Showing posts with label Ackyl Anwary. Show all posts
Showing posts with label Ackyl Anwary. Show all posts

Saturday, June 13, 2026

ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG


 
ACKYL ANWARI SOAL PERPINDAHAN LOKASI SUTING WIRO SABLENG (berita lawas). Setelah satu tahun suting di daerah Wonogiri, Jawa Tengah, tiba-tiba awak Wiro Sableng pindah lokasi ke Sukabumi, Jawa Barat. Kepindahan itu justru setelah terjadi peristiwa tabrakan antara mobil Toyota Hartop kru dengan bis umum Jaya Guna jurusan Ponorogo - Wonogiri di daerah Srogohimo pada Sabtu, 25 Mei 1996 sekitar pukul 9.30 WIB. Wandy salah seorang kru terpaksa dirawat di rumah sakit. Hampir saja terjadi baku hantam. 

"Untung anak-anak tidak menemukan sopir dan kondekturnya, " kata Ackyl Anwari, sutradara Wiro Sableng. "Akhirnya polisi sendiri yang menangkap keduanya. Sampai sekarang mobil kami masih di tahan polisi untuk dijadikan barang bukti," lanjut Ackyl. 

Versi lain mengatakan, setelah terjadi tabrakan, para kru Wiro Sableng yang hendak ke lokasi suting, menemukan sopir dan kondektur ngumpet diantara penumpang. Mereka lalu menghajarnya, baru menyerahkan pada polisi. Karena itulah cepat-cepat lokasi suting Wiro Sableng dipindahkan, untuk menghindari serangan balas dendam dari kawan-kawan sopir bis Jaya Guna tersebut. 

"Itu nggak betul. Kepidangah  kami tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu. Toh masalahnya sudah ditangani polisi. Mengapa harus takut!. Kami pindah ke Sukabumi karena untuk menyesuaikan setting akhir scene yang harus dekat laut. Di Wonogiri kan laut sangat jauh. Disamping itu untuk menghilangkan kejenuhan dengan mencari suasana baru, " ujar Ackyl.

Namun menurut sutradara yang banyak menggarap film-film laga ini,  dari peristiwa tersebut, dia selalu memberi pengarahan pada pemain dan kru WIro Sableng, agar selalu bisa menahan diri jika terjadi masalah diluar. "Saya menghimbau agar mereka selalu menjaa citra orang film, karena kita sebenarnya adalah milik masyarakat juga, terutama bintangnya. Sebab, sekali kita berbuat kesalahan, pada masyarakat, akan sulit memperbaikinya, " kata Ackyl. 

Wiro Sableng menurut Ackyl tinggal 20 episode lagi. "Kemungkinan juga kita akan kembali lagi ke Wonogiri. Tapi sementara ini, masih banyak setting Sukabumi yang harus kami ambil, termasuk alam pantai dan lautnya. Mungkin sekitar dua sampai tiga bulan lagi, " ucap Ackyl yang menggarap Wiro Sableng bersama sutradara SA Karim. 

Menurut Ackyl lagi, kepindahan mereka cukup mengagetkan penduduk Srogohimo sekitarnya. "Maklum, kami sudah terlalu akrab dengan mereka, " kata Ackyl. "Seharusnya, ada acara khusus jika berpisah dengan penduduk setempat. Makanya saya bilang kemungkinan kami akan datang lagi ke Wonogiri, " lanjutnya sambil tersenyum. ~~MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Tuesday, March 29, 2016

Barry Prima dalam Film "Darah Perjaka"




JUDUL FILM : DARAH PERJAKA
SUTRADARA : ACKYL ANWARY
CERITA : ACKYL ANWARY, TINDRA RENGAT
SKENARIO : ACKYL ANWARY
PRODUSER : RUDY LUKITO
PRODUKSI : PT. DARA MEGA FILM
TAHUN PRODUKSI : 1985
JENIS : FILM LAGA DRAMA
PEMAIN : BARRY PRIMA, ADVENT BANGUN, YENNY FARIDA, WIEKE WIDOWATI, DICKY ZULKARNAEN, JOHAN SAIMIMA, HIM DAMSYIK, EDDY S JONATHAN, UDIN LABU

SINOPSIS :

Bram (Barry Prima) seorang pelatih taekwondo memiliki seorang istri Susi (Wieke Widowati) yang selalu menuntut kemewahan. Untuk memenuhi hidupnya Susi menjadi pelacur. Akhirnya pasangan ini pun bercerai. Bram datang kerumah temannya Benny untuk mencari pekerjaan. Ia tinggal bersama Diana (Yenny Farida) adiknya dan Udin (Udin Labu). Benny dan Bram dikagetkan oleh teriakan Diana yang sedang diganggu Udin akibat mabuk berat. Melihat apa yang di minum Udin, Benny berkesimpulan bahwa ketika terjadi keributan di pabrik akibat ia menjatuhkan satu dus the, diam-diam Udin mengambilnya satu dan diseduh dirumah, yang ternyata berisi ganja.
Akhirnya Bram bekerja di pabrik teh tempat Benny bekerja setelah diterima oleh manager pabrik (Him Damsyik). Pagi itu kuli pabrik sedang menaikan muatan keatas truk. Setelah selesai truk tersebut dijalankan oleh sopir dengan dikawal oleh dua orang. Diam-diam Benny mengikuti kemana truk tersebut jalan dan berhasil menguasainya.

Namun sayang ia harus tertangkap oleh Manager pabrik dan anak buahnya. Pertarungan tidak seimbang diatas jembatan pun terjadi, Benny dibuang ke sungai. Benny pun menghilang dari pabrik. Rekan-rekan Benny tidak mengetahui kemana perginya Benny, termasuk Diana. Mereka menduga kalau Benny disingkirkan setelah ia melakukan kesalahan pada hari sebelumnya. Mereka menuntut keberadaan Benny, namun Manager Pabrik tidak memberitahukannya. Setelah ada tuntutan dari para pekerja tentang keberadaan Benny, Manager Pabrik melaporkannya pada big boss. Untuk meredam kemarahan, maka Big Boss (Dicky Zulkarnaen) turun langsung ke pabrik disaat Bram sedang berkelahi dengan mandor pabrik (Advent Bangun) namun Bram lebih unggul.

Big Boss tertarik dengan keahlian Bram dalam berkelahi, hingga akhirnya ia menawarkan kerjasama dengan Bram. Bram disuruh untuk bertemu di rumahnya, namun sebelumnya Bram menanyakan keberadaan Benny yang dijawab oleh Big Boss kalau Benny sedang di tugaskan keluar kota. Bram bisa bertemu Benny dengan syarat ia mau di tugaskan di cabang, di luar negeri. Bram disuruh menginap di rumahnya karena telah disediakan kamar VIP. Namun betapa kagetnya Bram, karena wanita yang di umpankan ke kamar VIP adalah Susi mantan istrinya. Susi menghindar, namun Bram menahannya, karena ia membutuhkan informasi tentang Bigbos. Maka dibuatlah sandiwara antar mereka. Susi satu persatu membuka informasi yang ia tahu. Setelah mendapat informasi dari Susi, maka Bram menolak untuk bekerjasama dengan Big Bos.
Akibatnya Bram menemui kesulitan, ia harus menghadapi anak buah Big Bos, pertarungan pun terjadi. Bram kalah. Dalam keadaan terluka ia hanyut di sungai dan ditolong oleh seorang tua. Bram terkena senjata bintang yang mengandung racun. Bintang tersebut berasal dari ahli ninja, Ninjitsu dari Jepang. Namun orang tua tersebut pernah di beri buku oleh orang jepang tentang aliran Ninjitsu sehingga mengetahui kelemahannya. Secara kebetulan Bram dan Benny ditemukan oleh orang yang sama. Mereka dilatih ilmu ninja. Ketika Bram dan Benny sudah pulih, ia segera ke pabrik untuk menjemput Diana, saat Diana akan di perkosa oleh manajer Pabrik dan kuli-kuli pabrik sedang berontak. Diana di sandera oleh manajer.
Diana berhasil diselamatkan, sedangkan Susi yang telah memberikan informasi pada Bram harus menemui ajalnya di kamar. Komplotan yang merupakan pengedar ganja tersebut pun akhirnya dapat di tangkap.