Showing posts with label Wiro Sableng. Show all posts
Showing posts with label Wiro Sableng. Show all posts

Saturday, June 13, 2026

ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG


 
ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG (berita lawas). Setelah satu tahun suting di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, tiba-tiba awak Wiro Sableng pindah lokasi ke Sukabumi, Jawa Barat. Kepindahan itu justru setelah terjadi peristiwa tabrakan antara mobil Toyota Hartop kru dengan bis umum Jaya Guna jurusan Ponorogo - Wonogiri di daerah Srogohimo pada Sabtu, 25 Mei 1996 sekitar pukul 9.30 WIB. Wandy salah seorang kru terpaksa dirawat di rumah sakit. Hampir saja terjadi baku hantam. 

"Untung anak-anak tidak menemukan sopir dan kondekturnya, " kata Ackyl Anwari, sutradara Wiro Sableng. "Akhirnya polisi sendiri yang menangkap keduanya. Sampai sekarang mobil kami masih di tahan polisi untuk dijadikan barang bukti," lanjut Ackyl. 

Versi lain mengatakan, setelah terjadi tabrakan, para kru Wiro Sableng yang hendak ke lokasi suting, menemukan sopir dan kondektur ngumpet diantara penumpang. Mereka lalu menghajarnya, baru menyerahkan pada polisi. Karena itulah cepat-cepat lokasi suting Wiro Sableng dipindahkan, untuk menghindari serangan balas dendam dari kawan-kawan sopir bis Jaya Guna tersebut. 

"Itu nggak betul. Kepidangah  kami tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu. Toh masalahnya sudah ditangani polisi. Mengapa harus takut!. Kami pindah ke Sukabumi karena untuk menyesuaikan setting akhir scene yang harus dekat laut. Di Wonogiri kan laut sangat jauh. Disamping itu untuk menghilangkan kejenuhan dengan mencari suasana baru, " ujar Ackyl.

Namun menurut sutradara yang banyak menggarap film-film laga ini,  dari peristiwa tersebut, dia selalu memberi pengarahan pada pemain dan kru WIro Sableng, agar selalu bisa menahan diri jika terjadi masalah diluar. "Saya menghimbau agar mereka selalu menjaa citra orang film, karena kita sebenarnya adalah milik masyarakat juga, terutama bintangnya. Sebab, sekali kita berbuat kesalahan, pada masyarakat, akan sulit memperbaikinya, " kata Ackyl. 

Wiro Sableng menurut Ackyl tinggal 20 episode lagi. "Kemungkinan juga kita akan kembali lagi ke Wonogiri. Tapi sementara ini, masih banyak setting Sukabumi yang harus kami ambil, termasuk alam pantai dan lautnya. Mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lagi, " ucap Ackyl yang menggarap Wiro Sableng bersama sutradara SA Karim. 

Menurut Ackyl lagi, kepindahan mereka cukup mengagetkan penduduk Srogohimo sekitarnya. "Maklum, kami sudah terlalu akrab dengan mereka, " kata Ackyl. "Seharusnya, ada acara khusus jika berpisah dengan penduduk setempat. Makanya saya bilang kemungkinan kami akan datang lagi ke Wonogiri, " lanjutnya sambil tersenyum. ~~MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Friday, June 12, 2026

KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU


 KEN KEN WIRO SABLENG, MULAI AKTING DENGAN HONOR Rp. 10 RIBU (wawancara lawas dengan Ken Ken). Ada dua kejadian baru yang tidak akan pernah dilupakan Ken Sukendro alias Wiro Sableng di daerah Slogohimo Wonogiri. Pertama, musibah tabrakan antar kru dengan bis umum yang hampir mengakibatkan terjadinya baku hantam. Sopir dan kondektur bersembunyi diantara penumpangnya. Pemuda yang akrab di panggil Ken Ken ini, datang lima menit kemudian setelah peristiwa berlangsung. Bersama teman-temannya si Wiro masuk ke bis umum jurusan Ponorogo - Wonogiri itu, mencari sopir dan kondektur yang ngumpet diantara penumpang. 

Kedua, disitulah Ken Ken merasakan dirinya benar-benar telah menjadi seorang bintang setelah sekian tahun menerjuni dunia film dan sinetron, nyaris tanpa penggemar. Namun ketika serial Wiro Sableng sukses lewat tayangan RCTI, ribuan remaja Wonogiri menyerbu Ken Ken. Disitu dia menyaksikan penggemar Wiro ada yang sampai pingsan dan histeris. "Saya terharu sekali sampai menitikkan airmata. Akhirnya saya melepaskan baju dan melemparkan ke tengah-tengah massa, " kata Ken Ken yang lahir di Jakarta, 21 Maret 1968 ini. 

Satu tahun lebih Ken Ken suting Wiro Sableng. Mata sebelah kanannya hampir buta tertusuk ranting pohon. Jua gigi bagian kiri, patah karena jatuh dari tali sling. "Terpaksa gigi saya diganti dengan gigi palsu. Habis nggak tumbuh-tumbuh. haha.." ujar Ken Ken yang mengidolakan bintang laga Jan Claude Van Damme dan Sharon Stone ini. Kendati demikian, Ken Ken Tidak pernah mengeluh, karena di sinetron inilah katanya dia menemukan jatidiri yang sejati. "Tak ada perjalanan yang tidak menanggung resiko", lanjut Ken Ken. 

Pemuda ganteng berkulit sawo matang yagn berpostur tinggi 175 cm dengan berat 77kg, memulai karirnya dari bawah sekali. Jadi figuran film-film eksyen. Tapi Ken Ken tidak pernah putus asa. Dia tegar seperti batu karang. Honornya mulai sepuluh ribu sampai dua puluh lima ribu perak. "Nggak jadi masalah, uang itu saya terima dengan senang hati. Tujuan utama saya main film bukan untuk cari uang sebesar-besarnya, melainkan untuk bisa terlibat suting. Honor gede akan datang dengan sendirinya setelah kita menunjukkan kemampuan. Itu prinsip saya, " kata penggemar film-film laga ini. 

Ken Ken sempat kebingungan ketika Herry Topan memberikan waktu hanya satu bulan untuk mempelajari karakter Wiro Sableng seutuhnya, termasuk fisik. Hari-harinya dihabiskan untuk membaca novel Wiro Sableng, menghubungi Bastian Tito, sutradara SA Karim dan Ackyl Anwari sampai Irhamdi, penulis skenario. Dia juga harus menurunkan berat badan sebanyak 10 kg agar lebih ramping. "Tapi saya hanya mampu menurunkan berat badan 8 kilogram saja. Pada awal suting, saya belum bisa sepenuhnya memasukkan roh si Wiro. Saya banyak melakukan kesalahan, " aku ken Ken yang kakak kandung Ayuni Sukarman ini. 

Untuk mengenal lebih jauh pribadi ken Ken Berikut petikan hasil wawancara wartawan Majalah Film di lokasi Suting Wiro Sableng di Sukabumi Jawa Barat . 

Dengan Sukses sinetron Wiro Sableng, apakah Anda juga sudah merasa berhasil?

"Belum!. Saya masih dalam tahap senang, karena sinetron yang saya bintangi disukai dan diterima masyarakat. untuk kedepan, saya merasa belum ada apa-apanya"

Lantas bagaimana anda menggambarkan keberhasilan itu? 

"Harus sukses lahir batin. Secara lahiriah, mencukupi kebutuhan materi, karir lancar, punya istri, anak dan disukai orang banyak. Batiniah, perasaan tenteram, nggak punya musuh dan selalu bisa mendekatkan diri pada Tuhan".

Sekarang Anda identik dengan Wiro di mata masyarakat. Apakah Anda ingin mempertahankan imej itu?

"Ya, hingga serial Wiro Sableng selesai. Nggak mungkin dong saya mempertahankan tokoh Wiro dengan cara tidak main disinetron lain, sementara WIro Sableng itu sendiri sudah rampung penayangannya nanti. Sekarang juga saya masih bisa dan di bebaskan untuk main di tempat lain, asal tidak mengganggu scene saya di Wiro. Untuk itu saya minta peran yang kecil-kecil saja, agar tidak mengganggu jadwal dan masyarakat tetap mengenal saya sebagai Wiro".

Selain populer, keuntungan apalagi yang anda peroleh dalam sinetron Wiro Sableng?

"Saya memperoleh perhatian dari Pak Herry Topan hingga membuat saya merasa senang dan betah, walau harus lama tinggal di desa-desa terpencil, bahkan di hutan. Yang lebih menyenangkan, saya dapat bonus mobil jeep ha..ha..".

Karakter Anda sendiri dalam keseharian, gimana sih? 

"Nyantai tapi terus bekerja".

Pandangan Anda sendiri tentang tokoh Wiro?

"Saya suka karena tokoh Wiro adalah seorang pemuda yang enerjik, humoris, pantang menyerah dan selalu berada di jalan Tuhan".

Sifat apa yang kurang anda sukai dari tokoh Wiro?

"Wiro kurang introspeksi diri dan pelupa".

Sebaliknya, sifat apa yang Anda sukai dari Wiro?

"Wiro, suka menggoda wanita".

Berarti Anda juga suka menggoda...?

"Nggak, ha..ha...ha...

Sejak Kapan Anda mengenal tokoh Wiro Sableng?

"Sekitar tahun 1987 lewat karya Bastian Tito. Novel novelnya selalu saya baca, dan nggak nyangka kalau tokoh Wiro itu bakalan saya perankan di sinetron".

Ada kesulitan dalam merefleksikan tokoh Wiro?

"Saya menemukan sosok Wiro yang sesungguhnya justru pada pertengahan cerita. Tahap awal saya mengalami kesulitan yang luar biasa. Saya diberi kesempatan untuk mengenal tokoh Wiro hanya dalam satu bulan. Saya juga harus mengecilkan badan dengan cara menurunkan berat hampir sepuluh kilogram. Dalam satu bulan itu juga saya harus banyak bertanya dan tukar pikiran dengan pak Bastian, Irhamdi, Pak SA Karim dan Pak Ackyl ANwari".

Ada yang mengatakan bahwa Anda termasuk tipe cowok play boy. Benarkah?

"ha..ha... saya demen banget kalau dibilang kayak gitu. Berarti saya disukai wanita. Tapi sebetulnya saya nggak play boy".

Sudah berapa kali anda berpacaran serius?

"Baru dua kali ha.. ha..."

Yang tidak serius?

"Ha...ha... lupa tuh. tapi nggak banyak kok, karena saya juga nggak terlalu sembrono dengan masalah wanita. Saya sadar diri bahwa saya dari kasta yang tidak kaya. Untuk mempermainkan wanita, saya harus banyak mengeluakan uang dan harta. Hal itu nggak mungkin bisa saya lakukan".

Apakah Anda suka terlibat Cinta Lokasi?

"Nggak tuh. Sampai sekarang saya belum pernah terlibat cinta lokasi".

Sebelum jadi Wiro, Anda sudah banyak terlibat main film layar lebar dan sinetron. Tapi Anda hanya sebagai  pemain tambahan, bahkan hanya figuran. Saat-saat seperti itu, pernahkah Anda merasa putus asa atau pesimis di dunia akting?

"Saya terjun ke dunia film dengan satu tekad, jadi pemain tanpa beban apapun. Makanya, walau dapat hoor kecil, antara lima belas ribu hingga dua puluh lima ribu perak, saya menerimanya dengan senang hati. Akhirnya saya menemukan jalan di perusahaan Bola Dunia FIlm untuk berlatih sinematografi pada pak Yoseph Ginting, dosen IKJ. Saya bersama Anto Wijaya, berdua diajari oleh Pak Yoseph mengenai drama. Dari situ saya mulai dapat peran yang lumayan, seperti menggantikan Advent Bangun sebagai Rawedeng di Mahkota Majapahit dan menggantikan peran-peran bintang yang sudah terkenal lainnya".

Jika Anda menemui suatu titik jenuh, biasanya apa konpensasi atau pelariannya? 

"Mancing atau jalan-jalan aja!"

Anda pernah belajar ilmu bela diri?

"Saya sekarang belajar silat di Setia Hati Teratai sebelumnya pernah ikut latihan Tae KwonDo dan Karate, tapi hanya setengah jalan".

Apakah itu dominan membantu Anda?

"Ha... ha... sama sekali tidak karena jurus-jurus yang saya lakonkan di Wiro jauh berbeda dengan apa yang saya pelajari di ilmu beladiri. Instruktur fightingnya, mas Yitno selalu mencari jurus-jurus aneh yang berbeda dengan gerakan ilmu bela diri yang ada".

Anda pernah berkelahi di luaran? 

"Pernah, ketika pulang suting film Walet Merah. Saat itu pukul tiga dini hari, saya dicegat tiga orang laki-laki di lampu merah Senen. Saya bertiga, satu diantaranya wanita, yaitu Anika Hakim (penyandang DAN I Karate Konjugai) bertiga kami melawan mereka yang akhirnya mereka kalah dan lari".

Motivasi apa Anda belajar ilmu bela diri?

"Dulu, saya pengen jadi atlet Karate, ingin ikut di kejuaraan. Tapi ditengah jalan gagal".

Pernahkah Anda bertemu dengan penggemar fanatik Wiro?

"Sering, terutama di kawasan Jawa Tengah. Pernah terjadi di sebuah daerah Wonogiri, ribuan orang menunggu saya di lokasi suting. Gitu saya turun dari mobil, mereka langsung menyerbu, menarik dan memeluk serta menciumi saya, terutama gadis-gadisnya. Saya sempat panik dan kemudian jadi sangat terharu. Saya lantas buka baju dan melemparkannya ke tengah-tengah massa. Itu sangat saya maklumi, karena daerah Wonogiri termasuk daerah yang jauh dari sentuhan artis-artis".

Jika anda diminta sesuatu dari penggemar, kira-kira apa yang akan anda berikan?

"Kalau dalam kadaan terdesak seperti pengalaman saya tadi, saya akan buka baju dan melemparkannya. Tapi kalau ketemunya secara perorangan dan baik-baik, saya akan beri foto-foto, foto bersama dan tanda tangan. Saya kira itu juga yagn sangatmereka harapkan ketimbang benda-benda lainnya".

Bagaimana Tanggapan masyarakat Wonogiri atau sekitar lokasi suting Wiro Sableng mengenai musibah tabrakan mobil kru dengan bis umum yang juga melibatkan Anda?

"Sebenarnya tidak ada apa-apa, karena mereka juga tahu kalau yang salah itu bukan pihak kami, melainkan pihak pengemudi bis umum itu. Bahkan salah seorang kru terpaksa dirawat dirumah sakit. Jadi nggak ada masalah dengan masyarakat setempat. Bahkan mereka menyesalkan kenapa kami pindah lokasi ke daerah Sukabumi. 

Ya kenapa harus pindah?

"Masalah itu, tanya saja langsung sama sutradaranya. Tapi menurut pendapat saya, untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan bisa saja terjadi, seperti balas dendam dari teman-teman sopir bis umum di Wonogiri, karena saya dengar yang bersangkutan termasuk anggota persatuan sopier di Jawa Tengah yang bisa saja dia merangsang rasa solider teman-temannya untuk mengadakan pengrusakan atau tindakan lainnya. Walau persoalan sudah ditangani Polres, tapi apa salahnya jika kita bersikap lebih hati-hati. 

Ketika Anda masuk bis umum untuk membantu mencari sopir dan kenek yang mengumpat diantara penumpang, apa reaksi penumpang?

"Semuanya diam, tidak ada yang bersuara. Saya nggak mau berbuat kasar, karena saya tahu posisi saya sebagai milik masyarakat. Akhirnya saya turun dan mengadukannya ke pihak berwajib".

Sifat Apa yang kurang Anda sukai dari orang lain?

"Iri dan malas, Kalau ketemu orang seperti itu, biasanya saya diam, ngga mau ngomong".

Sebaliknya, sifat yang paling Anda sukai dari orang lain?

"Rajin dan disiplin. Itu saya pelajari dari pak Ackyl sutradara Wiro Sableng".

Dulu Anda bercita-cita sebagai apa sih?

"Jadi penerbang".

Sekarang nggak menyesal jadi pemain film karena gagal jadi penerbang?

"Nggak dong. Bahkan kayaknya lebih enak jadi bintang film. Penerbang itu kan cita-cita kecil saya".

~demikian di kutip dari MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Monday, January 11, 2010

WIRO SABLENG - SENGATAN SATRIA BERACUN




JUDUL FILM        : SENGATAN SATRIA BERACUN (WIRO SABLENG)

SUTRADARA       : LILIEK SUDJIO

PRODUSER          : TIEN ALI

PRODUKSI           : CANCER MAS FILM

TAHUN PROD    : 1988

JENIS                     : FILM LAGA

PEMAIN               : TONY HIDAYAT, PIET PAGAU, DEVI IVON, JOHAN SAIMIMA, TANKA GROUP, HERBI, ARTHUR TOBING, TANTI NURISTA, JAITUN, ROBERT SANTOSO

SINOPSIS :

Dewa Tuak (Piet Pagau) mengusir Pengging (Robert Santoso) muridnya karena Pengging berkhianat dan tidak mengikuti aturan gurunya akan tetapi berbuat sewenang-wenang dengan membunuh lawannya ketika taruhan sabung ayam. Sebelum pergi Pengging mengincar Buku Kitab Inti Ilmu Silat milik Dewa Tuak yang disimpan di pinggangnya. Di perjalanan Pengging berpapasan dengan Anggini (Devi Ivon) murid Dewa Tuak lainnya. Namun Anggini tidak menghiraukannnya.

Anggini heran karena berpapasan dengan Pengging di jalan dan mengira kalau Pengging telah selesai menuntut ilmu dengan Dewa Tuak. Namun setelah Dewa Tuak menjelaskan bahwa Pengging telah di usir dari perguruan, Anggini barulah tahu keadaan yang sebenarnya. Sebagai calon pewaris yang dipercaya dewa tuak, Anggini menjajal ilmunya, namun dikalahkan oleh Wiro Sableng (Tony Hidayat) yagn saat itu sedang mampir ke perguruannya.

Suatu hari Pengging datang ke perguruan setelah sebelumnya melumpuhkan gurunya agar tertidur pulas. Masuk melalui atap, akhirnya Pengging berhasil mencuri kitab inti ilmu silat milik Dewa Tuak. Namun perbuatan Pengging diketahui oleh murid-murid lainnya hingga mereka mengepung Pengging. Pengging yang mempunyai ilmu lebih tinggi dengan gampang meloloskan diri. Dewa Tuak akhirnya mengetahui bahwa pengging telah berkhianat padanya. Akhirnya Iapun menyuruh Anggini muridnya untuk merebut kembali buku inti ilmu silat miliknya yang sebenarnya mau di wariskan pada Anggini. Namun anggini dengan mudah di kalahkan karena memang ia belum sepadan untuk mencari kita tersebut. Anggini dan kawan-kawannya akhirnya ditawan oleh Pengging. Pengging akhirnya menjadi Adipati dengan dibantu oleh perampok-perampok yang bersekutu padanya.

Akhirnya Dewa Tuak menyadari kekeliruannya dengan menyuruh Anggini yang masih hijau ilmu silatnya untuk mencari Bukunya yang hilang. Akhirnya Dewa Tuak pun turun tangan sendiri. Ditengah perjalanan ia kembali bertemu Wiro Sableng.  Wiro akhirnya bersedia membantu Dewa Tuak untuk mencari Anggini dan Pengging.

****

Tujuan Pengging menawan Anggini adalah untuk dijadikan istrinya. Namun Anggini menolak ajakan tersebut karena Pengging adalah seorang pengkhianat. Kecewa dengan sikap Anggini akhirnya Pengging bermaksud untuk menggantung Anggini dengan menyuruh nenek Jamilah.

Sementara itu dalam perjalanan , Wiro Sableng bertemu dengan seorang pemuda Mahesa Kelud(Johan Saimima) yang dirampas kuda dan senjata mustikanya oleh Kebo Pengiring alias Pengging. Akhirnya keduanya pun bersepakat untuk mencari Kebo Pengiring.  Dalam perjalanan, akhirnya Wiro Sableng menemukan nenek Jamilah dan mengetahui dimana keberadaan Anggini berada.

Buku Inti Ilmu Silat yang Pengging curi ternyata dititipkan pada Setan Hitam yang juga merupakan guru Pengging. Ketika akan mengambil bukunya kembali, Pengging kaget karena ternyata yang ia panggil dan keluar adalah Dewa Tuak yang sebelumnya telah berhasil membunuh Setan Hitam. Akhirnya Pengging pun mati. Anggini pun berkumpul kembali dengan gurunya. Sementara Wiro Sableng pun berpamitan pada Dewa Tuak setelah tugasnya berhasil dilaksanakan. Namun janji Dewa Tuak untuk menjodohkan dengan Anggini akhirnya ditolak Wiro, dan Anggini akhirnya menjadi istri Mahesa Kelud.

***

Wiro Sableng diangkat dari Novel karya Bastian Tito, sesuai dengan novelnya, film ini juga menyebutkan bermacam-macam nama yang aneh, akan tetapi penulis hanya menuliskan yang inti-inti saja.

Wednesday, June 3, 2009

ATIN MARTINO ; WIRO SABLENG (SATRIA KAPAK TUTUR SEPUH)




Judul Film            : SATRIA KAPAK TUTUR SEPUH (WIRO SABLENG)

Sutradara            : Bachroem Halilintar

Produser             : Leonita Sutopo

Produksi              : Inem Film

Tahun Produksi : 1996

Penulis                 : Bastian Tito

Pemain                 : Atin Martino, Kadaryono BZ, Arthur Tobing, Sulaiman AS, Chairil JM, Yan Bastian, Tanaka, Asmara M, Mocha Achyar, Zaitun Sulaiman, Jama Jentak, El Koesno, Eva Citra Rosalina

Sinopsis :

Film Satria Kapak Tutur Sepuh adalah salah satu film serial Wiro Sableng yang terkenal seperti novelnya.  Pelukis Aneh sedang melukis seorang perempuan telanjang yang sangat menarik perhatian bagi siapapun yang melihatnya termasuk Bupati Pamekasan. Akan tetapi ketika Bupati Pamekasan ingin membelinya, akhirnya tidak di berikan karena tidak untuk dijual akan tetapi dipersiapkan untuk calon muridnya.  Selain Bupati Pamekasan, Dua Iblis Selatan juga tertarik untuk membeli lukisan tersebut, akan tetapi lagi-lagi tidak dikabulkan. Keduanya terlibat duel, dan dua iblis selatan pun kalah. Sementara Wiro Sableng (Atin Martino) yang dari tadi memperhatikan gerak gerik sang pelukis dan orang-orang yang menginginkannya dari balik batu akhirnya keluar setelah keberadaanya diketahui oleh Pelukis aneh.

Akhirnya Pelukis anehpun menceritakan tentang lukisannnya dan untuk siapa ia berikan. Ia akan memberikan pada bocah bernama Wira Perkasa calon muridnya. Setelah Wiro Sableng meninggalkan Pelukis aneh, tak lama kemudian ia kembali lagi dan mendapati Pelukis aneh sudah tidak bernyawa dan lukisannya juga hilang. Disamping jasad pelukis aneh telah bersimpuh calon muridnya Wira perkasa yang dibawa oleh dua orang yang berbaju kuning. Akhirnya wiro berjanji untuk mencari Lukisan telanjang dan berjanji akan mengembalikannya pada Wira Perkasa.

Lukisan telanjang akhirnya menjadi rebutan bagi dunia persilatan. Didalam pengembaraan mencari Lukisan telanjang, Wiro Sableng berjumpa dengan tiga iblis wanita yang ikut memperebutkan Lukisan telanjang hingga akhirnya bentrok. Wiro Sableng yang saat itu dibantu oleh Dewa Tuak (Arthur Tobing) akhirnya berhasil mengatasi tiga iblis wanita. Dewa Tuak mengeluarkan pukulan Salju Kematian hingga perempuan-perempuan tersebut menemui ajalnya. Wiro sableng akhirnya meneruskan perjalanan mencari Lukisan Wanita Telanjang setelah berpisah dengan Dewa Tuak yang tiba-tiba menghilang. Dewa Tuak menuntun Wiro Sableng ke arah utara.

Sementara itu pencuri Lukisan telanjang sepasang lelaki berbaju kuning  simata picak dan kumis ublung , akhirnya harus bingung sendiri karena tidak mengetahui rahasia yang terkandung didalamnya. Untuk mencari tahu rahasia di dalam lukisan tersebut, akhirnya menyimpulkan bahwa mereka harus mencari calon murid pelukis aneh yang telah tewas tersebut.  Lukisan wanita telanjang terus menjadi rebutan dikalangan dunia persilatan dan terus memakan korban.  Sementara lukisan yang berada ditangan simata picak dan kumis ublung tiba-tiba lenyap.

Wiro Sableng yang disuruh ke utara oleh Dewa Tuak akhirnya bertemu dengan Permani (Eva Chitra Rosalina ) didalam Perjalanan. Permani sebenarnya sedang di lilit masalah cinta segitiga.  Permani dijodohkan oleh ayahnya dengan anak buah Perguruan Merapi, sedangkan Permani sesungguhnyatelah mempunyai calon suami yang dicintainya bernama Panuluh. Ketika Permani berniat bunuh diri, Wiro Sableng menolongnya untuk tidak bertindak bodoh. Wiro Sableng akhirnya melarikan Permani dari Perguruan Garuda sakti karena ia disekap ayahnya. Permani berhasil menemukan calon suaminya yang ternyata telah tewas didalam tempat penyekapannya dan dibunuh oleh calon suami pilihan ayahnya..  Permani pun shok dibuatnya. Ketika memakamkan suaminya, tiba-tiba ayahnya  pimpinan dari Perguruan Garuda Sakti datang bersama dengan pimpinan Perguruan Merapi.

Ayahnya menanyakan makam siapakah yang ada di hadapan Permani. Akhirnya Wiro Sableng menjelaskan tentang makam Panuluh yang sesungguhnya telah dibunuh calon menantu pilihannya. Akhirnya terjadilah pertarungan antara Perguruan Garuda Sakti dengan Perguruan Merapi, karena kekejamannya. Ditengah pertarungan kedua Perguruan ini, ternyata muncul pertarungan lain yang sedang memperebutkan lukisan telanjang yang selama ini dicari.

Akhirnya Wiro Sableng berhasil merebut kembali Lukisan Wanita Telanjang, sedangkan pimpinan perguruan Merapi dan Garuda Sakti akhirnya pun tewas secara bersama-sama. Sedangkan Permani diambil murid oleh Jaka Tuak.  Akhirnya terkuaklah sudah bahwa di balik lukisan wanita telanjang tersebut terdapat ilmu silat.

*****



Serial Film Wiro Sableng sudah sering kali dibuat, dan Atin Martino adalah salah satu pemerannya. Selain sukses di novel, Wiro Sableng juga dibuat versi Sinetronnya yang ditayangkan di RCTI beberapa tahun silam. Pendekar kapak sakti 212 Wiro Sableng si murid Sinto Gendeng tersebut memang tetap menarik untuk di tonton.