SI BUTA DARI GOA HANTU, EPS. LEMBAH MAUT. BADRA MANDRAWATA, si Buta dari Goa Hantu rekaan komikus Ganes TH, merupakan tokoh cergam yang paling sering di filmkan. Diawali episode pertama "Si Buta Daru Goa Hantu", "Duel di Kawah Bromo" sampai ke "Neraka Lembah Tengkorak". Dari yang pertama sampai yang terakhir tetap di perankan oleh Ratno Timoer yang juga menyutradarai langsung.
Produksi PT. Sepakat Bahagia Film ini juga di dukung sebarisan pemain yang sudah tidak asing lagi seperti, Piet Burnama, Johan Saimima, Robert Syarief, Eka Gandara, Aspar Paturusi dan Alba Fuad. Ditampilkan pula pendatang baru Vera Fasilia dan Henny Adiaksi. Kamera ditangani Ismaun sedangkan tata musik digarap Harry Rusli.
Dalam pengembaraannya, Badra tiba di Sulawesi Selatan. Kakinya membawanya ke desa Pandolo yang penduduknya tertimpa petaka wabah kusta. Akibatnya desa itu dikucilkan, penduduknya dilarang keluar, agar tak menular desa sekitar. Datangnya serombongan pembawa obat malah di sabot oleh orang-orang bertopeng. Badra mulai mencium kejahatan yang kepalang tanggung.
Puang Marempang, Kepala Desa Tantena ikut prihatin, tapi tak berdaya apa-apa. Tabib kepercayaannya, Puang Tombala bersikap Acuh. Sampai datang Tabib Langkara yang berupaya meramu obat mustajab. Ternyata tabib ini adalah mantan perompak ganas yang di juluki Badai Teluk Bone. Puang Marempang kenal benar padanya. Namun ia melarang putrinya, Ranggi menyambut Langkara.
Banyak peristiwa misterius terjadi. Pembunuhan demi pembu nuhan dilakukan gerombolan bertopeng. Badra, Langkara dan para pendekar muda mengusut sampai ke goa seram. Disarang gerombolan ini mereka menemukan Puang Tombala tertawan. Orang lain bisa tertipu, tapi Barda yang buta dengan indranya mencurigai Tombala. Benarkah Puang Tabib itulah si kepala gerombolan? Bagaimana cara membuktikannya? Lalu ada apa antara Putri Ranggi dengan Langkara?
Film silat ini tak sekedar mengumbar adegan pertarungan seru, namun disisipi juga dengan filsafat hidup Si Buta yang kian tua nampaknya kian bijak dan bertekad membaktikan sisa usia untuk menolong sesama yang tengah menderita.


