Showing posts with label Ikah. Show all posts
Showing posts with label Ikah. Show all posts

Thursday, February 26, 2026

KIPAS-KIPAS CARI ANGIN

 


KIPAS-KIPAS CARI ANGIN, Sutradara Nya Abbas Acup yang pernah melahirkan "Inem Pelayan Seksi" atau "Cintaku Di Rumah Susun" ternyata masih mahir juga melemparkan kritik-kritik sosialnya yang dibungkus dalam film komedi getir sebagai ciri khasnya. Dalam film "Kipas Kipas Cari Angin", Nyak Abbas Acup masih menunjukkan pamornya. Dan "Kipas" bisa jadi menjdi puncak kariernya dalam menekuni film jenis ini. 

"Kipas-kipas cari Angin" dibuka dengan seorang lelaki paruh baya menggiring bebek-bebek diiringi dentingan musik berirama drumband. Di belakanya seorang pria lain sibuk mengukur tanah jalanan setapak dengan sebilah kayu dengan latar belakang papan pengumuman : Tanah Milik Hotel Five Stars. 

Sebuah gambaran getir tentang kegelisahan orang miskin akan tanah miliknya yang siapa tahu besok sudah kena gusur. 

Cerita kemudian bergulir pada Menuk, penjual lotek melayani tamunya, sementara sang suami santai mengelus-elus sepeda motornya. Tak lama muncul Ikah, cewek kampung yang genit yang menggoda Badrun, suami resmi Menuk. Badrun, bisa di tebak lalu menguntit Ikah dan mengatarkan Ikah ke suatu tempat. 

Dan ini tentu saja menjadi bencana. Menuk cemburu berat. Badrun di labrak dan Menuk memilih minggat. 

Cerita selanjutnya memang bisa jadi apa saja, bisa mau kemana saja. Maka bisa juga dimaklumi kalau kemudian kontes Miss Golanpass (Golongan Pas Pasan) diadakan. Apalagi ketika dimunculkan tokoh door-man, penjaga depan hotel yang bertugas membuka pintu tamu, yang di PHK-kan karena usia tua, lalu memilih jadi pencari bakat untuk cewek-cewek yang ikut kontes. 

Dendam lama muncul. Menuk ketemu Ikah yang begitu ambisi mengejek penjual lotek yang memiliki dengkul berprospek masa depan cerah ini. Kisah selanjutnya tak penting benar, karena selain ceritanya melingkar-lingkar dan berkesan mbulet, juga ini bukan trademak Nyak Ammas Acup. 

Yang lebih penting ialah ide dan isi filmnya. Dan ini memang menjadi persoalan penting dalam kehidupan perfilman Nyak Abas Acup. 

Dengan cekatan ia bisa menyindir lagu cengeng yati yang Luka yang dinyanyikan nenek-nenek jompo dengan Deddy Mizwar yang bercuap-cuap- Woo-wooooooo. Bagiamana ia mengkritik orang-orang TKW yang pengin ke Arab karena alasan pengin pergi ke luar negeri, dapat banyak sekaligus naik haji.

NYak Abbas juga tangkas mengkritik tentang dua calon pemenang yang ia sebut dengan calon tunggal itu tidak baik. Atau tokoh muda macam Menuk yang mau ikut test dan di beri petunjuk untuk menghafalkan nama-nama menteri. 

Selebihnya adalah gerr dan pameran komedi yang kocak menghibur dan berisi pajangan kritik. Gambaran ini agaknya menunjukkan kemajuan membuat film di negeri ini yang bisa jadi telah berlangsung sejak "Naga Bonar" dan puncaknya adalah "Kipas-Kipas Cari Angin" ini. 

Bahasa gambar untuk "kipas" seperti disengaja di sederhanakan, seakan, Nyak Abbas tak memerlukan kekuatan sentuhan sinematografinya. Dan Nyak Abbas dengan jeli memfokuskan keahliannya dalam menangani para pemainnya untuk disulap jadi aktor komedi selain kritik-kritik tajam yagn ia titipkan lewat gerak laku dan dialog para pemainnya. MF No. 085/53/Tahun VI, 30 Sept - 13 Okt 1989

Produksi : PT. Kanta Indah Film

Sutradara : Nyak Abbas Acup

Penata Kamera : F.E.S Tarigan

Penata Musik : Saut Sitompul

Penyunting Gambar : Arturo

Pemain : 

Raja Ema sebagai menuk

Didi Petet sebagai Mister Polan

Nurul Arifin sebagai Ikah

Mathias Muchus sebagai Bambang Aksoro

Eeng Saptahadi sebagai Badrun

Pak Tile sebagai Pak Tile

Arnie Kasidi sebagai pacar Bambang

Johan Jeihan sebagai Jepang kurus

Anton Indracaya sebagai Jepang Gendut