ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG (berita lawas). Setelah satu tahun suting di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, tiba-tiba awak Wiro Sableng pindah lokasi ke Sukabumi, Jawa Barat. Kepindahan itu justru setelah terjadi peristiwa tabrakan antara mobil Toyota Hartop kru dengan bis umum Jaya Guna jurusan Ponorogo - Wonogiri di daerah Srogohimo pada Sabtu, 25 Mei 1996 sekitar pukul 9.30 WIB. Wandy salah seorang kru terpaksa dirawat di rumah sakit. Hampir saja terjadi baku hantam.
"Untung anak-anak tidak menemukan sopir dan kondekturnya, " kata Ackyl Anwari, sutradara Wiro Sableng. "Akhirnya polisi sendiri yang menangkap keduanya. Sampai sekarang mobil kami masih di tahan polisi untuk dijadikan barang bukti," lanjut Ackyl.
Versi lain mengatakan, setelah terjadi tabrakan, para kru Wiro Sableng yang hendak ke lokasi suting, menemukan sopir dan kondektur ngumpet diantara penumpang. Mereka lalu menghajarnya, baru menyerahkan pada polisi. Karena itulah cepat-cepat lokasi suting Wiro Sableng dipindahkan, untuk menghindari serangan balas dendam dari kawan-kawan sopir bis Jaya Guna tersebut.
"Itu nggak betul. Kepidangah kami tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu. Toh masalahnya sudah ditangani polisi. Mengapa harus takut!. Kami pindah ke Sukabumi karena untuk menyesuaikan setting akhir scene yang harus dekat laut. Di Wonogiri kan laut sangat jauh. Disamping itu untuk menghilangkan kejenuhan dengan mencari suasana baru, " ujar Ackyl.
Namun menurut sutradara yang banyak menggarap film-film laga ini, dari peristiwa tersebut, dia selalu memberi pengarahan pada pemain dan kru WIro Sableng, agar selalu bisa menahan diri jika terjadi masalah diluar. "Saya menghimbau agar mereka selalu menjaa citra orang film, karena kita sebenarnya adalah milik masyarakat juga, terutama bintangnya. Sebab, sekali kita berbuat kesalahan, pada masyarakat, akan sulit memperbaikinya, " kata Ackyl.
Wiro Sableng menurut Ackyl tinggal 20 episode lagi. "Kemungkinan juga kita akan kembali lagi ke Wonogiri. Tapi sementara ini, masih banyak setting Sukabumi yang harus kami ambil, termasuk alam pantai dan lautnya. Mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lagi, " ucap Ackyl yang menggarap Wiro Sableng bersama sutradara SA Karim.
Menurut Ackyl lagi, kepindahan mereka cukup mengagetkan penduduk Srogohimo sekitarnya. "Maklum, kami sudah terlalu akrab dengan mereka, " kata Ackyl. "Seharusnya, ada acara khusus jika berpisah dengan penduduk setempat. Makanya saya bilang kemungkinan kami akan datang lagi ke Wonogiri, " lanjutnya sambil tersenyum. ~~MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

No comments:
Post a Comment