"TAKSI JUGA" EPISODE CINTA RAYMOND-MONA, (berita lawas). Akhir cerita Film Terbaik FFI 1990 "Taksi" memang dibiarkan terbuka, istilah filmisnya open ending, agar penonton menebak-nebak sendiri, apa selanjutnya yang terjadi pada tokoh-tokoh utamanya, si sopir taksi Giyon dan si penyanyi Desi, lalu siapa sebenarnya tokoh Raymon yang mengaku sebagai ayah si mungil Ita?
Pertanyaan ini terjawan dalam sekuel yang bertajuk "Taksi Juga" produksi PT Raviman Films dengan produser ayah dan puterinya, Manu Sukmajaya dan Hanita Mahtani.
Cerita asli dan skenarionya tetap di tulis oleh Eddy Suhendro, hanya saja penyutradaraan beralih dari Arifin C Noer ke Ismail Soebardjo yang juga merevisi dan mengembangkan skenarionya ke shooting script.
Unsur-unsur karyawan utama masih tetap sama, Kamerawan George Kamarullah, Penata Artistik Satari SK, Penata Suara Suparman Sidik, Editor Karsono Hadi, kecuali Penata Musik yang semula Embie C Noer diganti oleh Idris Sardi.
Dua pemain utamanya Rano Karno dan Meriam Bellina melanjutkan peran mereka, begitu juga si cilik Melati terus sebagai Ita. Sedangkan tokoh Raymon yang dulu di perankan oleh Tyas Wahono diganti oeh Onky Alexander yang lebih punya nilai komersial. Sebagai pasangan Onky ditampilkan Ayu Azhari yagn memerankan tokoh Mona, wanita Batak berkepribadian agung. Dan sesungguhnya bagian kedua ini rasanya lebih tepat disebut sebagai Episode kisah cinta Raymond - Mona Pasaribu.
Ini cerita memang lebih menonjolkan pasangan ini daripada Giyon dan Desi. Dan patut dipuji permainan memikat Ayu Azhari yang membuktikan dirinya mampu menyaiki Mer yang telah dua kali menggondol Piala Citra sebagai Aktris Terbaik. Porsi peranan Ayu memang penuh tantangan yang membuka peluang emas bagi kemajuan aktingnya.
Empat bintang muda ini dibantu aktor kawakan Racmat Hidayt yang memamerkan kualitas aktinya sebagai Opung (kakek) Tondi Pasaribu.
Didukung pula oleh Mangara Siahaan, Piet Burnama, Ida kusumah, Lina Budiarti serta diramaikan bintang-bintang tamu seperti Sophia Latjuba, Firdha Razak, Tarida Gloria, dan Ananto Widodo, Saksi kehidupan kendati bertitel sarjana Filsafat, Giyon memilih melanjutkan profesinya sebagai sopir taksi, agar bisa menjadi saksi kehidupan. Dan bertemulah ia dengan pria batak tua Ompung Tondi Pasaribu, yang minta diantar ke alamat Desi Desiree. Berdesir perasaan Giyon, teringat pada mantan penyanyi yang telah menghilang itu.
Ternyata Desi telah kembali kerumah Bibinya di Bandung. Ia pun kembali memakai nama aslinya Titin. Tak disangka datang Mona, usahawati besar dari Jakarta yang menawarinya menjadi moel iklan perusahaannya. Keramahan Mona malah membangkitkan kecurigaan Titin. Apalagi demi melihat Raymond juga daang ke kantor Mona.
Dilanda kebingungan, mau tak mau Titin mencari Giyon lagi, sebagai tempatnya mengadukan nasib. Giyon malah menganjurkan menerima tawaran Mona. Baru ketahuan kalau Mona adalah isteri Raymond, sedangkan Ompung bukan lain adalah kakek mereka. Kendati Raymond dan Mona merupakan saudara sepupu, seusai adat Marpariban, mereka sudah dijodohkan sejak kecil. Probelmnya Raymond terlanjur mencintai Titin, bahkan sudah mempunyai anak darinya. Maka Raymon berkeras ingin menceraikan Mona agar bisa mengawini Titin. Namun Titin sudah sangat membencinya.
Mona bukannya cemburu kepada Titin, sebaliknya dengan jiwa besar ingin mempertemukan Raymond dengan kekasihnya itu. Tegasnya pad aTitin, "Aku tak ingin dia terus-terusan mengejar bayanganmu!,".
Konflik mencapai puncaknya saat Titin dengan penuh kebencian menghunjamkan gunting ke perut Raymond yang terus memburunya. Bagaimanana kelanjutannya? tentu sudah pada nonton ya..

No comments:
Post a Comment