Showing posts with label Alex Komang. Show all posts
Showing posts with label Alex Komang. Show all posts

Tuesday, June 9, 2026

ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTRA

 


ALEX KOMANG, DAMPINGI "BINTANG PANAS" DALAM SINETRON TIRAI SUTERA (berita lawas). Belakangan Alex Komang peraih Piala Citra FFI ini sibuk suting sinetron garapan sutradara pendatang. Padahal biasanya aktor grup 'Teater Populer" ini cukup selektif dalam memilih sinetron yang akan dimainkannya. Minimal sinetron itu mesti digarap oleh sutradara yang sudah mumpuni seperti Teguh Karya, Slamet Rahardjo atau Sophan Sophiaan. Begitupun lawan main, Alex juga rada selektif. Tapi kenapa Alex mau main dengan 'bintang panas' Inneke Koesheawati di 'TIRAI SUTERA' produksi Indosiar? Padahal para pemainnya kemampuan aktingnya main dibawah Alex?

"Siapa bilang saya suka memilih lawan main dan sutradara?. Saya nggak pernah punya pikiran untuk memilah sutradara dan lawan main. Sebagai pemain, saya siap main dengan siapa saja dan siap untuk diarahkan oleh sutradara siapapun. Yang penting karakter tokohnya saya cocok," ujarnya.

Dan Alex juga menyatakan ketidak setujuannya tentang pengkotak-kotakan pemain bahwa ada pemain kelas A, B dan C. Menurut Alex semua pemain sama, tinggal kesempatan untuk memainkan tokoh yang bisa mengangkut potensinya ada atau tidak. 

"Saya yakin kalau mereka kebetulan main film drama keluarga macam Inneke Koesherawati punya potensi besar untuk maju. Kalau nggak punya potensi, dia nggak bakal bertahan sampai sekarang. Lihat saja Sharon Stone, walau dia mainnya cukup berani, tapi kan kemampuan aktingnya luar biasa seperti di film Diabolique," ujar Alex. 

Karenanya, ketika Alex diminta main untuk sinetron TIRAI SUTERA dan main bareng dengan 'bintang panas' Inneke Koesherawati. Alex langsung setuju saja. Apalagi ceritanya bagus dan katanya, peran yang ditawarkan cukup menantang dirinya. 

"Nggak bener penilaian itu. saya tetap menjadi Alex yang dulu. Citra saya juga nggak jatuh lantaran main bareng dengan 'bintang panas'. Semua tergantung dari diri kita kok," katanya dengan nada tinggi. 

Soal permainannya di sinetron Tirai Sutera, Alex mengaku bermain maksimal dan total. Saya selalu mencoba untuk bermain maksimal, soal hasil saya serahkan ke masyarakat yang menilainya. Sebagai pemain saya berusaha profesional", katanya serius. ~sumber MF No. 263/229/XII/13-26 Juli 1996

Friday, September 22, 2023

FILM TERBAIK FFI 1986 "IBUNDA"

 


JUDUL FILM        : IBUNDA

SUTRADARA       : TEGUH KARYA

PRODUCER         : R. SOENARSO

PRODUKSI           : SATRIA PERKASA ESTHETIKA FILM, SUFIN

TAHUN PROD    : 1986

JENIS                     : DRAMA KELUARGA

PEMAIN               : TUTI INDRA MALAON, RIA IRAWAN, AYU AZHARI, ALEX KOMANG, NINIEK L KARIEM, ONNY MAYOR, ROSSY S SANUSI, GALEB HUSEIN, WAWAN SARWANI

 

SINOPSIS :

Ibu (Tuti Indra Malaon) adalah seorang janda yang mempunyai masalah kompleks dengan anak-anaknya. Ibu selalu memendam perasaannya. Adat kejawaan yang diagung-agungkan terutama oleh Ida(Niniek L Kariem) telah membelenggu kehidupan keluarganya. Fitri (Ria Irawan) yang mempunyai pacar seorang Irian bernama Luke (Onny Mayor) ditentang oleh keluarganya terutama oleh Ida dan suaminya Gatot. Ida melarang Fitri untuk berhubungan dengan Luke karena karena Luke berkulit hitam dan berasal dari Irian, sehingga tidak cocok untuk seorang bangsawan jawa yang masih mengagungkan adat.  Akan tetapi meski ditentang oleh Ida dan Gatot, Fitri tetap berhubungan dengan Luke yang tentu saja menyebabkan kemarahan bagi Ida. Ida selalu dipersalahkan oleh Gatot karena Gatot tidak setuju Fitri berhubungan dengan Luke.  Sementara Ibu tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya memendamnya dalam hati. Satu-satunya tempat tukar pikiran adalah Budi, salah seorang yang kost di rumahnya.

Sementara itu Fikar (Alex Komang) adalah seorang artis film yang jatuh kepelukan tante-tante (Rossy S) yang selalu menawarkan film padanya. Fikar mempunyai seorang istri bernama Yati (Ayu Azhari) yang ditinggalkannya demi tante-tante.  Fikar selingkuh, sementara Yati selalu menutupi kelakuan suaminya terhadap Ibu, mertuanya. Akhirnya karena penasaran suatu saat Ibu menonton pertunjukkan Fikar, dan disitulah Ibu merasa sakit hati dengan apa yang dilihat dan didengarnya tentang Fikar. Fikar lebih memilih tante. Ketergantungan Fikar kepada tante akhirnya berakhir setelah diketahui kalo Fikar selalu di cekoki dengan obat oleh tante untuk selalu menandatangani kontrak dan menurut padanya. Fikar dipermalukan dilokasi shooting.   Fikar akhirnya kembali kerumah Ibu dan meminta maaf. Fikar bermaksud menceraikan Yati dan lebih memilih tante-tante.

Dilain sisi, Fitri yang merasa hubungannya dengan Luke tidak disetujui akhirnya lari dari rumah.  Fitri bersembunyi dirumah Yati kakak iparnya. Sementara Luke yang merasa paling bersalah akan kepergian Fitri, akhirnya memohon kepada Ibu agar memberitahu kemana perginya Fitri. Seandainya karena Luke, maka Luke bersedia menyingkir dari kehidupan keluarga Ibu. Hanya karena dari Irianlah Luke selalu ditentang terutama oleh Ida dan suaminya.  Walaupun sebenarnya dalam hati kecil Ibu, Ibu menyetujui hubungan Fitri dengan Luke setelah mengetahui kebaikan Luke. Luke hanyalah korban karena pandangan Gatot dan Ida yang salah tentang orang Irian.  Lukepun kesana kemari berusaha mencari Fitri, termasuk ke lokasi sutingnya Fikar kakaknya. Tapi hasilnya nihil.  Luke akhirnya berhasil menemui Fikar dan mengajaknya bersama-sama mencari Fitri. Sementara itu Fikar akhirnya pulang kerumah istri sahnya dan mengetahui Fitri yang dicari-cari orang rumah malah ada di rumah istrinya. Fitri akhirnya pulang kerumah.

Di akhir kisah, Luke akhirnya diterima di keluarga Ibu, termasuk Ida dan Gatot yang selama ini menentangnya, sedangkan Fikar pun akhirnya kembali kepelukan istrinya setelah sekian dalam pelukan tante-tante. Ibu akhirnya berhasil menyatukan keluarganya.

*****

Sebuah cerita  karya sutradara besar Teguh Karya yang sangat menyentuh, tentang seorang Irian bernama Luke yang tersingkir dari keluarga Jawa yang masih mengagungkan adat. Namun berkat usaha dan kebaikannya Ia berhasil diterima dikeluarga tersebut. Menyaksikan film ini kita akan disuguhi tidak hanya sekedar cerita saja, tapi pertunjukan teater yang sangat bagus dengan ilustrasi music yang sangat-sangat menyentuh. Teguh Karya merupakan sutradara kenamaan yang sudah tidak diragukan lagi hasil karyanya.

Film Ibunda mencatatkan diri sebagai peraih Piala Citra terbaik FFI 1986 untuk kategori :

1.       Film

2.       Sutradara (Teguh Karya)

3.       Aktris (Tuti Indra Malaon)

4.       Aktris Pendukung (Niniek L Karim)

5.       Cerita Asli

6.       Skenario

7.       Sinematografi

8.       Penyuntingan

9.       Penata Artistik

10.   Penata Suara

11.   Penata Musik