BARANG TITIPAN , MENCARI RANJANG SALAH KIRIM (film lawas). Bagito Group sudah pernah di jajal main film lewat "Bayar Tapi Nyicil". Hasil film tersebut sebenarnya tak terlalu mengecewakan, namun pihak PT. Bola Dunia Film tak kunjung memproduksi film berikutnya. Maka, setelah kontraknya habis tempo, "Bagito" pun hengkang ke PT. Virgo Putra Film.
Kali ini mereka diarahkan oleh Ida Farida, dengan dukungan Kalaartis-artis seksi, Eva Arnaz, Dian Nitami, Anna Sherley dan bintang gress Diah Permatasari. Ikutan meramaikan wajah-wajah beken seperti Piet Burnama, Leroy Osmani, Hengky Solaiman, Tarsan dan Mpok Siti.
Kamera ditangani Syamsudin, sedangkan ilustrasi musik digarap Iwan Yusa Biran.
Al Kisah, Unang menjadi direktur sebuah perusahaan pengiriman barang. Dua rekannya, Didin, diangkat menjadi konsultan istimewa, sedangkan Miing, mengurusi pelayanan ekspedisi. Masih ada lagi tiga karyawan kece, Monita, Cynthia dan Diah yang menangani pelayanan administrasi di kantor mereka.
Kalau di kantor Unang yang stil berjas-dasi necis boleh unjuk aksi sebagai direktur, tapi kalau pulang kerja, dirumahnya, ia boleh gigit terasi!. Mencopot semua atribut kedirekturannya, berganti kaos oblong dan punya tugas utama menimba air dari sumur untuk memenuhi bak mandi atas perintah ibu tirinya.
Lain lagi halnya dengan Didin, pemuda yang sok kebarat-baratan ini, membandingkan segala sesuatunya dengan Amerika yang baginya selalu nomor satu. padahal, dalam kenyataanya sering bertolak belakang dengan ucapannya. Akibatnya ia pun jadi bahan ejekan rekan-rekannya.
Yang paling kacau jelas Miing. Salah satu contoh kecerobohannya, memecahkan sejumlah pot bunga milik tante Galak. karuan saja perusahaan mereka harus memberi ganti rugi kepada Tante jago kungfu itu ketimbang dibikin bonyok.
Kekonyolan lainnya, ketika Miing salah ambil barang titipan berbungkus kertas biru. Sampai ditangkap Satpam dengan tuduhan maling. Kalau saja Unang cs, tak buru-buru membebaskan, pasti ia sudah mendekam di sel tahanan.
Tapi yang paling fatal terjadi ketika Miing mengantarkan ranjang pengantin Dahlan ke alamat yang salah. Jelas, Dahlan tak mau mengerti. Ia menuntut ranjangnya harus segera ditemukan, karena perkawinannya terancam batal. Celakanya penerima rancang tersebut kemudian mejualnya ke orang lain yang tak jelas alamatnya.
Maka, semuanya kudu turun tangan melacak jejak ranjang hilang itu. Segala macam cara digunakan. Antara lain, Miing menyamar jadi kakek ahli nujum, Didin dan Cynthia jadi Rambo. Unang jadi baby sitter lalu, Monita mengajak Unang main ninja-ninjaan. Mereka masuk keluar banyak rumah, bertemu dengan bermacam perwatakan, Pokoknya serba kacau balau. Akhirnya lewat gelak tawa, tentu saja perjuangan mereka berhasil menemukan kembali ranjang hilang tersebut.
