samping terdengarnya lebih puitis.
Dikerahkan barisan bintang populer untuk mendukung film ini, mulai dari pasangan abadi Sophan Sophian-Widyawati, sampai Minati Atmanegara dan Dolly Martin.
Kalau biasanya kita melihat Ryan cuma dalam film-film yang mengangkat namanya sebagai remaja masa kini di film serial "Lupus" secara tak terduga mampu memainkan tokoh remaja. Ryan Hidayat yang jadi bocah bandel dalam "Nakalnya Anak Anak", ungkap Marissa Haque Sarjana Hukum yang lebih populer sebagai artis ini.
Ditengah keindahan hamparan bunga tulip itulah, bertemu si putri konglomerat Icha dengan si wartawan urakan (Ikang Fawzi). Adegan selanjutnya diambil di sebua kapal tambang yang mondar mandir diantara kanal kanal. Disini terjadi tampar-tamparan antara Icha dan Ikang, Pasalnya Ikang ingin mencegah Icha berpacaran apalagi sampai menikah dengan Dolly, karuan Icha tersinggung dan menuduh Ikang kelewat mencampuri urusan pribadinya. Padahal perbuatan Ikang demi kebaikan Icha agar tak sampai berlangsung skandal incest (perkawinan sedarah).
"Terus terang film ini memang banyak menonjolkan kemewahan. Habis tokoh-tokohnya memang berasal dari kalangan sangat atas, ada yang punya hotel-hotel berbintang lima, ada yang memiliki super market, serta perusahaan-perusahaan besar lainnya. Jadi untuk mondar mandir keluar negeri sama sekali bukan problema," aku Icha yang di serial
Dynasti" yang ditayangkan di TVRI kepinginnya sih menggambarkan keglamouran kalangan atas seperti itu. Sebutlah menjual mimpi untuk dinikmati penonton ramai ramai.
Kendati yakin, Yang tercinta cukup menarik sebagai sebuah film drama tak urung Icha mencemaskan masalah peredarannya kelak. Saya sudah habis-habisan untuk membuat film ini, tapi masih belum tahu-tahu nanti bisa pulang modal atau tidak.
Biaya pembuatannya melampau angka Rp. 350juta.
~MF 140/107 TH VIII/9 Nov - 22 Nov 1991

No comments:
Post a Comment