Showing posts with label Permata Biru. Show all posts
Showing posts with label Permata Biru. Show all posts

Wednesday, February 18, 2026

PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK


 PERMATA BIRU, PENJUALAN WANITA DI BANGKOK. Euis, gadis remaja yang jadi bunga desa Cileunca, dipaksa ayah tirinya yang bejad untuk mengikuti Mang emon dan Ceu Jujuk. Janji pasangan calo ini hendak mencarikan pekerjaan di kota. Padahal sebenarnya Euis dan kawan-kawannya diselundupkan ke Thailand. Disinilah mereka dipaksa untuk menjadi wanita penghibur. Siapa berani menolak langsung dihajar oleh Adang, tukang pukulnya Mang emon yang kelewat kejam. 

Tak sudi selama hidupnya diperah menjadi penghibur kaum lelaki hidung belang, diam-diam Euis terus menabung untuk bekal kelak melarikan diri. Apalagi setelah ia berkenalan dengan Ario, pemuda asal Jawa yang tengah bekerja di Bangkok. Keduanya menjalin percintaan yang tulus. Malang, semua abungan Euis di curi si bajingan Adang. 

Sepeninggal Mang Emon, Ceu Jujuk berniat menjual bordilnya. Ada dua germo yang berminat, Mama Tuti yang memperhatikan anak buahnya dan Mr. Siem yang kejam. Persaingan antar germo bekembang menjadi bentrokan berdarah. Polisi turun tangan. Ditengah kekacauan ini, Ario membongkar nasib malang wanita-wanita Indonesia perantauan. 

Perjuangan Euis dan kawan-kawannya untuk meraih kebebasan akhirnya berhasil juga. Mereka dipulangkan ke Indonesia. Euis dan Ario bertekad untuk membuka lembaran baru dan membuka usaha konpeksi. 

Permata biru merupakan film 1984 yang edar ulang tahun 1994 sesuai anjuran untuk mengisi bioskop-bioskop yang kekurangan film Indonesia, maka produser Ferry Angriawan mencetak copy baru dari film-film komersialnya . Sesudah Tujuh Wanita Dalam Tugas Rahasia , kemudian Permata Biru arahan Wim Umboh yang diilhami film Jepang , Sandakan No. 8 (Tentang gadis-gadis kampung dari Jepang yang dipaksa jadi pela cur di Kalimantan Utara). 

Dibintangi oleh Meriam Bellina sebagai Euis, Baron Hermanto anak dari aktor Bambang Hermanto yang merupakan film debutnya. 

Dibantu oleh Abdi Wiyono (Mang Emon), Tuty Romlah (Ceu Jujuk) HIm Damsyik (Mr. Siem), Eddy Bakar Paer (Adang) Menzano (Ayah Tiri) serta Wieke Widowati, Ratna Ardi dan banyak lainya lagi sebagai gadis-gadis yang dipaksa jadi wanita Penghibur.  

Produksi : PT. Virgo Putra film

Produser : Ferry Angriawan

Sutradara - Skenario : Wim Umboh

Kamerawan : Herman Susilo

Penata Musik : Billy J Budiardjo


Thursday, March 1, 2012

MERIAM BELLINA DALAM FILM " PERMATA BIRU "

Permata Biru
JUDUL FILM                        : PERMATA BIRU

SUTRADARA                       : WIM UMBOH

CERITA                                  : WIM UMBOH

SKENARIO                           : WIM UMBOH

MUSIK                                  : BILLY J BUDIARJO

PRODUSER                          : FERRY ANGRIAWAN

TAHUN PRODUKSI           : 1984

PRODUKSI                           : PT. VIRGO PUTRA FILM FILM

JENIS                                     : FILM DRAMA

PEMAIN                              : MERIAM BELLINA, WIEKE WIDOWATI, BARON HERMANTO, HENGKY SOLAIMAN, HIM DAMSIK, ABDI WIYONO

SINOPSIS :

Euis (Meriam Bellina) tinggal bersama Ibu dan ayah tirinya di kampung.  Ia tinggal di rumah sederhana dengan bilik bambu beralas tanah. Ayah tiri Euis sering berbuat kejam bahkan setelah mengintip kemolekan tubuh Euis dari balik dinding bambu, ayah tirinya hampir memperkosanya. Suatu hari Euis mandi dan mencuci di kali tanpa di sadari ada seorang kampung (Hengky Solaiman) yang membawa Mang Emon (Abdi Wiyono) mengintip kemolekan tubuh Euis. Mereka berdua berbisik-bisik dan mengacungkan jempol seolah memiliki rencana.

Keesokan harinya Mang Emon dan istrinya, Juju dan ditemani oleh sepasang suami istri yang merekomendasikan Euis pada mang emon mendatangi rumah Euis dan membujuk ayah dan ibunya agar mengijinkan Euis untuk bekerja di kota karena Euis tidak cocok tinggal di desa. Namun usahanya kali ini gagal, karena Ibunya menentang kepergian Euis. Tidak habis akal untuk membawa Emon, melalui ayah tirinya yang di iming-imingi uang, akhirnya Euis gadis desa yang lugu berhasil di bawa ke kota setelah ayah tirinya mengancamnya kalau Euis tidak mau pergi ke kota.

Euis di bawa ke kota Jakarta bersama gadis-gadis kampung lainnya. Dikota Jakarta mereka di ajari cara merias dan berdandan.  Setelah dianggap mahir dalam berdandan, tanpa di sangka mereka semua di bawa ke luar negeri.  Mereka di bawa ke Bangkok untuk dijual di jadikan pelacur. Keperawanan Euis yang di ganti nama oleh Mang emon menjadi Mirna di lelang. Meskipun Euis berontak dan akan melarikan diri, namun ia berhasil di tangkap oleh tukang pukul Mang Emon yang selalu bertindak kejam terhadap siapa saja yang ingin coba-coba melarikan diri.

Setelah kegadisan Euis terenggut, ia bertekad mengumpulkan banyak uang agar dapat menebus dirinya pada Mang Emon dan kembali ke Indonesia. Namun disaat uangnya sudah terkumpul banyak, uang Euis beserta perhiasannya di curi. Sehingga Euis gagal menebus dirinya.

Di saat itulah ia mengenal Aryo (Baron Hermanto) seorang pemuda Jawa yang bekerja setelah pergi dari kampungnya karena pacarnya mati bunuh diri akibat akan di jodohkan dengan orang yang  tidak dicintainya. Mantan pacar Aryo mirip dengan Euis, sehingga ketika bertemu Euis  Aryo menatapnya dalam-dalam. Keduanya pun saling jatuh cinta. Namun kedatangan Aryo tidak di sukai oleh Mang Emon.

Suatu kali, dalam keadaan sakit, Euis di paksa melayani tamu oleh Mang Emon dan Juju. Euis di seret agar mau keluar dari kamar hingga Euis muntah. Saat itulah datang Aryo yang menyelamatkan Euis. Aryo dan Mang emon berkelahi yang berbuntut kematian Mang emon setelah jatuh dari lantai atas. Pasca meninggalnya mang Emon, rumah Bordil milik Juju di jual. Terdapat dua penawaran yaitu dari Mr. Sim yang terkenal kejam dan suka menjual gadis-gadis, serta dari Mami Tuti yang terkenal baik. Meski keduanya menawar dengan harga sama, namun Juju memilih Mr. Simlah yang berhak memiliki rumah tersebut beserta isinya termasuk gadis-gadis yang ada disitu.

Mami Tuti tidak terima karena berdasarkan kemanusiaan seharusnya Juju memilihnya karena Mr. Sim pasti akan menjual para gadis-gadis itu sementara dirinya akan menyelamatkannya. Namun Juju berkeras akan menjual pada Mr. Sim, kecuali Mami Tuti akan memberikan Nilai lebih. Atas inisiatif Euis dan kawan-kawan mereka mengumpulkan uang dan perhiasan untuk membantu Mami Tuti agar rumah tersebut berhasil di milikinya. Akhirnya berkat mereka rumah tersebut berhasil jatuh ke mami Tuti. Mereka bersyukur karena mami Tuti sangat baik dan membebaskan mereka untuk tidak menerima tamu lagi. Mereka di pulangkan ke Indonesaia. Sementara Euis dan Aryo akhirnya kembali bersama.