Showing posts with label Komando samber nyawa. Show all posts
Showing posts with label Komando samber nyawa. Show all posts

Saturday, August 22, 2026

KOMANDO SAMBER NYAWA

 


KOMANDO SAMBER NYAWA (film lawas). Kapten Abadi dan Letnan Widodo sering mempercayakan tugas pada Regu Hasyim yang gagah berani untuk menyerang dan mengacau markas Belanda di kota. Regu itu memang terdiri dari orang-orang pilihan dan bila ada seorang anggota yang gugur Sang Kapten segera menempatkan seorang anggota baru. 

Tentu saja seorang yang 'gila' yang dapat mengimbangi gerak cepat Regu Hasyim. Seperti halnya setelah penyerangan malam itu, Kapten Abadi (Kaharuddin Syah) segera menempatkan Kopral Abimanyu untuk menggantikan seorang pejuang yang ditangkap Belanda. Kopral Abimanyu (Harry Capri) dikenal sebagai orang yang pemurung dan selalu menjaga kebersihan senjatanya itu segera menjadi cemoohan seluruh anggota peleton Kapten Abadi. Tetapi Abimanyu tenang saja. 

Malamnya terjadi keributan di markas Kapten Abadi, ketika Darso seorang anak buah Hasyim tertangkap basah sedang berbuat yang tidak baik dengan seorang anggota Palang Merah. Dul Manap yang kebetulan menyenangi perempuan itu lalu menghajar Darso. Hasyim membela anak buahnya, karena ia tidak suka pada orang yang main hakim sendiri, apalagi Dul Manap membawa emosi pribadi dan menyinggung perasaannya. Lalu terjadi duel antara Dul Manap (Advent Bangun) dengan Hasyim yang menyebabkan keduanya disel. Letnan Widodo (Dicky Zulkarnaen) memperingatkan bahwa revolusi bukan cuma sekedar menghancurkan musuh tetapi juga membangun semangat emosi. 

Karena kekalahan yang diderita Belanda akibat penyerangan Hasyim Cs, Kapten Wisseling membalas dengan membumi hanguskan Desa Mergasari yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian para pejuang. Ketika Hasyim cs mendatangi desa yang sudah porak poranda itu, mereka diberondong tembakan dari tempat tersembunyi. Rupanya beberapa serdadu Belanda sengaja bersembunyi menunggu mereka. Hasyim memerintahkan anak buahnya berlindung, tapi Abimanyu  malah memencar sendiri. Beberapa saat terjadi tembak menembak tapi kemudian tembakan dari pihak Belanda terhenti. Hasyim maju sambil menembak tetapi tidak ada balasan. Ketika Hasyim mendobrak sebuah pintu ia menemukan tiga mayat serdadu Belanda bergelimpangan dan .Abimanyu sedang membersihkan, bayonetnya . Hasyim heran, tapi kagum pada kopral yang selama ini dianggap ramah, ternyata mampu melawan musushnya seorang diri. 

Kapten Wisseling benar-benar kalap, karena satu regu yagn berjaga-jaga di Desa mergasari telah disapu bersih oleh Hasyim Cs. Kemudian ia memutuskan untuk mendirikan sebuah markas darurat di bukit kapur dalam rangka membatasi gerakan peleton Kapten Abadi dan memblokir bahan makanan yang dikirim dari kota. Karenanya persediaan makanan di markas Kapten Abadi semakin menipis. Hal mana menjadi pemikiran untuk menyerang saja markas darurat Kapten Wisseling. Maka dibentuklah pasukan khusus yang terdiri dari enam orang pilihan : Kapten Abadi, Letnan Widodo, Hasyim, Dul Manap, ABimanyu, dan Jaim. Sebelumnya melakukan latihan untuk dpersiapkan menyerang markas Belanda secara diam-diam. Tibalah saat ke 6 pejuang gagah berani itu menghancurkan markas yang merupakan pendekatan ke basis Republik di daerah berikutnya. 

Pertempuran hebat terjadi karena serdadu Belanda bertahan sekuat tenaga. Hasyim berhasil merampas senjata roket yang kemudian di pergunakan untuk menghancurkan markas tersebut. Tapi ia menjadi sedih saat menyaksikan satu persatu kawan-kawan seperjuangannya gugur. Dengan membabi buta ia menembaki markas Belanda yang telah porak poranda